Anda di halaman 1dari 8

ACARA III

VISKOSITAS ZAT CAIR


ABSTRAK
Viskositas atau kekentalan zat cair dinyatakan dengan satuan kekentalan yang memerlukan gaya-
gaya digunakan untuk menggerakkan lapisan-lapisan fluida. Hukum viskositas Newton
menyatakan bahwa untuk laju perubahan bentuk sudut fluida tertentu, maka tegangan berbanding
lurus dengan viskositas. Sedangkan hukum Stokes menyatakan gerak bola dalam fluida kental
bertujuan untuk menimbulkan gaya gesek. Praktikum ini bertujuan untuk menentukan koefisien
viskositas zat cair berdasarkan hukum Stokes. Dalam praktikum ini digunakan dua jenis zat cair
yaitu minyak dan oli. Nilai koefisien viskositas minyak berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan yaitu sebesar 0.36 poise dan nilai koefisien viskositas 1.3 poise. Dapat disimpulkan
kekentalan oli lebih besar daripada minyak.

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan Praktikum
Menentukan koefisien viskositas (kekentalan) zat cair berdasarkan hukum stikes.
2. Waktu/Tanggal Praktikum
Senin, 16 Juni 2014.
3. Tempat Praktikum
Laboratorium Fisika Dasar, Lantai 2, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Mataram.
B. ALAT DAN BAHAN
1. Bola
2. Gelas ukur
3. Jangka sorong
4. Mistar
5. Neraca analitik
6. Penjepit bola
7. Penyaring bola
8. Pipet
9. Tabung berisi minyak goring
10. Tabung berisi oli
11. Tisu

C. LANDASAN TEORI
Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliran fluida yang merupakan gesekan antara
molekul-molekul cairan satu dengan lainnya. Suatu jenis cairan yang mudah mengalir dapat
dikatakan memiliki viskositas yang rendah, dan sebaliknya bahan-bahan yang sulit mengalir
dikatakan memiliki viskositas yang tinggi. Fluida yang jenisnya berbeda memiliki kekentalan
yang berebeda. (Ramdhani, 2014)
Satuan Sistem International (SI) untuk koefisien viskositas adalah Ns/m2 = Pa. s (Pascal
sekon). Satuan CGS (Centimeter Gram Sekon) koefisien viskositas adalah dyn s/cm2 = 10-1
Ns/m2. (Gunada, 2014 :234)
Cara menentukan viskositas suatu zat menggunakan alat yang dinamakan viscometer. Ada
beberapa tipe viscometer yang biasa digunakan, antara lain :
1. Viskometer kapiler/Ostwald
Viskositas dari cairan ditentukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan bagi cairan
tersebut untuk lewat antara dua tanda ketika mengalir melalui gravitasi.
2. Viskometer hoppler
prinsip kerjanya adalah menggelindingkan bola (yang terbuat dari kaca) melalui tabung
gelas yang berisi zat cair yang diselidiki.
3. Viskometer cup dan bob
prinsip kerjanya sample digeser dalam ruangan antar dinding luar dari bob dan dinding
dalam dari cup dimana bob masuk persis di tengah-tengah.
4. Viskometer cone dan plate
Cara pemakaiannya adalah sample diletakkan di tengah-tengah papan, kemudian
dinaikkan hingga posisi dibawah kerucut. (Bachtiar, 2010 : 68)

D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Ditimbang bola 1 dengan menggunakan neraca analitik.
3. Diukur diameter bola 1 dengan jangka sorong sebanyak tiga kali.
4. Diukur diameter dala tabung sebanyak tiga kali
5. Ditimbang gelas ukur kosong
6. Diambil 2 ml minyak goring dan dimasukkan kedalam gelas ukur
7. Ditimbang gelas ukur berisi 2 ml minyak goring
8. Diukur lintasan bola 1
9. Dihitung waktu tempuh bola 1 sepanjang lintasan sebanyak tiga Kali
10. Dilakukan langkah 2 sampai 9 menggunakan bola 2 dan tabung berisi oli
E. HASIL PENGAMATAN
No Variabel Massa (kg) Volume (m3)
1 Bola 1 9.3 x 10-3 8.4 x 10-6
2 Bola 2 10.45 x 10-3 5.2 x 10-6
3 Minyak Goreng 1.7 x 10-3 2 x 10-6
4 Oli 5.37 x 10-3 2 x 10-6

F. ANALISIS DATA
1. Minyak Goreng
a. Massa Bola = 9.3 x 10-3 kg
b. Jari-jari bola
∑ r Bola
𝑟̅ = 3
(12.7+12.7+17.55)
= x 10-3
3

= 12.6 x 10-3 m
c. Volume Bola
4
v Bola = 3 𝜋 𝑟̅ 3
4
= 3 x 3.14 x (12.6 x 10−3 ) 3

= 8.4 x 10-6 m3
d. Massa Jenis Bola
𝑚 𝐵𝑜𝑙𝑎
𝜌 𝐵𝑜𝑙𝑎 =
𝑣 𝐵𝑜𝑙𝑎
9.3 x 10−3
= 8.4 x10−6

= 1.1 x 10-3kg/m3
e. Massa Jenis Minyak
Massa minyak = Massa Gelas Berisi – Massa Gelas Kosong
= 48.2 x 10-3 – 46.5 x 10-3
= 1.7 x 10-3 kg
Volume Minyak = 2 ml = 2 x 10-6 m3
𝑚 𝑀𝑖𝑛𝑦𝑎𝑘
𝜌 𝑀𝑖𝑛𝑦𝑎𝑘 =
𝑣 𝑀𝑖𝑛𝑦𝑎𝑘
1.7 x 10−3
=
2 𝑥 10−6
= 8.5 x 10-3 kg/m3
f. Waktu Tempuh
∑𝑡
𝐸̅ =
3
3.27
=
3
= 1. 09 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑛

g. Jari –jari Tabung


∑R
𝑅̅ =
3
123.74
= x 10-3
3

= 41.24 x 10 -3 m
h. Viskositas
2𝑟2g t̅ (𝜌𝑏 − 𝜌𝑚)
η=
9ℎ 𝐾

2 x (12.63 x 10−3 )2 x 9.8 x 1.08 x (1.1 x 103 -8.5 x 103 )


η=
9 x 0.24 x 1.07
2 −6
2 x (12.63 ) x 10 x 9.8 x 1.08 x 250
η= 9 x 0.24 x 1.07
85.1 x 10−2
η=
2.3
η = 0.36 poise
2. Oli
a. Massa Bola = 10.45 x 10-3 KG
b. Jari-jari bola
∑ r Bola
𝑟̅ = 3

= 10.75 x 10-3 m
c. Volume Bola
4
v Bola = 3 𝜋 𝑟̅ 3
4
= 3 x 3.14 x (10.75 x 10−3 ) 3

= 5.2 x 10-6 m3
d. Massa Jenis Bola
𝑚 𝐵𝑜𝑙𝑎
𝜌 𝐵𝑜𝑙𝑎 =
𝑣 𝐵𝑜𝑙𝑎
10.45 x 10−3
= 5.2 x10−6

= 2.01 x 10-3kg/m3
e. Massa Jenis Oli
Massa Jenis Oli = Massa Tabung Berisi – Massa Tabung Kosong
= 46.1 x 10-3 – 40.83 x 10-3
= 5.27 x 10-3 kg
Volume Oli = 2 ml = 2 x 10-6 m3
𝑚 𝑂𝑙𝑖
𝜌 𝑂𝑙𝑖 =
𝑣 𝑂𝑙𝑖
5.27 x 10−3
=
2 𝑥 10−6
= 2.64 x 10-3 kg/m3
f. Waktu Tempuh
∑𝑡
𝐸̅ =
3
6.36
=
3
= 2.12 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑛

g. Jari –jari Tabung


∑R
𝑅̅ =
3
116.95
= x 10-3
3

= 38.98 x 10 -3 m
h. Viskositas
2𝑟2g t(̅ 𝜌𝑏 − 𝜌𝑚)
η=
9ℎ 𝐾

2 x (10.75 x 10−3 )2 x 9.8 x 2.12 x (2.01 x 10-3 -2.64 x 10-3 )


η=
9 x 0.24 x 1.07
2 −6
2 x (12.63 ) x 10 x 9.8 x 1.08 x 250
η= 9 x 0.24 x 0.27
3.02
η=
2.3
η = 1.3 poise

F. PEMBAHASAN
Dari pengamatan yang dilakukan didapatkan massa bola1 yaitu 9.3 gr dan bola2 10.45 gr.
Dilkaukan pengukuran diameter bola dan didapatkan jari-jari rata-rata bola1 yaitu 12.6 x 10-3 m
dan untuk bola2 yaitu 10.75 x 10-3m.
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan untuk mencari koefisien viskositas dari
minyak goring dan oli digunakan rumus yaitu
2𝑟2g t̅(𝜌𝑏− 𝜌𝑚)
η= 9ℎ 𝐾

Dari praktikum ini didapatkan h atau jarak lintasan bola1 dan bola2 adalah 23.8 x 10-3 m
dan 𝑡̅ (waktu rata-rata) untuk menempuh h pada minyak goring adalah 1.09 s dan untuk oli 2.02
sekon. 𝜌 bola dapat dicari dengan rumus massa jenis dan didapatkan hasil 1.76 x 105 untuk bola1
dan 2.32 x 105 untuk bola2 dan untuk fluida minyak goring sebanyak 2 ml massa jenisnya 0.85 x
103 kg/m3 dan fluida oli 2.64 x 10-3 kg/m3. Dari hasil pengamatan juga didapatkan rata-rata jari-
jari dari tabung minyak goring adalah 41.24 x 10-3 m dan oli 38.98 x 10-3 m.
Setelah didapatkan hasil tersebut, dapat ditentukan viskositas dari minyak goring dan oli
sebesar 0.36 poise untuk minyak goreng dan 1.3 poise untuk oli. Dari pengamatan bahwa waktu
yang diperlukan untuk bola1 menempuh jarak yang sama dengan bola2 yang memiliki massa
yang hamper sama dibutuhkann waktu yang lebih lama pada oli dan pada minyak goreng lebih
cepat. Hal ini disebabkan karna kekentalan oli lebih besar dari minyak goreng.
G. PENUTUP
1. Kesimpulan
 Dari praktikum yang telah dilakukan disimpulkan bahwa koefisien viskositas
minyak goreng lebih kecil dibandingkan dengan oli. Bisa dilihat dari waktu yang
dibutuhkan untuk menempuh jarak yang sama lebih cepat pada minyak goreng
daripada oli.
 Besarnya koefisien viskositas fluida dipengaruhi oleh gaya gesek yang timbul,
kecepatan relative benda terhadap suatu fluida serta ukuran dan bentuk geometris
benda yang dijatuhkan kedalamnya.
2. Saran
 Sebaiknya praktikan lebih aktif dan teliti lagi dalam melakukan pengamatan
sehingga dalam menentukan nilai perhitungan koefisien viskositas fluida didapatkan
hasil yang lebih akurat.
 Diharapkan praktikum selanjutnya lebih terjadwal dan teratur.
 Setiap modul dari praktikum yang dilakukan harus konsisten.
DAFTAR PUSTAKA
Bachtiar. 2010. Fisika Dasar 1. Yogyakarta : Kurnia Kalam Semesta.
Gunada, I Wayan., Ni Nyoman Sri Putu Verawati. 2014. Fisika Dasar Universitas. Mataram :
Duta Pustaka Ilmu
Ramdhani, Arief Muhammad. Viskositas. [online], (http://viskositas.blogspot.com, diakses pada
17 Juni 2014 pukul 18:12)

Anda mungkin juga menyukai