Anda di halaman 1dari 5

NURUL ANNISA

10542059214

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny.Yn
Umur : 18 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Jln. Collong- soppeng
Pekerjaan : IRT

ANAMNESIS
Anamnesis Terpimpin :
Seorang perempuan berusia 18 tahun datang ke poli kulit di Balai
Kesehatan kulit,kelamin, dan kosmetik dengan keluhan kutil pada kelamin sejak 2
bulan yang lalu. Lesi tersebut terasa amat nyeri dan terasa panas.
Pasien mengatakan nyeri bersifat hilang timbul dan lebih sering bila pasien
melakukan hubungan seksual dan pada saat buang air kecil .Awalnya lesi tersebut
hanya kecil dan berjumlah 1 namun semakin lama semakin besar dan bertambah
banyak dan terjadi perubahan warna menjadi kemerahan.
Riwayat pernikahan 6 bulan yang lalu, Riwayat berhubungan seksual (+),
riwayat penggunaan KB (+), Riwayat pengobatan sebelumnya (-), Riwayat
pengobatan sebelumnya (-), Riwayat alargi makanan dan obat-obatan (tidak
diketahui),serta Riwayat penyakit dalam keluarga/suami (tidak diketahui).

STATUS DERMATOLOGIS :
Lokasi : labium major,dan vagina
Effloresensi : lesi keratotik,permukaan kasar dan tebal ,eritematosa, timbul plak
verukosa,multiple.
Diagnosis : Kondiloma Akuminata
Diagnosis banding : veruka vulgaris,benigna peline pearly papules,karsinoma sel
skuamosa

PENATALAKSANAAN :
Elektrokauter
Ciprofloxacin 500 mg 2 dd 1 (sistemik)
Asam mefenamat 500 mg (sistemik)
Futaderm cream (topikal)

PEMBAHASAN :
Kondiloma akuminatum atau kutil pada kelamin (venereal warts) ialah lesi
berbentuk papilomatosis dengan permukaan verukosa,disebabkan oleh Human
Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu (tipe 6 dan 11) terdapat pada kelamin dan
anus.1 Virus ini ditularkan melalui hubungan seksual termasuk oral sex, anal sex,
dan hand sex. Virus dapat menular melalui kontak nonseksual seperti transmisi
vertikal ibu kepada bayinya (sangat jarang terjadi), penggunaan alat-alat yang
telah terkontaminasi seperti handuk, sarung tangan, dan pakaian sebanyak 2%
dan Virus menular melalui kontak seksual sebanyak 98%. Masa inkubasi HPV 3-4
bulan (bervariasi 1 bulan hingga 2 tahun). HPV membelah berkali-kali bila respon
imun rendah, misalnya pada kasus HIV, merokok, hamil, dan malnutrisi.HPV
tidak dapat disembuhkan, individu yang terinfeksi akan selalu membawa virus.2
Infeksi HPV genital pada umumnya mengenai mukosa yang lembab dan
berdekatan dengan epitel skuamosa serviks dan anus. Abrasi mikroskopi pada saat
berhubungan seksual memudahkan pasangan yang terinfeksi HPV untuk
menularkannya kepada pasangan yang belum terinfeksi. Trauma berulang dapat
meningkatkan infektivitas dan replikasi virus.
Virus akan memasuki sel epitel basal pejamu, melepaskan kapsul protein
dan berada bersama sel pejamu sebagai circular episome. Selanjutnya virus akan
berada dalam masa inkubasi laten selama 1-8 bulan, dan selama itu tidak nampak
manifestasi klinis. Fase pertumbuhan aktif akan dimulai bila terjadi lesi pertama.
Sampai sekarang belum diketahui pemicu perubahan bentuk laten menjadi
infeksius, namun dipengaruhi oleh faktor pejamu, virus, dan lingkungan.3
Manifestasi Klinis
Masa inkubasi KA berkisar antara 2 minggu hingga 9 bulan. Secara umum
kelainan fisik mulai 2-3 bulan setelah kontak. Umumnya tidak menimbulkan
keluhan namun bentuknya dapat menyebabkan stres psikologik. Selama masa
infeksi aktif, HPV akan bereplikasi tanpa bergantung pada pembelahan sel pejamu
dan akan memicu pejamu berproliferasi membentuk banyak lesi berupa kutil datar
hingga papilar.Lesi dapat bertangkai atau melekat di dasar (sessile) dan kadang-
kadang berpigmen. Terdapat 3 bentuk klinis KA, yaitu akuminata, keratotik, dan
papul. Bentuk akuminata, lunak karena tidak berkeratin, berbentuk seperti
kembang kol, terutama didaerah mukosa yang hangat, lembab dan tidak berambut
sebagaimana. Bentuk keratotik, menyerupai kutil biasa, di daerah kering, kulit
anogenital. Bentuk papul, didaerah dengan keratinisasi sempurna yaitu dibatang
penis, bagian lateral vulva, perineum, perianus, permukaan halus, licin dan
tersebar diskrit. Infeksi subklinis dapat terlihat seperti bercak putih (positif
acetowhite) setelah dilakukan tes asam asetat 5% .
Sebagian besar infeksi HPV bersifat sementara atau transient dan tidak
terdeteksi lagi dalam waktu 2 tahun. Meskipun demikian, sekitar 30% KA akan
mengalami regresi dalam 4 bulan pertama infeksi. Periode laten bisa berlangsung
beberapa bulan hinga tahun.
Diagnosis KA umumnya dapat ditegakkan berdasar gambaran klinis,
pemeriksaan fisik dengan pencahayaan yang baik dan kaca pembesar.
Pemeriksaan Penunjang Kondiloma Akuminata Pada kasus yang meragukan,
dapat dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu Tes asam asetat yang dilakukan
dengan aplikasi larutan asam asetat 5% pada lesi yang dicurigai. Dalam waktu 3-5
menit, lesi akan berubah menjadi putih (acetowhite).4
Tatalaksana dari kondiloma akumilatum berupa :
 kemoterapi
1. Tinktura podofilin 10-25%
Podofilin resin bekerja sebagai anti mitotik yang menginduksi nekrosis
jaringan.kulit disekitarnya dilindungi dengan Vaseline agar tidak terjadi
iritasi, dan dicuci setelah 4-6 jam. Jika belum ada penyembuhan dapat
diulang setelah 3 hari. Setiap kali pemberian jangan melebihi 0,3 cc kerena
diserap dan bersifat toksik.
2. Asam triklorasetat (trichloroacetic acid atau TCA) konsentrasi 80-90%
Obat dioleskan oleh dokter dan dilakukan setiap minggu. Karena dapat
menimbulkan iritasi hingga ulkus yang dalam. Boleh diberikan pada ibu
hamil.
3. 5-fluorourasil
Konsentrasi antara 1-5% dalam krim,pada meatus urethrae. pemberian
setiap hari hingga lesi hilang.pasien dianjurkan tidak miksi selama 2 jam
setelah pengobatan.
 Elektrokauter
 Bedah beku
 Bedah skapel
 Laser karbondioksida
 Interferon
Interferon Dapat di berikan dalam bentuk suntikan IM atau intralesi
maupun topical. Interferon alfa diberikan dengan dosis 4-6 mU secara IM
3 kali seminggu selama 6 minggu. Interferon beta diberikan dengan dosis
2x106 unit injeksi IM selama 10 hari berturut-turut.1

DAFTAR PUSTAKA
1. Dr. dr. Sri Linuwih Bramono, PhD, Sp.KK(K), Prof. dr.
Kulsumarinah Bramono, PhD, Sp.KK (K), Dr. dr. Wresti
Indriatmi, M.Epid, Sp.KK (K). Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Anggota
IKAPI,Jakarta.
2. Dewi Setiawati. ISSN : 2086-2040 Vol. VI, No. 2, Juli-
Desember 2014. Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Alauddin
Makassar.
3. Diana Tri Ratnasari.2017. kondiloma akuminatum. Bagian
Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya
Kusuma Surabaya.
4. Muh.Dali amiruddin.feb 2003.Ilmu Penyakit Kulit.Bagian Ilmu
Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas
Hasanuddin Makassar 2003.