Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR

Konsep Epidemiologi Penyakit Menular

Dosen Pengampu: dr.Fauziah Elytha, Msi

Disusun Oleh :

Kelompok 6

1. Alzen Rahayu Ningrum 1611216035


2. Cladya Atika 1611216066
3. Elsa Ultari Ardi 1611216050
4. Floria Abdi Pinem 1611216051
5. Mutia Rahmi 1611216006
6. Muthiah Winalyan Alvira 1611216011

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ANDALAS PADANG
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan

nikmat kesehatan dan kesempatan, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas

makalah epidemiologi penyakit menular yang telah diberikan oleh dosen

pembimbing.

Terima kasih penulis ucapkan kepada dosen mata kuliah yang telah

membimbing dan membantu mahasiswa dalam memahami semua hal yang terkait

dengan epidemiologi penyakit menular.

Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak

kekurangan. Untuk itu saya mengharapkan kritikan maupun saran kepada pembaca

yang sifatnya membangun. Akhir kata saya ucapkan terima kasih. Semoga makalah

ini bermanfaat bagi kita semua.

Padang, 17 Agustus 2018

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................. ii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang............................................................................. 1
1.2 Tujuan ......................................................................................... 2

BAB II. PEMBAHASAN


2.1 Epidemiologi penyakit menular .................................................. 3
2.2 Ruang lingkup epidemiologi penyakit menular .......................... 5

BAB III. PENUTUP


3.1 Kesimpulan ................................................................................. 16
3.2 Saran ........................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu epi yang berarti pada, demos

yang berarti masyarakat dan logos yang berarti ilmu. Jadi epidemiologi adalah ilmu

yang berkaitan dengan masyarakat.

Selama ini epidemiologi kebanyakan hanya berkecimpung dan menekankan

ke arah penyakit menular, bahkan kebanyakan terasa bahwa epidemiologi hanya

menangani penyakit menular.

Dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin maju, hal ini juga

memicu jangkauan epidemiologi yang semakin luas. Tidak hanya epidemiologi

penyakit menular, namun masih terdapat perkembangan epidemiologi lainnya

seperti epidemiologi kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, gizi, kesehatan

kerja serta masalah kesehatan lainnya.

Epidemiologi penyakit menular dilatarbelakangi oleh prevalensi penyakitnya

yang semakin hari semakin meningkat. Seperti halnya penyakit jantung koroner dan

stroke yang semakin melebihi tingginya prevalensi penyakit menular seperti diare

dan TBC yang mulai dapat diatasi. Walaupun beberapa penyakit menular di negara-

negara maju telah dapat diatasi saat ini, namun sebagian besar penduduk dunia yang

mendiami belahan dunia yang sedang berkembang masih terancam dengan berbagai

penyakit menular tertentu.

Maka dari itu, dalam makalah ini penulis akan menuliskan semua yang

berkaitan dengan epidemiologi penyakit menular.

1
1.2 Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum

Dapat mengetahui semua yang berkaitan dengan epidemiologi menular serta

untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah epidemiologi penyakit menular pada

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (Unand).

1.2.2 Tujuan Khusus

1. Mengetahui pengertian epidemiologi penyakit menular

2. Mengetahui ruang lingkup epidemiologi penyakit menular

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Defenisi Epidemiologi Penyakit Menular

Kata epidemiologi berasal dari Bahasa Yunani, epi berarti pada/tenang,

demos berarti penduduk, dan logos berarti ilmu. Epidemiologi adalah ilmu yang

mempelajari tentang penduduk. Selain definisi asal kata, banyak definisi

epidemiologi yang dibuat oleh ahli kesehatan. Definisi yang dibuat tersebut terkait

dengan keadaan dan waktu, dikenal ada dua definisi yaitu:

1. Definisi lama (sebelum tahun 1960): Epidemiologi adalah ilmu yang

mempelajari penyebaran dan perluasan suatu penularan penyakit dalam suatu

kelompok penduduk atau masyarakat. Dasarnya adalah sebelum tahun 1960

penyakit menular merupakan penyakit yang paling banyak dialami penduduk

dunia.

2. Definisi baru (setelah tahun 1960): Beberapa tokoh yang terkenal dalam ilmu

penyakit memberi definisi mengenai epidemiologi sebagai berikut.

a. Mag Mahon & Pugh (1970). Epidemiologi adalah ilmu yang mempelakari

penyebaran penyakit dan faktor-faktor yang menentukan terjadinya

penyakit terhadap manusia.

b. Omran (1974). Epidemiologi adalah suatu studi mengenai kejadian dan

distribusi kesehatan, penyakit, dan perubahan pada penduduk.

c. Mausner & Kremer (1985). Epidemiologi adalah studi tentang distribusi dan

determinan penyakit dan kecelakaan pada populasi manusia.

3
d. Last (1988). Epidemiologi adalah studi tentang distribusi dan determinan

tentang keadaan atau kejadian yang berkaitan dengan kesehatan pada

populasi tertentu dan aplikasinya untuk menanggulangi masalah kesehatan.

Dari beberapa definisi tersebut dapat kita asumsikan bahwa penyakit pada

populasi manusia tidak terjadi dan tersebar begitu saja secara acak dan penyakit

pada manusia sesungguhnya mempunyai faktor penyebab dan faktor pencegahan

yang dapat diidentifikasi melalui penelitian (pengamatan) secara sistematik pada

populasi, tempat, dan waktu.

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari distribusi, determinan, frekuensi

penyakit, dan factor yang mempengaruhi status kesehatan pada populasi manusia.

Definisi ini mengisyaratkan bahwa epidemiologi pada dasarnya merupakan ilmu

empirik kuantitatif, yang banyak melibatkan pengamatan dan pengukuran

sistematik tentang penyakit dan faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit.

Epidemiologi berhubungan erat dengan ilmu yang disebut biostatistik.

Distribusi adalah penyebaran masalah kesehatan pada populasi. Dalam

prakteknya seorang epidemolog harus mempertanyakan siapa yang terjangkit?

(manusia [man]), kapan terjadinnya? (waktu [time]), dan dimana terjadinya?

(tempat [place]).

Determinan adalah faktor penyebab suatu masalah kesehatan. Untuk

menentukan besarnya masalah dengan tepat ada 3 langkah penting. Pertama,

merumuskan hipotesis tentang penyebab masalah yang dimaksud. Kedua,

melakukan pengujian terhadap rumusan hipotesis. Ketiga, menarik kesimpulan

tentang hasil uji tersebut. Dengan diketahuinya penyebab suatu masalah kesehatan.

Dapat disusun langkah-langkah penanggulangannya.

4
Frekuensi adalah besarnya masalah kesehatan yang ada pada sekelompok

manusia. Penentuan besarnya masalah dengan tepat dengan dua langkah penting.

Pertama, menentukan masalah kesehatan yang akan diamati dan telah dipastikan

akan diteliti. Kedua, melakukan pengukuran atas masalah yang ditemukan tersebut.

Penyakit menular atau penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh

sebuah agen biologis (virus, bakteri atau parasit) bukan disebabkan faktor fisik atau

kimia.

Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh agen infeksius

(virus, bakteri, atau parasit) melalui transmisi agen dari orang yang terinfeksi,

hewan atau reservoir lainnya ke pejamu (host) yang rentan baik secara langsung

maupun tidak langsung melalui perentara seperti media air, udara, vektor, tanaman,

dan sebagainya.

Epidemiologi penyakit menular adalah Studi epidemiologi yang berfokus

pada distribusi dan determinan penyakit menular.

2.2 Ruang Lingkup Epidemiologi Penyakit Menular

Kegiatan epidemiologi meliputi berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik

yang berhubungan dengan bidang kesehatan maupun di luar bidang kesehatan.

Berbagai bentuk dan jenis kegiatan dalam epidemiologi saling berhubungan satu

dengan yang lainnya sehingga tidak jarang dijumpai bentuk kegiatan yang tumpah

tindih. Ruang lingkup epidemiologi adalah:

1. Subjek dan objeknya adalah masalah kesehatan. Awalnya Subjek dan objeknya

masalah kesehatan hanya penyakit infeksi dan menular. Sesuai perkembangan

zaman, penyakit degenerative mulai marak dipelajari dan sekarang banyak

digunakan pada masalah-masalah kesehatan yang bukan penyakit, sehingga

5
dikenal dengan epidemiologi penyakit menular dan epidemiologi penyakit tidak

menular.

2. Masalah kesehatan yang dimaksud adalah masalah kesehatan yang ditemukan

pada sekelompok populasi/manusia, sehingga terbagi menjadi epidemiologi

komunitas (kependudukan, lingkungan, gizi masyarakat, dll) dan epidemiologi

klinis (pengelolaan layanan kesehatan, kesehatan jiwa dll)

3. Dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan

dimanfaatkan data tentang frekuensi dan penyebaran masalah tersebut.

2.2.1 Tiga kelompok utama penyakit menular


1. Penyakit yang sangat berbahaya karena kematiannya cukup tinggi

2. Penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan kematian atau cacat,

walaupun akibatnya lebih ringan dibanding dengan yang pertama.

3. Penyakit menular yang jarang menimbulkan kematian atau cacat, tetapi dapat

mewabah sehigga dapat menimbulkan kerugian waktu maupun materi/biaya.

Untuk dapat mengambil tindakan yang berarti dalam usaha mengatasi serta

menanggulangi berbagai penyakit menular tertentu, maka harus diketahui dengan

pasti aspek epidemiologis penyakit menular secara umum.

2.2.2 Proses Terjadinya Penyakit Menular

Terjadinya suatu penyakit menular karena infeksi antara penjamu, agent dan

lingkungan, yang meliputi 6 komponen yaitu :

1. Penyebab penyakit.

2. Reservoir dari penyebab penyakit.

3. Tempat keluarnya penyakit-penyakit terebut dari penjamu.

4. Cara transmigraasi dari orang ke orang.

5. Tempat masuknya penyebab penyakit tersebut ke penjamu yang baru.

6
6. Kerentanan penjamu.

2.2.3 Penyebab Penyakit

Ada 6 golongan penyebab penyakit yang bersifat biologis, yaitu :

1. Protozoa

Binatang bersel atau yang dapat menimbulkan malaria disentri amuba dan

sebagainya memerlukan perkembangan di luar tubuh manusia yang ditularkan

melalui vector.

2. Metazoa

Binatang parasit jenis multi seluler yang menyebabkan penyakit Trikinosis.

Cacing tambang dan sebagainya, memerlukan perkembangan diluar tubuh

manusia, sehingga penularannya terjadi secara tidak langsung.

3. Bakteri

Merupakan mikroorganisme yang menyebabkan bermacam-macam penyakit

seperti Tuberculosis, Difteri dan sebagainya. Berkembangbiak dilingkungan

sekitar manusia, dapat ditularkan dari orang ke orang atau mendapatkannya dari

lingkungan orang terssebut.

4. Virus

Penyebab penyakit yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, dapat

menimbulkan penyakit cacar, morbil, hepatitis, rebies. Encefaliis dan

sebagainya penyakit tersebut umumnya ditularkan secara langsung.

5. Fungi (jamur)

Tumbuhan yang bersifat uniseluler maupun multiseluler yang dapat

menimbulkan penyakit seperti jamur kulir, histoplamosis, dari penyakit jamur

adalah tanah dan tidak ditularkan langsung dari orang ke orang.

7
6. Riketsia

Parasit yang sifatnya intraseluler dengan ukuran besar berada diatas bakteri dan

virus, sifatnya sama dengan virus, ia membutuhkan sel hidup untuk

pertumbuhan dan perkembangannya. Misalnya penyakit Scrub Tifus yang

ditularkan oleh pijal tikus.

2.2.4 Cara Keluar Bibit Penyakit Dari Penjamu

Disebut juga dengan Portal Of Exist adalah, cara keluarganya dari reservoir

manusia dan binatang, dapat melalui:

1. Saluran pernapasan: seperti penyakit TBC, pilek atau Influenza,

bronkopneumonia

2. Saluran pencernaan: seperti penyakit tifus abdominalsi, colera,disentri, hepatitis

3. Saluran perkemihan : seperti gonoro,sifilis, leptospirosis

4. Melalui kulit: seperti cacar, hepatits serum melaluisuntikan, gigitan antropoda

seperti demam berdarah

2.2.5 Cara Transmisi Penyebab Penyakit Kepada Penjamu

Hal-Hal yang berperan dalam penularan penyakit adalah :

1. Tempat keluarnya penyakit

2. Reservoir atau perantara vector

3. Tempat masuknya

2.2.6 Manifestasi klinik secara umum

Pada proses penyakit menular secara umum, maka dapat dijumpai berbagai

manifestasi klinik sebagai hasil proses penyakit pada individu, mulai gejala klinik

yang tampak samapai pada keadaan yang berat disertai komplikasi dan berakhir

cacat atau meninggal dunia.

8
Adapun penyebaran karakteristik manifestasi klinik dari tiga jenis penyakit

menular adalah sebagai berikut:

1. Kelompok pertama yakni penyakit dengan keadaan lebih banyak penderita

terselubung yakni penderita tanpa gejala atau hanya disertai gejala ringan saja,

di mana penyakit tidak menampakkan diri pada berbagai tingkatan. Contohnya

adalah tuberculosis (TBC).

2. Kelompok kedua adalah penyakit dengan lebih banyak penderita dengan gejala

klinis jelas, contohnya adalah campak.

3. Kelompok ketiga adalah penyakit yang menunjukkan proses kejadian yang

umumnya berakhir dengan kelainan atau kematian seperti rabies.

2.2.7 Komponen proses penyakit menular

1. Faktor penyebab penyakit menular

a. Kelompok serangga (arthropoda)

b. Kelompok cacing (helminth)

c. Kelompok protozoa

d. Fungus atau jamur

e. Bakteri

f. Virus

2. Cara penularan

Adapun cara penularan dari agent ke pejamu :

a. Kontak langsung

1) Langsung dari orang ke orang

2) Langsung dari binatang ke orang

3) Langsung dari tumbuhan ke orang

9
4) Langsung dari orang korang melalui kontak benda lain.

Penularan ini lebih bersifat kontak dengan benda yang terkontaminasi.

b. Melalui udara

c. Melalui makanan dan minuman

d. Melalui vektor

3. Sumber penularan (Reservoir)

a. Manusia (penderita)

Manusia sebagai reservoir penyakit menular dibagi atas tiga kategori utama

1) Reservoir yang umumnya selalu muncul sebagai penderita

2) Reservoir yang dapat menjadi sebagai penderita atau karier

3) Reservoir yang merupakan penderita namun tidak dapat menularkan

langsung penyakitnya tetapi harus melalui perantara vektor atau pejamu

lain.

b. Binatang atau benda lain

4. Tempat Masuknya Ke Dalam Penjamu

Tempat masuknya bibit penyakit kedalam tubuh manusia sama dengan tempat

keluarnya bibit penyakit apakah melalui saluran pernapasan, saluran

pencernaan, saluran perkemihan, kulit dan sebagainya.

5. Kerentanan Penjamu

Kerentanan atau kepekaan penjamu terhadap penyakit sangat tergantung

kepada:

a. Faktor genetic (keturunan)

b. Daya tahan tubuh penjamu terhadap suatu penyakit,

10
c. Keadaan gizi,

d. Pola hidup dan sebagainya.

2.2.8 Tiga aspek penularan penyakit dari orang ke orang

1. Waktu generasi (generation time)

Masa antara masuknya penyakit pada pejamu tertentu sampai masa kemampuan

maksimal pejamu tersebut dapat menularkan penyakit.

Beda masa tunas dan generasi, kalau masa tunas, waktu dari masuknya agent

sampai timbulnya gejala, sedang waktu generasi, waktu dari masuknya agent

sampai timbulny kemampuan untuk menularkan.

2. Kekebalan kelompok (Herd immunity)

Tingkat kemampuan atau daya tahan suatu kelompok penduduk tertentu

terhadap serangan atau penyebaran penyakit menular tertentu berdasarkan

tingkat kekebalan suatu kelompok penduduk tertentu. Tingkat kekebalan suatu

kelompok masyarakat dapat dianggap membantu dalam mencegah terjadinya

wabah.

3. Angka serangan (Attack rate)

Adalah sejumlah kasus yang berkembang atau muncul dalam satu satuan waktu

tertentu di kalangan anggota kelompok yang mengalami kontak serta memiliki

risiko terhadap penyakit tersebut.

Angka serangan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penularan dan tingkat

keterancaman dalam keluarga, dimana tata cara dan kossep keluarga, sistem

hubungan keluarga dengan masyarakat serta hubungan individu dalam

kehidupan sehari hari pada kelompok populasii tertentu merupakan unit

epidemiologi tempat penularan penyakit berlangsung.

11
2.2.9 Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular

1. Pencegahan penyakit menular

a. Pencegahan tingkat pertama

1) Menurunkan faktor penyebab atau agent

2) Modifikasi dan manipulasi lingkungan

3) Meningkatkan daya tahan pejamu

b. Pencegahan tingkat kedua

1) Deteksi dini penderita dan aktif dalam peningkatan usaha surveilance

penyakit tertentu

2) Pemberian chemoprophylaxis

c. Pencegahan tingkat ketiga

1) Pencegahan jangan sampai terjadi cacat atau kelainan permanen

2) Mencegah bertambah parahnya penyakit atau mencegah kematian

3) Rehabilitasi

d. Strategi pencegahan

1) Sasaran yag bersifat umum ditujukan kepada individu atau kelompok

masyarakat

2) Usaha pencegahan melalui pelaksanaan yang berencana dan terpogram

3) Usaha yang diarahkan pada peningkatan standar hidup dan lingkungan

4) Usaha pencegahan dan penanggulangan wabah

2. Penanggulangan penyakit menular

a. Sasaran langsung pada sumber penularan pejamu

1) Binatang

12
a) Memusnahkan binatang yang terinfeksi dan imunisasi serta

pemeriksaan berkala untuk melindungi binatang lain

b) Kerja sama dengan instansi lain

2) Manusia

a) Isolasi dan karantina

b) Pengobatan untuk menghilangkan unsur penyebab

c) Surveilans individu

b. Sasaran ditujukan pada cara penularan

1) Penyuluhan kesehatan

2) Desinfeksi udara

3) Perbaikan ventilasi

4) Memberantas makanan dan minuman yang terkontaminasi

5) Pemberantasan serangga dan binatang perantara lainnya

6) Kerjasama lintas sektor

c. Sasaran ditujukan pada pejamu potensial

1) Peningkatan kekebalan khusus (imunitas)

2) Peningkatan kekebalan umum(resistensi)

2.2.10 Istilah dalam penyakit menular

1. Carrier yaitu manusia atau hewan tempat berdiamnya agent menular spesifik

dengan adanya penyakit yang secara klinis tidak terlihat nyata, tetapi dapat

bertindak sebagai sumber infeksi yang cukup penting.

2. Case fatality rate yaitu persentase dari jumlah orang yang diagnosis menderita

penyakit yang telah ditentukan dan meninggal karenanya.

13
3. Chemopraphilaxis adalah pemberian bahan kimiawi termasuk antibiotika untuk

mencegah pertumbuhan dan perkembangan infeksi menjadi penyakit yang

nyata.

4. Communicable disease yaitu penyakit yang disebabkan oleh unsur / agent

penyebab menular tertentu atau hasil racunnya, yang terjadikarena perpindahan

dari orang yang terinfeksi, hewan atau reservoir lainnya kepada pejamu yang

rentan baik secara langsung maupun tidak langsung.

5. Communicable period yaitu waktu atau selama waktu tertentu dimana agent

menular dapat dipindahkan baik secara langsung maupun tidak langsung dari

orang terinfeksi ke orang lain, dari hewan terinfeksi ke manusia atau sebaliknya

termasuk arthropoda.

6. Contact adalah hewan atau orang yang berhubungan dengan hewan atau orang

yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi sehingga memberi peluang

untuk tertular oleh agent.

7. Contamination yaitu adanya agent menular pada permukaan tubuh tidak bisa

dianggap sebagai carrier.

8. Desinfection yaitu mematikan agent penyakit menular dengan bahan-bahan

kimiawi atau alat/cara yang bersifat fisik diluar tubuh.

9. Desinfestation yaitu semua proses baik secara fisik maupun kimiawi untuk

merusak/menghancurkan bentuk-bentuk hewan kecil yang tidak dikehendaki

khususnya arthropoda dan hewan pengerat yang ada pada orang, pakaian, atau

dalam lingkungan seeorang atau pada hewan hewan peliharaan.

10. Transmission of infectious agent adalah cara atau mekanisme agentmenular

menyebar dari sumber atau reservoir ke manusia

14
11. Source of infection adalah manusia,hewan, objek lain dimana suatu agent

menular berada pada tubuh pejamu.

12. Surveilans of disease adalah penelitian yang cermat dari segala aspek terjadinya

dan penyebaran penyakit yang berhubungan dengan penanggulangan yang

berlaku.

13. Pathogenocity adalah kemampuan agent untuk menyebabkan penyakit pada

pejamu yang rentan

14. Virulence adalah tingkat patogenitas suatu agent menular

15
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Penyakit menular atau penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh

sebuah agen biologis (virus, bakteri atau parasit) bukan disebabkan faktor fisik atau

kimia. Sekarang ini banyak penyakit menular yang telah mampu diatasi bahkan ada

yang telah dapat dibasmi berkat kemajuan teknologi dalam mengatasi masalah

lingkungan biologis yang erat hubungan nya dengan penyakit menular. Akan tetapi

masalah penyakit menular masih tetap dirasakan oleh sebagian besar penduduk

negara berkembang, di samping munculnya masalah baru pada negara yang sudah

maju. Penguasaan teknologi terhadap pengaruh lingkungan biologis yang erat

hubungan nya dengan penyakit menular maka penguasaan terhadap lingkungan

fisik sedang dikembangkan di berbagai negara dewasa ini yang sejalan dengan

terhadap lingkungan biologis.

3.2 Saran
Setelah memahami makalah ini diharapkan mahasiswa dapat menerapkan

ilmu epidemiologi penyakit menular dalam kehidupan sehari hari dan diharapkan

masyarakat dapat melakukan pencegahan secara mandiri agar terhindar dari

penyakit menular.

16
DAFTAR PUSTAKA

Kunoli,J, Firdaus. 2013. Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta: Trans


Info Media
Noor, Prof.Dr Nur Nasry,MPH. 1997. Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular.
Jakarta: Rineka Cipta
Rajab, Wahyudin, 2009. Buku Ajar Epidemiologi untuk Mahasiswa Kebidanan.
Jakarta: EGC

Anda mungkin juga menyukai