Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kesehatan adalah hak asasi manusia yang tercantum dalam UUD 1945.

Pemerintah mengembangkan infrastruktur di berbagai tanah air untuk

melaksanakan kewajiban melindungi masyarakat dari gangguan kesehatan.

Di negara maju maupun berkembang reformasi layanan kesehatan telah lama

dibicarakan. Hal ini membuat sistem layanan kesehatan yang semakin

responsif terhadap kebutuhan pasien atau masyarakat. Oleh karena itu, perlu

dilakukan reorientasi tujuan dari organisasi layanan kesehatan dan reposisi

hubungan pasien, dokter atau profesi layanan kesehatan agar semakin

terfokus pada kepentingan pasien. Dengan kata lain layanan kesehatan itu

harus selalu mengupayakan kebutuhan dan kepuasan pasien dan masyarakat

yang dilayani secara simultan. Agar tercapainya kepuasan pasien diperlukan

peningkatan standar dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan yang mengacu

pada kualitas pelayanan dan fasilitas kesehatan agar dapat memenuhi

kepuasan pasien atau masyarakat (Juliana, 2008).

Sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas merupakan modal

utama atau investasi dalam pembangunan kesehatan. Masa bayi dan balita

bahkan sejak dalam kandungan adalah periode emas karena jika pada masa

tersebut pertumbuhan dan perkembangan balita tidak dipantau dengan baik

dan mengalami gangguan tidak akan dapat diperbaiki pada periode

selanjutnya. (John, 2006). Sehingga perlu dilakukan pemantauan

pertumbuhan rutin pada pertumbuhan balita sehingga dapat terdeteksi apabila

1
ada penyimpangan pertumbuhan dan dapat dilakukan penanggulangan sedini

mungkin sehingga tidak terjadi gangguan pada proses tumbuh kembang

balita. Untuk itu berbagai bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat banyak

didirikan antara lain dalam bentuk Posyandu (Depkes RI, 2004).

Posyandu merupakan garda depan kesehatan balita dimana pelayanan

yang diberikan posyandu sangat dibutuhkan untuk memberikan kemudahan

dan keuntungan bagi kesehatan masyarakat, khususnya bayi dan balita.

Posyandu merupakan layanan kesehatan masyarakat, salah satu indikator

yang digunakan dalam pengukuran pelaksanaan posyandu ini antara lain

frekuensi kunjungan (penimbangan) setiap bulan yang bila teratur akan ada

12 kali penimbangan balita setiap tahun. Tujuan penimbangan balita tiap

bulan yaitu untuk memantau pertumbuhan balita sehingga dapat sedini

mungkin diketahui penyimpangan pertumbuhan balita. (Depkes RI, 2006).

Pada penelitian sebelumnya (Murwani,2008), menyatakan bahwa

terdapat hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan

ibu balita pengguna Posyandu, Puskesmas Pembantu Girimulyo, Panggang,

Gunungkidul, Yogyakarta.

Berdasarkan data dinas kesehatan kabupaten Malang tahun 2012 –

2014, puskesmas kecamatan Pujon merupakan daerah yang mengalami

penurunan kunjungan posyandu secara berturut-turut. Pada tahun 2012,

kunjungan (balita ditimbang) terdapat 89,01% dari jumlah balita yang ada.

Pada tahun berikutnya kunjungan tersebut mengalami penurunan menjadi

81,98% dan kembali menurun menjadi 77,85% pada tahun 2014.

2
Terjadinya penurunan dan peningkatan jumlah kunjungan setiap tahun

dikarenakan dua faktor yaitu faktor eksternal yang memungkinkan jumlah

pengguna posyandu diwilayah kerja Puskesmas Pujon juga berkurang.

ataupun faktor internal dari posyandu di wilayah kerja Puskesmas Pujon

sendiri yang perlu diperhatikan apakah selama ini pelayanan yang diberikan

kepada pengguna posyandu menimbulkan ketidakpuasan dan berpengaruh

terhadap mutu pelayanan yang diberikan dan penurunan jumlah pasien.

Dari permasalahan tersebut diatas, maka akan dilakukan penelitian

dengan judul ”Hubungan Antara Dimensi Mutu Pelayanan Kesehatan dengan

Tingkat Kepuasan Ibu Balita Pengguna Posyandu di Puskesmas Pujon

Kabupaten Malang”.

1.2 Rumusan Masalah :

Adakah hubungan antara dimensi mutu pelayanan kesehatan dengan

tingkat kepuasan ibu balita pengguna posyandu di puskesmas Pujon

kabupaten Malang?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan umum

Untuk mengetahui hubungan antara dimensi mutu pelayanan

kesehatan dengan tingkat kepuasan ibu balita pengguna posyandu di

Puskesmas Pujon kabupaten Malang.

1.3.2 Tujuan khusus

1.3.2.1 Untuk mengetahui dimensi mutu pelayanan kesehatan di

puskesmas Pujon kabupaten Malang.

3
1.3.2.2 Untuk mengetahui tingkat kepuasan ibu balita pengguna

posyandu di Puskesmas Pujon kabupaten Malang.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Bagi Peneliti

Sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk penelitian

selanjutnya yang berkaitan dengan dimensi mutu pelayanan kesehatan

dan tingkat kepuasan ibu balita pengguna posyandu.

1.4.2 Bagi Institusi

Sebagai masukan bagi institusi supaya dapat memberikan suatu

tindak lanjut apabila terjadi masalah dengan dimensi mutu pelayanan

kesehatan dan tingkat kepuasan ibu balita pengguna posyandu.

1.4.3 Bagi Masyarakat

Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai dimensi

mutu pelayanan kesehatan.