Anda di halaman 1dari 10

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

4.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian

observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.

4.2 Lokasi dan Waktu penelitian

Lokasi : Posyandu di wilayah puskesmas Pujon kabupaten Malang.

Waktu : Januari – Februari 2016

4.3 Populasi dan Sampel

4.3.1 Populasi

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu balita di Pujon

kabupaten Malang.

4.3.2 Sampel

Dalam penelitian ini yang merupakan sampel adalah seluruh ibu

balita pengguna posyandu di wilayah puskesmas Pujon kabupaten

Malang.

4.3.3 Teknik pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah

consecutive sampling.

Besar sampel menggunakan Teori Slovin dengan rumus :

𝑁
𝑛=
𝑁. 𝑑 2 + 1

Dimana :

n = Jumlah Sampel

N = Jumlah Populasi

41
d2 = Presisi (ditetapkan 10% dengan tingkat kepercayaan 90%)

Dari rumus diatas, maka besarnya jumlah sampel (n) adalah

sebagai berikut :

350
𝑛=
350 (0,10)2 + 1

350
𝑛=
4,5

= 77,7

= 78 orang

4.3.4 Karakteristik sampel penelitian

4.3.4.1 Kriteria Inklusi

 Hadir di posyandu dan bersedia menjadi responden.

 Tercatat sebagai anggota posyandu puskesmas Pujon.

 Ibu balita berusia 20-40 tahun

 Ibu balita yang bisa baca-tulis

4.3.4.1 Kriteria Eksklusi

 Ibu balita yang tidak hadir di posyandu

4.3.5 Variabel Penelitian

4.3.5.1 Variabel Bebas

Variabel bebas dari penelitian ini adalah dimensi mutu

pelayanan kesehatan.

4.3.5.2 Variabel Tergantung

Variabel tergantung dari penelitian ini adalah tingkat kepuasan.

42
4.3.6 Definisi Operasional

Tabel 4.1 Definisi Operasional

No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Skala Kriteria


1. Dimensi Kesesuaian Kuesioner. Ordinal  Baik = jika
Mutu pelayanan kesehatan Indikator yang skor ≥ 73%
Pelayanan dengan dinilai meliputi  Sedang =
Kesehatan memanfaatkan 1. tangibles jika skor 24-
sumber daya yang (keberwujudan) 72%
ada secara baik, dengan 9 buah  Kurang =
sehingga semua pertanyaan, jika skor
kebutuhan klien dan 2. reliability <24%
tujuan untuk (keandalan)
mencapai derajad dengan 6 buah
kesehatan yang pertanyaan,
tinggi dapat 3. responsiveness
tercapai. Dimana (ketanggapan)
ada 5 indikator dengan 5 buah
untuk mengukur pertanyaan,
mutu pelayanan 4. assurance
tersebut, yaitu : (jaminan) dengan
1. Tangible 5 buah
(Keberwujudan) pertanyaan dan
2. Reliability 5. empathy
(Kehandalan) (Kepedulian)
3. Responsiveness dengan 5 buah
(Ketanggapan) pertanyaan.
4. Assurance
(Jaminan)
5. Empathy
(Kepedulian)
2. Tingkat perasaan ibu balita Kuesioner yang Ordinal  Puas = jika
Kepuasan pengguna posyandu terdiri dari 15 skor ≥ 73%
Ibu Balita terhadap kinerja item pertanyaan.  Cukup = jika
Pengguna yang dirasakan, skor 24-72%
Posyandu berdasarkan dari  Kurang =
pelayanan yang jika skor
diterima pada saat <24%
pelaksanaan
posyandu.
3. Posyandu Posyandu Kuesioner - Posyandu
merupakan salah balita
satu bentuk upaya
kesehatan
bersumberdaya
masyarakat

43
(UKBM) yang
dikelola dan
diselenggarakan
dari, oleh, untuk dan
bersama masyarakat
dalam
penyelenggaraan
pembangunan
kesehatan, guna
memberdayakan
masyarakat dan
memberikan
kemudahan kepada
masyarakat dalam
memperoleh
pelayanan kesehatan
dasar untuk
mempercepat
penurunan angka
kematian ibu dan
bayi.

4.4 Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang

digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan ibu balita pengguna Posyandu

terhadap mutu pelayanan kesehatan di Posyandu. Kuesioner ini disusun

berdasarkan pengukuran kualitas menurut metode Servqual yang dikembangkan

sendiri dengan skala Likert dengan jumlah pertanyaan sebanyak 45 buah.

Indikator yang dinilai meliputi tangibles (keberwujudan) dengan 9 buah

pertanyaan, reliability (keandalan) dengan 6 buah pertanyaan, responsiveness

(ketanggapan) dengan 5 buah pertanyaan, assurance (jaminan) dengan 5 buah

pertanyaan dan empathy (empati) dengan 5 buah pertanyaan. Sedangkan item

pertanyaan untuk mengukur tingkat kepuasan terdiri dari 15 item pertanyaan.

Pada setiap pertanyaan responden diharapkan memilih skor 1-5 untuk

diisi oleh responden berdasarkan persepsi responden pada mutu pelayanan

44
kesehatan. Skor 5 jika responden sangat setuju/ sangat memuaskan, skor 4

jika setuju / memuaskan, skor 3 jika kurang setuju /kurang memuaskan, skor

2 jika tidak setuju/tidak memuaskan, dan skor 1 jika sangat tidak

setuju/sangat tidak memuaskan.

4.5 Prosedur Penelitian

4.5.1 Alur Penelitian

Populasi:
seluruh ibu balita di Pujon kabupaten Malang

Sampling:
ibu balita yang datang ke posyandu

Pengumpulan data:
kuesioner

Pengolahan data

Analisa data

Kesimpulan

Gambar 4.1
Alur penelitian hubungan antara dimensi mutu pelayanan kesehatan dengan tingkat
kepuasan ibu balita pengguna posyandu di puskesmas Pujon kabupaten Malang

4.5.2 Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah kegiatan penelitian untuk melakukan

pengumpulan data. Metode yang akan digunakan peneliti menggunakan

kuesioner. Langkah-langkah yang dilakukan :

45
1. Mempersiapkan surat ijin penelitian yang akan disampaikan kepada

pihak yang berkepentingan.

2. Mempersiapkan alat instrumen penelitian, yang akan dilakukan

peneliti untuk mendapatkan data yang diperlukan dengan

menggunakan kuesioner langsung.

3. Memastikan bahwa sampel bersedia untuk menjadi responden

dalam penelitian dengan memberikan surat persetujuan jika

responden setuju dengan menjelaskan bahwa peneliti menjamin

kerahasiaan data dari responden.

4. Memberikan penjelasan tentang petunjuk pengisian kuesioner.

5. Mendampingi responden pada waktu pengisian kuesioner dan

memberi pengarahan.

6. Setelah responden selesai mengisi, kuesioner dikumpulkan kembali

kepada peneliti.

7. Peneliti mengucapkan terimakasih kepada responden atas kerjasama

dan waktu yang disediakan.

8. Hasil yang didapat kemudian dicatat, dikumpulkan,

didokumentasikan kemudian dilakukan analisis.

4.5.3 Pengolahan Data

Setelah data terkumpul dilakukan analisa data dengan langkah

langkah sebagai berikut :

a. Penyuntingan (Editing)

Dalam tahap penyuntingan ini dilakukan pengecekan kembali data

data yang sudah diperoleh untuk selanjutnya diklarifikasi.

46
b. Pengkodean (Coding)

Kegiatan pengkodean dilakukan setelah penyuntingan untuk

memudahkan pengolahan data kegiatan.

c. Tabulasi (Tabulating) dan Scoring

Menyusun dan menghitung hasil pengkodean untuk kemudian

disajikan dengan cara memasukkan angka-angka ke dalam kotak

bernomor pada kartu. Jawaban setiap item pertanyaan mempunyai

gradasi dari sangat positif sampai negatif dengan menggunakan

penilaian sebagai berikut:

1) Sangat setuju/ sangat memuaskan :5

2) Setuju / memuaskan :4

3) Kurang setuju /kurang memuaskan :3

4) Tidak setuju/tidak memuaskan :2

5) Sangat tidak setuju/sangat tidak memuaskan : 1

d. Setelah dihitung nilai skor rata rata dari tiap item, kemudian

menentukan kedudukan setiap kategori dengan menggunakan

pedoman sebagai berikut:

1) Panduan Penilaian

Berdasarkan kuesioner di atas, panduan penilaian dan

pemberian skoring dengan menggunakan pendekatan skala

Likert. Adapun panduan penentuan penilaian dan skoringnya

adalah sebagai berikut

- Jumlah pilihan = 5

- Jumlah pertanyaan = 45

47
- Skoring terendah = 1

- Skoring tertinggi = 5

- Jumlah skor terendah = skoring terendah x jumlah pertanyaan

= 1 x 45 = 45, jadi (45/225 x 100% = 20%)

- Jumlah skor tertinggi = skoring tertinggi x jumlah pertanyaan

= 5 x 45 = 225 (100%)

2) Penentuan skoring :

- Interval (I) = Range (R) / Kategori (K)

- Range (R) = skor tertinggi - skor terendah = 100% - 20% = 80%

- Kategori (K) = 3 adalah banyaknya kriteria yang disusun pada

kriteria objektif suatu variabel.

- Kategori = Baik, Sedang dan Kurang

- Interval (I) = 80 / 3 = 27%

- Kriteria penilian = skor tertinggi - interval = 100% – 27% = 73%,

sehingga

 Baik = jika skor ≥ 73%

 Sedang = jika skor 24-72%

 Kurang = jika skor < 24%

4.5.4 Uji Validitas

Imam Ghozali (2011) menyatakan bahwa uji validitas digunakan

untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu

kuesioner dikatakan valid jika pada pertanyaan kuesioner mampu untuk

mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.

48
Validitas item pertanyaan ditentukan dengan cara

mengkorelasikan antara skor (nilai) yang diperoleh dari masing-masing

butir pertanyaan atau pernyataan dengan skor total menggunakan uji

korelasi atau membandingan koefesien korelasi (R hitung) dengan nilai

kritisnya.

4.5.5 Uji Reliabilitas

Imam Ghozali (2011) mengemukakan bahwa reliabilitas sebenarnya

adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari

variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika

jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari

waktu ke waktu. Metode yang digunakan untuk menguji reliabilitas

instrumen adalah uji Alpha Cronbach. Rumus alpha digunakan untuk

mencari reliabilitas item pertanyaan yang skornya bukan 1 dan 0 misalnya.

Dasar pengambilan keputusan untuk mengetahui reliabilitas butir

pertanyaan tersebut adalah dengan membandingkan dengan r tabel,

dinyatakan releabel jika koefisien alpha lebih besar atau sama dengan 0,06.

Kuesioner pada penelitian ini sudah dilakukan uji validitas dan uji

reliabilitas pada penelitian sebelumnya dengan judul hubungan antara

mutu pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan ibu balita pengguna

Posyandu Puskesmas pembantu Girimulyo, Panggang Gunungkidul,

Yogyakarta oleh Murwani pada tahun 2008 yang diuji cobakan pada 20

responden semuanya dinyatakan valid dan tidak ada yang gugur .

49
4.6 Analisis Data

Analisis data dilakukan untuk menguji hipotesis dan menjawab rumusan

masalah yang diajukan. Untuk mengetahui uji statistik maka harus disesuaikan

dengan skala pengukuran dan jenis penelitian. Dengan menganalisa hubungan

antara dua variabel yaitu variabel independen dan variabel dependen

menggunakan uji korelasi spearman dimana hasil uji korelasi didasarkan pada nilai

p value kekuatan korelasi, serta arah korelasinya.

Untuk mempermudah analisis data, dibantu dengan program SPSS dengan

taraf signifikan α = 0,05, apabila p value < 0,05 artinya H1 diterima yaitu ada

hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Dan apabila p value

> 0,05 artinya H0 diterima yaitu tidak ada hubungan yang bermakna antara

variabel dependen dan variabel independen.

50