Anda di halaman 1dari 18

TUGAS KARYA TULIS

GANGGUAN ATAU PENYAKIT PADA SISTEM GERAK DAN PEMANFAATAN

TEKNOLOGI DALAM MENGATASI GANGGUAN SISTEM GERAK

Disusun oleh :

Nama = DELA SAPUTRI

No = 10

Kelas = XI MIPA 2

TAHUN AJARAN 2018/2019

SMA N 2 WONOSARI

i
PRAKATA

Assalamualaikum Wr. Wb

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, dan

saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,

hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan karya tulis tentang

gangguan/penyakit pada sistem gerak dan pemanfaatan teknologi dalam mengatasi gangguan

sistem gerak.

Karya tulis ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari

berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan karya tulis ini. Untuk itu saya

menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam

pembuatan karya tulis ini.

Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan

baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan

terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki

karya tulis ini.

Akhir kata saya berharap semoga karya tulis tentang gangguan/penyakit pada sistem

gerak dan pemanfaatan teknologi dalam mengatasi gangguan sistem gerak ini dapat

memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Wassalamualaikum. Wr.Wb

WONOSARI, 03 AGUSTUS 2018

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………………………….. i

PRAKATA…………………………………………………………………. ii

DAFTAR ISI……………………………………………………………… iii

BAB I PENGANTAR ATAU PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG……………………………………………… 1

B. RUMUSAN MASALAH…………………………………………… 1

C. TUJUAN…………………………………………………………… 1

BAB II ISI

A. PENGERTIAN SISTEM GERAK…………………………………. 2

B. OTOT RANGKA …..……………………………………………… 2-5

C. GANGGUAN SISTEM RANGKA……………………………….... 6-7

D. TEKNOLOGI SISTEM GERAK…………………………………... 7-13

BAB III SIMPULAN

A. KESIMPULAN……………………………………………................ 14

B. SARAN……………………………………………………………...... 14

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….. 15

iii
BAB I

PENGANTAR ATAU PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pergerakan pada manusia merupakan perpaduan antara sistem rangka dan sistem otot.

Alat gerak ada dua macam yaitu alat gerak aktif dan alat gerak pasif. Alat gerak aktif

adalah otot-otot badan, alat gerak pasif adalah rangka badan kita. Alat gerak manusia

yaitu yaitu sendi, rangka dan otot. Dari ketiganya memiliki gangguan pada sistem

geraknya dan teknologi pada sistem gerak.

B. RUMUSAN MASALAH

A. Apa pengertian sistem gerak ?

B. Apa otot rangka itu ?

C. Apa saja gangguan sistem rangka ?

D. Apa itu teknologi sistem gerak?

C. TUJUAN

1. Dapat mengetahui berbagai penyakit pada sistem gerak.

2. Dapat mengetahui berbagai pencegahan penyakit pada sistem gerak.

3. Dapat mengetahui pemanfaatan teknologi pada sistem gerak.

1
BAB II

ISI

A. PENGERTIAN SISTEM GERAK


Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah bergerak. Secara umum gerak dapat

diartikan berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau seluruh bagian dari tubuh

makhluk hidup. Makhluk hidup akan bergerak bila aka impuls atau rangsangan yang

mengenai sebagian atau seluruh bagian tubuhnya. Pada hewan dan manusia dapat

mewakili pengertian gerak secara umum dan dapat dilihat dengan kasat mata/secara

nyata. Gerak pada manusia menggunakan alat gerak yang tersusun dalam sistem gerak.

B. OTOT RANGKA
Otot rangka adalah alat gerak utama pada manusia. Kontraksi sebagai otot dapat

menggerakkan tulang-tulang persendiannya.

 Struktur dasar otot rangka

Otot rangka di bangun dari sekumpulan serat-serat otot. Beberapa serat otot

berkumpul (menyatu) membentuk berkas-berkas otot yang di sebut fasikuli. Setiap berkas

otot di bungkus oleh selaput (fasia) yang di sebut fasia propia. Selanjutnya, beberapa

berkas otot bergabung menjadi satu membentuk otot atau suatu struktur selaput yang di

kenal sebagai daging. Setiap otot di bungkus lagi oleh semacam selaput yang di sebut

fasia superfisialis.

Pada umumnya, beberapa otot dapat bergabung menjadi satu hingga membentuk struktur

yang menyerupai kumparan. Bagian tengah yang mengembung di sebut ventrikel atau

empal, sedangkan kedua bagian ujungnya yang bersifat liat dan keras di sebut tendon.

2
Ujung tendon yang melekat pada tulang dan dapat bergerak di sebut insersi. Ujung tendon

lain yang melekat pada tulang yang tidak bergerak di sebut origo.

 Sifat kerja otot rangka

Pada umumnya, otot rangka bekerja secara tim atau berkelompok. Misalnya, pada saat

menekuk dan meluruskan tangan bekerja dua otot rangka, yaitu otot biseps dan otot

triseps. Pada saat menekuk tangan otot biseps berkontraksi, sedangkan otot triseps

relaksasi. Sebaliknya, pada saat meluruskan tangan otot triseps berkontraksi, sedangkan

otot biseps relaksasi. Bentuk hubungan kerja sama antara otot biseps dan otot triseps

semacam itu di sebut bersifat antagonis. Selain itu, beberapa otot lainnya dapat pula

bekerja sama dengan cara saling mendukung . bentuk hubungan kerja sama otot demikian

di sebut bersifat sinergis. Misalnya, gerak otot antara tulang-tulang rusuk pada saat

bernapas.

 Macam otot rangka

Pada tubuh manusia terdapat bermacam-macam otot rangka. Di perkirakan ada

sebanyak 640 macam otot rangka dengan nama-nama tersendiri. Penamaan otot tersebut

di tulis berdasarkan kriteria tertentu. Misalnya, berdasarkan ukuran otot (contohnya, otot

gluteus maksimus), bentuk otot (contohnya, otot deltoid), lokasi otot (contohnya otot

frontalis), arah berkas otot (contohnya otot rektus abdonimis), tempat peletakan otot

(contohnya otot tibialis anterioe), jumlah pelekatan otot (contohnya biseps braki), dan

aksi otot (contohnya otot ekstensor digitorum).

3
Untuk lebih jelasnya, di bawah ini di sajikan macam-macam otot rangka dan fungsinya :

Nama Otot Fungsi

Otot Anterior Mengerutkan dahi dan mengangkat alis mata

Kepala dan leher Menutup mata (mengerdip)

Frontalis Menaikkan bagian sudut mulut (tersenyum)

Orbikularis Okuli Mengatupkan rahang atas atau bawah

Zigomatikus Mengatupkan dan menjulur/menonjolkan bibir

Maseter Memapatkan perut dan memutar badan

Orbikularis Oris Menekuk tulang belakang (membungkuk)

Anggota atas dan Menekuk & menarik bahu & lengan(menarik lengan ke

badan arah dada)

Eksternal Obliki Menarik & mengangkat lengan pada persendian bahu

Rektus abdonimis menjauhi sumbu tubuh

Pektoralis Mayor Menekuk lengan bawah dan memutar tangan

Deltoid Mengangkat paha ke arah sumbu tubuh

Biseps Braki Menekuk paha atau sendi panggul

Anggota bawah Memutar paha

Adduktor longus Merentang/meluruskan kaki

Iliopsoas Melipat kaki

Sartorius Menekuk dan memiringkan kaki

Quadriseps femoris Menekuk jari-jari kaki

Pereneus longus Merentang/meluruskan jari-jari kaki

Tibialis anterior Menggerakkan kulit kepala belakang

Fleksor digitorum Memutar kepala ke arah samping; menekuk leher dan

4
longus kepala

Ekstensor digitorum Meluruskan posisi kepala; mengangkat dan

longus menggerakkan bidang bahu bagian belakang mendekati

Otot Posterior sumbu tubu

Kepala dan leher Meluruskan

Oksipitalis dan menggerakkan bahu & lengan bagian belakang

Sternokleidomastoid mendekati sumbu

Trapesius tubuh (menarik/menurunkan lengan kembali ke posisi

Anggota atas dan semula)

badan Menaikkan lengan pada persendian tulang lengan atas

Latissimus dorsi Memutar badan

Deltoid Meluruskan/merentangkan lengan bawah

Eksternal obliki Menekuk tangan

Triseps braki Meluruskan tangan

Fleksor braki Menekuk jari

Ekstensor braki Meluruskan jari

Fleksor digitorum Menggerakkan paha menjauhi sumbu tubuh

Ekstensor digitorum Meluruskan/merentangkan paha hingga membentuk

Pantat, paha, dan kaki pantat

Gluteus medius Menekuk kaki dan meluruskan paha atau panggul

Gluteus maksimus Menekuk kaki (berjinjit)

Hamstring

Gastroknemius

5
C. GANGGUAN SISTEM GERAK
Sistem gerak dapat mengalami gangguan atau kelainan. Kelainan pada sistem gerak

dapat terjadi karena beberapa hal, seperti kelainan sejak lahir, kekurangan vitamin, dan

kecelakaan. Berikut contoh-contoh kelainan yang terjadi pada sistem gerak kita.

4. Rickets

Rickets merupakan suatu kelainan pada tulang yang terjadi karena kekurangan zat kapur,

fosfor, dan vitamin D. Kelainan ini dapat terlihat dari kaki yang berbentuk huruf O dan

huruf X.

5. Osteoporosis

Suatu keadaan dimana penghancuran tulang lebih cepat daripada proses pembentukan

tulang. Akibatnya tulang menjadi keropos. Penyebabnya yaitu karena kekurangan

kalsium. Penyakit ini mudah terjadi pada orang yang lanjut usia.

6. Patah Tulang (Fraktura)

Retak atau patah tulang dapat terjadi karena benturan atau tekanan yang terlalu keras.

Selain penyebab tersebut, patah tulang dapat terjadi karena kecelakaan. Dapatkah orang

yang patah tulang sembuh kembali? Sebagai organ yang hidup, tulang mempunyai

kemampuan membentuk jaringan baru untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Oleh

karena itu, penderita patah tulang, terutama jika usianya masih muda dapat sembuh

kembali. Akan tetapi jika persambungan tulang yang patah tersebut tidak baik maka

bentuknya menjadi tidak sempurna dan terlihat cacat. Oleh karena itu, berhati-hatilah

jangan sampai ada tulang tubuhmu yang patah.

7. Arthritis

Arthritis merupakan peradangan yang terjadi pada sendi. Dapat terjadi karena banyak

mengangkat atau membawa beban terlalu berat, ataupun infeksi mikroorganisme.

6
8. Lepas Sendi

Sendi lepas dapat dari tempatnya sehingga ligament putus/sobek. Hal ini dapat terjadi

karena kecelakaan ataupun ketika melakukan olahraga berat.

9. Kebiasaan Posisi Duduk

Posisi duduk yang salah dapat mengakibatkan pertumbuhan dan posisi tulang seseorang

mengalami kelainan. Kelainan tulang ini dapat terjadi karena kebiasaan posisi duduk yang

salah. Contoh kelainan akibat kebiasaan duduk yang salah adalah skoliosis, kifosis, dan

lordosis. Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke samping

sehingga tubuh ikut melengkung ke samping. Kifosis adalah kelainan pada tulang

belakang melengkung ke belakang, sehingga tubuh bungkuk. Adapun lordosis merupakan

kelainan pada tulang belakang bagian perut melengkung ke depan sehingga bagian perut

maju. Beberapa penyakit atau gangguan pada sistem gerak dapat terjadi pada siapa saja.

Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pada

dirimu.

D. TEKNOLOGI SISTEM GERAK


Teknologi yang digunakan untuk mengatasi kelainan pada sistem gerak pada tubuh

manusia. Ada beberapa teknologi yang dikembangkan untuk pengobatannya antara lain

1. Penggantian Sendi

Dapat dilakukan dengan cara metode pembedahan untuk mengganti sendi yang rusak

dengan logam. Bonggol sendi diganti dengan logam campuran (misal campuran titanium)

dan cawan sendi dengan mangkuk plietilena (misal plastik) yang kerapatannya tinggi.

Kemudian,kedua sisi direkatkan dengan senyawa metal metakrital berpori yang

memungkinkan fisiologi tulang tetap normal.

7
2. Transplantasi Sumsum

Yaitu sumsum merah ditransplantasikan dari satu orang ke orang yang lain. Dalam hal

ini diperlukan teknik khusus untuk memindahkan sumsum dari donor yang sehat dan

menyuntikkannya ke resipien tanpa merusaknya,karena sumsum sangat lunak.

3. Penyembuhan Patah Tulang

Patah tulang adalah suatu kelainan yang terjadi akibat dari cidera yang menyebabkan

rapuhnya atau patahnya tulang dari seseorang. Hal ini bisa terjadi karena kecelakaan,

terjatuh ataupun terkena benda-benda tajam yang dapat menyebabkan patahnya tulang-

tulang manusia.

Dilakukan dengan cara :

1) Pemasangan gips : bahan kapur yang diletakkan disekitar tulang yang patah.

2) Pembidaian : benda keras yang ditempatkan didaerah sekeliling tulang yang patah.

3) Pembedahan internal : pembedahan untuk menempatkan batang logam atau

piringan pada tulang yang patah.

4. Tangan Bionik

Alat bantu bagi penderita tuna daksa (cacat anggota tubuh) khususnya tangan, kini

semakin canggih dan fungsional. Tangan buatan yang dibuat sebuah perusahaan

Skotlandia dapat dipakai pengguna untuk mengetik dan memegang kartu kredit.

5. Kaki Bionik

Kaki bionik ini dilengkapi dengan motor elektrik yang menggerakkan persendian lutut

dan pergelangan kaki. Teknologi ini memberikan kemudahan kepada penggunaannya

untuk berjalan, khususnya ketika menyusuri tangga dan jalanan yang landai.

8
6. Otot Artificial

Ilmuwan dari California telah menciptakan sebuah penemuan baru berupa otot

artificial yang dapat menyembuhkan dirinya sendiri dan membangkitkan listrik. Riset ini

menggunakan sebagian ilmu yang sudah digunakan di Jepang untuk membangkitkan

listrik dari gelombang air laut atau samudera.

7. Penyembuhan Kanker Tulang

Kanker tulang disebabkan oleh suatu persoalan dengan sel-sel yang membentuk

tulang.Penyembuhan kanker tulang dapat dilakukan dengan cara pembedahan dan

amputasi. Cara lain seperti :

1) Kemoterapi : biasanya menggunakan obat-obatan yang sangat kuat untuk

mencoba membunuh sel kanker. Sayangnya, beberapa sel-sel normal juga mati

dalam prosesnya. Obat dirancang untuk membunuh atau tumbuh dengan cepat

membagi sel.

2) Radioterapi : Radioterapi berarti pengobatan kanker dengan menggunakan sinar

radioaktif. Sinar X, elektron, dan sinar y (gamma), terbanyak digunakan dalam

pengobatan kanker disamping partikel lain.

3) Pembedahan

4) Amputasi

5) Menggunakan metode teknik baru limb salvage, dimana teknik terapi baru ini

telah dikembangkan di hampir semua pusat penyembuhan kanker di seluruh dunia.

Tujuan operasi adalah untuk menghilangkan tumor lokal pada tulang yang

terkena.

9
8. Implant

Implant adalah suatu material yang terbuat dari benda rigid (sekarang ini dipakai

titanium) yang dipasang di tulang belakang dengan melekatkan sekrupnya di pedikel

tulang vertebra. Implant dan instrumentasi untuk skoliosis sesungguhnya memberikan

kontribusi terbesar dalam pembiayaan operasi penderita skoliosis.

9. Kursi roda

Kursi roda adalah alat bantu yang digunakan oleh orang yang mengalami kesulitan

berjalan menggunakan kaki, baik dikarenakan oleh penyakit, cedera, maupun cacat. Alat

ini bisa digerakan dengan didorong oleh pihak lain, digerakan dengan menggunakan

tangan, atau dengan menggunakan mesin otomatis.

Jenis kursi roda :

a. Kursi roda manual

Adalah kursi roda digerakkan dengan tangan si penderita cacat, merupakan

kursi roda yang biasa digunakan untuk semua kegiatan. Kursi roda seperti ini tidak

dapat digunakan oleh penderita cacat yang mempunyai kecacatan ditangan juga.

b. Kursi roda listrik

Merupakan kursi roda yang digerakkan dengan motor listrik biasanya

digunakan untuk perjalanan jauh bagi penderita cacat atau bagi penderita cacat

ganda sehingga tidak mampu untuk menjalankan sendiri kursi roda, untuk

menjalankan kursi roda mereka cukup dengan menggunakan tuas seperti joystick

untuk menjalankan maju, merubah arah kursi roda belok kiri atau belok kanan dan

untuk mengerem jalannya kursi roda.Biasanya kursi roda listrik dilengkapi dengan

alat untuk mengecas/mengisi ulang aki/baterainya yang dapat langsung dimasukkan

dalam stop kontak dirumah/bangunan yang dikunjungi.

10
c. Kursi roda untuk sport

Kursi roda manual untuk kegiatan olah raga, pada balapan kursi roda yang

direncanakan untuk berjalan dengan cepat dibutuhkan upaya untuk meningkatkan

kestabilan dengan menggunakan tambahan 1 roda didepan seperti trike (sepeda roda

tiga). Merupakan perangkat yang umum ditemukan dalam pekan olah

raga/olimpiade bagi penderita cacat.

10. Hypophosphatemic Rickets

Tujuan pengobatan Hypophosphatemic rickets adalah meningkatkan kadar posfat di

dalam darah, dimana akan meningkatkan bentuk tulang normal. Posfat bisa digunakan

melalui mulut dan harus dikombinasikan dengan calcitriol, bentuk aktif dari vitamin D.

Menggunakan Vitamin D tunggal tidak mencukupi. Jumlah posfat dan calcitrioSl harus

disesuaikan dengan hati-hati karena pengobatan ini seringkali menyebabkan kalsium

kadar tinggi di dalam darah, penumpukan kalsium pada jaringan ginjal, atau batu ginjal.

11. Artritis Rematoid.

Pengobatan:Prinsip dasar dari pengobatan artrtitis rematoid adalah mengistirahatkan

sendi yang terkena, karena pemakaian sendi yang terkena akan memperburuk peradangan.

Mengistirahatkan sendi secara rutin seringkali membantu mengurangi nyeri.

Pembidaian bisa digunakan untuk imobilisasi dan mengistirahatkan satu atau beberapa

sendi, tetapi untuk mencegah kekakuan, perlu dilakukan beberapa pergerakan sendi yang

sistematis. Obat-obatan utama yang digunakan untuk mengobati artritis rematoid adalah

obat anti peradangan non-steroid, obat slow-acting, kortikosteroid dan obat

imunosupresif.

11
Biasanya, semakin kuat obatnya, maka semakin hebat potensi efek sampingnya, sehingga

diperlukan pemantaun ketat.

12. Osteoporosis

Penentuan Kerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer Pengukuran kerapatan

tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi gamma atau sinar-X.

Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-X yang diserap oleh tulang yang

diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi mineral kalsium dalam tulang. Perhitungan

dilakukan oleh komputer yang dipasang pada alat kekeroposan tulang (osteoporosis)

yang sering menyerang wanita pada usia menupause (mati haid) sehingga menyebabkan

tulang mudah patah.

13. Fisiologi Terapan

Teknik pemantauan Otot, diterapkan memungkinkan fisiologi tubuh untuk

mengungkapkan apa yang keluar dari keseimbangan dan memberikan informasi untuk

mengembalikan keseimbangan. Otot dimasukkan melalui gerak normal, dimonitor untuk

menentukan di mana tekanan berbohong. Inti dari teknik ini menggunakan acupoints

untuk bertanya tentang fisiologis dan anatomi spesifik menekankan.

14. Artroskopi

Penggunaan peralatan artroskopi terutama sekali untuk pasien cedera. Artroskopi

dirintis di awal 1950′-an oleh dr. Masaki Watanabe dariJepang untuk melakukan bedah

dan rekonstruksi kartilago invasif minimal dari ligamentum yang robek. Artroskopi

membantu pasien sembuh dari pembedahan dalam hitungan hari, daripada minggu

ataupun bulan dalam bedah biasa dan ‘terbuka’. Artroskopi lutut adalah salah satu operasi

12
yang paling umum dilakukan oleh dokter bedah ortopedi sekarang dan sering

digabungkan dengan menisektomi atau kondroplasti—yang merupakan pemindahan dari

tulang rawan yang robek.

15. Viscosupplementasi

Viscosupplementasi adalah pilihan baru yang ada bagi pasien dengan gejala lutut

osteoarthritis, yang melibatkan rentetan injeksi intra-artionlar asam hyaluronic.

Sementara, pasien yang tidak menyukai pengobatan tradisional sebaiknya mencoba

perawatan ini. Suplemen Hyalgan disuntikkan secara langsung ke dalam sendi lutut untuk

memperbaiki gizi dan pelumasan. Pada kebanyakan kasus, pasien menemukan

kenyamanan dalam berjalan setelah injeksi. Tetapi, penting untuk memperhatikan bahwa

Viscosupplementasi ini biasanya dilakukan jika semua jenis pengobatan lain telah

dilakukan namun gagal untuk mengurangi rasa sakit.

13
BAB III

SIMPULAN

a. Kesimpulan
Dapat disimpulkan Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin hari semakin

pesat. Begitu juga dengan teknologi kedokteran yang berkembang dengan pesatnya

mengikuti semakin modernnya zaman. Dengan hal itu lah dapat memunculkan teknologi-

teknologi yang dapat menolong umat manusia mengobati penyakit-penyakit yang ada di

seluruh permukaan bumi.

Alat gerak pada manusia yaitu alat gerak aktif dan pasif. Pasif berupa tulang dan aktif

berpa otot. Kedua alat ini bekerja sama dalam melakukan pergerakan sehingga

membentuk suatu sistem yang disebut sistem gerak. Tulang disebut alat gerak pasif

karena tidak dapat melakukan pergerakannya sendiri. Otot disebut alat gerak aktif karena

otot memiliki senyawa kimia yang membentuk aktomiosin sehingga dapat bergerak.

Maka otot memiliki sifat yang lentur untuk kontraksi dan relaksasi.

b. Saran
Kita perlu mengetahui berbagai penyakit atau gangguan pada sistem gerak untuk

mencegah atau bersikap lebih baik untuk terhindar dari penyakit tersebut. Selain itu,

dalam sisi pendidikan berguna untuk menambah ilmu pengetahuan dan untuk mengenali

berbagai gangguan atau penyakit pada sistem gerak dan pemanfaatan teknologi dalam

mengatasi gangguan sistem gerak.

Selain itu makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan , maka dari itu saya sangat

mengharpkan saran dan kritik dari pembaca. Semoga makalah ini berguna dan bermanfaat

untuk semua,

14
DAFTAR PUSTAKA

https://lh3.googleusercontent.com/DQfoXu3878c/TY2FUX9EYZI/AAAAAAAAAA8/Lwkw

-aqNqzU/s1600/anatomy%252Btubuh.png

http://www.pustakasekolah.com/otot-rangka-manusia.html

http://septililas24.blogspot.com/2013/10/makalah-sistem-gerak-manusia.html

http://www.artikelbiologi.com/2012/11/gangguan-pada-sistem-gerak.html

http://cahkene-wahyulyananta.blogspot.com/2010/04/teknologi-untuk-mengatasi-gangguan-

dan.html

http://cellinebawanda.blogspot.com/2014/12/contoh-makalah-biologi-sistem-gerak.html

http://gumimari.blogspot.com/2013/04/makalah-teknologi-untuk-mengatasi.html

15