Anda di halaman 1dari 8

TUGAS AKHIR MODUL6

Setelah Bapak/Ibu mendalami Kegiatan Belajar 1 sampai dengan Kegiatan


Belajar 4, tentunya Bapak/Ibu memiliki keinginan bagaimana menerapkan
konsep-konsep tersebut kan? Bersama tugas ini, Bapak/Ibu diharapkan
melakukan sebagai berikut:
1. Pilihlah dua Kompetensi Dasar sesuai mata pelajaran yang Anda ajarkan.
Kembangkan soal tes tertulis bentuk pilihan ganda (lima alternative jawaban)
untuk mengukur penguasaan kognitif siswa terhadap materi kedua KD tersebut.
KISI-KISI SOAL
Jenjang Pendidikan : SMA Muhammadiyah
Mata Pelajaran : Kimia
Kurikulum : 2013
Kelas : XII
Jumlah Soal :5
Bentuk Soal : 5 pilihan ganda

Kelas Level Bentuk No.


Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal
Kognitif Soal Soal

Menganalisis XII Sifat Diberikan data C4 PG 1


penyebab adanya koligatif beberapa larutan
fenomena sifat larutan dengan memiliki
koligatif larutan konsentrasi yang
pada penurunan berbeda, siswa dapat
tekanan uap, membandingkan
kenaikan titik didih, larutan yang memiliki
penurunan titik titik beku paling rendah
beku dan tekanan dengan benar
osmosis. Diberikan data massa C2 PG 2
zat, siswa dapat
menghitung penurunan
tekanan uap dengan
benar
Kelas Level Bentuk No.
Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal
Kognitif Soal Soal

Menerapkan XII Hukum Diberikan 2 jenis C2 PG 3


larutan yang diukur
hukum/aturan faraday
pada arus listrik yang
dalam perhitungan sama, siswa dapat
menghitung atom
terkait sel
relative suatu unsur
elektrokimia dengan benar
Diberikan data massa C2 PG 4
suatu logam, siswa
dapat menghitung
jumlah arus listrik yang
diperlukan
Diberikan data massa C2 PG 5
zat, siswa dapat
menghitung volume
yang terjadi pada
anoda dalam keadaan
STP dengan benar

KARTU SOAL

Mata Pelajaran : Kimia Penyusun : Wihdati Suryani, S.Pd


Kls/Smt : XII / 1 Tahun Pelajaran : 2018 / 2019

KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER :


Menganalisis penyebab adanya NO. 1 KUNCI JAWABAN SOAL E
fenomena sifat koligatif larutan SOAL
pada penurunan tekanan uap,
RUMUSAN BUTIR SOAL
kenaikan titik didih, penurunan
titik beku dan tekanan osmosis. Di antara larutan berikut yang memiliki titik beku
MATERI paling rendah adalah ….
A. Na2CO3 0,3 m D. CuSO4 0,2 m
Sifat-sifat koligatif B. CH3COOH 0,5 m E. glukosa 0,8 m
INDIKATOR SOAL C. Mg(NO3)2 0,2 m
Diberikan data beberapa larutan
dengan memiliki konsentrasi
yang berbeda, siswa dapat
membandingkan larutan yang
memiliki titik beku paling rendah
dengan benar

KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER :


Menganalisis penyebab adanya NO. 2 KUNCI JAWABAN SOAL A
fenomena sifat koligatif larutan SOAL
pada penurunan tekanan uap,
RUMUSAN BUTIR SOAL
kenaikan titik didih, penurunan
titik beku dan tekanan osmosis Dilarutkan 1,86 gram glikol (C2H6O2) dalam 90 gram
air, bila tekanan uap air 23,6 mmHg, penurunan
MATERI
tekanan uap jenuh larutan adalah….
Sifat-sifat koligatif
a. 0,14 mmHg
INDIKATOR SOAL b. 23,74 mmHg
c. 23,46 mmHg
Diberikan data massa zat, siswa
dapat menghitung penurunan d. 23,36 mmHg
tekanan uap dengan benar e. 0,24 mmHg

KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER :


Menerapkan hukum/aturan NO. 3 KUNCI JAWABAN SOAL C
dalam perhitungan terkait sel SOAL
elektrokimia
RUMUSAN BUTIR SOAL
MATERI Ke dalam dua sel yang berisi LSO4 dan AgNO3 yang
disusun secara seri dialirkan arus listrik ternyata
Redoks dan sel elektrokimia
diendapkan 3,25 gram logam L, dan 10,8 gram
INDIKATOR SOAL logam Ag(Ar Ag = 108). massa atom relatif L adalah
….
Diberikan 2 jenis larutan yang
diukur pada arus listrik yang A. 32,5 D. 70,5
sama, siswa dapat menghitung B. 63,5 E. 72,0
atom relative suatu unsur C. 65,0
dengan benar
KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER :
Menerapkan hukum Faraday NO. 4 KUNCI JAWABAN SOAL D
untuk elektrolisis larutan SOAL
elektrolit
RUMUSAN BUTIR SOAL
MATERI Pada elektrolisis leburan AlO3 (Ar Al = 27 dan O = 16)
diperoleh logam Al sebanyak 0,225 gram. Jumlah
Hukum faraday
arus listrik yang diperlukan adalah ....
INDIKATOR SOAL A. 221,9 C D. 2.412,5 C
Diberikan data massa suatu B. 804 C E. 8.685 C
logam, siswa dapat menghitung C. 1.025,9 C
jumlah arus listrik yang
diperlukan dengan tepat

KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER :


Menerapkan hukum Faraday NO. 5 KUNCI JAWABAN SOAL A
untuk elektrolisis larutan SOAL
elektrolit
RUMUSAN BUTIR SOAL
MATERI Dalam elektrolisis larutan Cu(NO3)2 dengan
elektroda inert, 1,27 gram Cu (Ar Cu 63,5)
Hukum faraday
diendapkan, volume gas yang dihasilkan di anoda
INDIKATOR SOAL pada 1 atm, 0 oC adalah ….

Diberikan data massa zat, siswa A. 0,224 L


dapat menghitung volume yang B. 0,222 L
terjadi pada anoda dalam C. 0,24 L
keadaan STP dengan benar D. 1,22 L
E. 1,04 L

SOAL
1. Di antara larutan berikut yang memiliki titik beku paling rendah adalah ….
A. Na2CO3 0,3 m D. CuSO4 0,2 m
B. CH3COOH 0,5 m E. glukosa 0,8
C. Mg(NO3)2 0,2 m
2. Dilarutkan 1,86 gram glikol (C2H6O2) dalam 90 gram air, bila tekanan uap air 23,6
mmHg, penurunan tekanan uap jenuh larutan adalah….
A. 0,14 mmHg C. 23,46 mmHg
B. 23,74 mmHg D. 23,36 mmHg
E. 0,24 mmHg
3. Ke dalam dua sel yang berisi LSO4 dan AgNO3 yang disusun secara seri dialirkan
arus listrik ternyata diendapkan 3,25 gram logam L, dan 10,8 gram logam Ag(Ar
Ag = 108). massa atom relatif L adalah ….
A. 32,5 D. 70,5
B. 63,5 E. 72,0
C. 65,0
4. Pada elektrolisis leburan AlO3 (Ar Al = 27 dan O = 16) diperoleh logam Al sebanyak
0,225 gram. Jumlah arus listrik yang diperlukan adalah ....
A. 221,9 C D. 2.412,5 C
B. 804 C E. 8.685 C
C. 1.025,9 C
5. Dalam elektrolisis larutan Cu(NO3)2 dengan elektroda inert, 1,27 gram Cu (Ar Cu
63,5) diendapkan, volume gas yang dihasilkan di anoda pada 1 atm, 0 oC adalah
….
A. 0,224 L D. 1,22 L
B. 0,222 L E. 1,04 L
C. 0,24 L

A. PEDOMAN PENSKORAN
No soal Kunci benar Salah
1 E 20 0
2 A 20 0
3 C 20 0
4 D 20 0
5 A 20 0
SKOR MAKSIMAL 100

Jumlah Skor : 20 x 5 soal = 100


Wihdati Suryani, 18050118710141

2. Jelaskan langkah-langkah dan kaidah-kaidah penulisan soal tes pilihan ganda.


Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda (PG) atau Pedoman Penulisan Soal
Pilihan Ganda (PG)
 dilihat dari Aspek Materi
1. Soal harus sesuai dengan Indikator.
2. Pengecoh berfungsi.
3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling
benar.
 Dilihat dari Aspek Konstruksi
1. Soal harus sesuai dengan indicator
2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis.
3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling
benar.
4. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
5. Pokok soal jangan memberi petunjuk kearah jawaban
6. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “semua pilihan jawaban di
atas” atau “semua pilihan jawaban di atas benar”.
7. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu, disusun berdasarkan
urutan besar kecilnya angka atau secara kronologis.
8. Gambar/Grafis/Tabel dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan
berfungsi.
9. Butir soal jangan bergantung pada soal sebelumnya.
10. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa
Indonesia.
 Bahasa
1. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indoensia.
2. Menggunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dimengerti.
3. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan
satu kesatuan pengertian.
4. Menggunakan istilah baku

Langkah – langkah penyusunan soal :


1. Memahami tujuan
Dengan mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah
tercantum tujuan pembelajaran, materi-materi sesuai Kompetensi Dasar (KD),
dan indikator ketercapain KD maka diharapkan penulisan soal sesuai dengan
tujuan yang akan dicapai.
2. Menentukan Bentuk Pelaksanaan Te
Wihdati Suryani, 18050118710141

Ketika kita ingin memilih bentuk tes pilihan ganda, kita sebaiknya
mempertimbangkan tujuan, karakteristik materi, peserta didik, fasilitas, dan
lainnya.
3. Menyusun kisi-kisi
Kisi-kisi adalah suatu matriks yang dapat dijadikan pedoman dalam menulis atau
merakit soal. Kisi-kisi tes hendaknya memenuhi persyaratan berikut:
1) mewakili isi kurikulum yang akan diujikan,
2) komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami, dan
3) indikator soal harus jelas dan dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal
yang telah ditetapkan
4. Menulis soal
Dalam penulisan soal tes pilihan ganda hendaknya mempertiangkan hal berikut
 memiliki alternative jawaban lebih dari dua. Umumnya alternative jawabannya
4 (empat) atau 5 (lima).
 Soal pilihan ganda terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option).
 Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor
5. Penelaahan butir soal
Butir-butir soal yang sudah ditulis harus ditelaah sebelum digunakan untuk
menga=etahui kualitas soal ditinjau dari substansi materi, konstruksi, dan bahasa
yang digunakan.
6. Uji coba soal
Diperlukan data-data dari lapangan untuk menelah secara empiris. Berdasarkan
analisis data lapangan kita dapat mengetahui seberapa jauh tingkat kualitas soal
terutama menyangkut masalah tingkat kesukaran, daya beda, keberfungsian
pengecoh, validitas, dan reliabilitas.
1) Tingkat Kesukaran
Rentang angka ini adalah 0,00 sampai 1,00. Jika suatu butir soal memiliki
tingkat kesukaran 0,00 berarti butir soal terlalu sukar. Jika butir soal memiliki
tingkat kesukaran 1,00 berarti butir soal terlalu mudah. Rentang tingkat
kesukaran yang dapat digunakan sebagai kriteria adalah: lebih kecil dari 3,00
masuk kategori sukar, antara 0,30 – 0,80 termasuk cukup/sedang, dan lebih
besar dari 0,80 termasuk mudah.
2) Daya Beda
Daya beda butir soal adalah indeks yang menggambarkan tingkat kemampuan
suatu butir soal untuk membedakan kelompok yang pandai dari kelompok
yang kurang pandai dan daya beda butir soal yang dianalisis berdasarkan data
kelompok tertentu belum tentu dapat berlaku pada kelompok yang lain.
3) Keberfungsian Alternatif Pilihan Jawaban
Dalam tes hasil belajar berbentuk objektif dengan model pilihan ganda,
 memiliki (4) empat atau (5) lima alternatif pilihan jawaban dimana salah satu
alternatif jawabannya adalah jawaban yang benar (kunci jawaban).
Wihdati Suryani, 18050118710141

 Alternatif pilihan jawaban yang salah sering disebut dengan istilah


pengecoh (distractor). Pengecoh berfungsi jika paling sedikit 5% dari
peserta tes memilih jawaban tersebut.
4) Omit
Omit adalah proporsi peserta tes yang tidak menjawab pada semua
alternatif jawaban. Butir soal yang baik jika omit paling banyak 10% dari
peserta tes.
5) Validitas
Secara empiris, suatu instrumen dapat dikatakan valid apabila memenuhi
dua criteria, yaitu:
 instrumen tersebut harus mengukur konsep atau variable yang
diharapkan hendak diukur dan harus tidak mengukur konsep atau
variable lain yang tidak diharapkan untuk diukur, dan
 instrumen tersebut dapat memprediksi perilaku yang lain yang
berhubugan dengan variabel yang diukur. Analisis validitas dapat
dilakukan pada dua kawasan yaitu analisis untuk keseluruhan isi
instrumen dan analisis untuk masing-masing butir soal atau tes.
6) Reliabilitas
Makna reliabilitas dapat didekati dengan memperhatikan tiga aspek yang
terkait dengan alat ukur, yaitu: kemantapan, ketepatan, dan homogenitas.
Kemantapan merujuk pada hasil pengukuran yang sama pada pengukuran
berulang-ulang dalam kondisi yang sama. Ketepatan merujuk pada istilah
tepat dan benar dalam mengukur dari sesuatu yang diukur. Artinya,
instrumen tersebut memiliki pernyataan-pernyataan yang jelas, mudah
dimengerti, dan detail. Homogenitas merujuk pada tingkat keterkaitan yang
erat antar unsur-unsurnya.
7. Penyajian tes
Butir-butir soal yang sudah memenuhi persyaratan selanjutnya dengan
memperhatikan identitas soal, petunjuk pengerjaan, urutan nomor soal,
pengelompokkan bentuk-bentuk soal, dan tata letak penulisan.
8. Skoring
Menyusun pedoman penskoran