Anda di halaman 1dari 30

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn.S TERUTAMA An.

A
DENGAN MASALAH UTAMA ISPA DI PEKON PANDANSARI
KECAMATAN SUKOHARJO

LAPORAN STUDI KASUS

OLEH :
MARDIANA RAZZULKA, S.Kep
NIM : 149012017118

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)


MUHAMMADIYAH PRINGSEWU – LAMPUNG
PROGRAM PROFESI NERS
2017
LAPORAN PENDAHULUAN KELUARGA

A. Latar Belakang
1. Karakteristik Keluarga
Keluarga Tn.S merupakan salah keluarga binaaan dalam asuhan
keperawatan keluarga dan merupakan tipe keluarga nuclear family
(keluarga inti) yang teridiri dari ayah, ibu dan 2 orang anak. Hasil
observasi penulis pada keluarga Tn.S ditemukan bahwa ada salah satu
anggota keluarga yang mengalami batuk pilek yaitu An.A yang diderita
sejak 3 hari yang lalu.

2. Data yang Perlu Dikaji Lebih Lanjut


Data yang perlu dikaji pada asuhan keperawatan keluarga Tn.S yaitu
meliputi pemeriksaan fisik persistem atau head to toe, keadaan lingkungan
dan riwayat penyakit keluarga. Pengumpulan data yang dilakukan pada
keluarga Tn.S, adalah dengan cara :
a. Wawancara : yang berkaitan dengan hal-hal yang perlu diketahui baik
aspek fisik, mental, sosial, budaya, ekonomi, kebiasaan dan
lingkungan
b. Pengamatan : dilakukan terhadap hal yang tidak perlu ditanyakan
karena sudah dianggap cukup melalui pengamatan saja seperti ventilasi
penerangan kebersihan dan sebagainya
c. Studi dokumentasi : studi berkaitan dengan perkembangan data-data
yang ditemukan pada keluarga.

3. Masalah Keperawatan Keluarga


Masalah keperawatan keluarga yang ada pada keluarga Tn.S adalah ISPA
yang terjadi pada An.A.
B. Proses Keperawatan
1. Diagnosa Keperawatan Keluarga
Diagnosa keperawatan merupakan kumpulan pernyataan, uraian dari hasil
wawancara, pengamatan langsung dan pengukuran dengan menunjukan
status kesehatan mulai dari potensial, resiko tinggi, sampai masalah aktual.
(Setiawati, 2012).
a. Tipe dari komponen keperawatan keluarga
1) Masalah keperawatan aktual
2) Masalah keperawatan risiko tinggi
3) Masalah keperawatan potensial/sejahtera.
b. Menetapkan Etiologi
Etiologi diangkat dari lima tugas keluarga, antara lain :
1) Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
2) Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan
3) Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
4) Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan
5) Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan.
c. Skoring / Prioritas Masalah
Prioritas masalah didasari atas 3 komponen
1) Kriteria penilaian
a) Sifat masalah terdiri atas :
(1) Aktual nilai 3
(2) Risiko tinggi nilai 2
(3) Potensial nilai 1
Pembenaran mengacu pada masalah yang sedang terjadi
baru menunjukkan tanda dan gejala atau dalam kondisi
sehat
b) Kemungkinan masalah untuk diubah
(1) Mudah nilai 2
(2) Sebagian nilai 1
(3) Tidak dapat nilai 0
Pembenaran mengacu pada pengetahuan keluarga, sumberdaya
keluarga, sumberdaya perawat, sumberdaya lingkungan
c) Potensial masalah untuk dicegah
(1) Tinggi nilai 3
(2) Cukup nilai 2
(3) Rendah nilai 1
Pembenaran mengacu berat ringannya masalah, jangka waktu
terjadi masalah, tindakan yang akan dilakukan, kelompok
resiko tinggi yang bias dicegah.
d) Menonjolnya masalah
(1) Segera diatasi nilai 2
(2) Tidak segera diatasi nilai 1
(3) Tidak dirasakan ada masalah nilai 0
Pembenaran mengacu kepada persepsi keluarga terhadap
masalah.
2) Bobot
a) Sifat masalah bobot 1
b) Kemungkinan masalah untuk diubah dengan bobot 2
c) Potensial masalah untuk dicegah dengan bobot 1
d) Potensial masalah dengan bobot 1
3) Pembenaran
a) Alasan penentuan sub kriteria
b) Dampak terhadap kesehatan keluarga
c) Ditunjang dari hasil pengkajian.
4) Cara Perhitungan
a) Skor / angka tertinggi dikalikan bobot
b) Jumlahkan skor
c) Skor tertinggi menjadi masalah prioritas.
Tabel 1 Prioritas Masalah

No Kriteria Nilai Bobot Pembenaran

1 Sifat masalah
- Aktual 3
- Risiko 2 1
- Potensial 1

2 Kemungkinan masalah untuk di ubah


- Mudah 2
2
- Sebagian 1
- Tidak dapat 0
3 Potensial masalah untuk di cegah
- Tinggi 3
1
- Cukup 2
- Rendah 1
4 Menonjolnya masalah
- Segera diatasi 2
1
- Tidak segera diatasi 1
- Tidak dirasakan ada masalah 0

Score
Cara Perhitungan : x Bobot
Angka Tertinggi
(Suprajitno, 2010).

2. Tujuan Umum
Penulis mampu menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada
keluarga Tn.S dengan masalah utama ISPA secara komprehensif meliputi
aspek biopsikososial spiritual dan kultural melalui pendekatan proses
keperawatan.

3. Tujuan Khusus
a. Keluarga mampu menganal masalah ISPA yaitu penyakit infeksi akut
yang menyerang salah satu bagian atau lebih pada saluran napas yang
dimulai dari hidung (saluran atas), hidung alveoli (saluran bawah),
termasuk jaringan adneksanya seperti : sinus, rongga telinga tengah.\
b. Keluarga mampu menyebutkan 5 dari 7 penyebab penyakit ISPA yaitu
umur kurang dari 2 bulan/balita, belum imunisasi lengkap, kurang gizi,
tinggal di lingkungan yang tidak sehat, berat badan lahir rendah
(BBLR), tidak mendapat ASI dan polusi udara.
c. Keluarga dapat menyebutkan 4 dari 7 tanda dan gejala penyakit ISPA
yaitu sakit tenggorokan, bersin-bersin, demam/menggigil, sakit kepala,
batuk, pilek dan kesulitan bernapas atau sesak napas.
d. Keluarga mampu mengetahui perawatan ISPA di rumah yaitu
tingkatkan pemberian makanan bergizi dan tetap beri ASI (bila
penderita berumur < 2 tahun), beri minum lebih banyak dari biasanya,
bila telah panas, kompres dengan air dingin dan jangan pakaikan
selimut tebal atau pakaian tebal, jika hidung penderita tersumbat
karena pilek, bersihkan lubang hidungnya dengan sapu tangan bersih
dan keluarga mampu membuat obat tradisional ISPA yaitu campuran 1
sendok makan jeruk nipis ditambah 1 sendok makan kecap atau madu,
berikan 3-4 kali sehari.
e. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang
ada disekitarnya.

C. Implementasi Tindakan Keperawatan


1. Metode : Ceramah, diskusi
dan demonstrasi
2. Media dan alat : Leaflet, lembar balik
dan benda asli
3. Waktu dan tempat : Jum’at, 6 Oktober 2017 di
kediaman Tn.S

D. Kriteria Evaluasi
1. Kriteria Struktur :
a. Mengadakan kontrak dengan peserta
b. Ketersediaan media dan alat sesuai dengan rencana.
2. Kriteria Proses :
a. Peserta mengetahui maksud dan tujuan
b. Pelaksanaan intervensi sesuai dengan alokasi waktu
c. Peserta mengikuti kegiatan secara aktif dan kooperatif
d. Mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan pada keluarga
Tn.S dengan baik secara komprehensif melalui 5 tugas keperawatan
keluarga.
3. Kriteria Hasil :
a. 65% keluarga mampu menjelaskan pengertian ISPA
b. 70% keluarga mampu menyebutkan penyebab ISPA
c. 55% keluarga mampu menyebutkan tanda dan gejala ISPA
d. 65% keluarga mampu menjelaskan cara merawat penderita ISPA di
rumah
e. 75% keluarga mampu membuat obat tradisional ISPA
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn.S TERUTAMA An.A
DENGAN MASALAH UTAMA ISPA DI PEKON PANDANSARI
KECAMATAN SUKOHARJO

I. PENGKAJIAN
A. DATA UMUM
1. Nama Keluarga (KK) : Tn.S
2. Jenis Kelamin : Laki-laki
3. Tempat, Tanggal Lahir : Sukoharjo, 14 Desember
1973
4. Pendidikan Terakhir : SD
5. Alamat dan Telp. : Pandansari /
085368637491
6. Komposisi Keluarga :
N Hub dg Pendidika
Nama JK TTL
o Keluarga n Terakhir
1 Ny.T P Istri Pandansari, SMP
10-06-1975
2 An.D P Anak Pandansari, SD
07-03-2004
3 An.A L Anak Pandansari, -
15-06-2013

Genogram
Keterangan :
= Laki-Laki
= Perempuan
= Meninggal
= Klien
= Tinggal Satu Rumah
= Garis Pernikahan
= Garis Keturunan

7. Tipe Keluarga
Tipe keluarga Tn.S adalah nuclear family (keluarga inti) dimana
terdiri dari ayah, ibu dan anak.

8. Suku Bangsa
Suku Tn.S adalah Jawa, Bahasa yang digunakan sehari-hari di
rumah adalah bahawa Jawa, di dalam keluarga tidak ada
kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan keluarga, atau
kesehatan keluarga dipengaruhi oleh budaya modern dan suku
tidak berpengaruh terhadap kesehatan anggota keluarga.
Keluarga mengatakan jika anggota keluarga ada yang sakit selalu
memanfaatkan fasilitas kesehatan modern seperti mantri dan
puskesmas.

9. Agama
Dalam keluarga Tn.S seluruh anggota keluarga beragama Islam,
tidak ada perbedaan anggota keluarga dalam menganut agama
dan dalam praktik ibadah. Keluarga menjalankan sholat 5 waktu
dan agama Islam dijadikan keyakinan atau nilai yang
mempengaruhi kehidupan keluarga.
10. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Dalam keluarga Tn.S memiliki penghasilan + 1.200.000 per bulan
yang diperoleh dari suami yang berkerja sebagai seorang buruh
pembuat genteng, Tn.S mengatakan penghasilan selama ini
dirasakan keluarga kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari, Tn.S mengatakan tidak memiliki tabungan.

11. Aktivitas Rekreasi Keluarga


Keluarga menyatakan tidak mempunyai kebiasaan untuk
berekreasi, waktu luang dimanfaatkan untuk istirahat di rumah.
Keluarga Tn.S sudah merasa senang dengan berkumpul dan
bercerita dengan menonton TV.

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tahap perkembangan keluarga Tn.S  adalah tahap perkembangan

keluarga   dengan   anak   sekolah.   Tahap   ini   dimulai   saat   anak

berumur   6   tahun   (mulai   sekolah)   dan   berakhir   pada   saat   anak

berumur   12   tahun.   Tugas   keluarga   adalah  membantu


sosialisasi anak dengan tetangga, sekolah dan
lingkungan, mempertahankan keintiman pasangan
dan memenuhi kebutuhan dan biaya kehidupan yang
semakin meningkat, termasuk kebutuhan untuk

meningkatkan kesehatan anggota keluarga. Pada tahap

ini   anak   perlu   berpisah   dengan   orang   tua,   memberi   kesempatan

pada   anak   untuk   nbersosialisasi   dalam   aktivitas   baik   di   sekolah

maupun di luar sekolah.

2. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi


Memenuhi kebutuhan yang meningkat termasuk biaya kehidupan

dan   kesehatan   anggota   keluarga.  Ny.T  mengatakan   bahwa

kebutuhan kehidupan sehari hari sangat pas pasan namun jika ada

keperluan atau kebutuhan lain yang mendadak yang membutuhkan

biaya lebih maka keluarga Tn.S meminjam kepada saudara lainnya.

Untuk masalah kesehatan keluarga Tn.S  telah mendapat jaminan

kesehatan namun masih ada rasa cemas dikeluarga Tn.S  jika ada

salah satu anggota keluarga yang sakit, maka keluarga Tn.S belum
mampu membiaya diluar jaminan kesehatan keluarga yang mereka

miliki.

3. Riwayat Keluarga Inti


Dalam keluarga Tn.S  dan Ny.T  menikah dengan rasa suka sama

suka, tidak ada paksaan dari orang tua dan dalam status bujang dan

gadis.

4. Riwayat Kesehatana Keluarga Sebelumnya


Keluarga mengatakan dalam keluarganya baik dari ayah atau ibu

tidak   ada   yang   memiliki   penyakit   keturunan   seperti  diabetes

melitus  dan   hipertensi.   Dalam   keluarga   Tn.S  dan   Ny.A  tidak

mempunyai riwayat kawin cerai.

C. KEADAAN LINGKUNGAN
1. Karakteristik Rumah
Rumah yang ditempati Tn.S merupakan milik sendiri tipe
perumahan permanen, dengan luas bangunan 9 x 13 M 2, yang
terdiri dari 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga dan satu
ruang dapur. Setiap ruangan digunakan sebagaimana mestinya
secara optimal, peletakan perabot rumah tangga tertata rapi
lantainya bersih, dengan pencahayaan yang baik serta sistem
sirkulasi udara atau ventilasi yang cukup. Keluarga memiliki
jamban sendiri dengan jenis jamban leher angsa, dalam keadaan
bersih dan tempat pembuangan air limbah dipenampungan sendiri.
Denah rumah skala 1 : 3

2. Mobilitas Geografis Keluarga


Keluarga Tn.S mengatakan tinggal sudah dari kecil dan tidak
pernah berpindah-pindah tempat tinggal.

3. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat


Tn.S   melakukan   sosialisasi   dengan   masyarakat   yaitu   dengan

mengikuti   kegiatan   seperti   pengajian   rutin   dan   arisan.   Interaksi

keluarga dengan masyarakat cukup baik dan dekat, karena keluarga

sudah lama tinggal di masyarakat setempat.

4. Sistem Pendukung Keluarga


Di dalam keluarga mempunyai sistem pendukung dari
pemerintah yaitu BPJS dan Kartu Indonesia Sehat.

D. STRUKTUR KELUARGA
1. Pola Komunikasi Keluarga
Semua anggota keluarga menggunakan komunikasi terbuka, bila
ada masalah dibicarakan bersama. Anggota keluarga berhak
mengutarakan pendapat tetapi yang lebih dominan dalam berbicara
yaitu Tn.S, interaksi antar anggota keluarga berlangsung dengan
baik.

2. Struktur Peran Keluarga


Tn.S adalah kepala keluarga dan bekerja sebagai buruh genteng.

Tn.S mengatakan tidak pernah mempermasalahkan peran istrinya

sebagai ibu rumah tangga, karena Tn.S tahu bahwa tugas seorang

istri adalah mengurus keluarga bukan mutlak mencari nafkah. Ny.T

adalah   seorang   ibu   rumah   tangga,   Ny.T   tidak   pernah

mempersalahkan   perannya,   ia   sangat   bangga   terhadap   suaminya

sebagai   kepala   keluarga   karena   biasa   memenuhi   kebutuhan

keluarga baik material maupun spiritual.

3. Nilai dan Norma Keluarga


Keluarga   Tn.S  menerapkan   aturan­aturan   sesuai   dengan   ajaran

islam, dan menerapkan disiplin untuk belajar rutin. Aturan­aturan

yang berkaitan dengan agama islam yaitu selalu beribadah tapat

waktu.

E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Selama   ini   hubungan   dalam   keluarga   harmonis,   dalam   anggota

keluarga   Tn.S  saling   menyayangi   satu   sama   lain,   jika   dalam

keluarga   mendapat   masalah   atau   menderita   sakit   mereka   saling

membantu.

2. Fungsi Sosial
Ny.T mengatakan bahwa sosialisasi antara dirinya dan lingkungan

dirasakan sangat  baik, menurutnya dirinya memiliki cukup waktu

untuk   ngobrol­ngobrol   atau   berinteraksi   dengan   tetangga   sekitar

rumahnya.   Tn.S  jarang   kumpul­kumpul   dengan   tetangga   karena

tidak   memiliki   cukup   waktu   dikarenakan   setiap   harinya   pun

bekerja.   Namun   Tn.S  bila   ada   kegiatan   kerja   bakti,   maka   Tn.S

selalu mengkuti kerja bakti sampai selesai. Setiap perayaan lomba
17   agustusan,   An.D  selalu   ikut   dalam   perlombaan   walau   jarang

memenangkan   lomba.   Sesekali   An.D  bergaul   dengan   temannya,

namun jika pulang sekolah, An.D langsung pulang dan istirahat di

rumah. Ny.T tidak melarang anaknya untuk bergaul dengan teman­

teman   sekolah   atau   tetangga.   Ketika   perawat   melakukan

pengkajian   tampak   An.D  pulang,   sehabis   bermain   dengan

temannya.

3. Fungsi Perawatan Kesehatan


Bila ada anggota keluarga yang menderita sakit biasanya dibelikan
obat di warung bila tidak sembuh baru dibawa ke fasilitas
kesehatan (Puskesmas).

4. Fungsi Reproduksi
Dalam keluarga Tn.S mengatakan ingin memiliki anak lagi karena
dengan jumlah 2 anak belum cukup. Saat ini Ny.T saat ini
menggunakan alat kontrasepsi yaitu KB suntik.

5. Fungsi Ekonomi
Dalam   keluarga   yang   mencari   nafkah   Tn.S,   penghasilan   yang

dihasilkan  +  1.200.  000/hari yang diperoleh dari  bekerja sebagai

buruh pembuat genteng. Ny.T mengatakan penghasilan selama ini

dirasakan   keluarga  belyum  cukup   untuk   memenuhi   kebutuhan

sehari­hari   keluarganya,   Tn.S  mengatakan   tidak   mempunyai

tabungan.
F. Stress dan Koping Keluarga
1. Stressor Jangka Pendek
Sementara tidak mempunyai masalah berat, hanya An.A sedang
batuk pilek dan Ny.T yang mengalami penyakit darah tinggi atau
hipertensi sejak 1 minggu yang lalu.

2. Stressor Jangka Panjang


Keluarga Tn.S memikirkan masalah biaya untuk hidup dan
keinginan untuk menyekolahkan anak-anaknya setinggi-tingginya.

3. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Stressor


Keluarga menganggap ujian atau masalah yang dihadapi adalah
ujian/cobaan dari Tuhan.

4. Strategi Koping yang Digunakan Keluarga


Bila ada masalah Tn.S dengan Ny.T selalu membicarakan satu
sama lain untuk mencari jalan keluar.

5. Strategi Koping Disfungsional


Keluarga tidak pernah menggunakan strategi adaptasi
disfungsional meskipun dalam kondisi yang parah.

G. Harapan Keluarga
Harapan   keluarga   terhadap   petugas   kesehatan   adalah   keluarga

mengatakan   merasa   sangat   senang   dengan   kehadiran   perawat   dan

berharap dapat membantu keluarga memecahkan masalah kesehatan

yang sedang dihadapi.
H. Pemeriksaan Fisik
N TD Nadi Nafas Suhu BB TB
Nama
o (mmHg) (x/menit) (x/menit) (0C) (kg) (cm)
1 Tn.S 130/80 80 20 36 65 160
Pemeriksaa Jantung : Bunyi jantung normal (lup dup)
n Fisik Paru-paru : Bentuk dada simetris, suara nafas vesikuler, tidak
terdapat nyeri tekan
Abdomen : Tidak terdapat nyeri pada area abdomen, bising
usus 17 x/menit
Ekstremitas : Tidak terdapat gangguan pergerakan, tidak ada
nyeri sendi, reflek patela positif (+), tidak ada
varises
Kulit : Warna kulit sawo matang, temperatur kulit
hangat, kulit elastis, tidak ada kelembaban, tidak
ada lesi
2 Ny.T 150/100 100 28 36,2 45 152
Jantung : Bunyi jantung normal (lup dup)
Paru-paru : Bentuk dada simetris, suara nafas vesikuler, tidak
terdapat nyeri tekan
Abdomen : Tidak terdapat nyeri pada area abdomen, bising
usus 20 x/menit
Ekstremitas : Tidak terdapat gangguan pergerakan, tidak ada
nyeri sendi, reflek patela positif (+), tidak ada
varises
Kulit : Warna kulit sawo matang, temperatur kulit
hangat, kulit elastis, tidak ada kelembaban, tidak
ada lesi
3 An.D - 88 16 36,4 30 145
Jantung : Bunyi jantung normal (lup dup)
Paru-paru : Bentuk dada simetris, suara nafas vesikuler, tidak
terdapat nyeri tekan
Abdomen : Tidak terdapat nyeri pada area abdomen, bising
usus 18 x/menit
Ekstremitas : Tidak terdapat gangguan pergerakan, tidak ada
nyeri sendi, reflek patela positif (+), tidak ada
varises
Kulit : Warna kulit sawo matang, temperatur kulit
hangat, kulit elastis, tidak ada kelembaban, tidak
ada lesi
4 An.A - 110 14 35,4 12 88
Jantung : Bunyi jantung normal (lup dup)
Paru-paru : Bentuk dada simetris, suara nafas wheezing, tidak
terdapat nyeri tekan
Abdomen : Tidak terdapat nyeri pada area abdomen, bising
usus 17 x/menit
Ekstremitas : Tidak terdapat gangguan pergerakan, tidak ada
nyeri sendi, reflek patela positif (+), tidak ada
varises
Kulit : Warna kulit sawo matang, temperatur kulit
hangat, kulit elastis, tidak ada kelembaban
II. ANALISA DATA

Data Masalah Keperawatan


DS : Penurunan status
- Keluarg kesehatan An.A yang
a mengatakan anaknya batuk pilek menderita ISPA
dirasakan sejak 3 hari yang lalu
- Keluarg
a mengatakan batuk yang dirasakan
An.A pada pagi hari
- Keluarg
a mengatakan An.A kalau batuk
tenggorokannya terasa panas

DO :
- An.A terlihat batuk batuk
- Terdapat secret pada hidung
- RR : 14 x / menit
- Suara napas wheezing
- Pernapasan cuping hidung

DS: Penurunan status


- Ny.T mengatakan nyeri pada tengkuk kesehatan Ny.T yang
- Ny.T mengatakan nyeri setelah terlalu menderita hipertensi
banyak beraktifitas dan stress
- Ny.T mengatakan nyeri seperti tertimpa
benda berat
- Ny.T mengatakan lamanya nyeri yang
dirasakan + 1-2 jam.
- Ny.T mengatakan pandangan mata kabur
memiliki riwayat hipertensi sejak 6 tahun
yang lalu.

DO :
- TD: 150/100 mmHg
- RR: 28 x / menit
- S: 36,2o C
- N: 100 x/ menit

III. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Penurunan status kesehatan An.A yang menderita ISPA
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
2. Penurunan status kesehatan Ny.T yang menderita hipertensi
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
IV. PENILAIAN (SKORING) DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Penurunan status kesehatan An.A yang menderita ISPA
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
No Kriteria Bobot Skor Pembenaran
1 Sifat masalah Masalah sudah terjadi pada
Skla
Aktual :3 3 An.A seperti batuk pilek
1 x 1=1
Resiko :2 3 pada pagi hari dan RR : 14
Potensial :1
x/menit
2 Kemungkinan masalah untuk Penyebab ISPA adalah
diubah faktor lingkungn kotor
Mudah :2
seperti debu dan asap rokok.
Sebagian :1
Tidak dapat :0 2
2 x 2=2 Dengan tahu cara perawatan
2 masalah dapat teratasi
terutama keluarga Tn.S
sudah memanfaatkan
fasilitas kesehatan
3 Potensial masalah untuk Waktu terjadinya ISPA
dicegah belum lama, tetapi keluarga
Tinggi :3
belum tahu tentang tanda
Cukup :2
Rendah :1 2 2 dan gejala, penyebab serta
1 x 1=
3 3 perawatan sehingga
membutuhkan informasi
secara jelas tenang
perawatan ISPA
4 Menonjolnya masalah Masalah ini harus segera
Segera ditangani :2 2
1 x 1=1 ditangani agar tidak timbul
Tidak segera ditangani :1 2
Masalah tidak dirasakan :0 masalah lain
2
Jumlah 4
3
2. Penurunan status kesehatan Ny.T yang menderita hipertensi
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
No Kriteria Bobot Skor Pembenaran
1 Sifat masalah Masalah sudah terjadi.pada
Skla
Ny.T sejak 1 minggu yang
Aktual :3 3
Resiko :2 1 x 1=1 lalu hal dibuktikan dengan
Potensial :1 3
nyeri di bagian tengkuk, TD:
150/100 mmHg
2 Kemungkinan masalah untuk Kemungkinan masalah
diubah untuk diubah sebagian
Mudah :2
Sebagian :1 1 karena Ny.T ada niat untuk
2 x 2=1
Tidak dapat :0 2 memeriksakan kesehatannya
namun masih terhambat oleh
biaya.
3 Potensial masalah untuk dicegah Potensial masalah untuk
Tinggi :3
dicegah rendah hal itu
Cukup :2
Rendah :1 disebabkan karena Ny.T
1 1
1 x 1= menderita hipertensi sejak
3 3
lama dan Ny.T belum pernah
memeriksakan kesehatannya
ke pelayanan kesehatan
4 Menonjolnya masalah Masalah ini segera ditangani
Segera ditangani :2 2
1 x 1=1 agar tidak timbul masalah
Tidak segera ditangani :1 2
Masalah tidak dirasakan :0 lain
1
3
3
V. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Penurunan status kesehatan An.A yang menderita ISPA
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
2. Penurunan status kesehatan Ny.T yang menderita hipertensi
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit

Pringsewu, Oktober 2017


Mahasiswa,

Mardiana Razzulka, S.Kep


NIM : 149012017118
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Diagnosa Keperawatan NOC NIC
No Batasan Karakteristik Dx.
Kode Hasil Kode Intervensi Kode
Keperawatan
1 - Keluarga tidak Penurunan status 00080 Keluarga mampu 1831 - Keluarga mampu 5510
mampu menghindari kesehatan An.A mengenal masalah mengenal masalah
faktor risiko yang menderita tentang pengetahuan kesehatan tentang
- Keluarga tidak ISPA tentang penyakit ispa pengertian,
mampu melakukan ketidakmampua penyeba, tanda
perawatan n keluarga dan gejala,
- Keluarga tidak merawat anggota perawatan ISPA
mengetahui tentang keluarga yang
penyebab dan tanda sakit
gejala penyakit
- Keluarga tidak
mengetahui dampak
penyakit
- Keluarga tidak
mampu memodifikasi
lingkungan yang
aman bagi klien
- Data yang
mendukung
manifestasi klinis
peyakit (seperti nyeri,
gangguan sistem, dll)
- Keluarga mampu 1606 - Keluarga yang 5250
memutuskan untuk sakit, membantu
merawat, diri sendiri
meningkatkan atau membangun
memperbaiki kekuatan,
kesehatan beradaptasi
- Berpartisipasi dalam 2202 dengan perubahan
memutuskan fungsi atau
perawatan kesehatan mencapai fungsi
- Kesiapan care giver 1700 yang lebih tinggi
dalam perawatan di - Dukungan 5270
rumah membuat
- Kepercayaan keputusan
kesehatan - Dukugan 7040
- Partisipasi keluarga 2605 emosional
dalam perawatan - Dukungan care 5310
profesional giver
- Keluarga mampu 1622 - Keluarga mampu 1100
merawat anggota merawat anggota
keluarga untuk keluarga yang
meningkatkan atau sakit dan
memperbaiki memberikan
kesehatan dukungan dalam
- Perilaku 2205 meningkatkan
menigkatkan status kesehatan
kesehatan - Proses 7130
- Kemampuan pemeliharaan
keluarga keluarga
memberikan - Dukungan 7140
perawatan langsung keluarga
- Peningkatan 7110
keterlibatan
keluarga
- Keluarga mampu 1908 - Keluarga mampu 6485
memodifikasi memodifikasi
lingkungan kontrol lingkungan dalam
risiko dan keamanan hal: Manajemen
- Deteksi risiko lingkungan rumah
- Menyiapkan 1910 yang aman,
lingkungan rumah bantuan
yang aman pemeliharaan
rumah
- Manajemen 7180
lingkungan
- Keluarga mampu 1806 - Keluarga mampu 7400
memanfaatkan memanfaatkan
fasilitas kesehatan fasilitas kesehatan
- Pengetahuan tentang 1603 - Panduan pelayanan
sumber kesehaatan kesehatan
- Perilaku mencari - Mengunjungi 7560
pelayanan kesehatan fasilitas kesehatan
- Partisipasi keluarga 2605 - Bantuan Sistem 7400
dalam perawatan kesehatan
keluarga
CATATAN PERKEMBANGAN KEPERAWATAN
KELUARGA KELOLAAN

Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi


Penurunan status TUK I S:
kesehatan An.A yang - Mengucapkan salam - Keluarga menjawab
- Memvalidasi keadaan
menderita ISPA salam
keluarga
ketidakmampuan - Keluarga mengatakan
- Mengingatkan kontrak
keluarga merawat - Menjelaskan tujuan anaknya sudah tidak
- Mengkaji pengetahuan
anggota keluarga yang batuk pilek
keluarga tentang
sakit - Keluarga menyebutkan
penyakit ISPA (Infeksi
pengertian ISPA adalah
Saluran Pernapasan
Infeksi Saluran
Akut yang ditandai
Pernapasan Akut yang
dengan batuk dan
ditandai dengan batuk
pilek)
pilek
- Mengkaji bersama
- Keluarga mengatakan
keluarga tentang
penyebab ISPA pada
penyebab ISPA yaitu :
anak adalah tertular
tertular penderita batuk,
penderita batuk (karna
kurang gizi, dan
teman-teman
lingkungan, tempat
sepermainannya
tinggal yang tidak sehat
- Mendiskusikan banyak yang terkena
bersama keluarga batuk pilek),
mengenai tanda-tanda lingkungan tempat
ISPA, yaitu batuk, tingkat yang tidak
pilek, demam, sehat (sebelum diberi
menggigil, napas sesak penyuluhan keluarga
- Bersama keluarga
jarang membuka
menyimpulkan
jendela)
masalah yang dihadapi
- Keluarga mengatakan
dalam keluarga bahwa tanda-tanda
ISPA yang sering
terjadi pada anaknya
adalah batuk pilek, dan
demam kemudian
diberikan obat penurun
panas
- Keluarga mengatakan
pada anaknya tidak
pernah terjadi sesak
napas
- Keluaarga mengatakan
anaknya sering batuk
pilek

O:
- Keluarga kooperatif
dan aktif dijelaskan
- Keluarga
mendengarkan
penjelasan yang
diberikan
- Keluarga
memperhatikan
- Keluarga dapat
menyebutkan
pengertian ISPA,
penyebab ISPA, dan
tada-tanda ISPA

A:
TUK 1 teratasi

P:
Lanjutkan ke TUK
berikutnya
TUK II S:
- Menjelaskan kepada - Keluarga mengatakan
keluarga akibat lanjut akibat bila ISPA tidak
apabila ISPA tidak segera diobati dapat
diobati yaitu : menyebabkan
gangguan kematian
pertumbuhan dan - Keluarga mengatakan
perkembangan, akan merawat anggota
kematian bila batuk dan pilek
- Mendiskusikan
sesuai dengan anjuran
dengan keluarga
dan merasa kasihan
tentang keinginan
bila anaknya sakit
keluarga untuk
batuk pilek
merawat anggota
keluarga dengan ISPA
O:
- Keluarga
mendengarkan
penjelasan yang
diberikan
- Keluarga kooperatif dan
aktif saat dijelaskan
- Keluarga dapat
menyebutkan akibat
lanjut dan bila ISPA
tidak diobati
A:
TUK 2 teratasi

P:
Lanjutkan ke TUK
berikutnya
TUK III S:
- Menjelaskan dengan - Keluarga mengatakan
keluarga tentang cara mencegah ISPA
pencegahan ISPA : yaitu dengan
jauhkan dari menjauhkan dari
penderita batuk, penderita batuk, pilek,
makan makanan makanan bergizi serta
bergizi tiap hari, lingkungan rumah
jagalah kebersihan yang bersih
lingkungan, makanan - Keluarga mengatakan
dan tubuh jika pilek hidungnya
dibersihkan dengan
kain bersih

O:
- Keluarga
mendengarkan saat
dijelaskan tentang
pencegahan dan
perawatan anak dengan
ISPA
- Keluarga
mendengarkan saat
dijelaskan tentang
pencegahan dan
perawatan anak dengan
ISPA
- Keluarga mampu
menyebutkan cara
pencegahan ISPA
- Keluarga mampu
menjelaskan cara
pencegahan ISPA

A:
TUK 3 teratasi

P:
Lanjutkan ke TUK
berikutnya
TUK IV S:
- Mendemonstrasikan - Kelurga mengatakan
cara membuat pernah mencoba
tradisional membuat obat
- Memberikan
tradisional
kesempatan pada
keluarga untuk
O:
mencoba membuat
- Keluarga
obat tradisional
mendemonstrasikan
dengan perbandingan
pembuatan obat
jeruk nipis dengan
tradisional
kecap manis 1:1
- Keluarga mampu
- Mengkaji
mendemonstrasikan
kemampuan keluarga
pembuatan obat
membershikan
tradisional
lingkungan yang
bersih, pintu dan
A:
jendela dibuka
TUK 4 teratasi

P:
- Lanjutkan ke TUK
berikutnya
TUK V S:
Mengkaji tentang - Keluarga mengatakan
pengetahuan keluarga bila kondisi anaknya
menyebutkan manfaat bertambah parah maka
pelayanan kesehatan akan segera dibawa ke
klinik terdekat agar
diberi obat

O:
- Keluarga kooperatif
dan aktif saat
dijelaskan

A:
TUK 5 teratasi

P:
Ingatkan kembali untuk
membawa anaknya ke
fasilitas kesehatan bila
bertambah parah