Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Untuk mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan sesuai dengan


Visi Kementerian Kesehatan “Masyarakat Sehat yang Mandiri dan
Berkeadilan” dan dengan Misinya “1) Meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan
masyarakat madani; 2) Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin
tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu, dan
berkeadilan; 3) Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya
kesehatan; 4) Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik”
diperlukan suatu indikator.
Dalam perjalanannya, indikator kesehatan tersebut bersifat dinamis
mengikuti situasi dan kondisi yang ada. Beberapa indikator mengalami
perubahan, baik indikatornya itu sendiri maupun definisinya.
Perjalananan sosialisasi dan advokasi yang mendorong pelaksanaan
pengarusutamaan gender dalam pembangunan yang diterjemahkan dalam
kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sangat dinamis. Mulai dari
upaya pengintegrasian pengarusutamaan gender dalam dokumen
perencanaan sampai gender budget statement (Pernyataan Anggaran
Responsif Gender). Upaya-upaya tersebut utamanya dalam rangka
mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender.
Pengarusutamaan gender (PUG) adalah salah satu strategi pembangunan
yang dilakukan untuk mencapai kesetaraan gender melalui pengintegrasian
permasalahan, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan dan laki-
laki harus dimasukkan ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan
dan evaluasi dari seluruh kebijakan, program, proyek dan kegiatan di
berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Data terpilah menurut jenis
kelamin atau yang sering disebut data gender sangat penting artinya dalam
setiap penyusunan perencanaan kebijakan/ program/ kegiatan
pembangunan. Data ini dapat disebut sebagai dasar utama dalam
mengidentifikasi isu-isu gender yang masih terjadi di masyarakat.

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 1


B. LANDASAN HUKUM
1. Undang-undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor: 1144/Menkes/PER/VIII/2010
tanggal 19 Agustus 2010 tentang Organisasidan Tata Kerja
Kementerian Kesehatan;
3. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: HK.03.01.160/I/2010
tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2010-2017;
4. Keputusan Menteri Kesehatan RI NO. 837/MENKES/VII/2007
Tentang Pengembangan SIKNAS Online Sistem Informasi Kesehatan
Nasional.
5. Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2000 tentang
Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional.
6. Instruksi Presiden RI Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program
Pembangunan yang Berkeadilan.
7. Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak RI Nomor 06 Tahun 2009 tentang penyelenggaraan data gender
dan anak.
8. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 119/PMK.02/2009 tentang
Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran
Tahun 2010.
9. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 104/PMK.02/2010 tentang
Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran
Tahun 2011.
10. Kesepakatan bersama (Nomor 07/MEN.PP&PA/5/2010 Nomor
593/MENKES/SKB/V/2010) antara Menteri PP dan PA dengan
Menteri Kesehatan tentang pelaksanaan pengarusutamaan gender di
bidang kesehatan.
11. Keputusan Menkes RI 1712/2002 ttg PUG-BK dengan focal point Dit.
Bina Kesehatan Keluarga & Biro Perencanaan.
12. Keputusan Menkes RI Nomor 878/Menkes/SK/XI/2006 tentang Tim
Pengarusutamaan Gender Bidang Kesehatan (PUG-BK).
13. Keputusan Menkes RI 423/2008 tentang Pusat Pelatihan Gender
Bidang Kesehatan (PPG-BK).

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 2


14. Keputusan Menkeu RI Nomor 119 Tahun 2009, yang mensyaratkan
agar dalam penyusunan rencana dan anggaran menggunakan analisis
gender.
15. Surat Edaran Nomor 615/Menkes/E/IV/2004, tentang pelaksanaan
PUG-BK.

C. TUJUAN
Tujuan Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang tahun 2017
adalah:
 Memberikan data dan informasi serta gambaran situasi kesehatan di
dalam wilayah kerja Pusekesmas Telang Jaya Telang di Kecamatan
Muara Telang dalam rangka merencanakan kegiatan-kegiatan
tahunan yang dapat dipergunakan dalam meningkatkan kamampuan
manajemen kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna, serta
sebagai masukan dalam mengevaluasi program kesehatan.
 Dapat mengetahui hasil program-program yang sudah dicapai.
 Dapat mengetahui kekurangan/kelemahan Puskesmas sehingga dapat
dicarikan pemecahannya.

Sistematika penyajian Buku Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya


Telang tahun 2017 terdiri dari:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menyajikan latar belakang, maksud dan tujuan penyusunan
profil kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang serta sistematika
penyajian.

BAB II GAMBARAN UMUM


Bab ini menyajikan tentang gambaran umum UPT Puskesmas Telang
Jaya Telang antara lain letak geografis, demografi dan informasi
umum lainnya yang berpengaruh terhadap kesehatan.

BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN


Bab ini berisi uraian tentang indikator keberhasilan penyelenggaraan
pelayanan kesehatan tahun 2017 yang mencakup tentang angka
kematian, angka kesakitan dan angka status gizi.

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 3


BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN
Bab ini merupakan penggambaran dari upaya Pelayanan Kesehatan
Dasar, Pelayanan Kesehatan Rujukan, Pemberantasan Penyakit
Menular, Pembinaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar,
Perbaikan Gizi Masyarakat dan Pelayanan Kefarmasian.

BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN


Bab ini menguraikan tentang keadaan sarana kesehatan, tenaga
kesehatan, sarana informasi kesehatan.

BAB IV PENUTUP
Bab ini menguraikan hal-hal yang perlu dicermati dan ditelaah lebih
lanjut untuk perbaikan atau peningkatan program-program
kesehatan serta peningkatan kualitas profil Kesehatan sebagai salah
satu produk sistem informasi kesehatan.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 4


BAB II
GAMBARAN UMUM

A. KEADAAN GEOGRAFI
Wilayah Kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Kecamatan Muara
Telang terletak antara 20 26’ - 20 47’ Lintang Selatan dan 1040 46’40 - 1040
56’ Bujur Timur, dengan batas-batas wilayah administratif sebagai berikut:
1) Sebelah Utara berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Sungsang
Kecamatan Banyuasin II dan wilayah kerja Puskesmas Muara Telang
Kecamatan Sumber Marga Telang
2) Sebelah Selatan berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Tanjung
Lago Kecamatan Tanjung Lago
3) Sebelah Barat berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Muara
Telang Kecamatan Sumber Marga Telang
4) Sebelah Timur berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Makarti
Jaya Kecamatan Makarti Jaya dan wilayah kerja Puskesmas Sungsang
Kecamatan Banyuasin II
Luas wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang 241 km2,
mempunyai iklim tropis dan basah, sebagian besar daerahnya dipengaruhi
oleh pasang surut air laut. Sebagian besar pada umumnya berupa lahan
basah yang terpengaruh pasang surut. Sehingga sebagian besar lahan
tersebut dimanfaatkan untuk pertanian pangan dan lahan basah, khususnya
persawahan pasang surut. Di wilayah pasang surut ini memiliki potensi
yang besar untuk dikembangkan menjadi pusat pertanian tanaman pangan
dan perkebunan. Tanaman pangan yang terbukti potensial dikembangkan
adalah padi, sedangkan tananman perkebunan antara lain kelapa sawit.
Jarak tempuh antara UPT Puskesmas Telang Jaya Telang ke Ibukota
provinsi Sumatera Selatan adalah ± 50 Km (menggunakan kendaraan laut),
sedangkan jarak tempuh antara UPT Puskesmas Telang Jaya Telang ke
ibukota kabupaten Banyuasin adalah ± 75 Km (menggunakan kendaraan
laut dan darat).

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 5


Gambar 2.1
Peta Wilayah Kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 6


B. ADMINISTRASI
UPT Puskesmas Telang Jaya Telang berada di Kecamatan Muara Telang
merupakan salah satu dari Kecamatan yang terdapat di Kabupaten
Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.
Wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang meliputi desa Telang
Jaya, Telang Makmur, Sumber Hidup, Telang Rejo, Telang Karya, Mukti Jaya,
Mekar Sari, Panca Mukti, Sumber Mulya, Marga Rahayu, Mekar Mukti,
Talang Indah, Upang Jaya, Upang Karya, Upang Ceria dan Upang Cemara.

Tabel 2.1
Luas wilayah, Jumlah Desa, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga,
Kepadatan Penduduk dan Rata-rata Anggota Rumah Tangga
menurut Wilayah Kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang
Tahun 2017

LUAS JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN


JUMLAH
NO DESA WILAYAH DESA RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK
PENDUDUK
(km2) TANGGA TANGGA per km2

1 TELANG JAYA 14.00 1 3.543 970 3,65 253,07

2 TELANG MAKMUR 20.34 1 3.009 798 3,77 147,94

3 SUMBER HIDUP 20.92 1 2.375 706 3,36 113,53

4 TELANG REJO 20.00 1 2.249 590 3,81 112,45

5 TELANG KARYA 32.75 1 3.705 938 3,95 113,13

6 MUKTI JAYA 16.75 1 2.561 641 4,00 152,90

7 MEKAR SARI 16.43 1 2.839 767 3,70 172,79

8 PANCA MUKTI 20.55 1 2.676 730 3,67 130,22

9 SUMBER MULYA 24.84 1 3.388 790 4,29 136,39

10 MARGA RAHAYU 23.15 1 2.793 814 3,43 120,65

11 MEKAR MUKTI 8.46 1 1.632 438 3,73 192,91

12 TALANG INDAH 16.23 1 1.365 313 4,36 84,10

13 UPANG JAYA 78.63 1 3.012 757 3,98 38,31

14 UPANG KARYA 17.55 1 709 188 3,77 40,40

15 UPANG CERIA 25.16 1 1.993 453 4,40 79,21

16 UPANG CEMARA 11.47 1 866 170 5,09 75,50


JUMLAH
367.2 16 38.861 38.715 10.063 3,85
Sumber : Kantor Camat Muara Telang

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 7


Gambar 2.2
Jumlah Penduduka Menurut Golongan Um ur
di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017

0
75+
Perempuan 70-74 Laki-laki
65-69
60-64
55-59
50-54
45-49
40-44
35-39
30-34
25-29
20-24
15-19
10-14
5-9
0-4
2 0001 8001 6001 4001 2001 000 800 600 400 200 00 500 1,000 1,500 2,000

C. KEPENDUDUKAN
Penduduk wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang berjumlah
penduduk 38.715 jiwa. Dimana dengan kepadatan penduduk 105
penduduk per km2.
Dari 16 desa di wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang, desa
Telang Jaya mempunyai kepadatan penduduk yang tinggi sebesar 253,07
orang per km2, sedangkan kepadatan penduduk yang paling rendah adalah
desa Upang Jaya yaitu 38,31 orang per km2.
Penduduk Laki-laki 19.608 jiwa, sedangkan penduduk perempuan
19.107 jiwa. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio) sebesar 102,62. Adapun rasio
beban tanggungan (dependency Ratio) penduduk di wilayah kerja UPT
Puskesmas Telang Jaya Telang sebesar 56,10.

D. SARANA KESEHATAN
Jumlah sarana kesehatan tahun 2017 yang ada di wilayah kerja UPT
Puskesmas Telang Jaya Telang adalah sebagai berikut :

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 8


Gambar 2.3
Sarana Kesehatan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang
Tahun 2017
28
30

25
16
20

15

10 4

5 1

0
Posyandu Poskesdes Pustu Puskesmas

E. KEADAAN LINGKUNGAN
Salah satu sasaran terpenting yang ingin dicapai adalah seluruh desa telah
menjadi Desa Siaga. Untuk mencapai sasaran tersebut, Departemen Kesehatan
telah mengeluarkan Surat keputusan Menteri Kesehatan Nomor:
564/Menkes/SK/VIII/2006 tanggal 2 Agustus 2006 tentang Pedoman
Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga.
Di wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang semua desa telah
menjalankan desa siaga.
1. Rumah Sehat
Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat
kesehatan, yaitu bangunan yang memiliki jamban yang sehat, sarana air
bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah,
ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan
lantai rumah tidak terbuat dari tanah.
Dari 9.582 rumah yang ada, ditahun 2016 ada 5.469 (46,07%)
rumah sehat di tahun 2017 1.600 rumah dibina menjadi rumah sehat
sehingga rumah yang memenuhi syarat (rumah sehat) di wilayah kerja
Pusekesmas Telang Jaya Telang terdapat 4.513 (47,10%).

2. Persentase Tempat-tempat Umum dan Tempat Pengolahan Makanan


Tempat-tempat umum dan tempat umum pengolahan makanan
merupakan suatu sarana yang dikunjungi banyak orang dan berpotensi

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 9


menjadi tempat penyebarab penyakit. TTU dan TPM yang sehat adalah
yang memenuhi syarat kesehatan yaitu memiliki sarana air bersih, tempat
pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah (SPAL), ventilasi
yang baik, luas lantai/ruangan yang sesuai dengan banyaknya
pengunjung dan memilki pencahayaan ruang yang memadai. TTU
meliputi pasar, tampat ibadah, lapangan dan lain-lain, sedangkan TPM
meliputi hotel, restoran, dan lain-lain.
Cakupan sanitasi Tempat-tempat Umum dan Pengolahan Makanan
di wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang tahun 2017 sudah
100%.

3. Akses Terhadap Air Minum berkualitas


Keluarga yang memilki akses terhadap air minum berkualitas adalah
kelauarga yang mempunyai kemudahan dalam memperoleh air minum
dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan.
Adapun sumber air minum bukan jaringan perpipaan yang biasa
digunakan oleh rumah tangga dibedakan sebagai berikut: Sumur gali
terlindung, Sumur gali dengan pompa, sumur bor dengan pompa,
terminal air, mata air terlindung dan penampungan air hujan.
Cakupan penduduk dengan akses berkelanjutan terhadap air minum
berkualitas (layak) di wilayah UPT Puskesmas Telang Jaya Telang
berjumlah 6.695 (17,29%).

4. Sarana Sanitasi Dasar


Sarana sanitasi dasar yang dimiliki oleh keluarga meliputi jamban,
tempat sampah, dan saluran pembuangan air limbah (SPAL).

F. PRILAKU HIDUP MASYARAKAT


1. Rumah Tangga Sehat (PHBS)
Yang dimaksud “Rumah tangga sehat” adalah rumah tangga yang
melakukan sepuluh Perilaku Hidup Bersih dan Sehat berupa 1) Persalinan
ditolong oleh tenaga kesehatan, 2) Memberikan ASI Ekslusif, 3)
Menimbang bayi dan balita setiap bulan, 4) Menggunakan air bersih, 5)
Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, 6) Menggunakan jamban
sehat, 7) Memberantas jentik nyamuk di rumah, 8) Makan buah dan sayur

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 10


setiap hari, 9) Melakukan aktivitas fisik setiap hari, 10) Tidak merokok di
dalam rumah.
Dari hasil peta Situasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam
tatanan rumah tangga yang dipantau di wilayah kerja UPT Puskesmas
Telang Jaya Telang tahun 2017 didapatkan 49,4% yang ber-PHBS.
2. ASI eksklusif
Bayi yang mendapat ASI Ekslusif adalah bayi yang hanya mendapat
ASI saja sampai mencapai usia minimal 6 bulan. Dari data yang ada
terlihat bahwa dari 735 bayi yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas
Telang Jaya Telang pada tahun 2017, yang mendapat ASI ekslusif adalah
237 bayi (32,2%).
3. Posyandu
Sebagai peran aktif masyarakat melalui pengembangan UKBM
digunakan persentase desa yang memiliki Posyandu. Pada tahun 2017
jumlah posyandu di wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang
sebanyak 28 Posyandu, semua posyandu tersebut adalah Posyandu
Purnama, ini menunjukkan bahwa di wilayah kerja UPT Puskesmas Telang
Jaya Telang terdapat 100% Posyandu Purnama.

4. Poskesdes
Pada tahun 2017, seluruh desa di wilayah kerja UPT Puskesmas
Telang Jaya Telang telah menjadi Desa Siaga. Disetiap desa tersebut
dibentuk Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).
Poskesdes adalah suatu bentuk UKBM yang merupakan wahana
kewaspadaan dini terhadap berbagai risiko dan masalah kesehatan yang
dikelola oleh kader/forum masyarakat desa dengan bimbingan tenaga
kesehatan.

5. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat


Dalam rangka meningkatkan kepesertaan masyarakat dalam
pembiayaan kesehatan, berkembang berbagai cara pembiyaan kesehatan
pra upaya, yaitu BPJS, Jamsoskes dan asuransi kesehatan lainnya.
Selama tahun 2017 penduduk di Wilayah Kerja UPT Puskesmas
Telang Jaya Telang yang menjadi peserta BPJS sebanyak 18.663 orang
(48,21%), dan Jamsoskes Sumsel Semesta 20.052 orang (51,79%).

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 11


Gambar 2.4
Proporsi Kepesertaan JPKM
Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017

BPJS, 18,663

Jamsoskes,
20,052

Lain-lain, 0

G. SUMBER DAYA
Tabel 2.2
Daftar Pegawai UPT Puskesmas Telang Jaya Telang
Tahun 2017
No Nama Pegawai NIP Jabatan
1 Hj. MAIZO, S.K.M.,M.Kes. 19630416 198911 2 001 KUPT PKM Telang Jaya Telang
2 dr. YULESI 19790606 200802 2 001 Dokter Puskesmas
3 RIPANI 19600927 198603 1 009 Kepala Pustu Mekar Sari
4 THOIYIBAH AZZAHRA, A.M.Keb. 19730905 199303 2 004 Bides Mekar Mukti
5 WAHIROH, A.M.Keb. 19720215 199301 2 001 Bides Marga Rahayu
6 SUFIRMAN, S.K.M. 19750107 200604 1 006 Kepala Pustu Marga Rahayu
7 RUPI'AH, S.S.T. 19710414 200604 2 010 Bides Telang Makmur
8 HARYANI, A.M.Keb. 19770207 200212 2 004 Bides Sumber Mulya
9 19841008 200604 1 004 Pranata Laboratorium
ZULKARNAIN, S.K.M.
Puskesmas
10 LAILA, A.M.Keb. 19720718 200604 2 006 Bides Mekar Sari
11 NURWANI, A.M.Keb. 19730612 200604 2 019 Bides Mukti Jaya
12 PENI SUKMA NEGARA, A.M.Keb. 19740614 200604 2 008 Bides Sumber Hidup
13 ERLIN NADZIROH, A.M.Keb. 19750501 200701 2 011 Bides Telang Karya
14 FADILAH, A.M.Keb. 19750826 200701 2 004 Bides Telang Rejo
15 YULIATI 19840325 200701 2 001 Perawat Puskesmas
16 SAILAH, A.M.Keb. 19850415 201704 2 015 Bides Upang Ceria
17 ICA MARISA. A.M.Keb. 19860128 201704 2 013 Bides Upang Jaya
18 PURWANTI ALDANG, A.M.Keb. 06.4.008.009 Bides Telang Karya Jembatan 7
19 YUNI ANGGRAINI, A.M.Keb. 06.4.008.013 Bides Mukti Jaya
20 IKA KARTIKA. A.M.Keb. 06.4.008.017 Bides Upang Karya
21 RATNA WATI, A.M.Keb. 06.4.008.048 Bides Upang Cemara

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 12


22 ETIK ERYANTI, A.M.Keb. 06.4.010.056 Bides Telang Jaya
23 INDAH HARTINI, S.S.T. 06.4.010.057 Bides Panca Mukti
24 JANUALIS TIKA UTAMI, A.M.Keb. 06.4.012.005 Bidan Puskesmas
25 WASEM THL Perawat Puskesmas
26 OKTAVIA, A.M.Kep. THL Perawat Puskesmas
27 SLAMET RIYADI, A.M.Kep. THL Perawat Puskesmas
28 TRIYANA ISWAHYUDI, A.M.Kep. THL Perawat Puskesmas
29 YULIA MARYENI, SST THL Bidan Puskesmas
30 MASLIA, A.M.Keb. THL Bidan Puskesmas
31 IKA FAJAR NURHAYATI, A.M.Keb. THL Bidan Puskesmas
32 RASID, S.Kep. THL Perawat Puskesmas
33 MAWARDI, A.M.Kep. THL Perawat Puskesmas
34 SITI DEWI ROHANI, A.M.Keb. THL Bidan Puskesmas
35 ANIKA SRI TUNGGAL DEWI, A.M.Keb. THL Bidan Puskesmas
36 PITRIYA, A.M.Keb. THL Staf Puskesmas
37 LILIS FITRIYANI, A.M.A.K THL Tenaga Lab Puskesmas
38 MADE WITHE, S.Kep.Ns. THL Perawat Puskesmas
39 PUPUT ROSANA, SST. THL Staf Puskesmas
40 SRI HARTATI, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
41 MARTIKA, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
42 LENI ANGGRAINI, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
43 NURBAITI, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
44 SUCI ANGRIANI, A.M.K.G. TKS Perawat Gigi Puskemas
45 ENDAH ANIRIAH A.M.Kep TKS Staf Puskesmas
46 YESI VABELAHASTUTI, A.Md.K.L. TKS Sanitarian puskesmas
47 IMA TRIWAHYUNI, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
48 WINARTI, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
49 DWI DESI YUNIARTI, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
50 YUNI MUSTIKA, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
51 MELLA RUSDIANA, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
52 WARKINI, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
53 SANIYAH, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
54 SITI KHOLIFAH, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
55 SAPINAH, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
56 ISRO'ATUN KHOLIFAH, S.Farm. TKS Asisten Apoteker Puskesmas
57 NI KADEK DITA BUNGA KASIH, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
58 SAFITRI, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
59 NURUL FATIMAH, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
60 RAHMAT OKTARIANSYAH, A.M.Kep. TKS Staf Puskesmas
61 MUNTIAH, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas
62 HERMALINDA, A.M.Keb. TKS Staf Puskesmas

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 13


BAB III
SITUASI DERAJAT KESEHATAN

A. IPM (INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA)


IPM merupakan indeks yang mengukur pencapaian suatu wilayah
direpresentasikan dalam tiga dimensi, yaitu umur panjang dan sehat serta
pengetahuan dan standar hidup yang layak. Dengan demikian IPM tersusun
dari tiga komponen indeks, yaitu:
1. Peluang umur (Longevity) yang digambarkan oleh Angka Harapan Hidup
saat lahir (Life Expectency at Birth). Angka ini mencerminkan rata-rata
jumlah tahun yang akan d ijalani oleh sekelompok orang yang dilahirkan
pada suatu waktu tertentu dengan asumsi pola mortalitas untuk setiap
kelompok umur pada masa yang akan datang tetap.
2. Pengatahuan (Knowledge) yang digambarkan oleh Angka Melek Huruf
(Literacy Rate, Lit) dan Rata-rata Lama Sekolah/ LS (Mean Years School,
MYS).
3. Standar Hidup Layak (Decent Living) yang digambarkan oelh daya beli Riil
(Real Purchasing Parity, PPP)

B. MORTALITAS
Gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat dapat dari
kejadian kematian dalam masyarakat dari waktu ke waktu. Berikut ini disajikan
data-data angka kematian bayi dan angka kematian ibu maternal di wilayah
kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017.
1. Angka Kematian Bayi (AKB)
Ada banyak yang mempengaruhi tingkat AKB tetapi tidak mudah
untuk menentukan faktor yang paling dominan. Tersedianya berbagai
fasilitas atau faktor aksesibilitas dan pelayanan kesehatan dengan tenaga
medis yang terampil, serta ketersedia masyarakat untuk merubah kehidupan
tradisional ke norma kehidupan modern dalam bidang kesehatan
merupakan faktor yang berpengaruh terhadap tingkat AKB.
Berdasarkan jumlah kematian bayi di wilayah kerja UPT Puskesmas
Telang Jaya Telang tidak ditemukan bayi lahir mati.

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 14


2. Angka Kematian Ibu Maternal (AKI)
Pada tahun 2017 tidak ditemukan kematian ibu melahirkan dengan
bayi yang lahir hidup sejumlah 735 bayi.

C. MORBIDITAS
1. Sepuluh Penyakit Terbanyak Tahun 2017
Berdasarkan dari laporan bulanan Rawat Jalan UPT Puskesmas Telang
Jaya Telang, 4 Pustu, 16 Poskesdes maka dapat dilihat 10 (sepuluh) penyakit
terbanyak di wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang.
Di wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017
diatas, maka penyakit Gastritis merupakan terbanyak kemudian ISPA,
Influenza, Penyakit pada sistem otot, Hipertensi, Diare, Penyakit Kulit Alergi,
Diabetes, Asma dan Karies Gigi. Penyakit tersebut disebabkan karena
kesehatan lingkungan yang kurang baik dan belum mengertinya masyarakat
tentang PHBS, tetapi ada pula penyakit tidak menular yang didapat akibat
pola hidup yang tidak sehat.
Gambar 3.1
Sepuluh Penyakit Terbanyak Di wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya
Telang Tahun 2017

6000

5269
5127

5000

4271

3857
4000

2991
3000

2141

2000

1191

1000 750 714


647

0
Gastritis ISPA Influenza Rhematik Hipertensi Diare Penyakit Kencing Asma Karies Gigi
Kulit Alergi Manis

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 15


2. Penyakit Menular
a. TBC Paru
Kesembuhan penderita TB Paru BTA (+) adalah penderita TB Paru
yang telah menerima pengobatan anti TB Paru dinyatakan sembuh (hasil
pemeriksaan dahaknya ditemukan negatif sekurang-kurangnya
sebanyak dua kali follow up).
Dari 16 desa yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya
Telang, terlihat bahwa Angka Kesembuhan Penderita TB Paru BTA (+)
sangat baik yaitu mencapai 100 %.
Gambar 3.2
Jumlah Kesembuhan Penderita TB Paru BTA (+)
Per Desa di Wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang
Tahun 2017
5
BTA
4 (+)
4

- TELANG TALANG INDAH UPANG TELANG JAYA SUMBER UPANG CERIA MUKTI JAYA UPANG KARYA TELANG PANCA MUKTI MARGA MEKAR MUKTI UPANG JAYA
KARYA CEMARA HIDUP MAKMUR RAHAYU

b. ISPA – Pneumonia Balita


Dalam pelaksanaan program penanggulangannya, ISPA (Inpeksi
Saluran Pernapasan Akut) dibagi dalam dua kategori besar yaitu ISPA
non Pneumonia dan Pneumonia, dan yang menjadi fokus perhatian
utama program adalah penanggulangan Pneumonia pada Balita.
Adapun besar cakupan yang terjadi seacra nasional, data cakupan
penemuan penderita Pneumonia di wilayah Kerja UPT Puskesmas Telang
Jaya Telang Tahun 2017 dapat dilihat bahwa tidak ditemukan kasus
Pneumonia pada Balita.

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 16


c. Diare
Jumlah kasus diare di wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya
Telang pada tahun 2017 dilaporkan sebanyak 1.558 kasus dari 10.454
kasus perkiraan atau 14,9%
d. Kusta
Meskipun Indonesia mencapai eliminasi kusta pada pertengahan
tahun 2000, dan tidak ditemukan penderita baru kusta di wilayah kerja
UPT Puskesmas Telang Jaya Telang pada tahun 2017.

3. Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)


a. Tetanus Neonatorum
Pada tahun 2017 tidak ditemukan kasus bayi meninggal karena
Tetanus Neonatorum (TN).
b. Campak
Pada tahun 2017 tidak ditemukan kasus campak di wilayah kerja
UPT Puskesmas Telang Jaya Telang
c. Difteri
Pada tahun 2017 tidak ditemukan kasus difteri di wilayah kerja
UPT Puskesmas Telang Jaya Telang
d. Polio dan AFP
Selama tahun 2017 tidak ditemukan kasus polio, sedangkan
kegiatan surveilans aktif AFP telah berhasil tetapi tidak menemukan
kasus AFP.

4. Status Gizi
Status gizi adalah cerminan ukuran terpenuhinya kebutuhan gizi. Status
gizi yang baik akan menghasilkan generasi yang sehat, kuat dan cerdas.
Indikator status gizi dapat dilihat dari Persentase Balita dengan gizi buruk
dan Persentase Desa Bebas Rawan Gizi. Balita dengan Gizi Buruk adalah balita
yang mempunyai berat badan dibawah garis merah pada KMS (kartu Menuju
Sehat). Desa Bebas Rawan Gizi adalah desa dengan prevalensi balita gizi buruk
<15 %. Beberapa status gizi bermasalah yang penting untuk dipantau adalah:

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 17


a. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2.500 gram) merupakan
salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal
dan neonatal
BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena prematur dan
BBLR karena intrauterine growth retardation (IUGR) yaitu bayi yang
lahir cukup bulan tetpai berat badannya kurang.
Tidak ditemukan bayi dengan BBLR yang dilaporkan di wilayah
Kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang selama tahun 2017.
b. Kurang Energi Protein (KEP)
Kondisi kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi
energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memnuhi
Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam jangka waktu yang lama. Ciri-ciri
fisik yang ditujukannya adalah berat badan balita berada di bawah
standar normal balita seusianya.
Dalam pengukuran dengan indeks BB/U, balita dikelompokkan
dalam 4 status gizi yaitu Gizi Buruk, Gizi kurang, gizi baik dan gizi lebih.
Prevalensi kurang gizi (KEP total) balita suatu daerah didapatkan dengan
menjumlahkan banyaknya balita yang berstatus gizi buruk dan gizi
kurang. Bila prevalensi kurang gizinya kurang dari 15 % maka daerah
tersebut tergolong daerah bebas rawan gizi. Di wilayah kerja UPT
Puskesmas Telang Jaya Telang sebanyak 0% ini menandakan bahwa di
wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang tergolong daerah yang
bebas rawan gizi.

c. Kurang Gizi akut (Badan Kurus)


Kondisi kurang gizi yang diukur berdasarkan indeks berat badan
menurut tinggi (BB/TB) dibandingkan dengan standar, biasanya
digunakan pada balita. Ciri-ciri fisik yang ditujukannya adalah berat
badan balita berada dibawah berat badan normal menurut tinggi
badannya. Tubuh kurus (indeks BB/TB) mengindikasikan adanya
gangguan gizi akut.
Dalam pengukurannya dengan indeks BB/TB, balita
dikelompokkan dalam 4 status gizi yaitu Kurus sekali, kurus, normal dan
gemuk.

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 18


d. Kurang Gizi Kronis (Badan Pendek)
Kondisi kurang gizi yang diukur berdasarkan indeks tinggi badan
menurut umur (TB/U) dibandingkan dengan standar, biasanya
digunakan pada balita dan anak sekolah dasar. Ciri-ciri fisik yang
ditunjukkanya adalah tinggi badan balita lebih rendah daripada standar
tinggi badan normal menurut umur.
Dalam pengukuran dengan indeks BB/TB balita dikelompokkan
dalam 3 status gizi yaitu sangat pendek, pendek dan normal
e. WUS yang mendapat Kapsul Yodium
Salah satu masalah gizi yang perlu mandapat perhatian adalah
gangguan akibat kekurangan Yodium (GAKY). GAKY dapat
mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik dan keterbelakangan
mental. Gangguan pertumbuhan fisik meliputi pembesaran kelenjar
tiroid (gondok), bisu, tuli, kretin, gangguan motorik dan lain-lain.
Pemberian kapsul yodium dimaksudkan untuk mencegah lahirnya
bayi kretin, karena itu sasaran pemberian kapsul yodium adalah wanita
usia subur (WUS) termasuk ibu hamil dan ibu nifas. Program ini hanya
dilaksanakan di daerah endemis GAKY, oleh karena itu tidak dilakukan
pemberian kapsul yodium kepada WUS di wilayah kerja UPT Puskesmas
Telang Jaya Telang.

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 19


BAB IV
SITUASI UPAYA KESEHATAN

Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan untuk


meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, telah dilakukan berbagai upaya
pelayanan kesehatan masyarakat.
Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah awal yang sangat
penting dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.
Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara cepat dan tepat
diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat dapat diatasi.

A. PELAYANAN KESEHATAN IBU dan BAYI


Seseorang ibu mempunyai peran yang sangat besar didalam pertumbuhan
bayi dan perkembangan anak. Gangguan kesehatan yang dialami ibu bisa
berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan hingga kelahiran dan
masa pertumbuhan bayi dan anaknya.
Gambar 4.1
Pencapaian Pelayanan Kesehatan Ibu
di Wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang
Tahun 2017
100%
Target SPM
Pencapaian
95%

90%

85%

80%
Bumil Risti
K1 K4 Salin Nakes
Ditangani
Target SPM 95% 95% 90% 100%
Pencapaian 93.2% 92.3% 99.7% 100%

1. Pelayanan Antenatal
Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga
kesehatan profesional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 20


umum, bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya.
Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan K1 dan K4.
Cakupan K1 adalah gambaran besaran ibu hamil yang telah
melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk
mendapat pelayanan antenatal, sedangkan K4 adalah gambaran besaran ibu
hamil yang telah mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai standar serta
paling sedikit emapt kali kunjungan. Angka ini dapat dimanfaatkan untuk
melihat kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil.
Cakupan K1 di wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang pada
tahun 2017 sebesar 790 (93,2%), sedangkan cakupan K4 sebesar 783
(92,3%).

2. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Komptensi


Kebidanan
Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian
besar terjadi pada masa di sekitar persalinan, hal ini disebabkan pertolongan
tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi
kebidanan (profesional).
Hasil pencapaian cakupan persalinan dengan pertolongan tenaga
kesehatan sebesar 99,7% atau sedikit lagi mencapai target pencapaian SPM
sebesar 90%.

3. Kunjungan Neonatus (KN)


Bayi hingga usia kurang dari satu bulan (0-28 hari) merupakan
golongan umur paling rentan atau memiliki risiko gangguan kesehatan
paling tinggi. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus, petugas kesehatan
disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan
konseling perawatan bayi kepada ibu.
Cakupan KN3 di wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang
Tahun 2017 adalah 670 bayi (91,2% ).

4. Pelayanan Kesehatan Bayi


Pelayanan kesehatan bayi pada sarana pelayanan kesehatan di wilayah
kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 adalah sebesar 706
(96,1%).

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 21


B. PELAYANAN KESEHATAN ANAK PRA SEKOLAH, USIA SEKOLAH DAN
REMAJA
Pelayanan kesehatan pada kelompok anak pra sekolah, usia sekolah dan
remaja dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh
kembang dan pemantauan kesehatan anak prasekolah, pemeriksaan anak
sekolah dasar/sederajat, serta pelayanan kesehatan pad remaja.

C. PELAYANAN KELUARGA BERENCANA


Menurut data dari UPT BPPPA dan KB Kecamatan Muara Telang jumlah
pasangan usia subur (PUS) pada tahun 2017 sebesar 8.026 PUS, yang menjadi
peserta KB aktif sebesar 6.500 orang atau 81%.
Adapun jenis kontrasepsi yang digunakan oleh peserta KB aktif adalah IUD
sebanyak 240 orang (3,7%), MOP 18 orang (0,3%), MOW 299 orang (4,6%),
Implant 1.983 orang (30,5%), suntik 2.315 orang (35,6%), pil 1.475 orang
(22,7%) dan kondom 170 (2,6%).
Gambar 4.2
Jenis Kontrasepsi yang digunakan
di Wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang
Tahun 2017

Kondom, 170 , IUD, 240 , 3.69%


2.62% MOW, 299 , 4.60%
MOP, 18 , 0.28%
Implant, 1,983 ,
Pil, 1,475 , 22.69% 30.51%

Suntik, 2,315 ,
35.62%

D. PELAYANAN IMUNISASI
Pencapaian Universal Child Imunization (UCI) pada dasarnya merupakan
suatu gambaran terhadap cakupan sasaran bayi yang telah mendapatkan
imunisasi secara lengkap. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan wilayah

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 22


tertentu, berarti dalam wilayah tersebut dapat digambarkan besarnya tingkat
kekebalan masyarakat terhadap penularan PD3I.
Pelayanan imunisasi bayi mencakup vaksinasi BCG, DPT-HB-Hib (3 kali),
Polio (4 kali), Hepatitis B (3 kali) dan Campak dan pada batita diberi imunisasi
tambahan yaitu pemberian 1 kali DPT-HB-Hib dan Campak yang dilakukan
melalui pelayanan rutin di posyandu dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Adapun cakupan pelayanan imunisasi bayi di diwilayah kerja UPT
Puskesmas Telang Jaya Telang tahun 2017 adalah HB0 sebesar 82,3%; BCG
sebesar 93,2%; DPT-HB-Hib 3 sebesar 92%; Polio 4 sebesar 94,4%; Campak
sebesar 96,1% dan Imunisasi Dasar Lengkap sebesar 90,6%dari 735 estimasi
bayi yang ada.

E. PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT


Usila (>60 tahun) yang mendapatkan pelayanan kesehatan di wilayah
kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang tahun 2017 sebanyak 2.150 Usila
(80,39%). Mereka mendapatkan pelayanan, baik didalam gedung Puskesmas (di
Poli Pengobatan bagian Usila) maupun diluar gedung puskesmas, pelayanan di
luar gedung berbasis Posbindu Usila (Pos Pembinaan Terpadu Usia Lanjut) di
lingkungan tempat tinggal para usila.

F. PEMBINAAN KESEHATAN LINGKUNGAN


Untuk memperkecil risiko terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan
akibat dari lingkungan yang kurang sehat, dilakukan berbagai upaya
peningkatan kualitas lingkungan, antara lain dengan pembinaan kesehatan
lingkungan pada institusi yang dilakukan secara berkala. Upaya yang dilakukan
mencakup pemantauan dan pemberian rekomendasi terhadap aspek
penyediaan fasilitas sanitasi dasar.

G. PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT


Upaya perbaikan gizi masyarakat pada hakekatnya dimaksudkan untuk
menangani permasalahan gizi yang dihadapi masyarakat. Beberapa
permasalahan gizi sering dijumpai pada kelompok masyarakat adalah
kekurangan kalori protein, kekurangan vitamin A, gangguan akibat kekurangan
yodium dan anemia zat besi.
1. Pemantauan Pertumbuhan Balita

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 23


Upaya pemantauan terhadap pertumbuhan balita dilakukan
melalui kegiatan penimbangan di posyandu secara rutin setiap bulan.
Hasil kegiatan penimbangan balita oleh para kader posyandu dari 16
desa wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang selama tahun
2017 menunjukkan bahwa balita yang ada 3.977; balita datang ke
posyandu untuk ditimbang sebanyak 2.226 (56,61%); Sementara itu,
balita dengan status penimbangan di Bawah Garis Merah (BGM) tidak
ditemukan.
2. Pemberian Kapsul Vitamin A
Cakupan pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi sebanyak 2 kali
(pada bulan Februari dan Agustus) untuk balita usia 6 bulan s.d 59
bulan pada tahun 2017 adalah sebesar 3.932 dari 3.932 sasaran balita
atau 100%.
3. Pemberian Tablet Besi
Pada tahun 2017 ibu hamil yang ada sebanyak 848 orang, yang
mendapatkan pemberian 90 tablet besi (Fe3) sebanyak 780 (91,98%)
bumil.

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 24


BAB V
SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

A. SARANA KESEHATAN
Di Kecamatan Muara Telang terdapat dua puskesmas yaitu UPT Puskesmas
Telang Jaya Telang dan Puskesmas Muara Telang. Secara konsepsual UPT
Puskesmas Telang Jaya Telang melayani 16 desa di Kecamatan Muara Telang
dengan jumlah penduduk sebesar 38.715 jiwa pada tahun 2017. Dalam
melaksanakan tugasnya puskesmas dibantu oleh puskesmas pembantu, ada
terdapat empat puskesmas pembantu yaitu terletak di Desa Mukti Jaya, Mekar
Sari, Sumber Mulya dan Marga Rahayu. Selain itu pula ada 16 Poskesdes yang
terdapat satu di masing-masing desa dan ada 28 posyandu yang dilakukan rutin
tiap bulannya di desa masing-masing.
Adapun pemanfaatan sarana kesehatan dapat dilihat dari jumlah
kunjungan rawat jalan pada masing-masing unit. Jumlah total kunjungan rawat
jalan di sarana kesehataan wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang
pada tahun 2017 adalah 32.227 orang dengan demikian penduduk yang
memanfaatkan sarana kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya
Telang sebesar 83,2%.

B. TENAGA KESEHATAN
Jumlah Sumber daya manusia Kesehatan dibagi dalam 9 kelompok yaitu
dokter, bidan, perawat, perawat gigi, apoteker, nutrisionis, ahli teknologi
laboratorium medik, sanitarian dan kesehatan masyarakat. SDM kesehatan di
wilayah kerja UPT Puskesmas Telang Jaya Telang pada tahun 2017 sebanyak 59
orang, dimana terdapat 1 dokter umum, 44 tenaga bidan, 11 tenaga perawat, 1
orang perawat gigi, 2 orang ahli teknologi lab. medik, 1 orang tenaga farmasi, 1
orang tenaga sanitarian dan 1 orang tenaga kesehatan lainnya.

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 25


BAB VI
PENUTUP

Data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi


pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. Oleh karena itu
penyediaan data dan informasi yang berkualitas sangat dibutuhkan sebagai
masukan dalam proses penngambilan keputusan.
Di bidang kesehatan, data dan informasi ini diperoleh melalui
penyelenggaraan sistem informasi kesehatan. Perlu disadari bahwa sistem
informasi kesehatan yang ada pada saat ini masih belum dapat memenuhi
kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal. Hal ini berimplikasi
pada kualitas dara dan informasi yang disajikan dalam profil kesehatan UPT
Puskesmas Telang Jaya Telang yang diterbitkan saat ini yang belum sesuai
dengan harapan.
Namun demikian, diharapkan profil kesehatan UPT Puskesmas Telang
Jaya Telang dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh
tentang seberapa jauh keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai, dan
profil kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang ini juga merupakan salah
satu publikasi data dan informasi yang meliputi capaian Standar Pelayanan
Minimal (SPM).
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah
memberikan data maupun dalam bentuk apapun yang diperlukan dalam rangka
penyusunan Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017
ini.

Profil Kesehatan UPT Puskesmas Telang Jaya Telang Tahun 2017 26