Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN ASMA

I. PENGKAJIAN
11 Februari 2018
A. Biodata
Nama Klien : An. B
Umur : 3 Tahun 6 bulan 3 hari
Alamat Klien : Jl. Pemuda No.1 Kebumen
Jenis Kelamin : Laki - laki
Agama : Islam
Pendidikan :-
Suku bangsa : Jawa/ Indonesia
No.RM : 20605
Tanggal masuk RS : 11 Februari 2018
Dx. Medis : Asma

Penanggung Jawab
Nama : Ny.N
Umur : 42 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Jl. Pemuda No.1 Kebumen
Hubungan dengan klien : Ibu

B. Keluhan Utama : sesak nafas


C. Riwayat Penyakit Sekarang
Ibu klien mengatakan klien sesak nafas sejak 9 Februari 2018, klien
tidak batuk, klien ada alergi dingin, pucat dan nafsu makan klien menurun
kemudian oleh ibunya di bawa ke RS Hidayah, menurut hasil dari
pemeriksaan, klien didiagnosa asma sehingga klien harus menjalani
pengobatan.
D. Riwayat Kesehatan Lalu
1. Prenatal
Anak laki laki dari ibu G1 P1 0 0 1. Selama kehamilan klien, ibu klien
mengatakan tidak mempunyai masalah khusus, paling hanya mual-mual.
Ibu klien selalu memeriksakan kehamilannya ke bidan secara teratur.
Keluhan selama hamil : mual muntah pada awal kehamilan
2. Natal
Umur kehamilan : 9 bulan
Jenis persalinan : spontan
Ditolong oleh : bidan
Keadaan bayi : bayi lahir sehat
Penyakit saar persalinan : tidak ada
3. Postnatal
Kondisi bayi : normal
BB waktu lahir : 2800 gram
TB waktu lahir : 49 cm
4. Pertumbuhan dan Perkembangan
a. Perkembangan
Ibu klien mengatakan klien tidak mengalami keterlambatan dalm
proses tumbuh kembang. Perkembangan motorik : klien mampu
berjalan dengan tegak, lari-lari kecil, melompat, dan awalnya berdiri
dengan 1 kaki selama 3 detik.
b. Pertumbuhan
1) Tinggi Badan : 100 cm
2) Berat Badan : 14 kg
3) Lingkar Kepala : 54 cm
4) Lingkar Lengan Atas : 16 cm
c. Imunisasi
Klien sudah mendapat imunisasi lengkap : BCG, Polio I, II, III, ; DPT
I, II, III ; dan campak

E. Riwayat Kesehatan Keluarga


Ibu klien mengatakan keluarga tidak ada yang mengalami sakit seperti
klien. Dan keluarga tidak ada yang mengalami penyakit seperti TBC, DM,
hipertensi maupun penyakit serius lainnya.
F. Pola Aktivitas Sehari-hari
1. Pola Persepsi kesehatan atau penanganan kesehatan
SMRS : Ibu klien megatakan kesehatan memang penting dan klien bila
sakit mudah kerjasama untuk proses penyembuhan dirinya
misalnya teratur minum obat, dan hindari pantangan.
MRS : Ibu klien mengatakan bahwa klien dan dirinya belum mengerti
tentang asma dan bagaimana penanganan dirumah jika klien tiba
tiba kambuh.
2. Pola Nutrisi / Metabolik
SMRS : Ibu klien mengatakan pasien susah makan, makan 3x sehari
porsi sedikit, dan tidak suka sayur klien hanya makan sedikit nasi
dan lauknya saja. Minum 6 gelas per hari. BB : 14,5 kg.
MRS : Klien makan 2x/sehari sesuai diit dari RS tetapi tidak habis.
Minum 4 gelas per hari. BB: 14 kg.
3. Pola Eliminasi
SMRS : BAB 1x sehari warna kuning konsistensi lembek berbau khas,
BAK 4-5x perhari warna kuning jernih berbau khas.
MRS : Klien belum BAB sejak dirawat di RS, BAK 2x, warna kuning
berbau khas.
4. Pola aktivitas / latihan
SMRS : Klien aktif bermain dengan teman sebayanya.
MRS : Klien dibantu oleh ibunya dalam melakukan aktivitasnya,
seperti mandi, makan, ganti baju, dan pasien hanya terlihat
berbaring ditempat tidur.
5. Pola Istirahat / tidur
SMRS : Klien tidur 9 jam sehari, tidur siang kurang lebih 2 jam.
MRS : Klien susah tidur dan sering terbangun pada malam hari.
Lama tidur 7 jam sehari.
6. Pola perseptif kognitif
SMRS : Klien dapat melihat dengan normal dan bisa mendengarkan
dengan jelas, dalam pengecapan klien tidak ada masalah, klien
bisa mengecap makanan dengan baik.
MRS : Klien dapat melihat dengan normal dan bisa mendengarkan
dengan jelas, dalam pengecapan klien tidak ada masalah, klien
bisa mengecap makanan dengan baik.
7. Pola koping/toleransi stress
SMRS : Ibu klien mengatakan klien adalah klien anak periang.
MRS : Klien hanya tiduran dan apabila klien kesakitan klien
menangis dan rewel.
8. Pola Konsep diri
SMRS : Klien dapat melakukan aktifitas sesuai kemampuan.
MRS : Klien hanya tiduran dan menganggap kondisi nya sedang
lemah.
9. Pola Seksual dan Reproduksi
Klien berjenis kelamin laki-laki, dan tidak ada masalah dalam sistem
reproduksi klien.
10. Pola peran / hubungan
SMRS : Hubungan klien dengan orangtua dan keluarga baik.
MRS : Klien dirawat di RS ditemani oleh ibunya.
11. Pola nilai / kepercayaan
SMRS : Ibu klien mengatakan klien mulai ikut mengaji di mushola
dekat rumahnya. Klien belum melakukan sholat.
MRS : Ibu klien mengatakan klien klien hanya bisa berdoa.
12. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum dan Kesadaran
Kesadaran : Compos mentis, GCS : 456
TD : 90/60 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Suhu : 37,5 ˚C
RR : 36 x/menit
b. Kepala : bentuk kepala simetris, bersih.
c. Mata : konjungtiva anemis, sklera Anikterik, reflek terhadap
cahaya pupil isokhor
d. Hidung : tidak ada polip, terlihat pernafasan cuping hidung,
terpasang oksigen kanul nasal 2 liter/menit.
e. Mulut : bibir terlihat pucat, dan kering.
f. Telinga : canalis bersih, tidak ada sekret dan darah, tidak
memakai alat bantu pendengaran.
g. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar
limfe
h. Dada :
1) Paru
Inspeksi : pergerakan dada cepat, terdapat tarikan dinding dada
ke dalam
Palpasi : retraksi dinding dada sama kanan dan kiri, terdapat
vocal fomitus kanan kiri
Perkusi : sonor
Auskultasi : terdapat bunyi wheezing
2) Jantung
Inspeksi : tampak ictus cordis
Palpasi : tidak terdapat pembesaran jantung
Perkusi : pekak
Auskultasi : irama jantung teratur
3) Abdomen :
Inspeksi : bentuk datar
Auskultasi : bising usus 20 x/menit
Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan.
Perkusi : timpani
i. Genetalia : laki laki, tidak terpasang Dower Cateter
j. Anus : tidak ada lesi.
k. Ekstremitas : akral hangat, terpasang infus RL 20 tpm, dan tidak
ada gangguan gerak.
l. Kulit : turgor kulit normal, tidak ada oedema.
13. Tes Diagnostik
11 November 2015
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Normal
Hemoglobin 10.7 gr/dl Pria : 13-18 g/dl
Wanita : 11.5-16.5 g/dl.
Wanita hamil :11-16.5 g/dl.
Anak : 12-34 g/dl
Hematokrit 31 % L : 41,3 – 52,1
P : 35,2 – 46,7
Leukosit 14.5 x 10^3/Ul 3,37 - 10
Eritrosit 4.1 x 10^6 /Ul 3,69 – 5,46
Diffferent count 0.10/1.40/49.60/40.50/0.40 Basofil : 0-2 %, eosinofil :
1-3%, netrofil batang : 1-
6%, netrofil segmen: 4-6
%, limfosit 20- 40 %,
monosit: 1-8%
MCV 75 fL 86-102
MCH 26 pg 27 - 32
MCHC 35 g/dl 20-32 g/dl

14. Terapi
11 Februari 2018
a. IVFD RL = 20 tetes/menit
b. Oksigen 2 L/menit nasal kanul
c. Nebu : Ventolin 4 x 2,5 mg
d. Ambroxol 3 x sehari 2,5 ml syr
e. Diet Gizi seimbang
ANALISA DATA

Pengelompokan Data Etiologi Masalah


Keperawatan
DS : Hipersekresi jalan Bersihan jalan
a. Ibu klien mengatakan klien sesak nafas napas napas
b. Tidak ada batuk
c. Terdapat secret yang berlebih
DO :
Terdengar suara wheezing
DS : Ancaman konsep Ansietas
a. Klien dan Ibu klien mengatakan diri,
cemas, bingung dan merasa khawatir Kurang terpapar
dengan kondisi yang dialami. informasi
b. Ibu klien mengatakan klien sulit tidur
c. Ibu klien mengatakan klien susah
makan.
DO :
a. Klien pucat
b. Klien gelisah

DS : Kurang terpapar Defisit


Klien mengatakan klien dan keluarga informasi pengetahuan
belum mengetahui tentang penyakit asma

DO :
Ibu klien bertanya-tanya tentang penyakit
asma

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN


A. Bersihan jalan napas tidak efektif b.d hipersekresi jalan napas d.d dispnea,
tidak mampu batuk, sputum berlebih, wheezing.
B. Ansietas b.d ancaman konsep diri, kurang terpapar informasi d.d merasa
bingung, merasa khawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, tampak
gelisah, sulit tidur, anoreksia.
C. Defisit pengetahuan b.d kurang terpapar informasi d.d menanyakan masalah
yang dihadapi.

III. PERENCANAAN
Dx Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Dx 1 Setelah dilakukan tindakan a. Pantau status a. Mengetahui tingkat
keperawatan 2 x 24 jam pernafasan gangguan yang terjadi
diharapkan klien mampu klien dan membantu dalam
menunjukkan keefektifan b. Tempatkan menetukan intervensi
bersihan jalan napas, dengan posisi yang yang akan diberikan.
kriteria hasil : nyaman : semi b. Memaksimalkan
a. Mendemonstrasikan batuk fowler ekspansi paru dan
efektif dan suara nafas c. Anjurkan menurunkan upaya
yang bersih, tidak ada klien untuk pernapasan.
sianosis dan dispneu banyak c. Mengoptimalkan
(mampu mengeluarkan minum air keseimbangan cairan
sputum, bernafas dengan hangat dan membantu
mudah, tidak ada pursed d. Latih batuk mengencerkan sekret
lips) efektif sehingga mudah
b. Menunjukkan jalan nafas e. Lakukan dikeluarkan
yang paten(klien tidak Nebulizer d. Fisioterapi dada/ back
merasa tercekik, irama f. Kolaborasi massage dapat
nafas, frekuensi dengan membantu
pernafasan dalam rentang dokter untuk menjatuhkan secret
normal, tidak ada suara pemberian yang ada dijalan
nafas abnormal) obat nafas.
bronkodilator e. Tindakan nebulizer
sesuai akan mengencerkan
indikasi lendir.
f. Broncodilator
meningkatkan ukuran
lumen percabangan
trakeobronkial
sehingga menurunkan
tahanan terhadap
aliran udara.
Dx. 2 Setelah dilakukan tindakan a. Beri a. Klien dapat
keperawatan selama 1x24 jam dorongan mengungkapkan
diharapkan kecemasan klien mengung- penyebab
teratasi dengan kriteria hasil : kapkan kecemasannya
ketakutan/ma sehingga perawat
a. Mengidentifikasi,
salah dapat menentukan
mengungkapkan dan
b. Libatkan tingkat kecemasan
menunjukkan tehnik untuk
keluarga klien dan menentukan
mengontrol cemas.
untuk intervensi untuk klien
b. Postur tubuh, ekspresi menenangka selanjutnya.
wajah, bahasa tubuh dan n klien b. Dukungan keluarga
tingkat aktivfitas c. Mengins- dapat memperkuat
menunjukkan truksikan mekanisme koping
berkurangnya kecemasan. klien untuk klien sehingga tingkat
mengguna- ansietasnya berkurang
kan tekhnik c. Tekhnik relaksasi
relaksasi yang diberikan pada
klien dapat
mengurangi ansietas
Dx 3 Setelah dilakukan tindakan a. Kaji tingkat a. Mengetahui tingkat
keperawatan selama 1x24 jam pengetahuan pengetahuan pasien
diharapkan klien dan keluarga pasien dan tntang asma
menunjukkan pengetahuan keluarga
b. Meningkatkan
tentang proses penyakit dengan
b. Gambarkan pengetahuan klien
kriteria hasil :
tanda dan tentang tanda dan
a. Pasien dan keluarga
gejala yang gejala asma
menyatakan pemahaman
biasa muncul
tentang penyakit, kondisi, c. Meningkatkan
pada
dan program pengobatan pengetahuan klien
penyakit,
b. Pasien dan keluarga tentang proses
dengan cara
mampu menjelaskan penyakit.
yang tepat.
kembali apa yang
dijelaskan perawat / tim c. Gambarkan
kesehatan lainnya. proses
penyakit
dengan cara
yang tepat
IV. IMPLEMENTASI
No Tanda
Diagnosa
. Tindakan Keperawatan Tangan /
Keperawatan
Paraf
1. Dx 1 11 Februari 2018
09.00
a. Memberikan ambroxol 2,5 ml syr
b. Menganjurkan klien untuk banyak minum
air hangat
09.15
a. Memantau status pernapasan klien
Respon : Klien masih sesak, RR : 36 x/menit,
terpasang oksigen nasal kanul 2L/menit
b. Memposisikan klien dengan posisi yang
nyaman (semi fowler)
09.30
a. Melatih batuk efektif
b. Melakukan nebulizer ventolin 2,5 mg
12.00
Memantau status pernapasan klien
Respon : Klien merasa sesak sedikit berkurang,
RR : 35 x/menit, terpasang oksigen nasal kanul
2L/menit
12 Februari 2018
09.00
Memberikan ambroxol 2,5 ml syr
09.15
Memantau status pernapasan klien
Respon : Klien merasa sudah tidak sesak, RR : 32
x/menit, sudah tidak memakai oksigen nasal kanul
09.30
Melakukan nebulizer ventolin 2,5 mg
12.00
Memantau status pernapasan klien
Respon : Klien merasa sudah tidak sesak, RR : 32
x/menit, sudah tidak memakai oksigen nasal kanul
2. Dx 2 11 Februari 2018
11.00
Memberi dorongan kepada klien untuk
mengungkapkan ketakutan/masalah.
11.20
a. Melibatkan keluarga untuk menenangkan
klien
b. Menginstruksikan klien untuk menggunakan
tekhnik relaksasi
3. Dx 3 11 Februari 2018
09.40
Kaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga
10.00
a. Menggambarkan tanda dan gejala yang biasa
muncul pada penyakit, dengan cara yang tepat.
b. Menggambarkan proses penyakit dengan cara
yang tepat
V. EVALUASI
No. Diagnosa
Catatan Perkembangan Paraf
Keperawatan
1. Dx 1 11 Februari 2018
S : Klien mengatakan sesak
O : Klien terpasang oksigen nasal kanul
2L/menit, RR : 35x/menit
A : Masalah jalan napas belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan (a,e,f)
12 Februari 2018
S : Klien mengatakan sudah tidak sesak
O : Klien sudah tidak terpasang oksigen
nasal kanul 2L/menit,
RR : 32x/menit
A : Masalah jalan teratasi
P : Intervensi dihentikan
2. Dx 2 11 Februari 2018
S : Klien mengatakan sudah tidak cemas
O : Klien tampak tidak gelisah.
A : Masalah ansietas teratasi
P : Intervensi dihentikan
3. Dx 3 11 Februari 2018
S : Klien mengatakan belum mengetahui
tentang penyakit
O : Klien sudah jarang bertanya berkaitan
tentang penyakit
A : Masalah defisit pengetahuan teratasi
P : Intervensi dihentikan
DAFTAR PUSTAKA

Nurkhasanah, Ana. 2014. Kecemasan - Nanda NIC NOC Versi I.


https://portalkeperawatan.blogspot.co.id/2016/07/kecemasan-nanda-nic-
noc.html. 17 Maret 2018. 21.30.

_______________. ____. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas - Nanda NIC NOC


Versi I. https://portalkeperawatan.blogspot.co.id/2016/06/ketidakefektifan-
bersihan-jalan-napas.html?m=1. 17 Maret 2018. 20:56.

Hidayah, Riski. 2016. Asuhan Keperawatan pada an. B dengan Asma.


http://riskialfinh25.blogspot.co.id/2016/01/askep-asma-pada-anak.html

Lestari. 2015. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas (Ineffective Airway Clearance).


http://askepkita.com/tag/intervensi-dan-rasional-bersihan-jalan-nafas/