Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bagi setiap bank, pemasokan kredit kepada para nasabah merupakan
kegiatan utama. Dari kegiatan tersebut, bank memperoleh penerimaan.
Dari hasil penerimaan paling pokok inilah bank membiayai pengeluaran-
pengeluaran biaya operasionalnya.
Dalam menentukan kebijakan-kebijakan perkreditan, bank perlu
memperhatikan lingkungan bisnis perbankan, keadaan persaingan dan
faktor-faktor yang melekat pada bank yang bersangkutan.
Karakteristik kredit dapat dihubungkan dengan jenis kredit yang dasar
pembedaannya juga bermacam-macam. Dengan memahami karakteristik
dan faktor-faktor tersebut, bank dapat menentukan kebijakan-kebijakan
seperti jangka waktu kredit, macam jaminan, cara pengembalian pokok
pinjaman, tingginya suku bunga yang dikenakan, dsb.
Kususnya untuk kredit produsen, kini bank menggunakan analisis rasio
keuangan. Berdasarkan data laporan keuangan dari pemohon kredit, bank
bisa menghitung rasio-rasio keuangan pemohon kredit.
B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari analisis rasio?
2. Apa saja komponen laporan keuangan bank?
3. Apa saja macam-macam rasio keuangan bank?
C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui definisi analisis rasio.
2. Untuk mengetahui komponen laporan keuangan bank.
3. Untuk mengetahui macam-macam rasio keuangan bank.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Analisis Rasio


Pengertian analisis rasio keuangan adalah analisis kuantitatif yang
digunakan untuk mengevaluasi berbagai aspek kinerja operasi dan
keuangan perusahaan berdasarkan informasi yang terdapat dalam laporan
keuangan perusahaan seperti laporan neraca (balance sheet), laporan aliran
kas (cash flow statement) dan laporan laba-rugi (income statement). Rasio
Keuangan ini dapat digunakan oleh manajemen perusahaan, kreditur atau
pemberi pinjaman serta investor dan para pemegang saham. Rasio
Keuangan ini juga digunakan oleh para analisis sekuritas dan lembaga
pemeringkat kredit untuk menilai kekuatan dan kelemahan berbagai
perusahaan yang akan dianalisisnya.
Berikut ini adalah beberapa definisi atau pengertian analisis rasio
keuangan (Financial Ratio Analysis) menurut beberapa ahli :
1. Menurut Irawati (2005 : 22), Rasio keuangan merupakan teknik
analisis dalam bidang manajemen keuangan yang dimanfaatkan
sebagai alat ukur kondisi keuangan suatu perusahaan dalam periode
tertentu, ataupun hasil-hasil usaha dari suatau perusahaan pada satu
periode tertentu dengan jalan membandingkan dua buah variabel yang
diambil dari laporan keuangan perusahaan, baik daftar neraca maupun
laba rugi.

2. Menurut Kasmir (2012:104), Rasio keuangan merupakan kegiatan


membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan
dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan
dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu
laporan keuangan atau antarkomponen yang ada di antara laporan
keuangan.

3. Menurut Samryn (2011), Analisis Rasio Keuangan adalah suatu cara


yang membuat perbandingan data keuangan perusahaan menjadi lebih

2
arti. Rasio keuangan menjadi dasar utk menjawab beberapa pertanyaan
penting mengenai kesehatan keuangan dari perusahaan.

4. Menurut Munawir (2004:37), Analisis rasio adalah suatu metode


analisa untuk mengetahui hubungan pos-pos tertentu dalam neraca atau
laporan laba rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan
tersebut.

5. Menurut James C. Van Horne, rasio keuangan merupakan indeks yang


menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi
satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara
satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau
antarkomponen yang ada di antara laporan keuangan. Kemudian angka
yang diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode
maupun beberapa periode. Jadi, Rasio keuangan adalah angka yang
menunjukkan perbandingan antara nilai keuangan yang lain untuk
perusahaan yang sama. Hasil dari rasio keuangan inilah yang
digunakan untuk menilai kinerja manajemen dalam suatu periode,
apakah mencapai target seperti yang telah ditetapkan atau sebaliknya.
Disamping itu, juga untuk menilai kemampuan manajemen dalam
memberdayakan sumber daya perusahaan (asset) secara efektif dan
efisien. Hasil analisis terhadap rasio-rasio keuangan tersebut banyak
manfaatnya, baik bagi pihak pimpinan perusahaan maupun bagi pihak
di luar perusahaan yang mempunyai kepentingan terhadap perusahaan
bersangkutan. Salah satu diantara pihak luar perusahaan yang banyak
mempunyai kepentingan terhadap perusahaan yaitu bank. Untuk
mendapatkan gambaran mengenai kemampuan debitur dalam
memenuhi kewajiban-kewajiban membayar yang timbul dari
pemanfaatan kredit yang diterimanya dari bank, bank bisa mengambil
cara membuat analisis rasio keuangan perusahaan debiturnya.

Dalam praktiknya, analisis rasio keuangan suatu perusahaan dapat


digolongkan menjadi tiga, yaitu:

3
a. Rasio neraca, yaitu membandingkan angka-angka yang hanya
bersumber dari neraca.

b. Rasio laporan laba rugi, yaitu membandingkan angka-angka


yang hanya bersumber dari laporan laba rugi.

c. Rasio antar laporan, yaitu membandingkan angka-angka dari


dua sumber (data campuran) baik yang ada di neraca maupun
dan di laporan laba rugi.

6. Menurut Ross, Westerfield, dan Jordan , ( 2009) yang diterjemahkan


oleh Yulianto, Yuniasih dan Christine, Analisis rasio keuangan adalah
hubungan yang dihitung dari informasi keuangan suatu perusahaan dan
digunakan untuk tujuan perbandingan .

7. Menurut Warsidi & Bambang dalam Fahmi ( 2011 ), Analisis rasio


keuangan adalah instrumen analisis prestasi dari perusahaan yang
menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan, yang
ditujukan utk menunjukan perubahan dalam kondisi keuangan atau
prestasi operasi dimasa lalu dan membantu menggambarkan trend pola
perubahan tersebut, utk kemudian menunjukkan risiko dan peluang
yang melekat pada perusahaan yang bersangkutan.

B. Komponen Laporan Keuangan Bank


Adapun komponen laporan keuangan bank syariah yang lengkap
dianataranya adalah :
1. Neraca
Laporan posisi keuangan (neraca) adalah laporan yang
menunjukkan posisi sumber daya yang dimiliki perusahaan serta
informasi dari mana sumber daya tersebut diperoleh. Laporan
keuangan inilah yang menjadi bahan informasi bagi para pemakai baik
itu internal maupun eksternal sebagai salah satu bahan dalam proses
pengambilan keputusan. Informasi yang terkandung di dalam laporan
neraca dapat membantu parapemakai (internal dan eksternal) dalam
pengambilan keputusan yang benar dan tepat.

4
Dalam KDPPLKS ada unsur yang berkaitan secara langsung
dengan pengukuran posisi keuangan, unsur-unsur sebagai berikut:
a. Aset
b. kewajiban
c. Dana syirkah temporer
d. Ekuitas

Bank syariah menyajikan laporan keuangan (neraca), dengan


memperhatikan ketentuan dalam PSAK terkait mencakup, tetapi tidak
terbatas pada unsur-unsur berikut ini:

a. Aset suatu aset diklarifikasikan sebagai aset lancar


b. Kewajiban suatu kewajiban diklarifikasikan sebagai kewajiban
jangka pendek
c. Dana Syirkah Temporer
d. Ekuitas

Table 1

Format Laporan Neraca Bank Syariah per 31 Desember 20XX

PT Bank RAKIT Syariah


Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Per31 Desember 20xx
ASET
20xx
Kas
xxxx
Penempatan pada Bank Indonesia
xxxx
Giro pada bank lain
xxxx
Penempatan pada bank lain
xxxx
Investasi pada efek atau surat berharga
xxxx
Piutang :
Murabahah
xxxx
Salam
xxxx
Istisnha’
xxxx

5
Ijarah
xxxx
Jumlah piutang
xxxx
Pembiayaan :
Mudharabah
xxxx
Musyarakah
xxxx
Jumlah pembiayaan
xxxx
Persediaan
xxxx
Tagihan dan kewajiban akseptasi
xxxx
Aset ijarah
xxxx
Aset istisnha’ dalam penyelesaian
xxxx
Penyertaan pada entitas lain
xxxx
Aset tetap dan akumulasi penyusutan
xxxx
Aset lainnya
xxxx
Jumlah aset
xxxx

KEWAJIBAN
Kewajiban segera
xxxx
Bagi hasil yang belum dibagikan
xxxx
Simpanan
xxxx
Simpanan dari bank lain
xxxx
Utang :
Salam
xxxx
Istisnha’
xxxx
Jumlah hutang
xxxx
Kewajiban pada bank lain
xxxx
Pembiayaan yang diterima
xxxx

6
Utang pajak
xxxx
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi
xxxx
Pinjaman yang diterima
xxxx
Kewajiban lainnya
xxxx
Pinjaman subordinasi
xxxx
Jumlah kewajiban
xxxx

DANA SYIRKAH TEMPORER


Dana syirkah temporer dari bukan bank :
Tabungan mudharabah
xxxx
Deposito mudharabah
xxxx
Jumlah DST Bukan Bank
xxxx
Dana syirkah temporer dari bank :
Tabungan mudharabah
xxxx
Deposito mudharabah
xxxx
Jumlah DSK dari bank
xxxx
Musyarakah
xxxx
Jumlah dana syirkah temporer
xxxx

EKUITAS
Modal disetor
xxxx
Tambahan modal disetor
xxxx
Saldo laba (rugi)
xxxx
Jumlah ekuitas
xxxx

Jumlah kerugian, dana syirkah temporer dan ekuitas


xxxx

7
2. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi merupkan laporan yang menunjukkan
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama suatu
periode akuntansi. Untuk mengetahui laba yang diperoleh perusahaan
dalam suatu periode, kita dapat menghitungnya dengan cara
mengurangkan bebean yang dikeluarkan perusahaan dalam satu
periode dan pendapatan yang diperoleh dalam periode yang sama.
Penghasilan lebih atau laba seringkali digunakan sebagai ukuran
kinerja atau sebagai dasar bagi ukuran yang lain seperti imbalan
investasi atau (return on inversment) atau penghasilan persaham
(earnings per-share). Unsur yang langsung berakitan dengan
pengukuran penghasilan lebih (laba) adalah pengasilan dan beban.
Unsur penghasilan dan beban didefinisikan sebagai berikut:
a. Pengasilan (income) adalah kenaikan manffat ekonomi selama
suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan
aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan
ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.
b. Beban (exspensis) adalah penurunan manfaat ekonomi selama
suatu periode akuntanis dalam bentuk arus keluar atau
berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan
penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada
penanaman modal.

Komponen laporan laba rugi syariah disusun dengan mengacu pada


PSAK untuk pos-pos umum. Dengan memperhatikan ketentuan dalam
PSAK terkait, bank Syariah menyajikan laporan laba rugi yang
mencakup, tetapi tidak terbatas, pada pos-pos berikut :

a. Pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai mudharib


b. Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer
c. Pendapatan usaha
d. Beban usaha
e. Laba atau rugi usaha

8
f. Pendapatan non- usaha
g. Beban non-usaha
h. Beban pajak
i. Laba atau rugi neto

Table 2

Format Laporan Laba Rugi Bank Syariah pada periode 1 januari samapai dengan
31 Desember 200XX

PT Bank RAKIT Syariah


Laporan Laba Rugi
Periode 1 Januari s.d 31 Desember 20xx
Pendapatan Pengelola Dana
Oleh bank sebagai Mudharib
Pendapatan dari jual beli :
Pendapatan Margin Murabahah xxxx
Pendapatan neto salam parallel xxxx
Pendapatan neto isthisna; parallel xxxx
Jumlah pendapatan jual beli Xxxx
Pendapatan dari sewa: xxxx
Pendapatan neto ijarah xxxx
Pendapatan dari bagi hasil :
Pendapatan bagi hasil Mudharabah xxxx
Pendapatan bagi hasil Musyarakah Xxxx
Jumlah pendapatan bagi hasil Xxxx
Pendapatan usaha utama lainnya xxxx
Jumlah pendapatan pengelola dana Xxxx
Oleh bank sebagai Mudharib
Hak pilih ketiga atas bagi hasil (xxxx)
Hak bagi hasil milik bank (xxxx)
Pendapatan usaha lainnya
Pendapatan imbalan jasa perbankan Xxxx
Pendapatan imbalan investasi terkait xxxx
Jumlah pendapatan usaha lainnya beban usaha Xxxx

9
Beban kepegawaian
Beban administrasi Xxxx
Beban penyusutan dan amortisasi Xxxx
Beban usaha lain Xxxx
Jumlah beban usaha Xxxx
Laba (rugi) usaha (xxxx)
Pendapatan dan beban non-usaha Xxxx
Pendapatan non-usaha Xxxx
Jumlah pendapatan (beban) nonusaha Xxxx
Laba (rugi) sebelum pajak Xxxx
Beban pajak (xxxx)
Laba (rugi) neto periode berjalan xxxx

3. Laporan arus kas


Laporan arus kas adalah suatu laporan tentang aktivitas penerimaan
dan pengeluaran kas perusahaan selama suatau periode tertentu,
beserta penjelasan tentang sumber-sumber penerimaan dan
pengeluaran kas tersebut. Kas ada;lah alat pembayaran yang dimiliki
perusahaan dan siap digunakan untuk investasi maupun menjalankan
operasi perusahaan setiap saat dibutuhkan. Karena itu kas mencakup
semua pt alat pembayaran yang dimilki perusahaan yang disimpan
diperusaahan.
Tujuan menyajikan arus kas adalah memeberikan informasi yang
relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas atau setara kas dari
suatu perusahaan pada suatu periode tertentu. Secara umum laporan
arus kas akan membantu para investor, kreditor dan pemakai lainnya
untuk :
a. Menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas
bersih masa depan .
b. Menilai kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya dan
kebutuhan untuk pendanaan internal.

10
c. Menilai alasan perbedaan antara laba bersih dan dikaitkan
dengan penerimaan dan pengeluaran kas
d. Menilai pengaruh investasi baik kas maupun bukan kas dan
transaksi keuangan lainnya terhadap posisi keuangan
perusahaan selama waktu periode tertentu.

Bank syariah dalam menyajikan laporan arus kas dengan harus


mengacu kepada PSAK terkait yaitu PSAK No. 2 tentang
penyajian laporan arus kas. Laporan aruskan ini sangat berguna
dalam mengambil keputusan terutama dalam menilai bagaimana
perusahaan mengelola dana keuangan dan juga berguna untuk
menganalisis laporan keuangan.

4. Laporan perubahan ekuitas


Laporan perubahan modal atau ekuitas adalah laporan yang
menunjukkan perubahan ekuintas selama suatu periode akuntansi atau
satu tahun. Tujuan dari penyusunan laporan ekuitas ini adalah untuk
mengetahui ekuitas terakhir periiode pada akuntansi tertentu yang
merupakan klaim pemilik atas penyertaan modalnya dalam
perusaahaan. Bagi bank syariah menyajikan laporan perubahan ekuitas
dengan mengacu ke PSAK terkait.
Entitas syariah harus menyajikan laporan perubahan ekuitas
sebagai komponen utama laporan keuangan,yang menunjukkan :
a. Laba atau rugi bersih periode yang bersangkutan
b. Setiap pos pendapatan dan beban ,keuntungan atau kerugian
beserta jumlahnya yang berdasarkan pernyataan standart akuntansi
keuangan terkait diakui secara langsung dalam ekuitas
c. Pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan
perbaikan terhadap kesalahan mendasar sebagaimana diatur dalam
pernyataan standart akuntansi keuangan terkait
d. Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik
e. Saldo akumulasi laba atau rugi pada awal dan akhir periode serta
perubahannya; dan

11
f. Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal
saham,agio dan cadangan pada awal dan akhir periode yang
menugkapkan secara terpisah setiap perubahan.

Perubahan ekuitas entitas syariah menggambarkan peningkatan


atau penurunan ased bersih atau kekayaan selama periode
bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut dan
harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

5. Laporan perubahan dana investasi terikat


Laporan perubahan dana investasi terkait memisahkan dana
investasi terikat berdasarkan sumber dana dan memisahkan investasi
berdasarkan jenisnya. Bank syariah menyajikan laporan perubahan
dana investasi terikat sebagai komponen utama laporan keuangan,yang
menunjukkan :
a. Saldo awal dana investasi terikat
b. Jumlah unit penyertaan investasi pada setiap jenis investasi dan
nilai per unit penyataan pada awal periode
c. Dana investasi yang di terima dan unit penyertaan investasi
yang di terbitkan bank syariah selama periode laporan
d. Penarikan atau pembelian kembali unit penyertaan investasi
selama periode laporan
e. Keuntungan atau kerugian dana investasi terkait
f. Imbalan bank syariah sebagai agen investasi
g. Beban administrasi dan beban tidak langsung lainya yang
dialoksikan oleh bank syariah ke dana investasi terikat
h. Saldo akhir dana investasi terikat
i. Jumlah unit penyertaan investasi pada setiap jenis investasi dan
nilai per unit penyertaan pada akhir periode

Investasi terikat adalah investasi yang bersumber dari pemilik dana


investasi terikat dan sejenisnya yang di kelola oleh bank syariah
sebagai agen investasi. Investasi terikat bukan merupakan aset
maupun kewajuban karena bank syariah tidak mempunyai hk untuk

12
menggunakan atau mengeluarkan investasi tersebut,serta bank syariah
tidak memiliki kewajuban mengembalikan atau menanggung resiko
investasi.

Dana yang diserahkan oleh pemilik investasi terikat dan sejenisnya


adalah dana yang di terima bank syariah sebagai agen investasi. Dana
yang ditarik oleh pemilik dana investasi terikat adalah dana yang
diambil atau dipindahkan sesuai dengan permintaan pemilik dana.

Keuntungan atau kerugian investasi terikat adalah jumlah kenaikan


atau penurunan neto nilai investasi terikat,selain kenaikan yang
berasal dari penyetoran atau penurunan yang berasal dari penarikan.

Dalam hal bank syariah bertindak sebagai agen investasi,imbalan


yang diterima adalah sebesar jumlah yang disepakati tanpa
memperhatikan hasil investasi. Catatan atas laporan perubahan dana
investasi terikat harus mengungkapkan:

a. Sifat hubungan antara entitas syariah dan pemilik dana investasi


terikat
b. Hak dan kewajiban terkait dengan setiap jenis dana investasi
terikat atau unit investasi.

Tabel 3

Format laporan perubahan dana Investasi Terikat Bank Syariah

Periode 31 Desember 20XX

PT Bank RAKIT Syariah


Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat
Periode yang berakhir pada 31 Desember 20xx
Saldo awal xxxx
Jumlah unit penyertaan investasi awal periode xxxx
Nilai perunit penyetoran investasi xxxx
Penerimaan dana (xxxx)
Penarikan dana xxxx

13
Keuntungan (kerugian) investasi (xxxx)
Biaya administrasi (xxxx)
Imbalan bank sebagai agen investasi xxxx
Saldo investasi pada akhir periode xxxx
Jumlah unit penyertaan investasi pada akhir periode xxxx
Nilai unit penyertaan investasi pada akhir periode

6. Laporan sumber dan pengguna dana ZIS


Zakat sebagian dari harta yang wajib di keluarkan oleh wajib zakat
(muzakki) untuk diserahkan kepada penerima zakat (mustakhiq).
Pembayaran zakat dilakukan apabila nisab dan haulnya terpenuhi dari
harta yang memenuhi kriteria wajib zakat.
Entitas syariah menyajikan laporan sumber dan penggunaan dana
zakat sebagai komponen utama lapran keuangan yang menunjukkan :
a. Dana zakat berasal dari wajib zakat atau (muzakki) : zakat dari
dalam entitas syariah dan zakat dari pihak luar entitas syariah.
b. Penggunaan dana zakat melalui lembaga amil zakat untuk: fakir,
miskin, riqab, gharim, mualaf, fiissabilillah, orang yang dalam
perjalanan ibnu sabil dan amil.
c. Kenaikan atau penurunan dan zakat
d. Saldo awal dana zakat
e. Saldo akhir dana zakat

Entitas syariah harus mengungkapkan dalam catatan atas laporan


sumber dan penggunaan dana zakat , tetapi tidak terbatas pada:

a. Sumber dana zakat yang berasal dari internal entitas syariah.


b. Sumber dana zakat yang berasal dari eksternal entitas syariah.
c. Kebijakan penyaluran zakat terhadap masing-masing asnaf.
d. Proporsidana yang di salurkan untuk masing-masing penerima
zakat di klarifikasikan atas pihak terkait sesuai dengan yang diatur
dalam PSAK 7.

14
Tabel 4

Format Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat Bank Syariah Periode yang berakhir pada
31 Desember 20XX

PT. Bank Rakit Syariah


Laporan Sumber Dan Penggunaan Dana Zakat
Periode yang berakhir pada 30 Desember 20XX
Sumber Dana Zakat xxxx
Zakat dari dalam bank syariah xxxx
Zakat dari pihak luar bank syariah xxxx
Jumlah sumber dana zakat xxxx

Penggunaan Dana Zakat


Fakir (xxxx)
Miskin (xxxx)
Amil (xxxx)
Muallaf (xxxx)
Orang yang terlilit hutang (xxxx)
(gharim) (xxxx)
Riqab (xxxx)
Fisabilillah (xxxx)
Orang yang dalam perjalanan xxxx
(ibnu sabil)
Jumlah penggunaan dana zakat xxxx
xxxx
Kenaikan (penurunan) dana zakat xxxx
Saldo awal dana zakat
Saldo akhir dana zakat

7. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan


Entitas menyajikan sumber dan penggunaan dana kebajikan
sebagai komponen utama laporan keuangan, yang menunjukkan :
a. Sumber dana kebajikkan berasal dari penerimaan :

15
1) Ifak
2) Sedekah
3) Hasil pengelolaan wakaf sesuai dengan perundang undangan
yang berlaku
4) Pengembalian dana kebajikan produktif
5) Denda
6) Pendapatan non halal
b. Penggunaan dana kebajikan untuk :
1) Dana kebajikan produktif
2) Sumbangan
3) Penggunaan lainya untuk kepentingan umum
c. Kenaikan atau penurunan sumber dana kebajikan
d. Saldo awal dana penggunaan dana kebajikkan
e. Saldo akhir dana penggunaan dana kebajikan

Unsur dasar laporan sumber dan penggunaa dana kebajikan


meliputi sumber dan penggunaan dana selama jangka waktu tertentu ,
serta saldo dana kebajikan yang menunjukkan dana kebajikan yang
belum disalurkan pada tanggal tertentu. Penerimaan dana kebajikan
oleh entitas syariah diakui sebagai kewajiban paling liquid dan diakui
sebagai penguran kewajiban ketika disalurkan.

Penerimaan non halal adalah semua penerimaan dari kegiatan yang


tidak sesuai dengan prinsip syariah atara lain penerimaan jasa giro atau
bunga yang bersal dari bank umum konvensional. Penerimaan non
halal pada umumnya terjadi dalam kondisi daryrat atau kondisi yang
tidak diinginkan oleh entitas syariah karena secara prinsip dilarang.

Tabel 5

Format Laporan Sumber Dan Penggunaan Dana Kebajikan Bank Syariah

Periode 31 Desember 20XX

PT. Bank RAKIT Syariah


Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan

16
Periode yang berakhir pada 31 Desember 20XX

Sumber Dana Kebajikan


Infak zakat dari dalam bank syariah xxxx
Sedekah xxxx
Hasil pengeloalan wakaf xxxx
Pengembalian dana kebajikan produktif xxxx
Denda xxxx
Pendapatan nonhalal xxxx
Jumlah Sumber Dana Kebajikan xxxx

Penggunaan Dana Kebajikan


Dana kebajikan produktif xxxx
Sumbangan xxxx
Penggunaan lainnya untuk kepentingan xxxx
umum xxxx
Jumlah Penggunaan Dana Kebajikan
xxxx
Kenaikan (penurunan dana kebajikan) xxxx
Saldo awal dana kebajikan xxxx
Saldo akhir dana kebajikan

8. Catatan atas laporan keuangan


a. Struktur catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara
syistematis setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi dan arus kas,
laporan perubahan ekuitas, laporan sumber dan penggunaan dana
zakat, laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan, harus
berkaitan dengan informasi yang terdapat dalam catatan atas
laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan PSAK 101
paragraf 8 mengungkapkan bahwa:

17
1) Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan
kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap
peristiwa dan transaksi yang penting
2) Informasi yang diwajibkan dalam pernyataan standart
akuntansi keuangan tetapi tidak disajikan di neraca , laporan
laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, laporan
sumber dan penggunaan dana zakat, dan laporan penggunaan
dana kebajikan
3) Informasi tambahan yng tidak di sajikan dalam lapaoran
keuangan tetapi di perlukan dalam rangka penyajian secara
wajar.

Dalam rangka membantu pengguna laporan memahami laporan


keuangan dan membandingkannya dengan laporan keuangan
entitas syariah lain, maka catatan atas laporan keuangan umumnya
disajikan dengan urutan (PSAK 101 paragraf 2) sebagai berikut :

1) Mengungkapkan mengenai dasar pengukuran dan kebijakan


akuntansi yang di terapkan
2) Informasi mendukung pos-pos laporan keuangan sesuai urutan
sebagaimana pos-pos tersebut disajikan dalam laporan
keuangan dan urutan penyajian komponen urutan keuangan
3) Mengungkapkan lain termasuk kontijensi, komitmen dan
pengungkapan keuangan lainnya serta pengungkapan yang
bersifat non keuangan.
b. Penyajian kebijakan akuntansi

Bagian kebijakan akuntansi dalam catatan atas laporan


keuangan menjelaskan hal-hal sebagai berikut:

1) Dasar pengukuran dalam laporan keuangan


2) Kebijakan akuntansi tertentu yang diperlukan guna
memamhami laporan keuangan secara benar

18
Dalam PSAK 101 paragraf 85 menjelaskan pengguna laporan
perlu mengetahui dasar pengukuran yang digunakan (nilai historis,
nilai pasar, nilai realisasi, nilai wajar atau nilai sekarang) sebagai
landasan dalam menyiapkan laporan keuangan. Apabila lebih dari
satu dasar pengukuran digunakan dalam laporan keuangan, maka
informasi yang disajikan cukup memadai untuk dapat
mengindikasikan aset dan kewajiban yang menggunakan dasar
pengukuran tersebut.

c. Pengungkapan lain

Entitas syariah mengungkapkan hal-hal berikut ini jika tidak


diungkapkan di bagian manapun dari imformasi yang
dipiblikasikan bersama dengan laporan keuangan (PSAK 101
paragraf 86) diantaranya :

1) Domisili dan bentuk hokum etintas syariah , Negara tempat


pendirian entitas syariah, alamat kantor pusat etintas syariah
serta lokasi utama bisnis jika berbeda dari lokasi kantor pusat
2) Keterangan mengenai hakikat operasi dan kegiatan uatam
etintas syariah
3) Nama etintas syariah dalam grup, nama etintas asosiasi, nama
entintas syariah induk dan etintas syariah holding
4) Nama anggota direksi dan komisaris
5) Jumlah karyawan pada akhir periode atau rata-rata jumlah
karyawan sama periode yang bersangkutan

PSAK 101 paragraf 87 menjelaskan untuk setiap jenis


instrument pendanaan dalam mata uang asing, entitas syariah harus
mengungkapkan informasi sebagai berikut :

1) Karakteristik umum dari setiap instrument pendanaan termasuk


informasi mengenai nisbah bagi hasil/margin/ujrah dan nama
pemodal

19
2) Nilai nominal dalam mata uang asing, jangka waktu , tanggal
jatuh tempo jadwal angsuran atau pembayaran
3) Dasar kofersi menjadi efek laik jika instrument pendanaan
dapat di konfersi
4) Nilai kurs yang digunakan pada tangga neraca
5) Jamianan dan hal penting lainya. 1

C. Macam-Macam Rasio Keuangan Bank


Rasio keuangan menjelaskan suatu hubungan antara suatu jumlah
tertentu dengan jumlah yang lain dalam suatu laporan keuangan. Tujuan
analisis rasio keungan dimaksudkan agar perbandingan-perbandingan yang
dilakukan terhadap proses dalam laporan keuangan merupakan suatu
perbandingan yang logis, dengan menggunakan ukuran-ukuran tertentu
yang memang telah diakui mempunyai manfaat tertentu pula, sehingga
hasil analisisnya layak dipakai sebagai pedoman pengambilan keputusan.
Berdasarkan sumbernya, rasio keuangan dibedakan menjadi tiga yaitu:
1. Rasio-rasio neraca (balance sheet ratio), yakni rasio-rasio yang disusun
dari data dalam neraca
2. Rasio-rasio laporan rugi-laba (income statement ratio), yakni rasio-
rasioyang disusun dari data dalam laporan rugi-laba
3. Rasio-rasio antar laporan (intern statement ratio) yaitu rasio-rasio yang
disusun dari data yang berasal dari neraca dan data lainnya yang
berasal dari laporan rugi laba

Jenis-jenis rasio keuangan yang dapat digunakan untuk menilai kinerja


manajemen beragam.2 Penggunaan masing-masing rasio tergantung
kebutuhan perusahaan, artinya terkadang tidak semua rasio digunakan.
Hanya saja jika hendak melihat kondisi dan posisi perusahaan secara
lengkap,maka sebaiknya seluruh rasio digunakan.

1
Ikit, S.E., M.E.I., Akuntansi Penghimpunan Dana Bank Syariah, (Yogyakarta : CV BUDI UTAMA,
2015), hlm 156-179
2
Kasmir, Pengantar manajemen keuangan, (Jakarta: Prenada media Group, 2009), hlm 129-140

20
Dalam praktiknya terdapat beberapa macam jenis rasio keuangan yang
dapat digunakan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan. Masing-
masing jenis rasio yang digunakan akan memberikan arti tertentu tentang
posisi yang diinginkan. Berikut jenis-jenis rasio keuangan, yaitu:

1. Rasio likuiditas
Fred Weston, menyebutkan bahwa rasio likuiditas (liquidity ratio)
merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan
memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek. Artinya, apabila
perusahaan ditagih, maka akan mampu memenuhi utang (membayar)
tersebut terutama utang yang sudah jatuh tempo. Jenis – jenis rasio
yang dapat digunakan terdiri dari:
a. Rasio lancar, yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan
membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh
tempo secara keseluruhan. Rumusnya :
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 (𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠)
Current ratio = 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 (𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠)

Contoh:
Komponen laporan keuangan 2007
Total aktiva lancar 4.000
Total utang lancar 2.700

4.000
Current ratio (R) = 2.700 = 1,48 kali (dibulatkan 1,5 kali)

Artinya jumlah aktiva lancar sebanyak 1,5 kali utang lancar, atau
setiap 1 rupiah utang lancar dijamin oleh 1,5 rupiah harta lancar
atau 1,5 : 1 antara aktiva lancar dengan utang lancar.
b. Rasio sangat lancar, yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan
perusahaan membayar kewajiban utang lancar dengan aktiva
lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan (inventory). Rumus
yang digunakan untuk rasio cepat adalah:
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠−𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦
Quick ratio (Acid Test Ratio) = 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 (𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠)

Contoh:

21
Komponen laporan keuangan 2007
Total aktiva lancar 4.000
Total utang lancar 2.700
Sediaan (Inventory) 1.135

4000−1.135
Quick ratio = = 1,06 kali (dibulatkan 1,1 kali)
2.700

c. Rasio kas, yaitu alat yang digunakan untuk mengukur seberapa


besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. Rumusnya :
𝐾𝑎𝑠 + 𝐵𝑎𝑛𝑘
Cash Ratio = 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠

Contoh:
Komponen laporan keuangan 2007
Total aktiva lancar 4.000
Total utang lancar 2.700
Kas 1.150
Giro (Bank) 125

𝐾𝑎𝑠 + 𝐵𝑎𝑛𝑘 1.150 + 125


Cash Ratio = 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠 = = 0,47 (47%)
2.700

d. Rasio perputaran kas, yaitu untuk mengukur tingkat kecukupan


modal kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk membayar tagihan
dan membiayai penjualan. Rumusnya:
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
Rasio perputaran kas = 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ

Contoh:
Komponen laporan keuangan 2007
Total aktiva lancar 4.000
Total utang lancar 2.700
Penjualan bersih (net sales) 8.500

8.500
Rasio perputaran kas = 4.000 −2.700 = 6,53 kali dibulatkan (6,6 kali)

22
e. Inventory to net working capital, yaitu rasio yang digunakan untuk
mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan yang ada
dengan modal kerja perusahaan.
2. Rasio solvabilitas (laverage)
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana
aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa besar beban
perusahaan dibandingkan dengan aktiva. Dalam artian yang luas
solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk
membayar seluruh kewajiban baik jangka pendek maupun jangka
panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilikuidasi). Adapun jenis
rasio solvabilitas yaitu:
a. Debt to assets ratio, merupakan rasio utang digunakan untuk
mengukur berapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang.
b. Debt to equity ratio, merupakan rasio yang digunakan untuk
menilai utang dengan ekuitas.
c. Long term debt to equity ratio, merupakan rasio antara utang
jangka panjang dengan modal sendiri
d. Times interest earned, rasio untuk mencari jumlah kali perolehan
bunga.
e. Fixed charge coverage, rasio yang menyerupai rasio times interest
earned. Hanya saja bedanya dalam rasio ini dilakukan, apabila
persahaan memperoleh utang jangka panjang atau menyewa aktiva
berdasarkan kontrak sewa.
3. Rasio aktivitas
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektifitas
perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Jenis rasio
aktivitas yang dirangkum dari beberapa ahli keuangan yaitu:
a. Perputaran piutang, merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode
b. Hari rata-rata penagihan piutang, bagi perbankan yang akan
memberikan kredit perlu juga memperhitungkan rata-rata hari

23
penagihan piutang. Hasil perhitungan ini menunjukkan jumlah dari
beberapa hari piutang tersebut tidak dapat ditagih
c. Perputaran persediaan, rasio yang digunakan untuk mengukur atau
menilai keefektifan modal kerja perusahaan selama periode tertentu
d. Hari rata-rata penagihan sediaan, merupakan rasio yang digunakan
untuk mengukur berapakali danayang akan ditanamkan dalam
aktiva tetap berputar dalam satu periode
e. Perputaran modal kerja, merupakan salah satu rasio untuk
mengukur atau menilai keefektifan modal kerja perusahaan selama
periode tertentu
f. Perputaran aktiva tetap, merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan.
g. Perputaran aktiva
4. Rasio profitabilitas
Merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan
perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan
ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Jenis rasio
profitabilitas sebagai berikut:
a. Profit margin, merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk
mengukur margin laba atas penjualan. Rumusnya:
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ −𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
Profit margin = 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠

Contoh:
Komponen laporan keuangan 2007
Harga pokok penjualan 5.250
Penjualan 8.500

8.500 −5.250
Profit margin = = 0,38 (38%)
8.500

b. Return on investment (ROI), merupakan rasio yang menunjukkan


hasil atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan.
Rumusnya:

24
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝐴𝑓𝑡𝑒𝑟 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝑎𝑛𝑑 𝑡𝑎𝑥
ROI = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠

Contoh :
Komponen laporan keuangan 2007
Laba sesudah bunga dan pajak 1.520
(EAIT)
Total aktiva 9.000

1.520
ROI = 9.000 = 0,16 (dibulatkan 16%)

c. Return on equity (ROE), merupakan rasio yang digunakan untuk


mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.
Rumusnya:
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝐴𝑓𝑡𝑒𝑟 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝑎𝑛𝑑 𝑡𝑎𝑥
ROE = 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦

Contoh :
Komponen laporan keuangan 2007
Laba sesudah bunga dan pajak 1.520
(EAIT)
Equity 2.300

1.520
ROE = 2.300 = 0,6608 (dibulatkan 66%)

d. Laba per lembar saham, atau disebut rasio nilai buku yang
merupakan rasio mengukur keberhasilan manajemen dalam
mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Rumusnya:
𝐿𝐿𝐿𝐿 𝐿𝐿ℎ𝐿𝐿 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿
Laba per lembar saham = 𝐿𝐿ℎ𝐿𝐿 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿 𝐿𝐿𝐿𝐿 𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿𝐿

Contoh:
Komponen laporan keuangan 2007
Keuntungan 1.520.000.000
Jumlah saham biasa yang beredar 2.000.000

1.520.000.000
Laba per lembar saham = = 760
2.000.000

25
5. Rasio pertumbuhan
Merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan
mempertahankan posisi ekonominya di tengah pertumbuhan
perekonomian dan sektor usahanya.dalam rasio ini yang di analaisis
adalah pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba bersih, pertumbuhan
pendapatan per saham dan pertumbuhan dividen per saham.
6. Rasio peniaian
Adalah rasio yang memberikan ukuran kemampuan manajemen
menciptakan nilai pasar usahanya di atas biaya investasi, seperti:
a. Rasio harga saham terhadap pendapatan
b. Rasio nilai pasar saham terhadap nilai buku

26
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Analisis rasio keuangan adalah analisis kuantitatif yang digunakan
untuk mengevaluasi berbagai aspek kinerja operasi dan keuangan
perusahaan berdasarkan informasi yang terdapat dalam laporan
keuangan perusahaan.
2. Adapun komponen laporan keuangan bank syariah yang lengkap
dianataranya adalah neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas,
laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan dana investasi terikat,
laporan sumber dan pengguna dana ZIS, laporan sumber dan
penggunaan dana kebajikan, dan catatan atas laporan keuangan.
3. Berdasarkan sumbernya, rasio keuangan dibedakan menjadi tiga yaitu
rasio-rasio neraca (balance sheet ratio), rasio-rasio laporan rugi-laba
(income statement ratio) dan rasio-rasio antar laporan (intern statement
ratio).

27
DAFTAR PUSTAKA

Ikit, S.E., M.E.I. 2015. Akuntansi Penghimpunan Dana Bank Syariah.


Yogyakarta : CV Budi Utama
Kasmir. 2009. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Prenada media Group.

28