Anda di halaman 1dari 4

Nama :Siti Hafidzotur Rofi’ah

NIM : 1608036009

Kelas : KIM-5

Anjuran Rasululullah Untuk Berbuka Puasa Dengan Yang Manis

Islam sebagai agama telah memberi tuntunan dan aturan bagi umat manusia untuk
mendapatkan kehidupan sejahtera lahir dan batik baik di dunia maupun di akhirat. Salah satu
tuntunan tersebut adalah menjalankan ibadah puasa. Pada umumnya umat Islam menjalankan
puasa pada Bulan Ramadhan dan pada waktu – waktu yang telah disunahkan untuk berpuasa.
Puasa merupakan menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal lain yang dapat
membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Dalam Al-Quran, puasa
termasuk aktivitas ubudiyah (ibadah pada Allah) yang menjadikan seorang mukmin mencapai
derajat ketakwaannya. Seperti yang dijelaskan dalam firman Allah dalam Surah Al-
Baqarah:183, sebagai berikut:

١٨٣ َ‫علَى ٱلَّذِينَ ِمن قَ ۡب ِل ُك ۡم لَعَلَّ ُك ۡم تَتَّقُون‬ ِ ‫علَ ۡي ُك ُم‬


َ ِ‫ٱلصيَا ُم َك َما ُكت‬
َ ‫ب‬ َ ِ‫يََٰٓأَيُّ َها ٱلَّذِينَ َءا َمنُواْ ُكت‬
َ ‫ب‬
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagimana
diwajibkan atas orang-orang seblum kamu agar kamu bertakwa”.

Aktivitas puasa mengakibatkan tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama


seharian penuh, sehingga perlu diperhatikan jenis makanan dalam sahur agar tubuh tidak
cepat lapar dan mengalami kelelahan. Pada waktu berbuka juga harus diperhatikan jenis
makanan dan porsi makan supaya tubuh tidak terlalu berat dalam beraktivitas atau mencerna
makanan. Rasulullah Saw. telah menganjurkan menu berbuka puasa yaitu dengan kurma atau
air. Sebagaimana Hadis yang telah diriwayatkan oleh Anas bin Malik sebagai berikut:

Artinya: “Dari Anas bin Malik, ia berkata: Nabi Saw. biasa berbuka puasa sebelum salat
dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma
kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air”.
Pada hadis diatas secara tekstual dijelaskan anjuran untuk berbuka dengan kurma.
Namun secara tekstual makna kurma disini dapat diartikan dengan sesuatu yang manis atau
mengandung gula seperti buah – buahan dan madu. Makanan yang mengandung gula sangat
dianjurkan untuk berbuka karena glukosa dalam makanan nantinya dapat terserap dengan
mudah oleh organ tubuh seperti hati. Dalam penjelasan Imam Ibnul Qayim Rahimahullah
pada hadis diatas, beliau berkata bahwa: “Pada saat berpuasa lambung dalam kondisi kosong,
sehingga tidak ada sesuatu yang dapat diproses oleh hati untuk diedarkan ke seluruh tubuh
dalam bentuk energi, selain kurma dan air. Karbohidrat dai kurma akan mudah sampai ke hati
terutama pada kurma matang yang masih segar. Hati akan lebih mudah dalam menerimanya
dan dapat langsung memprosesnya menjadi energi. Bila tidak terdapat kurma, beberapa teguk
air cukup untuk mendingikan panas dari lambung akibat puasa sehingga dapat siap menerima
makanan sesudahnya”.

Berbuka dengan yang mengandung gula juga disampaikan oleh Dr. Ahmad Abdurrauf
Hasyim dalam kitabnya Ramadhan Wath Thibb. Beliau menjelaskan bahwa jenis makanan
yang mengandung gula, zat cair, dapat mudah dicerna oleh tubuh dan langsung cepat diserap
oleh darah,lambung dan usus serta air sebagai obat untuk menghilangkan dahaga. Sedangkan
menurut Dr. Inge Permadhi, Koordinator Pelayanan Masyarakat Ilmu Gizi Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia, menyatakan bahwa sekitar 14 jam tubuh tidak menerima
asupan baik berupa cairan atau sari makanan selama berpuasa. Hal ini mengakibatkan kadar
gula darah menurun sehingga mengakibatkan tubuh kekurangan sumber energi yang dapat
berakibat pada tubuh yang menjadi lemas pada beberapa jam menjelang berbuka. Oleh
karena itu karbohidrat yang mengandung gula sangat dianjurkan dalam memulai berbuka
puasa agar dapat diperoleh energi dari pemecahan gula oleh insulin.

Makanan manis memang diajurkan untuk santapan awal buka puasa. Tapi tidak
semuanya yang makanan dan minuman yang manis terutama yang mengadung kadar gula
tinggi dapat berdampak baik untuk tubuh dalam kondisi berbuka puasa. Dr. H. Ari Fahrial
Syam, spesialis penyakit dalam dan konsultan penyakit lambung dan pencernaan, Fakultas
Kedukteran Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa kurma merupakan karbohidrat
kompleks yang membuat gula dapat diserap tubuh secara perlahan. Beliau juga
menambahkan bahwa berbuka dengan manis diperbolehkan tetapi jangan berlebihan, apalagi
dengan makanan yang mengandung gula, karena umumnya produk gula terdiri dari
karbohidrat sederhana.
Makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks sangat diutamakan dalam berbuka.
Hal ini dikarenakan dalam mengubah karbohirat kompleks menjadi glikogen (energi)
memerlukan waktu yang cukup sehingga kadar gula dapat naik secara perlahan. Sedangkan
pada karbohidrat sederhana menyediakan energi sangat cepat, namun akan cepat pula habis
sehingga kita menjadi lemas. Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana atau
mempunyai kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan kadar gula darah mengalami
kenaikan secara signifikan dan menyebabkan tubuh tidak sehat. Hal ini berhubungan dengan
laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh atau disebut indeks glikemik. IG
tinggi terdapat dalam makanan yang mengandung karbohidrat sederhana. Semakin tinggi
glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan tersebut dirubah menjadi gula,
dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respon insulin. Makin tinggi respon
insulin maka tubuh makin cepat menimbun lemak. Ketika perut dalam kondisi kosong
seharian, apabila langsung dibanjiri dengan makanan yang sangat tinggi indeks glikemiknya
maka respon insulin dalam tubuh akan langsung melonjak dan tubuh akan sangat cepat
merespon untuk menimbun lemak. Hal ini terjadi akibat pola konsumsi karbohidrat sederhana
pada saat berbuka puasa, sehingga tubuh cepat menimbun lemak, padahal otot sedang
mengecil karena puasa.

Berikut merupakan jenis karbohidrat berdasarkan harga indeks glikemiknya:

1. Karbohidrat sederhana dengan IG tinggi


Padakarbohidrat jenis ini energi yang dihasilkan akan cepat habis sedangkan respon
insulin tinggi sehingga merangsang penimbunan lemak. Contoh dari karbohidrat jenis
ini adalah sukrosa, makanan manis-manis, minuman ringan, jagung manis, sirup atau
makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan.
2. Karbohidrat Kompleks dengan IG rendah
Jenis karbohidrat energi dihasilkan cepat dan respon insulin rendah. Contoh dari
karbohidrat ini adalah buah-buahan yang tidak terlalu manis seperti pisang, apel, pir,
dan sebaginya.
3. Karbohidrat Kompleks dengan IG tinggi
Pada karbohidrat ini energi yang dihasilkan dilepaskan secar perlahan tapi respon
insulinnya tinggi. Contoh dari jenis karbohidrat ini adalah nasi putih, kentang dan
jagung.
4. Karbohidrat kompleks dengan IG rendah
Jenis karbohidrat ini energi yang dihasilkan dilepas secara perlahan sehingga tahan
lama, respon insulinnya juga rendah. Contoh dari karbohidrat jenis ini adalah gandum,
beras merah, umbi-umbian, dan sayuran.

Anjuran Rasulullah untuk berbuka puas dengan yang manis merupakan tidak hanya
sekedar anjuran, namun terdapat berbagai hikmah didalamnya. Makan makanan yang manis
saat berbuka dianjurkan karena glukosa yang terkandung mudah diserap oleh hati yang
nantinya akan diubah menjadi sebuah energi dan diedarkan keseluruh tubuh. Jadi dengan
makan yang manis saat berbuka dapat memulihkan energi secara perlahan sehingga nantinya
diperoleh energi yang cukup dan tubuh siap dalam menerima makanan berat sesudahnya.
Namun harus tetap diperhatikan dalam memilih makan yang manis, jangan sampai justru
malah menyebabkan tubuh menjadi tidak sehat dengan adanya penimbunan lemak.

Daftar Pustaka

Mufti et.al.2015.Perbandingan Peningkatan Kadar Glukosa Darah Setelah Pemberian Madu,


Gula Putih, dan Gula Merah Pada Orang Dewasa Muda Yang Berpuasa.Prosiding
Pendidikan Dokter.Bandung:Universitas Islam Bandung

Nugrahaeni,Enny dkk.2011.Perbandingan Efek Peningkatan Kadar Gula Darah Antara


Konsumsi Teh Manis dan Kurma Saat Puasa Pada Usia Dewasa
Muda.Bengkulu:Universitas Bengkulu.

http://www.ayurvedaav-indonesia.com/download/ArtikelPuasaKesehatan.pdf

(Diakses pada 27 oktober 2018 pukul 09.00 am)

https://almanhaj.or.id/2227-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-menganjurkan-berbuka-
puasa-dengan-kurma.html

(Diakses pada 27 oktober 2018 pukul 09.05)

http://www.esquire.co.id/article/ (Diakses pada 27 oktober 2018 pukul 09.05)

https://doktersehat.com/makanan-manis-apa-yang-sehat-untuk-buka-puasa/ (Diakses pada 27


oktober 2018 pukul 09.06)

http://news.unair.ac.id/2016/06/27/mengatur-pola-makan-saat-berpuasa/ (Diakses pada 27


oktober 2018 pukul 09.06)