Anda di halaman 1dari 2

urinase

Asam urat + 2H2O + O2 Alanin + CO2 + H2O2


2H2O + H+ +DHBSA + 4-aminoantiphyrine POD
Quinone-diamine +4H2O

Hiperurisema adalah kondisi dimana kadar asam urat dalam darah melebihi normal.
Hiperurisema terjadi karena meningkatnya produksi asam urat atau menurunnya pembuangan
asam urat. Produksi asam urat berlebih dapat diakibatkan karena asupan yang berlebih
sedangkan sekresi berkurang yang diakibatkan gangguan pada sekresi di ginjal.

-protein : dilihat dari perubahan warna , diamana indicator yang digunakan adalah tetrabrom
fenol biru di dapar lagi dengan asam -Ph 3 kuning (-) hujau (+)
-urobilirubin : dilihat berdasarakan achrillich
-bilirubin : reaksi diazo anatara bilirubin dengan garam diazonium dim asam membentuk warna
azobilirubin

Kelebihan urinalisis :
1. Tidak membutuhkan peralatan yang khusus dan rumit
2. Mudah
3. Murah
4. Dapat mengungkapkan penyakitnya tanpaadanya gejala awal

RBC : red blood cell : sel darah merah


WBC : white blood cell : sel darah putih

Pengaruh metabolisme purin dan kondisi hiperurisemia : puring mempengaruhi kondisi


hiperurisemia karena apanbila kadar purin tinggi maka kadar asam urat juga tinggi. Purin sebagai
pembentukan asam urat, apabila tinggi terjadi hiperurisemia.

Cara pemeriksaan asam urat : reagen R1 diberikan 1000 kilomikron blanko, sampel dan standar
dicampurkan kemudian diinkubator pada suhu 37 derajat dan dibaca absorbansi sampel blanko
pada menit ke 38
Kekurangan urinalisis :
1. Apabila dalam pembacaan salah maka mengakibatkan kesalahan diagnose
2. Kurang stabil

Prinsip pemeriksaan bilirubin dimana iodin ditambahkan kedalam urin yang mengandung
pigmen empedu akan membentk warna hijau.

MCV : merupakan volume korpuskula rata-rata yaitu ukuran dari volume sel darah meraha rata-
rata yang dilaporkan sebagai bagian. Dari hitung darah lengkap std
MCH merupakan salah satu jenis pemeriksaan yang ada pada darah dimana akan di nilai dari
massa hemoglobin dari satuan sel darah merah yang ada dalam tubuh.