Anda di halaman 1dari 15

Unsur hara merupakan suatu komponen yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang

tidak sedikit untuk membantu mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal. Tumbuhan
memerlukan asupan unsur hara baik yang tersedia dialam (tanah) maupun yang diaplikasikan
atau diberikan oleh manusia untuk hidup, tumbuh dan menyelesaikan siklus hidupnya,
Pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman ditentukan oleh dua faktor utama
yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan.Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan
lajunya pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur
hara yang cukup di dalam tanah. Layaknya manusia, tumbuhan juga membutuhkan makanan
untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Unsur makro dan unsur mikro merupakan makanan
bagi tanaman. Bedanya hanya pada takaran yang dipakai oleh tanaman tersebut. Jika tanaman
kekurangan satu unsur hara saja (makro/mikro), walaupun unsur hara yang lain cukup banyak,
maka produktivitas pertumbuhan tanaman akan terganggu. Kunci nya adalah, pengelompokan
kandungan unsur hara makro dan mikro dalam tanah dapat kita gunakan untuk memperkirakan
kebutuhan unsur hara tanaman. Dengan itu kita dapat memberikan unsur hara (pupuk) dalam
jumlah yang lengkap dan seimbang sehingga kebutuhan sumber hara pada tanah akan optimal
dan terjaga.
Unsure hara merupakan zat essensial bagi tanaman yang menpengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan fisiologis tanaman. Unsure hara juga disebut unsure essensial karena setiap
unsure hara tersebut harus ada dalam jumlah tertentu bagi tanaman. Unsure hara rerdiri atas dua
macam berdasarkan kebutuhan tanaman akan unsure tersebut, yaitu unsure hara makro dan
unsure hara mikro. (Yusuf, 2009).
Unsure hara makro adalah unsure hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak
yaitu besar dari 500 ppm. Unsure hara makro terdiri dari Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen
(O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S).
sedangkan unsure hara mikro mikro adalah unsure hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah
yang sedikit atau kurang dari 100 ppm. Unsure hara mikro terdiri dari Besi (Fe), Mangan (Mn),
Boron (B), Mo, Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl). (Ardi, 2007).
Ketersediaan unsur hara di dalam tanah secara umum dibagi kepada dua, yaitu:
 Bentuk senyawa kompleks yang sukar larut
 Bentuk sederhana dan mudah tersedia bagi tanaman.
 Bentuk kimia unsur hara dibagi kepada dua bentuk, yaitu :
 Bentuk Organik, yaitu unsur hara yang terdapat dalam persenyawaan organik. Unsur C, H, O, N,
P, S kebanyakan terdapat dalam bentuk ini.
 Bentuk Anorganik. Bentuk ini umumnya terdiri atas tiga status, yaitu :
 Bentuk mineral
 Bentuk teradsorpsi, dan
 Bentuk tertukarkan atau bentuk larut (ion).

A. Unsur Hara Makro


Unsur hara makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif
besar. Beberapa unsur hara ini diantaranya : Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca),
Magnesium (Mg), Belerang (S), Besi (Fe), Karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O).
1. Nitrogen (N)
Nitrogen berperan dalam pembentukan sel , jaringan , dan organ tanaman. Ia berfungsi
sebagai bahan sintetis klorofil , protein , dan asam amino. Karena itu kehadirannya dibutuhkan
dalam jumlah besar , terutama saat pertumbuhan vegetatif. Bersama fosfor (P) , nitrogen
digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Terdapat 2 bentuk nitrogen yakni amonium dan nitrat. Sejumlah penelitian membuktikan
amonium sebaiknya tidak lebih dari 25% dari total konsentrasi nitrogen. Jika berlebihan , sosok
tanaman bongsor tetapi rentan terhadap serangan penyakit. Nitrogen yang berasal dari amonium
akan memperlambat pertumbuhan karena mengikat karbohidrat sehingga pasokan sedikit.
Dengan demikian cadangan makanan sebagai modal berbunga juga minimal. Akibatnya tanaman
tidak mampu berbunga. Seandainya yang dominan adalah nitrogen bentuk nitrat , maka sel-sel
tanaman akan kompak dan kuat sehingga lebih tahan penyakit. Untuk mengetahui kandungan N
dan bentuk nitrogen dari pupuk bisa dilihat dari kemasan.
a. Kekurangan
Tanaman yang kekurangan nitrogen dikenali dari daun bagian bawah. Daun itu menguning
karena kekurangan klorofil. Lebih lanjut mengering dan rontok. Tulang-tulang di bawah
permukaan daun muda tampak pucat. Pertumbuhan tanaman lambat , kerdil dan lemah. Produksi
bunga dan biji rendah.
b. Kelebihan
Warna daun terlalu hijau , tanaman rimbun dengan daun. Proses pembuangan menjadi lama.
Adenium bakal bersifat sekulen karena mengandung banyak air. Hal itu menyebebkan rentan
serangan cendawan dan penyakit , dan mudah roboh. Produksi bunga menurun.
c. Fungsi
 Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
 Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman.
 Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun.
d. Gejala
Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau
kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati.

2. Fosfor (P)
Fosfor merupakan komponen penyusun beberapa enzim , protein , ATP , RNA , dan DNA.
ATP penting untuk proses transfer energi , sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat genetik
tanaman. Unsur P juga berperan pada pertumbuhan benih , akar , bunga , dan buah. Dengan
membaiknya struktur perakaran sehingga daya serap nutrisi pun lebih baik. Bersama denga
kalium , fosfor dipakai untuk merangsang pembungaan. Hal itu wajar sebab kebutuhan tanaman
terhadap fosfor meningkat tinggi ketika tanaman akan berbunga.
a. Kekurangan
Dimulai dari daun tua menjadi keunguan cenderung kelabu. Tepi daun cokelat , tulang daun
muda berwarna hijau gelap. Hangus , pertumbuhan daun kecil , kerdil , dan akhirnya rontok.
Fase pertumbuhan lambat dan tanaman kerdil.
b. Kelebihan
Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe) ,
tembaga(Cu) , dan seng(Zn) terganggu. Namun gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman

c. Fungsi
 Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman.
 Merangsang pembungaan dan pembuahan.
 Merangsang pertumbuhan akar.
 Merangsang pembentukan biji.
 Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel.
d. Gejala
Tanaman yang kekurangan unsur P gejaalanya : pembentukan buah/dan biji berkurang, kerdil,
daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat ).
e. Struktur

3. Kalium (K)
Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintetis , akumulasi ,
translokasi , transportasi karbohidrat , membuka menutupnya stomata , atau mengatur distribusi
air dalam jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakardan
akhirnya gugur. Unsur kalium berhubungan erat dengan kalsium dan magnesium. Ada sifat
antagonisme antara kalium dan kalsium. Dan juga antara kalium dan magnesium. Sifat
antagonisme ini menyebabkan kekalahan salah satu unsur untuk diserap tanaman jika
komposisinya tidak seimbang.
Unsur kalium diserap lebih cepat oleh tanaman dibandingkan kalsium dan magnesium. Jika
unsur kalium berlebih gejalanya sama dengan kekurangan magnesium. Sebab , sifat antagonisme
antara kalium dan magnesium lebih besar daripada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium.
Kendati demkian , pada beberapa kasus , kelebihan kalium gejalanya mirip tanaman kekurangan
kalsium.
a. Kekurangan
Kekurangan K terlihat dari daun paling bawah yang kering atau ada bercak hangus. Bunga
mudah rontok. Tepi daun ‘hangus’ , daun menggulung ke bawah , dan rentan terhadap serangan
penyakit.
b. Kelebihan
Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. Pertumbuhan tanaman
terhambat. sehingga tanaman mengalami defisiensi.
c. Fungsi
 Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk
air.
 Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit.
d. Gejala
Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun
berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering,
timbul bercak coklat pada pucuk daun

4. Kalsium (Ca)
Merupakan bagian paling penting dari dinding sel dan sangat penting untuk menunjang proses
pertumbuhan. Kalsium adalah untuk menyusun klorofil. Dibutuhkan enzim untuk metabolis
karbohidrat serta
mempergiat sel meristem.. Perannya sangat penting pada titik tumbuh akar. Bahkan bila terjadi
defiensi Ca , pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu , dan berakibat penyerapan hara
terhambat. Ca berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel , dan mengatur distribusi
hasil fotosintesis.
a. Kekurangan
Kekurangan kalsium mengakibatkan terjadinya disintegrasi padaujung-ujung tanaman (ujung
batang, akar, dan buah) sehingga ujungnya menjadi mengering atau mati, tunas daun yang masih
muda akan tumbuh abnormal. Daun-daun muda selain berkeriput mengalami perubahan warna,
pada ujung dan tepi-tepinya klorosis (berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar di antara
tulang-tulang daun, jaringan-jaringan daun, kuncup-kuncup muda yang telah tumbuh akan mati,
pertumbuhan sistem perakarannya terhambat dan pertumbuhan tanaman akan lemah dan
menderita
b. Kelebihan
Kelebihan kalsium tidak berefek banyak , hanya mempengaruhi pH tanah, penyerapan Ca dan
Mg terganggu dan pertumbuhan tanaman terhambat.
c. Fungsi
 Merupakan bagian penting dari dinding sel dan sangat penting untuk menunjang proses
pertumbuhan.
 untuk menyusun klorofil.
 Dibutuhkan enzim untuk metabolis karbohidrat, serta mempergiat sel meristem.
d. Gejala
Gejala kekurangan kalsium yaitu titik tumbuh lemah , terjadi perubahan bentuk daun ,
mengeriting , kecil , dan akhirnya rontok. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak
kekar. Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan
produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium.
5. Magnesium (Mg)
Magnesium adalah aktivator yang berperan dalam transportasi energi beberapa enzim di
dalam tanaman. Unsur ini sangat dominan keberadaannya di daun , terutama untuk ketersediaan
klorofil. Jadi kecukupan magnesium sangat diperlukan untuk memperlancar proses fotosintesis.
Unsur itu juga merupakan komponen inti pembentukan klorofil dan enzim di berbagai proses
sintesis protein.
a. Kekurangan
Kekurangan magnesium menyebabkan sejumlah unsur tidak terangkut karena energi yang
tersedia sedikit. Yang terbawa hanyalah unsur berbobot ‘ringan’ seperti nitrogen. Akibatnya
terbentuk sel-sel berukuran besar tetapi encer. Jaringan menjadi lemah dan jarak antar ruas
panjang. Ciri-ciri persis seperti gejala etiolasi-kekurangan cahaya pada tanaman.
Muncul bercak-bercak kuningdi permukaan daun tua. Hal ini terjadi karena Mg diangkut ke
daun muda. Daun tua menjadi lemahd dan akhirnya mudah terserang penyakit terutama embun
tepung (powdery mildew).
b. Kelebihan
Kelebihan Mg tidak menimbulkan gejala ekstrim.
c. Fungsi
 Merupakan penyusun utama khlorofil yang menentukan laju fotosintesa / pembentukan
karbohidrat.
 Berfungsi untuk transportasi fosfat.
 Menciptakan warna hijau pada daun
 Kekurangan
d. Gejala
Gejala kekurangan Magnesium akan menguningnya yang dimulai dariujung dan bagian bawah
daun.

6. Belerang (S)
a. Kelebihan
Pada umumnya belerang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan asamasamamino sistin,
sistein dan metionin. Disamping itu S juga merupakan bagian dari biotin, tiamin, ko-enzim A
dan glutationin . Diperkirakan 90% S dalam tanaman ditemukan dalam bentuk asam amino, yang
salah satu fungsi utamanya adalah penyusun protein yaitu dalam pembentukan ikatan disulfida
antara rantai-rantai peptida. Belerang merupakan bagian (constituent) dari hasil metabolisme
senyawa-senyawa kompleks. Belerang juga berfungsi sebagai aktivator, kofaktor atau regulator
enzim danberperan dalam proses fisiologi tanaman
b. Kekurangan
Jumlah S yang dibutuhkan oleh tanaman sama dengan jumlah fosfor (P). Kekahatan S
menghambat sintesis protein dan hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya klorosis seperti
tanaman kekurangan nitrogen. Kahat S lebih menekan pertumbuhan tunas dari pada
pertumbuhan akar. Gejala kahat S lebih nampak pada daun muda dengan warna daun yang
menguning sebagai mobilitasnya sangat rendah di dalam tanaman (Haneklaus dan Penurunan
kandungan klorofil secara drastis pada daun merupakan gejala khas pada tanaman yang
mengalami kahat S . Kahat S menyebabkan terhambatnya sintesis protein yang berkorelasi
dengan akumulasi N dan nitrat organik terlarut.
c. Fungsi
 Pembentukan asam amino dan pertumbuhan tunas serta membantu pembentukan bintil akar
tanaman
 Pertumbuhan anakan pada tanaman
 Berperan dalam pembentukan klorofil serta meningkatkan ketahanan terhadap jamur
 Pada beberapa jenis tanaman antara lain berfungsi membentuk senyawa minyak yang
menghasilkan aroma dan juga aktifator enzim membentuk papain
d. Gejala
Gejala kekurangan sulfur pada tanaman pada umumnya mirip kekurangan unsur nitrogen.
misalnya daun berwarna hijau mudah pucat hingga berwarna kuning, tanaman kurus dan kerdil,
perkembangannya lambat.

7. Besi (Fe)
Besi berperan dalam proses pembentukan protein , sebagai katalisator pembentukan klorofil.
Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses fotosintetis dan respirasi , sekaligus
menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi
kekurangan sulit diperbaiki. Fe paling sering bertentanganatau antagonis dengan unsur mikro
lain. Untuk mengurangi efek itu , maka Fe sering dibungkus dengan Kelat (chelate) seperti
EDTA (Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA adalah suatu komponen organik yang
bersifat menstabilkan ion metal. Adanya EDTA maka sifat antagonis Fe pada pH tinggi
berkurang jauh. Di pasaran dijumpai dengan merek Fe-EDTA.
a. Kekurangan
Kekurangan besi ditunjukkan dengan gejala klorosis dan daun menguning atau nekrosa. Daun
muda tampak putih karena kurang klorofil. Selain itu terjadi karena kerusakan akar. Jika
adenium dikeluarkan dari potnya akan terlihat potongan-potongan akar yang mati.
b. Kelebihan
Pemberian pupuk dengan kandungan Fe tinggi menyebabkan nekrosis yang ditandai dengan
munculnya bintik-bintik hitam pada daun.
c. Fungsi
 Berfungsi untuk pembentukan klorofil.
 berperan pada proses-proses fisiologis tanaman seperti proses pernapasan
 berfungsi sebagai aktifator dalam proses biokimia didalam tanaman dan pembentukan beberapa
enzim
d. Gejala
Gejala kekurangan besi pada tanaman dapat menimbulkan korosi, lembaran daun menjadi
kuning/pucat. Dalam jumlah tertentu besi menjadi racun bagi tanaman. Besi tersedia dalam tanah
berkisar 2-150ppm. Dan kebutuhan normal tanaman berkisar 40-250ppm.
8. Karbon (C)
Karbon (C) adalah unsur penting sebagai pembangun bahan organik , karena
sebagian besar kering tanaman terdiri dari bahan organik. Unsur karbon (C) ini diserap tanaman
dalam bentuk gas CO2 yang selanjutnya digunakan dalam proses yang sangat penting yaitu
fotosintesis 6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6 O2. tanaman mengambil unsur karbon (C)
berupa CO2 dari udara (atmosfer). Kegiatan ini dilakukan oleh organ tanaman yang memiliki
klorofil, umumnya bagian tanaman yang berwarna hijau dan terdapat diatas tanah
a. Kekurangan
Apabila suatu tanaman kekurangan unsur hara makro utamanya carbon maka proses fotosintesis
akan terhambat, karena fungsi fisiologis carbon disini adalah sebagai komponen dasar molekuler
karbohidrat, protein, lipid dan asam nukleat. Daun tumbuh kecil-kecil, pertumbuhan lambat, dan
munculnya deposit kasar keputihan pada permukaan daun sebagai akibat proses dekalsifikasi
biogenik
b. Kelebihan
Kelebihan unsur hara makro tidak menimbulkan pengaruh karena akan terlarut kedalam tanah
atau larut oleh air.
c. Fungsi
 Penyusun selulosa yang merupakan dinding tiap-tiap sel dan memperkuat seluruh bagian
tanaman
 Mempengaruhi rasa dan wangi-wangian air buah maupun bunga
 Mempengaruhi warna daun maupun bunga
d. Gejala
Gejala kekurangan Karbon (C) Tidak tercukupinya asupan karbohidrat,lemak dan protein,
dinding tiap-tiap sel pada tanaman menjadi lemah dan warna daun menjadi layu

9. Hidrogen (H)
Atom H merupakan unsur penting penyusun molekul organik (CHO), atom hidrogen disearp
tanaman dalam bentuk H2O (air), hidrogen (H) merupakan elemen pokok pembangunan bahan
organik.
a. Kekurangan
Apabila suatu tanaman kekurangan air maka fotosintesis dan aktivitas tumbuhan lainnya juga
akan terlambat. Kekurangan air akan mengganggu aktifitas fisiologis maupun morfologis,
sehingga mengakibatkan terhentinya pertumbuhan.
b. Kelebihan
c. Fungsi
 Air berfungsi dalam fotosintesis
 sebagai pelarut senyawa organik, anorganik, gula, pengangkut hara tanaman, reaksi biokimia,
hidrasi sel, keseimbangan ion.
 Sebagai unsur pereduksi utama

10. Oksigen (O)


Oksigen merupakan bagian dari air (H2O)dan berada dalam udara.
Seluruh bagian tanaman yanag berada di atas maupun di dalam tanah sangat memerlukan
oksigen.
a. Fungsi
 Oksigen berperan penting bagi penglihatan (kesehatan mata)
 Memperkuat jantung, sehingga bisa di bilang bahwa oksigen mengurangi resiko tekanan
serangan jantung
 Menenangkan dan menstabilkan sistem syaraf
 Memperbaiki proses pencernaan
 Membuat tidur seseorang menjadi berkualitas.

B. Unsur Hara Mikro


Unsur Hara Mikro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah yang sangat
kecil, tetapi fungsinya penting dan tidak tergantikan. contoh Unsur Hara Mikro atara lain
Molibdenum (Mo), Besi (Fe), Boron (B), Seng (Zn), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), dan Khlor
(Cl)
1. Ferrit / Besi ( Fe )
Fungsi Ferrit / Besi ( Fe ) :
1) Untuk pembentukan klorofil.
2) Berperan pada proses-proses fisiologis tanaman seperti proses pernapasan.
3) Sebagai aktifator dalam proses biokimia didalam tanaman, dan pembentuk beberapa enzim.
4) diserap oleh tanaman dalam bentuk Fe++ dan Fe+++
Kekurangan unsur hara Ferrit / Besi ( Fe ) :
1) Pada daun muda, mula-mula secara setempat-setempat berwarna hijau pucat atau hijau
kekuning-kuningan.
2) Pada tulang daun terjadi klorosis.
3) Pada musim kemarau, daun-daun muda banyak yang menjadi kering dan berjatuhan.
4) Pertumbuhan tanaman seolah terhenti akibatnya daun berguguran dan akhirnya mati mulai dari
pucuk.
Kelebihan unsur hara Ferrit / Besi ( Fe ) :
Pemberian pupuk dengan kandungan Fe tinggi menyebabkan nekrosis yang ditandai
dengan munculnya bintik-bintik hitam pada daun.

2. Mangan ( Mn )
Fungsi Mangan ( Mn )
1) Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama
vitamin C.
2) Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua.
3) Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim.
4) Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi.
5) Diserap oleh tanaman dalam bentuk Mn++
Kekurangan unsur hara Mangan ( Mn ) :
1) Pada daun-daun muda di antara tulang-tulang dan secara setempat-setempat
terjadi klorosis.
2) Jaringan-jaringan pada bagian daun yang klorosis mati sehingga daun tampak menggerigi
karena mengering dan keriput.
3) Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil.
4) Pembentukan biji-bijian kurang baik (jelek).
Kelebihan unsur hara Mangan ( Mn ) :
Pada dasarnya Mn dibutuhkan dalam jumlah sedikit, apabila kelebihan unsur hara ini
maka dapat menghambat proses sintesa klorofil.
3. Cupprum / Tembaga ( Cu )
Fungsi Cupprum / Tembaga ( Cu ) :
1) Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa,
Butirid Coenzim A. Dehidrosenam.
2) Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil).
3) diserap oleh tanaman dalam bentuk Cu++
Kekurangan unsur hara Cupprum / Tembaga ( Cu ) :
1) Pada bagian daun masih muda tampak layu dan kemudian mati (die back),
sedang ranting-rantingnya berubah warna pula menjadi coklat dan mati pula.
2) Ujung daun secara tidak merata sering ditemukan layu.
3) Pada bagian buah pada umumnya kecil-kecil warna coklat dan bagian dalamnya
didapatkan sejenis perekat (gum).
Kelebihan unsur hara Cupprum / Tembaga ( Cu ) :
1) Tanaman tumbuh kerdil.
2) Percabangan terbatas.
3) Pembentukan akar terhambat,akar menebal dan berwarna gelap
4. Zincum / Seng ( Zn )
Fungsi Zincum / Seng ( Zn ) :
1) Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong
perkembangan pertumbuhan.
2) Berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi
keseimbangan fisiologis.
3) Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah.
4) diserap oleh tanaman dalam bentuk Zn++
Kekurangan unsur hara Zincum / Seng ( Zn ) :
 Terjadi penyimpangan pertumbuhan pada bagian daun-daun yang tua, yaitu:
Bentuknya lebih kecil dan sempit daripada bentuk umumnya
 Klorosis terjadi di antara tulang-tulang daun.
 Daun mati sebelum waktunya, kemudian berguguran dimulai dari daun-daun
yang ada di bagian bawah menuju ke puncak.
 Pada padi sawah adanya pemutihan di bagian tengah daun. Kekurangan yang
parah menyebabkan daun tidak mau terbuka.
 Pada tanaman jagung daun-daun muda menunjukkan garis-garis kuning dan
terus menguning sampai ke dasar daun, sedang tepi daun tetap hijau.
Kelebihan unsur hara Zincum / Seng ( Zn ) :
Ini ditandai dengan daun berwarna aneh-aneh misal kekuning-kuningan atau pada daun
yang sudah tua berwarna kemerahan.Kalau diperhatikan dengan seksama cabang dan batangpun
ikut terkena bencana yang mengakibatkan terdapatnya lubang kecil-kecil.
5. Boron ( B )
Fungsi Boron ( B ) :
1) Berfungsi mengangkut karbohidrat kedalam tubuh tanaman dan menghisap
unsur kalsium.
2) Berfungsi dalam perkembangan bagian-bagian tanaman untuk tumbuh aktif.
3) Pada tanaman penghasil biji unsur ini berpengaruh terhadap pembagian sel.
4) Menaikkan mutu tanaman sayuran dan tanaman buah.
5) diserap oleh tanaman dalam bentuk BO33- dan HBO3=
Kekurangan unsur hara Boron ( B ) :
1) Daun berwarna lebih gelap dibanding daun normal , tebal , dan mengkerut.
2) Pertumbuhan terhambat pada jaringan meristematik (pucuk akar).
3) Mati pucuk (die back)
Kelebihan unsur hara Boron ( B ) : Ujung daun kuning dan mengalami nekrosis.

6. Chlor ( Cl )
Fungsi Chlor ( Cl ) :
1) Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman. seperti,
tembakau,kapas,kentang dan tanaman sayuran.
2) Sebagai pemindah hara tanaman.
3) Meningkatkan osmose sel.
4) Mencegah kehilangan air yang tidak seimbang.
5) diserap oleh tanaman dalam bentuk Cl-
Kekurangan unsur hara Chlor ( Cl ) :
1) Pola percabangan akar abnormal.
2) Warna keemasan (bronzing) pada daun.
3) Pada tanaman kol daun berbentuk mangkuk.
4) Dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal terutama
pada tanaman sayur-sayuran, daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga.
Kelebihan unsur hara Chlor ( Cl ) :
Dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal terutama pada
tanaman sayur-sayuran daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga.
7. Molibdenum ( Mo )
Fungsi Molibdenum ( Mo ) :
1) Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa.
2) Sebagai katalisator dalam mereduksi N.
3) Sebagai kofaktor pada beberapa enzim penting untuk membangun asam amino.
4) Mengaktifkan enzim nitrogenase, nitrat reduktase dan xantine oksidase.
5) diserapmoleh tanaman dalam bentuk MoO=
Kekurangan unsur hara Molibdenum ( Mo ) :
1) Pertumbuhan tanaman terhambat.
2) Daun menjadi pucat dan mati.
3) Pembentukan bunga terlambat.
4) Ditunjukkan dengan munculnya klorosis di daun tua , kemudian menjalar ke
daun muda.
Kelebihan unsur hara Molibdenum ( Mo ) :
1) Kelebihan tidak menunjukkan gejala yang nyata pada adenium.
2) Kelebihan Mo dapat mengganggu proses fisiologi tanaman.
DAFTAR PUSTAKA

Ardi, Rio. 2007. Unsure Hara Makro dan Mikro Dalam Tanah. [terhubung berkala].
http://rioardi.wordpress.com/2007/09/03/unsur-hara-dalam-tanah-makro-dan-mikro/. (27
September 2013)
Lakitan, Benyamin. 2004. Dasar dasar Fisiologi Tumbuhan. Cetakan Kelima. PT Raja Grafindo
Perkasa.p.69-71
Suharjo, Usman K.J. 2011. Penuntun Praktikum Dasar-Dasar Fisiologi Tanaman. Universitas
Bengkulu: Bengkulu.
Wahono, Haikal. 2011. Identifikasi Gejala Defisiensi dan Kelebihan Unsur Hara Mikro Pada
Tanaman.
http://haikalblog.blogspot.com/2011/05/11/identifikasi_gejalah_defisiensi_dan
kelebihan_unsur_hara_mikro_pada_tanaman.html. (27 September 2013).
Yusuf, Tohari. 2009. Unsur Hara dan Fungsinya. [terhubung berkala].
http://tohariyusuf.wordpress.com/2009/04/04/unsur-hara-dan-fungsinya/.
( 27 September 2013 )