Anda di halaman 1dari 3

AKULTURASI & ASIMILASI DALAM BIDANG BUDAYA EKONOMI

SASTRA ZAMAN DULU SAMPAI SEKARANG


Menurut Herskovitz (1939) akulturasi dipahami sebagai fenomena yang akan
terjadi tatkala kelompok-kelompok individu yang memiliki budaya berbeda
terlibat dalam kontak yang terjadi secara langsung, disertai perubahan terus-
menerus, sejalan pola-pola budaya asal dari kelompok itu atau dari kedua
kelompok itu. 3 Akulturasi dibedakan dari perubahan budaya yang hanya
merupakan salah satu aspeknya, dan asimilasi yang pada saat tertentu merupaka
suatu fase akulturasi.

 Contoh Akulturasi Budaya Meliputi :

1. Sistem Pengetahuan

Wujud akulturasi dalam bidang pengetahuan, salah satunya yaitu perhitungan


waktu berdasarkan kalender tahun saka, tahun dalam kepercayaan Hindu.
Menurut perhitungan satu tahun Saka sama dengan 365 hari dan perbedaan
tahun saka dengan tahun masehi adalah 78 tahun. Sebagai contoh misalnya
tahun saka 654, maka tahun masehinya 654 + 78 = 732 M.

2. Peralatan Hidup dan Teknologi

Salah stu wujud akulturasi dari peralatan hidup dan teknologi terlihat
dalam seni bangunan Candi. Seni bangunan candi tersebut memang
mengandung unsur budaya India tetapi keberadaan candi-candi di
Indonesia tidak sama dengan candi-candi yang ada di India, karena candi
di Indonesia hanya mengambil unsur teknologi pembuatannya melalui
dasar-dasar teoritis yang tercantum dalam kitab Silpasastra yaitu sebuah
kitab pegangan yang memuat berbagai petunjuk untuk melaksanakan
pembuatan arca dan bangunan.

 Akulturasi Dalam Bidang Ekonomi

Dalam bidang ekonomi, tidak begitu besar pengaruhnya dan tidak begitu banyak
terjadi perubahan, karena masyarakat Indonesia telah mengenal aktivitas
perekonomian melalui pelayaran dan perdagangan jauh sebelum masuknya
pengaruh Hindu-Budha.

Contoh :
Perkembangan kemaritiman terlihat dengan semakin banyaknya kota-kota
pelabuhan, ekspedisi pelayaran dan perdagangan antar negara. Selain itu, bangsa
Indonesia yang awalnya baru dapat membuat sampan sebagai alat transportasi
kemudian mulai dapat membuat perahu bercadik.
Contoh Akulturasi Seni Aksara dan Seni Sastra
Masuknya budaya India di Indonesia membawa pengaruh perkembangan seni
sastra yang cukup besar di Indonesia. Seni Sastra pada masa itu ada yang
berbentuk puisi dan ada juga yang berbentuk prosa. Misal seperti Bharatayuda,
yang digubah Mpu Panuluh dan Mpu Sedah.

ASIMILASI KEBUDAYAAN

Asimilasi adalah pembauran dua budaya, bersama-sama dengan karakteristik


hilangnya budaya asli untuk membentuk budaya baru. Asimilasi ditandai oleh
usaha untuk mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. Untuk
mengurangi perbedaan, asimilasi meliputi upaya untuk memperkuat kesatuan
tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan
bersama.

Hasil dari proses asimilasi bahwa perbedaan batas semakin tipis antara individu
dalam kelompok, atau bisa juga batas-batas antara kelompok. Selanjutnya,
individu untuk mengidentifikasi diri dengan kepentingan bersama. Artinya,
menyesuaikan sesuai dengan kehendak kelompok. Demikian pula, antara satu
kelompok dengan kelompok lainnya.

Contoh : Rina merupakan orang yang suka menari tarian Bali Indonesia. Dia
berteman baik dengan Rachel dari Amerika Latin dan bisa tarian tradisional
(Tango) dari Amerika Latin. Karena mereka terus berinteraksi, maka ada
campuran budaya yang menghasilkan budaya baru.
 Ada sejumlah kelompok yang memiliki budaya yang berbeda
 Asosiasi terjadi antara individu atau kelompok secara intensif dan dalam
waktu yang relatif lama
 Budaya setiap perubahan kelompok dan beradaptasi

contoh asimilasi dalam bidang ekonomi dan sastra :


asimilasi ekonomi :
Adanya perkawinan campuran (amalgamasi). Perkawinan campuran dapat terjadi
di antara dua kebudayaan yang berbeda, baik dari asal suku bangsa maupun
tingkat sosial ekonomi.

Asimilasi Seni Sastra :


Prasasti-prasasti kuno yang ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, seperti di
Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan sebagainnya menunjukkan
adanya pengaruh dari Hindu-Budha. Prasasti-prasasti tersebut ditulis dalam huruf
Pallawa dan dalam bahasa Sansekerta. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat
asimilasi budaya pada saat itu.