Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Mahluk hidup khususnya manusia memiliki bermacam-macam sistem jaringan


dan organ dalam tubuhnya. Sistem tersebut memiliki fungsi dan peranan serta manfaat
tertentu bagi mahluk hidup. Salah satu sistem yang ada pada mahluk hidup yaitu sistem
kardiovaskuler. Fungsi utama dari sistem kardiovaskuler adalah untuk memberi oksigen
ke setiap sel tubuh. Sistem kardivaskuler terdiri dari jantung sebagai pusat peredaran
darah, pembuluh-pembuluh darah dan darah itu sendiri. Jantung adalah organ berongga,
berotot, yang terletak di tengah toraks, dan jantung menempati rongga antara paru-paru
dan diafragma.
Sistem kardiovaskuler atau sistem sirkulasi adalah suatu sistem yang berfungsi
untuk mempertahankan kuantitas dan kualitas dari cairan yang ada diseluruh tubuh.
Sistem kardiovaskuler terdiri dari dua sistem, yaitu sistem jantung dan vasa darah.
Sistem sirkulasi darah dimulai dari jantung yang berfungsi untuk mempompa darah yang
kemudian dialirkan melalui aorta dan diteruskan ke cabang – cabang pembuluh darah.
Sistem kardiovaskuler berhubungan erat dengan darah dimana masing – masing darah
memiliki tugas atau fungsi sendiri – sendiri dan saling berkaitan satu sama lain.

I.2Tujuan

 Agar mahasiswa memahami tentang pengetian, penggolongan dan mekanisme


kerja dari senyawa kardiovaskular
 Sebaai sayarat untuk dapat mengikuti Ujian Akhir Semeseter (UAS) Kimia
Medisinal

I.3 Pembahasan masalah

a. Pengertian obat kardiovaskular


b. Penggolonan obat obat kardiovaskular
c. Mekanisme kerja obat obat kardiovaskular

BAB II PEMBAHASAN

Obat kardiovaskular adalah senyawa yang digunakan untuk mencegah atau mengobati
penyakit kardiovaskular. Obat kardiovaskular berdasarkan efek farmakologis yaitu
kardiotonik, obat antiaritmia, obat antihipertensi, obat antiangina, vasodilator, obat
antilipemik.

A. Kardiotonik
Obat yang dapat meningkatkan kekuatan kontraksi jantung dan menunjukkan efek
penting pada eksitabilitas, automatisitas, dan kecepatan konduksi jantung.
Ada 3 hipotesis tentang mekanisme kerja glikosida jantung
1. Mempengaruhi pergerakan ion NA dan K dalam melewati membrane miokardial
segingga sel kehilangan ion K
2. Bekerja secara langsung pada protein kontraktil, yaitu pada aktin dan myosin dari
miokardial
3. Meningkatkan kadarnion Ca dalam sel dengan melepaskan kation tersebut dari tempat
ikatannya dan meningkatkan emasukan ion melalui membrane sel.

Contoh obat golongan obat kardiotonik:

1. Turunan Kardenolida
a. Digitoksin , untuk pengobatan payah jantung kongestif dan takiaritmia
supraventricular. Absorpsi obat dalam sal cerna cukup baik, 90% terikat oleh
protein plasma.

Struktur senyawa digitoksin

b. Digoksin , absorpsi obat dalam sal cerna cukup baik, 20-30% terikat oleh protein
plasma dan 50-75% dieksresikan dalam bentuk tak berubah melalui urin. Mula
kerja obat cepat dengan masa kerja yang relative singkat.
c. Lanatosid C, absorpsi dalam sal cerna rendah. Digunakan untuk keadaan darurat
pada payah jantung kongestif akut.
hubungan struktur dan aktivitas obat

2. Perangsang β-Adrensreseptor
a. Oksifedrin, mekanisme kerja nya yaitu memperbaiki mikrosirkulasi miokardial,
fungsi ventricular kiri dan mengurangi konsumsi oksigen.

b. Amrinon laktat, vasodilator inotropic yang kuat. Pemberian jangka panjang dapat
menimbulkan efek yang sangat berat seperti gangguan sal cerna, trombositopenia,
dan lain-lain.
c. Sulmazol, mempunyai efek inotropic positif dan vasodilator. Efek sampung lebih
ringan.

B. Obat Aritmia

Mekanisme kerja obat aritmia yaitu dengan memodifikasi secara langsung ataupun
tidak langsung makromolekul yang mengintrol aliran ion trans membran miokardial.
Berdasarkan tipe kerja yaitu: obat berstruktur khas dan obat yang berstruktur tidak khas.
Sedangkan berdasarkan kegunaan yaitu untuk pengobatan takiaritmia (Glikosida digitalis,
disopiramid, prokainamid, lidokain, dll) dan untuk pengobatan bradiaritmia (Atropin dan
isoproterenol).

Berdasarkan tipe kerja:

1. Obat yang menstabilkan membrane, berkumpul pada daerah tertentu membrane sel
miokardial, menyebabkan peningkatkan tekanan permukaan dalam membrane dan
menghambat fungsi biologic komponen membrane normal.
a. Disopiramid fosfat : bekerja secara langsung menimbulkan depolarisasi,
membrane jantung, menekan automatisitas, menurunkan kecepatan konduksi, dan
memperpanjang periode refraktori.
b. Prokainamid HCl : bekerja secara langsung menimbulkan depolarisasi, membrane
jantung, efek anestetik.
c. Kuinidin sulfat
d. Lidokain HCl
2. Senyawa pemblok β adrenergic, memblok β- adrenoreseptor jantung sehingga
menghambat respons katekolamin pada miokardial.

a. Asebutolol
b. Alprenolol
c. Atenolol
d. Lopresor
e. Nadolol
3. Obat yang memperpanjang potensial kerja, menekan sinus atrial dan fungsi
atrioventrikular nodal dengan meningkatkan waktu konduksi sinoatrial dan waktu
rekoveri sinus nodal, meningkatkan periode refraktori atrial, dan memperlambat
konduksi atrioventrikular nodal.
a. Amiodaron HCl : sebagai antiangina karena dapat meningkatkan aliran darah
coroner, mengurangi konsumsi oksigen miokardial dan mengontrol keluaran
jantung.
b. Bretilium tosilat : sebagai antiaritmia karena dapat memperpanjang periode
refraktori efektif relative sehingga memperpanjang potensial kerja.

4. Antagonis kalsium selektif, memblok pengangkutan atau aliran ion kalsium melalui
membrane sel miokardial sehingga kadar kalsium dalam sel otot polos vaskular
coroner dan perifer berkurang

a. Diltiazem HCl

b. Felodipin

c. Nifedipin

d. Amlodipin
C. Obat Antihipertensi

Senyawa yang digunakan untuk pengobatan hipertensi, suatu kondisi dimana tekanan
sistol lebih besar dari 160 mm Hg atau tekanan diastol lebih besar dari 95 mm Hg. Hipertensi
terdiri dari hipertensi esensial yaitu gangguan pada etiologi saraf, hormon, elektrolit, dinding
pembuluh darah dan faktor genetik. Sedangkan hipertensi sekunder terdiri dari hipertensi
renal, hipertensi neurogenik, hipertensi endokrin dan hipertensi kardiovaskular.

1. Senyawa penekan simpatetik


a. Senyawa dengan efek sentral, contoh klonidin HCL, uanfasin HCl, dan α-
metildopa.
b. Senyawa dengan efek sentral dan perifer, contoh serbuk rauwolfin serpentina,
reserpin dan reskinamin.
c. Senyawa pemblok transmisi saraf efektor, contoh Bretilium tosilat, debrisokuin
sulfat, dan guanetidin monosulfat.
d. Senyawa pemblok β-adrenergik, contoh Asebutolol, atenolol, metuprolol tartrat,
nadolol, oksprenolol dan pindolol.
e. Senyawa pemblok α-adrenergik, contoh doksazosin mesilat, prazosin HCl,
terazosin dan bunazosin HCl.
f. Senyawa penghambat monoamin oksidase, contoh pargilin HCl.

2. Senyawa penekan simpatetik


a. Vasodilator arteri, contoh Hidralazin dan dihidralazin sulfat`
b. Hidralazin dan dihidralazin sulfat, contoh Hidralazin dan dihidralazin sulfat`
3. Antagonis angiotensin (penghambat angiotensin-converting enzyme, penghambat
ACE), contoh Kaptopril, enapril maleat, lisinopril dihidrat, perindropril, kuinapril,
benazepril dan delapril.
4. Antagonis kalsium selektif, contoh diltiazem, felodipin, nikardipin, mifedipin,
nimodipin dan verapami.
5. Diuretika, contoh hidroklorotiazid, bendroflumetiazid, politiazid, klortalidon,
indapamid dan xypamid.

Beberapa mekanisme kerja obat antihipertensi yaitu bekerja pada saraf, pada vaskular
dan pada humoral.
1. Mekanisme kerja antihipertensi pada saraf
a. Senyawa dengan efek sentral yaitu merangsang pusat adrenoseptor pada pusat
vasomotor medula dan menyebabkan hambatan tonus simpatetik, contoh klonidin
HCl, guanfasin, dan α-metildopa

b. Senyawa dengan efek sentral dan perifer yaitu Mengosongkan katekolamin,


norepinefrin dan serotonin dari tempat penyimpanan pada saraf perifer dan pusat
simpatetik, contoh reserpin

c. Senyawa yang memblok tranmisi saraf efektor yaitu Mengosongkan norepinefrin


dari tempat penyimpanan perifer, terjadi pemblokan aktivitas adrenergik pada
adrenoreseptor buluh darah, contoh guanetidin Sulfat dan debrisokuin sulfat.
d. Senyawa penghambat monoamin oksidase yaitu Menghambat enzim monoamin
oksidase sehingga menurunkan metabolisme katekolamin dalam saraf dan hati,
terjadi penimbunan oktopamin, suatu transmiter dengan efek presor yang lebih
rendah dibanding norepinefrin, contoh pargilin HCl.

2. Mekanisme kerja antihipertensi pada vaskular


a. Senyawa pemblok β-adrenergik yaitu dengan cara memblok efek ransangan β-
reseptor sehingga mengurangi daya tahan vaskular perifer, contoh asebutolol,
atenolol, metoprolol, nadolol, oksprenolol, dan pindolol.
b. Senyawa pemblok α-adrenergik yaitu dengan cara memblok efek ransangan α-
reseptor sehingga mengurangi daya tahan vaskular perifer, contoh doksazosin
mesilat, prazosin, terazosin dan bunazosin.

c. Vasodilator arteri yaitu merelaksasi otot polos arteriola sehingga terjadi


vasodilatasi buluh arteri perifer, contoh hidralazin dan minoksidil.
d. Vasodilator vena dan arteriola yaitu merelaksasi otot polos vena dan arteriola
sehingga terjadi vasodilatasi buluh vena dan arteri perifer, contoh natrium
nitroprusid.

e. Antagonis kalsium selektif yaitu menurunkan tonus otot polos arteriola sehingga
terjadi vasodilatasi buluh arteri perifer, contoh diltiazem, Felodipin, nikardipin,
nifedipin, nimodipin dan verapamil.

3. Mekanisme kerja antihipertensi pada humoral


a. Senyawa penghambat ACE yaitu Menghambat pemecahan bradikinin menjadi
fragmen tidak aktif sehingga kadar bradikinin dalam darah meningkat dan
menyebabkan vasodilatasi, contoh kaptopril, enalapril maleat, lisinopril dihidrat,
perindopril t-butilamin, ramipril, kuinapril, delapril HCL,benazepril, imidapril,
fosinopril dan silazapril.
b. Senyawa antagonis reseptor AT1 angiotensin II yaitu Obat tidak bekerja sebagai
penghambat ACE dan tidak mempengaruhi kecepatan kontraksi jantung. Obat ini
bekerja sebagai antagonis reseptor AT1 angiotensin II, memblok jalur sintesis
angiotensin II, menurunkan kadar rennin, angiotensin II dan aldosteron dalam
plasma sehingga terjadi penurunan tekanan darah, contoh losartan, ibesartan,
kandesartan, dan valsartan.

D. Obat Antiangina

Senyawa yang digunakan untuk pencegahan dan pengobatan gejala angina pektoris,
suatu keadaan dengan rasa nyeri hebat di dada, yang disebabkan ketidakseimbangan antara
persediaan dan permintaan oksigen pada miokardial. Tipe angina yaitu klasik yan terjadi pada
waktu olahraga/emosi, ditimbulkan oleh iskemia miokardial sementara dan varian yaitu
terjadi pada waktu istirahat, disebabkan oleh pengurangan episodik pemasokan oksigen
miokardial.

1. Turunan nitrat & nitrit


Turunan nitrat dan nitrit : digunakan terutama untuk mencegah dan
meringankan serangan angina. Sebagai vasodilator umum turunan ini dapat
menurunkan kebutuhan oksigen miokardial dan menunjukkan efek pada peredaran
sistemik.
Mekanisme kerja : bekerja terutama pada buluh vena kapasitansi. Mula-mula turunan
ini membentuk radikal bebas nitrit oksida reaktif, kemudian berinteraksi dan
mereduksi gugus SH enzim guanilat siklase sehingga enzim menjadi aktif.

2. Senyawa pemblok β – adrenergik


• Yang berhubungan dengan aktivitas terhadap jantung adalah reseptor β1 yang
dapat menurunkan kecepatan jantung,kontraksi miokardial, dan tekanan darah
sehingga kebutuhan oksigen biokardial berkurang dan nyeri iskemik dapat
dihilangkan.
• β-bloker efektif untuk meringankan angina klasik, terhadap angina varian efeknya
tidak teratur. Pada pengobatan jangka panjang β-bloker dapa menurunkan
kematian akibat serangan jantung akut.
• Berdasarkan keselektifan terhadap jantung β – blocker dibagi menjadi 2
kelompok, yaitu :
1. Selektif memblok reseptor β1 (contoh : asebutolol, atenolol, dan metoprolol
tartrat)
2. Bekerja memblok reseptor β1 dan β2 (contoh : alprenolol, karteolol,
propanolol, nadolol dan pindolol)

3. Antagonis kalsium membran


Antagonis kalsium membran menghambat secara selektif pemasukan ion
kalsium luar sel ke dalam membran sel miokardial, melalui saluran membran.
Golongan ini efektif untuk pengobatan angina pektoris karena stres dan angina varian.
Beberapa diantaranya juga digunakan untuk pengobatan aritmia jantung tertentu dan
hipertensi. Efek samping : takikardia, sakit kepala, lesu, lelah, mual, pusing, hipotensi
dan gangguan lambung.
Mekanisme kerja : dapat menimbulkan efek oleh interaksinya dengan reseptor
khas. Kerja utamanya adalah menghambat pemasokan ion kalsium luar sel, melalui
saluran membran kalsium, ke dalam sel. Karena ion kalsium mempunyai peran
penting dalam memelihara fungsi jantung dan jaringan otot polos vaskular.
Mekanisme kerja yang lain adalah menghalangi secara selektif penyebab
vasokonstriksi dengan menghalang postsinaptik reseptor β2 dalam buluh vaskular.

E. Vasodilator

Senyawa yang dapat meyebabkan vasodilatasi pembuluh darah. Mekanisme


vasodilator bekerja dengan menurunkan tonus otot polos vaskular sehingga terjadi dilatasi
arteri dan vena. Obat Vasodilator di bagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

1. Vasodialtor koroner  Pengobatan jantung kongestif kronik yang sulit disembuhkan.

Berdasarkan pengobatan vasodilator koroner dibagi 2:

a. Untuk pengobatan jangka pendek, contoh salbutamol, eritritil, tetranitrat, gliseril


trinitrat dan natrium nitroprusid.

b. Untuk pengobatan jangka panjang, contoh kaptopril, diltiazem, dipiridamol,


enalapril, hidralazin HCl.

2. Vasodilator sistemik  senyawa yang menimbulkan efek vasodilatasi pada semua


sistem peredaran darah, contoh isoksuprin HCl, naftidrofuril oksalat, pentoksifilin,
3. Vasolidator perifer dan serebral  gol. obat dapat menimbulkan dilatasi buluh darah
kulit dan otak. Vasodilator perifer digunakan untuk pengobatan penyakit vaskular
perifer, seperti kelainan vasopastik dan penyakit vasku;ar perifer kronik seperti
aterosklerosis obliterans. Vasodilator selebral digunakan untuk pengobatan gangguan
serebral kardiovaskular. c ontoh bensiklan hidrogen fumarat (Fludilat), buflomedil
HCl, kaptopril, sinarizin, nimodipin, reserpine. Struktur senyawa vasodilator perifer
dan serebral,contoh:
a. Nisegolin  untuk pengobatan gangguan metabolik vaskuloperifer dan serebral
akut dan klronik.
b. Sinarizin  dapat meningkatkan aliran darah arteri dan secara cepat
meringankan berbagai gejala gangguan perifer dan serebral.
c. Flunarizin  dapat mencegah serangan migrain, meringankan gejala gangguan
perifer dan serebral serta gangguan keseimbangan.
d. Buflomedil HCl  digunakan untuk meringankan gangguan peredaran perifer
dan serebral.
e. Sinepazid maleat  dapat meningkatkan aliran darah arteri , digunakan untuk
meringankan berbagai gejala gangguan peredaraan darah perifer dan serebral.
f. Piritinol HCl  vasodilator untuk pengobatan gangguan peredaran dan
metabolik serebral.
g. Meso- inositol heksanikotinat  vasodilator untuk pengobatan gangguan buluh
perifer ringan.
h. Nikotinil alkohol  vasodilator digunakan untuk pengobatan gangguan
peredaran pada buluh perifer dans elebral.

F. Obat Antilipemik

Digunakan untuk pengobatan aterosklerosis, yaitu suatu penyakit yg disebabkan oleh


endapan plasma lipid, terutama ester kolesterol, yang terlokalisasi pada dinding arteri
membentuk plaque ateromateus atau ateroma, suatu karakteristik luka pada aterosklerosis.
Faktor yang dapat meningkatkan aterosklerosis antara lain : Hipertensi, Merokok, kurang
gerak badan, DM, kegemukan, alkohol, keturunan dan hiperlipidemia. Kelebihan
Chylomicrons, VLDL, IDL dan LDL dapat menimbulkan Hiperlipoproteinemia , sebagai
dasar timbulnya aterosklerosis. Mekanisme kerja:

1. Menghambat biosintesis kholesterol atau prekursornya


2. Menurunkan kadar trigliserida dan menhambat mobilisasi lemak
3. Menurunkan tingkat β– lipoprotein dan pra-β-lipoprotein
4. Menghilangkan plaque
5. Mempercepat ekskresi lipid dan menghambat absorpsi kolesterol
Berdasarkan struktur kimia dibagi menjadi lima kelompok yaitu :
1. Turunan Asam Klofibrat
Mekanisme kerja :
Menghambat sintesis trigliserida hepatik sehingga menurunkan produksi trigliserida
atau meningkatkan aktifitas enzim lipoprotein lipase sehingga meningkatkan
kecepatan pengeluaran lipoprotein serum yang kaya trigliserida.
Contoh : Klofibrat, bezafibrat, fenofibrat, simfibrat, gemibrozil

Struktur turunan asam klofibrat

2. Asam Nikotinat dan Turunannya


Mekanisme kerja : menghambat lipolisis jaringan adiposa sehingga menurunkan
aliran asam lemak bebas ke hati, kecepatan biosintesis trigliserida dan menurunkan
sintesis serta sekresi VLDL.
Contoh : Niasin, Asipimoks dan DL-α -Tokoferil nikotinat

Struktur turunan asam nikotinat :


3. Kopolimer
Mekanisme kerja : mengikat asam empedu dalam usus kecil dan mencegah absorbsi
kembali asam tersebut dari peredaran enterohepatik, akibatnya kecepatan biosintesis
hepatik asam empedu dan kolesterol meningkat sehingga kadar lemak sterol
(kolesterol) menjadi turun.
Contoh : Resin Kolestiramin dan Kolestipol

Struktur kimia :

4. Serat
Serat adalah senyawa dgn berat molekul tinggi, digunakan sebagai antihioerlipidemia
karena mempunyai sifat melarutkan asam empedu dan sterol netral pada saluran usus.
5. Penghambat HMG-CoA Reduktase
Lovastatin, Simastatin dan Mevastatin adalah pra-obat, dalam tubuh segera
terhidrolisis menghasilkan senyawa aktif yang dapat menghambat secara bersaing.
Struktur lovastatin

BAB III PENUTUP

Kesimpulan
 Obat kardiovaskular adalah senyawa yang digunakan untuk mencegah atau
mengobati penyakit kardiovaskular.
 Obat kardiovaskular berdasarkan efek farmakologis,;
1. kardiotonik,
2. obat antiaritmia
3. obat antihipertensi
4. obat antiangina,
5. vasodilator
6. obat antilipemik.