Anda di halaman 1dari 45

CONTOH PROGRAM TAHUNAN BIMBINGAN DAN KONSELING

SMP/MTS/SMA/SMK …… (*)

TAHUN AJARAN 2013/2014

KEGIATAN KEGIATAN JADWAL SARANA SUMBER


NO MATERI KETERANGAN
LAYANAN PENDUKUNG KEGIATAN DAN BIAYA DANA

Sosialisasi LAYANAN Maret – Transport


1 Brosur APBS
ke SMP INFORMASI April biaya

Tes Layanan 11 S.d 13 TRANSPORT


2 Data pribadi APBS
Wawancara Informasi Juli 2013 kONSUMSI

Masa
Layanan 15 s.d 17
3 Orientasi konsumsi APBS
Orientasi Juli 2013
Siswa

A.Wawasan Lay. MODUL 15 s.d 17 KLASIKAL


Wiyata Orientasi JULI 2013
Mandala dan
Informasi

B. 15 s.D
Orientasi & Himpunan
Pemahaman 17Juli KLASIKAL
Informasi Data
Jurusan 2013

C. Hak Dan
Tata tertib 15 s.d 17
Kewajiban Informasi KLASIKAL
sekolah Juli 2013
Siswa

D. Cara
15 s.d 17
Belajar Informasi Modul KLASIKAL
Juli 2013
Efektif

E.
15 S.d 17
Kenakalan Informasi Modul KLASIKAL
Juli 2013
Remaja

F. sialisasi
15 S.d 17
Ektrakurikul Informasi Modul KLASIKAL
Juli 2013
er

Tata Krama Minggu 1


4 Informasi Modul KLASIKAL
Pergaulan Agustus

Pemahaman Minggu 2
5 Informasi Modul KLASIKAL
Diri Agustus

Pemahaman Minggu 3
6 Informasi Klasikal
Lingkungan Agustus

Informasi
Minggu1
7 Institusi Informasi Modul Klasikal
Sept
Pasangan
Evaluasi
Minggu 3
8 nilai tengah Informasi Raport Klasikal
Sep
semester

Pelacakan Himpunan Minggu 4


9 Informasi Klasikal
Karir Data Sep

LAPORAN OBSERVASI BK DI SMPN 8


BAB I

HASIL OBSERVASI

1. Identitas Sekolah

Nama Sekolah : SMK N 6 Bandung

Alamat : Jln. Soekarno Hatta Riung Bandung, Kota Bandung.

No. Telepon : (022)-7563293

Kepala Sekolah : Ramdan, S.Pd M.Si

Jumlah Siswa : 2316

Jumlah Guru BK : 10 Guru BK

Jumlah jurusan : 6 Jurusan (Teknik Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Kayu,


Teknik Inst. Pem. Tenaga Listrik, Teknik Audio Video, Teknik Pemesinan, Teknik Kendaraan
Ringan)

1. SDM (SumberDayaManusia)

Sumber dayamanusia/konselor di SMK N 6 Bandung berjumlah 10 orang yang menangani 2.316


siswa dan dikoordinatori oleh Dra Denti Susnianti. Proses bimbingan konseling tersebut juga
dibantu oleh wali kelas yang berjumlah 18 wali kelas.Menurut nara sumber, setiap satu guru BK
menangani kurang lebih sekitar 70-300 siswa, tergantung pada pembagian tugas yang telah
ditentukan. Dan setiap harinya satu guru BK bisa menangani kurang lebih 10 siswa dalam sehari.

Pembagian tugas Guru BK (terlampir)


1. SaranaPrasarana

Sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan Bimbingan Konseling di SMK N 6 Bandung,
diantaranya:

 Prasarana

1. Ruang BK, yang digunakan dalam proses pelayanan BK

2. Ruang Kelas yang digunakan dalam program konseling klasikal (BK dikelas)

3. Ruang konseling individual, konseling krisis dan konseling kelompok yang terdapat
didalam ruang BK

 Sarana

1. Meja + kursi

2. Komputer + Printer

3. Air minum

4. AC

5. Lemari Buku

6. Rak Berkas

7. Jam dinding

1. Wilayah Kerja

Bimbingan Konseling di SMKN 6 Bandung memiliki tugas yang berhubungan dengan


pengembangan peserta didik dan penanganan masalah peserta didik. Maka, wilayah kerjanya
hanya dilingkungann SMKN 6 Bandung itu sendiri dan sasarannya antara lain:

1. Seluruh Siswa SMKN 6 Bandung dari kelas X,XI,XII semua jurusan.

2. Semua Guru di SMKN 6 Bandung

3. Seluruh Staff Tata Usaha di SMKN 6 Bandung

4. Keamanan di SMKN 6 Bandung

1. Program Bimbingan Konseling di SMKN 6 Bandung


1. Persiapan

Sebelum melaksanakan Kegiatan BK di SMK Negeri 6 Bandung, diadakan dahulu persiapan


yang harus dilakukan seperti membahas/mendiskusikan mengenai evaluasi dan tindak lanjut
tahun lalu, studi kelayakan, pembagian tugas dan jadwaal hadir guru BK, penyusunan program
BK tahunan, program semestera dan bulanan, pertemuan/rapat dinas dengan kepala sekolah,
sosialisasi program BK dengan komite sekolah, wakil kepala sekolah ketua program/jurusan,
pembina ekskul, wali kelas, dan tata usaha. Setelah melakukan persiapan, kemudian mulailah
program tersebut dialaksanakan.

2. Pelaksanaan Program BK di SMK Negeri 6 bandung

Kegiatan Bimbingan Konseling di SMKN 6 Bandung dilaksanakan dalam jam kerja maupun
diluar jam kerja. Untuk pelayanan konseling klasikal dilakukan pada jam pelajaran yang sudah
ditentukan oleh sekolah, setiap kelas akan mendapatkan 1 jam pelajaran BK dalam satu minggu.
Dan satu guru BK akan menangani satu jurusan yang ada di SMKN 6 Bandung. Untuk
pelaksanaan konseling individual, konseling kelompok dan konseling krisis dibuka setiap hari
menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan siswa maupun guru BK nya. Dan diadakan dalam
jangka waktu yang tidak terbatas sesuai dengan besar kecilnya masalah yang dihadapi oleh
siswa. Dalam pelaksanaannya ketika siswa akan melakukan konseling di ruang BK, maka siswa
diharuskan mengisi buku tamu. Untuk lebih jelasnya lagi akan dijelaskan mengenai program
layanan BK dan peranan personil BK di SMK Negeri 6 Bandung.

 Layanan Dasar

1. Layanan Bimbingan Klasikal

Layanan Bimbingan klasikal ini merupakan sebuah kegiatan bimbingan yang dilakukan dengan
cara guru BK masuk ke kelas untuk memberikan materi mengenai masalah pribadi, sosial,
belajar dan karir. Untuk program bimbingan klasikal ini, guru BK diberi waktu 1 jam pelajaran
untuk masuk ke kelas dan memberikan materi yang berhubungan dengan pengembangan diri dan
masalah siswa. Materi yang diberikan tersebut bersifat fleksibel atau disesuaikann dengan
masalah yang sedang banyak terjadi dikalangan siswa saat ini.

1. Layanan Bimbingan Kelompok

Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan bimbingan yang diadakan di SMKN 6


Bandung. Dalam pelaksanaannya bimbingan kelompok ini dengan cara memberikan
materi/informasi yang dilakukan dalam dinamika kelompok. Bimbingan kelompok ini bisa
dilakukan dengan cara bimbingan klasikal atau pemberian materi didalam kelas.

1. Layanan Orientasi

Layanan Orientasi yang ada di SMK Negeri 6 Bandung merupakan layanan dasar bimbinngan
yang bertujuan mengenalkan sistem belajar di Sekolah Menengah Kejuruan itu seperti apa, ini
diberikan pada siswa kelas XI(sebelas), karena menurut nara sumber, siswa kelas XI masih
membutuhkan penyesuaian diri dari Sekolah Menengah Pertama ke sekolah yang baru. Yang
termasuk dalam penyesuaian diri disini yaitu penyesuaian dalam gaya belajar, penyesuaian
dengan teman sekalas, dan penyesuaian dengan mata pelajaran di SMK. Layanan orientasi ini
diberikan dengan cara bimbingan klasikal yaitu guru memberikan materi didepan kelas.

1. Layanan Informasi

Layanan informasi di SMK Negeri 6 Bandung ini bertujuan untuk memberikan informasi, baik
yang menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar maupun karir siswa. Layanan informasi ini bisa
dilakukan dengan cara bimbingan klasikal maupun layanan bimbingan individual.

 Layanan Responsif

1. Konseling Individual

Konseling individual merupakan sebuah program bimbingan yang diadakan oleh Bimbingan
Konseling di SMKN 6 Bandung yang dalam proses bimbingannya juga memerlukan kerjasama
dengan wali kelas. Selain guru BK sendiri yang melihat langsung perkembangan pada anak,
namun wali kelas juga mengambil peran penting dalam menilai langsung perkembangan siswa.

Siswa yang dinilai memerlukan bantuan konseling individual akan dipanggil oleh guru BK ke
ruang Konseling Individual yang nantinya akan diberikan bimbingan dan konseling sesuai
dengan masalahnya. Selain itu juga, biasanya wali kelas yang memerlukan bantuan BK untuk
menangani siswanya tinggal melapor pada guru BK untuk selanjutnya ditindak lanjuti oleh guru
BK.

1. Konseling Kelompok

Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan konseling yang diadakan di SMKN 6


Bandung untuk menangi siswa yang memiliki masalah yang sama. Menurut nara sumber, proses
bimbingan konsleing kelompok ini yaitu dengan cara melihat beberapa siswa yang memiliki
masalah yang sama, misal 3 atau 5 siswa. Maka yang dipanggil itu 10 siswa yang dekat dengan 3
siswa yang bermasalah tadi, kemudian dilakukan kegiatan konseling. Layanan konseling ini
dilakukan sesuaai dengan kebutuhan siswa.

1. Kunjungann rumah/Home Visit

Home Visit ini merupakan program yang BK yang ada di SMKN 6 Bandung. Program ini
dilakukan ketika ada siswa yang memerlukan bantuan namun siswa tersebut tidak berada
disekolah, jadi guru BK lah yang harus datang mengunjungi siswa yang bermasalah tersebut
untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dengan siswa. Masalah yang terjadi biasanya
menyangkut mengenai kehadiran siswa yang absen hingga beberapa hari, jika sudah diatas satu
minggu lebih siswa tersebut tidak masuk sekolah, dan tanpa ada kabar maka guru BK
mengunjungi rumah siswa untuk mencari tau mengenai siswa yang bolos tersebut.
1. Konseling Krisis

Konseling krisis ini merupakan layanan BK yang diberikan kepada siswa yang memiliki masalah
sangat serius dan tidak bisa hanya diberikan layanan konseling individual, namunn memerlukan
konseling yang lebih khusus lagi, bahkan bila perlu harus dihadiri oleh orang tua dari siswa yang
bersangkutan tadi.

Masalah-masalah yang ditangani oleh konseling krisis ini biasanya masalah mengenai pencurian,
minumnan kerass, penyalahgunaan Narkoba, Seks Bebas dll. Setelah 2-3 kali pertemuann dengan
siswa yang bermasalah tadi, selanjutnya adalah memanggil orang tua siswa untuk mengetahui
bagaimana kondisi latar belakang dari siswa tersebut. Apakah siswa tersebut memiliki masalah
dengan orang tuanya, apakah siswa tersebut memiliki masalah dengan anggota keluarga lain,
atau memiliki masalah dengan teman sekelasnya.

3. Peranan Personil BK SMK Negeri 6 Bandung

1. Kepala Sekolah

Dalam pelaksanaan kegiatan Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 6 Bandung, kepala
sekolah berperan sebagai pengawas dan pembina dalam setiap kegiatan BK yang dilaksananakn
di SMK Negeri 6 Bandung. Setiap perencanaan program BK yang telah dibuat, akan diajukan
dan dikonsultasikan kepada kepala sekolah untuk mendapatkan dukungan dan pengawasan pada
setiap kegiatan BK. Kepala sekolah juga bertugas untuk mengkoordinasikan kepada semua pihak
yang akan terlibat dalam kegiatan BK tersebut, seperti guru mata pelajaran, wali kelas, staff
administrasi, dan siswa.

1. Wakil Kepala Sekolah

Tugas Wakil Kepala Sekolah dalam pelaksanaan program BK di SMK Negeri 6 Bandung adalah
membantu Kepala Sekolah dalam setiap kegiatan yang bersangkutan dengan bimbingan dan
konseling. Baik membantu dalam hal mengkoordinasikan kepada semua pihak yang akan terlibat
dalam kegiatan konseling maupun membantu dalam hal menyediakan sarana dan prasarana yang
dibutuhkan dalam kegiatan BK tersebut.

1. Koordinator BK

Koordinator Bk di SMK Negeri 6 Bandung bernama Ibu Denty Susniati. Dalam pelaksanaannya,
ibu Denty bertugas dalam menyusun program, melaksanakan prrogram BK, dan yang
mengkoordinasi pada setiap program BK.

1. Wali Kelas

Menurut nara sumber, wali kelas sangat berperan penting dalam pelaksanaan program BK.
Karena program bimbingan yang diadakan oleh Bimbingan Konseling di SMKN 6 Bandung
dalam proses bimbingannya juga memerlukan kerjasama dengan wali kelas. Selain guru BK
sendiri yang melihat langsung perkembangan pada anak, namun wali kelas juga mengambil
peran penting dalam menilai langsung perkembangan siswa.

1. Guru Mata Pelajaran

Dalam pelaksanaan program BK, kerja sama dengan guru mata pelajaran diperlukan. Tidak
semua siswa menyukai mata pelajaran mapun guru mata pelajarannya. Disinilah peran penting
BK untuk menjadi perantara dari siswa kepada guru mata pelajaran. Menurut nara sumber, jika
masalah terjadi, maka yang dilakukan oleh para guru BK adalah dengan mengadakan
rapat/bimbingan kepada seluruh guru mata pelajaran.

1. Pembina ekstrakulikuler

Dalam peaksanaannya, guru BK juga bekerja sama dengan pembina ekstrakulikuler dalam
menangani minat dan bakat siswa. Menurut nara sumber, siswa yang memiliki minat dan bakat
dibidang mana, untuk selanjutnya diarahkan kepada eksul yang bersangkutan dengan minat dan
bakatnya tersebut.

1. Ketua Jurusan

Ketua jurusan di SMK Negeri 6 bandung juga ikut andil dalam pelaksanaan kegiatan BK dalam
hal penempatan jurusan siswa. Dan bekerjasama dengan guru BK mengenai hal ysng
bersangkutan dengan kegiatan yang diadakan oleh masing-masing jurusan.

4. Kelengkapan Administrasi

Kelengkapan administrasi BK yang ada di SMK Negeri 6 Bandung dapat dikatakan sudah
lengkap, kelengkapan administrasi tersebut diantaranya:

1. Aplikasi instrumen: angket siswa dan orang tua, tes minat bakat BELMO, daftar cek
masalah, sosiometri, wawancara dan observasi.

2. Himpunan Data: catatan pribadi siswa, buku kasus, prosentase kehadiran siswa.

Dalam pelaksanaannya, kelengkapan administrasi tersebut belum dapat berjalan dengan baik,
dikarenakan beberapa kendala, namun ada beberapa yang sudah terlaksana. Seperti prosentase
kehadiran siswa, buku kasus siswa, catatan pribadi siswa. Kemudian, pelayanan administrasinya
juga sudah tertib, terbukti dari adanya meja penerimaan tamu yang berada diruang BK, dan
ketika ada pihak yang ingin melaksanakan observasi/wawancara pada guru BK, petugas
mengarahkan ke bagian TU terlebih dahulu untuk kemudian menjadi persyaratan administrasi.

BAB III

PENUTUP
1. Kesimpulan

SMKN 6 Bandung beralamat di Jln. Soekarno Hatta (Riung Bandung), Jawa Barat. Program
bimbingan yang ada di SMKN 6 Bandung terdiri dari program bimbingan harian, mingguan,
semesteran dan tahunan. Dan beberapa jenis program pelayanan BK nya antara lain: konseling
klasikal, konseling individual, konseling kelompok, konseling konseling krisis dan home visit.
Guru Bk di SMKN 6 Bandung berjumlah 10 orang dan menangani ±2000 siswa.

Pelayanan Bimbingandan Konseling yang berada di SMKN 6 Bandung dinilaisudahsangat


bagus. Dapat dilihat dari sarana dan prasarana, program layanan BK, SDM/ konselor nya yang
profesional di bidangnya, juga dari jumlah guru BK yang hampir memenuhi standar, dan juga
sistem pengorganisasiannya yang sangat terstruktur.

1. Saran

Menurutsaya, layanan Bimbingan dan Konseling yang ada di SMKN 6 Bandung sudah dikatakan
sangat bagus, dikarenakan program kegiatannya sudah bersifat preventif, kuratif, dan
development. Akan tetapi, alangkah lebih baiknya lagi jika dalam program layanan BK nya diisi
dengan beberapa kegiatan yang mendekaatkan siswa kepada aspek spiritualnya.

Kemudian dari segi tenaga pendidik dibidang keahlian BK nya juga masih kurang. Karena
idealnya, adalah 1 guru menangani 150 siswa. Namun di SMK Negeri 6 Bandung, 1 guru BK
menangani sekitar 70-300 siswa. Dan lebih baikya lagi jika seluruh tenaga pendidik dibidang BK
nya juga terdiri dari guru yang ahli dibidang nya.

LAMPIRAN DAN DOKUMENTASI

PROGRAM TAHUNAN BIMBINGAN DAN KONSELING

SMK NEGERI 6 BANDUNG

TAHUN PELAJARAN 2015-2016

Bidang
Fungsi Layanan
Bimbingan
Tujuan
No. Jenis Kegiatan
Bimbingan
P S B K Pm Pnc Prb Peng

A. PERSIAPAN Merumuskannya
1. Pertemuan staf BK rencana awal
x x X x
membahas / kegiat

mendiskusikan tentang an BK
: berdasarkan

a. Evaluasi dan tindak masukan dari


x x X x
lanjut Kepala

hasil pelaksanaan Sekolah,


BK tahun Wakasek,

Guru, TU dan
lalu
Siswa

b. Studi kelayakan / sebagai user


x x X x
need sehing

ga tersusun
assesment
kegiatan

c. Pembagian tugas BK sesuai


x x X x
dan jadwal dengan

hadir guru BK kebutuhan

d. Penyusunan
x x X x
program BK

tahunan, program
semester
dan bulanan

2. Pertemuan/Rapat dinas
x x X x
dengan

Kepala Sekolah

3. Sosialisasi program
BK dengan

a. Komite Sekolah + + + +

b. Wakil Kepala
+ + + +
Sekolah

c. Ketua jurusan + + + +

d. Wali Kelas + + + +

e. Pembina Ekskul + + + +

B. PELAKSANAAN

1. Layanan Dasar Membantu semua x x X x x x x x

a. Layanan Bimbingan siswa agar


Klasikal mempero
b. Layanan Bimbingan leh
Kelompok perkembangan

yang normal,
c. Layanan Orientasi
mental

yang sehat dan


d. Layanan Informasi
mem

standar kompetensi peroleh


kemandirian keterampilan

peserta didik dasar hidupnya

Bantuan bagi
2. Layanan Responsif
siswa

a. Konseling yang memiliki


+ + + +
Individual kebu

b. Konseling tuhan atau


+ + + +
Kelompok masalah
yang
c. Referal (alih tangan) + + + +
memerlukan

d. Kunjungan Rumah / pertolongan


+ + + +
Home segera,

dan bersifat
Visit
preven

e. Bimbingan Teman
tif atau mungkin + + + +
sebaya

f. Kolaborasi dengan
kuratif + + + +
guru

mata pelajaran/Wali
Kelas

g. Konfrensi Kasus + + + +

3. Layanan
Membantu siswa
Perencanaan Individu

membuat dan
a. Seleksi x x X x
meng

b. Penempatan dan
emplementasikan x x X x
Penyaluran

rencana
c. Prakerin x x X x
pendidikan
d. Penempatan Siswa karir, dan sosial
x x X x
dalam pri

badinya
kegiatan Ekskul
berdasarkan

e. Layanan Assesment
pemahaman akan x x X x
dan

Himpunan data kekuatan dan

f. Pemberian Beasiswa
kelemahannya + + + +
Prestasi

dan BKM

Kegiatan
C. DUKUNGAN SISTEM
manajemen

yang bertujuan
1. In Service Training BK + + + +
me

manfaatkan
2. MGBK / MGP + + + +
memeli

hara dan
3. Depnaker / BLKS + + + +
meningkat
4. Kerjasama dengan
kan Program BK x x X x
Wali Kelas

Guru dan Staf Sekolah secara


Learning menyeluruh

5. Kerjasama dengan
– – – –
masyarakat

lingkungan sekitar

Membantu
D. KELENGKAPAN
pelaksa

ADMINISTRASI naan layanan BK

di sekolah
1. Aplikasi Instrumen
sehingga

a. Angket siswa dan dapat berjalan


– – – –
orang tua secara

teratur, baik,
c. Tes Minat BELMO + + + +
mantap

dan mencapai
b. ATP / IKMS + + + +
tujuan
c. DCM ( Daftar Cek
yang telah ditetap – – – –
Masalah )

d. Sosiometri kan + + + +

e. Wawancara dan
+ + + +
observasi

2. Himpunan Data

a. Catatan Pribadi
+ + + +
Siswa

b. Catatan Kasus /
+ + + +
Buku Kasus

c. Peta Kerawanan
+ + + +
Siswa

d. Prosentase
x x X x
Kehadiran Siswa

PENILAIAN DAN Mengevaluasi


E.
TINDAK keber

hasilan layanan
LANJUT
BK

1. Penilaian

a. Pelaksanaan x x X x
Program

b. Hasil Pelaksanaan x x X x

2. Tindak Lanjut

* Perbaikan Program + + + +

F. PELAPORAN

1. Bulanan x x X x

2. Semester x x X x

3. Tahunan x x X x
program
tahunan,smesteran,bul
anan, harian, BK
Minggu, 18 Maret 2012

program tahunan,smesteran,bulanan, harian BK

Contoh RPL Layanan Bimbingan Klasikal (Cara Berbicara Yang Baik)

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


BIMBINGAN KONSELING

A. Topik Permasalahan : Cara Berbicara Yang Baik

B. Bidang Bimbingan : Pribadi

C. Jenis Layanan : Informasi

D. Fungsi Layanan : Pemahaman dan Pengembangan

E. Tujuan Layanan dan Hasil yang ingin dicapai :

1. Tujuan Layanan Bimbingan Klasikal ini adalah siswa mampu :

a. Mengerti tentang cara berbicara yang baik

b. Memahami cara berbicara yang baik


c. Mengerti pentingnya berbicara yang baik

2. Hasil yang Ingin Dicapai :

Siswa dapat mengaplikasikan pemahaman yang diperolehnya dalam berkomunikasi

F. Sasaran Layanan : Siswa kelas XII SMA N 03 Pemalang

G. Tempat Penyelenggaraan : Ruang Kelas

H. Waktu Penyelenggaraan : 1 x 45 Menit

I. Penyelenggaraa Layanan : Praktikan

J. Pihak-pihak yang Dilibatkan : Guru BK Kelas XII

K. Metode : Ceramah, Tanya Jawab

L. Strategi : Klasikal

M. Materi : Cara Berbicara Yang Baik (Terlampir)

N. Uraian Kegiatan/ Skenario :

1. Uraian Kegiatan

Tahap Kegiatan Nilai yang


ditanamkan
Guru Siswa
1. Pendahuluan a. Memberikan salam
a. Menjawab Peduli
salam
b. Memperkenalkan Santun
diri dan membina b. Menanggapi dan
Disiplin
hubungan baik memperhatikan
dengan siswa Kreativitas
c. Aktif
c. Apersepsi memperhatikan
(memberi dan
kesempatan mengungkapkan
kepada siswa pengalaman
mengungkap yang relevan
pengalaman yang dengan topik
relevan dengan
d. Aktif
topik)
memperhatikan
d. Menyampaikan dan diberi
maksud dan tujuan kesempatan
kegiatan ini menanggapi
dilakukan tentang maksud
dan tujuannya
2. Inti a. Mengamati (learning to know) Berfikir logis
-> Berfikir
Mengajak Berfikir dan
mengamati mengungkapkan
gambar dalam pemahamannya
tayangan video
Tentang
tentang cara
tayangan video
komunikasi yang
yang
baik
menggambarkan
cara
berkomunikasi
yang baik
b.Menanyakan (learning to know) -> Merasakan
Mengajak siswa Ikut merasakan Berempati
untuk berempati menanggapi dan
dan kesediaan mengungkapkan
membantu siswa niatnya untuk
untuk membantu siswa
berbicarayang baik berbicara yang
baik
c.Mengumpulkan informasi (learning to know) ->
Bersikap
Menanyakan dan Mengumpulkan Berpikir
dilanjutkan dengan informasi,
logis
menjelaskan menjawab dan
tentang memperhatikan Kreativitas
pengertian, proses, penjelasan
pentingnya, tentang
ketrampilan, kiat pengertian,
dan tipe berbicara proses,
pentingnya,
ketrampilan, kiat
dan
tipe berbicara
d.Mengasosiasi (learning to do) -> Bertindak
Memberikan Mengkritisi dan Berfikir
kesempatan menilai dampak
Kritis
kepada siswa siswa yang tidak
untuk mengkritisi berbicara denga Kreativitas
dan menilai n baik
dampak siswa
yang tidak
berbicara dengan
baik
e.Mengkomunikan rencana tindakan (learning to
live toghether) -> Bertanggungjawab
Mengajak siswa Mengungkapkan Tanggung Jawab
merencanakan rencana
tindakan untuk tindakan untuk
membantu siswa membantu siswa
mampu mampu
berbicaradengan berbicara denga
baik n baik

3. Penutup a. Mengajak siswa a. Membuat Tanggung jawab


membuat ringkasan materi
ringkasan materi
b. Memberikan
b. Memperlihatkan
penilaian segera
dan menanggapi
dengan
menanyakan UCA
c. Memberi umpan c. Menerima
balik umpan balik

d. Melakukan tindak d. Menerima tindak


lanjut lanjut

O. Media dan Sumber Materi :

Cangara, Hafied. 2012. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Grafindo Persada.

Effendy, Onong U. 2004. Dinamika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Supratiknya. 2009. Tinjauan Psikologis Komunikasi Antarpribadi. Yogyakarta: Kanisius.

P. Rencana Penilaian/ evaluasi :

1. Penilaian Proses : Menilai kesungguhan, keaktifan, dan keantusiasan dalam mengikuti


bimbingan dengan menggunakan strategi klasikal melalui pengamatan.

2. Penilaian Hasil :

a. Laiseg :

1) Menilai penguasaan materi melalui tanya jawab (pengetahuan/understanding)

2) Menilai sikap/ perasaan positif melalui pengamatan dan tanya jawab (Comfortable)
3) Menilai ketrampilan/rencana tindakan (action) melalui tanya jawab dan hasil karya (tugas
kelompok tentang rencana tindakan cara mengatasi )

b. Laipen : menilai sejauh mana siswa dapat mengaplikasikan (setelah siswa melaksanakan
layanan bimbingan dengan strategi klasikal)

c. Laijapen : menilai sejau mana siswa bener-bener konsisten dalam melaksanakan layanan
bimbingan dengan strategi klasikal (jangka panjang)

Q. Cacatan Khusus :

Semarang, 2015

Mengetahui,

Guru Pamong Praktikan

G. Rohastono Ajie Syaeful Amri Bagus R

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


BIMBINGAN DAN KONSELING

FORMAT KLASIKAL

I. IDENTITAS
A. Satuan Pendidikan : SMP N ..........
B. Tahun Ajaran : 2014-2015,semester 1
C. Sasaran Pelayanan : Kelas VII
D. Pelaksana : Nasir Nasrulloh, S.Sos.I
E. Pihak Terkait : Urusan Kesiswaan

II. WAKTU DAN TEMPAT


A. Tanggal : September 2014
B. Jam Pembelajaran/Pelayanan : .jam ke ....
C. Volume Waktu (JP) : .Masing-masing kelas 2 (dua) JP (2 x 40 Menit)
D. Spesifikasi Tempat Belajar : Ruang kelas masing-masing

III. MATERI PEMBELAJARAN


A. Tema/Subtema : 1. Tema : Kondisi Dinamis Sekolah
2. Subtema : Peraturan Sekolah

B. Sumber Materi : .Buku Peraturan Sekolah

IV. TUJUAN/ARAH PENGEMBANGAN


A. Pengembangan KES : Agar siswa memahami/ mampu.mengetahui “Peraturan Sekolah”
B. Penanganan KES-T : Untuk mengurangi,
menghindarkan/menghilangkan, mencegah banyak terjadinya pelanggaran peraturan sekolah

V. METODE DAN TEKNIK


A. Jenis Layanan : Layanan : Informasi.(Format Klasikal)
B. Kegiatan Pendukung : Kegiatan Pendukung : Tampilan Pustaka(Format...........................)

VI. SARANA
A. Media : LCD
B. Perlengkapan : Buku Peraturan Sekolah

VII. SASARAN PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN / PELAYANAN


Diperolehnya hal-hal baru oleh siswa terkait KES (Kehidupan Efektif Sehari-hari) dengan
unsur-unsur AKURS (Acuan, Kompetensi, Usaha, Rasa, Sungguh-sungguh).
A. KES
1. Acuan ( A ) : Hal- hal yang perlu diketahui siswa tentang peraturan sekolah
2. Kompetensi ( K ) : Siswa mampu melaksanakan peraturan sekolah dengan penuh
tanggungjawab
3. Usaha ( U ) : Siswa berusaha mengetahui dan melaksanakan Peraturan Sekolah
4. Rasa ( R ) : Rasa senang melaksanakan Peraturan Sekolah
5. Sungguh-sungguh ( S ) : Siswa bersungguh-sungguh melaksanakan Peraturan Sekolah

B. KES-T, yaitu terhindarkannya kehidupan efektif sehari-hari yang terganggu, dalam hal :
1. Pelanggaran terhadap tata tertib
2. Terkena poin pelanggaran

C. Ridho Tuhan, Bersyukur, Ikhlas dan Tabah :

Memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa untuk suksesnya siswa dalammelaksanakan
peraturan sekolah

VIII. LANGKAH KEGIATAN


A. LANGKAH PENGANTARAN
1. Mengucapkan salam dan mengajak siswa berdoa.
2. Mengecek kehadiran siswa, dan mengajak mereka berempati kepada siswayang tidak hadir.
3. Mengajak dan membimbing siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran/ pelayanan dengan
penuh perhatian, semangat dan penampilan dengan melakukan kegiatan berpikir, merasa,
bersikap, bertindak dan bertanggung jawab (BMB3) berkenaan dengan materi pembelajaran/
pelayanan yang akan dibahas.
4. Menyampaikan arah materi pokok pembelajaran, yaitu dengan judul “PERATURAN
SEKOLAH “.
5. Menyampaikan tujuan pembahasan yaitu:
a. Agar siswa dapat dengan penuh tangguhjawab melaksanakan peraturan sekolah
b. Agar siswa dapat terhindar dari tindakan yang melanggar peraturan sekolah

B. LANGKAH PENJAJAKAN
1. Menanyakan kepada siswa tentang.peraturan sekolah
2. Meminta respon siswa tentang.sanksi yang diperlakukan untuk siswa yang melanggar aturan
3. Meminta siswa mengemukakan pengalaman tentang pelanggaran peraturan sekolah
4. Memberikan ulasan umum dan penegasan-penegasan berkenaan dengan masukan/ respon/
pengalaman siswa untuk nomor 1, 2, dan 3 di atas.

C. LANGKAH PENAFSIRAN
1. Membahas kondisi/ materi yang dikemukakan siswa pada langkah penjajakan dengan
penekanan-penekanan tertentu mengarah pada materi pokok.
2. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan atau merespon materi“PERATURAN
SEKOLAH.” yang telah dijelaskan; pertanyaan dan respon siswa tersebut dijawab dan
diberikan ulasan serta penegasan-penegasan yang diperlukan.

D. LANGKAH PEMBINAAN
Berisi kegiatan penguraian, diskusi, pelatihan pengembangan sikap, pengetahuan
dan
keterampilan melalui strategi transformatif dengan dinamika BMB3:
1. Berfikir.
Apa yang ada di pikiranmu setelah membaca buku “Peraturan Sekolah”?
2. Merasa.
Bagaimana perasaanmu bila kamu dapat melaksanakan Peraturan Sekolah dengan baik?
3. Bersikap.
Bagaimana sikap kamu bila kamu ketahuan melanggar Peraturan Sekolah?
4. Berbuat.
Apa tindakanmu bila menemui teman kamu yang sering melanggar Peraturan Sekolah?
5. Bertanggungjawab.
Apa yang akan kamu lakukan bila mendapatkan sanksi dari sekolah karena pelanggaran yang
telah kamu lakukan?

E. LANGKAH PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT


1. Penilaian Hasil
Di akhir proses pembelajaran / pelayanan siswa diminta merefleksikan(secara lisan dan atau
tertulis) apa yang mereka peroleh dengan pola BMB3 dalam unsur-unsur AKURS:

a. Berfikir: Bagaimana siswa berpikir tentang Peraturan Sekolah..(Unsur Point Pelanggaran.).


b. Merasa: Bagaimana perasaan siswa berkenaan dengan Peraturan Sekolah
(Unsur Larangan membawa Hp ke sekolah).
c. Bersikap: Apa yang siswa inginkan dan hendak lakukan berkenaan dengan Peraturan
Sekolah(Unsur Pelanggaran tata tertib).
d. Bertindak: Apa yang akan dilakukan siswa untuk.pelanggaran yang dilakukan teman
(Unsur Usaha).
e. Bertanggung Jawab: Bagaimana siswa bersunguh-sungguh dalam.melaksanakan peraturan
sekolah

2. Penilaian Proses
Melalui pengamatan dilakukan penilaian proses pembelajaran/pelayanan untuk memperoleh
gambaran tentang aktivitas siswa dan efektifitas pembelajaran/pelayanan yang telah
diselenggarakan.

3. LAPELPROG dan Tindak Lanjut


Setelah kegiatan pembelajaran atau pelayanan selesai, disusunlah Laporan Pelaksanaan
Program Layanan (LAPELPROG) yang memuat data penilaian hasil dan proses, dengan
disertai arah tindak lanjutnya.
Purwokerto, …………………2014
Mengetahui Guru BK

Kepala Sekolah

Moh. Januari Yanto, S.Pd.Ing Nasir Nasrulloh, S.Sos.I


NIP-- NIP.--

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


(RPPBK)

1. Topik Permasalahan/bahasan : Tumbuh kembang remaja

2. Bidang Bimbingan : Bimbingan Pribadi

3. Jenis Layanan : layanan informasi

4. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pengembangan

5. Tujuan Layanan yang ingin dicapai :


Siswa dapat memahami perubahan fisik dan psikis pada saat tumbuh
kembang remaja dan hal-hal yang menyertainya

1. Sasaran Layanan : kelas XII

2. Uraian kegiatan dan materi :

Kegiatan awal

1. Salam pembuka dan berdoa

2. Presensi

3. Memotivasi siswa

4. Tujuan layanan

Kegiatan Inti;
Eksplorasi :

1. Membaca buku/bahan sumber

2. Membaca buku petunjuk

Elaborasi :

1. Menjelaskan tentang pertumbuhan remaja

2. Menjelaskan bagaimana menghadapi perubahan fisik pada


remaja

Konfirmasi :

1. Siswa mendiskusikan tentang tumbuh kembang remaja

2. Menyimpulkan hasil diskusi yang dikuatkan oleh guru BK

Kegiatan Akhir

1. Informasi kegiatan layanan lebih lanjut


2. Memberi tugas

3. Penutup

1. Metode : ceramah, Tanya jawab, penugasan

2. Tempat penyelenggaraan : ruang kelas

3. Waktu Penyelenggaraan

Waktu : 1 x 45 menit
Hari / tanggal :
Semester :

1. Penyelenggara Layanan : guru BK

2. Alat perlengkapan yang digunakan : buku modul dan alat tulis

3. Evaluasi dan Tindak Lanjut :

1. Laiseg : siswa mampu memahami pwertumbuhan pada


remaja

Laijapen : Siswa mampu menerima dan beradaptasi terhadap


perubahan yang terjadi dalam tumbuh kembangnya
Laijapang : Siswa mampu memelihara dan berperilaku sesuai dengan
tumbuh kembangnya dan hal-hal yang menyertainya

1. Layanan konsultasi bagi yang membutuhkan

Mengetahui, Tegal,
……………………………
Ka.Sekolah Guru
Bimbingan Konseling
RPL Bimbingan dan Konseling
Kepekaan Diri dan Sosial
Hajar Dewantoro1 November 20160

Tema : Kepekaan Diri dan Sosial

A. Tugas Perkembangan : Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual


serta apresiasi seni

B. Topik / Tema Layanan : Kepekaan Diri dan Sosial

C. Bidang Layanan : Pribadi, Sosial

D. Jenis Layanan : Layanan Informasi


E. Fungsi Layanan : Pemahaman

F. Tujuan Layanan : 1. Siswa/i dapat mengerti tentang kepekaan diri dan sosial
2. Siswa/i dapat memahami pentingnya hidup bersosial serta
dapat berprilaku yang bertanggung jawab dalam masyarakat

G. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab

H. Waktu Pertemuan, : 2 Pertemuan X 45 Menit, dan Tgl, ……. dan ……. 20…
Tanggal

Tempat Penyelenggaraan : Ruang Kelas 11

I. Materi : 1. Pengertian Kepekaan Diri dan Sosial


2. Menumbuhkan kepekaan social
3. Melatih kepekaan diri

J. Sarana Media / Alat : LCD, Power Poin Kepekaan Diri dan Sosial

Sumber Materi Layanan : 1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan
Konseling untuk SMA-MA kelas 11, Yogyakarta, Paramitra
Publishin
2. Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal Bidang
Sosial, Yogyakarta, Paramitra.
3. Nurbowo budi, dkk, 2013, pengembangan materi berbasis
multimedia, yogyakarta, paramitra
4. Eliasa Imania Eva, Suwarjo.2011.Permainan (games) dalam
Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta: Paramitra.

K. Langkah Kegiatan

1. Pendahuluan : a. Guru BK/Konselor mengucapkan salam, dilanjutkan dengan


berdo’a, presensi, mengecek situasi & kondisi kelas.
( alokasi waktu: 5 menit )
b. Guru BK/ Konselormenyampaikantopik / tema layanan informasi
c. Guru BK/KonselormemotivasidenganIce Breaking: agar
siswasenang, tertarik, bersemangat, siap mengikuti layanan informasi
d. Guru BK/Konselor menjelaskan tujuan layanan informasi dan
tugas perkembangan yang akan dipahami
e. Guru BK/Konselor menanyakan kepada siswa terkait pelayanan
yang diajarkan pada pertemuan sebelumnya.

2. Kegitan Int : a. Berfikir :


( alokasi waktu: 35 1. Guru BK /Konselor mengajak berfikir dengan siswa tanya jawab
menit) seputar Kepekaan Diri dan Sosial
2. Guru BK /Konselor mengajak curah pendapat pada siswa tentang
tema “Kepekaan Diri dan Sosial”
b. Merasa :
1. Guru BK /Konselor mengadakan diskusi bersama siswa terkait
perasaannya yang mereka hadapi dalam Kepekaan Diri dan Sosial
2. Guru BK /Konselor memberi kesempatan kepada siswa untuk
bertanya/komentar mengenai hal yang belum dapat dipahami dan
memberikan ide atau gagasan yang ingin disampaikan/ dirasakan.
c. Bersikap
1. Guru BK/Konselor menanyakan pada siswa apa saja yang telah ia
ambil sikap pada Kepekaan Diri dan Sosial
2. Guru BK/Konselor memberi kesempatan pada siswa lainnya
menanggapi/mensikapi pertanyaan siswa lainnya.
d. Bertindak
1. Guru BK /Konselor menanyakan pada siswa apa saja yang telah ia
ambil tindakan pada pemahaman Kepekaan Diri dan Sosial
2. Guru BK /Konselor memberikan motivasi pada siswa yang belum
bertindak aktif, positif dalam Kepekaan Diri dan Sosial
e. Bertanggungjawab
1. Guru BK/Konselor memberi kesempatan kepada siswa untuk
bertanya/komentar mengenai hal yang belum dapat dipahami dan
memberikan ide atau gagasan yang ingin disampaikan/ dirasakan,
untuk mengambil sikap bertaggungjawab
2. Guru BK/Konselor menanyakan pada siswa apa saja yang telah ia
ambil tindakan yang dapat dipertanggungjawab- kan dalam
memahami Kepekaan Diri dan Sosial

3. Penutup : a. Guru BK /Konselor bersama-sama


dengan siswa menyimpulkan
( alokasiwaktu : 5 menit ) isi temayang telah disampaikan.
b. Guru BK /Konselor mendorong siswa
agar yang belum berperan aktif dalam
kegitan, supayaberperanaktif
c. Guru BK/Konselormenutup pertemuan
dengan berdoa bersama dan salam.

L Rencana Penilaian : Menggunakan instrumen: Laiseg, Laijapen dan Laijapang

1. Penilaian Proses : Guru BK/Konselor melakukan penilaian segera terhadap proses


pelaksanaan layanan informasi format klasikalnya, yaitu menilai
kesungguhan/ semangat / antusias konseli.

2. PenilaianHasil : Guru BK/Konselor melakukan penilaiansegera terhadap proses


pelaksanaan layanan informasi format klasikalnya, yaitu :
a. Pemahaman baru apa yang diperoleh konseli ?
(Understanding)
b. Bagaimana perasaan positif konseli ? ( Confort )
c. Apa rencana tindakan yang akan dilakukan konseli ? (Action)

M TindakLanjut : 1. Satu minggu setelah layanan, dipantau dengan memberikan


penilaian jangka pendek ( Laijapen ).
2. Satu bulan setelah layanan, dipantau denganmemberikan penilaian
jangka panjang ( Laijapang ).
Konseli yang mengalami KES-T dan membutuhkan bantuan, maka
Konselor atau guru BK segera memberikan layanansesuai jenis
layanan Bimbingan dan Konseling.
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Materi Layanan : Potensi Diri


B. Jenis Layanan : Layanan Informasi
C. Fungsi Layanan : Fungsi Pemahaman
D. Bidang Bimbingan : Bidang pribadi aspek pemahaman diri
E. Tugas Perkembangan :
1. Peserta didik memiliki kesadaran diri yaitu menggambarkan
penampilan dan kekhususan yang ada pada dirinya
2. Peserta didik memiliki pengetahuan tentang kelemahan dan
kelebihan yang ada pada dirinya
F. Tujuan : Peserta didik mengetahui dan mengembangkan
potensi yang ada pada dirinya dan mampu
G. Materi : Potensi Diri. Setiap individu memiliki kelemahan dan kelebihan
masing-masing. Tidak ada manusia yang sempurna. Yang
membedakan hanyalah bagaimana kita memandang diri kita sendiri.
Bagaimana kita melihat potensi yang ada pada diri kita sendiri dan
mengembangkannya.
H. Kegiatan Layanan :
Tahap Kegiatan Kegiatan Alokasi Waktu
Tahap Awal Guru BK memulai kelas dengan 10 menit
mengucapkan salam, absen, dan
memberikan sedikit pengantar
mengenai materi yang akan
dibahas hari ini
Tahap Inti Guru BK mulai memutarkan film 20 menit
pendek tentang seorang anak
yang selalu dipandang sebelah
mata, tetapi ada potensi besar
dalam dirinya. Selanjutnya
dilakukan sesi tanya jawab.
Tahap Akhir Guru BK memberikan lembar 10 menit
evaluasi kepada siswa untuk
dikerjakan dan dikumpulkan
Tahap Kegiatan Kegiatan Alokasi Waktu
kembali. Kemudian guru BK
menutup kelas hari ini dengan
mengucap salam.

I. Sasaran Layanan : Seluruh kelas IX


J. Waktu Pelaksanaan : Selasa, 7 Juni 2016 pukul 09.40 WIB
K. Tempat Pelaksanaan : Ruang Kelas
L. Sumber/bahan alat : Internet (Suryanto, Agus. 2014. Motivasi Hidup Jangan Pernah
Menyerah. Tersedia di :
https://www.youtube.com/watch?v=AO2K-oPRFY0)

M. Penyelenggara Layanan : Guru BK


N. Pihak-pihak yang : Siswa
diikutsertakan
O. Alat dan perlengkapan : Fil pendek tentang potensi diri, LCD projector, ATK
P. Penilaian : Jenis penilaian yang digunakan adalah penilaian formatif dengan
memberikan pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan untuk
mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai materi yang
telah diberikan

Mengetahui, Surabaya, 20 Mei 2016


Kepala Sekolah Guru BK/Konselor

(.......................) (...........................)

Lampiran 1
Lembar Evaluasi
1. Sebutkan 5 kelebihan yang kamu miliki!
2. Sebutkan 5 kelemahan yang kamu miliki!
3. Sebutkan 5 hal yang paling kamu sukai!
4. Sebutkan 5 hal yang paling tidak kamu sukai!
5. Berdasarkan pertanyaan 1 – 4, apakah hal yang ingin kamu lakukan dimasa depan?
Lampiran 2
Film Pendek tentang Potensi Diri

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN

BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Topik permasalahan : Mengetahui Bakat Minatnya

B. Bidang bimbingan : Karir

C. Jenis layanan : Informasi Klasikal

D. Fungsi layanan : Pemahaman dan Pengembangan

E. Tujuan :

1. Siswa dapat mengemukakan pengertan bakat minat.

2. Siswa dapat menjelaskan macam-macam bakat.

3. Siswa dapat mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya bakat.

F. Sasaran layanan : Siswa kelas VII B

G. Nama Sekolah : SMP ISLAM GANDUSARI

H. Semester : II / 2014-2015

I. Hari, tanggal : Rabu, 15 April 2015

J. Alokasi waktu : 2 x 45 menit

K. Tempat penyelenggaraan : Ruang Kelas VII B

L. Materi :

· Pengertan Bakat dan Minat

· Macam-macam Bakat

· Faktor yang mempengaruhi bakat dan minat

· Cara mendeteksi bakat

M. Metode : Presentasi, Diskusi dan Tanya Jawab

N. Uraian kegiatan :
1. Kegiatan awal :

a. Mengucapkan salam, memeriksa kondisi kelas, absensi kelas.

b. Menyampaikan judul materi yang akan dibahas

c. Apersepsi : siswa diajak tanya jawab yang mengarah pada materi

2. Kegiatan int :

a. Mengamat :

· Pembimbing memberikan materi, kemudian siswa disuruh untuk mengamat tentang materi yang
disampaikan berupa gambar, power point, dll.

b. Bertanya :

· Pembimbing bertanya kepada siswa tentang apa yang diketahuinya dari materi yang disampaikan.

c. Menalar :

· Siswa memberikan persepsi atau pendapat tentang materi – materi yang disampaikan

d. Mencoba :

· Siswa diajak untuk mencoba tentang materi yang disampaikan kemudian bisa diterapkan pada
kehidupan sehari – hari .

e. Jejaring Sosial :

· Pembimbing mengajak siswa untuk berkelompok membahas tentang materi yang disampaikan
kemudia maju untuk mempresentasikan .

3. Kegiatan penutup :

Diakhiri dengan memberikan salam, dan mengucapkan terima kasih kepada siswa karena sudah bersedia
untuk mengikut mata pelajaran selama 2 x 45 menit.

O. Penyelenggara : Guru BK

P. Pihak yang disertakan :-

Q. Rencana Penilaian Tindak Lanjut :

1. Penilaian proses

Observasi selama kegiatan bimbingan berlangsung dengan menggunakan check list sebagai berikut :

Aspek yang diobservasi Baik Cukup Kurang

Antusias siswa

Partsipasi siswa

Aktvitas siswa
Respon siswa

Kelancaran siswa

Suasana siswa

Catatan

2. Penilaian hasil

a. Laiseg

Melakukan penilaian segera secara acak kepada siswa setelah layanan diberikan dengan memberi
pertanyaan :

Apa yang akan kamu lakukan setelah mendapat materi ini ?

b. Laijapen

Memantau perkembangan siswa dengan wawancara berkaitan dengan layanan yang diberikan setelah
satu minggu memberi layanan.

c. Laijapang

Memantau perkembangan siswa dengan cara melakukan observasi berkaitan dengan layanan yang
diberikan setelah satu bulan pemberian layanan.

R. Rencana tndak lanjut :

a. Memberikan layanan konseling individu terhadap siswa yang mengalami permasalahan sesuai
dengan topik pembahasan.

b. Merencanakan layanan lanjutan dengan topik yang berbeda.

S. Alat dan Bahan : Laptop, LCD ( media Power Point )

T. Sumber : Buku dan Internet

Mengetahui, Trenggalek, 18 APRIL 2015

KEPALA SEKOLAH MUH. IRVAN LUTHFI


NIP : NPM. 13121119

MATERI

Bakat adalah kemampuan terhadap sesuatu yang menunjukkan kemampuan di atas rata – rata yang
telah ada pada diri kita secara alamiah dan perlu dilath untuk mencapai hasil yang maksimal. Bakat
bukanlah merupakan sifat tunggal, melainkan merupakan sekelompok sifat yang secara bertngkat
membentuk bakat. Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan.
Sehingga mungkin saja seseorang tdak mengetahui dan mengembangkan bakatnya sehingga tetap
merupakan kemampuan yang latent.

Minat adalah suatu proses yang tetap untuk memperhatkan dan menfokuskan diri pada sesuatu yang
diminatnya dengan perasaan senang dan rasa puas ( Hilgar & Slameto ; 1988 ; 59). Minat adalah suatu
perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa
takut atau kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pikiran tertentu. (Maprare dan
Slameto; 1988; 62).

Jadi, dapat disimpulkan minat ialah suatu proses pengembangan dalam mencampurkan seluruh
kemampuan yang ada untuk mengarahkan individu kepada suatu kegiatan yang diminatnya.

1. Macam – Macam Bakat :

a) ACHIEVER

Memiliki stamina tnggi dan juga seorang pekerja keras. Mendapat kepuasan dari kesibukan dan
produktvitas.
b) ACTIVATOR

Mampu merealisasikan ide-ide atau gagasan menjadu suatu tndakan nyata. Cenderung tdak sabar.

c) ADAPTIBILITY

Cenderung bisa mengikut arus , mampu menjadi orang masa kini maupun menyiapkan untuk masa
mendatang.

d) ANALYTICAL

Cenderung mencari penjelasan dan sebab sesuatu terjadi. Punya kemampuan mencari tahu faktor-faktor
yang mempengaruhi situasi.

e) ARRANGER

Terorganisir, tetapi juga fleksibel. Senang berusaha memanfaatkan sumber-sumber yang ada agar
menghasilkan produktvitas maksimal.

f) BELIEF

Memiliki nilai-nilai atau prinsip yang cenderung menetap, dalam mencapai tujuan hidupnya.

g) COMMAND

Mampu mengontrol situasi dan membuat keputusan

h) COMMUNICATION

Mampu menyampaikan gagasan melalui kalimat yang mudah dipahami, seorang lawan bicara dan
presenter yang baik.

2. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Berkembangnya Bakat

a) Interest atau minat

Suatu bakat tdak akan berkembang dengan baik apabila anak yang bersangkutan tdak memiliki inters
atau minat terhadap bakatnya. Misalnya saja, anak dengan bakat matematka, bakatnya tdak akan
berkembang tanpa adanya ketertarikan atau minat sang anak terhadap hitung-hitungan. Anak dengan
bakat musik tdak akan berkembang tanpa ia memiliki ketertarikan terhadap irama dan nada.

b) Motvasi

Bakat anak kurang berkembang atau tdak menonjol apabila ia tdak memiliki motvasi atau dorongan
dari dalam dirinya sendiri untuk mengembangkan bakatnya tersebut.

Motvasi berhubungan dengan kuatnya daya juang anak untuk mencapai suatu sasaran tertentu. Jika
kurang motvasi untuk menjadi olahragawan, maka seorang anak dengan bakat sepakbola, menghadapi
rintangan kecil saja dalam belajar sepakbola akan menghilangkan semangatnya berlath.
c) Value atau penilaian

Value adalah bagaimana seorang anak memberi art atau penilaian terhadap bidang bakat yang
dimilikinya Jadi bisa disimpulkan bahwa meskipun bakat adalah suatu berkah yang dibawa seseorang
dari lahir, bakat tersebut tdak memberi manfaat besar baginya selama anak yang bersangkutan tdak
menghendaki bakat tersebut. Dalam hal ini diperlukan bimbingan, dan dorongan atau dukungan dari
lingkungan, baik orangtua secara khusus dan masyarakat pada umumnya.

3. Faktor-Faktor Yang Mendukung Pengembangan Bakat dan Minat

1) Faktor Intern

a. Faktor Bawaan (Genetk)

Faktor ini merupakan faktor yang mendukung perkembangan individu dalam minat dan bakat sebagai
totalitas karakteristk individu yang diwariskan orang tua kepada anak dalam segala potensi melalui fisik
maupun psikis yang dimiliki individu sebagai pewarisan dari orang tuanya. Faktor hereditas sebagai
faktor pertama munculnya bakat (Yusuf ; 2004 ; 31). Dari segi biologi, bakat sangat berhubungan dengan
fungsi otak. Bila otak kiri dominan, segala tndakan dan verbal, intelektual, sequensial, teratur rapi, dan
logis. Sedangkan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non verbal, estetk dan artstc serta
atlets.

b. Faktor kepribadian

Faktor kepribadian yaitu keadaan psikologis dimana perkembangan potensi anak tergantung pada diri
dan emosi anak itu sendiri. Hal ini akan membantu anak dalam membentuk konsep serta optmis dan
percaya diri dalam mengembangkan minat dan bakatnya (Asror ; 1999 ; 93).

2) Faktor Ekstern

a. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan merupakan olahan dari berbagai hal untuk mendukung pengembangan minat dan
bakat anak. Faktor lingkungan terbagi atas :

· Lingkungan keluarga

Lingkungan keluarga merupakan tempat lathan atau belajar dan tempat anak memperoleh pengalaman,
karena keluarga merupakan lingkungan pertama dan paling pentng bagi anak. (Sutono ; 1998 ; 171).

· Lingkungan sekolah

Suatu lingkungan yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar kondusif yang bersifat formal.

Lingkungan ini sangat berpengaruh bagi pengembangan minat dan bakat karena di lingkungan ini minat
dan bakat anak dikembangkan secara intensif.

· Lingkungan sosial
Suatu lingkungan yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat. Di lingkungan ini anak akan
mengaktualisasikan minat dan bakatnya kepada masyarakat.

4. Cara Mendeteksi Bakat dan Minat

a. Lakukan yang kita mau dan suka

Cara terbaik untuk melihat minat dan bakat kita terhadap suatu hal, adalah dengan melakukan segala
sesuatu secara totalitas, nggak setengah-setengah. Artnya nggak cuma sekedar suka saja, kita juga perlu
menggali lebih dalam tentang potensi tersebut. Misalnya ketka kita suka bermain musik, kita bisa
mengasah kemampuan kita dengan cara ikut les musik.

b. Jangan takut mencoba

Aktf di berbagai organisasi, ekskul atau mengikut kegiatan lain di dalam maupun di luar sekolah, bisa
membantu kita menemukan minat dan bakat kita, lho. Saat kita ingin melakukan sesuatu, dorong diri
kita sendiri untuk aktf ikut berbagai kegiatan. Misalnya kita suka menyanyi, kita bisa bergabung dengan
paduan suara sekolah. Tertarik dengan olahraga basket, kita bisa daftar menjadi salah satu anggotanya.
Bisa atau nggak menjalani kegiatan tersebut, kita akan tahu saat kita sudah terjun di bidang tersebut.
Kalau kita nggak mau mencoba, kita nggak akan pernah tahu apa yang benar-benar kita mau dan ingin
kita lakukan.

c. Tes bakat dan minat

Biasanya tes ini dilakukan selama kurang lebih 4 jam, yang terdiri dari wawancara dan tes. Tes ini terdiri
dari tes kemampuan umum (intelegensi), sikap, minat, serta kepribadian. Tes ini sebenarnya nggak wajib
dilakukan, tapi tes ini bisa membantu kita menggali potensi yang kita punya. Sebelum melakukan tes,
ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Pastkan tubuh kita dalam keadaan fit dengan cukup tdur
dan sarapan sebelum tes. Karena biasanya tes bakat dan minat dilakukan di pagi hari. Setelah melakukan
tes, kita bisa ngobrol langsung dengan psikolog untuk mengetahui hasil tes.

Anda mungkin juga menyukai