Anda di halaman 1dari 74

LAPORAN HASIL ANALISIS KONTEKS

SMP NEGERI 2 KENDAL


Tahun Pelajaran 2018 / 2019

PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL


DINAS PENDIDIKAN dan KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 2 KENDAL
Jl. Soekarno – Hatta No. 187 K E N D A L Kode Pos : 51311
Telp. ( 0294 ) 381488 Fax. 381488
2018

1
2
KATA PENGANTAR
Tak ada kata yang paling tepat yang dapat kami ucapkan hanya
Alhamdulillah, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan
Laporan Analisis Konteks di SMP Negeri 2 Kendal Tahun Pelajaran 2018/2019..
Analisis konteks merupakan suatu upaya sekolah untuk melihat profil
sekolah dalam upaya pencapaian SNP. Hal ini sangat bermanfaat bagi sekolah,
karena sekolah dapat melihat kekuramgam dan kelemahan dirinya serta dapat
menyusun langkah-langkah strategis dalam Rencana Kegiatan Sekolah sebagai
tindak lanjutnya.
Selama penyusunan Laporan Analisis Konteks ini, kami banyak
mendapatkan bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu pada
kesempatan ini, izinkanlah kami untuk menghaturkan terima kasih kepada :
1. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal dan jajarannya, yang telah
banyak memberi bimbingan, petunjuk dan dorongan.
2. Para Pengawas dan Fasilitator Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, yang
telah banyak memberi masukan untuk penyempurnaan Laporan Analisis
Konteks ini.
3. Ketua Komite beserta anggota yang telah mendukung terlaksananya
Laporan Analisis Konteks ini.
4. Tim pengembang kurikulum SMP Negeri 2 Kendal yang telah berusaha
menyusun analisis konteks
5. Dewan Guru dan Tata Usaha SMP Negeri 2 Kendal, serta pihak lain yang
telah membantu terwujudnya Laporan Analisis Konteks ini.
6. Semua pihak yang tidak sempat disebut satu persatu, yang telah memberi
bantuan dalam penyelesaian Laporan Analisis Konteks ini.
Akhir kata kami bermohon kehadirat Allah SWT, semoga segala bantuan
yang diberikan merupakan amal-ibadah dan diberikan balasan oleh Allah SWT.
Aamiin.
Kami yakin sepenuhnya, Analisis Konteks ini masih sangat jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu saran dan kritik sangat kami harapkan demi
kesempurnaan isi dari Laporan Analisis Konteks ini.

Kendal, Juli 2018


Kepala

Supardi, S.Pd, M.Pd


NIP. 19710921 199903 1 009

3
LEMBARAN PENGESAHAN

Setelah memperhatikan dan mempertimbangkan dari komite SMP Negeri 2

Kendal, maka dengan ini Laporan Analisis Konteks SMP Negeri 2 Kendal

disahkan untuk diberlakukan mulai Tahun Pelajaran 2018/2019.

Ditetapkan di : Kendal
Pada Tanggal : 12 Juli 2018
Ketua Komite Sekolah, Kepala Sekolah,

Muntoha SKM, M.Kes. Supardi, S.Pd, M.Pd


NIP. 19710921 199903 1 009

4
Daftar Isi
KATA PENGANTAR................................................................................................2
L E M B A R A N P E N G E S A H A N...................................................................4
Daftar Isi..................................................................................................................5
BAB 1 PENDAHULUAN......................................................................................6
1.1 Latar Belakang.........................................................................................6
1.1.1 Kondisi ideal suatu sekolah sesuai SNP..........................................6
1.1.2 Kondisi riil sekolah............................................................................5
1.1.3 Upaya atau langkah memenuhi kondisi ideal.................................14
1.2 Dasar Kebijakan.......................................Error! Bookmark not defined.
1.3 Tujuan dan Manfaat...............................................................................13
BAB 2 HASIL ANALISIS KONTEKS..................................................................15
2.1 Analisis Standar Nasional Pendidikan...................................................15
2.1.1 Analisis Standar Isi.........................................................................15
2.1.2 Analisis Standar Komptensi Lulusan..............................................19
2.1.3 Analisis Standar Proses..................................................................35
2.1.4 Analisis Standar Pengelolaan.........................................................38
2.1.5 Analisis Standar Penilaian..............................................................69
2.1.6 Analisis Kondisi Satuan Pendidikan...............................................74
2.1.7 Analisis Standar Sarana Dan Prasarana SMP...............................78
2.1.8 Analisis Kondisi Lingkungan Eksternal Satuan Pendidikan...........85
BAB 3 PENUTUP..............................................................................................88
3.1 Kesimpulan.............................................................................................88
3.2 Rekomendasi.........................................................................................92
LAMPIRAN-LAMPIRAN........................................................................................93

5
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.1.1 Kondisi ideal suatu sekolah sesuai SNP


Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan
di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar Nasional
Pendidikan terdiri dari delapan standar yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan,
standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan
prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Pengertian masing-masing standar tersebut adalah :
a. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang
dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan
kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus
dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
b. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
c. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai
standar kompetensi lulusan.
d. Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan
prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam
jabatan.
e. Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang
berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga,
tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain,
tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan
untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi
informasi dan komunikasi.
f. Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan
dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan
pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar
tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.
g. Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya
biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun.
h. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang
berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar
peserta didik.

1.1.2 Kondisi riil sekolah


1. Sarana dan prasarana sekolah

6
a. Tanah dan halaman

Tanah sekolah sepenuhnya milik Negara dengan luas total areal 5.435 m2.
Keadaan tanah sekolah SMP Negeri 2 Kendal

Status : Milik Negara


Luas tanah : 5.435 m2.
Luas bangunan : 2.319 m2

b. Gedung sekolah
Bangunan sekolah pada umumnya dalam kondisi baik .Jumlah ruang kelas
untuk menunjang kegiatan belajar memadai.

Keadaan gedung SMP Negeri 2 Kendal

Luas Bangunan : 2.319 m2


Ruang Kepala Sekolah : 1 Baik
Ruang TU : 1 Baik
Ruang Dewan Guru : 1 Baik
Ruang Kelas : 25 Baik
Ruang Lab. IPA : 1 Baik
Ruang Perpustakaan : 1 Baik
Ruang BK : 1 Baik
Lab. Komputer : 3 Baik
Gudang : 1 baik
Ruang Audio Visual : -
Laboratorium Bahasa : 1 baik
Ruang Seni : 1 baik
Ruang OSIS : 1 baik
Ruang UKS : 1 baik

2. Anggaran Sekolah

Anggaran Sekolah berasal dari dana pemerintah dan sumbangan sukarela


dari orang tua peserta didik. Sumbangan sukarela tidak ditentukan besarnnya
dan waktunya.

7
3. Personil Sekolah
SMPN 2 Kendal memiliki 60 personil yang terdiri dari
Guru PNS : 37 orang
Guru Honor : 8 orang
TU PNS : 3 orang
TU Honor : 11 orang
Laboran :- orang
Pustakawan :1 orang

MATA
NO NAMA STATUS GOL PANGKAT
PELAJARAN
1 Supardi, S.Pd, M.Pd Guru PNS IV/B Pembina Tk. I Kepala Sklh
2 Emy Hartatik, S.Pd Guru PNS IV/B Pembina Tk. I PKn
3 Tri Budi Setyawan, S.Pd, M.Si Guru PNS IV/B Pembina Tk. I PKn
4 Drs. Suranto, M.Pd Guru PNS IV/B Pembina Tk. I Matematika
5 Drs. Ahmad Budisusilo Guru PNS IV/B Pembina Tk. I Bahasa Inggris
6 Budiana, MSI Guru PNS IV/B Pembina Tk. I PABP
7 Drs. Suhardi Guru PNS IV/A Pembina IPS
8 Dra. Sri Windarti Guru PNS IV/A Pembina Bahasa Inggris
9 Juwariyah, SPd Guru PNS IV/A Pembina Bahasa Inggris
10 Akhmad Suudi, SPd Guru PNS IV/A Pembina IPS
11 Eko Winarso, SPd Guru PNS IV/A Pembina Matematika
12 Agus Prasetya, SPd Guru PNS IV/A Pembina PJOK
13 Dra. Anita Susanti Guru PNS IV/A Pembina IPS
14 Iswantini, S.Pd Guru PNS IV/A Pembina BK
15 Empi Muzaitin, S.Pd Guru PNS IV/A Pembina PKn
16 Rismiyati, S.Pd Guru PNS IV/A Pembina Matematika
17 Dra. Irina Kurniati Lubis Guru PNS IV/A Pembina IPA
18 Isnindiyah, S.Pd Fis Guru PNS IV/A Pembina IPA
19 Hardilan, S.Pd Guru PNS IV/A Pembina Seni Budaya
20 Dra. Dwi Andari Guru PNS IV/A Pembina Prakarya/TIK
21 Dra. Daryani, MPd Guru PNS IV/A Pembina BK
22 Sudarmi, S.Pd Guru PNS IV/A Pembina Seni Budaya
23 Zaenal Arifin, SPd Guru PNS IV/A Pembina IPA
24 Wahyuningsih, SPd Guru PNS IV/A Pembina IPA
25 Hendri Murdiarto, SPd Guru PNS IV/A Pembina Bahasa Inggris
26 Endang Sulistyowati, SPd Guru PNS IV/A Pembina BK

8
27 Sayogo, SPd Guru PNS IV/A Pembina IPS
28 Budi Darmanto, SPd Guru PNS III/D Penata Tk. I PJOK
29 Nadhirin, SPd Guru PNS III/D Penata Tk. I IPS
30 Tejawati Kusuma H., S.Pd Guru PNS III/D Penata Tk. I Bahasa Jawa
Bahasa
31 Djoko Setyono, SPd Guru PNS III/D Penata Tk. I
Indonesi
32 Isnanto, S.Pd Guru PNS III/D Penata Tk. I Bahasa Jawa
33 Siti Mustofiah, S.Pd Guru PNS III/C Penata IPA
Bahasa
34 Tri Adha Wibowo, S.Pd Guru PNS III/C Penata
Indonesi
Penata Muda Bahasa
35 Ferdian Kurniawati, S.Pd Guru PNS III/B
Tk. I Indonesi
Penata Muda
36 Mickeyal Indonesia, S.Pd Guru PNS III/B BK
Tk. I
37 Haryati, S.Kom. Guru PNS Prakarya/TIK
Bahasa
38 Suwanti, S.Pd Guru PNS III/A Penata Muda
Indonesi
39 Imron Rosyidi, S.Kom GTT - - Prakarya/TIK
Bahasa
40 Nanik Sri Astuti, SPd GTT - -
Indonesi
41 Fitriatun, S.Ag GTT - - PABP
42 Nur Khasanah, S.Pd GTT - - Matematika
43 Eka Aprilia Rosidi, S.Pd GTT - - Seni Budaya
44 M. Arief Budi Raharjo, S.Pd GTT - - PJOK
45 Andriani Tri W., SPd GTT - - Seni Budaya
46 Diah Ayu Purwaningsih, S.Pd GTT - - Matematika

4. Keadaan Peserta didik

1. Jumlah peserta didik


Jumlah peserta didik Tahun Pelajaran 2018/2019 seluruhnya berjumlah 818
orang. Persebaran jumlah peserta didik antar kelas merata. Peserta didik
kelas VII ada 8 rombongan belajar. Peserta didik kelas VIII ada 8
rombongan belajar. Peserta didik kelas IX ada 9 rombongan belajar. Tiap
ruang kelas berisi 32 – 34 siswa, kecuali kelas 9 ada yang masih 36 siswa.

Jumlah peserta didik Tahun 2018/2019


Jumlah
Kelas Jumlah
Laki -laki Perempuan
VII 113 145 258
VIII 135 140 275
IX 132 152 284

9
Jumlah 380 437 817

E. Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan
1 tahun ke depan

Besarnya
Kondisi yang diharapkan ( satu
No Kondisi Saat Ini tantangan
tahun ke depan )
nyata
1 Standar Isi : Kurikulum Standar Isi: Standar Isi
1.1 Kurikulum 100% memenuhi Kurikulum 100% memenuhi 100%
standar Nasional Pendidikan standar nasional pendidikan
( perangkat pembelajaran sudah ( Perangkat pembelajaran sudah
disusun untuk kelas VII, VIII, IX disusun untuk kelas VII, VIII, IX
semua mata pelajaran) semua mata pelajaran)
1.2
Pengembangan Proses Pengembangan Proses
2 Pembelajaran: Pembelajaran:
2.1 Proses pembelajaran belum Proses pembelajaran sudah
memenuhi standar nasional memenuhi standar nasional
pendidikan , yaitu 80% guru
pendidikan , yaitu baru 40% guru
melaksanakan CTL
melaksanakan CTL 40%
2.2 Guru yang menggunakan media Sudah 90% guru mampu
ICT dalam pembelajaran 40% menggunakan media ICT 50%
3 Standar Kelulusan: Standar Kelulusan:
Prestasi akademik lulusan belum
bisa menjadi peringkat 1 Prestasi akademik lulusan menjadi
3.1 Kabupaten( rata-rata UN (71.15) peringkat 1 kabupaten rata rata UN 1 tingkat
3.2 Prestasi non akademik sekolah Prestasi non akademik sekolah
masih rendah ( rata-rata mencapai tinggi ( rata-rata mencapai 2 tingkat
kejuaraan tingkat kabupaten/kota) kejuaraan tingkat nasional )
4 Pengembangan pendidikan dan Pengembangan pendidikan dan
tenaga kependidikan: tenaga kependidikan :
4.1 Pendidik dan tenaga kependidikan Pendidik dan tenaga kependidikan
terdapat 93% memenuhi standar terdapat 98% sudah memenuhi 5%
nasional pendidikan standar nasional pendidikan

5 Pengembangan prasarana dan Pengembangan prasarana dan


sarana : sarana :

5.1 Prasarana, sarana ,media Prasarana, sarana ,media 25%


pembelajaran ,bahan ajar, sumber pembelajaran , bahan ajar, sumber
belajar terdapat rata-rata 75 % belajar terdapat rata-rata 90 %
memenuhi standar nasional memenuhi standar Nasional
pendidikan Pendidikan
5.2 Perlengkapan ICT yang masih Perlengkapan ICT dikelas ada
baik dikelas baru 50% 100% 50%
6 Standar pengelolaan: Standar pengelolaan:

6.1 70% fungsi-fungsi pengelolaan 90% fungsi-fungsi pengelolaan


sekolah memenuhi standar sekolah memenuhi standar 10%
nasional pendidikan nasional pendidikan
7 Pengembangan pembiayaan: Pengembangan pembiayaan:

7.1 Kontribusi sumbangan masyarakat Pembiayaan sudah memenuhi

10
masih rendah satandar nasional
8 Pengembangan penilaian: Pengembangan penilaian:
8.1 Guru dan sekolah 90% melaksana Guru dan sekolah 100% 5%
kan sistim penilaian sesuai melaksana kan sistim penilaian
dengan tuntutan kurikulum atau sesuai dengan tuntutan kurikulum
standar nasional pendidikan atau standar nasional pendidikan

1.1.3 Upaya atau langkah memenuhi kondisi ideal


a. Program Pengembangan Kurikulum Tingkat Tingkat Satuan Pendidikan
1. Menjalin kerja sama dengan komite sekolah
2. Worshop pemetaan SK dan KD
3. IHT penyusunan silabus dan RPP
4. Seminar
5. Workshop pembuatan bahan ajar cetak dan ICT
b. Program Pengembangan Proses Pembelajaran
1. Workshop model-model pembelajaran
2. Pengembangan pembelajaran kontekstual
3. Pengembangan kelompok belajar siswa dengan tutor sebaya
4. Klinik Mata Pelajaran
5. IHT
6. Melaksanakan moving kelas
c. Program Pengembangan Media Pembelaran
1. Pengadaan alat dan bahan penunjang pembelajaran dikelas ( VCD, Tape,
LCD)
2. Pengadaan media pembelajaran
3. Pengadaan alat multi media
4. Pengadaan komputer dengan akses internet di perpustakaan dan tempat-
tempat strategis
5. Optimalisasi Lab. Bahasa.
6. Optimalisasi Lab. IPA
7. Optimalisasi Perpustakaan
d. Program Pengembangan pendidik dan Tenaga Kependidikan
1. IHT Pengembangan Bahan Ajar Berbasis TI&K
2. Studi banding
3. Pengembangan kegiatan MGMP
4. Pengembangan penelitian tindakan kelas
5. Pelatihan bahasa inggris
6. Pelatihan komputer dan e-learning

e. Program Pengembangan Manajemen

11
1. Penerapan model manajemen berbasis sekolah secara penuh
2. Pengembangan pola manajemen berbasis ICT ( SIM)
3. Kerjasama dengan sekolah / instansi lain yang terkait dengan program
sekolah dalam wujud MOU
4. Kerjasama dengan dunia usaha dan alumni untuk pengembangan
program sekkolah
5. Pengembangan fungsi partisipasi komite sekolah

f. Program Pengembangan Standar Pembiayaan


1. Menjalin kerja sama dengan komite sekolah yang lebih intensif untuk
menggali sumber-sumber dana yang ada dimasyarakat
2. Melakukan kerjasama dengan dunia usaha / industri
3. Melakukan kegiatan yang menghasilkan keuntungan ekonomi
4. Mengoptimasikan penggunaan bantuan yang diberikan dari pusat dan daerah

g. Program Pengembangan Penilaian


1. Pengembangan aplikasi penilaian
2. Pengembangan bentuk uji kompetensi
3. Pengembangan model dan acuan penilaian
4. Pelaksanaan evaluasi ( ulangan harian, program remedial, pengayaan, mid
semester, dan ulangan akhir semester)
h. Program Pengembangan Diri
1. Optimalisasi BK dalam pengembangan diri
2. Optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler
3. Pelatihan /seminar PTK
4. Pembentukan Tim Unggulan Mata Pelajaran

h, Hasil Yang Diharapkan


1. Terlaksananya program-program dalam upaya pengembangan SKL dengan
Standar Nasional
2. Terlaksananya program-program dalam peningkatan prestasi akademik dan
non akademik Siswa dengan minimal mendapat satu perestasi kejuaraan di
tingkat propinsi
3. Terealisasinya perangkat kurikulum yang lengkap, dan berwawasan
kedepan.
4. Terealisasinya penyelenggaraan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan
menyenangkan

12
5. Terpenuhinya kebutuhan SDM di sekolah yang sesuai dengan kebutuhan
sekolah (mempunyai kemampuan bahasa inggris, kemampuan
mengoperasikan komputer dan internet, kemampuan menggunakan ICT
dalam pembelajaran)
6. Terpenuhinya fasilitas prasarana dan sarana pendukung untuk
pembelajaran / sekolah dan manajemen sekolah sesuai dengan kebutuhan
dan kondisi sekolah
7. Diimlementasikan model manajemen berbasis sekolah secara penuh
8. Tersusunnya program kerja dalam upaya pengembangan pembiayaan
sekolah berstandar Nasional
9. Tersusunnya program kerja dalam upaya pengembangan sistim penilaian
pendidikan disekolah berstandar nasional

1.2 Landasan Hukum


Landasan hukum yang digunakan dalam menyusun laporan analisis konteks
1. Undang -Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 53 tahun 2010 tentang
Pedoman Ekstrakurikuler
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 19 tahun 2005 tentang
standar Nasional pendidikan
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 20 tahun 2016 tentang
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 21 tahun 2016 tentang
Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 22 tahun 2016 tentang
Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 23 tahun 2016 tentang
Penilaian Kurikulum 2013 SMP/MTs Pendidikan Dasar dan Menengah.
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 24 tahun 2016 tentang
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kuriklum 2013
Pendidikan Dasar dan Menengah
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 58 tahun 2014 tentang
Kuriklum 2013 SMP
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 61 tahun 2014 tentang
Pedoman Pengembangan Kuriklum Tingkat Satuan Pendidikan
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 62 tahun 2014 tentang
Pedoman Ekstrakurikuler
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 63 tahun 2014 tentang
kegiatan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstra wajib

13
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 79 tahun 2014 tentang
Komponen KTSP/Indikator tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013
14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 111 tahun 2014 tentang
Bimbingan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 160 tahun 2014 tentang
Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum tahun 2013
16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 19 tahun 2017 tentang
Guru
17. Peraturan Gubernur nomor 423.5/14995 tentang Kurikulum Mata Pelajran
Muatan Lokal Bahasa Jawa untuk Jenjang Pendidikan SD/SDLB/MI,
SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA dan SMK Negeri dan Swasta di Provinsi
Jawa Tengah tanggal 4 Juni 2014.
18. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal Nomor
420/1401/DISDIKBUD/2018 tanggal Juni 2018 tentang Kalender Pendidikan
Tahun Pelajaran 2018/2019
19. Keputusan Dewan Guru dan Kepala SMP Negeri 2 Kendal pada kegiatan review
KTSP tanggal 30 Juni 2018 dan pada tanggal 12 Juli 2018.

1.3 Tujuan dan Manfaat


a. Tujuan Penyusunan Laporan
Analisis Konteks ini disusun dengan tujuan memberikan gambaran profil sekolah
dalam pencapaian SNP, serta sebagai acuan bagi satuan pendidikan dalam
menyusun perencanaan dan pengembangan pendidikan di SMP Negeri 2 Kendal.

b. Manfaat Penyusunan Laporan


Manfaat yang diharapkan dengan adanya laporan analisis konteks ini adalah
tergambarnya pelaksanaan 8 Standar Pendidikan di SMP Negeri 2 Kendal..
Sehingga Sekolah bisa mengetahui kekurangan dan keunggulan yang dimiliki.

14
15
BAB 2 HASIL ANALISIS KONTEKS

2.1 Analisis Standar Nasional Pendidikan


Nama Sekolah : SMP NEGERI 2 KENDAL Tahun Analisis : 2018 / 2019
NPSN : 20321861 Alamat Sekolah : Jl. Soekarno Hatta No. 187 Kendal Telp (0294) 381488

2.1.1 Analisis Standar Isi

Komponen Sub Komponen Kondisi Ideal Kondisi Riil Rencana tindak Lanjut

16
Kerangka Dasar Prinsip 1. Berpusat pada potensi, perkembangan, Belum sepenuhnya mengedepankan Melakukan analisis kepentingan peserta didik
Kurikulum Pengembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik kepentingan peserta didik melalui angket, wawancara, penelaahan dari
Kurikulum dan lingkungannya BP, dan tes IQ.

2. Beragam dan terpadu Belum sepenuhnya memperhatikan Penggalian data karakteristik peserta didik,
karakteristik peserta didik, status status sosial, ekonomi dan gender dari BP,
sosial, ekonomi dam gender. komite sekolah dan Tata laksana sekolah.

3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu Sebagian besar telah tanggap Menyediakan sarana dan prasarana serta
pengetahuan, teknologi dan seni terhadap perkembangan ilmu konsultasi untuk mata pelajaran yang belum
pengetahuan, teknologi dan seni. tanggap terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni

4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum belum Melibatkan pemangku kepentingan
melibatkan pemangku kepentingan (stakeholder) dalam pengembangan kurikulum
(stakeholders) untuk menjamin
relevansi pendidikan dengan
kebutuhan kehidupan, termasuk di
dalamnya kehidupan
kemasyarakatan, dunia usaha dan
dunia kerja
5. Menyeluruh dan berkesinambungan Pengembangan kurikulum telah Penyempurnaan secara berkelanjutan
dilakukan secara berkesinambungan

6. Belajar sepanjang hayat Sudah diarahkan pada proses Penyempurnaan secara berkelanjutan
pengembangan, pembudayaan, dan
pemberdayaan peserta didik yang
berlangsung sepanjang hayat

7. Seimbang kepentingan nasional dan Sudah seimbang Penyempurnaan secara berkelanjutan


kepentingan daerah

17
Prinsip 1. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada Belum semua peserta didik Melaksanakan IHT pengembangan metode
Pelaksanaan potensi, perkembangan dan kondisi memperoleh kesempatan untuk pembelajaran yang bermutu dan
Kurikulum peserta didik untuk menguasai mengekspresikan dirinya secara menyenangkan serta meningkatkan frekuensi
kompetensi yang berguna bagi dirinya. bebas, dinamis dan menyenangkan. kegiatan yang memberikan kesempatan peserta
Dalam hal ini peserta didik harus didik untuk mengekspresikan dirinya secara
mendapatkan pelayanan pendidikan yang bebas, dinamis dan menyenangkan
bermutu, serta memperoleh kesempatan
untuk mengekspresikan dirinya secara
bebas, dinamis dan menyenangkan

2. Kurikulum dilaksanakan dengan Sekolah belum maksimal Dibuat program kurikulum yang menekankan
menegakkan kelima pilar belajar, yaitu (a) melaksanakan kurikulum melalui 5 pada penegakan pilar belajar tersebut
belajar untuk beriman dan bertakwa pilar belajar, khususnya pilar belajar
kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) untuk hidup bersama dan berguna
belajar untuk memahami dan menghayati, bagi orang lain.
(c) belajar untuk mampu melaksanakan
dan berbuat secara efektif, (d) belajar
untuk hidup bersama dan berguna bagi
orang lain, dan (e) belajar untuk
membangun dan menemukan jati diri
melalui proses pembelajaran yang aktif,
kreatif, efektif dan menyenangkan.

3. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan Peserta didik telah mendapatkan Pelayanan perbaikan dan pengayaan lebih
peserta didik mendapat pelayanan yang pelayanan perbaikan dan pengayaan diintensifkan pada setiap mata pelajaran
bersifat perbaikan, pengayaan dan/atau tetapi belum mendapatkan program sementara pelaksanaan percepatan baru dapat
percepatan sesuai dengan potensi, tahap percepatan sesuai dengan potensi, dilaksanakan jika kondisi sudah sesuai dengan
perkembangan, dan kondisi peserta didik tahap perkembangan, dan kondisi syarat dilaksanakannya program percepatan
dengan tetap memperhatikan peserta didik.
keterpaduan pengembangan pribadi
peserta didik yang berdimensi ketuhanan,
keindividuan, kesosialan dan moral

4. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana Sudah sesuai dengan kondisi ideal Mempertahankan dan meningkatkan kondisi
hubungan peserta didik dan pendidik yang telah ada
yang saling menerima dan menghargai,
akrab, terbuka, dan hangat dengan
prinsip tutwuri handayani, ingmadya

18
7. Struktur Daftar mata Daftar mata pelajaran dan muatan lokal Daftar mata pelajaran dan muatan Mempertahankan dan meningkatkan kondisi
Kurikulum pelajaran dan dikembangkan dengan berpedoman pada lokal telah dikembangkan dengan yang telah ada
muatan lokal standar isi berpedoman pada standar isi

Penetapan Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler Muatan lokal yang dilaksanakan Dilakukan analisis keunggulan lokal sehingga
muatan lokal yang ditentukan oleh satuan pendidikan untuk adalah muatan lokal yang sesuai memiliki program PBKL yang terintegrasi pada
pada struktur mengembangkan kompetensi yang dengan kondisi koa angerang sebagai mata pelajaran atau melalui Muatan Lokal serta
kurikulum disesuaikan dengan ciri khas dan potensi koata industri, yaitu Teknologi melakukan kajian pengembangan SK, KD dan
daerah, termasuk unggulan daerah, yang Informasi dengan titik berat Tekhnik Indikator Muatan Lokal
materinya tidak menjadi bagian dari mata Komputer dan Multi Media
pelajaran

Kegiatan Pelayanan kegiatan pengembangan diri Belum semua keragaman potensi, Menjaring potensi, minat dan bakat peserta
pengembangan diberikan sesuai dengan potensi, kebutuhan, kebutuhan, minat, dan bakat peserta didik melalui angket dan wawancara serta
diri minat dan bakat peserta didik serta didik dapat disalurkan melalui kegiatan menambah jenis dan program kegiatan
disesuaikan dengan kondisi sekolah pengembangan diri karena pengembangan diri
keterbatasan sarana dan prasarana
penunjang serta SDM
8. Beban Beban belajar Jumlah jam pelajaran tatap muka per minggu Sekolah memanfaatkan penambahan Dilakukan IHT dengan fokus analisis/pemetaan
Belajar untuk kegiatan pada Kurikulum 2013 adalah 36 jam / minggu jam sehingga beban belajar kelas VII, SK/KD untuk menentukan tambahan jam
tatap muka dan pemanfaatan tambahan 4 jam / minggu VIII dan IX adalah 42 jam / minggu, pelajaran agar lebih efektif
perminggu dengan rincian penambahan jam
tertuang dalam KTSP.

Beban belajar Penugasan terstruktur adalah kegiatan Hanya sebagian kecil pendidik yang Mewajibkan pendidik menganalisis SK dan KD
untuk pembelajaran yang berupa pendalaman memberikan penugasan terstruktur serta merencanakan bentuk kegiatan terstruktur
Penugasan materi pembelajaran oleh peserta didik yang
Terstruktur dirancang oleh pendidik untuk mencapai
standar kompetensi yang waktunya
ditentukan oleh pendidik

Beban belajar Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah Hanya sebagian kecil pendidik yang Mewajibkan pendidik menganalisis SK dan KD
untuk Kegiatan kegiatan pembelajaran yang berupa memberikan penugasan kegiatan serta merencanakan bentuk kegiatan mandiri
Mandiri tidak pendalaman materi pembelajaran oleh mandiri tidak terstruktur tidak terstruktur
Terstruktur peserta didik yang dirancang oleh pendidik
untuk mencapai standar kompetensi yang

19
waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh
peserta didik

9. Kalender Perhitungan Kalender pendidikan tingkat satuan Kalender pendidikan yang dibuat oleh Membuat kalender pendidikan yang bersumber
Pendidikan minggu efektif pendidikan disusun sesuai dengan kebutuhan sekolah berpedoman dengan kalender pada kalender pendidikan yang diterbitkan oleh
daerah dan karakteristik sekolah serta pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dengan memasukkan
mengacu pada standar isi Dinas Pendidikan Propinsi dan Dinas kegiatan khusus yang diprogramkan sekolah
Pendidikan Kota Tangerang dengan tanpa mengurangi jumlah minggu efektif
menyesuaikan pada kebutuhan dan
program sekolah

2.1.2 Analisis Standar Komptensi Lulusan


Memuat deskripsi hasil analisis standar kompetensi lulusan yang sekurangkurangnya memaparkan kondisi riil pencapaian standar kompetensi lulusan, kondisi
yang diharapkan sesuai dengan kondisi ideal (SNP) dan rencana tindak lanjut untuk memenuhinya. Deskripsi tersebut dapat didukung oleh data kuantitatif.

PEMETAAAN KETERLAKSANAAN ANALISIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN


Nama Sekolah : SMP NEGERI 2 Kendal
NPSN : 20321861
Alamat : Jl. Soekarno Hatta No. 187 Telp (0294) 381488
Tahun : 2018 / 2013
A. SKL SATUAN PENDIDIKAN

No. SKL Satuan Pendidikan SKL KELOMPOK MAPEL SKL MAPEL KET
1 Berperilaku sesuai dengan ajaran Berperilaku terpuji seperti hasnuzzhan, taubat dan raja dan Pendidikan
Berperilaku sesuai dengan ajaran agama
agama yang dianut sesuai meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof, tabzir dan fitnah Agama
yang dianut sesua dengan perkembangan
dengan perkembangan remaja
remaja

20
2 Mengembangkan diri secara Agama, IPTEK
Mengembangkan diri secara optimal dengan 1. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan
optimal dengan memanfaatkan
memanfaatkan kelebihan diri serta fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta
kelebihan diri serta memperbaiki
memperbaiki kekurangannya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
kekurangannya
2. Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis,
kritis, dan kreatif, serta mempunyai kemampuan
bekerjasama
3 Menunjukkan sikap percaya diri 3. Agama, PKn
Menunjukkan sikap percaya diri dan 1. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan
dan bertanggung jawab atas
bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta
perilaku, perbuatan, dan
dan pekerjaannya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
pekerjaannya
2. Menganalisis sikap positif terhadap penegakan hukum,
peradilan nasional, dan tindakan anti korupsi
4 Berpartisipasi dalam penegakan PKn, Agama
Berpartisipasi dalam penegakan aturan- 1. Menganalisis peran dan hak warganegara dan sistem
aturan-aturan sosial
aturan sosial pemerintahan NKRI
2. Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta
menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga
dalam Islam
5 Menghargai keberagaman Memahami ayat-ayat Al- Qur’an yang berkaitan dengan Agama
Menghargai keberagaman agama, bangsa,
agama, bangsa, suku, ras, dan fungsi manusia
suku, ras, golongan sosial ekonomi, dan
golongan sosial ekonomi dalam sebagai khalifah, demokrasi serta pengembangan ilmu
budaya dalam tatanan global
lingkup global pengetahuan dan teknologi
6 Membangun dan menerapkan Membangun dan menerapkan informasi, Memahami prinsip dasar internet/ intranet dan IPTEK
informasi dan pengetahuan pengetahuan, dan teknologi secara logis, menggunakannya untuk memperoleh
secara logis, kritis, kreatif, dan kritis, kreatif, dan inovatif informasi,berkomunikasi dan betukar informasi
inovatif
7 Menunjukkan kemampuan Menunjukkan kemampuan berpikir logis, IPTEK
Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis,
berpikir logis, kritis, kreatif, dan kritis, kreatif, dan inovatif secara mandiri
dan kreatif, serta mempunyai kemampuan bekerjasama
inovatif dalam pengambilan
keputusan
8 Menunjukkan kemampuan PKn, IPTEK
Menunjukkan kemampuan mengembangkan 1. Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis,
mengembangkan budaya belajar
budaya belajar untuk pemberdayaan diri kritis, dan kreatif, serta mempunyai kemampuan
untuk pemberdayaan diri
bekerjasama
2. Memahami fungsi dan proses berbagai peralatan dan

21
teknologi informasi dan komunikasi yang ditopang oleh
sikap cermat dan menghargai Hak Atas kekayaan
Intelektual
9 Menunjukkan sikap kompetitif 1. Mempraktekan pengembangan mekanik sikap tubuh, PKn,
Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif
dan sportif untuk mendapatkan kebugaran jasmani serta aktivitas lainnya Penjasorkes
untuk meningkatkan ketaqwaan dan
hasil yang terbaik
memperkuat kepribadian 2. Mengevaluasi sikap berpolitik dan bermasyarakat madani
sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945

10 Menunjukkan kemampuan Menunjukkan kemampuan IPTEK


Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis,
menganalisis dan memecahkan menganalisis dan memecahkan masalah
dan kreatif, serta mempunyai kemampuan bekerjasama
masalah kompleks kompleks
11 Menunjukkan kemampuan Menunjukkan kemampuan IPTEK
1. Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis,
menganalisis gejala alam dan menganalisis fenomena alam dan sosial
kritis, dan kreatif, serta mempunyai kemampuan
sosial sesuai dengan kekhasan daerah masing-
bekerjasama
masing
2. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam
cakupan mekanika benda titik, kekekalan energi, impuls,
dan momentum
12 Memanfaatkan lingkungan Agama
1. Memanfaatkan lingkungan sebagai Memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan fungsi
secara produktif dan
makhluk ciptaan Tuhan secara manusia sebagai khalifah, demokrasi serta pengembangan
bertanggung jawab
bertanggung jawab ilmu pengetahuan dan teknologi
2. Memanfaatkan lingkungan secara
produktif dan bertanggung jawab

13 Berpartisipasi dalam kehidupan Berpartisipasi dalam kehidupan PKn


1. Menganalisis peran dan hak warganegara dan sistem
bermasyarakat, berbangsa, dan bermasyarakat, berbangsa, dan
pemerintahan NKRI
bernegara secara bernegara secara demokratis dalam wadah
demokratis dalam wadah Negara Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. Mengevaluasi sikap berpolitik dan bermasyarakat madani
Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

14 Mengekspresikan diri melalui Menunjukkan apresiasi terhadap Mengapresiasikan dan Estetika


kegiatan seni dan budaya karya seni mengekspresikan karya seni musik tradisional dan non
tradisional dengan beragam teknik, media dan materi musik

22
daerah setempat
15 Mengapresiasi karya seni dan Mengapresiasikan dan Estetika, PKn
budaya 1. Menunjukkan apresiasi terhadap karya mengekspresikan karya seni musik tradisional dan non
seni tradisional dengan beragam
2. Menunjukkan apresiasi terhadap karya teknik, media dan materi musik daerah setempat
estetika

16 Menghasilkan karya kreatif, baik Menghasilkan karya kreatif, baik Mengapresiasikan dan Estetika
individual maupun kelompok individual maupun kelompok mengekspresikan karya seni musik tradisional dan non
tradisional dengan beragam
teknik, media dan materi musik daerah setempat
17 Menjaga kesehatan dan Menjaga kebersihan, kesehatan, Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari PenjasOrkes
keamanan diri, kebugaran ketahanan dan kebugaran jasmani dalam seperti perawatan
jasmani, serta kebersihan kehidupan sesuai dengan tuntunan agama tubuh serta lingkungan yang sehat, menegenai berbagai
lingkungan penyakit dan cara mencegahnya serta menghindari narkoba
dan HIV

18 Berkomunikasi lisan dan tulisan PKn, IPTEK


1. Berkomunikasi dan berinteraksi secara 1. Merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis,
secara efektif dan santun
efektif dan santun melalui berbagai cara menentukan variabel, merancang dan merakit instrumen,
termasuk pemanfaatan teknologi informasi menggunakan berbagai peralatan untuk melakukan
pengamatan dan pengukuran yang tepat dan teliti,
mengumpulkan, mengolah, menafsirkan dan menyajikan
data secara sistematis, dan menarik kesimpulan sesuai
dengan bukti yang diperoleh, serta berkomunikasi ilmiah
hasil percobaan secara lisan dan tertulis

19 Memahami hak dan kewajiban Memahami hak dan kewajiban diri PPKn
Menganalisis pola-pola dan partisipasi aktif dalam
diri dan orang lain dalam dan orang lain dalam pergaulan di
pemajuan, penghormatan serta penegakan HAM baik di
pergaulan di masyarakat masyarakat
Indonesia maupun di luar negeri

20 Menghargai adanya perbedaan Menghargai adanya perbedaan pendapat dan PPKn, Agama
1. Mengevaluasi sikap berpolitik dan bermasyarakat madani
pendapat dan berempati terhadap berempati terhadap orang lain
sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
orang lain
1945
2. Berperilaku terpuji seperti hasnuzzhan, taubat dan raja

23
dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof, tabzir
dan fitnah

21 Menunjukkan keterampilan IPTEK


Menunjukkan kegemaran membaca dan 1. Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami
membaca dan menulis naskah
menulis wacana tulis teks nonsastra berbentuk grafik, tabel,
secara sistematis dan estetis
artikel, tajuk rencana, teks pidato, serta teks sastra
berbentuk puisi, hikayat, novel, biografi, puisi
kontemporer, karya sastra berbagai angkatan dan sastra
Melayu klasik

2. Menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk


mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam
bentuk teks narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi,
teks pidato, proposal, surat dinas, surat dagang,
rangkuman, ringkasan, notulen, laporan, resensi, karya
ilmiah, dan berbagai karya sastra berbentuk puisi,
cerpen, drama, kritik, dan esei

22 Menunjukkan keterampilan Menunjukkan keterampilan Mendengar, membaca, menulis dan menyimak serta IPTEK
menyimak,membaca, menulis, menyimak,membaca, menulis, dan berbicara berbicara
dan berbicara dalam bahasa dalam bahasa Indonesia dan Inggris
Indonesia dan Inggris
23 IPTEK
Menguasai pengetahuan yang Menguasai pengetahuan yang diperlukan Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis,
diperlukan untuk mengikuti untuk mengikuti pendidikan tinggi dan kreatif, serta mempunyai kemampuan bekerjasama
pendidikan tinggi

24
B. SKL KELOMPOK MATA PELAJARAN DAN SKL MATA PELAJARAN

No Kriteria setiap Komponen Dokumen Hasil Analisis Pemenuhan Alokasi Program


ada Tidak 1 2
(Rencana Tindak Lanjut)
I SKL KELOMPOK MATA PELAJARAN
1 Hasil analisis kelompok Mapel Agama dan Akhlak Mulia V
2 Hasil analisis kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian V
3 Hasil analisis kelompok Mapel Ilmu Pengetahuan dan Teknologi V
4 Hasil analisis kelompok Mapel Estetika V
5 Hasil analisis kelompok Mapel Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan V
II SKL MATA PELAJARAN
1 Hasil analisis Mapel Pendidikan Agama V
2 Hasil analisis Mapel Pendidikan Kewarganegaraan V
3 Hasil analisis Mapel Bahasa Indonesia V
4 Hasil analisis Mapel Matematika V
5 Hasil analisis Mapel IPA V
6 Hasil analisis Mapel IPS V
7 Hasil analisis Mapel Bahasa Inggris V
8 Hasil analisis Mapel Seni Budaya V
9 Hasil analisis Mapel PJOK V
10 Hasil analisis Mapel Prakarya V
11 Hasil analisis Mapel Bahasa Jawa V

25
2.1.3 Analisis Standar Proses
Memuat deskripsi hasil analisis standar proses yang sekurang-kurangnya memaparkan kondisi riil pelaksanaan standar proses, kondisi yang diharapkan sesuai
dengan kondisi ideal (SNP) dan rencana tindak lanjut untuk memenuhinya. Deskripsi tersebut dapat didukung oleh data kuantitatif.
Nama Sekolah : SMP NEGERI 2 Kendal
NPSN : 20321861
Alamat : Jl. Soekarno Hatta No. 187 Kendal Telp (0294) 381488
Tahun : 2018 / 2019

No Komponen Kondisi Ideal Kondisi Riil Tindak Lanjut


I PERENCANAAN
1. Silabus Pada Silabus harus memuat: Dalam pengembangan silabus Perlu diprogramkan bimbingan dan
1. Identitas mata pelajaran ,SK KD, masih banyak guru yang belum pendampingan teknik membuat silabus
Kegiatan Pembelajaran, Indikator melakukan analisis SK-KD dengan benar. mulai dari analisis pemetaan SK dan
ketercapaian, Penilaian, Alokasi Dalam penyusunan silabus sebagian besar guru masih KD sehingga menghasilkan silabus
Waktu, Sumber/Bahan/Alat. melalui proses mengadopsi dan adaptasi silabus yang minimal hasil adaptasi dan
2. Penyusunan silabus berdasarakan sudah ada. menyesuaikan dengan karakteristik
hasil pemetaan Standar Isi. belajar siswa
2. RPP 1. RPP memuat: Identitas MP, SK, KD Masih ada guru menyusun RPP tidak melampirkan Perlu diadakan workshop dan IHT
Indiator Pencapaian, tujuan ,Alokasi instrumen penilaian dan atau soal yang tercantum pengembangan RPP
Waktu , Metode Pembelajaran, dalam RPP tidak mereprensantisikan tujuan pada RPP.
Kegiatan Pembelajaran, Penilaian
belajar, dan sumber belajar.
2. Pada tahapan kegiatan pembelajaran
terdiri dari tahapan: pendahuluan,
kegiatan inti, dan penutup.

26
3. Mengacu pada prinsip-prinsip
penyusunan RPP.
II PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
2.1. Persyaratan Jumlah maksimal peserta didik setiap jumlah peserta didik per rombongan belajar Berkonsultasi dengan Dinas
Pelaksanaan rombongan belajar adalah 32 peserta adalah 36 orang pada kelas 9, dan 32-34 pada kelas Pendidikan Kab. Kendal untuk
Rombongan didik. 7/8 menyesuaikan jumlah peserta didik per
Belajar rombongan belajar
2.2. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran tidak konsisten dengan Dilakukan IHT tentang kegiatan
Pembelajaran a. Pendahuluan pemetaan waktu yang direnecanakan pada RPP. pembelajaran dan model-model
- Penyampaian tujuan Belum seluruh guru melaksanakan kegiatan pembelajaran.
- Motivasi pembelajaran dengan meliputi kegiatana eksplorasi,
b. Kegiatan inti elaborasi dan konfirmasi
- eksplorasi
- elaborasi
- konfirmasi
c. Penutup
- Rangkuman
- Penialaian / refleksi
- Umpan balik
- Tugas
III PENILAIAN HASIL Penilaian dilakukan oleh guru Hasil penilaian pembelajaran tidak dilakukan analisis Kepala Sekolah melakukan
PEMBELAJARAN terhadap hasil pembelajaran untuk sebagai bahan acuan dalam program perbaikan proses pemeriksaan dan pemantauan
mengukur tingkat pencapaian kompetensi pembelajaran bagi guru. perkembangan hasil belajar peserta
peserta didik, serta digunakan sebagai didik dari guru sebagai data
bahan penyusunan laporan kemajuan keberhasilan/ketidakberhasilan peserta

27
hasil belajar, dan memperbaiki proses didik
pembelajaran.

28
2.1.4 Analisis Standar Pengelolaan

Nama Sekolah : SMP NEGERI 2 Kendal


NPSN : 20321861
Alamat : Jl. Soekarno Hatta No. 187 Kendal Telp (0294) 381488
Tahun : 2018 / 2019

Analisis Standar Pengelolaan

NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT

1 PERENCANAAN PROGRAM
1. Sebagian warga sekolah 1. Perlu adanya
1. Rumusan visi merupakan cita-cita bersama
Visi Sekolah kurang memahami visi sekolah sosialisasi dalam berbagai kegiatan
warga sekolah;
2. Belum memberikan inspirasi sekolah
2. mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan
bagi warga sekolah 2. Perlu adanya
kekuatan pada warga sekolah;
3. Pembuatan visi sekolah sosialisasi sehingga dapat
3. dirumuskan berdasar masukan dari berbagai
mengadopsi dari seluruh pihak yang memberikan inspirasi dan motivasi
warga sekolah, selaras dengan visi institusi di
berkepentingan sesuai dengan tujuan warga sekolah
atasnya serta visi pendidikan nasional;
pendidikan nasional 3. Perlu sosialisasi
4. diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang
4. Dimusyawarahkan dengan
dipimpin oleh kepala sekolah dengan dengan berbagai cara
pihak-pihak yang berkepentingan
memperhatikan masukan komite sekolah;
5. Kurang sosialisasi
5. disosialisasikan kepada warga sekolah;
6. Ditinjau dan dievaluasi dalam
6. ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala
rapat kerja sekolah
sesuai dengan perkembangan dan tantangan di
masyarakat.
1. memberikan arah dalam mewujudkan visi 1. Pengembangan dari visi sekolah 1. Perlu adanya
Misi Sekolah sekolah sesuai dengan tujuan pendidikan 2. Merupakan acuan dalam pencapaian tujuan sosialisasi dalam berbagai kegiatan
nasional sekolah kedepan sekolah
2. merupakan tujuan yang akan dicapai dalam 3. Belum menjadi dasar dalam penyusunan 2. Perlu adanya
program pokok sekolah sosialisasi sehingga dapat

29
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT
kurun waktu tertentu; 4. Pelayanan terhadap anak didik diupayakan memberikan inspirasi dan motivasi
3. menjadi dasar program pokok sekolah oleh guru dan staf di sekolah warga sekolah
4. menekankan pada kualitas layanan peserta didik 5. Dikembangkan berdasarkan tujuan khusus ke 3. Diadakan rapat kerja secara
dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah umum. berkala unuk mengevaluasi.
5. memuat pernyataan umum dan khusus yang 6. Cukup memberikan ruang gerak pada satuan
berkaitan dengan program sekolah pendidikan
6. memberikan keluwesan dan ruang gerak 7. Dimusyawarahkan oleh seluruh pihak yang
pengembangan kegiatan satuan-satuan unit berkepentingan.
sekolah/madrasah yang terlibat; 8. Kurang sosialisasi
7. dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap 9. Belum dilaksanakan evaluasi secara berkala
pihak yang berkepentingan termasuk komite
sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat
dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala
sekolah/madrasah;
8. disosialisasikan kepada warga
sekolah/madrasah dan segenap pihak yang
berkepentingan;
9. ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala
sesuai dengan perkembangan dan tantangan di
masyarakat.
1. menggambarkan tingkat kualitas yang perlu 1. Sudah mengambarkan tingkat kualitas yang Dilaksanakan rapat kerja untuk
Tujuan Sekolah dicapai dalam jangka menengah (empat perlu dicapai dalam jangka menengah
menusunnya dengan melibatkan seluruh
tahunan); 2. Sudah mengacu pada visi, misi dan tujuan
pendidikan nasional serta relevan dengan pihak yang berkepentingan.
2. mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan
kebutuhan masyarakat
nasional serta relevan dengan kebutuhan
masyarakat;
3. mengacu pada standar kompetensi lulusan yang 3. Sudah mengacu pada standar kelulusan
sudah ditetapkan oleh sekolah dan Pemerintah; yang telah ditetapkan oleh sekolah dan
pemerintah
4. mengakomodasi masukan dari berbagai pihak
4. Belum sepenuhnya mengakomodasi pihak
yang berkepentingan termasuk komite sekolah
yang berkepentingan dan belum diputuskan
dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang
dalam rapat dewan pendidik.
dipimpin oleh kepala sekolah;
5. Kurang sosialisasi
5. disosialisasikan kepada warga sekolah dan

30
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT

segenap pihak yang berkepentingan.

1. Rencana kerja jangka menengah yang Rencana kerja hanya di pahami oleh beberapa Perlu penekanan dan pemahaman
Rencana Kerja menggambarkan tujuan yang akan dicapai pihak secara
Sekolah dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan menyeluruh sehingga warga sekolah
dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan dapat
perbaikan komponen yang mendukung memperbaiki mutu lulusan yang ingin
peningkatan mutu lulusan; dicapai.

2. Rencana kerja jangka menengah dan tahunan Rencana kerja disetujui oleh Dewan pendidik dan
sekolah disetujui rapat dewan pendidik setelah komite Sekolah serta dituangkan dalam dokumen
memperhatikan pertimbangan dari komite
sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas Rencana kerja empat tahunan
pendidikan kabupaten/kota. disetujui oleh dewan pendidik dan
3. Rencana kerja tahunan dijadikan dasar komite sekolah
pengelolaan sekolah yang ditunjukkan dengan
kemandirian, kemitraan, partisipasi, Rencana kerja tahunan digunakan
keterbukaan, dan akuntabilitas. sebagai pedoman pengelolaan sekolah
4. Rencana kerja tahunan memuat ketentuan yang
jelas mengenai:
1) kesiswaan; Sebagian besar rencana kerja tahunan sudah Perlu dibangun kemitraan dengan
2) kurikulum dan kegiatan pembelajaran; sesuai dengan ketentuan, namun belum ada msyarakat sekitar.
kemitraaan dengan masyarakat sekitar.
3) pendidik dan tenaga kependidikan serta
pengembangannya;
4) sarana dan prasarana;
5) keuangan dan pembiayaan;
6) budaya dan lingkungan sekolah;
7) peranserta masyarakat dan kemitraan;
8) rencana-rencana kerja lain yang mengarah
kepada peningkatan dan pengembangan

31
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT

mutu.

II 2.2 PELAKSANAAN RENCANA KERJA

Perumusan pedoman sekolah:


Pedoman Sekolah Pedoman sekolah sudah sesuai dengan Diadakan rapat kerja untuk
1) mempertimbangkan visi, misi dan tujuan sekolah; ketentuan namun belum dilakukan evaluasi mengevaluasi pedoman sekolah secara
2) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala berkala. berkala.
sesuai dengan perkembangan masyarakat.
Pedoman pengelolaan sekolah meliputi:
1) kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP);
2) kalender pendidikan/akademik;
3) struktur organisasi sekolah;
4) pembagian tugas di antara guru;
5) pembagian tugas di antara tenaga
kependidikan;
6) peraturan akademik;
7) tata tertib sekolah/madrasah;
8) kode etik sekolah/madrasah;
9) biaya operasional sekolah.

Struktur Organisasi a. Struktur organisasi sekolah berisi tentang sistem Sudah memiliki pedoman pengelolaan organisasi Dilaksanakan evaluasi secara berkala
Sekolah penyelenggaraan dan administrasi yang diuraikan sekolah yang meliputi pengaturan struktur dalam rapat kerja sekolah.
secara jelas dan transparan. organisasi sekolah.
b. Semua pimpinan, pendidik, dan tenaga
kependidikan mempunyai uraian tugas,
wewenang, dan tanggung jawab yang jelas
tentang keseluruhan penyelenggaraan dan
administrasi sekolah.

32
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT
Belum dilakukan evaluasi secara berkala.
c. Pedoman yang mengatur tentang struktur
organisasi sekolah
1) memasukkan unsur staf administrasi dengan
wewenang dan tanggungjawab yang jelas untuk
menyelenggarakan administrasi secara optimal;
2) dievaluasi secara berkala untuk melihat
efektifitas mekanisme kerja pengelolaan
sekolah;
3) diputuskan oleh kepala sekolah dengan
mempertimbangkan pendapat dari komite
sekolah/madrasah.
a. Kegiatan sekolah:
Pelaksanaan Dilaksanakan berdasarkan rencana kerja tahunan Disusun mekanisme kerja dalam
Kegiatan Sekolah 1) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja dengan pelaksana penanggungjawab kegiatan pelaksanaan program dan pelaporan
tahunan; yang ditetapkan oleh kepala sekolah. program.
2) dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatan
yang didasarkan pada ketersediaan sumber
daya yang ada.
b.Pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai Belum melibatkan dewan pendidik
dengan rencana yang sudah ditetapkan perlu
mendapat persetujuan melalui rapat dewan
pendidik dan komite sekolah/madrasah.
c. Kepala sekolah mempertanggungjawabkan
pelaksanaan pengelolaan bidang akademik pada
rapat dewan pendidik dan bidang non-akademik Belum dilaksanakan laporan pertanggung
pada rapat komite sekolah dalam bentuk laporan jawaban program pada rapat dewan pendidik.
pada akhir tahun ajaran yang disampaikan sebelum
penyusunan rencana kerja tahunan berikutnya.

33
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT

1. Sekolah menyusun dan menetapkan petunjuk


Bidang Kesiswaan Petunjuk pelaksanaan operasional penerimaan Diupayakan untuk dapat melaksanakan
pelaksanaan operasional mengenai proses
peserta didik dilaksanakan oleh dinas pendidikan penerimaan peserta didik baru secara
penerimaan peserta didik
kota atas masukan kepala-kepala sekolah. mandiri.
Orientasi peserta didik baru dilakukan oleh OSIS
2. Orientasi peserta didik baru yang bersifat akademik dan Panitia Guru
dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan
dengan pengawasan guru.
Sesuai dengan kondisi ideal
3. memberikan layanan konseling kepada peserta
didik;
Sesuai dengan kondisi ideal
4. melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler
untuk para peserta didik; Sesuai dengan kondisi ideal
5. melakukan pembinaan prestasi unggulan; Database alumni belum tersusun rapi
6. melakukan pelacakan terhadap alumni. perangkatan Dibuat database alumni perangkatan

Penyusunan KTSP
Bidang Kurikulum Sesuai dengan ketentuan dan panduan Dilaksanakan IHT pengembangan
1. Penyusunan KTSP memperhatikan Standar
dan Kegiatan silabus dan pendampingan dalam
Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan peraturan
Pembelajaran penyusunan silabus.
pelaksanaannya
Telah dilakukan analisis konteks dalam
2. KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi penyusunan KTSP Perlu adanya penekanan pentingnya
sekolah/madrasah, potensi atau karakteristik mutu pendidikan bagi lulusan yang
daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan diinginkan oleh
peserta didik. Masih ada guru dalam menyusun silabus hanya sekolah
3. Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus mengadopsi dari contoh yang ada Perlu ada penekanan dan program
setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai prioritas untuk meningkatkan mutu
dengan Standar Isi, Standar Kompetensi peserta didik
Lulusan, dan Panduan Penyusunan KTSP.
Kalender Pendidikan
1. Sekolah/Madrasah menyusun kalender Kalender pendidikan memuat seluruh aktivitas
pendidikan/akademik yang meliputi jadwal sekolah yang dijabarkan secara rinci dari
pembelajaran, ulangan, ujian, kegiatan Tahunan, semester, bulanan , dan mingguan.
ekstrakurikuler, dan hari libur.

34
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT

2. Penyusunan kalender pendidikan/akademik:


a) didasarkan pada Standar Isi;
Sesuai dengan kondisi ideal
b) berisi mengenai pelaksanaan aktivitas
sekolah/madrasah selama satu tahun dan
dirinci secara semesteran, bulanan, dan
mingguan;
c) diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan
ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.
Program Pembelajaran
1. Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Belum seluruh program belajar atau proses
Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan peraturan pembelajaran mengembangkan model kegiatan
pelaksanaannya, serta Standar Proses dan pembelajaran yang
Standar Penilaian. mengacu pada Standar Proses
2. Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu Belum seluruhnya guru bertanggung jawab
perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap terhadap mutu pembelajaran
mata pelajaran yang diampunya

Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik


1. Sekolah menyusun program penilaian hasil belajar Guru menyusun rencana penilaian dan remedial
yang berkeadilan, bertanggung jawab dan
berkesinambungan.
2. Sekolah menilai hasil belajar untuk seluruh
kelompok mata pelajaran, dan membuat catatan
keseluruhan, untuk menjadi bahan program
remedial, klarifikasi capaian ketuntasan yang
direncanakan,

3. Seluruh program penilaian hasil belajar

35
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT

disosialisasikan kepada guru.


4. Sekolah menetapkan prosedur yang mengatur
transparansi sistem evaluasi hasil belajar untuk
penilaian formal yang berkelanjutan.
Hasil penilaian diupload pada web sekolah
5. Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang
telah dinilai.
6. Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan
operasional yang mengatur mekanisme
penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan
penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar.
7. Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik
dipantau, didokumentasikan secara sistematis, dan
digunakan sebagai balikan kepada peserta didik
untuk perbaikan secara berkala. Hasil belajar peserta didik disusun
sebagai laporan terhadap orangtua yang perlu
8. Sekolah melaporkan hasil belajar kepada orang tua ditindak lanjuti oleh peserta didik dan guru mata
peserta didik, komite sekolah/madrasah, dan pelajaran
institusi di atasnya.

Peraturan Akademik

Sekolah menyusun dan menetapkan Peraturan Telah memiliki peraturan akademik sesuai dengan
Akademik. buku petunjuk teknis.
Peraturan Akademik berisi:
1. persyaratan minimal kehadiran siswa untuk
mengikuti pelajaran dan tugas dari guru;
2. ketentuan mengenai ulangan, remedial, ujian,
kenaikan kelas, dan kelulusan;
3. ketentuan mengenai hak siswa untuk
menggunakan fasilitas belajar, laboratorium,
perpustakaan, penggunaan buku pelajaran, buku
referensi, dan buku perpustakaan;

36
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT

4. ketentuan mengenai layanan konsultasi kepada


guru mata pelajaran, wali kelas, dan konselor.

Sekolah melaksanakan pengelolaan pendidik dan


Bidang Pendidik dan Sudah memiliki pedoman pengelolaan sekolah
tenaga kependidikan mencakup :
Tenaga yang mengatur tentang pendidik dan tenaga
Kependidikan 1. promosi berdasarkan azas kemanfaatan, kependidikan
kepatutan, dan profesionalisme
2. pengembangan yang diidentifikasi secara
sistematis sesuai dengan aspirasi individu,
kebutuhan kurikulum dan sekolah
3. penempatan tenaga kependidikan disesuaikan
dengan kebutuhan baik jumlah maupun
kualifikasinya dengan menetapkan prioritas
4. mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke
posisi lain
5. didasarkan pada analisis jabatan setelah empat
tahun, tetapi bisa diperpanjang berdasarkan alasan
yang dapat dipertanggungjawabkan

37
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT
Sesuai dengan kondisi ideal
Pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana
2.2.1 Bidang Sarana
mencakup :
dan Prasarana
1. Upaya merencanakan, memenuhi dan
mendayagunakan, sarana dan prasarana
pendidikan
2. Evaluasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana
3. Upaya melengkapi fasilitas pembelajaran pada
setiap kelas
Pengelolaan sarana prasarana sekolah:
1) direncanakan secara sistematis agar selaras
dengan pertumbuhan kegiatan akademik dengan
mengacu Standar Sarana dan Prasarana;
2) dituangkan dalam rencana pokok (master plan) Sudah memiliki master plan Menyesuaikan master plan
yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangan sarana prasarana
pengembangannya. sekolah
Pengelolaan perpustakaan sekolah perlu:
1) menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional Sudah memilki pedoman pengelolaan
peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya; perspustakaan
2) merencanakan fasilitas peminjaman buku dan
bahan pustaka lainnya sesuai dengan kebutuhan
peserta didik dan pendidik;
3) membuka pelayanan minimal enam jam sehari Buka sampai pukul 13.30.00 wib
pada hari kerja;
4) melengkapi fasilitas peminjaman antar Belum ada kerjasama dengan perpustakaan lain Dibuat program untuk kerjasama dengan
perpustakaan, baik internal maupun eksternal; pihak-pihak lain di luar sekolah.
5) menyediakan pelayanan peminjaman dengan
perpustakaan dari sekolah/madrasah lain baik
negeri maupun swasta.
Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-

38
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT

kurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan


ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada
Standar Sarana dan Prasarana
Melaksanakan pengelolaan pembiayaan sesuai
Bidang Keuangan Sesuai dengan kondisi ideal
dengan pedoman pengelolaan pembiayaan meliputi:
dan Pembiayaan
1. sumber pemasukkan, pengeluaran dan jumlah
dana yang dikelola;
2. penyusunan dan pencairan anggaran,
3. penggalangan dana diluar dana investasi dan
operasional; dan penggunaan anggaran keuangan
sesuai dengan RKA-S;
4. pembukuan semua penerimaan dan pengeluaran
serta penggunaan anggaran,
5. dilaporkan kepada komite sekolah serta institusi di
atasnya
Pedoman pengelolaan biaya investasi dan Pedoman pengelolaan biaya investasi dan
operasional sekolah diputuskan oleh komite sekolah operasional sekolah disusun oleh Dinas
dan ditetapkan oleh kepala sekolah serta Pendidikan kota dengan masukan dari sekolah.
mendapatkan persetujuan dari institusi di atasnya. Belum dilakukan sosialisasi pada warga sekolah
Pedoman pengelolaan biaya investasi dan Meningkatkan sosialisasi seluruh
operasional sekolah disosialisasikan kepada seluruh kebijakan sekolah.
warga sekolah untuk menjamin tercapainya
pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel.

39
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT

Tercipta suasana, iklim dan lingkungan sekolah yang


Budaya dan
kondusif dengan minimal kondisi :
Lingkungan Sekolah
1. Tersedia akses informasi-informasi penting yang
mudah diakses oleh warga dan tamu sekolah Belum papan pengumuman ditempat-tempat
strategis, web sekolah selalu terupdate melalui
2. Tersedia petunjuk, peringatan, larangan dan Call Center
sanksi dalam berperilaku di sekolah
3. Dilaksanakannya sistem penghargaan dan sanksi Berbentuk buku pedoman tata tertib sekolah, Dibuat papan display tentang tata tertib
namun belum ada papan display yang terpasang sekolah
4. Teramati kedisiplinan warga sekolah (taat asas memuat tata tertib sekolah
dan taat waktu) Sudah ada pedomanyna, namun pelaksanaan
5. Teramati tata pergaulan didalam sekolah dengan belum konsisten
saling menghormati Sesuai dengan kondisi ideal
Sesuai dengan kondisi ideal
6. Sarana dan prasarana, kebersihan,ketertiban, Pemeliharaan sarana-prasarana, kebersihan,
keamanan, keindahan, dan kenyamanan sekolah keamanan, kenyamanan dan keindahan terjaga
terjaga dengan baik

Sekolah menetapkan kode etik warga sekolah yang Sudah ada kode etik secara tertulis dan kode etik
memuat norma tentang: bersatu dalam tata tertib guru maupun siswa
1) hubungan sesama warga di dalam lingkungan
sekolah dan hubungan antara warga sekolah
dengan masyarakat;
2) sistem yang dapat memberikan penghargaan
bagi yang mematuhi dan sangsi bagi yang
melanggar.
Kode etik sekolah yang mengatur peserta didik
memuat norma untuk:
1) menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang
dianutnya;
2) menghormati pendidik dan tenaga kependidikan;

40
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT

3) mengikuti proses pembelajaran dengan


menjunjung tinggi ketentuan pembelajaran dan
mematuhi semua peraturan yang berlaku;
4) memelihara kerukunan dan kedamaian untuk
mewujudkan harmoni sosial di antara teman;
5) mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi
sesama;
6) mencintai lingkungan, bangsa, dan negara; serta
7) menjaga dan memelihara sarana dan prasarana,
kebersihan, ketertiban, keamanan, keindahan,
dan kenyamanan sekolah.
Kode etik sekolah yang mengatur guru dan tenaga
kependidikan memasukkan larangan bagi guru dan
tenaga kependidikan, secara perseorangan maupun
kolektif, untuk:
1) menjual buku pelajaran, seragam/bahan pakaian
sekolah, dan/atau perangkat sekolah lainnya baik
secara langsung maupun tidak langsung kepada
peserta didik;
2) memungut biaya dalam memberikan bimbingan
belajar atau les kepada peserta didik;
3) memungut biaya dari peserta didik baik secara
langsung maupun tidak langsung yang
bertentangan dengan peraturan dan undang-
undang;
4) melakukan sesuatu baik secara langsung
maupun tidak langsung yang mencederai
integritas hasil Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.

41
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT

Sekolah menjalin kemitraan dan kerjasama


2.2.2 Peranserta Ada kerja sama dan kemitraan Dilakukan kemitraan dan kerjasama
Kemitraan sekolah dilakukan dengan lembaga dalam lingkup yang lebih luas dengan
Masyarakat
pemerintah atau non-pemerintah. Dilakukan dengan pemerintah dan lembaga non berbagai pihak dan dituangkan dalam
dan Kemitraan pemerintah perjanjian tertulis.
Sekolah Menjalin kemitraan minimal dengan SMA atau
sederajat, PT, SMP/MTs, dunia usaha dan industri Belum seluruhnya dituangkan dalam perjanjian
tertulis
berkaitan dengan input, proses, output dan
pemanfaatan lulusan berdasarkan perjanjian tertulis.

III 2.3 PENGAWASAN DAN EVALUASI

Sekolah menyusun program pengawasan secara


Program Ada program pengawasan namun belum Disusun program pengawasan
obyektif, bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan berkelanjutan
Pengawasan meliputi pemantauan, supervisi,
2.3.1 evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut hasil
pengawasan

Pelaksanaan pemantauan secara teratur dan


berkelanjutan oleh komite sekolah untuk menilai
efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas pengelolaan.

Pelaksanaan supervisi pengelolaan akademik


dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh
kepala sekolah dan pengawas sekolah
Kepala sekolah melaporkan hasil evaluasi kepada
komite sekolah dan pihak-pihak lain yang
berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir
semester.

42
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT
Melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah Belum dilakukan evaluasi secara tersistem Dibuat sistem evaluasi diri
2.3.2 Evaluasi Diri
meliputi :
1. Evaluasi proses pembelajaran, sekurang-
2.3.3 kurangnya 2 kali per tahun, pada akhir semester
akademik
2. Evaluasi program kerja tahunan sekurang-
kurangnya satu kali setahun, pada akhir tahun
angaran sekolah

Proses evaluasi dan pengembangan KTSP


Evaluasi dan
dilaksanakan secara:
Pengembangan
KTSP a. komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi Dilakukan sesuai dengan panduan penyusunan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang KTSP dri BNSP
2.3.4 mutakhir;
b. berkala untuk merespon perubahan kebutuhan
peserta didik dan masyarakat, serta perubahan
sistem pendidikan, maupun perubahan sosial;
c. integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan
tingkat mata pelajaran;
d. menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak
meliputi: dewan pendidik, komite sekolah, pemakai
lulusan, dan alumni.

43
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT

a. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga


Evaluasi Belum dilakukan evaluasi secara tersistem Disusun sistem evaluasi tenaga pendidik
kependidikan direncanakan secara komprehensif
Pendayagunaan
pada setiap akhir semester dengan mengacu pada
Pendidik dan Tenaga
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan,
Kependidikan
b. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga
2.3.5 kependidikan meliputi kesesuaian penugasan
dengan keahlian, keseimbangan beban kerja, dan
kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam
pelaksanaan tugas.
c. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan
pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan
peserta didik.
a. Sekolah menyiapkan bahan-bahan yang
Akreditasi Sekolah/ Sekolah menyiapkan bahan-bahan untuk
diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai
akreditasi dan terus menerus meningkatkan
dengan peraturan perundang-undangan yang
2.3.6 kualitas kelembagaan secara holistik
berlaku.
b. Sekolah meningkatkan status akreditasi, dengan
menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang
memiliki legitimasi.
c. Sekolah harus terus meningkatkan kualitas
kelembagaannya secara holistik dengan
menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi.
IV 2.4 KEPEMIMPINAN SEKOLAH

44
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL TINDAK LANJUT
2.5 Dibantu oleh 4 orang wakil kepala sekolah
Kepala dibantu minimal tiga wakil kepala sekolah
bidang :
untuk bidang akademik, sarana-prasarana, dan
1. Bidang Kurikulum : Drs.
kesiswaan.
Ahmad Budisusilo
2. Bidang Kesiswaan :
Nadhirin, S,Pd
3. Bidang Humas : Dra. Anita
Wakil kepala sekolah dipilih oleh dewan pendidik, dan Susanti Sistem pemilihan wakil kepala sekolah
proses pengangkatan serta keputusannya, dilaporkan 4. Bidang Sarpras : Drs. dilaksanakan seperti tata cara yang
secara tertulis oleh kepala sekolah kepada institusi di Suhardi sudah disusun.
atasnya.
Sudah ada sistem pemilihan namun belum
sepenuhnya dilaksanakan
V 2.6 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

2.7 Mengelola SIM yang memadai untuk mendukung


Sudah melaksanakan sistem informasi Melengkapi media informasi yang belum
administrasi pendidikan yang efektif, efisien dan
manajemen melalui Web sekolah, Call center dan tersedia
akuntabel yang mencakup :
DAPODIK
a. Menyediakan fasilitas informasi (website/jejaring
sosial/leaflet/ booklet/majalah/ papan informasi,
papan informasi, LAN dan sejenisnya) yang
mudah diakses
b. Menugaskan seorang guru atau tenaga
kependidikan untuk melayani permintaan
informasi rnaupun pemberian informasi atau
pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan
pengelolaan sekolah baik secara lisan maupun
tertulis dan semuanya direkam dan
didokumentasikan
c. Melaporkan data informasi sekolah yang telah
terdokumentasikan kepada Dinas Pendidikan.

45
46
ANALISIS PERENCANAAN SEKOLAH

Kesesuaian Alokasi
dengan Analisis Penyesuaian/ Progra
No Kriteria setiap Komponen
Kriteria Pemenuhan m
Ya Tidak 1 2
VISI SEKOLAH
1 Mengacu pada visi , misi dan tujuan pendidikan nasional v
2 Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita tinggi sekolah v
3 Berorientasi ke masa depan v
4 Mempertimbangkan potensi dan kondisi sekolah serta lingkungannya v
5 Kalimat rumusannya mudah dipahami, jelas dan tidak multi tafsir v
MISI SEKOLAH
1 Memberi arah dalam mewujudkan visi sekolah v
2 Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu v
3 Menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan v
4 Memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah v
5 Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan sehingga dapat v
ditinjau secara berkala
TUJUAN SEKOLAH
1 Mengacu pada visi dan misi v
2 Menggambarkan tingkat kualitas yang dapat dicapai dalam jangka menengah v
(empat tahunan)
3 Mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan SMA v
4 Rumusannya dapat diukur ketercapaiannya v

47
RENCANA KERJA SEKOLAH
1 Adanya rencana kerja jangka menengah untuk mendukung pencapaian tujuan jangka empat v
tahunan
2 Rumusan rencana kerja jangka menengah dapat diukur ketercapaiannya v
3 Adanya rencana kerja tahunan dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran v
Sekolah (RKA-S)
4 Rumusan rencana kerja tahunan dapat diukur ketercapaiannya v

48
ANALISIS KEPEMIMPINAN SEKOLAH

Nama Sekolah : SMP N 2 Kendal Tahun Analisis : 2018 / 2019


NPSN : 20321861 Alamat Sekolah : Jl. Soekarno Hatta No. 187 Kendal Telp (0294) 381488
Nama Kepala Sekolah : Supardi, S.Pd, M.Pd
Nama-nama Wakasek : 1. Drs. Ahmad Budisusilo
2. Dra. Anita Susanti
3. Drs. Suhardi
4. Nadhirin, S,Pd
Kesesuaian Alokasi
No Kriteria setiap Komponen dengan Kriteria Analisis Penyesuaian/ Pemenuhan Program
Ya Tidak 1 2
KEPALA SEKOLAH
1 Kualifikasi minimal v
2 Usia Maksimal v
3 Pengalaman mengajar minimal v
4 Pangkat minimal v
5 Status Guru (Guru SMP) v
6 Kepemilikan sertifikat pendidik v
7 Kepemilikan sertifikat kepala sekolah v
8 Kompetensi kepribadian v
9 Kompetensi manajerial v
10 Kompetensi kewirausahaan v
11 Kompetensi supervisi v

12 Kompetensi sosial v
WAKIL KEPALA SEKOLAH
1 Jumlah minimal v
2 Kriteria pengangkatan wakasek v
3 Kemampuan dan keterampilan yang dimiliki:
Wakasek Bidang Kurikulum
a. kemampuan memimpin v

49
b. kepemilikan keterampilan teknis v
c. kemitraan dan kerjasama v
Wakasek Bidang Kesiswaan
a. kemampuan memimpin v
b. kepemilikan keterampilan teknis v
c. kemitraan dan kerjasama V
Wakasek Bidang Ssarana Prasarana
a. kemampuan memimpin V
b. kepemilikan keterampilan teknis V
c. kemitraan dan kerjasama v
Wakasek Bidang Humas
a. kemampuan memimpin V
b. kepemilikan keterampilan teknis V Perlu Pelatihan Komputer v
c. kemitraan dan kerjasama V

50
ANALISIS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Kesesuaian Alokasi
No Kriteria setiap Komponen dengan Kriteria Analisis Penyesuaian/ Pemenuhan Program
Ya Tidak 1 2
1 Kepemilikan sistem informasi manajemen yang mendukung v
administrasi pendidikan di sekolah
2 Pengelolaan sistem informasi manajemen yang efisien, efektif dan akuntabel v
3 Penyediaan fasailitas informasi yang efisien, efektif dan mudah v
diakses
4 Pelaporan data informasi secara berkala dan berkesinambungan v
5 Efektifitas dan efisiensi komunikasi antar warga sekolah di lingkungan sekolah v

51
2.7.1 Analisis Standar Penilaian
Nama Sekolah : SMP N 2 Kendal
NPSN : 20321861
Alamat : Jl. Soekarno Hatta No. 187 Kendal
Tahun : 2018/2019

No Komponen Kondisi Ideal Kondisi Riil Kesenjangan Rencana Tindak Lanjut


1 Prinsip Sahih, objektif, adil, terpadu., terbuka, menyeluruh dan Prinsip penilaian sudah Sekolah belum pernah Sekolah menyiapkan
penilaian berkesinambungan. Sistematis beracuan kriteria, dan akuntabel. mendekati sahih objektif, adil, mengukur tingkat format yang sesuai dengan
terpadu, terbuka, menyeluruh pelaksanaan prinsip prinsip penilaian
dan berkesinambungan penilaian
Sistematis, beracuan kriteria,
dan akuntabel.
2 Teknik dan Instrumen penilaian hasil belajar yang Digunakan pendidik Belum ada data penelaahan Belum teridentifikasi Sekolah menyiapkan
Instrumen memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa. Instrument penilaian hasil Pemenuhan format penelaahan butir
Penilaian belajar persyaratan subs-tansi, soal dan meminta guru
konstruksi, dan bahasa melakukan telaah butir soal
pada instrumen sebelum diujikan kepada
penilaian hasil belajar peserta didik
3 Mekanisme 1. Penilaian hasil belajar dilaksanakan oleh pendidik, satuan 17 komponen yang ada dalam Tidak seluruh guru IHT sistem penilaian.
pendidikan, dan pemerintah. mekanisme prosedur penilaian mengerti Mekanisme
dan
2. Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada sudah dilaksanakan dengan baik dan Prosedur penilaian
Prosedur saat penyusunan silabus yang penjabarannya merupakan
penilaian bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
3. Ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan
ulangan kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik di bawah
koordinasi satuan pendidikan.
4. Penilaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran
dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
teknologi yang tidak diujikan pada UN dan aspek kognitif
dan/atau aspek psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran
agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran

52
kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan
pendidikan melalui ujian sekolah / madrasah untuk
memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan
merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan
pendidikan.
5. Penilaian akhir hasil belajar oleh satuan pendidikan untuk mata
pelajaran kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata
pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
ditentukan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil
penilaian oleh pendidik
6. Penilaian akhir hasil belajar peserta didik kelompok mata
pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran
kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan
pendidikan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil
penilaian oleh pendidik dengan mempertimbangkan hasil ujian
sekolah/madrasah.
7. Kegiatan ujian sekolah/madrasah dilakukan dengan langkah-
langkah: (a) menyusun kisi-kisi ujian, (b) mengembangkan
instrumen, (c) melaksanakan ujian, (d) mengolah dan
menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah/
madrasah, dan (e) melaporkan dan memanfaatkan hasil
penilaian.
8. Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari
kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, sebagai
perwujudan sikap dan perilaku beriman dan bertakwa kepada
Tuhan YME, dilakukan oleh guru agama dengan memanfaatkan
informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain
yang relevan.
9. Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran
dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan
warganegara yang baik sesuai dengan norma dan nilai-nilai
luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan
berbangsa, adalah bagian dari penilaian kelompok mata
pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian oleh guru
pendidikan kewarganegaraan dengan memanfaatkan informasi
dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan.
10. Penilaian mata pelajaran muatan lokal mengikuti penilaian

53
kelompok mata pelajaran yang relevan.
11. Keikutsertaan dalam kegiatan pengembangan diri dibuktikan
dengan surat keterangan yang ditandatangani oleh pembina
kegiatan dan kepala sekolah/madrasah.
12. Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik
sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. Peserta didik
yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran
remedi.
13. Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan
disampaikan dalam bentuk satu nilai pencapaian kompetensi
mata pelajaran, disertai dengan deskripsi kemajuan belajar.
14. Kegiatan penilaian oleh pemerintah dilakukan melalui UN
dengan langkah-langkah yang diatur dalam Prosedur Operasi
Standar (POS) UN.
15. UN diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan
(BSNP) bekerjasama dengan instansi terkait.
16. Hasil UN disampaikan kepada satuan pendidikan untuk
dijadikan salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan
pendidikan dan salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk
ke jenjang pendidikan berikutnya
17. Hasil analisis data UN disampaikan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan
pendidikan serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada
satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
4 Penilaian Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara Penilaian oleh Pendidik telah
berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan terlaksana dengan baik
oleh kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan
Pendidik efektivitas kegiatan pembelajaran
5 Penilaian Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk Penilaian oleh Satuan Pendidikan Penilaian oleh Satuan Perlu evaluasi yang
menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata sudah terlaksana terutama pada Pendidikan Belum mendalam untuk
oleh Satuan pelajaran kenaikan kelas dan UN / UAS maksimal mengevaluasi terutama
Pendidikan untuk menumbuhkan rasa
percaya diri peserta didik.

54
2.7.2 HASIL ANALISIS KONDISI SATUAN PENDIDIKAN

NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KEKUATAN KELEMAHAN KESIAPAN


1. Peserta Didik  Siswa yang mempunyai  Fasilitas penunjang belajar  Input siswa memiliki prestasi  Program perekrutan
motivasi yang tinggi belajar cukup lengkap yang tergo long menengah ke Siswa berprestasi
dan berorganisasi.  Prestasi akademik dan non bawah.  Meningkatakan
 Tingginya kreativitas dan akademik yang cukup  Alokasi dana operasional pemanfaatan fasilitas
kemandirian siswa dalam menonjol diberbagai Event. pendidikan terbatas dan yang ada
kegiatan OSIS  Motivasi dan dedikasi sumbangan orang tua yang  Menggunakan dana
 Banyaknya lulusan yang tenaga pendidik yang cukup kurang lancar,dilihat dari rata2 berdasarkan skala
diterima di PTN tinggi. yang masuk pada tiap Prioritas.
bulannya.
 Profesionalisme dari guru yang
relatif beragam.
2. Pendidik dan tenaga  Kompetensi  Dedikasi yang cukup tinggi  Rasio antara guru yg belum  Peningkatan tenaga
kependidikan dan profesionalisme guru dari tenaga pendidik dan berimbang. kependidikan dengan

55
yang merata dengan tenaga kependidikan pelatihan.
komitmen yang tinggi.  Sebagian dari guru yg belum
 Kemampuan tenaga  Semua guru dan tenaga menguasai tek nolog informasi  Peningkatan kemam puan
ependidikan dalam Bahasa kependidikan yang dan berkomonikasi de ngan guru dengan Work shop.
ingris dan teknologi informasi berpendidikan S1 bahasa inggris tenaga  Pelatihan bahasa inggris
 Meratanya penyebaran  Kemampuan tenaga kependidikan buat guru
Guru pada tiap bidang studi administrasi relatif baik.  sebagian besar bersta tus .
honorer.
3. Sarana dan prasarana - Sarana laboratorium - Penyediaan sarana yg ada  Fasilitas yang ada belum  Peningkatan bangunan
bahasa, IPA, IPS, komputer, dinilai diatas rata rata dari termanfaatkan secara optimal. fisik laboratorium IPA dan
hardware, multi media, audio sekolah yg ada di Kab.  Penataan lingkungan yang yang lainnya.
visual, gim, ruang aula dan Kendal. belum mengarah kegerakan K7.  Terbentuknya tim
perpustakaan tersedia - Lingkungan sekolah berada  Belum adanya peningkatan pemantau gerakan K7.
dengan lengkap. di dalam kota me rupakan kesadaran warga sekolah  Penataan lingkungan
- Ruang kegiatan Ekstra keuntungan kondisi belajar terhadap hidup berupa taman
kurikuler tersedia sesuai yang kondosif.  pentingnya kebersihan dan penambahan
dengan kebutuhan.  Lingkungan sekolahy ang lingkungan. tanaman penghijauan.
- Lingkungan sekolah yang asri cukup luas .
dan nyaman
- Gerakan K 7 terselenggara
dengan sinergis.

4. Pembiayaan - Tersedianya dana yang - Peluang untuk bisa - Dukungan dari dinas setempat - Pengelolaan dana pd
sesuai dengan kebutuhan mendapatkan dana dari kurang skala prioritas.

56
program pengembangan pemerintah ( Block grant ) - Adanya kebijakan dari dinas - Pengoptimalan sarana
sekolah. pemerintah yg membatasi yang ada
- Sumbangan yang dihimpun perekrutan dana dari - Peningkatan optimalisasi
dari masyarakat/komite lancar masyarakat. sarana yang ada.
pada tiap-tiapbulannya.
- Sumber dana pendidik
meningkat pada tiap tahunnya
5. Program Sekolah - Meningkatkan kualitas - Dukungan pemerintah - Pandangan yang berbe da - Optimalisasi
kurikulum sesuai dgn paket daerah cukup besar. antara pemerintah daerah pemanfaatan dana yang
pembelajaran KTSP. - Kebijakan pemerintah tentang pengelolaan sekolah sesuai dengan skala
- Meningkatkan proses yentang sekolah berstadar dan sekolah. Prioritas.
pembelajaran untuk nasional dan internasional - Perkembangan sekolah yang - Optimalsasi
memenuhi kepuasan - Perkembangan teknologi makin banyak sehingga pemanfaatan sarana
pelanggan informasi yang memudahkan persaingan mendapatkan siswa yang tersedia
- Melakukan analisis ke untuk meng akses berbagai yang bermutu semakin ketat. - Pemanfaatan rekan
butuhan tenaga guru. informasi. - Pembatasan dari pemerintah sejawat untuk pelatihan
- Mengembangkan struktur yang membatasi penggalangan bahasa inggris dan
organisasi yang sesuai dari masyarakat teknologi inforrmMasi.
dengan kebutuhan - Pengembangan diri belum
- Mengembangkan sistem berjalan sesuai dengan yang
informasi manajemen diharap kan.
sekolah.
- Meningkatakn tenaga
pendidik dan kependiikan
untuk bisa berbahasa inggris

57
dan teknologi informasi.
- Meningkatkan pemeliharaan
dan perawatan fasilitas
pendidikan.
- Meningkatkan keasrian
Lingkungan.

58
c. sarana dan prasarana
Menggunakan instrumen analisis standar sarana prasarana

2.7.3 ANALISIS STANDAR SARANA DAN PRASARANA SMA

Nama Sekolah : SMP N 2 Kendal


NPSN : 20321861
Alamat : Jl. Soekarno Hatta No. 187 Kendal
Tahun : 2018/2019
a. Satuan Pendidikan yang terkait dengan Rombongan Belajar

Kondisi Kesesuaian
N Analisis Penyesuaian/ Program
Komponen Satuan dengan SNP Ket
o Pemenuhan
Pendidikan
Ya Tidak 1 2 3
1 Rombongan Belajar 25 rombel v

2 Rasio jumlah rombel 32 orang per kelas v Secara bertahap menyesuaikan rasio jumlah v
terhadap peserta didik rombel dengan peserta didik

b. Lahan

59
Kondisi Kesesuaian Analisis Penyesuaian/
N Program Ket
Komponen Satuan dengan SNP Pemenuhan
o
Pendidikan
Ya Tidak 1 2 3
1 Rasio minimum Luas Lahan terhadap peserta
didik 1:8 V

2 Luas minimum lahan Pembangunan dengan lantai


5.435 m2 V
3
2
3 Keefektifan lahan untuk membangun prasarana sekolah 5.435 m V
4 Posisi lahan yang terhindar dari potensi bahaya Aman V
5 Persentase Kemiringan lahan Kurang dari 15o V
6 Posisi lahan yang terhindar dari pencemaran air,
kebisingan dan pencemaran udara Jauh dari kebisingan V

7 Kesesuaian peruntukan lahan dengan Perda tentang


rencana tata ruang Pada awalnya sesuai V

8 Status kepemilikan lahan Hak milik dengan sertifikat


V
kepemilikan

c. Bangunan Gedung

60
Kesesuaian Analisis Penyesuaian/
Kondisi Program Ket
N dengan SNP Pemenuhan
Komponen Satuan
o
Pendidikan
Ya Tidak
1 2 3
1 Rasio Minimum Luas Lantai Bangunan
1 : 4,3 V
terhadap Peserta Didik
2 Luas Minimum Lantai Bangunan 5.435 m2 V
3 Tata bangunan gedung Sesuai dengan
V
ketetapan daerah
4 Persyaratan keselamatan bangunan gedung Memadai V
5 Persyaratan kesehatan bangunan gedung Memadai V
6 Fasilitas dan aksesibilitas bangunan gedung Belum ada fasilitas V
untuk siswa V
penyandang cacat
7 Persyaratan kenyamanan bangunan gedung Nyaman V
8 Persyaratan jumlah tingkat bangunan gedung 3 tingkat V
9 Sistem keamanan bangunan gedung Memadai V
10 Daya listrik bangunan gedung 72000 watt V
11 Kualitas bangunan gedung Sesuai PP V
12 Usia bangunan gedung Lebih dari 5 tahun V
13 Program pemeliharaan bangunan gedung Ada program
V
pemeliharaan
14 Kelengkapan administrasi bangunan gedung
Lengkap V
(IMB dan izin penggunaan)

d. Kelengkapan Prasarana dan Sarana

61
Kesesuaian Analisis Penyesuaian/
Kondisi Program Ket
N dengan SNP Pemenuhan
Komponen Satuan
o
Pendidikan
Ya Tidak
1 2 3
1. a Ruang Kelas 25 x 72 m2 V
b Sarana Ruang Kelas Lenkap V Pengadaan Lemari V
2 a Ruang perpustakaan 120 m2 V
b Sarana perpustakaan Lengkap V

3 a Ruang laboratorium IPA Untuk Lab Fisika V Segera mengajukan V


dan Biologi pembangunan lab terpisah
b Sarana laboratorium IPA Lengkap V

6 a Ruang laboratorium Komputer 320 m2 V

b Sarana laboratorium Komputer Lengkap V

7 a Ruang laboratorium bahasa 320 m2 V

b Sarana laboratorium bahasa Lengkap V

8 a Ruang pimpinan 24 m2 V
b Sarana ruang pimpinan Lengkap V
9 a Ruang guru, 144 m2 V
b Sarana ruang guru Lemari masih V Pengadaan lemari minimal V
kurang setiap MGMP 1
10 a Ruang tata usaha 96 m2 V
b Sarana ruang tata usaha Lengkap V
11 a Tempat beribadah 88 m2 V Pelebaran mushola V
b Sarana tempat beribadah Lengkap V
12 a Ruang konseling 72 m2 V

62
b Sarana ruang konseling Komputer masih V Diadakan penambahan V
kurang komputer
13 a Ruang UKS 36 m2 V
b Sarana ruang UKS Lemari obat belum V Kelengkapan segera V
ada dipenuhi
14 a Ruang organisasi kesiswaan 36 m2 V
b Sarana ruang org. kesiswaan Komputer dan V Kelengkapan segera V
lemari belum ada dipenuhi
15 a Jamban Jamban siswa V Dibangun jamban untuk V
putra kurang 3 putera
b Sarana jamban Memadai V
16 a Gudang 4 x 12m2 V
b Sarana gudang Memadai V
17 a Ruang sirkulasi Memadai V
18 a Tempat bermain/olahraga Lap. Volley, basket V
dan Taman
b Sarana tempat bermain/ olahraga Memadai V

63
D. Pembiayaan
No Komponen dan Indikator Pilihan Ket
Ya Tidak
A. Jenis pembiayaan
1 Pengalokasian biaya pendidikan untuk biaya investasi termasuk biaya V
pengembangan keunggulan lokal:
a) Sarana prasarana
b) Peserta Didik
c) Pendidik
d) Tenaga Kependidikan

Sekolah mengalokasikan biaya operasi meliputi :


2 V
a. Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai
b. Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa, telekomunikasi, pajak,
3 V
Sekolah bersama komite sekolah merancang dan menetapkan biaya personal

B. Sumber pembiayaan
1 Sekolah menggali sumber-sumber pembiayaan pendidikan dari orang tua
peserta didik/masyarakat, pemerintah dan donatur lainnya untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan
pendidikan secara mandiri
a) Sumber dana dari Orang Tua /Masyarakat V
b) Sumber dana dari Pemerintah
V
c) Sumber dana dari Donatur Lain
V
C. Program pembiayaan

64
1 Sekolah memiliki program kerja operasional tahunan dan upaya sekolah menggali dan mengelola serta V
memanfaatkan dana dari berbagai sumber

2 Membuat laporan pertanggung-jawaban secara akuntabel dan transparan


V

65
Lampiran 4 : Hasil Analisis Kondisi Lingkungan Satuan Pendidikan

2.7.4 HASIL ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN EKSTERNAL SATUAN PENDIDIKAN

Nama Sekolah : SMP N 2 Kendal


NPSN : 20321861
Alamat : Jl. Soekarno Hatta No. 187 Kendal
Tahun : 2018/2019

NO KOMPONEN KONDISI IDEAL PELUANG TANTANGAN KESIAPAN


1 Komite sekolah Komite Sekolah berperan sebagai:  Komite sekolah memiliki potensi sebagai  Komite sekolah yang ada, Komite sekolah harus
a. Pemberi pertimbangan. nara sumber dalam peningkatan mutu belum berperan dapat menjembatani guna
b. Pendukung finansial dan pemikiran. sekolah. sebagaimana mestinya. terlaksananya program
c. Pengontrol transparansi dan  Komite sekolah memiliki potensi sekolah sebagaimana
akuntabilitas. membantu sekolah dalam pemenuhan  Isu dan peraturan daerah tertuang dalam RAPBS.
d. Mediator antara pemerintah dan sarpras yang dibutuhkan dengan tentang kebijakan
masyarakat. menggalang dana dari masyarakat. pendidikan gratis.

Fungsi Komite Sekolah :


1. Komitmen mutu pendidikan.
2. Melakukan kerjasama.
3. Menampung aspirasi.
4. Memberikan masukan dan
rekomendasi.
5. Mendorong partisipasi.
6. Menggalang dana.
7. Melakukan evaluasi.

2 Dunia usaha / Setiap dunia usaha harus memiliki Banyaknya perusahaan / pabrik yang  Tidak adanya informasi Menjalin kerja sama
dunia kerja kepedulian terhadap lingkungan sekitar tersebar dekat lingkungan sekolah yang mengenai kebijakan dengan dunia usaha

66
Nya termasuk institusi pendidikan atau dapat dijadikan kemitraan baik dalam perusahaan terhadap untuk mendukung
sekolah. Melalui program tanggung jawab pengembangan program sekolah maupun lingkungan sekitarnya. program sekolah dengan
sosial perusahaan. daya serap tenaga kerja.  Kepedulian dunia usaha perusahaan yang ada.
untuk mendukung program
sekolah masih rendah.

3 Dinas pendidikan Kebijakan dari dinas pendidikan kota dapat Ada beberapa kesempatan untuk  Ketidak merataannya  Pembinaan kepada
kota. terakomodir dan terlaksana dengan baik. pengembangan profesi kedinasan untuk penerapan dan sekolah harus lebih
guru dan ketatalaksanaan. pelaksanaan kebijakan ditingkatkan.
untuk pengembangan  Penyampaian informasi
profesi bagi guru dan tata mengenai berbagai
laksana. kebijakan harus
setransparan mungkin.
 Kurang nya minat guru
akan peningkatan mutu
keprofesian.
 Keterbatasan pemahaman  Penyampaian informasi
4 Sekolah Setiap sekolah lanjutan (SMA/SMK) baik  Bisa dimanfaatkan untuk dapat study lanjut kepada
siswa dan orangtua siswa
Menengah negeri maupun swasta memberikan bekerjasama baik dibidang dalam hal melanjutkan siswa berkelanjutan.
lanjutan berbagai fasilitas kemudahan dalam pengembangan profesi guru maupun studi.
penerimaan siswa baru. peningkatan SDM.
 Menjaring siswa/I untuk melanjutkan
pendidikan ke jenjang SMA/SMK.

 Keberadaan organisasi  Melakukan rutinitas


 Pemanfaatan keprofesionalan para PGRI belum dapat pembinaan
5 Organisasi Sebagai wadah penampung inspirasi serta anggotanya. berfungsi sebagaimana keorganisasian
profesi memperjuangkan hak-hak para guru  Sebagai ajang pertemuan untuk mestinya. sampai kepada ranting-
menuju kesejahteraan untuk kemajuan berdiskusi mengenai kemajuan  Potensi yang dimiliki tidak ranting di bawahnya.
dunia pendidikan yang mengikuti pendidikan. berkembang sesuai
perkembangan jaman. dengan keinginan.  Menjalankan
 Masih adanya intervensi keorganisasian secara
dari kalangan tertentu yang independen.
dapat menghambat ruang  Azaz pemerataan
gerak. dalam kebijakan
 Masih terlihat adanya menjalankan
keorganisasian.

67
perbedaan jenjang
pendidikan dalam kegiatan
keorganisasian yang
sangat melekat.

68
69
BAB 3

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Standar Nasional Pendidikan (SNP) merupakan kriteria minimal
tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang harus dipenuhi oleh setiap satuan pendidikan. Sekolah
berkewajiban untuk memenuhi SNP sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas
pendidikan di sekolah dengan harapan peningkatan kualitas pendidikan di
sekolah akan meningkatkan kualitas pendidikan nasional yang pada akhirnya
akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia indonesia.
SMP Negeri 2 Kendal menyadari akan pentingnya memenuhi standar
nasional pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh
karena itu SMP Negeri 2 Kendal berusaha untuk memenuhi 8 (delapan) standar
nasional pendidikan yang telah ditetapkan. Namun upaya untuk memenuhi SNP
itu belum bisa terpenuhi seluruhnya. Masih banyak indikator yang belum
terpenuhi pada tahun pelajaran 2018/2019. Dari hasil analisis beberapa indikator
yang belum terpenuhi adalah:
1. Standar Isi:
a. Pembelajaran belum menerapkan sistem pembelajaran
moving class
b. Belum sepenuhnya mengedepankan kepentingan peserta
didik
c. Belum sepenuhnya memperhatikan karakteristik peserta
didik, status sosial, ekonomi dam gender.
d. Pengembangan kurikulum belum melibatkan pemangku
kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan
dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan
kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja
e. Sekolah belum maksimal melaksanakan kurikulum melalui
5 pilar belajar, khususnya pilar belajar untuk hidup bersama dan
berguna bagi orang lain.
f. Peserta didik telah mendapatkan pelayanan perbaikan
dan pengayaan tetapi belum mendapatkan program percepatan sesuai
dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik.
g. Pelaksanaan kurikulum telah menggunakan multistrategi,
multi media dan teknologi namun masih sangat terbatas akibat

70
keterbatasan sarana dan prasarana penunjang dan keterbatasan
sumber daya manusia.
h. Belum semua keragaman potensi, kebutuhan, minat, dan
bakat peserta didik dapat disalurkan melalui kegiatan pengembangan
diri karena keterbatasan sarana dan prasarana penunjang serta SDM
i. Hanya sebagian kecil pendidik yang memberikan
penugasan terstruktur
j. Hanya sebagian kecil pendidik yang memberikan
penugasan kegiatan mandiri tidak terstruktur
2. Standar Proses
a. Dalam pengembangan silabus masih banyak guru yang belum
melakukan analisis SK-KD dengan benar.
b. Dalam penyusunan silabus sebagian besar guru masih melalui
proses mengadopsi dan adaptasi silabus yang sudah ada.
c. Masih ada guru dalam menyusun RPP tidak melampirkan
instrumen penilaian dan atau soal yang tercantum dalam RPP tidak
mereprensantisikan tujuan pada RPP.
d. Jumlah peserta didik per rombongan belajar adalah 32 orang
e. Kegiatan pembelajaran tidak konsisten dengan pemetaan waktu
yang direnecanakan pada RPP.
f. Belum seluruh guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan
meliputi kegiatana eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi
g. Hasil penilaian pembelajaran tidak dilakukan analisis sebagai
bahan acuan dalam program perbaikan proses pembelajaran bagi
guru.
h. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional
pendidikan , yaitu baru 40% guru melaksanakan CTL
i. Guru yang menggunakan media ICT dalam pembelajaran 40%
j. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional
( rata-rata KKM 65%)
k. Prestasi non akademik sekolah masih rendah

3. Standar Sarana Prasarana


a. Laboratorium Biologi belum ada, baru memiliki Lab. Fisika
dan Kimia
b. Komputer untuk ruang Guru, BK, OSIS dan Wakasek
masih kurang
c. Ruang Kelas belum dilengkapi LCD Proyektor

71
d. Komputer di ruang perpustakaan masih kurang
e. Lemari tiap ruang kelas belum ada
f. Lemari untuk guru masih kurang

4. Standar Pengelolaan
a. Sebagian warga sekolah kurang memahami visi sekolah
b. Belum memberikan inspirasi bagi warga sekolah
c. Rencana kerja sekolah belum tersosialisasi pada warga
sekolah
d. Evaluasi kenerja belum dilakukan secara berkala
e. Belum seluruh program belajar atau proses pembelajaran
mengembangkan model kegiatan pembelajaran yang
mengacu pada Standar Proses
f. Belum seluruhnya guru bertanggung jawab terhadap mutu
pembelajaran
g. Pemilihan Wakil Kepala Sekolah belum dilakukan pemilihan
oleh Dewan Pendidik

5. Standar Penilaian
a. Sekolah belum pernah mengukur tingkat pelaksanaan prinsip
penilaian
b. Belum teridentifikasi pemenuhan persyaratan substansi,
konstruksi, dan bahasa pada instrumen penilaian hasil belajar
c. Tidak seluruh guru mengerti Mekanisme dan Prosedur penilaian
d. Penilaian oleh Satuan Pendidikan Belum maksimal

6. Kondisi Satuan Pendidikan


a. Input siswa memiliki prestasi yang tergolong menengah ke
bawah.
b. Alokasi dana operasional pendidikan terbabatas dan dana
orangtua yang kurang lancar, dilihat dari rata-rata yang masuk
pada tiap bulannya.
c. Profesionalisme dari guru yang relatif beragam.
d. Rasio antara guru yang belum berimbang.
e. Sebagian dari guru yg belum menguasai teknologi informasi
dan berkomonikasi dengan bahasa inggris
f. Sebagaian besar tebaga kependidikan berstatus honorer
g. Belum memiliki tenaga Laboran dan Pustakawan

72
h. Fasilitas yang ada belum termanfaatkan secara optimal.
i. Penataan lingkungan yang belum mengarah kegerakan K7
j. Belum adanya pening katan kesadaran warga sekolah
terhadaap pentingnya kebersihan lingkungan.
k. Adanya kebijakan dari pemerintah daerah yang membatasi
perekrutan dana dari masyarakat.
7. Kondisi Lingkungan Eksternal Satuan Pendidikan
a. Komite sekolah yang ada, belum berperan sebagaimana
mestinya.
b. Isu dan peraturan daerah tentang kebijakan pendidikan gratis.
c. Tidak adanya informasi mengenai kebijakan perusahaan
terhadap lingkungan sekitarnya.
d. Kepedulian dunia usaha untuk mendukung program sekolah
masih rendah.
e. Ketidak merataannya penerapan dan pelaksanaan kebijakan
untuk pengembangan profesi bagi guru dan tata laksana.
f. Kurang nya minat guru akan peningkatan mutu keprofesian.
g. Keterbatasan pemahaman siswa dan orangtua siswa dalam hal
melanjutkan studi.
h. Keberadaan organisasi PGRI belum dapat berfungsi
sebagaimana mestinya.
i. Potensi yang dimiliki tidak berkembang sesuai dengan
keinginan.
j. Masih adanya intervensi dari kalangan tertentu yang dapat
menghambat ruang gerak.
k. Masih terlihat adanya perbedaan jenjang pendidikan dalam
kegiatan keorganisasian yang sangat melekat.
l. Belum ada upaya untuk memberdayakan peran alumni
3.2 Rekomendasi
a. Dilakukan analisis pendalaman terhadap hasil analisis konteks ini
b. Disusun program kerja untuk memenuhi SNP sebagai tindak lanjut dari
hasil analisis konteks
c. Disusun program prioritas pemenuhan SNP, baik dalam RKS maupun
dalam RKAS
d. Dilakukan sosialisasi hasil analisis konteks

73
LAMPIRAN-LAMPIRAN

A. Standar Isi
1. Hasil Analisis Tujuan Mata pelajaran
2. Hasil Analisis Pemetaan SK – KD

B. Standar Kompetensi Lulusan


1. Hasil Analisis SKL Kelompok mata Pelajaran
2. Hasil Analisis SKL Mata Pelajaran

74