Anda di halaman 1dari 9

TUJUAN PERCOBAAN

2.Mempelajari sifat elastisitas


1.Menentukan elastisitas dari bahan besi, kuningan dan kayu.
3. Memahami hukum hooke

DASAR TEORI
Sifat elastis atau elastisitas adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke bentuk awalnya
segera setelah gaya luar yang diberikan kepada benda itu dihilangkan.Setiap bahan memiliki
elastisitas(kelenturan). Besarnya koefisien elastisitas bahan berbeda-beda. Contohnya saja ketika
seseorang menarik sebuah pegas untuk melatih otot, maka pegas memanjang. Namun, bila pegas
dilepaskan, maka pegas akan kembali kebentuk semula. Atau contoh lain yaitu pada ketapel yang
terbuat dari karet. Pegas dan karet dalam hal ini merupakan benda dengan sifat elastis.
Sedangkan benda yang tidak elastis adalah benda yang tidak kembali kebentuk semula saat
gaya luar yang diberikan kepada benda tersebut dilepaskan. Misalnya pada tanah liat. Pada saat
diberi gaya, tanah liat akan berubah bentuk. Namun setelah gaya tersebut dilepaskan, tanah liat
tidak dapat kembali kebentuknya semula.
Modulus Elastisitas
Kebanyakan benda adalah elastis sampai ke suatu gaya besarnya tertentu. Hal ini
dinamakan batas elastis. Jika gaya yang diberikan pada benda lebih kecil dari batas elastisnya,
maka benda tersebut akan kembale ke bentuk semulanya jika gaya tersebut dihilangkan. Tetapi
jika gaya yang diberikan melampaui batas elastis, benda tak akan kembali ke bentuk semula,
melainkan secara permanen berubah bentuk.

Ada tiga macam modulus elastisitas, yaitu :


a. Modulus Elastisitas atau Modulus Young
Modulus Young, disebut juga dengan modulus tarik adalah ukuran kekakuan suatu
bahan elastis yang merupakan ciri dari suatu bahan. Modolus Young didefinisikan
sebagai rasio tegangan dalam sistem koordinat kartesian terhadap regangan sepanjang
aksis pada jangkauan tegangan di mana hukum Hooke berlaku. Dalam mekanika benda
padat, kemiringan (slope) pada kurva tegangan-regangan pada titik tertentu disebut
dengan modulus tangen. Modulus tangen dari kemiringan linear awal disebut
dengan modulus Young. Nilai modulus Young bisa didapatkan dalam eksperimen
menggunakan uji kekuatan tarik dari suatu bahan. Pada bahan anisotropis, modulus
Young dapat memiliki nilai yang berbeda tergantung pada arah di mana bahan
diaplikasikan terhadap struktur bahan.
Modulus Young didefinisikan sebagai hasil bagi antara tegangan (stress) dan regangan
(strain).
๐‘ ๐‘ก๐‘Ÿ๐‘’๐‘ ๐‘ ๐‘ก๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘–๐‘˜ ๐‘ ๐‘ก๐‘Ÿ๐‘’๐‘ ๐‘ ๐‘ก๐‘’๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘ก๐‘Ž๐‘œ = ๐น/๐ด
๐‘ฆ= = =
๐‘ ๐‘ก๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘–๐‘›๐‘ก๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘–๐‘˜ ๐‘ ๐‘ก๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘–๐‘›๐‘ก๐‘’๐‘˜๐‘Ž๐‘› e = โˆ†L/L

Dimana : y = Modulus Elastisitas atau Modulus Young (Pa/ N/mpersegi)

๐น/๐ด = tegangan

โˆ†L/L = regangan
Dengan demikian, Modulus Young juga dapat disebut perbandingan antara tegangan dan
regangan.
@ Tegangan (Stress)
Tegangan didefinisikan sebagai hasil bagi antara gaya tarik F yang dialami kawat dengan
luas penampangnya (A) atau bisa juga disebut gaya persatuan luas. Tegangan dirumuskan
sebagai berikut.

Dimana : ฦฎ = tegangan, satuannya atau Pascal ( Pa )


F = gaya luar yang diberikan pada benda, satuannya atau Newton ( N )
A = luas penampang, satuannya( m persegi)

@ Regangan (Strain)
Regangan didefinisikan sebagai hasil bagi antara pertambahan panjang dengan panjang
awal pegas. Regangan dirumuskan sebagai berikut.
e=

Dimana :

โˆ†L = perubahan panjang pegas, satuannya

L0 = panjang pegas awal/semula, satuannya

Karena pertambahan panjang (โˆ†L) dan adalah besaran yang sama, maka regangan tidak
memiliki satuan atau dimensi.

Tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan regangan tertentu tergantung pada


keadaan bahan yang ditekan. Perbandingan antara tegangan dan regangan, atau tegangan
persatuan regangan, disebut modulus elastik bahan. Semakin besar modulus elastis, semakin
besar tegangan yang dibutuhkan untuk suatu regangan tertentu. Bila batas proporsional tidak
dilampaui, perbandingan antara tegangan dengan regangan adalah konstan, dan hukum Hooke
sama dengan pernyataan bahwa dalam batas proporsional, modulus elastik suatu bahan adalah
tetap, tegantung hanya pada bahannya.Karena regangan adalah bilangan murni, satuan untuk
modulus Young sama dengan satuan untuk tegangan, yaitu gaya per satuan luas. Bila suatu
bahan bertambah panjang karena tegangan tarik dalam arah tegak lurus pada arah tekanan bahan
bertambah pendek sebanding dengan perubahan panjangnya.
Suatu kawat yang mula-mula panjangnya I0 apabila ditarik dengan misalnya
menggantungkan kawat itu pada satu ujungnya dan ujung bawahnya dibebani dengan satu
pemberat, maka penambahan panjang kawat akibat penarikan itu akan lebih besar apabila
bebannya lebih berat.Untuk kawat yang lebih tebal, untuk menambah panjangnya diperlukan
beban yang lebih berat. Dengan berat beban tertentu, penambahan panjang akan lebih besar
apabila mula-mula kawat lebih panjang.
Dapat disimpulkan bahwa:
(1). Penambahan panjang itu sebanding dengan berat beban.
(2). Berat beban untuk menambah panjang dengan pertambahan tertentu, sebanding dengan luas
penampang kawat.
(3). Dengan berat beban tertentu penambahan panjang sebanding dengna panjang kawat mula-
mula.

b.Modulus Geser (S)


๐‘ ๐‘ก๐‘Ÿ๐‘’๐‘ ๐‘ ๐‘ก๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘–๐‘˜ ๐น/๐ด ๐น/๐ด
๐‘†= = =
๐‘ ๐‘ก๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘–๐‘›๐‘ก๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘–๐‘˜ ฮธ โˆ†x/L
c. Modulus Bulk (B)

Jika modulus elastisitas menyatakan perbandingan antara tegangan


terhadap regangan volume, maka disebut dengan Modulus Bulk
yang menunjukkan besarnya hambatan untuk mengubah volume
suatu benda, dan
๐‘
๐ต= โˆ’
โˆ†v/v
Hokum Hooke
Setiap panjang pegas ketika diberi gaya tarik dengan panjang awalnya disebut pertambahan
panjang. Jika dibuat grafik gaya terhadap perubahan panjang, maka akan didapat grafik
berbentuk garis linear.
Hukum Hooke berbunyi : โ€œ Jika gaya tarik tidak melampaui batas elastis kawat/tali, maka
pertambahan panjangnya akan sebanding dengan gaya tariknyaโ€. Pernyataan ini dikemukakan
oleh Robert Hooke. Oleh karena itu, pernyataan ini dikenal sebagai Hukum Hooke.
Selama dalam batas elastisitas,perbandingan antara tekanan(stress) dengan regangan(strain)
yang diakibatkan konstan. Untuk perubahan dalam satu dimensi, konstanta tersebut dinyatakan
dengan modulus elastisitas/modulus young.

5. Tetapan Gaya Benda Elastis


Kita telah mengetahui hubungan antara gaya tarik ( F ) dengan Modulus Elastis ( E ) yang
dinyatakan dalam persamaan :
๐น/๐ด
๐ธ=
โˆ†L/L0

Dengan mengolah persamaan diatas, sehingga gaya tarik ( F ) berada diruas kiri, dan
diidentikkan dengan persamaan hukum Hooke, maka
โˆ†L
๐น = ๐ธ. ๐ด
โˆ†L/L0

Maka kita memperoleh rumus umum tetapan gaya benda elastis ( k )


6. Elastisitas Zat Padat
Molekul-molekul zat padat tersusun rapat sehingga ikatan diantara mereka relative kuat.
Inilah mengapa sebabnya mengapa zat padat biasanya sukar dipecah-pecah dengan tangan.
Sebagai contoh, untuk membelah kayu dibutuhkan alat lain dengan gaya yang lebih besar. Setiap
usaha untuk memisahkan molekul-molekul zat padat, misalnya tarikan atau tekanan, akan selalu
dilawan oleh gaya tarik menarik antar molekul zat padat itu sendiri. Benda disebut elastis
sempurna jika benda akan kembali seperti semula jika gaya yang diberikan dihilangkan.
Sebaliknya, benda yang tidak memiliki sifat elastik, tidak akan kembali ke bentuk semula.
Perbedaan antara sifat elastik dan non elastik berada pada tingkatan besar-kecilnya elastisitas
yang terjadi.
Perubahan benda akibat ditarik, tidak hanya bergantung pada jenis bahan benda tersebut,
namun juga bergantung pada perlakuan yang diberikan kepada benda tersebut.
Nilai Modulus Young hanya bergantung pada jenis benda, tidak tergantung pada ukuran atau
bentuk benda.

Elastisitas
Sifat elastis atau elastisitas adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke bentuk
awalnya segera setelah gaya luar yang diberikan kepada benda itu dihilangkan. Contohnya
adalah katepel yang terbuat dari karet. Sedangkan benda yang tidak elastis adalah benda yang
tidak kembali ke bentuk awalnya saat gaya dilepaskan, misalnya saja pada tanah liat. Jika kita
menekan segumpal tanah liat, bentuknya akan berubah, tetapi saat gaya dilepaskan dari benda,
tanah liat tidak kembali ke bentuk awalnya.
Modolus Young
Modulus Young, disebut juga dengan modulus tarik adalah ukuran kekakuan suatu
bahan elastis yang merupakan ciri dari suatu bahan. Modolus Young didefinisikan sebagai
rasio tegangan dalam sistem koordinat kartesian terhadap regangan sepanjang aksis pada
jangkauan tegangan di mana hukum Hooke berlaku. Dalam mekanika benda padat, kemiringan
(slope) pada kurva tegangan-regangan pada titik tertentu disebut dengan modulus tangen.
Modulus tangen dari kemiringan linear awal disebut dengan modulus Young. Nilai modulus
Young bisa didapatkan dalam eksperimen menggunakan uji kekuatan tarik dari suatu bahan.
Pada bahan anisotropis, modulus Young dapat memiliki nilai yang berbeda tergantung pada arah
di mana bahan diaplikasikan terhadap struktur bahan.
Modulus Young didefinisikan sebagai hasil bagi antara tegangan (stress) dan regangan
(strain).
๏‚ท Stress atau tegangan dengan simbol , didefinisikan sebagai gaya per satuan luas:
Keterangan : : gaya(N)
: luas
: tegangan( )
๏‚ท Strain atauregangandengansimbole didefinisikan sebagai pertambahan panjang dibagi
panjang mula-mula ,
Dengandemikian, modulus Young (E)dapatdinyatakandengan
Dengan adalah panjang mula-mula dan adalahperubahanpanjang

Tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan regangan tertentu tergantung pada


keadaan bahan yang ditekan. Perbandingan antara tegangan dan regangan, atau tegangan
persatuan regangan, disebut modulus elastik bahan. Semakin besar modulus elastis, semakin
besar tegangan yang dibutuhkan untuk suatu regangan tertentu. Bila batas proporsional tidak
dilampaui, perbandingan antara tegangan dengan regangan adalah konstan, dan hukum Hooke
sama dengan pernyataan bahwa dalam batas proporsional, modulus elastik suatu bahan adalah
tetap, tegantung hanya pada bahannya.Karena regangan adalah bilangan murni, satuan untuk
modulus Young sama dengan satuan untuk tegangan, yaitu gaya per satuan luas. Bila suatu
bahan bertambah panjang karena tegangan tarik dalam arah tegak lurus pada arah tekanan bahan
bertambah pendek sebanding dengan perubahan panjangnya.
Suatu kawat yang mula-mula panjangnya I0 apabila ditarik dengan misalnya
menggantungkan kawat itu pada satu ujungnya dan ujung bawahnya dibebani dengan satu
pemberat, maka penambahan panjang kawat akibat penarikan itu akan lebih besar apabila
bebannya lebih berat.Untuk kawat yang lebih tebal, untuk menambah panjangnya diperlukan
beban yang lebih berat. Dengan berat beban tertentu, penambahan panjang akan lebih besar
apabila mula-mula kawat lebih panjang.

Dapat disimpulkan bahwa:


(1). Penambahan panjang itu sebanding dengan berat beban.
(2). Berat beban untuk menambah panjang dengan pertambahan tertentu, sebanding dengan luas
penampang kawat.
(3). Dengan berat beban tertentu penambahan panjang sebanding dengna panjang kawat mula-
mula.

=====================================================================
III. Alat-alat
1. Dua batang penyangga bahan
2. Cermin skala
3. Gantungan beban dengan jarum penunjuk
4. Beban pemberat:
a. 1Kg, 5 buah, satu dengan kail dan kawat penunjuk.
b. ยฝ Kg, 4 buah, satu dengan kail dan kawat penunjuk.
c. 50 gr, 4 buah, satu dengan kail dan kawat penunjuk.
5. Jangka sorong
6. Batang kayu, besi, kuningan masing-masing satu batang.

IV. Pelaksanaan Percobaan


1. Ukur jarak antara ujung-ujung kedua penyangga sebagai L
2. Letakkan batang di atas penyangga dengan gantungan beban di tengah-tengah
3. periksakan dulu kepada pembimbing.
4. Timbanglah beban berturut-turut secara teratur masing-masing:
~ 1 Kg untuk batang besi sampai 5 Kg
~ 0,5 Kg untuk barang kuningan 2 Kg
~ 50 gr untuk batang kayu 200 gr
Amati kedudukan jarum penunjuk pada skala cermin dan catat hasil yang diperoleh.
5. Setelah dicapai beban maksimum, kurangi lagi satu-persatu dan catat kedudukan kawat
penunjuk

V. Kesimpulan
- Besarnya modulus elastisitas ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya panjang
penyangga, jenis bahan, berat beban dan juga gravitasi.
- Menurut percobaan semakin pendek pertambahan panjang suatu bahan maka semakin tinggi
nilai modulus elastisitasnya.
- Perbandingan antara tegangan dan regangan, atau tegangan persatuan regangan, disebut
modulus elastik bahan.
- Perbandingan ini disebut modulus elastisitas young untuk bahan, dan akan dinyatakan dengan
Y:

VI. Daftar Pustaka


1. Drs.A.A Ngr. Gunawan MT. Penuntun Praktikum Fisika Dasar Fakultas MIPA Universitas
Udayana 2000
2. Markus.S. Drs.dkk.Konsep-konsep Fisika Dasar, 1996 : Klaten
3. Drs. Yohanes Surya. P.Ananta, s-MIA Fisika 2A SMA PT Intan Pariwara
4. Fisika untuk universitas Seans Zemansk penerbit Bina Cipta.

Posted by Fredi wibowo at Friday, December 04, 2009

PEMBAHASAN

Di data haykal

Di https://www.academia.edu/7135717/Laporan_praktikum_Modulus_Young

KESIMPULAN

1. Modulus Young hanya bergantung pada komposisi benda (jenis benda), bukan
bergantung pada bentuk dan ukuran benda. dan diperoleh dari perbandingan antara
tegangan dan regangan.
2. Modulus Young berbanding lurus dengan gaya yang diberikan dan perubahan kedudukan
kawat penunjuk. Dan berbanding terbalik dengan luas penampang dan panjang batang.
Sesuai dengan rumus Modulus Elastisitas :
E = (F.l)/(A.ฮ”l)
3. semakin pendek pertambahan panjang suatu bahan maka semakin tinggi nilai modulus
elastisitasnya.Semakin besar nilai modulus young maka semakin kecil keelastisitasan
suatu benda, begitu pun sebaliknya.Besarnya modulus elastisitas ini dipengaruhi oleh
beberapa faktor, diantaranya panjang penyangga, jenis bahan, berat beban dan juga
gravitasi.

4. Benda elastis adalah benda yang akan berubah bentuk jika diberikan gaya dan akan
kembali kebentuk semula jika gaya luar yang diberikan dihilangkan. Benda yang tidak
memiliki sifat elastik, tidak akan kembali kebentuknya semula jika gayanya dihilangkan.

5. Batang besi lebih elastis dari pada batang kuningan, dan batang kuningan lebih elastis
dari batang kayu.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ve
d=0ahUKEwjHocjrk93JAhWIoJQKHQTxD0wQFggjMAE&url=https%3A%2F%2Fheykalardan
a.files.wordpress.com%2F2014%2F07%2Fheykal-modulus-
young.docx&usg=AFQjCNG9UYnp1fTpEcQ5WfE2RceYsT7G6g&sig2=fKRwXS5p7YLmou5
4pleC7g&bvm=bv.109910813,bs.1,d.dGo

WordPres.com. Laporan P F D

2013. Mohamad Heykal

http://fredi-36-a1.blogspot.co.id/2009/12/modulus-elastisitas-young.html

Fredi wibowo

MODULUS ELASTISITAS YOUNG

https://www.academia.edu/7135717/Laporan_praktikum_Modulus_Young

Husnul Hatimah, Laporan praktikum Modulus Young. ACADEMIA.

http://documents.tips/documents/laporan-praktikum-modulus-young.html

DocSlide. Laporan Praktikum Modulus Young

by susita-pratiwi

on Jul 04, 2015

Anda mungkin juga menyukai