Anda di halaman 1dari 13

KENAKALAN REMAJA

SMPN 185 JAKARTA

KARYA TULIS SEDERHANA

OLEH:

GOESTAV ADAILAMY

SMP NEGERI 185 JAKARTA

JL.KEMANDORAN 1 GROGOL UTARA

JAKARTA SELATAN
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah karena atas berkah, rahmat, dan hidayahNya
sehingga karya tulis ini dapat selesai sebagaimana yang saya harapkan. Tugas karya tulis
yang diberi judul “ Kenakalan Remaja” ini ialah suatu karya tulis yang terbentuk dari hasil
kerja saya dimana tugas ini merupakan tugas dari aspek penilaian mata pelajaran Bahasa
Indonesia.

Kemudian dengan selesainya makalah ini, saya menghaturkan rasa terimakasih kepada guru
Bahasa Indonesia yakni bapak paulus palobo yang telah membimbing saya dan teman teman
dalam mengajarkan langkah-langkah pembuatan karya tulis. sehingga karya tulis ini dapat
tersusun meski banyak kekurangan didalamnya. Harapan penulis semoga karya tulis yang
telah saya susun ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Penulis menyadari bahwa dalam karya tulis ini masih banyak terdapat kekurangan dan
kesalahan. Kritik serta saran yang membangun dari pembaca penulis harapkan agar
kedepannya karya tulis ini dapat jauh lebih baik lagi. Terimakasih.

Jakarta, Oktober 2018

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Judul…………………………………………………………………………..…i

Motto……………………………………………………………………………………...ii

Lembar pengesahan………………………………………………………………………iii

Kata Pengantar …………………………………………………………………….……iv

Daftar Isi …………………………………………………………………………………v

BAB I. Pendahuluan ……………………………………………………………1

1.1 Tema ……………………………………………………………………1

1.2 Judul ………………………………………………1

1.3 Latar Belakang ………………………………………………………………1

1.4 Rumusan Masalah ………………………………………………………….1

1.5 Tujuan …………………………………………………………………..1

BAB II. Pembahasan & Isi …………………………………………………………..2

2.1 Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja ……………………3

2.1.1 Faktor Internal ……………………………………………………..3

2.1.2 Faktor Eksternal …………………………………………………..3

2.2 Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan ……………………..4

2.3 Contoh / Jenis-jenis Kenakalan remaja …………………….8

2.4 Tips untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja…………...8

BAB III. Penutup ……………………………………………………………..9

3.1 Simpulan ……………………………………………………………………9

3.2 Saran ……………………………………………………………………..9

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………….10

Lampiran…………………………………………………………………………….11
1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 TEMA

Kenakalan Remaja

1.2 JUDUL

Nakalnya Anak SMA Jaman Sekarang

1.3 LATAR BELAKANG

· Banyaknya remaja yang melakukan kenakalan remaja yang tidak sewajarnya.

· Ditinjau dari lingkungan sekitar yang mendukung akan anak remaja berbuat negatif.

· Kenakalan remaja terjadi karena banyaknya pengaruh dari luar yang sedang marak
terjadi.

· Kembali kepada masing-masing individu.

1.4 RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang menyebabkan kenakalan remaja terjadi ?

2. Bagaimana peran orang tua, guru dan lingkungan sehingga anak melakukan kenakalan
remaja ?

3. Bagaimana para remaja bisa berubah menjadi remaja yang nakal ?

4. Dampak apa saja yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja ?

5. Apa tips untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja?


2

1.5 TUJUAN

Mengetahui penyebab kenakalan remaja dan gejala-gejala yang dapat memperlihatkan


hal-hal yang mengarah pada kenakalan remaja serta untuk memahami hal-hal yang perlu
diperhatikan untuk menanggulangi kenakalan remaja.
3

BAB II

ISI

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum
pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan
orang-orang di sekitarnya. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka
yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak,
namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa
transisi. Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak
terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika
Serikat.

Kenakalan remaja menjadi hal yang perlu di waspadai dan lebih diperhatikan karena
seiring berkembangnya seorang anak, sudah sewajarnya seorang remaja melakukan sebuah
kenakalan. Selama kenakalan itu masih pada tingkat yang wajar. Oleh karena itu peran orang
tua dalam mendidik seorang anak apalagi remaja sangat diperlukan penanaman nilai, dan
norma yang diberikan sejak dini dapat mempengaruhi sikap, perbuatan mental seorang anak
untuk dapat memilah mana hal yang perlu ditiru, dan mana hal yang tidak patut ditiru, pada
intinya seorang anak dapat melihat mana yang baik dan mana yang tidak baik. Apabila peran
orang tua tidak maksimal sejak anak masih kecil, pada saat tumbuh menjadi seorang
remajapun tidak menutup kemungkinan seorang remaja berbuat hal yang melanggar aturan.
Seperti banyak contoh yang terjadi, seorang remaja kedapatan sedang merokok, meminum-
minuman keras, sampai sex bebas dilakukan tanpa rasa bersalah. Hal itu karena tidak adanya
pengawasan orang tua, atau kurangnya perhatian dari orang tua.

Banyak faktor-faktor yang membuat remaja memasuki dunia pergaulan yang rusak.
Biasanya hal ini berawal dari mereka berteman dengan teman yang membawa dampak buruk,
karena masa remaja itu masa dimana keadaan psikis remaja bisa mudah terpengaruh. Ada
faktor yang berasal dari keluarga, karena kurangnya perhatian dari keluarga membuat anak
menjadi royal dalam pergaulan. Faktor terpenting yang membuat remaja mudah terjerumus
dipergaulan bebas karena kurangnya agama yang membentengi pikiran dan jiwa anak. Oleh
karena itu, pendidikan dasar agama pada anak sangat diperlukan dalam kehidupan si anak.
Berhasil atau tidak berhasilnya anak, kembali lagi pada peran keluarga dalam memberikan
pendidikan agama dan pada diri anak sendiri.
4

2.1 PENYEBAB TERJADINYA KENAKALAN REMAJA

Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal)
maupun faktor dari luar (eksternal).

2.1.1 Faktor Internal :

1. Krisis identitas

Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk
integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua,
tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa
integrasi kedia.

2. Kontrol diri yang lemah

Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima
dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka
yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa
mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

2.1.2Faktor Eksternal :

1.Keluarga

Perceraian orang tua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar
anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di
keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau
penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.

2.Pengaruh kawan sepermainan yang kurang baik

3. Komunitas / lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan kenakalan remaja :

reaksi frustasi dirigangguan berpikir dan intelegensia pada diri remaja

kurangnya kasih sayang orang tua / keluarga

kurangnya pengawasan dari orang tua


5

dampak negatif dari perkembangan teknologi modern

dasar-dasar agama yang kurang

tidak adanya media penyalur bakat/hobi

masalah yang dipendam

2.2 Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan

Sebenarnya menjaga sikap dan tindak tanduk positif itu tidak hanya tanggung jawab para
guru dan keluarganya, tetapi semua orang, Guru yang selalu mengusahakan keluarganya
menjadi garda terdepan dalam memberikan pendidikan dengan sebuah contoh, adalah
cerminan komitmen dan pendalaman makna dari seorang guru. Sang guru harus berusaha
agar keluarganya baik dan tidak korupsi agar ia dapat mengajari kepada murid-muridnya
yang merupakan remaja generasi penerus bangsa memiliki moral dan ahlak baik dan tidak
korupsi, berusaha tidak berbohong agar murid-muridnya sebagai remaja yang baik tidak
menjadi pendusta, tidak terjaebak dalam kenakalan remaja.

Guru adalah profesi yang mulia dan tidak mudah dilaksanakan serta memiliki posisi yang
sangat luhur di masyarakat. Semua orang pasti akan membenarkan pernyataan ini jika
mengerti sejauh mana peran dan tanggung jawab seorang guru . Sejak saya baru berusia 6
tahun hingga dewasa, orang tua saya yang merupakan seorang guru, selalu memberikan
instruksi yang mengingatkan kami para anak-anaknya adalah anak seorang guru yang harus
selalu menjaga tingkah laku agar selalu baik dan jangan sampai melakukan sebuah kesalahan
. Seberat itukah, seharus itukah kami bertindak Lantas apa hubungan profesi orang tua
dengan dengan anak-anaknya, apakah hanya anak seorang guru yang harus demikian ?

Peran guru tidak hanya sebatas tugas yang harus dilaksanakan di depan kelas saja, tetapi
seluruh hidupnya memang harus di dedikasikan untuk pendidikan. Tidak hanya
menyampaikan teori-teori akademis saja tetapi suri tauladan yang digambarkan dengan
perilaku seorang guru dalam kehidupan sehari-hari.

Terkesannya seorang Guru adalah sosok orang sempurna yang di tuntut tidak melakukan
kesalahan sedikitpun, sedikit saja sang guru salah dalam bertutur kata itu akan tertanam
sangat mendalam dalam sanubari para remaja. Jika sang guru mempunyai kebiasaan buruk
dan itu di ketahui oleh sang murid, tidak ayal jika itu akan dijadikan referensi bagi para
6

remaja yang lain tentang pembenaran kesalahan yang sedang ia lakukan, dan ini dapat
menjadi satu penyebab, alasan mengapa terjadi kenakalan remaja.

Sepertinya filosofi sang guru ini layak untuk di jadikan filosofi hidup, karena hampir setiap
orang akan menjadi seorang ayah dan ibu yang notabenenya merupakan guru yang terdekat
bagi anak-anak penerus bangsa ini. Akan sulit bagi seorang ayah untuk melarang anak
remajanya untuk tidak merokok jika seorang ayahnya adalah perokok. Akan sulit bagi
seorang ibu untuk mengajari anak-anak remaja untuk selalu jujur, jika dirumah sang ibu
selalu berdusta kepada ayah dan lingkungannya, atau sebaliknya. jadi bagaimana mungkin
orang tua melarang remaja untuk tidak nakal sementara mereka sendiri nakal?

Suatu siang saya agak miris melihat seorang remaja SMP sedang asik mengisap sebatang
rokok bersama adik kelasnya yang masih di SD, itu terlihat dari seragam yang dikenakan dan
usianya memang terbilang masih remaja. Siapa yang harus disalahkan dalam kasus ini.
Apakah sianak remaja tersebut, sepertinya tidak adil kalau kita hanya menyalahkan si anak
remaja itu saja, anak itu terlahir bagaikan selembar kertas yang masih putih, mau jadi seperti
apa kelak di hari tuanya tergantung dengan tinta dan menulis apa pada selembar kertas putih
itu . Orang pertama yang patut disalahkan mungkin adalah guru, baik guru yang ada di rumah
( orang tua ), di sekolah ( guru), atau pun lingkungannya hingga secara tanpa disadari
mencetak para remaja tersebut untuk melakukan perbuatan yang dapat digolongkan ke dalam
kenakalan remaja.

Peran orang tua yang bertanggung jawab terhadap keselamatan para remaja tentunya tidak
membiarkan anaknya terlena dengan fasilitas-fasilitas yang dapat menenggelamkan si anak
remaja kedalam kenakalan remaja, kontrol yang baik dengan selalu memberikan pendidikan
moral dan agama yang baik diharapkan akan dapat membimbing si anak remaja ke jalan yang
benar, bagaimana orang tua dapat mendidik anaknya menjadi remaja yang sholeh sedangkan
orang tuanya jarang menjalankan sesuatu yang mencerminkan kesholehan, ke masjid
misalnya. Jadi jangan heran apabila terjadi kenakalan remaja, karena sang remaja mencontoh
pola kenakalan para orang tua

Tidak mudah memang untuk menjadi seorang guru. Menjadi guru diharapkan tidak hanya
didasari oleh gaji guru yang akan dinaikkan, bukan merupakan pilihan terakhir setelah tidak
dapat berprofesi di bidang yang lain, tidak juga karena peluang. Selayaknya cita-cita untuk
7

menjadi guru didasari oleh sebuah idealisme yang luhur, untuk menciptakan para remaja
sebagai generasi penerus yang berkualitas.

Sebaiknya Guru tidak hanya dipandang sebagai profesi saja, tetapi adalah bagian hidup dan
idialisme seorang guru memang harus dijunjung setinggi-tingginya. Idealisme itu seharusnya
tidak tergantikan oleh apapun termasuk uang. Namun guru adalah manusia, sekuat-kuatnya
manusia bertahan dia tetaplah manusia, jika terpaan cobaan itu terlalu kuat manusia juga
dapat melakukan kesalahan.

Akhir akhir ini ada berita di media masa yang sangat meruntuhkan citra sang guru adalah
berita tentang pencabulan Oknum guru terhadap anak didiknya. Kalau pepatah mengatakan
guru kencing bediri murid kencing berlari itu benar, berarti satu orang guru melakukan itu
berapa orang murid yang lebih parah dari itu, hingga akhirnya menciptakan pola kenakalan
remaja yang sangat tidak ingin kita harapkan.

Gejala-gejala ini telah menunjukan kebenarannya. Kita ambil saja kasus siswa remaja mesum
yang dilakukan oleh para remaja belia seperti misalnya kasus-kasus di remaja mesum di
taman sari Pangkalpinang ibukota provinsi Bangka Belitung, lokasi remaja pacaran di bukit
dealova pangkalpinang, dan remaja Ayam kampus yang mulai marak di tambah lagi foto-foto
syur remaja SMP jebus, ini menunjukkan bahwa pepatah itu menujukkan kebenarannya.

Kerja team yang terdiri dari orang tua (sebagai guru dirumah), Guru di sekolah, dan
Lingkungan (sebagai Guru saat anak-anak, para remaja bermain dan belajar) harus di bentuk.
diawali dengan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru di sekolah, pertemuan yang
intensif antara keduanya akan saling memberikan informasi yang sangat mendukung bagi
pendidikan para remaja. Peran Lingkungan pun harus lebih peduli, dengan menganggap para
remaja yang ada di lingkungannya adalah tanggung jawab bersama, tentunya lingkungan pun
akan dapat memberikan informasi yang benar kepada orang tua tentang tindak tanduk si
remaja tersebut dan kemudian dapat digunakan untuk mengevaluasi perkembangannya agar
tidak terjebak dalam kenakalan remaja.

Terlihat betapa peran orang tua sangat memegang peranan penting dalam membentuk pola
perilaku para remaja, setelah semua informasi tentang pertumbuhan anaknya di dapat, orang
tuapun harus pandai mengelola informasi itu dengan benar.
8

Terlepas dari baik buruknya seorang guru nampaknya filosofi seorang guru dapat dijadikan
pegangan bagi kita semua terutama bagi para orang tua untuk menangkal kenakalan remaja,
Sang guru bagi para remaja adalah Orang tua, guru sekolah dan lingkungan tempat ia di
besarkan. Seandainya sang guru dapat memberi teladan yang baik mudah-mudahan generasi
remaja kita akan ada di jalan yang benar dan selamat dari budaya "kenakalan remaja" yang
merusak kehidupan dan masa depan para remaja.

2.3 Contoh / Jenis-jenis Kenakalan remaja :

· membolos sekolah

· kebut-kebutan di jalanan

· Penyalahgunaan narkotika

· perilaku seksual pranikah

· perkelahian antar pelajar

· dan lain-lain

2.4Tips untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja

· Orang tua harus selalu memberikan dan menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya
kepada anaknya. Jadilah tempat curhat yang nyaman sehingga masalah anak-anaknya segera
dapat terselesaikan.

· Perlunya ditanamkan dasar agama yang kuat pada anak-anak sejak dini.

· Pengawasan orang tua yang intensif terhadap anak. Termasuk di sini media
komunikasi seperti televisi, radio, akses internet, handphone, dll.

· Perlunya materi pelajaran bimbingan konseling di sekolah.


Sebagai orang tua sebisa mungkin dukunglah hobi/bakat anak-anaknya yang bernilai positif.
Jika ada dana, jangan ragu-ragu untuk memfasilitasi hobi mereka, agar anak remaja kita dapat
terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif.
9

BAB III

PENUTUP

SIMPULAN dan SARAN

3.1 Simpulan

1) Pada dasarnya kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpangdari norma-
norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya
sendiri dan orang-orang disekitarnya.

2) Kenakalan remaja pada zaman sekarang ini disebabkan oleh beberapa factor.Perilaku nakal
remaja disebabkan oleh factor remaja itu sendiri (internal)maupun faktor dari luar (eksternal).

3) Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah
melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah
sebelumnya gagal pada tahap ini.

4) Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya merupakan hal-hal yang bisa dilakukan
untuk mengatasi kenakalan remaja.

5) Anak-anak yang tidak disukai oleh teman-temannya anak tersebut menyendiri. Anak yang
demikian akan dapat menyebabkan kegoncangan emosi.

3.2 Saran

1) Perlu adanya tindakan-tindakan dari pemerintah untuk mengawasi tindakanremaja di


Indonesia agar tidak terjerumus pada kenakalan remaja.

2) Perlunya penanaman nilai moral, pendidikan dan nilai religious pada diriseorang remaja
DAFTAR PUSTAKA

Patologi II Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali.

Mangku, Made Pastika, Mudji Waluyo, Arief Sumarwoto, dan Ulani Yunus, 2007

v PT BALAI PUSTAKA (PERSERO) JALAN GUNUNG SAHARI RAYA NOMOR.4,


JAKARTA 10710

v http://googel22.blogspot.com/2012/10/kenakalan-remaja.html

v http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/Microsoft%20Word%20-
%20KENAKALAN%20REMAJA_PENYEBAB%20DAN%20SOLUSI.pdf