Anda di halaman 1dari 4

Laporan Praktikum KI-3131

Kimia Unsur Golongan Utama


Percobaan 03
Sintesis Alloy Tin-Bismuth dengan Metoda Elektrodeposisi

Nama : M. Satria Yudha Bagaskara


NIM : 10516042
Kelompok/Shift : 02 / Rabu
Tanggal Pengumpulan: 08 November 2018
Asisten : Cindy

LABORATORIUM KIMIA ANALITIK


PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2018
Percobaan 03
Sintesis Alloy Tin-Bismuth dengan Metoda Elektrodeposisi

I. Data Pengamatan
1.1 Tahap Persiapan
A. Penyiapan Katoda
Pada tahap ini digunakan plat tembaga dengan panjang 1.5 cm dan lebar 1 cm. Plat tembaga
tersebut disambungkan dengan kawat tembaga menggunakan soldier penyambungan ini
digunakan lelehan dari kawat timah. Plat tembaga yang telah tersambung dengan kawat
dimasukan pada resin cair hingga mengeras.
B. Penyiapan Anoda Grafit
Grafit dari baterai berwarna hitam di bersihkan secara fisik dengan digores menggunakan
gunting, disonikasi grafit hingga bersih. Dilakukan pengeringan dengan melapisi grafit
dengan aluminium foil. Pada aluminium foil terdapat bercak kuning dan hitam.

1.2 Tahap Elektrodeposisi


A. Penyiapan Larutan Elektrolit
 Untuk larutan A digunakan NH3 pekat 1 ml, padatan H4EDTA sejumlah 1.87 gram.
 Untuk larutan B digunakan HCl pekat 1.5 ml, padatan SnCl2.2H2O 3.38 gram dan
padatan Bi(NO3)3.5H2O sejumlah 2.46 gram.
 Untuk larutan C digunakan HCl pekat 1 ml, padatan asam sitrat 5.77 gram dan air
8 ml.
Pada tahap ini larutan berwarna bening (tanpa warna)
 Pada saat dilakukan penambahan larutan A ke B tetes demi tetes larutan tidak
terjadi perubahan fisik (warna tetap bening)
 Pada saat dilakukan penambahan larutan A+B ke C tets demi tetes larutan sedikit
menimbulkan endapan berwarna putih , ketika diadu endapan tersebut kembali
larut.
 Digunakan PEG 400 sejumlah 7 ml , pada penambahan PEG 400 kedalam larutan
tidak terjadi perubahan apapun , larutan tetap bening.
 Digunakan NH3 pekat 0.5ml pada penambahan larutan , pada proses penambahan
ini terdapat endapan putih yang ketika diaduk akan larut kembali.
 Didapatkan pH larutan tepat 2 melalui indikator pH universal.

B. Proses Elektrodeposisi
 Didapat ukutan pelat tembaga yang digunakan adalah 1.5 cm2 dengan panjang 1.5
cm dan lebar 1cm.
 Diketahui massa katoda awal 11.77 gram
 Digunakan arus 22 mA dan tegangan (voltase) sebegsar 2.3V
Pada proses elektrolisis ini,timbul gelembung pada anoda dan timbul endapan halus seperti
jarum yang menempel pada dasar plat tembaga di katoda. Setelah elektrolisis selesai
terlihat pada dasar plat tembaga berubah menjadi hitam

Gambar 1. Kondisi Pelat Tembaga Awal Gambar 2. Pelat Hasil Elektrodeposisi


 Didapatkan massa akhir katoda seberat 11.74 gram dengan perubahan massanya
sekitar 0.0321 gram.

II. Perhitungan dan Pengolahan Data


Dapat ditentukan massa teoritis dari alloy Sn-Bi yang akan terbentuk, untuk menentukan
massa dari masing masing spesi Sn dan Bi dapat digunakan persamaan berikut.
𝑒 .𝑖 .𝑡
𝑀𝑎𝑠𝑠𝑎 =
96500
Dapat ditentukan nilai arus untuk masing masing spesi dengan cara sebagai berikut.
2 3
𝑖 𝑆𝑛 = (5 𝑥 100%) . 22𝑚𝐴 = 8.8 𝑚𝐴 𝑖. 𝐵𝑖 = (5 𝑥 100%) . 22 𝑚𝐴 = 13.2 𝑚𝐴
Dapat ditentukan nilai dari e untuk masing masing spesi melalui persamaan berikut.
𝐴𝑟 118,71 𝑔 𝐴𝑟 208.98 𝑔
𝑒. 𝑆𝑛 = 𝑛𝑆𝑛 = = 59.355 𝑚𝑜𝑙 𝑒. 𝐵𝑖 = 𝑛𝐵𝑖 = = 69.88 𝑚𝑜𝑙
2 3

Sehingga dapat ditentukan massa dari masing masing spesi melalui persamaan berikut.
𝑔
𝑒. 𝑖. 𝑡 59.355 ( ) , 0.008(𝐴). (15𝑥60)𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑆𝑛 = = 𝑚𝑜𝑙 = 0.00487 𝑔𝑟𝑎𝑚
96500 96500
Dengan cara yang sama diperoleh massa untuk Bi adalah 0.008575 gram , sehingga dapat
ditentukan pula massa teoritis dari Alloy Sn dan Bi , massa alloy yang terbentuk merupakan
penjumlahan dari kedua spesi tersebut sehingga diperoleeh m Alloy teoritisnya sebesar
0.0013445 gram.

Dapat ditentukan nilai efisiensi arus dari percobaan elektrodeposisi melalui persamaan
𝑀𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑃𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 0.0321
𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 𝐴𝑟𝑢𝑠 = 𝑥100% = 𝑥100% = 238.66%
𝑀𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑇𝑒𝑜𝑟𝑖𝑡𝑖𝑠 0.0013445