Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN

PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BARANG BERMANFAAT

OLEH :

I GEDE JEAN SURYA WIJAYA (23)

I GEDE MAVINDRA ADIYASA (26)

SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) 5 DENPASAR

JALAN SANITASI NOMOR 2 SIDAKARYA DENPASAR

2011
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya kami
bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Barang
Berguna. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata pelajaran Llingkungan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak guru yang telah membimbing kami dan semua
pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Pengolahan Sampah Plastik menjadi Barang Bermanfaat

OLEH :

I GEDE JEAN SURYA WIJAYA (23)

I GEDE MAVINDRA ADIYASA (26)

Halaman

Disahkan di : Denpasar

Pada tanggal :

Oleh : I Wayan Suastika

Mengetahui

(I Wayan Suastika)

NIP : 19630710 198903 1029


DAFTAR ISI

Halaman judul

Kata Pengantar

Lembar Pengesahan

Daftar Isi

BAB 1 : Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan

1.4 Manfaat

1.5 Batasan Masalah

BAB 2 : Permasalahan

2.1

2.2

2.3

BAB 3 : Penutup

3.1 Simpulan

3.2 Saran/Rekomendasi

Daftar Pustaka

Lampiran-lampiran
BAB I
Pendahuluan
1.1
Latar belakang
Sampah merupakan konsekuensi kehidupan, yang sering menimbulkan
masalah, dan jumlahnya akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan
jumlah penduduk dan beragam aktivitasnya. Peningkatan jumlah penduduk berarti
peningkatan jumlah timbulan sampah, dan semakin beragam aktivitas berarti
semakin beragam jenis sampah yang dihasilkan. Hal ini tentunya akan menambah
banyak sampah yg akan mencemari lingkungan dan akan berdampak pada
kesehatan kita, sampah sangat banyak memberikan dampak negative bagi
kehidupan kita, tetapi di samping itu ada dampak positifnya yaitu sampah harus
mulai dipandang sebagai sumber daya. Ini berarti kebiasaan membuang harus
diubah menjadi mengolah. Konsep yang dapat digunakan dalam mengolah sampah,
adalah konsep 4R, yaitu:

 Reduce: mengurangi penggunaan produk yang akan menghasilkan sampah.

 Reuse : menggunakan ulang, menjual atau menyumbangkan barang-barang


yang masih dapat dimanfaatkan.

 Recycle: memodifikasi benda yang tadinya tidak bermanfaat, menjadi


bermanfaat.

 4. Recovery: upaya pengambilan kembali atau pemanfaatan material yang


masih dapat dimanfaatkan
1.2
Rumusan Masalah :

 Dampak yg di timbulkan sampah plastic bagi lingkungan dan kesehatan.

 Cara pengolahan/daur ulang sampah plastic menjadi bahan yg lebih


bermanfaat.

1.3
Tujuan Penulisan :

 Untuk mengetahui dampak dari sampah plastic yg ada di lingkungan kita


bagi kehidupan manusia.
 Untuk mencari cara/solusi mengatasi sampah plastic yg berdampak negative.
 Untuk mengetahui cara pengolahan sampah plastic yg tidak berguna menjadi
barang yg berguna dan kreatif.

1.4

Manfaat penulisan :

 Kita bisa mengetahui dampak dari sampah plastic yg negative maupun


negative dan solusi untuk mengatasi sampah plastic tersebut
 Dapat memberi informasi bahwa sampah plastic tidak hanya memiliki
dampak negative saja tetapi juga memberi dampak positif karena sampah
plastic bias di daur ulang menjadi barang yg lebih berguna dan kreatif.

1.5

Batasan masalah :

 Dampak dari sampah plastic, cara penanggulangan, dan cara membuat


sampah plastic menjadi barang yg lebih bermanfaat
BAB II

Permasalahan

2.1
 BAHAYA SAMPAH PLASTIK BAGI LINGKUNGAN DAN KESEHATAN

Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih
tetap menjadi "PR" besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah
plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.
Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik
itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik
ternyata sebesar fungsinya juga.
Lalu apakah anda tahu bahaya apa saja yang disebabkan kantong plastik bagi lingkungan hidup?
Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau
terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-
partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.
Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan
yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin.
Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit
kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.
Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga
mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika
sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10
kali lipat! Coba anda bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau
menggunung di bumi kita ini. Dan tahukah anda? Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun
kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170
kantong plastik setiap tahunnya (coba kalikan dengan jumlah penduduk kotamu!)
Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia
setiap tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-
kota besar.
Sampah plastik dapat menyebabkan perubahan iklim?
Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca
ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta
pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan
di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.
Lantas, apa solusinya mengatasi sampah kantong plastik?
Berbagai upaya menekan penggunaan kantong plastik pun dilakukan oleh beberapa Negara.
Salah satunya dengan melakukan upaya kampanye untuk menghambat terjadinya pemanasan
global. Sampah kantong plastik telah menjadi musuh serius bagi kelestarian lingkungan hidup.
Jika sampah bekas kantong plastik itu dibiarkan di tanah, dia akan menjadi polutan yang
signifikan. Kalau dibakar, sampah-sampah itu pun akan secara signifikan menambah kadar gas
rumah kaca di atmosfer.
Apa yang harus kita lakukan?
Kurangi penggunaan kantong plastik sekarang juga dan gunakan tas kain setiap kali berbelanja.
Jika hanya membeli sedikit, masukan barang belanjaan ke dalam tas. Ingatkan orang rumah atau
teman kamu untuk selalu membawa tas kain saat belanja. Hubungi supermarket, mall dan toko
buku langganan kamu untuk berhenti memberikan kantong plastik.
Namun seperti diungkapkan anggota Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan lingkungan
Tatar Sunda (DPLKTS) Sobirin, pengolahan sampah menjadi solusi terbaik. Jika rumah tangga
atau komunitas terkecil di lingkungan belum bisa mengolahnya, di daur ulang, maka pemilahan
menjadi langkah kecil terbaik.
Terlepas dari usaha dan upaya tersebut, menurut pendapat saya pribadi semuanya akan berpulang
kembali kepada individu-individu masing-masing. Dan kesadaran dirilah yang menentukan
berjalan atau tidaknya langkah-langkah yang telah di anjurkan.
Saat berbagai Negara mulai melarang dan merespon terhadap bahaya penggunaan kantong
plastik, seperti di Kenya dan Uganda malah sudah secara resmi melarang penggunaan kantong
plastik. Sejumlah Negara mulai mengurangi penggunaan kantong plastik diantaranya Filipina,
Australia, Hongkong, Taiwan, Irlandia, Skotlandia, Prancis, Swedia, Finlandia, Denmark,
Jerman, Swiss, Tanzania, Bangladesh, dan Afrika Selatan. Singapura, sejak April 2007
berlangsung kampanye ‘Bring Your Own Bag’ (bawa langsung kantong anda sendiri), digelar
oleh The National Environment Agency (NEA). Dan Pemerintahan China juga telah
mengeluarkan rancangan undang-undang (RUU) mengatasi kantong plastik. Dan reaksi yang
telah disiapkan antara lain pelarangan penggunaan tas plastik di Departement Store.Para pembeli
akan dikenakan bayaran untuk kantong plastik dan akan diberlakukan standardisasi produksi tas
plastik.
Sedangkan bagaimana dengan Indonesia sendiri? Pemerintah belum secara nyata membuat
kebijakan tersebut. Menyadari dengan kondisi Indonesia yang sekarang ini maka terinspirasilah
dari berbagai informasi tentang pelarangan penggunaan kantong plastic dari berbagai Negara.
Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) ITB sejak sebulan terakhir mulai menjalankan
kampanye untuk ‘memusuhi’ kantong plastik, seperti yang dilakukan oleh Negara Singapura.
HMTL berupaya membangun komunitas yang benar-benar sadar akan bahaya penggunaan
plastik secara berlebihan. Acara “Plastic Phobia” yang merupakan rangkaian akhir dari “Anti
Plastic Campaign Bag” atau Kampanye Anti Kantong Plastik itu diwarnai oleh “happening art”
dan aksi seni instalasi dari mahasiswa Design Grafis ITB.
“Semangat merubah budaya penggunaan kantong plastik perlu dilakukan dari individu masing-
masing. Upaya ini sangat positif untuk menghentikan bencana lingkungan akibat kantong plastik
di masa depan” kata Rektor ITB Prof. Dr. Joko Santoso di sela-sela acara kampanye itu. Menurut
Joko, sudah selayaknya kawula muda lebih peduli dan ramah kepada lingkungan, karena
generasi muda akan menentukan penyelamatan lingkungan di masa mendatang.
Jadi ingat, jangan membakar sampah plastik karena jika sampah itu di bakar racun yang ada
dalam sampah tersebut akan membuat polusi di udara termasuk pada udara yang kita hirup yang
dapat membuat kita sakit. Jangan mengubur sampah plastik karena racun yang ada di dalam
sampah akan meresap atau merembes kedalam tanah dan membuat air yang ada dalam tanah
akan tercemar begitu juga lingkungan di sekitarnya. Jangan membuang sampah plastik, karena
racun yang ada dalam sampah dapat mencemari lingkungan di sekitar kita, makhluk hidup dan
lingkungan kita akan mengalami kerusakan dan racun akan terus bertambah dimana-mana

2.2
 DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK BISNIS YANG MENJANJIKAN DAN
RAMAH LINGKUNGAN

Sampah plastik merupakan fenomena yang tidak dapat terhindarkan hampir disetiap penjuru
lingkungan terdapat sampah plastik. Sampah plastik dari sektor pertanian saja setiap tahun
mencapai 100 juta ton. Dengan jumlah sebanyak itu kita bisa membungkus bola bumi yang kita
tinggali ini sepuluh kali lipat. benar-benar jumlah yang amat berlebihan mengingat angka di
atas barulah sampah dari sektor pertanian saja.

Dan sampah plastik selama ini benar-benar hanya dilihat sebagai sampah semata. Hampir-hampir
tidak ada yang bisa melihat sisi positif pada sampah plastik, bahkan pemulung pun enggan
mengumpulkannya. Padahal sejatinya, sampah plastik ini bisa didaur ulang menjadi bahan baku
pembuatan plastik. Permintaan terhadap bahan baku ini pun sangat besar sehingga pabrik
pembuatan plastik sering kehabisan stok bahan baku.
Belum lagi kalau dilihat dari sisi penyerapan tenaga kerjanya. Dalam bisnis ini banyak pihak
yang bisa terlibat di dalamnya. Misalnya pemulung, penampung, bandar sampah plastik bekas,
maupun pemasok ke perusahaan daur ulang sampah plastik.

Di dalam perusahaan/pabrik daur ulang sampah plastik sendiri banyak menampung tenaga kerja
dari mulai: tenaga sortir plastik, tenaga giling, tukang pres, tukang jemur, tenaga
pengepakan/packing sampai staf administrasi dan keuangan, mereka semua mendapatkan upah
yang cukup lumayan dan memadai untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari.

Usaha daur ulang plastik, juga sangat berperan dalam membantu dan memelihara kebersihan
lingkungan. Berbagai sampah plastik tersebut jika dibiarkan akan menjadi timbunan sampah,
yang lama-kelamaan merupakan ancaman bencana yang berbahaya, seperti yang belum lama ini
terjadi. Berbagai sampah plastik tersebut tidak dapat terurai sehingga tidak ramah atau
berbahaya bagi lingkungan.Perspektif bisnis, sosial dan lingkungan inilah yang mendasari Ir
Herman Sutirto, MSc mendirikan PLASSBEK, akronim dari dari PLAS-tik BEK-as.
Kegiatan bisnisnya dimulai 8 Mei 2004. Awalnya PLASSBEK hanya melakukan usaha jual-beli
plastik daun (plastik lembaran bersih saja). Plastik daun yang kotor dicuci, kemudian dijemur
dan langsung dijual, belum menggunakan mesin giling/crusher.
Awal Februari 2005, PLASSBEK mulai memproduksi (menggiling plastik daun/lembaran).
Bahkan PLASSBEK bergerak lebih jauh lagi dengan menggandeng BE B.O.S.S. untuk
pengembangan usaha ini melalui skema franchise. Saat ini perusahaan hanya
memproduksi/menggiling plastik kelompok film grade yaitu plastik daun/plastik lembaran saja.

Jenis usaha daur ulang sampah plastik merupakan salah satu usaha yang handal dan fleksibel, di
mana d permintaan pasar terus meningkat, mengingat hampir semua perusahaan/pabrik
biji/pellet plastik daur ulang plastik maupun produk – jadi (End Product) membutuhkan bahan
baku plastik daur ulang yang cukup tinggi .
Bahkan pasar dari hasil daur ulang plastik ini bukan hanya di dalam negeri, karena pasar
mancanegara justru banyak mencari bahan baku ini. Di pasar Internasional PET daur ulang
memiliki nama PET Flakes/PET Regrind dengan size 10 mm. Pasar ekspor menyerap jauh lebih
besar daripada pasar domestik. Negara yang banyak memanfaatkan PET Flakes adalah: Taiwan,
India, Vietnam, Pakistan, RRC.

Tetapi pasar dalam negeri sendiri pun sampai saat ini masih kekurangan pasokan. Untuk pasar
domestik, pada umumnya terbagi menjadi 2 kelompok plastik daur ulang, yaitu: kelompok film
grade dan non-film grade seperti sampah plastik lembaran kemasan makanan (kantong gula,
tepung, dan lain-lain), kantong belanja (kresek), kantong sampah, pembungkus tekstil, tas,
garmen, pembungkus rokok, pembungkus baju/kaos, karung plastik, dan lain-lain. Untuk non-
film grade ada botol air mineral, juice, saos, minyak goreng, kosmetik, shampoo, oli, tutup botol,
krat botol, ember, mainan, tong sampah, container, pipa PVC, kabel listrik, selang air, plastik
gelombang, dan lain-lain.

Semua pabrik plastik daur ulang (recycling) membutuhkan plastik-plastik bekas (sampah plastik)
baik dari kelompok film grade (plastik daun) maupun dari non-film grade. Plastik-plastik
tersebut sebagai bahan utama/campuran untuk diproses daur ulang menjadi biji/pellet plastik,
sehingga dikenal dengan nama biji/pellet plastik daur ulang. Hal ini hanya untuk membedakan
dengan biji plastik original (asli).
Karena biji plastik asli sebagian besar masih impor, sehingga harganya cukup mahal (tergantung
dolar dan harga minyak dunia). Maka biji/pellet plastik daur ulang dapat menjadi suatu alternatif,
dengan harga yang sangat kompetitif. Dan tentu saja bisnis ini sangat prospektif.
2.3
 MENGOLAH SAMPAH PLASTIK MENJADI KERAJINAN

Kerajinan Tangan dari sampah plastik merupakan kerajinan yang bisa menjadi alternatif
peluang usaha di sekeliling kita. Seperti diketahui Plastik merupakan bahan kebutuhan yang
banyak dipergunakan dalam kehidupan manusia modern. Akan tetapi sisa sampah dari plastik
menjadi permasalahan tersendiri bagi kehidupan.

Solusinya adalah dengan mengurangi penggunaan bahan yang berasal dari plastik atau mendaur
ulang sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat . Sampah plastik bisa diolah menjadi
aneka Kerajinan yang memiliki potensi ekonomi yang cukup baik. Peluang usaha Kerajinan
sampah plastik ini disamping mendatangkan rezeki juga mengurangi polu

Mengubah Sampah Plastik Menjadi Produk Kerajinan Kreatif

Sampah plastik identik dengan jenis sampah yang sulit untuk


didaur ulang secara alami di dalam tanah. Oleh karena itu, resiko sampah plastik untuk dibuang
secara sembarangan lebih besar dibanding sampah organik yang dapat terurai oleh tanah. Dilain
pihak, pengepul sampah biasanya hanya mencari/membeli sampah plastik yang tidak mempunyai
banyak warna (polos).

Harga sampah plastik yang polos cenderung lebih tinggi daripada sampah plastik yang berwarna.
Namun, konsumsi manusia modern menghasilkan sampah plastik dengan beragam warna dan
dilapisi aluminium foil yang kadangkala sama sekali tidak mempunyai harga jual kembali oleh
pengepul sampah. Sampah-sampah jenis ini kemudian hanya berakhir sebagai limbah dimana
kebanyakan cara penyelesaiannya adalah dengan cara dikubur dan dibakar. Padahal, sampah
plastik yang dikubur didalam tanah tidak akan terurai hingga lebih dari 1000 tahun dan
pembakaran sampah plastik akan menghasilkan racun yang berbahaya bagi manusia yang
mengirupnya.
Permasalahan sampah plastik berwarna ini disikapi oleh masyarakat Desa Sukunan dengan
mengolah sampah plastik berwarna menjadi produk kerajinan yang kreatif. Wisatawan atau
kunjungan tamu di Desa Sukunan dapat memilih berbagai produk kerajinan dari sampah plastik
dengan beragam bentuk dan motif. Mulai dari tas, dompet, sampul buku, tempat koran, kursi,
penutup majic jar, atau galon dan berbagai macam produk unik yang berasal dari sampah plastik.
Produk-produk kerajinan sampah plastik terebut dijual dengan harga yang terjangkau, mulai dari
5.000 hingga 100.000 rupiah, tergantung model, bentuk dan jenis dari kerajinan tersebut.

Pelatihan pembuatan kerajinan dari sampah plastik ini dikelola


oleh ibu-ibu di Desa Sukunan. Selain dapat memilih kerajinan sampah plastik, wisatawan juga
dapat mencoba belajar untuk membuat produk kerajinan tersebut. Ibu-ibu di Desa Sukunan dapat
memberikan pelatihan singkat mengenai cara pembuatan kerajinan sampah plastik. Paket wisata
ini dapat menjadi alternatif bagi wisatawan untuk dapat mulai berpikir kreatif dengan mengubah
sesuatu yang tiada harganya menjadi sesuatu yang bernilai jual. Dalam pelatihan pembuatan
kerajinan plastik ini, wisawan akan diajarkan mulai dari awal pembuatan kerajinan ini. Mulai
dari mencari sampah plastik, membuat desain, menentukan pola, hingga menjahit plastik menjadi
sebuah produk kerajinan.

Pelatihan singkat mengenai pembuatan kerajinan plastik ini cukup unik untuk menjadi hal baru
yang patut untuk dicoba. Dalam pelatihan ini, semua peralatan, bahan dan panduan sudah
disediakan oleh pemuda-pemuda Desa Sukunan. Hasil dari pelatihan pembuatan kerajinan dari
plastik ini dapat dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Pelatihan pengolahan sampah plastik
menjadi berbagai macam dan bentuk kerajinan ini sangat terjangkau. Pelatihanpun dapat
diadakan sesuai dengan jadwal kunjungan dengan membuat perjanjian terlebih dahulu. Hal ini
dikarenakan banyaknya ibu-ibu yang dapat mengajar pelatihan pembuatan kerajinan plastik di
Desa Sukunan.

Cara Mengolah Sampah Plastik Menjadi Kerajinan

Langkah awal mengolah sampah plastik menjadi kerajinan adalah adalah memisahkan sampah
kering dan sampah basah. Selanjutnya sampah kering seperti bungkus minuman ringan seperti
kopi, susu dan mi instan dibersihkan. Setelah itu plastik-plastik yang telah dicuci dan
dikeringkan kemudian dipotong-potong seperti pola barang kerajinan yang akan dibuat. Pola
dibuat sesuai dengan bentuk barang yang akan dibuat. Setelah dipotong sesuai dengan pola,
langkah selanjutnya adalah menjahit sesuai dengan pola tersebut. Yang diperlukan adalah
ketelatenan dari penjahit.

Saat ini kerajinan dari sampah plastik telah menjadi produk fashion tersendiri yang berasal dari
barang daur ulang atau bisa disebut trashion. Trashion ini artinya fashion dari sampah.Dengan
menjadi trashion nanti, produk kerajinan daur ulang sampah kering akan bisa dinikmati tidak saja
kalangan masyarakat menengah ke bawah tapi juga kalangan menengah atas yang biasanya
sangat memperhatikan kualitas produk kerajinan yang akan dibeli. (Galeriukm).
BAB III
Penutup
Kesimpulan :

 Sampah plastic merupakan sampah yg sangat sulit terurai dan dapat


memberi banyak dampak negative bagi lingkungan kita, karena itu
sebaiknya kita mencari dampak positif dari smapah tersebut dngn cara
memanfaatka sampah plastic tersebut menjadi barang yang lebih berguna
untuk menjaga lingkungan sekitar kita agar tidak tercemar sekaligus
menjaga keindahan Bumi kita.

Saran-Saran :

 Jagalah bumi kita dengan mulai dari diri sendiri, jagalah kebersihan
lingkungan sekitar agar terlihat indah dan nyaman. Kita harus menyadarai
bahwa kita lah yg harus bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian bumi
ini.
 Janganlah melihat bahwa sampah tersebut hanya dapat memberikan dampak
negative, jika kita berusaha, kita dapat membuat sampah tersebut menjadi
barang yg lebih berguna dari pada hanya dibiarkan dan dapat mencemari
lingkungan.