Anda di halaman 1dari 37

BATIK

#Pengertian Batik

Batik adalah kain yang dilukis menggunakan canting dan cairan lilin malam sehingga
membentuk lukisan-lukisan bernilai seni tinggi diatas kain mori. Batik berasal dari
kata amba dan tik yang merupakan bahasa jawa, yang artinya adalah menulis titik. Kalau
jaman dulu disebutnya ambatik.

Dari sini bisa dimengertilah ya, kalau yang dimaksud itu adalah batik tulis yang dilukis
dengan canting. Tapi sebenarnya batik dibuat dengan bermacam-macam metode, tidak hanya
dengan canting saja. Tapi itu kita bahasnya nanti, sekarang kita kembali ke pengertian batik.

Lilin malam sedang dibubuhkan pada kain mori.

Ambatik mengacu kepada teknik melukis titik-titik yang serba rumit. Jadi ngga heran kan
kalau anda sering melihat batik dengan motif-motif rumit? Walaupun banyak juga batik
dengan motif-motif yang lebih simple, bahkan modern. Ada juga definisi lain yang bilang
kalau sebenarnya kata batik itu asalnya dari kata titik, yang lalu ditambahkan
kata mba sehingga menjadi mbatik. Sehingga batik itu diartikan sebagai seni membuat titik,
atau menitik. Dengan kata lain, batik itu adalah sebuah metode pembuatan kain.Mengapa
titik? Alat yang digunakan untuk membuat motif batik adalah canting. Garis dan motif yang
dihasilkan oleh canting selalu terdiri dari sebuah titik.

Batik berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), batik merujuk kepada
sebuah kata benda. Yang dimaksud disini adalah kain batik atau baju batik yang sudah selesai
dilukis. Walaupun yang dimaksud secara definisi adalah batik tulis yang menggunakan
canting, namun metode pembuatan batik sendiri ada beberapa, seperti cap, cetak, dan
printing. Ada juga batik yang dibuat pakai kuas Bung, namanya batik lukis, tapi cukup jarang
ditemukan. Semua akan kita bahas lebih lanjut nanti pada bagian kedua.

Bila kita telusuri secara makna, batik itu adalah sebuah teknik untuk mempertahankan warna
diatas kain dengan menggunakan malam atau lilin.
"Batik bukanlah kain yang berlukiskan motif kultural (E.g. motif Sidoluhur, motif
Megamendung, dkk.) saja. Batik tidak ada hubungannya dengan bentuk motif. Ditarik dari arti
kata batik pada KBBI dan pengertian asal kata batik (amba titik) maka batik adalah kain yang
berlukiskan motif, yang dilukiskan dengan cara menahan warna dengan lilin malam. Sehingga
apabila motif pada kain tersebut tidak berbentuk kultural sekalipun, namun lebih ke arah
modern (E.g. kotak-kotak, garis-garis, otomotif, polkadot dkk.), maka kain tersebut tetap
disebut sebagai batik."

Lilin malam yang digunakan untuk mencanting batik.

Teknik membatik adalah teknik kuno yang sudah digunakan selama ribuan tahun, dan sering
dijumpai di banyak peradaban di dunia seperti di Cina dan di Mesir. Sampai disini apakah
anda sudah paham pengertian batik?

Asal Muasal Batik

Sebenarnya tidak ada sejarah yang pasti mengenai batik. Namun keindahan batik ini
kabarnya sudah ditorehkan sejak 2000 tahun silam di Timur Tengah, Asia Tengah, dan India.
Di peradaban mesir kuno, teknik membatik digunakan untuk membungkus mumi dengan
kain linen. Kain linen ini dilapisi cairan lilin, kemudian digores dengan benda tajam semacam
jarum atau pisau untuk menorehkan motifnya.

Mumi yang telah diberi corak dengan teknik membatik.

Kemudian kain dicelup ke berbagai cairan pewarna seperti darah atau abu. Selanjutnya,
setelah warna tersebut meresap maka kain linen ini direbus untuk melunturkan lilinnya.
Sehingga bagian yang tidak terlapisi oleh lilin akan berwarna sesuai pewarnaan, sedangkan
bagian yang terlapisi lilin akan berwarna dasar kain. Pada Jaman Dinasti Tang (tahun 618-690)
di Cina, teknik seperti ini juga sudah dijumpai. Bahkan pada jaman Dinasti Sui (tahun 581-618)
teknik ini sudah dipraktekan lho. Karena Cina adalah bangsa pedagang yang berkeliling dunia,
teknik ini kemudian menyebar ke banyak benua seperti Asia, Amerika, Afrika, bahkan sampai
ke Eropa. Medium yang digunakan untuk menahan warna berbeda-beda pada setiap negara.
Ada yang menggunakan bubur kanji, bahkan ada yang menggunakan bubur nasi yang
dikeringkan. Ternyata tidak semuanya menggunakan lilin. Ada dugaan bahwa asal muasal
teknik membatik ini datang dari bangsa Sumeria (Sekarang Irak Selatan).

Batik dari Timur Tengah.

Nah, lalu para pedagang yang berasal dari India-lah yang membawa teknik ini ke Indonesia.
Pada abad ke-6, teknik ini dibawa ke pulau Jawa. Teknik ini kemudian mulai tersebar luas dan
dikembangkan oleh masyarakat Jawa. Berdasarkan Rens Heringa, pada bukunya Fabric of
Enchantment: Batik from the North Coast of Java (1996), batik pertama kali ada di Indonesia
sekitar tahun 700an. Diperkenalkan oleh orang India, pada saat Raja Lembu Amiluhur
(Jayanegara), yang merupakan raja kerajaan Janggala menikahkan putranya dengan seorang
putri India.

Dalam bagian lain buku itu, disebutkan kalau batik dalam bentuk yang lebih primitif
justru sudah dimiliki oleh orang Toraja (Tana Toraja, Sulawesi Selatan) bahkan sebelum ada di
tanah Jawa. Pada abad ke-12, ditemukanlah teknik membatik dengan canting, dimana lilin
ditorehkan menggunakan alat ini. Pada saat inilah istilah membatik (ambatik) lahir kedunia.
Hanya di Indonesia, terutama di pulau Jawa yang pada waktu itu menggunakan canting untuk
menorehkan lilin ke permukaan kain mori. Nah, canting inilah yang membuat batik Indonesia
sangat mendetail dan kaya motif dibandingan batik di belahan dunia lain.

Batik dan Orang Eropa

Sir Thomas Stamford Raffles di dalam bukunya “History of Java” (London, 1817)
pertama kali menceritakan tentang batik kepada dunia. Dalam buku tersebut, Raffles
memamerkan setidaknya 100 motif batik yang pernah ia jumpai, berikut dengan cara
pembuatannya. Namun sayangnya, koleksi batik Sir Thomas Stamford Raffles pada hari ini
tinggal tersisa 2 buah. Yang mana keduanya bisa anda lihat di Museum of Mankind, London.
Batik Milik Sir Thomas Stamford Raffles di Museum of Mankind, London.

Pada tahun 1873, seorang saudagar Belanda yang bernama Van Rijekevorsel, menghibahkan
batik yang diperolehnya di Indonesia kepada sebuah museum etnik di Rotterdam. Batik
tersebut lalu dipamerkan pada Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, dan memukau
masyarakat luas dan para seniman disana. Ini merupakan bukti bahwa batik dianggap seni
bernilai tinggi oleh orang luar.

Makna Batik

Kalau orang bilang batik merupakan seni tanpa makna, itu salah. Sebenarnya batik adalah
sebuah kesenian yang penuh dengan makna. Batik bukan hanya sekedar corak yang digambar
oleh seniman batik.

Sebelum jaman kemerdekaan, banyak daerah-daerah pusat perbatikan yang menjadikan batik
sebagai alat perjuangan ekonomi. Dalam melawan perekonomian Belanda. Sehingga disini
batik mempunyai makna yang sangat dalam. Batik disetiap daerah memiliki motif yang
bervariasi, dan tentunya makna yang berbeda-beda. Menurut Kuswadji K. (1914 – 1986)
seorang pelopor seni batik berpendapat bahwa batik itu tidak cuma sekedar gambar atau
ilustrasi saja. Ia mengatakan bahwa setiap batik itu memiliki makna. Makna tersebut bisa
sudah cukup dikenal, seperti batik Kawung yang maknanya adalah penggambaran bahwa
itikad yang bersih itu merupakan sebuah ketetapan hati yang tidak perlu diketahui oleh orang
lain.nAtau makna tersebut bisa tersirat, seperti sebuah pesan yang tersembunyi dalam
gambar. Karena motif – motif batik tersebut tidak lepas dari pandangan hidup pembuatnya,
dan pemberian namanya pun berkaitan dengan suatu harapan.

Adapun motif – motif batik yang dibuat karena campur tangan sejarah. Seperti batik Hokokai
yang dipengaruhi oleh penjajah jepang di Indonesia. Sehingga motif tersebut menyimpan
sebuah cerita.
Cara Membuat Batik

Saya akan mencoba menjelaskan kepada Bung, bagaimana si cara membuat batik. Nah seperti
yang sudah diketahui, pada umumnya batik itu dibagi menjadi empat jenis berdasarkan cara
pembuatannya. Yaitu batik tulis, cap, cetak dan print (nanti akan dibahas perbedaannya).
Disini saya akan menjelaskan tentang cara membuat batik tulis, kenapa? Karena batik tulis
adalah batik yang paling rumit pembuatannya sekaligus batik terbaik di dunia! Silahkan
disimak ya.

1. Pengkhetelan – Batik itu dibuat diatas sebuah kain, namanya kain Mori. Kain Mori adalah
kain tenun berwarna putih yang biasa digunakan sebagai kain untuk membatik. Kain Mori ini
yang bagus dibuat dengan bahan katun, tapi ada juga yang polyester, sutra, dan rayon.

Nah proses pengkhetelan adalah proses dimana kain Mori ini direbus dengan berbagai macam
tumbuhan selama berhari-hari. Hasilnya lalu dikeringkan dan dinamakan kain Primisima.
Kain Primisima adalah kain batik dengan kualitas nomor satu. Selain kain ini, ada juga kain
Prima kualitasnya sedikit dibawahnya.

2. Menyorek – Ketika membuat batik, tentunya seorang pembatik harus memikirkan gambar
apa yang harus ia lukis diatas kain mori. Setelah sudah dapat ide, lalu sang pembatik akan
mulai menggambar motifnya diatas kertas atau langsung diatas kain.

Menyorek batik dari awal.

Intinya sih menuangkan inspirasinya kedalam bentuk gambar. Nah kalau gambarnya dikertas
dulu biasanya digambar pakai pulpen, tapi kalo langsung dikain biasanya digambar pakai
pensil biar bisa dihapus. Gambarnya tidak diarsir atau diisi penuh. Biasanya gambar itu hanya
dibuat garis tepinya saja. Garis tepi inilah nanti yang akan ditutup lilin dengan cara dicanting.
3. Nyanting / Nglowong – Banyak yang masih bingung, nyanting tuh gimana sih? Untuk apa?
Jadi gini, tadikan dalam proses menyorek, gambarnya udah digambar dikertas, terus diulang
lagi dikain mori. Atau ya langsung diatas kain mori tanpa gambar dikertas dulu.Nah setelah
motifnya udah digambar diatas kain, malam atau biasa dikenal dengan lilin, dibubuhkan
persis pada gambar tadi.

Ini adalah proses mencanting batik.

Gunanya apa dicanting? Ini berhubungan sama proses selanjutnya. Yaitu proses pewarnaan
kain. Karena kain putih ini akan diberikan warna dasar (misalnya hitam), maka bagian-bagian
gambar motif yang tidak ingin diwarnai hitam harus dilapisi. Biar mereka tetap putih saat lilin
nya dilepas. Agar bagian yang dilapisi lilin bisa diwarnai dengan warna lain nanti. Proses
nyanting ini berlangsung dua kali pada umumnya. Bagian depan yang pertama, lalu bagian
belakang kain juga ikut dicanting. Ini dilakukan agar motif yang sudah digambar pensil pada
bagian depan, tidak ikut diwarnai warna dasar pada bagian belakang. Karena bisa tembus.

4. Nembok – Begitu juga dengan bagian-bagian lain yang tidak digambar dengan pensil, tapi
ingin diberi warna lain. Bagian ini harus ditembok dengan malam. Biar bagian tersebut tidak
berwarna sama dengan warna dasar.

Batik sedang ditembok, agar bagian yang ditembok bisa diwarnai dengan warna lain.
Proses ini dilakukan sehingga nanti bagian batik yang ditembok bisa diwarnai dengan warna
lain. Biasanya canting yang digunakan untuk nembok adalah canting dengan lubang yang
lebih besar, sehingga pengerjaan menembok ini bisa lebih cepat selesai.

5. Nyelup / Medel – Ini adalah proses pewarnaan kain batik. Yang dimaksud mewarnai disini
adalah memberikan warna dasar kepada kain. Setiap daerah memiliki proses pencelupan
sendiri-sendiri. Bahkan setiap pembatik di suatu daerah yang sama bisa memiliki proses
pencelupan yang berbeda.

Batik yang dicelup kedalam pewarna batik.

Disini akan saya bahas cara pencelupan yang umum digunakan. Tadikan semua bagian kain
yang tidak ingin diwarnai sama dengan warna dasar, sudah dicanting dan ditembok. Nah,
sekarang adalah tahap pewarnaan warna dasar kain. Kain mori ini akan dicelupkan ke sebuah
wadah besar yang berisi pewarna (misal warna hitam). Pencelupan ini akan dilakukan
berulang-ulang sampai warna hitam yang diinginkan sesuai dengan keinginan si pembatik.
Biasanya warnanya dimulai dengan warna muda, kalau hitam mungkin dari warna biru atau
abu-abu terlebih dahulu. Untuk menghindari hitamnya terlalu tua. Setelah dicelup berkali-
kali, maka warna hitam akan diperoleh. Kalau sejak awal menggunakan warna hitam, takutnya
hitamnya terlalu gelap padahal yang diperlukan adalah hitam yang lebih terang. Setelah
pencelupan ini selesai, berarti warna dasar kain yang diinginkan sudah diperoleh. Maka
langkah selanjutnya adalah mengeringkan kain dengan cara dijemur dengan diangin-anginkan
saja.

6. Ngerok / Nglorod – Proses meluruhkan lilin malam dari kain Mori. Bagian yang akan
diwarnai beda dengan warna dasar (hitam), sekarangkan mau diwarnai. Misalnya motifnya
mau diwarnai warna merah. Maka sebelum diwarnai ada yang harus dilakukan terlebih
dahulu, yaitu proses nglorod atau ngerok.
Batiknya direbus biar lilin malam luruh.

Lilin yang tadi dibubuhkan diatas motif sekarang dikerok dengan alat kerok, atau diluruhkan
dengan cara direbus. Proses ini disebutnglorod. Intinya prosesnya dibalik, gantian yang satu
ditutup yang satu dibuka untuk diwarnai. Caranya tinggal merebus batik di air mendidih.

7. Nembok Bagian Kedua – Nah sebelum proses selanjutnya (nyelup kedua) dilakukan,
bagian batik dengan warna dasar harus ditembok agar tidak berubah warnanya.

8. Nyelup / Medel Bagian Kedua – Kalau sudah selesai ngerok dan nembok, kemudian
kembali lagi nyelup. Tapi sekarang dengan warna merah. Hingga motifnya berwarna merah
sesuai keinginan.

Nyelup warna kedua, sehingga setelah proses ini selesai sudah ada dua warna pada batik.

Cara lain yang bisa digunakan adalah nyolet. Nyolet ini berarti untuk mewarnai motif dengan
warna merah, tidak perlu dilakukan pencelupan kedua. Cukup dengan membentangkan kain
lalu mewarnai motif menggunakan kuas. Banyak batik cetak yang setelah dicetak, lalu dicolet.
Biar menyerupai batik tulis.

Notes: Anggap saja ada warna A, B, C, D yang ingin diwarnai pada kain. Maka saat
pencelupan warna A, warna-warna lain seperti B, C, D harus ditembok atau dicanting
(tergantung dia motif atau warna dasar kedua). Setelah itu saat pencelupan warna B, maka
warna A, C, D harus ditembok atau dicanting. Begitu seterusnya sampai semua warna sudah
masuk pada kain.

9. Ngerok / Nglorod Kedua – Setelah semua warna yang diinginkan sudah terlukis pada
kain, maka proses selanjutnya adalahnglorod lagi. Proses ini dilakukan untuk menghilangkan
semua malam atau lilin yang tersisa pada kain. Caranya adalah dengan merebus kain di dalam
air mendidih.

Setelah nyelup, kembali lagi nglorod biar lilin pada luluh.

Setelah proses nglorod ini selesai, maka selanjutnya kain harus dijemur sampai kering. Batik
buatan andapun siap dijahit, atau langsung digunakan. Namun anda harus ingat, pada contoh
ini proses pewarnaan hanya dua kali, pada aslinya, bisa 3, 4 sampai 5 kali tergantung berapa
banyak warna yang ada pada batik itu. Itulah tadi cara-cara pembuatan batik, sekarang
pengertian batik anda sudah jauh lebih tinggi. Anda sudah tau asal muasal batik, sejarah
singkatnya dan cara pembuatan batik tulis. Nah, sekarang mari kita lanjut ke bab selanjutnya
tentang jenis-jenis batik.
Jenis-Jenis Batik Berdasarkan Cara Pembuatan

Bagaimana anda menilai sehelai batik? Apakah yang anda jadikan sebuah patokan untuk
memilih batik yang tepat untuk acara-acara anda baik itu formal, kasual, dan bahkan spesial?
Apakah asal usul daerah batik tersebut?

Tampaknya orang sudah bersepakat kalau motif adalah sebuah duduk masalah yang subyektif.
Selera masing-masing Bung!

Alat-alat yang digunakan untuk membuat batik berdasarkan cara pembuatan batik.

Ternyata banyak dari kita menilai batik berdasarkan metode produksinya. Implikasi dari
pemilihan metode produksi itupun sangatlah banyak. Dari segi harga dan kualitas misalnya.
Jika diteliti lebih jauh, metode produksi batik adalah penentu kepribadian dari batik
tersebut. Hal itulah yang akan kita kaji di artikel ini, yakni jenis jenis batik berdasarkan cara
pembuatannya.

Batik tulis sedang dibuat.


Supaya lebih seru, mari ambil beberapa batik di lemari kita, sambil kita kroscek batik-batik
yang kita miliki. Macam-macam metode pembuatan batik adalah tulis, cap, cetak, print dan
lukis. Hanya dengan mendengar namanya saja, pasti anda sudah memiliki bayangan tentang
bagaimana cara produksi batik dengan metode-metode tersebut. Mari kita mulai dengan yang
paling orisinil, yakni batik tulis

Batik Tulis
Batik tulis merupakan batik dengan nilai seni yang paling tinggi. Kenapa begitu? Karena pada
intinya tidak ada satupun batik tulis di dunia ini yang persis sama. Mungkin serupa, tapi tidak
mungkin sama. Ini disebabkan tingkat buatan tangan yang sangat tinggi. Batik ini 100% dibuat
menggunakan canting. Bahkan bila ada motif berulang, maka motif ini digambar berulang-
ulang menggunakan tangan. Sehingga memerlukan konsentrasi yang tinggi untuk
membuatnya dengan rapi. Namun serapi-rapinya, pasti akan ada kesalahan-kesalahan yang
terjadi saat penggambaran. Kesalahan inilah yang dianggap berseni. Kesalahan ini tidak akan
terjadi kedua kalinya pada pembuatan batik selanjutnya, setiap batik memiliki “cacat” yang
berbeda. Justru karena kesalahan inilah batik tulis dianggap nyeni. Karena setiap kesalahan itu
eksklusif untuk setiap batik, memerlukan konsentrasi yang tinggi untuk mencanting bolak
balik, dan waktu yang tidak sebentar untuk membuatnya. Inilah ciri khas batik tulis, tidak
sempurna namun bernilai tinggi.

Batik tulis sedang dibuat oleh ibu-ibu.

Pembuatan batik tulis bisa memakan waktu selama 2 minggu sampai 2 tahun lho! Harganya
juga tidak main-main. Dipasaran yang termurah ditemui seharga 600.000 IDR, dan yang
termahal bisa sampai ratusan juta.

Kalau memang anda butuh atau suka dengan batik yang eksklusif dan berkelas, saya sarankan
anda beli batik tulis. Batik jenis terbaik di dunia.
Batik Cap

Pernahkan anda lihat cap yang digunakan untuk membuat batik? Udah atau belum silahkan
anda lihat gambar dibawah ya. Cap inilah yang digunakan untuk membuat motif-motif batik
yang banyak beredar di pasaran. Sangat tradisional, namun disisi lain sangat artistik.

Macam-macam cap untuk batik.

Pada abad 19, permintaan batik dipasaran meluap tajam. Produsen batik mencari-cari cara
untuk memenuhi luapan permintaan tersebut sehingga bisa memproduksi batik dengan lebih
cepat dengan jumlah banyak.

Sehingga terciptalah metode cap ini, dimana lempengan besi atau tembaga yang bermotif
digunakan untuk membubuhkan malam atau lilin diatas permukaan kain Mori. Nah,
lempengan ini akhirnya sampai sekarang disebut dengan cap, sehingga jadilah nama batik cap.
Batik yang sedang di cap.

Biasanya yang namanya batik cap itu motifnya berulang ulang, dan tidak rumit. Walaupun
tidak rumit, batik cap masih dianggap batik yang kualitasnya sangat baik. Batik cap masih
menggunakan malam dalam proses pembuatannya, sehingga masih dianggap sebagai batik
yang authentik.

Harga batik cap pada umumnya juga tidak terlalu mahal, biasanya harganya dibawah 300.000
IDR. Batik cap merupakan bukti perkembangan budaya batik di Indonesia, karena metode ini
tercipta atas meningkatnya peminat batik pada abad 19 silam.

Batik Cetak Sablon

Batik cetak ini kualitasnya dibawah batik cap. Perlu diketahui bahwa batik
cetak berbeda dengan batik printing. Pada metode cetak sablon, sebenarnya yang
mengerjakan batiknya tetap manusia. Bukan mesin.

Namun orang-orang suka bingung dan tertukar antara batik cetak sablon dan batik print.
Sebenarnya batik cetak ini lebih mirip dengan batik cap. Karena prosesnya menggunakan
cetakan besar bernama plangkan dan rakel. Yaitu alat yang biasa digunakan untuk sablon
kaos. Namun proses pengerjaanya lebih mudah, dan tidak menggunakan malam.

Orang lagi nyetak sablon kain batik panjang.

Pembuatan batik dengan metode ini menghasilkan batik dengan sangat cepat. Namun karena
lilin malam tidak lagi digunakan dan tingkat kerumitan yang rendah, batik ini memiliki nilai
yang jauh dibawah batik cap dan batik tulis. Karena jauh lebih mudah
membuatnya. Prosesnya juga biasa disebut sablon.

Menghasilkan batik dengan singkat serta dengan harga yang sangat murah, inilah kenapa
banyak sekali produsen jadi peminat batik cetak. Dalam sehari, bisa menghasilkan ratusan
bahkan ribuan batik. Banyak juga pengrajin yang lebih fokus kepada batik cetak karena batik
ini dapat meningkatkan omset berkali kali lipat.

Batik yang dicetak dengan cara disablon.

Kalau dilihat dari rapih atau tidaknya, justru metode ini menghasilkan batik yang sangat rapi
detailnya. Namun karena tidak ada penggunaan malam serta tidak ada eksklusivitas pada
batik ini, maka batik ini dianggap bermutu rendah.

Batik Print Mesin

Jenis batik yang akan dibahas sekarang adalah batik print. Lagi-lagi untuk meningkatkan
efisiensi, batik pun diproduksi dengan mesin print tekstil. Pendapat masyarakat pun beragam
mengenai inovasi ini.

Sebagian besar orang menganggap batik print tidaklah mewarisi tingkat kerajinan dari jenis-
jenis batik sebelumnya, bahkan banyak yang menjuluki batik ini adalah batik imitasi.

Mesin batik print.


Ini disebabkan karena beberapa hal. Salah satunya adalah pola-pola dibuat dengan bantuan
otomasi mesin. Ya, ternyata banyak batik yang beredar di pasaran memang sudah tidak ada
campur tangan manusianya ketika dibuat, kecuali pencet-pencet tombol.

Lalu yang menjadi masalah utama adalah adanya produsen-produsen asing yang turun
memproduksi batik dengan mesin printing.

Contoh yang banyak beredar di pasaran adalah kain batik printing dari negeri Tiongkok. Yang
mana harganya sangat murah, namun secara langsung mengancam eksistensi batik Indonesia.

Mesin batik print yang banyak dikecam oleh pecinta batik Indonesia.

Batik print biasanya di banderol dengan harga dibawah 80.000 IDR kainnya saja. Apabila
sudah jadi baju, mungkin bisa sampai 120.000 IDR. Memang sangat murah, dan banyak
digemari oleh kalangan ekonomi kelas menengah kebawah. Ya masalahnya memang batik ini
sangat terjangkau dan banyak ada dipasaran.

Batik Lukis

Batik tipe ini tidak dibuat menggunakan lilin atau malam. Sehingga canting juga tidak
digunakan. Batik lukis ini dilukis menggunakan kuas. Seperti lukisan pada sebuah kanvas.
Sehingga merupakan karya seni tersendiri.
Batik lukis juga merupakan karya seni yang indah.

Tapi jangan salah, nilai seni pada batik jenis ini juga sangat tinggi. Meskipun saya sendiri ragu
apakah bisa disebut batik, hehehe…

Batik jenis ini dibuat dengan melukiskan motif diatas kain mori menggunakan kuas dan cat
minyak. Seperti melukis biasalah.

Nah batik jenis ini memang jarang ditemukan, meskipun begitu, harganya biasanya cukup
mahal. Batik jenis ini dibanderol dengan harga 300.000 IDR yang lukisannya tidak banyak,
hingga 1.000.000 IDR keatas untuk yang rumit dan berwarna-warni. Ya karena memang ini
adalah karya seni.

Batik sedang dilukis.

Untuk membuat batik ini, si pelukis harus berkali-kali menyelupkan kuasnya pada cairan
pewarna diatas kompor, ada juga yang langsung saja melukis diatas kain. Ciri-ciri batik ini
adalah warnanya yang mencolok, serta serat-serat kuasnya yang kerap terlihat pada lukisan.
Kalau dilihat dari motifnya juga anda tidak akan keliru, karena motif yang dibuat itu tidak
seperti batik pada umumnya. Lebih mirip lukisan. Batik ini tidak lekang oleh paham-paham
batik pada umumnya, lebih bebas dan kontemporer.
Metode Pembuatan Batik

Teknik membuat batik yang bervariasi memiliki tingkat kesulitan tertentu, yang ujungnya
akan berimbas ke biaya, dan tentu saja ke sisi eksklusivitas batik tersebut, tidak bisa
dipungkiri. Tapi bukan berarti artikel yang membahas "perbedaan" ini bermaksud
mengalienasi salah satu jenis batik. Terlalu banyak artikel yang dibuat dengan intensi "jauhi
batik selain batik tulis". Bukan ini yang kami coba sampaikan. Cara berpikir seperti itu saya
rasa sudah tidak pada jamannya Bung. Malah bagus, kita sekarang punya opsi batik yang bisa
dipakai untuk kondangan, kerja, bahkan nongkrong. Dengan harga yang juga variatif untuk
berbagai kelas ekonomi yang sangat bervariasi.

Mesin yang menciptakan batik pabrikan.

Dengan porsi-porsi tersebut, tentu akan selalu ada ruang di pasaran untuk setiap jenis batik.
Tinggal kita sebagai konsumen maupun produsen harus berkomitmen dalam menjaga kualitas
batik yang beredar, apapun metode produksinya. Yang harus dicegah adalah membudayakan
batik-batik Indonesia buatan asing, yang dijual dengan harga murah. Inilah yang harus kita
cegah dan jauhi.
Cara Membedakan Batik Tulis, Cap & Print Ketika Membatik

Sulit sekali bagi kebanyakan orang untuk membedakan yang mana yang batik tulis, cap, cetak
dan print. Karena untuk mata kebanyakan orang, mereka terlihat sangat serupa. Hampir tidak
ada bedanya. Tapi percaya deh sama saya, mereka berbeda. Semoga tips dibawah bisa
membantu anda ya. Kalau bisa sebelum membeli batik, anda praktekan semua tips tips ini,
atau minimal beberapa biar lebih yakin. Karena tidak semua penjual itu jujur, bahkan kami
cukup sering menemukan beberapa penjual yang tidak tau barang dagangan mereka itu batik
tulis atau cetak. Mereka dengan pedenya bilang kalau itu tulis. Awas Bung! Kadang-kadang
mereka suka mirip. Batik cetak itu, banyak yang setelah dicetak lalu dicolet dengan kuas,
sehingga sangat mirip batik tulis. Lakukan langkah-langkah dibawah untuk menghindari ini.

1. Perbedaan Harga – Batik tulis itu yang paling mahal, yang kedua termahal adalah batik
cap, yang terakhir adalah batik printing & cetak.

Jadi sangat bijaksana apabila pertama kali anda melihat batik yang anda suka, anda sudah bisa
mengkategorikan batik tersebut termasuk batik apa, hanya dari harganya.

Batik tulis yang murah, biasanya harganya mulai dari 250.000 IDR. Motifnya tidak rapat-rapat,
tapi jarang-jarang. Beberapa daerah yang menjual batik tulis dengan harga murah (dan
kualitas bagus) adalah Lasem dan Cirebon. Walaupun daerah ini tentunya juga punya batik
tulis yang mahal, hingga puluhan juta.

Sedangkan batik tulis Solo dan Pekalongan pada umumnya mahal, pasti diatas 500.000 IDR.
Pada umumnya batik tulis yang tergolong kelas atas dibanderol dengan harga diatas 500.000
IDR. Motifnya juga rumit sekali, dan sangat indah

Selanjutnya batik cap, batik cap ini kisaran harganya adalah dibawah 250.000 IDR. Karena
pembuatannya yang mudah, jauh lebih mudah dan cepat dibandingkan batik tulis sehingga
harganya juga bisa lebih murah. Batik cap yang paling murah yang pernah kami temui
dihargai 75.000 IDR, kainnya lho ya. Belum jadi pakaian.

Sedangkan batik printing dan cetak, mereka berdua ini harganya sama. Harganya dibawah
70.000 IDR. Kalau sudah diatas itu, berarti anda harus menawar sampai dapat di harga 50.000
IDR Bung. Maksud saya disini juga cuma kainnya saja ya

2. Cium Baunya – Bau malam merupakan suatu bau yang khas. Biasanya kalau batik tulis
atau cap, bau malam ini masih melekat dengan santer pas dijual. Bau malam itu seperti apa ya,
mungkin yang mirip adalah bau minyak tanah.

Jadi coba anda ambil kain tersebut, dan cium baunya. Kalau memang bau malamnya masih
ada, berarti batik tersebut adalah batik tulis atau cap.
Batik print tidak menggunakan malam sama sekali, jadi anda tidak akan keliru. Kecuali batik
print itu ditumpuk bersama dengan batik tulis dalam waktu yang lama. Maka teknik ini tidak
jadi terlalu akurat. Makanya jangan hanya menggunakan satu teknik untuk memastikannya.

Batik tulis yang sudah dicuci berulang-ulang juga tidak akan mengeluarkan bau malam,
karena semua malamnya sudah luntur dicuci. Jadi sulit untuk memastikan hanya dengan
menggunakan teknik ini. Namun anda tetap harus coba, lalu silahkan anda lanjut ke metode
berikutnya.

3. Perhatikan Motif-Motifnya – Anda bisa perhatikan secara seksama Bung. Apabila batik
itu rada-rada berantakan, beleber, maka batik itu kemungkinan besar adalah tulis atau cap.
Biasanya cap lebih rapih dari batik tulis, namun tidak jarang batik cap juga ada bagian-bagian
yang tidak sempurna.

Yang lebih berantakan adalah batik tulis, karena dilukis dengan tangan.

Batik tulis itu tidak akan pernah rapi, anda harus temukan dimana cacatnya. Motifnya pada
satu kain hampir tidak pernah sama persis, pasti ada perbedaannya. Perhatikan bagian
lekukan, ukuran masing-masing motif, atau bekas malam yang luber. Kalau batik cap,
biasanya lebih rapih. Motifnya cenderung berulang-ulang, dan kemungkinan besar sama.
Tentunya karena menggunakan malam, bisa jadi ada yang luber.
Sedangkan batik print dan cetak, kerapihannya mendekati sempurna, bahkan seringkali
sempurna. Kalaupun ada cacat, itu adalah kecacatan yang disengaja, dan bentuknya juga
masih terlihat sempurna. Kalau batik lukis, anda tinggal lihat pada motifnya. Apakah ada
serat-serat kuasnya? Apakah motif dan gambarnya menyerupai lukisan diatas kanvas?

4. Bedakan Bagian Depan dan Belakang – Lebarkan kain anda, dan lihat bagian depan dan
belakangnya. Hanya batik tulis dan batik cap yang memiliki motif dengan warna yang sama
persis di bagian depan dan belakang kainnya. Batik print dan cetak tidak seperti itu. Pada
batik print dan cetak, dibagian belakang kain terlihat memutih dan pudar. Dari sini seringkali
anda akan tau bahwa batik ini adalah batik print atau cetak. Ingat ya, warna pudar di bagian
belakang berarti dibuat dengan cara print atau cetak. Ini akan sangat membantu anda.

5. Tekstur – Pada kebanyakan batik tulis, terutama dari Solo dan Yogyakarta, masih banyak
tersisa bekas lilin malam yang belum bersih. Serpihan-serpihan ini tidak ada pada batik print
dan cetak. Seringkali pada batik tulis juga terdapat tekstur pewarna yang tidak merata,
sehingga dapat diraba dan dirasakan tekstur yang berlebih.

6. Inisial – Anda bisa coba cari inisial pada kain batik tersebut. Pada kain batik tulis, tidak
jarang ditemukan inisial sang pembuat. Justru karena batik tulis adalah sebuah kesenian
dengan nilai tinggi, sang pembuat ingin mencantumkan namanya pada karya ciptaannya.
Tidak ada batik selain batik tulis yang diberikan inisial, mungkin dalam kasus tertentu batik
lukis juga diberikan inisial. Namun membedakan batik lukis dan tulis sangat mudah. Tinggal
melihat warnanya mencolok atau tidak dan cium apakah ada bau lilin malam. Batik lain
seperti cap, printing dan sablon tidak akan diberikan inisial pembuatnya.
Macam Jenis Motif Batik, Makna dan Daerah Asalnya

Beberapa motif disini pasti ada sudah pernah lihat, tapi tidak apa-apa. Akan saya bahas
sekaligus dengan maknanya, agar anda lebih familiar ketika nanti bertemu dengan orang yang
menggunakan batik dengan motif seperti ini. Sekaligus anda akan mengetahui makna dari
batik yang anda pakai.

Secara garis besar ada 3 jenis motif batik. Motif klasik, pesisir dan kontemporer. Dimana
ketiga jenis ini terbagi lagi berdasarkan daerah asalnya, maknanya dan gambarnya.

Batik Klasik

Batik tradisional memiliki makna yang filosofis yang berasal dari kepercayaan para
pembuatnya, yaitu masyarakat Jawa. Batik seperti ini memiliki keindahan secara visual dan
secara filosofi. Umumnya batik ini mengandung warna-warna gelap yang memancarkan
wibawa dan keseriusan.

Kumpulan motif klasik, umumnya didominasi warna cokelat.

Keindahan visual adalah rasa haru, rasa terpukau yang datang dari panca indera pengelihatan
manusia. Yang mana datangnya dari harmoni perpaduan berbagai warna dan sususan berbagai
bentuk.

Sedangkan keindahan filosofi adalah pemahaman akan pesan-pesan yang ingin disampaikan
melalui torehan-torehan pada sebuah karya. Yang membentuk suatu arti atau lambang sesuai
dengan pemahaman dan harapan pembuatnya.

Daerah yang menghasilkan batik klasik adalah Solo, Yogyakarta, Sragen dan Semarang.
Berikut adalah motif-motif yang berasal dari beberapa daerah tersebut.
Batik Sido Luhur

Sido dalam bahasa Jawa artinya “telah terlaksana” atau “jadi”. Sehingga arti kasarnya adalah
menjadi luhur. Ini mencerminkan sebuah harapan bahwa pemakainya dapat mencapai
kehidupan yang luhur, terhormat dan bermartabat. Serta selalu sehat secara jasmani dan
Rohani

Batik Sido Luhur

Batik Sido Mukti

Motif batik ini sering digunakan pada acara pernikahan. Makna filosofis di dalamnya adalah
kemakmuran, serta harapan agar seseorang dapat mencapai kebahagian lahir dan batin.

Batik Sido Mulyo


Batik Sido Mulyo

Kalau tadi Sido Luhur itu artinya menjadi pribadi yang luhur, maka Sido Mulyo adalah batik
yang memberikan sebuah harapan agar seseorang mencapai kemuliaan. Karena artinya adalah
menjadi mulia.

Namun dibalik itu, batik ini sebenarnya dimaksudkan agar seseorang mencapai harapan akan
kemakmuran serta perlindungan. Batik ini juga kerap digunakan dalam banyak pernikahan,
dengan harapan kelak keluarga baru ini akan menjadi keluarga yang sukses dan mendapatkan
kemuliaan. Berat sekali maknanya Bung!

Batik Sido Mulyo

Batik Cuwiri

Batik ini kerap digunakan untuk memperingati usia bayi dalam kandungan yang sudah
mencapai 7 bulan (Mitoni). Cuwiri itu artinya kecil-kecil. Filosofi di dalamnya adalah harapan
agar sejak kecil seseorang sudah memiliki nilai-nilai kebaikan, sehingga dihormati oleh
masyarakat.

Batik Cuwiri
Batik Kawung

Mungkin anda tidak tau apa itu buah Kawung. Kalau kolang-kaling tau? Inilah asal muasal
batik ini menurut beberapa sumber. Ada juga yang berpendapat bahwa batik ini terinspirasi
dari binatang Kwangwung atau yang biasa disebut dengan kumbang tanduk.

Batik Kawung

Makna batik ini adalah sebuah penggambaran hati yang bersih. Bahwa itikad dari hati yang
bersih itu merupakan sebuah ketetapan hati yang tidak perlu diketahui oleh orang lain.Makna
yang berasal dari filosofi buah Kawung, yang memiliki buah berwarna putih bening
didalamnya. Kalau mau tau lebih detail silahkan cek artikel kami tentang batik Kawung.

Batik Tambal

Konon kisahnya, batik ini dapat memberikan kesembuhan bagi orang yang sedang sakit.
Filosofi batik ini adalah harapan agar seseorang yang sedang sakit segera sehat, dan kerusakan
pada dirinya dapat segera diperbaiki.

Maknanya juga berarti seseorang yang selalu memperbaiki diri sendiri dan menjadi pribadi
yang lebih baik lahir dan batin.

Batik Tambal
Batik Truntum

Batik ini juga merupakan sebuah batik yang kerap digunakan pada acara pernikahan. Namun
batik ini tidak digunakan oleh mempelai, melainkan dipakai oleh orang tua kedua calon
pengantin. Kenapa kira-kira?

Karena truntum sendiri artinya adalah menuntun. Sehingga diharapkan orang tua kedua calon
pengantin dapat memberikan tuntunan yang baik kepada kedua mempelai dalam menjalani
lembaran hidup baru keluarganya.

Batik Truntum

Batik Parang

Parang itu berasal dari kata pereng, yang berarti lereng. Saya sendiri selama ini mencoba
mencari mana sih bentuk parangnya? Ternyata yang dimaksud bukan senjata
parang. Pereng menggambarkan garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Batik ini
memiliki pola seperti huruf S yang berkesinambungan. Motif ini terinspirasi dari karang yang
kokoh diterpa ombak, melambangkan semangat yang tidak pernah padam. Motif ini juga
melambangkan kekuasaan.

Batik Parang
Jaman dulu, motif batik Parang tidak boleh digunakan oleh sembarang orang. Hanya para
anggota kerajaan dan kerabat yang boleh memakainya. Besar dan kecilnya motif parang
menandakan kedudukan sosial pemakainya di dalam lingkungan kerajaan. Keren banget ya?

Kalau anda lihat, batik parang milik Sir Thomas Stamford Raffles itu bermotif Parang dengan
ukuran besar-besar. Wah, berarti Mas Raffles sudah merupakan orang terpandang di
lingkungan kerajaan Jawa saat itu.

Jenis batik Parang ada beberapa. Ada Parang Rusak, Parang Barong, Parang Kusumo dan lain-
lain. Tergantung dari daerah asalnya.

Batik Grompol

Grompol dalam bahasa Jawa bisa bermaksud berkumpul atau menjadi satu. Seperti Gerombol.
Filosofi dibalik motif batik ini adalah harapan orang tua terhadap anaknya, dimana semua hal
yang baik dapat berkumpul. Seperti kebahagiaan, rejeki, kerukunan dan ketentraman.

Batik Grompol

Apabila digunakan pada sebuah pernikahan, maka batik Grompol ini melambangkan harapan
agar keluarga yang baru terbentuk dapat selalu terus bersama dan bersatu. Selalu mengingat
keluarga asal mereka kemanapun mereka pergi.

Batik Pesisir

Batik Pesisir berbeda dengan batik klasik. Batik jenis ini lebih bebas dari segi motif, tidak
kaku. Dari segi warna, batik Pesisir lebih warna-warni dari batik klasik. Melambangkan
kemandirian dan jiwa yang penuh dengan kebebasan. Hal ini disampaikan dalam bentuk
motif dan warnanya.
Warna dan gambar yang ditorehkan pada batik pesisir lebih cerah, lebih mencolok, lebih
berani dibanding batik klasik. Berikut adalah beberapa contoh batik pesisir.

Batik Lasem

Batik ini sering disebut-sebut sebagai batik encim. Memang di Lasem banyak sekali penduduk
orang Tionghoa. Lasem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Tempat ini berbatasan dengan Laut Jawa Utara.

Batik Lasem

Lasem dikenal dengan sebutan “Tiongkok kecil” karena merupakan sebuah kota awal
pendaratan orang Tionghoa di tanah Jawa.

Konon katanya, warna merah pada batik Lasem tidak dapat ditiru oleh pengrajin batik dari
daerah lain. Karena disana menggunakan olahan kulit mengkudu yang dicampur dengan kayu
untuk menghasilkan warna merahnya.

Dulu, batik Lasem hanya digunakan oleh wanita keturunan Tionghoa yang sudah berusia
lanjut. Pengaruh bangsa Cina sangat kental terasa pada batik Lasem, dari warna merah,
sampai gambar Naga, Phoenix dan huruf-huruf Cina. Sungguh indah sekali batik Lasem ini.

Batik Cirebon

Ciri khas batik dari Cirebon adalah motif Megamendung, atau bisa juga disebut awan-awanan.
Motif Megamendung adalah hasil akulturasi budaya Tiongkok yang dikembangkan seniman
batik Cirebon sesuai dengan selera masyarakat Cirebon yang mayoritas beragama Islam.
Batik Megamendung

Batik Cirebon mulai berkembang ketika pelabuhan Muara Jati menjadi tempat persinggahan
para pedagang yang berasal dari Tiongkok, Arab, Persia dan India. Pernikahan antara Sunan
Gunung Jati dengan putri Ong Tien merupakan peristiwa yang mengawali akulturasi budaya
Tiongkok dan budaya Jawa Keraton.Dulu sekali, motif megamendung ini hanya digunakan
oleh anggota Keraton saja. Sekarang sampai karyawan sampai anak sekolahpun boleh pakai.

Batik Belanda & Eropa

Para penjajah Belanda memiliki pengaruh yang kuat pada motif batik pesisir. Contohnya
adalah motif batik Little Red Riding Hood yang mana motif ini menggambarkan cerita folklor
dari Perancis, dan pada masa itu disukai oleh para penajajah Belanda. Batik ini populer pada
tahun 1840 – 1940 di Indonesia.

Batik Red Riding Hood


Ternyata orang Eropa itu suka sekali lho dengan batik. Sir Thomas Stamford Raffles yang
berasal dari Inggris tertarik sekali dengan budaya batik sampai-sampai ia mengirimkan
banyak sekali kain batik ke Inggris untuk dibuat secara massal. Namun istilah batik Belanda
sendiri terlahir karena seorang wanita yang bernama Carolina Josephina Franqemont, seorang
perempuan keturunan Indonesia dan Belanda. Desain khasnya yang disukai oleh masyarakat
Eropa umumnya bermotif karangan bunga dan dongeng Eropa.

Batik Pekalongan

Merupakan batik yang sangat kaya akan warna. Pekalongan adalah kota batik di Indonesia,
bahkan mereka memiliki museum batiknya sendiri. Banyak sekali pengrajin batik yang
bermukim di kota Pekalongan, hingga ke pinggiran kota. Bahkan, setiap kampung di
Pekalongan memiliki ciri khasnya sendiri yang berbeda dengan kampung lain. Padahal sama-
sama Pekalonga

Batik Pekalongan ini merupakan salah satu jenis batik dengan kualitas terbaik. Desain batik
Pekalongan terpengaruhi oleh beberapa kultur dan bangsa seiring dengan sejarah Indonesia,
dari Tiongkok, Belanda dan Jepang. Hal ini membuat batik Pekalongan sangat istimewa dan
selalu berkembang sesuai jaman. Salah satu batik yang sangat indah berasal dari Pekalongan,
yaitu batik Hokokai. Pada saat penjajahan Jepang lahirlah batik Hokokai, batik yang sangat
indah gambar dan motifnya. Terdiri dari bunga-bunga dan kupu-kupu. Sedangkan kainnya
apabila dibentangkan, akan terbagi menjadi dua, yaitu motif pagi dan sore. Kalau anda tertarik
dengan batik Hokokai baca artikelnya yaa.

Batik Hokokai

Batik ini mengikuti selera penjajah Jepang pada saat itu. Dimana para pengrajin dipaksa
membuat batik sesuai selera orang Jepang tanpa dibayar. Karena banyaknya perampasan pada
jaman itu, harga kain Mori untuk membuat batik menjadi sangat mahal.

Sehingga dibuatlah sistem pagi dan sore, yang mana dalam sehari seorang perempuan bisa
menggunakan sehelai kain saja. Tidak perlu ganti-ganti. Karena bagian atas kain gambarnya
lebih terang sehingga bisa digunakan pagi hari, dan saat kain dibalik, motifnya cenderung
lebih gelap sehingga bisa digunakan malam hari. Sehingga lebih menghemat pengeluaran.
Batik Kontemporer

Batik jenis ini tidak lekang oleh motif-motif yang sudah ada. Disebut juga batik
modern. Biasanya motif kontemporer dibuat oleh brand-brand batik anak muda. Sehingga
sumber inspirasinya tidak melulu melihat dari masa lalu, atau yang sudah ada. Inspirasi ini
bahkan bisa datang dari budaya luar, atau kehidupan para pemuda jaman sekarang.
Pemoeda.co.id sendiri memiliki batik tipe "Signature" yang dibuat untuk kegiatan-kegiatan
casual.

Motif kontemporer Pemoeda.co.id yang pada saat ini belum memiliki nama (12 Juni 2017).

Motif kontemporer cenderung memiliki warna-warna yang berani, atau desain yang tidak
seperti batik pada umumnya. Sehingga pada aplikasinya, batik jenis ini bisa digunakan untuk
kegiatan-kegiatan yang non-formil. Malah bisa aneh jika digunakan untuk acara yang
formal.Nah itulah tadi beberapa jenis motif batik yang ada di Indonesia. Tidak jarang pula,
anda akan menemukan batik yang dibuat tanpa nama dan tanpa ada cerita dibalik
pembuatannya. Akan menjadi PR untuk anda sendiri bagaimana anda menginterpretasikan
lukisan-lukisan pada batik tersebut. Mari kita lanjut!

Brand-Brand Batik di Indonesia

Kalau anda ingin membeli batik, tentunya banyak sekali pedagang-pedagang yang menjual
secara online dan offline. Untuk sekedar pengetahuan anda saja, berikut adalah beberapa
brand batik Indonesia yang sudah sangat terkenal sepanjang masa.

Danar Hadi

Danar Hadi didirikan oleh H. Santosa pada tahun 1967. Nama dagang Batik Danar Hadi
diambil dari nama istri, "Danar" dan nama bapak mertua, "Hadi". Bisnis batik ini dia rintis
setelah beliau menikah dengan Danarsih Hadipriyono, istrinya.
Toko Batik Danar Hadi

Sejak kecil, H. Santoso tinggal bersama dengan kakeknya RH Wongsodinomo yang


merupakan pengusaha batik, sehingga batik bukan merupakan hal yang baru bagi beliau.
Meskipun begitu, beliau mengatakan bahwa tidaklah mudah mendirikan usaha ini.

Saat menikah, beliau mendapat sumbangan pernikahan dari tamu berupa barang, misalnya
jam dan tape player. Yang akhirnya, barang-barang yang merupakan sumbangan itu dijual
sebagai modal usaha. Tapi berkat kegigihannya, merek dagang Danar Hadi menjadi salah satu
merek batik terkenal di Indonesia.

Batik Keris

Batik Keris adalah sebuah perusahaan yang didirikan di kecamatan Cemani, Sukoharjo,
Indonesia pada tahun 1946 oleh Kasoem Tjokrosaputra. Awalnya usaha ini merupakan usaha
batik rumahan dan usaha ini terus berkembang hingga pada tahun 1970 mereka mendirikan
pabrik printing.
Model Batik Keris

Kemudian mereka menjual produknya di pusat perbelanjaan yang sangat terkenal saat itu,
Sarinah, di tahun 1972. Batik Keris sampai dengan saat ini sudah berkembang dari generasi ke
generasi lebih dari 90 tahun.

Batik Keris juga berinovasi menciptakan produk – produk modern tanpa meninggalkan ciri
khas Batik yang unik. Kalau sekarang anda pergi ke mall-mall di Jakarta, hampir setiap saat
anda akan menjumpai gerai batik Keris ini.

Batik Semar

Batik Semar didirikan oleh keluarga Kasigit pada tahun 1947. Mulanya perusahaan Batik
Semar memproduksi batik dengan nama Batik Bodronoyo, yang tak lain adalah nama dari
Semar itu sendiri.

Toko Batik Semar


Namun, karena nama Semar lebih dikenal di masyarakat umum, maka dipakailah nama
tersebut pada tahun 1966. Pemilihan nama Batik Semar sendiri bukanlah tanpa alasan.

Semar merupakan sosok panutan dalam dunia Pewayangan, yang diakui sebagai Batara
Ismaya, sekaligus menjadi pengasuh keluarga Pandawa. Diluar itu, ternyata nama "Semar"
merupakan sebuah singkatan, kepanjangannya sendiri memiliki makna yang bagus seperti
berikut.

S = Sarwi atau bersama-sama,

E = Ening atau Suci bersih,

M = Marsudi atau berusaha tanpa putus asa,

A = Ajuning atau perkembangan,

R = Rasa atau Seni

Filosofi dibalik nama “Semar” ini bagus sekali ya? Mungkin kalau dibentuk dalam sebuah
kalimat menjadi “Bersama-sama berusaha tanpa putus asa mengembangkan seni dengan hati
yang suci.” Wah salut deh sama batik Semar.

Iwan Tirta

Iwan Tirta adalah seorang perancang busana yang sangat dikenal melalui rancangan-
rancangannya yang menggunakan unsur batik. Setamat menempuh pendidikan di Fakultas
Hukum Universitas Indonesia, beliau melanjutkan pendidikan S2 nya di Yale University,
Amerika Serikat dan London School of Economics.

Batik Iwan Tirta saat fashion show.


Ketertarikannya pada batik dimulai ketika beliau menerima dana hibah dari John D.
Rockefeller untuk mempelajari tarian keraton Kasunanan Surakarta. Sejak saat itulah beliau
mendedikasikan hidupnya untuk menciptakan karya-karya batik dengan tingkat tinggi.

Sehingga batik rancangannya dipakai oleh para pemimpin dunia pada kesempatan pertemuan
APEC di Indonesia pada tahun 1994. Pada tahun 2003 PT. Irwan Tirta didirikan dengan ITPC
(Irwan Tirta Private Collection) yang menjadi merek dagangnya.

Batik Iwan Tirta motif "Kupu Sejoli", bagus sekali ya?

Sampai sekarang, telah lebih dari 10.000 design batik original yang telah dibuatnya. Bahkan
kreasi beliau telah dipublikasikan oleh majalah internasional, antara lain Vouge, Harper’s
Bazaar, dan National Geographic.

Batik Iwan Tirta bukanlah batik yang murah lho Bung! Sepotong kemeja bisa dihargai
7.000.000 IDR sampai belasan juta! Tapi jangan salah, ternyata banyak sekali lho peminatnya.

Parang Kencana

Parang Kencana didirikan pada tahun 1992 oleh Mariana Sutandi. Setamat kuliah hukum di
Universitas Parahyangan, beliau bergabung di perusahaan milik suaminya di bidang logam.
Karena gairahnya tinggi di bidang bisnis batik, ia lantas membuat sebuah perusahaan batik
yang diberi nama Parang Kencana.
Batik Parang Kencana on Fashion Show.

Parang Kencana berhasil menghadirkan ragam busana batik berpotongan simpel minimalis
yang mampu menjangkau selera pasar. Tidak terlihat imbuhan berlebihan yang membuat
batik justru tampil tidak klasik dan cantik.

Hasratnya di dunia bisnis dan cintanya pada batik ternyata telah membawa Parang Kencana
berkembang cukup pesat. Parang Kencana telah membuka 30 gerai di seluruh Indonesia.

Alleira Batik

Alleira batik didirikan oleh Lisa Kurniawaty Mihardja pada tahun 2005. Alleira diambil dari
Bahasa inggris “alluring” yang berarti memikat atau menarik hati. Berawal dari sembunyi-
sembunyi dari suaminya, beliau pun akhirnya menjadi pebisnis batik dengan pelanggan dari
kalangan menengah ke atas.

Alleira on Fashion Show.


Dengan modal awal $3000, Alleira telah berkembang menjadi salah satu brand batik terkenal
di Indonesia. Alleira batik menjalin kerja sama dengan Annisa Pohan, seorang figur terkenal,
untuk memasarkan merek ini. Desain yang ditawarkan oleh Alleira adalah klasik modern,
dimana terdapat perpaduan antara motif klasik dan desain yang modern. Tidak jarang terlihat
Alleira juga menawarkan desain-desain motif yang sangat modern.

Pemoeda.co.id (sudah bukan Merek Lokal Yang Menjual Batik, wkwkwk)

Pemoeda.co.id dibangun pada tahun 2016 dengan tujuan meningkatkan nasionalisme para
pemuda Indonesia, oleh anak-anak muda alumni Universitas Indonesia (UI), Bina Nusantara
(Binus) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Instagram Pemoeda.co.id, follow ya di http://bit.ly/2rPtPIC

Memang pada saat artikel ini ditulis bahkan kami belum mulai berjualan. Namun visi kami
adalah untuk mempopulerkan batik di kalangan para pemuda Indonesia dan diseluruh dunia.
Visi yang cukup besar untuk kami. Karena kami melihat bahwa belum ada brand batik yang
benar-benar bisa menembus pasar anak muda. Caranya adalah dengan membuat motif-motif
batik yang sesuai dengan kegiatan-kegiatan anak muda.

Kegiatan-kegiatan seperti travelling, nongkrong, ke kampus, atau sekedar jalan-jalan di kota


tidak selalu cocok apabila menggunakan motif batik klasik atau pesisir. Mayoritas kegiatan
para pemuda berbentuk non formal. Sehingga Pemoeda.co.id menawarkan produk-produk
batik dengan desain casual yang dapat disejajarkan dengan kemeja-kemeja buatan brand-
brand asing yang sudah terkenal.

Kami berupaya untuk mengurangi market share brand asing di tanah air tercinta ini, dengan
memasarkan produk-produk lokal yang padahal potensinya sangat besar.

Batik Indonesia dan UNESCO

Pada hari ini batik sudah dikenal oleh dunia. Batik ditetapkan oleh UNESCO (The United
Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai warisan khas Indonesia
pada sebuah konferensi di Abu Dhabi.
Dalam bahasa Inggris, batik ditetapkan sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of
Humanity, keren sekali memang Bung. Ini diumumkan oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober
2009 lampau, dimana hal ini memicu rasa bangga warga Indonesia terhadap seni batik. Coba
anda lihat artikelnya.

Artikel tentang batik yang diumumkan oleh UNESCO

Setelah hal ini diketahui khalayak ramai di Indonesia, penjualan batik meningkat berkali-kali
lipat. Setiap tanggal 2 Oktober, penjualan batik di Indonesia sangat tinggi. Ini menunjukkan
bahwa batik merupakan suatu seni yang sangat dihargai dan dibanggakan di Indonesia.