Anda di halaman 1dari 7

RISET & JURNAL AKUNTANSI e – ISSN : 2548 – 9224

Volume 1 Nomor 1, Februari 2017 p – ISSN : 2548 - 7507

PENGARUH PERAN AUDIT INTERNAL DAN PENGENDALIAN INTERN


TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD
( Studi Kasus Pada PT. Tolan Tiga Indonesia)

Suginam
STMIK Budi Darma
Suginam.icha@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui unsur-unsur adanya perbuatan yang
melanggar hukum, dilakukan oleh orang dalam dan dari luar organisasi, untuk
mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok, dan secara langsung maupun tidak
langsung merugikan pihak lain
Tempat penelitian ini di Head Office PT. Tolan Tiga Indonesia yang beralamat di
Gedung BANK SUMUT Jalan Imam Bonjol No. 18 Lantai 7 Medan.Variabel
independen dan dependen dalam penelitian ini adalah internal audit dan fraud.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa internal Audit dan pengendalian intern
perusahaan sangat memiliki peran yang besar di dalam perusahaan untuk
mengendalikan dan mengevaluasi aktivitas kegiatan perusahaan terutama dalam
pencegahan fraud.

Kata kunci : fraud, internal audit, pengendalian intern

Pendahuluan yang beresiko tinggi terjadinya


Menurut kamus Inggris-Indonesia fraud.Peran utama pencegahanfraud
terbitan Gramedia Pustaka (Echols, terletak pada pimpinan organisasi baik
2002), fraud diterjemahkan sebagai pada pimpinan tertinggi maupun pada
penipuan, kecurangan atau setiap lini organisasi.
penggelapan.Sedangkan menurut Tindakan dari Komite Audit,
Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Audit Internal yang juga menerapkan
Balai Pustaka (2005), Kecurangan praktik professional akuntansi forensik /
berarti ketidakjujuran dan audit forensic dan audit investigasi di
keculasan.Sehingga dapat diperoleh dalam penugasannya,dan peningkatan
kesimpulan bahwa fraud memiliki Pengendalian Intern (COSO, 2013)
unsur-unsur adanya perbuatan yang yang terdiri dari 5 (lima) elemen yaitu
melanggar hukum, dilakukan oleh orang Lingkungan Pengendalian (Control
dalam dan dari luar organisasi, untuk Environment), Penaksiran Resiko (Risk
mendapatkan keuntungan pribadi atau Assesment), Aktivitas Pengendalian
kelompok, dan secara langsung maupun (Control Activities), Informasi dan
tidak langsung merugikan pihak lain Komunikasi (Information and
Menurut Karyono (2013), Communication), dan Pemantauan
pencegahan fraud adalah merupakan (Monitoring)yang pengawasannya
segala daya dan upaya untuk menangkal dijalankan oleh Audit Internal telah
pelaku potensial, mempersempit ruang dengan baik dijalankan yakni salah
gerak, dan mengidentifikasi kegiatan satunya dengan pemberian hukuman
22
RISET & JURNAL AKUNTANSI e – ISSN : 2548 – 9224
Volume 1 Nomor 1, Februari 2017 p – ISSN : 2548 - 7507

dan perbaikan prosedur kerja dan aturan periode 2011 – 2015, beberapa kasus
kebijakanyang merupakan bagian dari fraud terjadi contoh antara lain
tindak lanjut atas tindakan yang
disarankan oleh komite audit (Suggested Tabel 1.1
Action by Committee) atas inisiasi dari Kasus Fraud yang Terjadi
Audit Internal. Periode 2011 – 2015
Jones dan Bates (1990) dalam
No. Tahun Departemen Kasus Fraud yang Terjadi
Firma Sulistyawati (2003) menyatakan 1 2011 Estate 1) Mark up tagihan pekerjaan lapangan
bahwa auditorharus mewaspadai Purchasin
2) Penggelapan uang gaji karyawan harian

terhadap penipuan, dan mengambil g 1) Conflict of interest, Pembelian Barang Capex yang
terindikasi tidak genuine
langkah segera untukmengivestigasi 2 2012 Estate 1) Manipulasi Hasil Pekerjaan Replanting
kecurigaannya. Dalam bagian lain 2) Mark up tagihan pekerjaan lapangan
3) Mark up tagihan pekerjaan lapangan
Sulistiyawati (2003) juga 4) Conflict of Interest pembelian kayu bangunan
3 2013 Estate 1) Mark up tagihan pekerjaan
menyatakanjika Fraud auditor dapat 2) Manipulasi Hasil Pekerjaan Belanja Capex
3)Mark up tagihan pekerjaan
bekerja dengan baik maka tindakan 4) Manipulasi hasil produksi
Kecurangan (Fraud) dapatdikurangi Engineeri
5) Mark up tagihan pekerjaan
1) Mark up tagihan pekerjaan pabrik kelapa sawit
bahkan diberantas, sehingga akan 4 2014 ng
Estate 1) Mark up tagihan pekerjaan
terwujud Tata Kelola Perusahaan. 2) Belanja Fiktif
3) Penggelapan hasil produksi
Cattrysse (2002) mengatakan 4) Conflict of interest pembayaran upah kontrak
bahwa tindakan Fraud dapat 5) manipulasi tagihan pekerjaan

diminimumkan dengan penerapan 5 2015 Marketing 1) Manipulasi tagihan biaya sewa rumah
Engineeri
corporate governance, juga ECIIA ng 1) Manipulasi tagihan biaya entertainment
(1999) dan Cattrysse (2002) Estate 1) Pembayaran Overtime fiktif
2) Manipulasi tagihan pekerjaan kontrak
menyatakanbahwa Auditor Internal 3) Indikasi manipulasi pembayaran gaji karyawan
4) Penggelapan ban dari gudang
yang baik dapat mencegah Kecurangan.
Dibagian lain Cattrysse(2002)
menyatakan secara umum ada tiga alat
Landasan Teori
pencegahan Kecurangan yaitu: Tata
Pengertian Fraud
KelolaPerusahaan, pimpinan organisasi Korupsi merupakan istilah umum yang
yang baik (bersih), dan penerapan lazim digunakan di khalayak ramai ataupun
PengendalianInternal. ruang publik di Indonesia untuk
PT. Tolan Tiga Indonesia Medan menggambarkan fraud, yaitu tindakan
merupakan salah satu perusahaan yang merugikan orang lain dengan cara-cara
wilayah kerjanya menyebar di Propinsi yang tidak jujur dengan tujuan mengambil
Sumatera Utara, Sumatera Barat, keuntungan untuk diri pribadi maupun
Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jawa kelompok dan golongannya. Hal ini
Barat memiliki banyak pihak yang dianggap kurang tepat karena sejatinya
berkepentingan terhadap perusahaan korupsi adalah salah satu bagian cabang
dari fraud di dalam Fraud Tree menurut
yang dikenal sebagai stakeholders
Association of Certified Examiner (ACFE).
perusahaan. Hal ini membuat
manajemen PT. Tolan Tiga Indonesia
Gejala dan Penyebab Fraud
Medan menyadari pentingnya peran
Pelaku fraud dapat
audit internal yang baik guna membantu
diklasifikasikan ke dalam dua
perusahaan dalam mencegah adanya
kelompok, yaitu manajemen dan
fraud.
pegawai karyawan.Fraud yang
Berdasarkan data yang diperoleh
dilakukan oleh manajemen umumnya
pada PT. Tolan Tiga Indonesia dalam
23
RISET & JURNAL AKUNTANSI e – ISSN : 2548 – 9224
Volume 1 Nomor 1, Februari 2017 p – ISSN : 2548 - 7507

lebih sulit ditemukan dibandingkan konsultasi yang dirancang untuk


dengan yang dilakukan oleh pegawai menambah nilai dan meningkatkan
karyawan.Oleh karena itu, perlu operasi organisasi. Audit intern ini
diketahui gejala yang menunjukkan membantu organisasi mencapai
adanya fraud tersebut. tujuannya dengan melakukan
1. Gejala fraud manajemen : pendekatan sistematis dan disiplin
a. Ketidak cocokan di antara untuk mengevaluasi dan
manajemen puncak meningkatkan efektivitas manajemen
b. Moral dan motivasi karyawan resiko, pengendalian, dan proses tata
rendah kelola.
c. Tingkat complain yang tinggi
terhadap perusahaan dari pihak Tujuan Audit Internal
konsumen, pemasok, atau badan Direksi harus menyusun dan
otoritas melaksanakan sistem pengendalian
d. Terdapat kelebihan persediaan internal perusahaan yang handal dalam
yang signifikan rangka menjaga kekayaan dan kinerja
e. Dan lain-lain perusahaan serta memenuhi peraturan
2. Gejala fraud pegawai : perundang-undangan. Satuan kerja atau
a. Pengeluaran tanpa dokumen fungsi pengawasan internal bertugas
pendukung membantu direksi dalam memastikan
b. Kekurangan barang yang pencapaian tujuan dan kelangsungan
diterima usaha dengan:
c. Kemahalan barang yang dibeli a. Melakukan evaluasi terhadap
d. Faktur ganda dan penggantian pelaksanaan program perusahaan,
mutu barang b. Memberikan saran dalam upaya
e. Penghancuran, penghilangan, memperbaiki efektivitas proses
pengrusakan dokumen pengendalian risiko,
pendukung pembayaran c. Melakukan evaluasi kepatuhan
f. Dan lain-lain perusahaan terhadap peraturan
Pengertian Audit Internal perusahaan, pelaksanaan GCG
Audit internal merupakan dan perundang-undangan,
pengawasan manajerial yang fungsinya d. Memfasilitasi kelancaran
mengukur dan mengevaluasi sistem pelaksanaan audit oleh audit
pengendalian dengan tujuan membantu eksternal.
semua anggota manajemen dalam Tujuan audit internal adalah untuk
mengelola secara efektif membantu anggota organisasi untuk
pertanggungjawabannya dengan cara melaksanakan tanggung jawabnya
menyediakan analisis, penilaian, secara efektif. Untuk mencapai tujuan
rekomendasi, dan komentar-komentar ini, staf audit internal diharapkan dapat
yang berhubungan dengan kegiatan- memenuhinya dengan analisis,
kegiatan yang ditelaah. Ikatan Auditor penilaian, rekomendasi, konsultasi dan
Internal (Institute of Internal Auditors – informasi tentang kegiatan yang
IIA) dikutip oleh Messier (2005: 514), ditelaah.
mendefinisikan audit internal sebagai
berikut : Fungsi dan Ruang Lingkup Audit
Audit intern adalah aktivitas Internal
independen, keyakinan obyektif, dan
24
RISET & JURNAL AKUNTANSI e – ISSN : 2548 – 9224
Volume 1 Nomor 1, Februari 2017 p – ISSN : 2548 - 7507

Fungsi audit internal merupakan memastikan ketaatan terhadap


kegiatan yang bebas, yang terdapat hukum, peraturan dan kebijakan
dalam organisasi, yang dilakukan organisasi. Proses audit yang
dengan cara memeriksa akuntansi, dilakukan adalah audit kepatuhan.
keuangan, dan kegiatan lain, untuk Fokus pemeriksaannya adalah
memberikan jasa bagi manajemen adanya variasi atau penyimpangan
dalam melaksanakan tanggung jawab dalam sistem pengendalian
mereka dengan cara menyajikan internal.Audit kepatuhan
analisis, penilaian, rekomendasi dan mengidentifikasi penyimpangan
komentar-komentar penting terhadap sehingga dapat dilakukan koreksi
kegiatan manajemen. Untuk mencapai terhadap sistem pengendalian
tujuan tersebut, auditor internal internal. Oleh karena sifat
melaksanakan kegiatan-kegiatan berikut pekerjaannya, peran watchdog
ini : biasanya akan menghasilkan
a. Pemeriksaan dan penilaian rekomendasi yang mempunyai
terhadap efektifitas struktur dampak jangka pendek.
pengendalian internal dan b. Konsultan
mendorong penggunaan struktur Melalui peran ini, manajemen
pengendalian internal yang akan melihat bahwa selain sebagai
efektif dengan biaya yang watchdog, auditor internal dapat
minimum. memberikan manfaat lain berupa
b. Menentukan sampai seberapa saran dalam pengelolaan sumber
jauh pelaksanaan kebijakan daya organisasi yang dapat
manajemen puncak dipatuhi. membantu tugas para manajer.
c. Menentukan sampai seberapa Peran konsultan membawa auditor
jauh kekayaan perusahaan internal untuk selalu
dipertanggungjawabkan. meningkatkan pengetahuan baik
d. Menentukan keandalan tentang profesi auditor maupun
informasi yang dihasilkan oleh aspek bisnis, sehingga dapat
berbagai bagian dalam membantu manajemen dalam
perusahaan. memecahkan masalah.
e. Memberikan rekomendasi c. Katalis
perbaikan kegiatan-kegiatan Katalis adalah suatu zat yang
perusahaan. berfungsi untuk mempercepat
reaksi namun tidak ikut
Peran Audit Internal bereaksi.Peran auditor internal
Dalam perkembangannya, peran sebagai katalisator yaitu
yang dijalankan auditor internal dapat memberikan jasa kepada
digolongkan dalam tiga jenis, yaitu manajemen melalui saran-saran
sebagai watchdog, konsultan, dan konstruktif dan dapat
katalis. diaplikasikan bagi kemajuan
a. Watchdog perusahaan namun tidak ikut
Watchdog adalah peran tertua dari dalam aktivitas operasional
auditor internal yang mencakup perusahaan.
pekerjaan menginspeksi,
observasi, menghitung, cek dan Pengertian Pengendalian Internal
ricek.Adapun tujuannya adalah
25
RISET & JURNAL AKUNTANSI e – ISSN : 2548 – 9224
Volume 1 Nomor 1, Februari 2017 p – ISSN : 2548 - 7507

“Pengendalian internal terhadap pencegahan fraud dimana nilai


merupakan suatu system yang t hitung lebih besar dari t tabel pada  = 0,05
meliputi struktur organisasi beserta yaitu -9.545 nilai tersebut lebih besar
semua mekanisme dan ukuran- dari t tabel sebesar 2.017, sehingga
ukuran yang dipatuhi bersama 9.545 >2.017 dan dinyatakan internal
untuk menjaga seluruh harta audit berpengaruh terhadap pencegahan
kekayaan organisasi dari berbagai fraud. Berdasarkan nilai signifikan
arah”. (Mardi, 2011, hal 59). sebesar 0.000 lebih kecil dari tingkat 
= 0,05 . Hal ini berarti posisi titik hasil
Metodologi Penelitian uji signifikansi dan t hitung pada kurva
Variabel independen dan dependen distribusi normal berada pada wilayah
dalam penelitian ini adalah sebagai penolakan Ho. Dengan demikian Ho
berikut : yang menyatakan bahwa semua variabel
1. Fraud (Y) peran internal audit tidak berpengaruh
terhadap pencegahan fraud pada PT
Pencegahan fraud adalah Tolan Tiga Indonesia ditolak, berarti Ho
tindakan yang dapat dilakukan untuk yang menyatakan semua variabel peran
menghindari orang untuk berbohong, internal audit berpengaruh terhadap
menjiplak, dan mencuri, memeras, pencegahan fraud pada PT Tolan Tiga
memanipulasi, kolusi dan menipu orang Indonesia diterima.
lain dengan tujuan untuk memperkaya
diri sendiri atau orang/kelompok lain Pengaruh audit internal sangat
dengan cara melawan hukum. (Suradi, memiliki peran yang besar di dalam
2006). Sub variabel variabel perusahaan untuk mengendalikan dan
pencegahan kecurangan adalah mengevaluasi aktivitas kegiatan
menciptakan budaya kejujuran, perusahaan terutama dalam pencegahan
terbukaan dan asistensi, Menghilangkan fraud. Peran audit internal senantiasa
kesempatan untuk berbuat curang,( mengevaluasi efektivitas sistem
W.Steve Albrect, et.,all., 2003). Untuk pengendalian dan memberikan
melakukan pengukuran variabel X dan rekomendasi intern perbaikan jika
Y, digunakan kuesioner yang dinilai ditemukan kelemahan-kelemahan.
dengan menggunakan skala Namun demikian, sebagai fungsi
Likert.Pertanyaannya diukur dengan pengawasan, audit internal dituntut juga
menggunakan 5 skala Likert, dimana untuk mendeteksi fraud yang diyakini
yang dimulai dari kala 1 “sangat tidak sedang atau telah terjadi. Di dalam
setuju”sampai skala 5 yang menunjukan perusahaan, audit internal tidak
“sangat setuju”. memiliki wewenang untuk langsung
memberi perintah kepada pegawai, juga
2. Audit Internal (X1) tidak dibenarkan untuk melakukan
tugas-tugas operasional dalam
Hasil Dan Pembahasan perusahaan yang sifatnya di luar
kegiatan pemeriksaan.
Pengaruh Peran Audit Internal Manajemen bagian audit
Terhadap Pencegahan Fraud internal, merupakan penanggung jawab
atas seluruh tugas pemeriksaan audit
Secara parsial semua variabel internal. Apabila semua indikator
peran internal audit berpengaruh tersebut dapat dilaksanakan dengan
26
RISET & JURNAL AKUNTANSI e – ISSN : 2548 – 9224
Volume 1 Nomor 1, Februari 2017 p – ISSN : 2548 - 7507

baik, maka peran audit internal dapat B. Saran


berjalan dengan efektif. Hal ini sejalan 1. Hendaknya dalam pencegahan
dengan penelitian Cattrysse (2002) fraud baik pihak perusahaan
menyatakan bahwa Auditor Internal tidak hanya bergantung pada
yang baik dapat mencegah Kecurangan. bagian komite audit, departemen
Sejalan juga dengan penelitian yang Audit Internal dan pengendalian
dilakukan oleh Gusnardi (2009) intern saja, tetapi seluruh elemen
mengatakan bahwa internal Audit di perusahaan bersama saling
berpengaruh terhadap pencegahan bekerja sama dalam pencegahan
kecurangan. fraud dalam perusahaan
sehingga secara keseluruhan
agar dapat meningkatkan
shareholder value, kepercayaan
Penutup
investor, kreditor, citra yang
A. Kesimpulan
baikdari pemerintah dan
1. Berdasarkan rumusan masalah,
masyarakat, sehingga
tujuan penelitian dan hipotesis
perusahaan dapat berjalan jangka
penelitian serta hasil penelitian
dan pembahasan, maka dapat panjang.
disimpulkan Audit Internal 2. Bagi penelitian selanjutnya
berpengaruh terhadap diharapkan dapat meneliti lebih
pencegahan fraud. Dengan dalam yang tidak hanya terbatas
demikian kondisi ini pada variabel yang telah diteliti,
memperlihatkan bahwa internal melainkan perlu adanya
Audit perusahaan sangat penambahan atau perluasan
memiliki peran yang besar di terhadap variabel lainnya serta
dalam perusahaan untuk diharapkan dapat menggunakan
mengendalikan dan cakupan obyek penelitian yang
mengevaluasi aktivitas kegiatan lebih luas dan hendaknya bisa
perusahaan terutama dalam menggunakan variabel penelitian
pencegahan fraud. Berdasarkan selain dari variabel yang telah
penelitian ini dapat disimpulkan penulis teliti.
bahwa pengujian hipotesis dapat 3. Penelitian selanjutnya
diterima. diharapkan dapat
2. Pengendalian Internal (X2) mengembangkan model analisis
berpengaruh positif terhadap yang akan digunakan dan
fraud (Y) akan tetapi hasil tidak menambah tahun pengamatan
signifikan. Kondisi ini untuk mendapat hasil yang lebih
memperlihatkan bahwa mendalam dan sangat disarankan
keberhasilan fraud tidak juga bagi penelitian selanjutnya
seluruhnya hanya ditentukan lebih memperluas objek
oleh Pengendalian Internal. penelitian kedalam studi kasus
Berdasarkan temuan penelitian selain data sekunder.
ini dapat disimpulkan bahwa
pengujian hipotesis 2 tidak DAFTAR PUSTAKA
diterima.

27
RISET & JURNAL AKUNTANSI e – ISSN : 2548 – 9224
Volume 1 Nomor 1, Februari 2017 p – ISSN : 2548 - 7507

Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Penyampaian Laporan Keuangan


Standar Akuntansi Keuangan. Berkala.
Jakarta: Salemba Empat.
Peraturan Pelaporan Keuangan Di
Keputusan Ketua BAPEPAM No. 36 Indonesia
pm 2003. Tentang Kewajiban

28