Anda di halaman 1dari 8

RESUME ANATOMI AVES

OLEH :

NAMA : RAISSA MIRANDA DIVA

NO BP : 1710422027

KELOMPOK : IV A

ANGGOTA KELOMPOK : 1. RIA PUSPITA ZARI (1510421015)

2. PANJI CHRISTY (1710422007)

3. JIHAN APRILIA NAWAWI (1710423027)

4. YELLA PRASTIKA YUDA (1710423031)

ASISTEN : NADYATUL KHAIRA HUDA

LABORATORIUM TEACHING II

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG, 2018
Morfologi Aves

Tubuh burung dibedakan atas caput(kepala), cervix(leher) yang biasanya panjang,


truncus (badan) dan cauda (ekor). Sepasang extremitas anterior merupakan ala (sayap)
yang terlipat seperti huruf Z pada tubuh waktu tidak terbang. Extremitas posterior
berupa kaki, otot daging paha kuat, sedang bagian bawahnya bersisik dan bercakar.

Mulut mempunyai rostum (paruh) yang terbentuk oleh maxilla pada ruang atas dan
mandibula pada ruang bawah. Bagian dalam rostum dilapisi oleh lapisan yang
disebut cera, sedang sebelah luar dilapisi oleh pembungkus selaput zat tanduk. Pada
atap paruh atas terdapat lubang hidung (nares interna pada sebelah dalam dan nares
externa sebelah luar). Organon visus relatif besar dan terletak sebelah lateral pada
kepala dengan kelopak mata yang berbulu. Pada sudut medial terdapat membrana
nicitan yang dapat ditarik menutup mata. Di belakang dan di bawah tiap-tiap mata
terdapat lubang telinga yang tersembunyi di bawah bulu khusus. Di bawah ekor
terdapat anus.

Bulu adalah ciri khas kelas aves yang tidak dimiliki oleh vertebrata lain. Hampir
seluruh tubuh aves ditutupi oleh bulu, yang secara filogenetik berasal dari epidermal
tubuh, yang pada reptile serupa dengan sisik. Secara embriologis bulu aves bermula
dari papil dermal yang selanjutnya mencuat menutupi epidermis. Dasar bulu itu
melekuk ke dalam pada tepinya sehingga terbentuk folikulus yang merupakan lubang
bulu pada kulit. Selaput epidermis sebelah luar dari kuncup bulu menanduk dan
membentuk bungkus yang halus, sedang epidermis membentuk lapisan penyusun
rusuk bulu.Sentral kuncup bulu mempunyai bagian epidermis yang lunak dan
mengandung pembuluh darah sebagai pembawa zat-zat makanan dan proses
pengeringan pada perkembangan selanjutnya.

Berdasarkan susunan anatomis bulu dibagi menjadi:

a) Filoplumae, Bulu-bulu kecil mirip rambut tersebar di seluruh tubuh. Ujungnya


bercabang-cabang pendek dan halus. Jika diamati dengan seksama akan tampak
terdiri dari shaft yang ramping dan beberapa barbulae di puncak.

b) Plumulae, Berbentuk berbentuk hampir sama dengan filoplumae dengan


perbedaan detail.

c) Plumae, Bulu yang sempurna.

d) Barbae

e) Barbulae, Ujung dan sisi bawah tiap barbulae memiliki filamen kecil disebut
barbicels yang berfungsi membantu menahan barbula yang saling bersambungan.
Susunan plumae terdiri dari :

– Shaft (tangkai), yaitu poros utama bulu.

– Calamus, yaitu tangkai pangkal bulu.

– Rachis, yaitu lanjutan calamus yang merupakan sumbu bulu yang tidak berongga di
dalamnya. Rachis dipenuhi sumsum dan memiliki jaringan.

– Vexillum, yaitu bendera yang tersusun atas barbae yang merupakan cabang-cabang
lateral dari rachis. Lubang pada pangkal calamus disebut umbilicus inferior,
sedangkan lubang pada ujung calamus disebut umbilicus superior. Bulu burung pada
saat menetas disebut neossoptile, sedangkan setelah dewasa disebut teleoptile.

Menurut letaknya, bulu aves dibedakan menjadi:

 Tectrices, bulu yang menutupi badan.

 Rectrices, bulu yang berada pada pangkal ekor, vexilumnya simetris dan
berfungsi sebagai kemudi.

 Remiges, bulu pada sayap yang dibagi lagi menjadi:

a. Remiges primarie yang melekatnya secara digital pada digiti dan secara
metacarpal pada metacarpalia.

b. Remiges secundarien yang melekatnya secara cubital pada radial ulna.

c. Remiges tertier yang terletak paling dalam nampak sebagai kelanjutan


sekunder daerah siku.

 Parapterum, bulu yang menutupi daerah bahu.

 Ala spuria, bulu kecil yang menempel pada ibu jari (Jasin, 1984).

Sistem Otot

Sistem otot aves (burung) yakni otot aksial dan hipobrankhial yang mereduksi,
karena beberapa vertebrae mengalami fusi, yang merupakan salah satu penyesuaian
untuk terbang. Adanya persatuan yang kokoh antara vertebrae torakalis dan lumbalis
menyebabkan otot aksial kurang berfungsi, kecuali di leher, yang berkembang baik
otot pektoralis, berfungi penting pada saat terbang. Otot apendikular terbagi dua,
yaitu bagian depan dan bagian belakang. Tungkai depan teradaptasi untuk terbang,
sehingga ototnya sesuai untuk terbang, sedangkan yang belakang teradaptasi untuk
berjalan atau berenang hingga sesuai fungsinya.
Sistem gerak aves tersusun atas otot-otot antara lain: otot lidah, otot multifidis
cervicis, otot pectoralis, otot supracoracoideus, otot semitendinosus flexor, otot
peroneus longus, otot gastrocnemius, otot obliquus abdominus externus, otot levator
caudae, otot depressor caudae, otot iliotibialis, otot extensor jari, otot pelvic girdle,
otot dada (thoraks), otot flexor jari, otot tricep brachii, otot bicep brachii, dan otot
patagial tendon.

Sistem Rangka

Sistem rangka aves (burung) merupakan alat gerak pasif. Sistem rangka burung
tersusun atas berbagai jenis tulang yang tertera dalam gambar berikut:

(1) Tengkorak; (2) Cervical vertebrae/Tulang leher; (3) Furcula; (4) Korakoid; (5)
Bengkokan tulang rusuk; (6) Keel; (7) Patela/lutut; (8) Tarsometatarsus; (9) Jari; (10)
Tibia/Tibiotarsus; (11) Fibia/Tibiotarsus; (12) Femur/Tulang paha: (13) Iskium; (14)
Pubis: (15) Illium: (16) Tulang ekor: (17) Pygostyle; (18) Synsacrum; (19) Scapula;
(20) Lumbar vertebrae; (21) Humerus; (22) Ulna; (23) Radius: (24) Karpal; (25)
Metakarpal; (26) Jari; (27) Alula

Burung memiliki struktur tulang yang beradaptasi untuk terbang. Adaptasi

tulang burung adalah sebagai berikut :

a. Burung memiliki paruh yang lebih ringan dibandingkan rahang dan gigi pada
hewan mamalia.

b. Burung memiliki sternum (tulang dada) yang pipih dan luas,berguna sebagai
tempat pelekatan otot terbang yang luas.

c. Tulang-tulang burung berongga dan ringan .Tulang-tulang tersebut sangat kuat


karena memiliki struktur bersilang.

d. Sayap tersusun dari tulang-tulang yang lebih sedikit dibandingkan tulang-tulang


pada tangan manusia.Hal ini berfungsi untuk mengurangi berat terutama ketika
burung terbang.

e. Tulang belakang bergabung untuk memberi bentuk rangka yang padat,terutama


ketika mengepakkan sayap pada saat terbang.

Burung juga memiliki tulang-tulang yang khas yang sesuai untuk terbang.Anggota
depan berubah fungsi menjadi sayap.Tulang dan dada membesar dan memipih
sebagai tempat melekatnya otot-otot dan sayap.Hal ini memungkinkan burung

Sistem Pencernaan

Saluran pencernaan Aves terdiri atas rongga mulut yang terdapat lidah, oesofagus
panjang dimana pada burung pemakan biji-bijian oesofagus membentuk pelebaran ke
ventral biasa disebut tembolok yang berfungsi untuk menyimpan makanan
sementara. Ventrikulus pada bururng terbagi atas 2 bagian yaitu:
a. Proventrikulus bersifat kelenjar
b. Ventrikulus bersifat muskuler
Intestinum tenue dan intestinum krasum dibatasi oleh seka koli yang panjang kecuali
pada merpati seka koli pendek terlihat di kanan kiri intestinum hampir menuju
kloaka. Pada burung tonjolan dorsal kloaka membentuk bursa kloakalis atau bursa
Fabricii yang berfungsi membentuk antibodi.
Kelenjar pencernaan aves terdiri atas hepar dengan dua lobus atau lebih ada vesika
felea kecuali merpati. Pankreas terletak antara pars desendens dan pars asendens
dengan duktus dan bermuara pada pars asendens duodenum.

Sistem Respirasi

Aves memiliki kantung kantung udara selain paru-paru yakni ada 5 kantung udara
yaitu (1) servikalis, (2) interklavikularis, (3) anterior thorakhalis, (4) posterior
thorakalis dan (5) abdominalis. Udara masuk dari rongga hidung menuju ke trachea
lalu ke bronchus primer kemudian ke mesobronkhus dan menuju bronkhus sekunder
baru ke kantung udara. Jika akan digunakan maka udara yang ada di kantung udara
akan dikeluarkan kembali melalui bronkhus sekunder dan parabronkhi ke paru-paru.
Ukuran paru-paru aves kecil dan penuh vaskularisasi dengan kemampuan
mengembang sedikit karena melekat pada koastae dan vertebrae thoraks trachea.

Sistem Transpor dan Jantung

Pada aves sistem ini sama dengan pada mamalia, dengan jantung yang terdiri atas
empat ruang, yaitu atrium dekstra dan sinistra serta ventrikel dektra dan sinistra.
Sinus venosus menghilang, pembuluh darah yang masuk ke atrium adalah dua vena
kava dan satu vena kava posterior, sedangkan pembuluh darah yang keluar dari
anterior ventrikel dekstra adalah aorta pulmonalis dan dari ventrikel si arkus aorta,
Peredaran darahnya ganda, tidak ada pencampuran darah. Sistem organ transportasi
pada aves terdiri dari: Jantung, Aorta, Arteri Pulmonari, Arteri Carotid , Vena
Jugular, Arteri Femoral, Vena Femoral, Arteri Brachial, Vena Brachial, Vena Cava
Cranial, Vena Cava Caudal , Arteri Caudal & Internal Iliac, Vena Caudal & Internal
Iliac.

Sistem Urogenitalia

Sistem ini terdiri dari atas:

1. Ginjal (ren). Jumlahnya sepesang, terletak retroperitonial, di daerah


punggung, warna merah coklat. Terdiri atas 3 lobus, saling berhubungan,
pada kranial terdapat kelenjar adrenalis
2. Ureter. Jumlah sepasang, ke arah kaudal bermuara dalam kloaka bagian
uradaeum
3. Kloaka adalah ruangan tunggal pada dinding sebelah dorsal didapatkan buta
fabricii. Terdapat tiga bagian yakni (1) Urodaeum adalah bagian
bermuaranya ureter dan saluran gonad (2) Koprodaeum adalah tempat
bermuara saluran makanan Tidak ada vesika urinaria (3)
Proktodaeum adalah lubang keluar

Sistem genitalia, misal pada burung terdiri atas beberapa organ, yakni:
Jantan

1. Testis. Sepasang, oval, terletak ventral dari lobus ren bagian kranial
2. Epididimis. Sepasang, kecil, dorsal dari testis, suatu saluran yang menuju ke
duktus deferen
3. Duktus deferen. Saluran sepasang, agak berkelok pada burung yang tua dan
lurus pada burung yang muda, ke kaudal menyilang ureter menuju ke
4. Kloaka. Sebelah lateral tepat pada bagian urodeaum bermuara d deferens

Betina

1. Ovarium. Tunggal hanya kiri yang berkembang, difiksir oleh mesovarium


2. Oviduct. Saluran lurus pada burung muda, berkelok pada burung tua. Bagian
dekat ovarium adalah infundibulum seperti corong dengan lubang ostium
abdominalis, menggantung pada mesosalphink
3. Tuba
4. Uterus adalah bagian tuba yang membesar
5. Kloaka. Tempat muara langsung dari uterus

Urodaeum bagian bermuaranya ureter dan saluran gonad. Saat kopulasi proktodea
dari kedua jenis kelamin ini akan melekat erat, sehingga spermatozoa dicurahkan ke
kloakaPada sebagian aves, memiliki vesicula seminalis yang merupakan gelembung
kecil bersifat kelenjar dan bagi tempat menampung sementara sperma sebelum
dituangkan melalui pupil yang terletak pada kloaka. Pada hewan betina terdapat
sepasang ovari, hanya yang dekskum mengalami atrophis (mengecil dan tidak
bekerja lagi). Dari ovari menjulur oviduct panjang berkelok-kelok, berlubang pada
bagian cronial dengan bentuk corong. Lubang oviduct disebut ostium abdomanalis.

Fertilisasi terjadi di dalam tubuh dengan jalan mengadakan kopulasi. Waktu kopulasi,
sperma dan ovum saling menempel, sehingga sperma yang keluar langsung masuk ke
dalam proctodoeum yang betina, untuk kemudian menuju oviduct. Organ reproduksi
betina hanya terdiri dari satu ovarium sebelah kiri. Tuba merupakan oviduct bagian
rustral, terdapat kelenjar .