Anda di halaman 1dari 57

Implementasi

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


di Laundry
Tujuan
• Pada akhir sesi diharapkan para
peserta dapat memahami prinsip
keselamatan dan kesehatan kerja,
serta aplikasinya di lingkungan
Laundry
Pustaka Utama
• KMK 432/2007, ttg
Pedoman
Manajemen K3RS
• KMK 1087/2010,
ttg Standar K3RS
Rumah Sakit
• Merupakan tempat yang berbahaya
• Terdapat resiko penyakit infeksi

Infeksi Nosokomial atau


Healthcare Associated Infection (HAIs)
Rumah Sakit
• Padat Karya
• Padat Pakar
• Padat Modal
• Padat Teknologi
• Padat Pasien
• Padat Bahaya

• Resiko:
• Penyakit Akibat Kerja (PAK)
• Kecelakaan Akibat Kerja (KAK)

KMK 432/2007, Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3 di RS


Data Kasus Kecelakaan kerja di Indonesia dari tahun 2001-2010
Sumber : PT. Jamsostek dan Depnaker RI.

Jumlah Kasus Cacat Cacat Cacat


Tahun Meninggal Sembuh
Kecelakaan Kerja Total Sebagian Fungsi
2001 104,774 1,768 280 4,923 7,363 90,440
2002 103,804 1,903 393 3,020 6,932 91,556
2003 105,846 1,748 98 3,167 7,130 93,703
2004 95,418 1,736 60 2,932 6,114 84,576
2005 99,023 2,045 80 3,032 5,391 88,475
2006 95,624 1,784 122 2,918 4,973 85,827
2007 83,714 1,883 57 2,400 4,049 75,325
2008 93,823 2,124 44 2,547 4,018 85,090
2009 96.314 2.144 42 2.713 4.380 87.035
2010 86.693 1.965 31 2.313 3.662 78.722

https://localinitiativeoshnetwork.wordpress.com/2012/04/27/catatan-k3-awal-tahun-2011/
Grafik dibawah ini adalah grafik tentang angka kecelakaan kerja di
indonesia, data dari Depnakertrans pada tahun 2011.

Kecelakaan kerja banyak disebabkan karena :


❖ faktor lingkungan dan
❖ perilaku dari pekerja yang tidak memperhatikan tentang keselamatan dan
kesehatan kerja
Di Rumah Sakit ?
• Data penelitian bahaya-bahaya di RS belum tergambar dengan jelas,
namun diyakini bahwa banyak keluhan-keluhan dari para petugas di
RS, sehubungan dengan bahaya-bahaya yang ada di RS.

• Low Back Pain, beban berat yang dibawa lebih dari 20 Kg. 83,3%
pekerja kesehatan. Terbanyak 63,3% pada usia 30-49 tahun

• Dermatitis kontak kronis pada cleaning service di rs sebesar


65,4%

• Needle Stick Injury, 38-73% dari pekerja kesehatan

• Gangguan mental emosional pada perawat 17,7% karena


stressor kerja
Kesehatan & Keselamatan kerja ditujukan:

Manusia (pekerja dan masyarakat)

Benda (alat, mesin, bangunan dll)

Lingkungan (air, udara, cahaya, dll)


Faktor yg mempengaruhi
kesehatan & Keselamatan Kerja
Beban Lingkungan
kerja kerja
-Fisik -Fisik :
mengangkat -Kimia
mendorong -Biologi
dll -Ergonomi
-Mental
Kapasitas kerja
-Psikologi

- Ketrampilan
- Kesegaran jasmani & rohani
- Status kesehatan/gizi
- usia
- Jenis kelamin
- Ukuran tubuh

KMK 432/2007, Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3 di RS


K3 Laundry

OSHA
Bahaya Potensial di Rumah Sakit
Bahaya Fisik Radiasi pengion/ non, suhu panas, suhu dingin,
bising, getaran, pencahayaan, dll
Bahaya Kimia EtO, FO, Glutaraldehyde, Chlorine, dll
Bahaya Biologi Virus, Hepatitis B/C, SARS, Bakteri, Jamur, Parasit
Bahaya Posisi statis, mengangkat, membungkuk,
Ergonomi mendorong, dll
Bahaya Kerja Shift, tidak bertemu manusia, dll
Psikososial
Bahaya Mekanik Dari Mesin; terjepit, terpotong, dll. Tertusuk
benda tajam
Bahaya Listrik Sengatan listrik, korsleting, kebakaran, petir, listrik
statis, dll
Kecelakaan Kecelakaan Benda Tajam
Limbah Medis (jarum suntik, vial, obat, nanah, darah),
Non Medis, Cairan Tubuh
KMK 1087/2010 STANDAR KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI RS
Proses Pelayanan Laundry
(unit pencucian - kotor)

PENERIMAAN PENIMBANGAN PEMILAHAN

PECUCIAN TROLI KOTOR


PENCUCIAN PENCUCIAN
Unit Pencucian
Kemungkinan Resiko Kepada Petugas yang terjadi :

1. Mayor Accident
– Bloodborne Pathogens (BBP) Patogen Darah
– Contaminated Laundry  Linen Terkontaminasi /Linen
Infeksius
– Hazardous Chemicals

2. Minor Accident
– Terpeleset / Terjatuh
– Ergonomic
– Resiko Bising
– Latex Alergi
Bloodborne Pathogens (BBP)
Patogen Darah
Potensial Hazard
• Petugas dapat terkena patogen darah dan material infeksius
lainnya dari barang dan instrumen tajam yang terkontaminasi
saat melakukan sortir linen.

Possible Solutions
• Gunakan APD yang tepat jika dimungkinkan terdapat darah atau
material infeksius lainnya. APD meliputi:
– Gunakan sarung tangan tebal dan apron untuk memberikan
pengamanan tambahan saat melakukan sortir linen yang terkontaminasi
– Sarung tangan tebal dapat dilakukan dekontaminasi apabila dilakukan
reuse. Selalu pastikan integritas sarung tangan masih baik. Buang
sarung tangan tebal apabila terdapat kerusakan, robekan dan tanda-
tanda kerusakan lainnya atau fungsi pengamanan telah rusak.

• Tingkatkan engineering controls seperti penggunaan jarum yang


lebih aman untuk mencegah resiko patogen darah pada petugas.
Bloodborne Pathogens (BBP)
Patogen Darah
Contaminated Laundry
Linen Terkontaminasi /Linen Infeksius
Termasuk dalam bloodborne pathogen

• Lakukan pengiriman linen kotor dengan goncangan yang minimal.


• Masukkan linen kotor pada kantong tahan air di tempat pemakaian.
• Jangan lakukan pencucian di tempat pemakaian.
• Berikan logo biohazard pada linen yang terkontaminasi. Sesuai dengan
pedoman rumah sakit. Pastikan semua petugas mengetahui logo tersebut.
• Kantong linen kotor tidak diletakkan dekat badan dan ditekan serta
gunakan APD saat pengiriman linen kotor. Untuk mengurangi resiko
adanya benda tajam di dalam linen terkontaminasi.
• Lakukan pencucian sesuai dengan rekomendasi pabrikan linen,
pabrikan mesin cuci dan pabrikan deterjen.
Linen Kotor

Pengiriman Pengiriman
Linen Kotor Linen Bersih
Hazardous Chemicals
Potential Hazard
• Petugas terkena paparan bahan kimia berbahaya saat
melakukan pencucian
• Bahan kimia yang tidak diberi label dan petugas yang tidak
terlatih
• Petugas tidak menggunakan APD yang tepat saat melakukan
penanganan bahan kimia berbahaya.

• Bahan kimia berbahaya, deterjen, disinfektan, dll


Hazardous Chemicals
Possible Solutions

• Implementasikan program yang mencakup pelatihan petugas, pemberian


label berbahaya, dan akses ke Material Safety Data Sheets (MSDS).

• Sediakan Alat Pelindung Diri yang tepat (sarung tangan, kaca mata
pelindung, apron) saat menangani barang kotor, deterjen dan bahan kimia
lainnya

• Sediakan P3K saat mata atau bagian tubuh lainnya terkena materian korosif
sediakan area pertolongan pertama untuk melakukan bilas mata dan tubuh
sesegera mungkin

• Sediakan spill kit saat terjadi tumpahan bahan kimia

• Gunakan mesin pencuci otomatis untuk menghindari kontak bahan kimia


dengan petugas. Petugas tetap harus menggunakan APD yang tepat
sebagai perlindungan (sarung tangan dan kaca mata pelindung).
Dampak zat kimia
MSDS
(Material Safety Data Sheets)
Dokumen yang berisi informasi
tentang bahaya potensial yang dapat
ditimbulkan suatu bahan kimia dan
bagaimana cara bekerja yang aman
terhadap bahan tersebut.

MSDS juga berisi tentang kegunaan


suatu bahan kimia, penyimpanan,
cara penanganan apabila terpapar
bahan kimia tersebut.
Fasilitas Pendukung
Spil Kit Water Fountain

Kotak P3K
Personnel Protective
Equipment (PPE)
Latex Allergy
Potential Hazard
• Petugas dapat mengalami alergi latex karena penggunaan
sarung tangan.

Possible Solutions
• Manajer harus memberikan sarung tangan pada petugas yang
mungkin kontak dengan darah atau material infeksius lainnya
• Manajer harus memberikan alternatif kepada petugas yang
alergi terhadap sarung tangan yang diberikan
PENGELOLAAN LINEN DI LAUNDRY
(UNIT KERING - Bersih)

PELIPATAN
PENGERINGAN PENYETRIKAAN

DISTRIBUSI PENYIMPANAN PELIPATAN


Unit Kering (Bersih)
Kemungkinan Resiko Kepada Petugas yang terjadi :

• Luka Bakar / Luka Terpotong


• Ergonomic  Computer Work Station
• Resiko Kebisingan
• Stress Panas
Luka Bakar / Luka terpotong
Potential Hazard
• Petugas mengalami luka bakar atau luka terpotong saat melakukan
penanganan barang sterilisasi dalam kondisi panas atau penanganan
instrumen tajam

Possible Solutions
• Lakukan praktek kerja yang aman untuk menghindari bahaya:
– Tidak mengeluarkan barang hingga suhu turun.
– Hindari memegang bagian instrumen yang tajam
– Menggunakan forcep atau peralatan lainnya untuk melepaskan bagian tajam
instrumen

• Lengkapi penggunaan APD


– Manajer CSSD harus melakukan identifikasi jenis APD yang diperlukan di area kerja.
Untuk memastikan petugas aman dan memastikan petugas menggunakan APD
tersebut.
– Manajer CSSD mempersiapkan APD sarung tangan tahan panas saat mengeluarkan
barang dari autoclavce dan menyediakan sarung tangan kevlar untuk menghindari
luka saat menangani instrumen tajam.
Ergonomics
• Ergonomics merupakan pengetahuan kesesuaian beban kerja terhadap
petugas. Apabila terdapat ketidaksesuaian antara kapasitas fisik petugas
dan permintaan pekerjaan, maka terdapat resiko Musculoskeletal
Disorders (MSD) yang dapat terjadi.
• MSD merupakan penyakit degeneratif dan merupakan kondisi inflamasi
yang menyebabkan rasa nyeri saat melakukan aktivitas normal

Potential Hazard
• Petugas dapat terkena MSD dairi pekerjaan yang repetitif (berulang),
terus menerus, mengambil barang, mengangkat barang hingga di atas
bahu dan mendorong kereta dorong penuh dengan beban.
• MSD juga dapat muncul karena berdiri terus menerus pada posisi yang
statis saat melakukan pemilahan barang kotor.
• Trauma juga dapat terjadi pada ujung siku karena melatakkan lengan pada
permukaan yang tajam selama melakukan pemilahan.
Ergonomics
Possible Solutions
• Lakukan desain ulang tempat kerja sehingga saat melakukan pengemasan
siku tetap dekat dengan tubuh petugas
• Gunakan kereta dorong dengan roda yang mudah digerakkan, dengan
ukuran yang cukup besar sehingga mudah melewati rongga yang ada di ujung
lift atau lorong rumah sakit.
• Kurangi aktivitas mengambil atau meletakkan benda di atas bahu
(perbaikan model rak di bawah tinggi bahu)
• Gunakan meja yang ketinggiannya dapat diatur sehingga kepala tidak
terlalu menekuk
• Lakukan rotasi petugas untuk menghindari pekerjaan yang berulang-ulang
• Berikan pengaman pada ujung permukaan meja kerja yang melakukan
kontak pada siku atau lengan untuk menghindarai trauma kontak
• Sediakan tempat duduk berdiri pada area kerja
• Gunakan sepatu/ alas kaki yang nyaman untuk digunakan
• Sediakan foot rest sehingga petugas dapat mengganti posisi dengan satu kaki
Computer Workstations
Potential Hazard
• Petugas yang menggunakan komputer secara intensif selama 4 jam
atau lebih setiap harinya, dapat mengalami musculoskeletal
disorders (MSD) pada tangan, bahu, leher dan punggung.

Possible Solutions
• Atur perlengkapan kerja di depan badan sehingga mudah diambil
dengan siku tetap dekat dengan badan.
• Lengkapi tempat duduk yang dapat disesuaikan yang mendukung
lengan, kaki dan tulang belakang.
• Atur layar monitor sedikit di bawah mata (sekitar 20o) dan monitor
dapat dilihat tanpa tubuh condong ke depan.
• Berikan perubahan mekanik untuk mencegah posisi duduk yang
aneh. Misalnya pengadaan headset untuk menjawab telepon.
Computer Workstations
Unit Bersih & Steril
Unit Bersih & Steril
Kemungkinan Resiko Kepada Petugas
yang terjadi :

• Luka Bakar / Luka Terpotong/ Terjepit


• Hazard Chemical  Paparan Sterilan
• Ergonomic  Computer Work Station
• Resiko Kebisingan
ENVIRONMENT SAFETY
LAUNDRY
Resiko Kebakaran
Potential Hazard
• Api/ Kebakaran dapat muncul dari berbagai sumber: Peralatan yang
menghasilkan panas/api, Penyimpanan bahan kimia mudah terbakar,
dan kesalahan instalasi listrik.

Possible Solutions
• Manajemen memberikan rute keluar yang memadai
– Jumlah rute keluar yang memadai dengan pintu yang cukup lebar
– Rute darurat menuju tempat yang aman
– Rute darurat dengan penerangan darurat dan diberi tanda khusus
– Menyediakan sistem alarm

• Manajemen menjaga rute darurat


– Pintu darurat tidak boleh dikunci
– Jalur menuju pintu darurat harus bebas dari halangan setiap saat
– Selama pembangunan atau renovasi rute keluar harus diperhatikan,
dimungkinkan rute darurat alternatif.
Resiko Kebakaran
• Kebijakan Pencegahan Kebakaran
– Pelatihan Kondisi Kebakaran/ Darurat
– Penyimpanan Bahan Kimia Mudah terbakar
– Perbaikan instalasi listrik

• Satuan Pemadam Kebakaran

• Sistem Pemadaman Api


– Jalur Pipa
– Automatic Sprinkler
– APAR
– Hydrant
– Pendeteksian Api
– Sistem Alarm
Bahaya Kelistrikan
Potential Hazard
• Petugas dapat terkena bahaya listrik yang meliputi
tersengat, kematian dan ledakan.
• Sumber listrik yang rusak dapat menyebabkan shock
dan kematian.
• Sumber listrik yang fleksibel dapat rusak karena ujung
pintu atau jendela, terinjak peralatan atau karena
usia.
• Kemungkinan terjadinya sengatan listrik didapatkan
dari:
– Peralatan yang rusak atau pengkabelan yang kurang baik
– Kerusakan konektor
– Praktek kerja yang tidak aman
Bahaya Kelistrikan
Possible Solutions
• Gunakan Peralatan sesuai dengan instruksi pabrikan
• Sediakan ruang yang cukup untuk praktek kerja yang aman dan
memudahkan perawatan
• Pastikan semua alat menggunakan arde/grounding
• Berikan tanda pada peralatan yang rusak dan segera pindahkan
untuk perbaikan
• Segera lakukan perbaikan peralatan yang rusak sebelum digunakan
kembali
• Pastikan petugas tidak melepas atau memasang listrik dengan
kondisi tangan yang basah
• Gunakan APD yang tepat
• Lakukan praktek kerja yang aman dan praktek perbaikan yang aman
• Sediakan sekering/automatic breaker untuk mencegah kebakaran
pada korsleting
Resiko Kebisingan
Potential Hazard
• Paparan mesin dengan suara keras dapat menyebabkan hilangnya
pendengaran, kerusakan pendengaran, hipertensi, dan resiko
kesehatan lainnya

Possible Solutions
• Mengurangi nilai paparan kebisingan
– Perbaikan pencegahan mesin kerja
– Redesain fasilitas
– Peredam suara
– Penggunaan APD
Stress Panas
Potential Hazard
• Petugas dapat mengalami heat exhaustion dan
heat stroke. Heat exhaustion, pusing,
pandangan kabur, mual hingga pingsan. Heat
stroke merupakan keadaan tubuh tidak dapat
memproduksi keringat yang menurunkan suhu
badan. Dapat mengakibatkan kerusakan otak
hingga kematian

Possible Solutions
• Kenali tanda-tanda heat exhaustion dan heat
stroke
• Perbaikan fasilitas:
– Petugas sebaiknya bekerja di tempat yang lebih
dingin, ventilasi udara yang baik. Penggunaan
baju kerja yang sesuai. Rehidrasi berupa air
minum selalu tersedia.
– Area istirahat petugas yang dingin, ventilasi baik
– Pengaturan waktu kerja, beban yang berat pada
kondisi tidak panas (pagi hari)
Worker Restrictions
• Petugas yang mengalami gangguan
pernafasan (misal Asma)
– Dapat bermasalah saat menangani berbagai
macam bahan kimia

• Petugas yang mengalami gangguan kulit


karena pekerjaan yang terlalu berat atau
alergi
– Dilarang beraktivitas hingga gangguan
terselesaikan
UPAYA PENCEGAHAN
KAK, PAK & ENVIROMENTAL SAFETY
Identifikasi Resiko
• Manajer Unit / Supervisor atau staff yang
ditugaskan harus melakukan identifikasi resiko
terkait dengan proses yang dilakukan dan sistem
terkait menggunakan metode yang relevan:
– Inspeksi visual
– Audit
– Pengujian
– Evaluasi teknik
– Analisis kejadian cedera atau hampir cedera
– Diskusi dengan pabrikan atau pihak terkait

• Lembar pengumpul Data


Tindakan Pencegahan
KAK, PAK & ENVIROMENTAL SAFETY
Perlu:
1. Aturan kerja standar
2. Persyaratan lingkungan standar
3. Kesadaran staf untuk Bekerja sesuai standar &
menggunaan APD
4. Adanya Safety Program dari Manajemen
– Pendidikan & Pelatihan
– Imunisasi
– General Cek up
– Asuransi kesehatan
Pencegahan Cedera pada SDM
• Tanggung jawab dalam penyelenggaraan
praktek kerja yang aman terletak pada
semua pekerja instalasi sterilisasi sentral
sejak mereka disiapkan untuk sadar akan
adanya bahaya.

• Memberikan perhatian secara teliti dan


melakukan teknik kerja yang aman akan
mengurangi resiko kecelakaan secara
signifikan  butuh SPO yang tepat

Central Service Technical Manual, 4th ed.


• Keyakinan kecelakaan tidak akan
terjadi merupakan sesuatu yang salah
yang dapat menyebabkan banyaknya cedera
dan terjangkitnya penyakit setiap tahun.

• Pekerja instalasi sterilisasi sentral merupakan


orang-orang yang dalam resiko tinggi
sehingga sudah seharusnya untuk sadar
terhadap semua bahaya dan perlu
berkelakuan untuk mencegah
terjadinya cedera dan kecelakaan.

Central Service Technical Manual, 4th ed.


Imunisasi General Cek Up

Jumat Bersih & Senam


Memasang Rambu atau simbol
Caution sign Danger Sign Fire Sign

• Safety First/Emergency Sign

• Safe Condition Sign

• Prohibited Sign
Sosialisasi & Edukasi

Cuci tangan Penggunaan APAR


Monitoring dan Evaluasi
• Lakukan secara berkala

• Evaluasi sebelum dan sesudah

• Kreatif untuk mencari ide penyelesaian

Dukungan manajemen rumah sakit sangat


diperlukan untuk keberlanjutan proses manajemen
resiko dan rumah sakit
Kesimpulan
• Rumah Sakit mempunyai banyak resiko
• Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) perlu
diterapkan di Rumah Sakit
• Manajemen Resiko penting untuk diterapkan di
Laundry & CSSD
• Manajemen Resiko terdiri dari:
– Identifikasi Resiko
– Analisa Resiko
– Alternatif Solusi
– Pemilihan Solusi
– MonEv
• Dibutuhkan dukungan dari manajemen rumah sakit
agar manajemen resiko terlaksana dengan baik.
TERIMA KASIH