Anda di halaman 1dari 1
KEMENTERIAN PERTANIAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN Se JALAN HARSONO RM NOMOR 3, RAGUNAN PASAR MINGGU, JAKARTA 12550 KOTAK POS 7214/KSPM. ‘TELEPON (021) 7815380 - 7815480, FAKSIMILE (021) 7604386, SITUS : wanw.bppsdmp.pertanian.go.id B-S37F/5m. 201i. (e/aol8 F Juni 2018 Nomor Lampiran Perihal —_: Laporan Kinerja Penyuluh Pertanian (LKPP) Yang terhormat: Pimpinan Kelembagaan yang menyelenggaraan fungsi Penyuluhan Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota. Seluruh Indonesia Untuk meningkatkan kinerja Penyuluh Pertanian (PNS dan THL-TB Penyuluh Pertanian) dalam pendampingan dan Pengawalan program pembengunan pertanian, Kementerian Pertanian sebagai Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian akan menetapkan penilaian capaian kinerja dengan Indikator Kinerja Penyuluh Pertanian (IKPP), sebagai berikut: 1, Penyuluh Pertanian yang bertugas di BPP wajib melaporkan hesil kinerja harian dan bulanan melalui aplikasi android dan Website: http://apps00,pertanian.go.id, atau kolekting dalam bentuk SMS/WA ke Dinas yang menyelenggarakan fungsi Penyuluhan Pertanian cq. Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten/kota, dan Penanggungjawab UPSUS Provinsi/BPTP serta Pusat (BPPSDMP/BBP2TP) secara berjenjang, antara lain: @, Pendampingan dan Pengawalan UPSUS (11 Komoditas Unggulan) dengan meningkatkan Luas Tanam dan Produksi Padi, Jagung, Kedelai, serta Komoditas Unggulan Lainnya (ton/ha dan ekor); b. Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan: TR 2 (0,5 ha/hr),TR 4 (1,5 ha/hr), CHK (0,6 ha/hr), CHS (1,2 ha/hr), CHB (2 ha/hr) dan Pompa Air (0.7 ha/hr); . Pengawalan Penyerapan Gabah (Sergab)/Beras (Ton): (jumlah kelompoktani x 10 ha/kelompoktani x rata-rata produktivitas); dan . Keterlibatan penyebarluasan informasi pembangunan pertanian melalui media sosial (Facebook dan Twitter) dengan memahami dan memberikan: Like, Coment dan Share (LCS) Facebook (3 kalifhr) dan Twitter (1 kali/nr), 2. Penyuluh Pertanian yang bertugas di Kabupaten/kota, Provinsi dan Pusat/BPP2TP/BPTP, melaporkan rekapituasi seperti pada point 1 di secara berjenjang wilayah kerjanya masing-masing. 3. Selain melaporkan hasil kinerja (point 1) Penyuluh Pertanian wajb melaporkan melalul Siluhtan.net sebagal berikut: ‘a, Kelembagaan Petani yang menerapkan SPT; minimal 4 kelompok; b. Kelembagaan Petani yang meningkat Kapasitasnya; minimal 4 kelompok; cc. Kelembagaan Petani yang menjadi Kelembagaan Ekonomi Petani; minimal 1 KEP; dan d, Penumbuhan dan Pengembangan Generasi Muda yang bergerak dibidang Pertanian, minimal 5 (lima) orang maksimal usia < 35 tahun. 4. Penyuluh Pertanian yang tidak melaporkan hasil kinerjanya dan atau memiliki Nilal Prestasi Kerje (NPK) “Kurang” dapat dikenakan sanksi berupa: a, Penundaan/penghentian BOP; b. Pemutusan hubungan kerja bagi THL-TB Penyuluh Pertanian; . Penetapan reward dan punishment. ‘Sehubungan dengan hal dimaksud, kami mohon bantuan Saudara ager menugasken Penyuluh Pertanian melaporkan hasil kinerjanya tepat waktu, ‘Atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih, ‘Tembusan: Menteri Pertanian (sebagai laporan)