Anda di halaman 1dari 2

Moh Alifandra A.

R permukaan jaringan dan adanya


saliva enzim pencernaan, seperti
40617062
amilase, dan lipase, membantu dan
Halaman 103 memulai memfasilitasi pengunyahan,
deglutition, dan pencernaan.
Pelumasan permukaan juga penting
Ringkasan Saliva memiliki banyak dalam melindungi mukosa dari
fungsi penting, beberapa diantaranya trauma mekanis dan meningkatkan
tidak berfungsi dengan baik sehingga fungsi reseptor pengecap. Buffer
aliran saliva menurun. Spektrum yang saliva, enzim, dan antibody
luas dari kondisi patologis, termasuk memberikan perlindungan terhadap
inflamasi, infeksius, dan neoplastic, mikroorganisme, karies, dan
mempengaruhi kelenjar ludah mayor demineralisasi email gigi.
dan minor, sehingga menyebbkan
morbiditas yang signifikan dan
berkurangnya kualitas hidup pasien. Berbagai kondisi patologis, termasuk
Bab ini memberikan tinjauan kondisi inflamasi, infeksius, dan neolastik,
yang mempengaruhi kelenjar ludah, mempengaruhi kelenjar ludah mayor
dengan perhatian pada bentukan yang dan minor, yang menghasilkan
lebih umum yang mungkin akan morbiditas yang berpotensi signifikan
ditemui dalam praktik klinis Bersama dan berkurangnya kualitas hidup dari
dengan pedoman pengobtan praktis pasien. Pemahaman tentang anatomi
yang relevan. dan fisiologis sangat membantu
dalam mengenali secara akurat dan
pengobatan dalam kondisi ini.
Kata kunci: Saliva, Mucocele,
Ranula, Mylohyoid muscle, Mucus
retentioncyst, Sialadenitis, 8.2. Mucus Extravasation and
Sialolithiasis, Sialagogue, Retention Phenomena
Lymphoma, Radiation therapy,
8.2.1 Mucocele
Osteoradionecrosis, Radioactive
iodine, Neoplasia, Pleomorphic Pecahnya saluran kelenjar udah
adenoma, Warthin tumor, minor, aling sering pada aspek dalam
Mucoepidermoid carcinoma, bibir bawah, dapat menyebabkan
Adenoid cystic carcinoma, Acinic cell ekstravasasi mucin ke jaringan
carcinoma, Polymorhous low-grade sekitarnya (Gambar 8.1). Biasanya
carcinoma. tidak ada reaksi yang jelas meskipun
pasien dapat mengingat peristiwa
terjadinya trauma kecil (seperti
8.1. Pendahuluan menggigit bibir) penampilan
sebelumnya. Lesi ini biasanya tidak
Saliva memiliki banyak fungsi nyeri, berbentuk kubah, dan
penting, beberapa diantaranya tidak berfluktuasi; mereka tampak
berfungsi dengan baik sehingga aliran berwarna biru sekunder dengan
saliva menjadi menurun. Pelumasan
adanya mucin dibawah mukosa
(Gambar 8.2). terdapat subjek pada
trauma local yang berulang saat
pertama kali terbentuk, terutama jika
berukuran besar atau tebal, dan
ukurannya akan semakin meningkat
pada saat waktu makan. Kejadian
secara tidak umum terdapat pada
palatum;lesi ini tmuncul dengan
ukuran kecil, bentukan vesiklar yang
berwarna bening mudah pecah dan
terasa sakit (Gambar 8.3). Mucoceles
kadang-kadang sembuh dengan
sendirnya, dan biasanya
membutuhkan eksisi bedah.