Anda di halaman 1dari 14

Question 1 (5 points)

Apa yang kamu pahami tentang Manajemen berbasis sekolah?


Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah model manajemen pendidikan yang
memberikan otonomi pendidikan kepada madrasah atau sekolah serta model ini
mendorong madrasah dalam pengambilan keputusan selalu melibatkan kepada seluruh
warga sekolah yang dilayani dengan tetap mengarah kepada tujuan pendidikan nasional

Question 2 (3 points)
Keterlibatan masyarakat dalam bidang pendidikan merupakan upaya
pemberdayaan masyarakat, yang berarti mengikut sertakan masyarakat
dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan, bahkan
dalam pemilihan kepala sekolah dan guru.

True

False

Question 3 (5 points)
Apa Maksud pelibatan Masyarakat dalam Perencanaan Pendidikan?

Question 4 (3 points)
Manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas aktivitas perencanaan,
pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotifasian,
komunikasi dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi
dengan tujuan untuk mengorgnisasikan berbagai sumberdaya yang dimiliki
oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara
efisien

True

False
Question 5 (5 points)
Jelaskan manfaat implemantasi Manajemen Berbasis Sekolah bagi Madrasah!
untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui pemberian
kewenangan (otonomi) kepada sekolah, pemberian fleksibilitas yang lebih besar
kepada sekolah untuk mengelola sumberdaya sekolah, dan mendorong
partisipasi warga sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan mutu
pendidikan, memberikan kebebesan dan kekuasaan yang besar pada sekolah
disertai seperangkat tanggung jawab. Dengan adanya otonomi yang
memberikan tanggung jawab pengelolaan sumberdaya dan pengembangan
strategi MBS sesuai dengan kondisi setempat, sekolah dapat meningkatkan
kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugas. Keleluasan
dalam mengelola sumberdaya dan dalam menyertakan masyarakat untuk
berpartisipasi, mendorong profesionalisme kepala sekolah dalam peranannya
sebagai manajer maupun pemimpin sekolah. Selain itu dengan diberikannya
kesempatan pada kepala sekolah untuk menyusun kurikulum, maka guru
didorong untuk berinovasi dengan melakukan eksperimentasi-
eksperimentasi dilingkungan sekolahnya

Question 6 (5 points)
Apa yang dimaksud dengan pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan
pendidikan?

Masyarakat perlu membantu penyelenggaraan pendidikan agar


permasalahan dilapangan dapat diatasi dan pelaksanaan proses berjalan
lancar sehingga kualitas pendidikan dapat meningkat. Pengelola pendidikan
perlu melibatkan semua unsur yang ada di sekolah dan masyarakat termasuk
perusahaan, lembaga agama, dan lainnya. Masyarakat memiliki otoritas
dalam mengambil keputusan dan menentukan tujuan lembaga pendidikan
Islam melalui kerja sama yang baik.
Question 7 (3 points)
Manajemen Berbasis Sekolah adalah ..... masyarakat dalam
penyelenggaraan pendidikan

Blank 1:
Manajemen Berbasis Sekolah adalah pelibatan masyarakat dalam
penyelenggaraan pendidikan

Question 8 (4 points)
Indikator untuk mengukur sekolah efektif adalah sebagai berikut, kecuali:
pengelolaan dan layanan siswa
a
sarana dan prasarana sekolah
b
budaya sekolah
c
ketersediaan alat praktik
d
layanan belajar siswa
e
program dan pembiayaan
f
partisipasi masyarakat
g

Question 9 (4 points)
Penyelenggaraan pendidikan harus melibatkan stakeholders. Jika diurutkan,
paling prioritas adalah sebagai berikut:
1.Yayasan Pendidikan

2.Masyarakat Sekitar

3.Orang Tua Wali Murid

4.Pemerintah Daerah

5
Penyelenggaraan pendidikan harus melibatkan stakeholders

1. .Pemerintah Daerah

2. Yayasan Pendidikan
3. Masyarakat Sekitar
4. Orang Tua Wali Murid
5. ATivitas Akademika

Question 10 (5 points)
Apa yang dimaksud dengan pelibatan masyarakat dalam pengawasan?
Question 11 (4 points)
Yang termasuk stakeholder pendidikan adalah di bawah ini kecuali
pemerintah daerah
a
tokoh agama
b
siswa
c
masyarakat
d

Question 12 (4 points)
Pasangkan istilah-istilah yang akrab dan sering dipergunakan dalam Manajemen
Berbasis Sekolah di bawah ini
Column A Column B

1. Manajemen Berbasis Sekolah/Madrasah: a.School-Ba


b.School Ba
2. Manajemen Sekolah Mandiri: c.School Se
d.Society B

3. Tata Kelola Berbasis Sekolah:

4. Manajemen Berbasis Masyarakat:

Question 13 (2 points)
Manajemen Berbasis Sekolah adalah mengoptimalkan pelibatan masyarakat
dan stake holders pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan

True

False
Submit
1 Memahami Konsep Dasar Manajemen Berbasis sekolah = Latar belakang,
pengertian, tujuan MBS
2,3,4 Memahami karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah Materi Latar
belakang, pengertian, tujuan
MBS = Karakteristik MBS
5,6,7 Memahami Fungsi-fungsi dalam Manajemen Berbasis Sekolah = Fungsi-
fungsi manajemen
pendidikan yang didesentraslisaskan

8
9,10 Menguasai Strategi implementasi Manajemen Berbasis Sekolah = Strategi
implementasi
MBS
11,12 Memahami Kepemimpinan dalam Manajemen Berbasis Sekolah =
Kepemimpinan dalam
MBS
13,14 - Mengimplentasi Prinsip-prinsip Manajemen Berbasis Sekolah.
- Peran Serta Masyarakat (PSM)
15 Kemampuan melaksanakan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah = Monitoring, Evaluasi dan
Pelaporan Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah
STRATEGI IMPLEMENTASI MBS
MBS adalah suatu manajemen yang menggunakan sumber daya secara efektif
untuk mencapai sasaran. Berbasis memiliki kata dasar basis yang berarti dasar
atau asas. Sekolah adalah lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat
menerima dan memberikan pelajaran. Berdasarkan makna leksikal tersebut
MBS dapat diartikan sebagai penggunaan sumber daya yang berasaskan pada
sekolah itu sendiri dalam proses pengajaran atau pembelajaran.

4 Prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).


Prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) .
1. Keterbukaan, yakni manajemen dilakukan secara terbuka (transparan).
2. Kebersamaan, yakni manajemen dilaksanakan secara bersama-sama oleh
pihak sekoloah dan masyarakat.
3. Berkelanjutan, yakni manajemen dilakukan secara berkesinambungan dan
berkelanjutan tanpa dipengaruhi oleh pergantian kepala sekolah.
4. Menyeluruh, artinya manajemen dilakukan secara menyeluruh menyangkut
seluruh komponen yang menjunjung dan mempengaruhi pencapaian tujuan.
5. Pertanggung jawaban, berarti dapat dipertanggung jawabkan ke orang
tua/wali siswa, masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak yang berkepentingan.
6. Demokratis, yakni keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah antar
komponen sekolah dengan masyarakat.
7. Kemandirian, yang sekolah memiliki prakarsa atau inisiatif, dan inovasi dalam
rangka mencapai tujuan.
8. Berorientasi pada mutu, artinya upaya-upaya yang dilakukan sekolah selalu
berdasarkan pada peningkatan mutu pendidikan
9. .Pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) berarti manajemen sekolah
tersebut untuk mencapai standar pelayanan sekolah (SPM) secara total,
bertahap dan berkelanjutan.
10. Pendidikan untuk semua, artinya semua anak memiliki hak memperoleh
layanan pendidikan yang sama.

Implementasi MBS akan berlangsung secara efektif dan efisien apabila


didukung oleh sumber daya manusia yang professional untuk mengoprasikan
sekolah, dan yang cukup agar sekolah mampu menggaji staf sesuai dengan
fungsinya, sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung proses
belajar mengajar, serta dukungan orang tua siswa atau masyarakat yang tinggi.
7 strategi-strategiSekolah harus memiliki otonomi terhadap empat hal, yaitu:
otonomi dalam kekuasaan dan kewenangan, pengembangan pengetahuan dan
keterampilan secara berkeseimbangan, akses informasi ke segala bagian, dan
pemberian penghargaan kepada setiap pihak yang berprestasi atau berhasil.·
Adanya peran serta masyarakat secara aktif dalam hal pembiayaan, proses
pengambilan keputusan terhadap kurikulum dan interuksional serta non-
instruksional· Adanya kepemimpinan sekolah yang kuat sehingga mampu
menggerakkan dan mendayagunakan setiap sumber daya sekolah secara efektif
terutama kepala sekolah harus menjadi sumber inspirasi atas pembangunan
dan pengembangan sekolah secara umum.

8 Adanya proses pengambilan keputusan yang demokratis dalam kehidupan


dewan sekolah yang aktif.
· Semua pihak harus menyadari peran serta tanggung jawabnya secara sunggu-
sungguh.· Adanya quidelines dari Departemen pendidikan terkait sehingga
mampu mendorong proses pendidikan di sekolah secara efektif dan efisien.·
Sekolah harus memiliki transparansi dalam laporan pertanggung jawaban setiap
tahunnya.· Penerapan MBS harus diarahkan untuk pencapaian kinerja sekolah
dan lebih khusus lagi adalah meningkatkan pencapaian belajar siswa.
9
Manajemen Berbasis Sekolah/Madrasah adalah otonorni sekolah dalarn hal
ini kepala sekolah/ rnadrasah rnenyelenggarakan dan mengelola
sekolah/rnadrasah dengan pelibatan masyarakat serta dengan
memperrimbangkan karakreristik dan kebutuhan sekolah/rnadrasah rang
dipimpinnya melalui perencanaan, pengorganisasian, pernimpinan dan
pengawasan.

MBS menjadi nama aslinya, yaitu School-Based Management (SBM). MBS


terlahir dengan beberapa nama yang berbeda, yaitu
tata kelola berbasis sekolah (school-based governance),
manajemen mandiri sekolah (school self-manegement),
school site management atau manajemen yang bermarkas di sekolah.
Karakter MBS

1. OUTPUT yang diharapkan


a. Prestasi akademik (academic achievement) ; nilai ujian nasional, karya
ilmiah remaja, lomba mapel dll
b. Prestasi non akademik (non academic achievement) ; akhlak, perilaku
sosial, bebas narkoba, kejujuran, kerjasama, toleransi, kedisiplinan,
prestasi olga, seni dll)

2. PROSES
a. Proses PBM dengan efektivitas tinggi
b. Kepemimpinan sekolah yang kuat
c. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib
d. Pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif
e. Sekolah memiliki budaya mutu (informasi kualitas>>>perbaikan,
kewenangan sebatas tanggungjawab, rewards and punishment,
kolaborasi-sinergi, keadilan(fairness), rasa memiliki
f. Sekolah memiliki teamwork yang kompak, cerdas dan dinamis.
g. Sekolah memiliki kemandirian
h. partisipasi yang tinggi dari warga sekolah dan masyarakat
i. sekolah memiliki keterbukaan (transparansi)
j. sekolah memiliki kemauan untuk berubah
k. sekolah melakukan evaluasi dnan perbaikan secara berkelanjutan
l. sekolah responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan
m. memiliki komunikasi yang baik
n. sekolah memiliki akuntabilitas
o. manajemen lingkungan yang baik
p. sekolah memiliki kemampuan menjaga sustainabilitas.

3. INPUT Pendidikan
a. Memiliki kebijakan, tujuan, sasaran mutu yang jelas
b. Sumber daya tersedia dan siap
c. Staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi
d. Memiliki harapan prestasi tinggi
e. Fokus pada pelanggan (khusunya siswa)
f. Input manajemen (tugas yang jelas, rencana yang rinci dan
sistematis, ketentuan- ketentuan/aturan main.
Landasan pengembangan kurikulum sebagai implementasi Managemen
Berbasis Sekolah adalah:
1) landasan filosofis, visi yang dikembangkan adalah berprestasi
dengan berlandaskan iman dan taqwa, berbudi pekerti luhur,
cerdas, trampil, sehat jasmani dan rohani, mandiri dalam
menghadapi era globalisasi. Pengembangan visi dapat diketahui
dalam muatan lokal yang dipilih dan ditetapkan berdasarkan ciri
khas, potensi dan kebutuhan peserta didik dengan pengembangan
dan nilai-nilai budaya yang sesuai dengan lingkungan;
2) landasan psikologis, disimpulkan bahwa guru dalam menyusun
tujuan pembelajaran disesuaikan dengan tujuan yang telah
dituangkan dalam kompetensi masing-masing dalam setiap mata
pelajaran; 3) landasan sosiologis-teknologis, dapat disimpulkan
bahwa guru tidak hanya memberikan materi saja ke peserta didik,
tapi diharapkan mempunyai kemampuan untuk memahami
proses perkembangan aspek kepribadian anak didiknya.

Strategi pengembangan kurikulum yaitu:


1) sosialisasi KTSP;
2) proses penyusunan;
3) menciptakan suasana yang konduksif;
4) menyiapkan sumber belajar;
5) membina disiplin;
6) kemandirian kepala sekolah;
7) membangun karakter guru.

Faktor yang mendukung pengembangan kurikulum adalah


Kejelasan kebijakan yaitu UU nomor 20 tahun 2003, PP nomor 19
tahun 2005, Permendiknas nomor 22, 23, 24 tahun 2006,
kepemimpinan kepala sekolah, tenaga pendidik dan
kependidikan.

Sedangkan faktor penghambat yaitu peran serta orang tua kurang maksimal
dalam pengembangan kurikulum, dan sarana prasarana jumlah
peserta didik dan jumlah kelas yang tidak imbang menyebabkan
sebagaian kelas masuk sore hari.

Dampak dari pengembangan kurikulum sebagai implementasi MBS


memberikan dampak yang positif bagi kepala sekolah, guru dan
peserta didik Saran
Tujuan MBS bermuara pada lima hal, yakni:
(1) meningkatkan mutu pendidikan dalam mengelola dan inisiatif sekolah
dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia,
(2) meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam
penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan,
(3) meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orangtua, masyarakat, dan
pemerintah tentang mutu sekolah,
(4) meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah untuk pencapaian mutu
pendidikan yang diharapkan, dan
(5) memberdayakan potensi sekolah yang ada agar menghasilkan lulusan yang
berhasil guna dan berdaya guna.

Enam strategi dalam pelaksanaan MBS, yaitu :


i. menetapkan peran penting guru dalam kelompok pengambil keputusan,
ii. fokus pada perbaikan berkelanjutan dengan pelatihan sekolah secara
luas dalam memfungsikan dan memproses keahlian, seperti bidang
kurikulum dan pengajaran,
iii. membuat sistem yang baik untuk berbagi informasi tentang luasnya
hubungan sekolah diantara para pemilih,
iv. mengembangkan cara-cara untuk lebih efektif dalam memberi hadiah
sebagai orientasi pendekatan staf ke arah tercapainya tujuan sekolah,
v. menyeleksi kepala sekolah yang dapat merubah dan memudahkan
manajemen, dan
vi. digunakan di daerah, negara/ atau nasional sebagai garis pedoman
untuk memusatkan usaha dalam mempersatukan kembali dan merubah
target dalam kurikulum dan pengajaran.

Tahapan-Tahapan Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah


1 Melakukan Sosialisas
2 Merumuskan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Sekolah
3 Mengidentifikasi fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran
4 Melakukan analisis SWOT
5 Alternatif langah pemecahan masalah
6 Menyusun rencana dan program peningkatan mutu
7 Melaksanakan Rencana Peningkatan Mutu
8 Melakukan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan
9 Merumuskan Sasaran Baru
Strategi Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah
1. Membuat Kurikulum yang Pro Kepada Siswa
2. Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Menyenangkan
3. Meningkatkan Mutu Para Pendidik
4. Dukungan Tenaga Kependidikan di Sekolah
5. Keaktifan Peserta Didik
6. Peran Aktif Orang Tua Peserta Didik
7. Sarana Prasarana Pendukung yang Memadai
8. Pengawasan Masyarakat Sekitar
9. Dukungan Finansial
10. Peran Pemerintah

Menurut Cheng dalam Nurkholis (2005) terdapat

EMPAT PRINSIP MBS yaitu prinsip equifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip


pengelolaan mandiri dan prinsip inisiatif sumber daya manusia:
1. Prinsip Equifinalitas (Equifinality)
yang didasarkan pada teori manajemen modern yang berasumsi bahwa
terdapat perbedaan cara untuk mencapai tujuan.
2. Prinsip Desentralisasi (Decentralization).
Dasar teori dari prinsip desentralisasi ini adalah manajemen sekolah
dalam aktivitas pengajaran menghadapi berbagai kesulitan dan
permasalahan.
3. Prinsip Sistem Pengelolaan Mandiri (Self-Managing System).
Sistem pengelolaan mandiri (self-managing system) di bawah kendali
kebijakan dan struktur utama, memiliki otonomi untuk mengembangkan
tujuan pengajaran dan strategi manajemen, mendistribusikan sumber
daya manusia dan sumber daya lain, memecahkan masalah dan meraih
tujuan menurut kondisi mereka masing-masing.
4. Prinsip Inisiatif Manusia (Human Initiative).
Perspektif sumber daya manusia menekankan pentingnya sumber daya
manusia sehingga poin utama manajemen adalah untuk
mengembangkan sumber daya manusia di sekolah untuk lebih berperan
dan berinisiatif.

Strategi Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia


Manajemem Berbasis Sekolah adalah istilah terjemahan dari School-Based
Management yang merupakan sebuah kebijakan didalam dunia pendidikan
dengan memberikan kewenangan penuh kepada sekolah untuk mengelola
sumber daya yang tersedia.
Tujuan utama dibentuknya Manajemen Berbasis Sekolah adalah untuk
meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Dalam mengimplementasikan desentralisasi pendidikan ini diperlukan


strategi-strategi tertentu, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Membuat Kurikulum yang Pro Kepada Siswa

Kurikulum layaknya sebuah momok besar bagi siswa-siswi dinegeri ini, hal ini
karena mereka tidak merasakan kesesuaian dengan kurikulum yang ada saat
ini. Walaupun kurikum seringkali berubah (diganti) akan tetapi rasanya masih
selalu kurang sesuai. Sudah seharusnya pihak yang berwenang merubah
kurikulum yang disesuaikan dengan minat dan bakat para peserta didik.

2. Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Menyenangkan


Untuk sebagian peserta didik, sekolah merupakan tempat yang tidak
menyenangkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut diharapkan sekolah bisa
menciptakan proses belajar mengajar disekolah yang menyenangkan.
Disinilah peran penting para pendidik yang seharusnya bisa memahami
karakteristik para peserta didiknya sehingga suasana dikelas menjadi lebih
nyaman.

3. Meningkatkan Mutu Para Pendidik


Program Manajemen Berbasis Sekolah akan berjalan baik dengan peran aktif
dari para pendidik yang bermutu. Para pendidik yang bermutu diharapkan
bisa bisa memanage sumber daya yang tersedia disekolahnya seoptimal
mungkin. Upaya yang umumnya dilakukan pemerintah (Depdikbud) untuk
meningkatkan mutu para pendidik adalah dengan mengadakan program
pelatihan.

4. Dukungan Tenaga Kependidikan di Sekolah


Stakeholder didalam sekolah lainnya yang memiliki peran penting dalam
desentralisasi pendidikan adalah tenaga kependidikan di Sekolah. Tenaga
kependidikan yang dimaksud adalah anggota masyarakat (selain tenaga
pendidik) yang mengabdikan dirinya untuk pendidikan disekolah. Dukungan
tenaga kependidkan disekolah sangat penting guna menciptakan kemandirian
disekolah.

5. Keaktifan Peserta Didik


Keaktifan peserta didik disekolah sangat diperlukan guna menciptakan
School-Based Management yang baik. Meskipun peserta didik bukan
pengambil kebijakan disekolah, tapi peserta didik bisa memberikan saran dan
masukan agar tercipta kemandirian disekolah sehingga sekolah bisa
mengalokasikan sumber daya yang tersedia secara optimal.

6. Peran Aktif Orang Tua Peserta Didik

Orang tua siswa memiliki peran penting didalam penyelenggaraan program


Manajemen Berbasis Sekolah ini. Orang tua peserta didik juga diharapkan
turut mengawasi perilaku anak-anaknya dan tidak sepenuhnya membebankan
kepada pihak sekolah. Orang tua peserta didik juga diharapkan aktif dalam
memberikan pandangan-pandangannya guna memajukan sekolah.

7. Sarana Prasarana Pendukung yang Memadai


Untuk memajukan mutu pendidikan disekolah, sarana dan prasarana
pendukung sangatlah diperlukan. peserta didik akan menjadi lebih mudah
dalam menyerap berbagai pelajaran disekolah dengan bantuan sarana
prasarana yang ada. Apalagi saat ini merupakan era ICT, dimana para peserta
didik akan semakin mudah memahami pelajaran-pelajaran dengan bantuan
multimedia.

8. Pengawasan Masyarakat Sekitar


Pengawasan dari masyarakat sekitar merupakan bentuk dukungan untuk
menciptakan sekolah yang baik. Jika sekolah tersebut berprestasi, ada
baiknya masyarakat memberikan apresiasi. Bagitu pula sebaliknya, apabila
sekolah tersebut memiliki citra negatif, ada baiknya masyarakat mengkritik
kebijakan didalam sekolah tersebut atau mengadukannya ke Depdikbud.

9. Dukungan Finansial
Faktor penting lainnya dalam menciptakan Manajemen Berbasis Sekolah yang
baik adalah dukungan finansial. Semakin kuat dukungan finansialnya, maka
kemungkinan terciptanya kemandirian sekolah akan semakin besar. Kita bisa
mencontoh dari (sebagian) sekolah-sekolah swasta dinegeri ini yang memiliki
reputasi manajemen baik dengan dukungan finansial yang kuat.

10. Peran Pemerintah


Peran pemerintah sangat vital didalam memajukan pendidikan nasional,
dalam hal ini adalah dengan program School-Based Management. Pemerintah
diharapkan bisa membuat kebijakan-kebijakan yang pro kepada pendidikan
nasional seperti membuat kurikulum yang pro kepada siswa,
mengimplemetasikan kebijakan 20% APBN untuk pendidikan, dan lain-
lainnya.
5
Penyelenggaraan pendidikan harus melibatkan stakeholders
1. .Pemerintah Daerah
2. Yayasan Pendidikan
3. Masyarakat Sekitar
4. Orang Tua Wali Murid
5. ATivitas Akademika