Anda di halaman 1dari 17

BAB III

PROFIL PUSKESMAS NAGASWIDAK

Puskesmas Nagaswidak terletak di Kecamatan Seberang Ulu II tepatnya di


Kelurahan 14 Ulu. Puskesmas ini terletak di Jalan A. Yani Lorong Gumay Gg.
Bangdes RT. 22. Masyarakat yang ingin berobat dapat menjangkaunya dengan
berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan bermotor.
Puskesmas ini dahulunya adalah sebuah balai pengobatan yang dikelola oleh
Dinas Kesehatan Pemerintah Tingkat II. Sesuai dengan kebutuhan masyarakat,
maka balai pengobatan ini kemudian dikembangkan menjadi puskesmas.

3.1. Sejarah Kepemilikan Puskesmas Nagaswidak


Puskesmas Nagaswidak terletak di Kecamatan Seberang Ulu II,
tepatnya di Kelurahan 14 Ulu. Puskesmas ini terletak di Jalan A. Yani Lrg.
Gumay Gang Bangdes RT 22. Puskesmas Nagaswidak mempunyai wilayah
kerja seluas 301 Ha.
Puskesmas Nagaswidak ini berdiri pada tahun 1978 dan memulai
pembangunan gedung pada bulan Februari tahun 1980. Perubahan atau
perbaikan gedungnya dilakukan pada tahun 1987, yaitu perbaikan ruangan
atau kamar lainnya. Kemudian pada tahun 2004, diadakan perbaikan dan
penambahan ruangan. Pada tahun 2006-2007, melalui proyek yang didanai
oleh Uni Eropa dan Departemen Kesehatan RI dilakukan perbaikan gedung
puskesmas kembali dan panambahan ruangan, yaitu ruangan pimpinan,
perluasan ruang laboratorium dan ruangan gudang obat. Pada Tahun 2016
dilakukan kembali renovasi gedung bangunan Puskesmas pada bulan Juni
sampai dengan Desember 2016 melalui proyek yang didanai oleh APBD Kota
Palembang.
Puskesmas Nagaswidak merupakan Puskesmas Induk yang mempunyai
satu Puskesmas pembantu (pustu) yang dipimpin oleh seorang pimpinan
puskesmas. Sejak berdirinya pada tahun 1980, puskesmas ini sudah
mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, yaitu sebagai berikut.

22
23

1. dr. Agus Prawira Prapta (Pimpinan Puskesmas Nagaswidak pertama kali,


tahun 1980)
2. dr. Rosmalia Supursa
3. dr. Yustina Tjandra (1984 – 1998)
4. dr. Sito Ici Tatipata (1998 – 2002)
5. dr. Hj. RA. Habibah (2002 – Oktober 2009)
6. drg. Kiki Ayu Marlina (November 2009 – April 2010)
7. dr. Dewi Handayani (Mei 2010 – Agustus 2013)
8. drg. Kiki Ayu Marlina (September 2013 – Januari 2015)
9. drg. Bencas Nainggolan (Januari 2015 – Sekarang).

3.2. Letak Geografi


Puskesmas Nagaswidak terletak di Kecamatan Seberang Ulu II
tepatnya di kelurahan 14 Ulu. Puskesmas ini terletak di jalan A. Yani Lorong
Gumay. Masyarakat yang ingin berobat dapat menjangkaunya dengan
berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan bermotor.
Wilayah kerja Puskesmas Nagaswidak meliputi 4 kelurahan yaitu
Kelurahan 11 Ulu, 12 Ulu, 13 Ulu dan 14 Ulu, dengan luas wilayah kerjanya
± 301 Ha.

Tabel 3.1 Luas Wilayah Kerja Puskesmas Nagaswidak

No. Nama Kelurahan Luas Wilayah


1. 11 Ulu 30 Ha
2. 12 Ulu 20 Ha
3. 13 Ulu 120 Ha
4. 14 Ulu 131 Ha
Total 301 Ha
24

Wilayah Kerja Puskesmas Nagaswidak ini berbatasan dengan:


 Sebelah Utara berbatasan dengan Sungai Musi
 Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan Jenderal A. Yani
 Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan 10 Ulu
 Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan 16 Ulu.

Kondisi geografi wilayah kerjanya terdiri dari dataran rendah dan rawa-rawa.

3.3. Keadaan Demografi


Wilayah kerja Puskesmas Nagaswidak meliputi Kelurahan 11 Ulu,
Kelurahan 12 Ulu, Kelurahan 13 Ulu dan Kelurahan 14 Ulu dengan jumlah
penduduk 38.508 jiwa.
Berdasarkan keadaan sosial ekonominya, mata pencaharian penduduk
keempat kelurahan hampir sama, yaitu diantaranya sebagai berikut yang pada
umumnya adalah tenaga kerja lepas pada sektor informal.
 Buruh Kasar
 Pegawai Negeri
 Pedagang
 Pensiunan
 Pengrajin
 Nelayan
 Pemikul barang
 Tukang becak.
25

Tabel 3.2 Peta Demografi di Wilayah Kerja Puskesmas Nagaswidak Tahun 2016

Kelurahan
No. Jumlah
11 Ulu 12 Ulu 13 Ulu 14 Ulu
1 Jumlah Penduduk 7.448 5.456 10.373 11.143 34.420
2 Jumlah KK 1.953 1.548 2.866 2.998 9.365
3 Jumlah KK Gakin 1.185 774 1.737 1.426 5.122
4 Jumlah PUS 1.234 9.82 1.598 1.636 5.450
5 Jumlah WUS 2.012 1.474 2.802 3.010 9.298
6 Jumlah Ibu Hamil 165 121 230 247 763
7 Jumlah Ibu Bersalin 157 115 219 236 727
8 Jumlah Ibu Menyusui 157 115 219 236 727
9 Jumlah Bayi 145 106 203 217 671
10 Jumlah Balita 735 538 1.042 1099 3.396
11 Jumlah Lansia 1.697 1.244 2.364 2680 7.985
12 Jumlah RT 21 16 34 33 104
13 Jumlah Rumah 1.050 725 1.627 2.494 5.250
14 Jumlah Posyandu 5 2 4 6 17
15 Jumlah Posyandu
1 1 1 1 4
Lansia
16 Jumlah Kader 18 9 15 21 63
17 Jumlah SD/MI 0 3 4 5 12
18 Jumlah SMP 0 1 4 1 6
19 Jumlah SMU 0 1 3 2 6
20 Jumlah PTN/PTS 0 0 1 1 2
21 Jumlah TTU 18 20 45 49 132
22 Jumlah TPM 15 16 33 38 102
23 Jumlah TPS 0 0 0 2 2
24 Jumlah Sumber Air
Bersih
 Sumur - - 21 26 47
Pompa
 SGL - - - - -
 TA - - - - -
 PDAM/PAM 698 482 1.082 1.229 3.491
Jumlah Jamban
25 517 357 800 909 2583
Keluarga
26

3.4. Penduduk
Pada tahun 2016, jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas
Nagaswidak adalah 34.420 jiwa, yang tersebar di empat kelurahan. Lebih dari
separuh (16.765 jiwa) penduduk berjenis kelamin perempuan dan 17.655
Jiwa berjenis kelamin laki - laki. Distribusi penduduk menurut kelompok
umur yang terbanyak adalah penduduk umur produktif (15-44 tahun), yaitu
berjumlah 16.814 jiwa. Penduduk kelompok umur terbanyak kedua adalah
penduduk kelompok umur 1-4 tahun (anak balita), yang berjumlah 3.396
jiwa. Hal ini merupakan potensi di wilayah kerja Puskesmas Nagaswidak
yang harus diperdayakan demi mendukung berbagai upaya kesehatan yang
dilakukan oleh Puskesmas Nagaswidak. Namun, adanya kelompok usia non
produktif yang cukup besar (anak dan lansia), harus menjadi perhatian bagi
Puskesmas Nagaswidak, karena kelompok anak, remaja dan lansia
mempunyai permasalahan kesehatan tersendiri.
Sebaran penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat dilihat pada
Grafik 1 dan Tabel 3.

Grafik.1 Distribusi Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis


Kelamin di Wilayah Kerja Puskesmas Nagaswidak Tahun 2016

0-4 thn 5-9 thn 10-14 thn 15-44 thn 45-65 thn > 65 thn
Laki - laki 1742 716 2132 9040 3067 955
Perempuan 1654 681 2838 7771 2896 925
27

Tabel 3. Distribusi Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur di


Wilayah Kerja Puskesmas Nagaswidak Tahun 2016
No. Kelompok Umur Jumlah Penduduk
(tahun) Laki-laki Perempuan Total
1 0-4 1.742 1.654 3.396
2 5-9 716 681 1.397
3 10-14 2.132 2.838 4.970
4 15-19 1.874 2.075 3.949
5 20-24 1.856 1.852 3.708
6 25-29 1.615 1.021 2.636
7 30-34 1.615 1.050 2.615
8 35-39 1.106 836 1.942
9 40-44 1.027 937 1.946
10 45-49 995 902 1.897
11 50-54 824 834 1.658
12 55-59 488 455 943
13 60-64 760 705 1.465
14 65-69 512 504 1.016
15 70-74 213 205 418
16 75+ 230 216 446
Jumlah 17.705 16.675 34.402

3.5. Kepadatan Penduduk


Grafik 2 menunjukkan data kepadatan penduduk di wilayah kerja
Puskesmas Nagaswidak tahun 2016. Wilayah dengan kepadatan penduduk
terendah adalah Kelurahan 12 Ulu (5.456 jiwa). Kelurahan 12 Ulu adalah
wilayah dengan luas terkecil (20 Ha), dibandingkan dengan wilayah lainnya,
namun penduduknya cukup banyak . Sedangkan wilayah dengan kepadatan
penduduk tertinggi (11.143 jiwa) adalah Kelurahan 14 Ulu. Kelurahan 14 Ulu
merupakan wilayah kerja Puskesmas Nagaswidak terluas (131 Ha).
28

Grafik 2. Kepadatan Penduduk di Wilayah Kerja


Puskesmas Nagaswidak Tahun 2016

14 Ulu 85,06

13 Ulu 86,44

12 Ulu 272,80

11 Ulu 248,27

0 50 100 150 200 250 300 350


Kepadatan Penduduk (jiwa/m3)

3.6. Rasio Beban Tanggungan dan Jenis Kelamin


Rasio beban tanggungan merupakan perbandingan antara jumlah
penduduk belum produktif (usia < 15 tahun) dan penduduk tidak produktif
lagi (usia >. 65 tahun) terhadap jumlah penduduk yang masih produktif (usia
15-65 tahun). Rata-rata rasio beban tanggungan di wilayah kerja Puskesmas
Nagaswidak adalah 0,28. Rendahnya rasio beban tanggungan ini
menunjukkan bahwa jumlah penduduk terbesar di wilayah kerja Puskesmas
Nagaswidak adalah kelompok usia 15-65 tahun, yaitu sebanyak 21.312 jiwa.
Rasio beban tanggungan tertinggi berada di Kelurahan 14 Ulu, yaitu
0,3. Sedangkan rasio beban tanggungan terendah terdapat di Kelurahan 11
Ulu, yaitu 0,27.
Secara umum, perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan
hampir sama. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata rasio jenis kelamin,
yaitu 1,04. Rasio jenis kelamin tertinggi adalah 1,10 (Kelurahan 11 Ulu),
sedangkan rasio jenis kelamin terendah adalah 0,99 (Kelurahan 13 Ulu).
Rasio beban tanggungan dan jenis kelamin di wilayah kerja Puskesmas
Nagaswidak tahun 2016 dapat dilihat pada Grafik 3.
29

Grafik 3. Beban Tanggungan dan Rasio Jenis Kelamin di


wilayah kerja Puskesmas Nagaswidak Tahun 2016

1.2

0.8

0.6

0.4

0.2

0
11 Ulu 12 Ulu 13 Ulu 14 Ulu
Rasio Beban Tanggungan 0.27 0.28 0.28 0.3
Rasio Jenis Kelamin 1.01 1.04 1.1 1.03

3.7. Visi, Misi, Motto, Tata Nilai dan Komitmen Puskesmas Nagaswidak
Untuk menunjang keberhasilan Puskesmas Nagaswidak dalam rangka
pelayanan kesehatan pada masyarakat, maka seluruh kegiatan harus
berpedoman pada Visi, Misi, Motto, dan Nilai Puskesmas Nagaswidak serta
pelaksanaannya harus berpedoman pada Protap-Protap (Standar Pelayanan)
yang telah dibakukan.
1. Visi
Tercapainya masyarakat sehat di dan Kecamatan Seberang Ulu II menuju
Palembang sehat 2020.

2. Misi
 Meningkatkan kualitas SDM yang profesional
 Meningkatkan pelayanan kesehatan sesuai standar yang telah di
tetapkan
 Meningkatkan sarana dan prasarana yang bermutu
 Meningkatkan kemitraan dengan semua pihak
 Memberdayakan masyarakat berprilaku hidup bersih dan sehat.
30

3. Motto
Kesehatan anda adalah kebahagian kami

4. Tata Nilai
Puskesmas Nagaswidak memiliki tata nilai sebagai berikut.
 N = Nyaman (menciptakan suasana lingkungan yang tenang)
 A = Amana (bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas)
 G = Gesit (cepat dalam bertindak)
 A = Akurat (tepat dalam bertindak)
 S = Senyum (keramahan dalam pelayanan)
 W = Wawasan (pola pikir yang luas)
 I = Ikhlas (tanpa pamrih)
 D = Disiplin (kepatuhan terhadap peraturan)
 A = Antusias (semangat dalam berinovasi)
 K = Kekeluargaan (menjalin kebersamaan).

5. Komitmen
Kami seluruh karyawan Puskesmas Nagaswidak siap mendukung dan
melaksanakan standar akreditasi serta bangga melakukan perubahan untuk
meningkatkan mutu pelayanan di Puskesmas.

3.8. Fasilitas Pelayanan Kesehatan


Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat, Puskesmas
Nagaswidak memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut melalui 6 upaya
kesehatan wajib beserta 3 Program upaya kesehatan pengembangan yang
ditentukan berdasarkan banyaknya permasalahan kesehatan masyarakat
setempat serta tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Enam Program Pokok
Puskesmas tersebut adalah sebagai berikut.
1. Promosi Kesehatan (Promkes)
2. Sanitasi (Kesehatan Lingkungan)
3. KIA/KB
4. Gizi
31

5. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P)


6. Pengobatan

Terdapat tiga (3) program spesifik yang dilaksanakan di Puskesmas


Nagaswidak.
1. Klinik Gilingan Mas
2. Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial (PKRE)
3. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja

Seluruh program kegiatan tersebut di dalam gedung difasilitasi dengan


adanya ruang dan peralatan yang memadai, program kerja, sumber daya
manusia yang selalu ditingkatkan kemampuannya dan protap-protap sebagai
standar pelayanannya. Fasilitas yang disediakan di Puskesmas Nagaswidak
ini adalah sebagai berikut.

1. Klinik Pelayanan Kesehatan Ibu (KIA/KB)


Kegiatan yang dilakukan di klinik ini meliputi pelayanan kebidanan
terhadap Ibu Hamil (Bumil), Ibu Bersalin (Bulin), Ibu yang telah bersalin
(Bufas), dan Ibu menyusui (Busui).
Untuk kegiatan KB, Puskesmas Nagaswidak melayani kebutuhan
masyarakat dalam hal KB berupa IUD, Implant, Pil, Suntikan, dan
Kondom. Klinik ini dalam pelaksanaannya dilayani oleh tiga orang bidan
terlatih.

2. Klinik Pelayanan Kesehatan Umum (BP Umum)


Klinik ini melayani pengobatan umum bagi pasien dewasa, yaitu
pasien usia lebih dari 6 tahun. Pengobatan dilakukan terhadap pasien
umum, askes, jamsoskes maupun pasien gakin (jamkesmas). Disamping
itu, klinik BP ini juga melayani tindakan kegawatdaruratan dan rujukan
pasien dari unit-unit fungsional lainnya yang tidak dapat ditangani di
puskesmas maupun terhadap pasien-pasien dengan kasus penyakit kronik
yang sudah berobat rutin di rumah sakit. Namun, sebelum dilakukan
rujukan, klinik BP dewasa juga akan melakukan perbaikan keadaan umum
32

pasien, baik kasus gawat darurat umum maupun kebidanan. Selayaknya


pelayanan kegawatdaruratan (UGD) dilaksanakan di tempat terpisah
dengan pelayanan BP dewasa (poliklinik). Namun karena keterbatasan
ruangan di Puskesmas, ruang BP dewasa dan UGD dijadikan satu.
Klinik pelyanan kesehatan umum (BP dewasa) juga melayani
pembuatan keur (surat keterangan sehat), baik untuk kesehatan haji
maupun untuk kepentingan melamar pekerjaan dan masuk sekolah. Di
klinik ini dilayani pula pengobatan terhadap penderita TB Paru dan Kusta
selain penyakit lainnya.
Pada pelaksanaannya klinik ini dilayani oleh seorang dokter umum,
yang dibantu oleh tiga orang perawat terlatih.

3. Klinik Pelayanan Kesehatan Anak (Klinik MTBS)


Klinik MTBS ini melayani pasien anak, yaitu usia 0-5 tahun. Pada
pelaksanaannya klinik ini dilayani oleh seorang Dokter Umum yang
dibantu oleh para perawat dan bidan terlatih. Pada klinik ini mulai
dikembangkan sistem Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) untuk
anak usia 2 bulan sampai 5 tahun dan Manajemen Terpadu Bayi Muda
(MTBM) untuk anak usia 0-2 bulan . Dengan sistem MTBS dan MTBM
ini, penatalaksanaan terhadap anak sakit dilakukan secara komprehensif,
tidak hanya terfokus pada keluhan sakit anak, namun juga dilakukan
pemantauan terhadap status gizi, riwayat kelahiran, riwayat/pola makan
dan riwayat imunisasinya. Dengan demikian, apabila pada anak sakit ini
terdapat permasalahan gizi dan atau imunisasi, atau penyakitnya berbasis
lingkungan, maka akan dilakukan rujukan ke klinik gilinganmas,
disamping pengobatan (kuratif). Disamping itu, pada klinik MTBS ini juga
akan senantiasa dilakukan penyuluhan sesuai dengan permasalahan anak.
Disamping pengobatan, klinik MTBS juga melakukan pemantauan
terhadap tumbuh kembang anak usia 0-60 bulan melalui upaya Stimulasi,
Intervensi dan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Pada kegiatan
ini, dilakukan deteksi dini , stimulasi terhadap kasus dengan gangguan
tumbuh kembang. Kemudian juga dilakukan intervensi dengan kasus
33

gangguan tumbuh kembang dan rujukan kasus dengan gangguan tumbuh


kembang tersebut.

4. Klinik Pelayanan Kesehatan Gigi (BP Gigi)


Klinik ini melayani pengobatan dan perawatan gigi bagi seluruh
lapisan masyarakat yang membutuhkannya terutama pengobatan dasar
seperti pencabutan dan penambalan gigi.
Dalam pelaksanaannya klinik ini dilayani oleh seorang Dokter Gigi
dan dibantu oleh para perawat gigi yang berpengalaman dan terlatih.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menuju Visi
Palembang Sehat yang Optimal, Puskesmas Nagaswidak melaksanakan
kegiatan UKGS bagi anak sekolah di sekolah-sekolah dan UKGMD bagi
masyarakat umum terutama balita dan ibu hamil di posyandu-posyandu.
UKGS dan UKGMD dilaksanakan 3 kali setahun.

5. Gilinganmas (Gizi, Lingkungan dan Imunisasi)


Klinik ini melayani :
a. Konsultasi Gizi
Melayani konsultasi Gizi Masyarakat dan Gizi Perorangan, baik di
dalam maupun di luar gedung. Untuk kegiatan dalam gedung, klinik
gilinganmas menerima pasien dari klinik MTBS, KIA ataupun BP
Umum yang mengalami permasalahan gizi. Kegiatan ini dilaksanakan
oleh seorang Petugas Gizi. Pelayanan konsultasi gizi ini dilaksankan
setiap hari.

b. Imunisasi
Melayani Imunisasi BCG, DPT, Polio, Hepatitis, Campak, TT
Bumil/Caten. Dilaksanakan setiap hari Kamis oleh bidan terlatih.
34

c. Konsultasi Kesehatan Lingkungan (Sanitasi)


Memberikan konsultasi mengenai kesehatan dan kebersihan
lingkungan Rumah Sehat, Jamban Sehat, Sarana Air Bersih,
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Dilaksanakan oleh Sanitarian,
setiap hari, baik di dalam maupun di luar gedung.

6. Laboratorium
Melayani pemeriksaan laboratorium sederhana seperti darah rutin,
urin rutin, reduksi, protein urin, test kehamilan, HB, golongan darah dan
BTA sputum. Khusus untuk pemeriksaan BTA sputum, di Puskesmas
Nagaswidak petugas hanya membuat preparatnya saja, sedangkan
pembacaan hasilnya dilakukan oleh puskesmas lain yang telah ditunjuk.
Pelayanan dilakukan setiap hari bagi pasien yang membutuhkan.

7. Penyuluhan Kesehatan
Dilakukan pada perorangan ataupun perkelompok, baik
dilaksanakan di Puskesmas, sekolah ataupun di tempat lain yang
membutuhkan.
Pelayanan ini akan dilaksanakan oleh tenaga-tenaga penyuluh yang
menguasai materi yang dibahas.

8. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut


Puskesmas Nagaswidak khusus melayani pelayanan kesehatan
terhadap pasien pra lansia (usia 45- 59 tahun) dan pasien lansia (usia lebih
dari 60 tahun). Puskesmas Santun Usia Lanjut ini merupakan program
Puskesmas Nagaswidak yang baru dilaksanakan tahun ini. Pelayanan
kesehatan ini dilakukan dengan mengutamakan pasien lansia, baik di loket
pendaftaran, tempat pemeriksaan kesehatan yang terpisah, maupun
pelayanan di apotek. Hal ini bertujuan agar pasien lansia tidak lama
menunggu/mengantri, mengingat keterbatasan fisik dan psikis pasien-
pasien tersebut.
35

Pelayanan kesehatan yang dilakukan terhadap pasien lansia adalah


pemeriksaan antropometri (BB, TB, Lingkar pinggang), tekanan darah,
Hb, gula darah, reduksi protein, disamping pemeriksaan terhadap
keluhannya (penyakit). Setiap pasien akan mendapat Kartu Menuju Sehat
Usia Lanjut (KMS lansia). KMS ini bertujuan untuk memantau kesehatan
pasien lansia secara berkesinambungan. Disamping itu, juga selalu
dilakukan penyuluhan terhadap permasalahan kesehatan lansia maupun
penyakitnya.
Pada pelaksanaannya, pelayanan kesehatan lansia ini dilakukan oleh
seorang perawat/bidan terampil yang telah mendapat pelatihan khusus
kesehatan lansia. Namun, apabila terdapat kasus yang tidak dapat
ditangani, maka pasien tersebut akan dikonsulkan dengan dokter.
Untuk meningkatkan jangkauan pelayanannya, puskesmas santun
usia lanjut juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala terhadap
pasien lansia melalui posyandu lansia. Pada saat ini Puskesmas
Nagaswidak telah memiliki 4 posyandu lansia, yang terdapat di masing-
masing kelurahan. Kegiatan Posyandu Lansia yang dilaksanakan sebulan
sekali ini meliputi pemeriksaan kesehatan berkala, pengobatan, arisan
lansia, pengajian, penyuluhan kesehatan dan senam lansia. Kegiatan di
posyandu lansia ini dilakukan oleh kader dan petugas dari puskesmas.

9. Klinik Kesehatan Reproduksi (Kespro)


Klinik Kesehatan Reproduksi (Kespro) merupakan salah satu
program puskesmas Nagaswidak yang khusus memberikan perhatian
terhadap permasalahan kesehatan reproduksi di wilayah kerja Puskesmas
Nagaswidak. Kegiatan ini dilaksanakan oleh seorang tenaga dokter umum,
perawat dan bidan.
Pelayanan kesehatan reroduksi dilaksanakan di dalam maupun di
luar gedung Puskesmas Nagaswidak. Kegiatan di dalam gedung meliputi
pemeriksaan dan pengobatan terhadap pasien dengan permasalahan
reproduksinya, baik terhadap kespro remaja, wanita usia subur dan pasien
lansia. Setelah itu, akan dilakukan pencatatan/reister secara terpisah
36

terhadap pasien kespro, sehingga dapat diketahui pola kesakitan atau


permasalahan kespro di setiap kelompok usia. Pelayanan kesehatan
reproduksi di dalam gedung dilakukan di unit BP dewasa, KIA dan Ruang
santun usia lanjut. Disamping itu, juga akan dilakukan penyuluhan
terhadap pasien tersebut. Khusus terhadap pasien kespro wus (wanita usia
subur), dilakukan konseling/penyuluhan terhadap pasangannya.
Sedangkan, kegiatan kespro yang dilakukan di luar gedung meliputi
penyuluhan kesehatan reproduksi remaja di sekolah, yang biasanya
bersamaan dengan penyuluhan napza, dan skrining permasalahan kespro
remaja di sekolah.

10. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)


Program PKPR ini ditujukan untuk memberikan pelayanan
kesehatan yang komprehensif terhadap remaja, yaitu masyarakat berusia
10-19 tahun. Program ini dilaksanakan di dalam maupun di luar gedung.
Kegiatan di dalam gedung meliputi pemeriksaan kesehatan dengan
menggunakan status khusus remaja, yang bertujuan untuk memberikan
pelayanan kesehatan yang komprehensif, bukan hanya terfokus pada
penyakitnya, namun juga pada riwayat pubertas, perkembangan mental,
riwayat merokok, memakai napza dan lain sebagainya. Setelah itu, pasien
remaja akan diberikan konseling sesuai dengan penyakit dan
permasalahan kesehatan lain yang ditemui pada saat itu, dan terakhir
diberikan obat.
Sedangkan kegiatan PKPR di luar gedung, meliputi penyuluhan
tentang kesehatan reproduksi, napza dan merokok. Disamping itu, juga
diadakan kegiatan survei permasalahan perilaku remaja.
Untuk meningkatkan peran serta remaja dalam bidang kesehatan,
maka di setiap sekolah diadakan pelatihan kader kesehatan remaja (peer
conselor). Peer conselor ini diharapkan akan mampu mempromosikan
perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan sekolah dan mampu
memberikan pertolongan pertama terhadap permasalahan kesehatan
yang terjadi di sekolahnya.
37

11. Lain-Lain
Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya,
Puskesmas Nagaswidak melakukan kegiatan-kegiatan secara jemput
bola. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya adalah Posyandu Balita di
17 Posyandu, Posyandu Lansia di 4 Posyandu, UKS/UKGS di 28 SD/MI
dan SMP, UKGMD di 10 Posyandu serta melakukan kunjungan ke
rumah pasien bagi pasien-pasien yang membutuhkannya.

3.9. Struktur Organisasi


Struktur organisasi puskesmas tergantung dari kegiatan dan beban tugas
masing-masing puskesmas. Berdasarkan Peraturan Walikota Palembang
Nomor 3 tahun 2009, tanggal 15 Januari 2009, tentang Pembentukan Unit
Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas),
struktur organisasi Puskesmas Nagaswidak Palembang adalah sebagai
berikut:
a. Kepala Puskesmas
b. Kepala Sub Bagian Tata Usaha
c. Koordinator Pelayanan Kesehatan Masyarakat (UKM), terdiri dari :
1) Petugas Pelayanan Kesehatan Wajib, meliputi :
a) Petugas Pelayanan Promosi Kesehatan
b) Petugas Pelayanan Kesehatan Lingkungan
c) Petugas Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit
Menular dan Penyakit tidak Menular
d) Petugas Pelayanan KIA dan KB
e) Petugas Pelayanan Perbaikan Gizi Masyarakat.

2) Petugas Pelayanan Kesehatan Pengembangan, meliputi :


a) Petugas Pelayanan Keperawatan Kesehatan
b) Petugas Pelayanan Kesehatan Sekolah
c) Petugas Pelayanan Kesehatan Olahraga
d) Petugas Pelayanan Kesehatan Tradiosional
e) Petugas Pelayanan Kesehatan Kerja
f) Petugas Pelayanan Kesehatan Usia lanjut
38

d. Koordinator Pelayanan Kesehatan Perorangan (UKP), terdiri dari :


1) Petugas Pelayanan Kesehatan Wajib, meliputi :
a) Petugas Pelayanan KIA dan KB
b) Petugas Pelayanan Perbaikan Gizi Masyarakat
c) Petugas Pelayanan Pengobatan
d) Petugas Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit
Menular dan Penyakit tidak Menular.

2) Petugas Pelayanan Kesehatan Pengembangan, meliputi :


a) Petugas Pelayanan Keperawatan Kesehatan
b) Petugas Pelayanan Kesehatan Mata
c) Petugas Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
d) Petugas Pelayanan Kesehatan Jiwa
e) Petugas pelayanan Kesehatan Usia Lanjut.
f) Puskesmas Pembantu (Pustu 13 Ulu)