Anda di halaman 1dari 80

halo

PERHIMPUNAN
DOKTER SPESIALIS
PENYAKIT DALAM
INDONESIA

NTERNISEdisi XXVII, Agustus 2017

KORIDOR
PENGABDIAN
SALAM REDAKSI

tentang mekanisme sponsorship yang benar


halo
PERHIMPUNAN
DOKTER SPESIALIS
terus disebarluaskan agar para anggota PENYAKIT DALAM
INDONESIA

PAPDI tidak tersandung masalah hukum


di kemudian hari. Artikel tentang Evaluasi
Program JKN membahas peran penting
INTERNIS
dokter dalam menjaga kelangsungan
Program JKN. Dokter merupakan ujung SUSUNAN REDAKSI
tombak pelayanan kesehatan di lapangan,
sehingga saran dan masukan dari dokter
terhadap pelaksanaan JKN sangat perlu Penanggung Jawab:
dipertimbangkan demi terbentuknya Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD, K-KV, FINASIM,
pelayanan kesehatan yang betul-betul FACC, FESC, FAPSIC, FACP
berkualitas. Mengenai Program Wajib kerja
Dokter Spesialis (WKDS), PAPDI sangat Pemimpin Redaksi:
mendukung, karena program ini sejalan dr. Nadia A. Mulansari, SpPD, K-HOM,
dengan rencana staretegis PAPDI untuk FINASIM
memeratakan distribusi Dokter Spesialis
Sejawat nan terhormat, Penyakit Dalam ke seluruh wilayah Bidang Materi dan Editing:
Indonesia. dr. Wismandari, SpPD, K-EMD, FINASIM
Pemerintah telah mengeluarkan berbagai dr. Arif Mansjoer, SpPD, KIC, FINASIM, M.Epid
kebijakan yang berkaitan dengan praktik Pada edisi ini, Redaksi juga menyajikan dr. Elizabeth Merry Wintery, SpPD, FINASIM
kedokteran dan peningkatan kualitas informasi terkini mengenai pengobatan
pelayanan kesehatan di Indonesia. PAPDI Hepatitis C. Telah ditemukan terapi obat Tim Pendukung:
mendukung dan turut berkontribusi terbaru dengan daya kerja lebih efektif Faizah Fauzan El.M, SPi, MSi, Ari Utari, S. Kom,
agar kebijakan-kebijakan tersebut dapat dan biaya lebih ringan bagi pasien. Rubrik M. Nawawi, SE, M. Giavani Budianto
terealisasi dengan baik. Kabar PAPDI menginformasikan kegiatan-
kegiatan PB PAPDI baru-baru ini, termasuk Koresponden PAPDI:
Terkait dengan kebijakan-kebijakan Konferesi Kerja XIV PAPDI di Malang Cabang Jakarta Raya, Cabang Jawa Barat,
pemerintah, ada beberapa hal yang yang terselenggara pada 13 – 16 Juli 2017. Cabang Surabaya, Cabang Yogyakarta,
menjadi concern PAPDI sekarang ini. Cabang Sumatera Utara, Cabang Semarang,
Di antaranya, menyosialisasikan kepada Sebagai selingan, Rubrik Jeda Cabang Sumatera Barat, Cabang Sulawesi
seluruh anggota PAPDI masalah gratifikasi menayangkan artikel ringan tentang Pesona Utara, Cabang Sumatera Selatan, Cabang
di bidang kedokteran, evaluasi program Bromo dan Mengenal Karakter Wayang Makassar, Cabang Bali, Cabang Malang,
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan yang menginspirasi untuk diaktualkan Cabang Surakarta, Cabang Riau, Cabang
dalam kehidupan sehari-hari. Kalimatan Timur dan Kalimantan Utara,
pelaksanaan Wajib Kerja Dokter Spesialis
Cabang Kalimantan Barat, Cabang Provinsi
(WKDS). Redaksi merangkum tiga hal Aceh, Cabang Kalimantan Selatan Tengah,
penting ini dalam sajian Rubrik Fokus Akhir kata, selamat membaca.
Cabang Sulawesi Tengah, Cabang Banten,
Utama dengan judul “Koridor Pengabdian”. Cabang Bogor, Cabang Purwokerto, Cabang
Lampung, Cabang Kupang, Cabang Jambi,
Pembahasan tentang gratifikasi di bidang Cabang Kepulauan Riau, Cabang Gorontalo,
kedokteran difokuskan pada masalah Cabang Cirebon, Cabang Maluku, Cabang
pemberian sponsorship oleh kalangan Tanah Papua, Cabang Maluku Utara, Cabang
farmasi kepada dokter maupun institusi Nusa Tenggara Barat, Cabang Depok,
tempat para dokter bertugas. Sosialisasi Cabang Bengkulu, Cabang
Sulawesi Tenggara

Sekretariat PB PAPDI:
Redaksi menerima masukan dari sejawat, baik beru- Muhammad Muchtar, Husni Amri,
pa kritik, saran, kiriman naskah/artikel dan foto-foto Oke Fitia, Dilla Fitria, Normalita Sari,
kegiatan PAPDI di cabang, yang dapat dikirimkan ke: Yunus, Supandi
REDAKSI HALO INTERNIS
SEKRETARIAT PB PAPDI
Alamat:
Jl. Salemba I No.22-D, Kel. Kenari, Kec. Senen, Jakarta
Pusat 10430 PB PAPDI
Telp. 021-31928025, 31928026 Jl. Salemba I No.22-D, Kel. Kenari,
Fax: 021-31928028, 31928027 Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
SMS: 085695785909 Telp. 021-31928025, 31928026,
Email: pb_papdi@indo.net.id
Fax: 021-31928028, 31928027
Website: www.pbpapdi.org
SMS: 085695785909
Email: pb_papdi@indo.net.id
Website: www.pbpapdi.org

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 3


DAFTAR ISI

TITIK TERANG
Hal. 8 DILEMA SPONSORSHIP

Hal. 7-20
FOKUS UTAMA
• Koridor Pengabdian
• Titik Terang Dilema Sponsorship
• Menjaga Kelangsungan JKN
• Solusi Untuk Negeri
• Jangan Lelah Mencintai PAPDI

Hal. 25-42
SOROT
• Metode Terbaru Pengobatan Hepatitis C
• Ketika Pasien Dihantui Rumor

SALING MENGHORMATI Hal. 40


DALAM MENJAGA MUTU PROFIL
Hal. 36 PENDIDIKAN SPESIALIS • Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD, K-Ger, FINASIM, M.Epid

Hal. 43-54
KABAR PAPDI
• Aksi Sosial dan Beragam Kegiatan Ilmiah PAPDI Riau
• PKB XXXII IPD 2017 Surabaya, Meningkatkan Kompetensi
Sejawat di Era JKN
• PAPDI Sumatera Barat, Pertemuan Ilmiah Berkala ke 17
• Rakerda PAPDI Bali
• Mengelola Pasien Dengan Panduan Medik Terkini
• PAPDI Jambi, Dokter Jangan Ketinggalan Teknologi
• Pelantikan Pengurus PAPDI Cabang NTB Periode 2015-2018

PAPDI FORUM
Hal. 44 MERAIH KESEMPURNAAN PUASA

4 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


DAFTAR ISI

PROFIL
Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD,
Hal. 40 K-Ger, FINASIM, M.Epid

Hal. 55-65
INFO CABANG
• Aksi Sosial & Beragam Kegiatan Ilmiah Papdi Riau
• Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan XXXII IPD 2017
Surabaya
• PAPDI Cabang Sumatera Barat Pertemuan Ilmiah Berkala
Ke 17
• Rakerda PAPDI Bali
• PAPDI Cabang Purwokerto, Mengelola Pasien Dengan
Panduan Medik Terkini
• PAPDI Cabang Jambi, Dokter Jangan Ketinggalan Teknologi
• Pelantikan Pengurus PAPDI Cabang Nusa Tenggara Barat
Periode 2015 – 2018 Hal. 55 INFO CABANG
Hal. 66-67
NAMA DAN PERISTIWA
• Beda Suku Beda Kondisi Lambung
• UNILA Akan Buka PPDS Penyakit Dalam
• Aplikasi Wajib Notifikasi TB

Hal. 68
AGENDA
• Agenda Kegiatan Ilmiah Bidang Ilmu Penyakit Dalam
Tahun 2017

Hal. 69-78
JEDA MENGENAL
• BROMO, “The Famous Sunrise” KARAKTER WAYANG
• Yuk Mengenal Karakter Wayang
• Humor
Hal. 69 JEDA

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 5


FOKUS UTAMA

TATA NILAI PAPDI


Profesional
Amanah
Peduli
Dedikasi
Integritas

SEKRETARIAT PB PAPDI
Jl. Salemba I No.22-D, Kel. Kenari, Kec. Senen, Jakarta
Pusat 10430
Telp. 021-31928025, 31928026,
Fax Direct: 021-31928028, 31928027
SMS: 085695785909
Email: pb_papdi@indo.net.id
6 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017 Website: www.pbpapdi.org
Fokus Utama
FOKUS UTAMA

KORIDOR
PENGABDIAN
Sebagai mitra pemerintah, PAPDI senantiasa mendorong
anggotanya menerapkan kebijakan-kebijakan yang berimplikasi
positif bagi pembangunan kesehatan nasional. PAPDI juga
menghadirkan solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan
pelayanan kesehatan di negeri ini.

8 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


FOKUS UTAMA

B
Foto bersama peserta Rakernas PAPDI 2017 di Jakarta.

eberapa waktu belakangan ini Gratifikasi di Bidang Kedokteran” penting BPJS. PAPDI mendorong agar berbagai
Perhimpunan Dokter Spesialis dibahas karena menyangkut mekanisme masalah yang berkaitan dengan kualitas
Penyakit Dalam Indonesia pemberian sponsorship oleh perusahaan pelayanan dievaluasi, supaya ke depan
(PAPDI) menghadapi farmasi kepada dokter. masyarakat benar-benar merasakan manfaat
beberapa kebijakan dari program JKN ini bagi kesehatan diri dan
pemerintah. Tiga di antaranya menjadi Walau isu tentang Gratifikasi di Bidang keluarganya. “Jangan lupa kendali terhadap
hal utama untuk disebarluaskan ke semua Kedokteran ini sudah cukup lama tersiar, kualitas pelayanan. Jangan hanya evaluasi
anggota PAPDI di seluruh Indonesia karena menurut Idrus, masih banyak kalangan anggaran saja. Juga evaluasi pelayanan,”
termasuk koridor yang harus ditempuh dokter yang belum memahami tata cara ujar Idrus.
dalam melaksanakan pengabdian. Hal ini pemberian sponsorship yang diperbolehkan
menjadi materi pokok yang dibahas secara dan aman dari indikasi gratifikasi yang bisa Adapun program WKDS perlu
detil dalam acara Rapat Kerja Nasional berujung pada masalah hukum. PB PAPDI disosialisasikan ke anggota PAPDI
(Rakernas) Pengurus Besar Perhimpunan sudah menyusun mekanisme pemberian karena hal ini sejalan dengan rencana
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia sponsorship yang sesuai dengan peraturan strategi PAPDI yang ingin mewujudkan
(PB PAPDI) dan Semua PAPDI Cabang yang berlaku. Namun, seringkali teknis di pelayanan kesehatan penyakit dalam yang
yang berlangsung pada tanggal 18 – 19 lapangan tidak sesederhana mekanisme di merata di seluruh Indonesia. Di lapangan,
Maret 2017 di Hotel Harris Kelapa Gading atas kertas. “Banyak yang bertanya teknis pelaksanaan WKDS juga melibatkan PAPDI
Jakarta. pemberian sponsorship, karena itu (perlu) Cabang, khususnya dalam melakukan
untuk menghindari KPK,” terang Idrus. visitasi ke lokasi-lokasi penempatan internis
Tiga kebijakan termasuk pembahasan yang di daerah.
diproritaskan dalam Rakernas PAPDI ini Mengenai pelaksanaan Program JKN, di
adalah mengenai: lapangan ditemukan persoalan-persoalan PB PAPDI dalam Rakernas ini
yang menyebabkan pelayanan kesehatan menghadirkan narasumber dari Inspektorat
1. Sosialisasi Gratifikasi di Bidang kepada pasien menjadi tidak optimal. Jenderal Kementerian Kesehatan, Komisi
Kedokteran Semisal, dalam penulisan resep obat, Pemberantasan Korupi (KPK), Jaminan
2. Evaluasi Pelaksanaan Program BPJS memiliki kriteria tersendiri dalam Kesehatan Nasional (JKN), dan Badan
Jaminan Kesehatan Nasional pemberian obat untuk pasien. Ada kalanya Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (BPJS)
(JKN) dokter tidak dapat menuliskan resep obat Kesehatan untuk menjelaskan secara rinci
tertentu karena tidak memenuh kriteria kebijakan yang berlaku. Informasi yang
3. Pelaksanaan Wajib Kerja Dokter
yang ditetapkan BPJS, sementara tinjauan tersaji dari pihak-pihak yang kompeten
Spesialis (WKDS)
medis menunjukkan pasien membutuhkan ini sangat membantu para perwakilan
Ketua Umum PB PAPDI, Prof. Dr. dr. Idrus obat tersebut. PAPDI Cabang yang hadir dalam Rakernas
Alwi, SpPD, K-KV, FINASIM, FACC, memahami mekanisme dan aturan yang
FESC, FAPSIC, FACP dalam sambutannya Tidak terpenuhinya kebutuhan pasien ini semestinya dilakukan. Dengan begitu akan
pada acara pembukaan Rakernas PB PAPDI berdampak pada penilaian terhadap kualitas lebih mudah mensosialisasikannya kepada
dan Semua PAPDI Cabang tanggal 18 pelayanan kesehatan yang diberikan dokter seluruh anggota PAPDI di wilayah kerja
Maret 2017 menyampaikan “Sosialisasi maupun rumah sakit yang menjadi mitra masing-masing. halo
INTERNIS

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 9


FOKUS UTAMA

TITIK TERANG
foto: linkedin.com

DILEMA SPONSORSHIP
Pemberian sponsorship oleh farmasi kepada profesional dokter termasuk dalam
“daerah abu-abu” yang rawan praktik suap. Menteri Kesehatan melalui Permenkes
Nomor 58 Tahun 2016 memberikan panduan agar semua clear dan selamat.

10 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


FOKUS UTAMA

Irjen Kemenkes, Drs. Apt, MM, ME menjadi narasumber dalam Rakernas PB PAPDI dan PAPDI
Cabang 2017, dengan moderator dr. Ika Prasetya Wijaya, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, FICA.

ini, kalangan dokter biasa menerima standar yang ditetapkan oleh organisasi
dukungan dari farmasi, khususnya untuk profesi kedokteran
mengikuti perlatihan-pelatihan dan seminar
yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Namun, kewajiban mengikuti program
Dengan dikaitkannya sponsorship sebagai P2KB yang umumnya direalisasikan dalam
gratifikasi, maka ruang gerak dokter untuk bentuk simposium maupun pelatihan,
meningkatkan kompetensinya menjadi tidak disertai dengan pengucuran dana
terbatas. Karena mengikuti seminar dan dari pemerintah, karena anggaran negara
pelatihan di dalam maupun di luar negeri terbatas. Ini menimbulkan dilema. Tanpa
dengan mengandalkan dana sendiri, akan ada dukungan dana, sulit bagi para dokter
sangat memberatkan. untuk terus menerus mengikuti kegiatan-
kegiatan ilmiah demi meningkatkan
Dokter berbeda dengan profesi yang kompetensinya. Di sisi lain, tidak mengikuti
lain. Sekalipun sudah menyandang gelar program P2KB berarti melanggar amanat
akademisi di depan maupun di belakang Undang-Undang Praktik Kedokteran.
namanya, setiap dokter dituntut untuk Bukan hanya itu, P2KB termasuk poin
senantiasa meng-update pengetahuannya penting yang diperhitungkan dalam
dan meng-upgrade kompetensi diri di perpanjangan Surat Tanda Registrasi
bidang keilmuan yang digeluti. Sebab, ilmu (STR). Tidak mengikuti P2KB bisa pula
pengetahuan dan teknologi kedokteran menghambat perpanjangan STR atau izin
berkembang sangat pesat. praktik yang harus diperbaharui setiap lima
tahun.
Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan
Drs. Purwadi, Apt, MM, ME yang menjadi PERKEMENKES NO. 58 TAHUN 2016

J
narasumber pertama dalam acara Rakernas
agad kedokteran Indonesia galau. PB PAPDI dan Semua PAPDI Cabang Bagaimanapun, sponsorship dari farmasi
Permenkes Nomor 14 Tahun 2014 pada tanggal 18 Maret 2017 di Jakarta menjadi bagian dari solusi untuk membantu
tentang Pengendalian Gratifikasi menjabarkan keharusan bagi para dokter para dokter melaksanakan amanat UU
di Lingkungan Kementerian untuk terus belajar dilandasi oleh Undang- Praktik Kedokteran. Begitu pula farmasi
Kesehatan memberikan sinyal Udang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik membutuhkan para tenaga kesehatan
agar para dokter berhati-hati menerima Kedokteran. UU Praktik Kedokteran Pasal dalam mempromosikan produk obat yang
sponsorship dari kalangan farmasi, karena 28 mencantumkan setiap dokter yang dibutuhkan masyarakat. Untuk mengatasi
bisa jadi sponsorship tersebut dikategorikan berpraktik wajib mengikuti pendidikan dilema sponsorship ini dan bertujuan
sebagai gratifikasi yang memuat unsur- dan pelatihan kedokteran berkelanjutan agar para dokter dan kalangan farmasi
unsur praktik korupsi. Si penerima bisa (P2KB) yang diselenggarakan oleh tidak salah langkah dan terjebak dalam
berpotensi terseret kasus hukum yang bakal organisasi profesi dan lembaga lain yang kerja sama yang memuat unsur-unsur
membawanya meringkuk di balik jeruji diakreditasi oleh organisasi profesi dalam pelanggaran hukum, Menteri Kesehatan
besi. rangka penyerapan perkembangan ilmu Republik mengeluarkan Permenkes Nomor
pengetahuan dan teknologi kedokteran. 58 tahun 2016 tentang Sponsorship Tenaga
Jelas saja kabar ini membuat geger. Selama P2KB haruslah dilaksanakan sesuai dengan Kesehatan.

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 11


FOKUS UTAMA

moderator. Sebagai peserta diperbolehkan


Khusus bagi Tenaga Kesehatan Pegawai Aparatur Sipil mendapatkan dukungan bentuk biaya
Negara maupun pegawai swasta, sponsorship diberikan registrasi (pendaftaran), tiket perjalanan,
melalui institusi tempat bekerja, dengan ketentuan haruslah dan akomodasi. Adapun sponsorship
mendapatkan penugasan dari pimpinan dan sesuai dengan untuk Tenaga Kesehatan yang menjadi
keahliannya. narasumber maupun moderator, selain
mendapat biaya registrasi (pendaftaran),
tiket perjalanan, dan akomodasi, juga
mendapatkan honor atas tugas yang
menunjang profesi tenaga kesehatan, seperti diembannya (honor sebagai moderator
seperti seminar, pertemuan ilmiah dan maupun sebagai narasumber).
pelatihan atau pendidikan.
Besaran sponsorship yang diterima
Khusus bagi Tenaga Kesehatan Pegawai oleh tenaga kesehatan sebagai peserta,
Aparatur Sipil Negara maupun pegawai narasumber atau moderator sesuai dengan
swasta, sponsorship diberikan melalui ketentuan peraturan perundang-undangan
institusi tempat bekerja, dengan ketentuan atau unit cost yang berlaku pada asosiasi/
haruslah mendapatkan penugasan dari perusahaan pemberi sponsorship.
foto: http://www.victorynews.id

pimpinan dan sesuai dengan keahliannya.


Sedangkan bagi Tenaga Kesehatan praktik Sangat ditegaskan, baik pemberi (farmasi)
perorangan, ketentuan yang berlaku, maupun penerima sponsorship (Tenaga
sponsorship diberikan dalam mengikut Kesehatan atau Organisasi Profesi)
kegiatan yang sesuai dengan keahlian yang wajib melaporkan sponsorship yang
bersangkutan. yang dilaksanakan kepada Komisi
Andi Purwana, Deputi Pencegahan Pemberantasan Korupsi (KPK). Agar semua
Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi. Sponsorship kepada Tenaga Kesehatan terdata dan dapat dipertanggungjawabkan
diberikan sebagai peserta, narasumber atau sebagaimana mestinya.
Purwadi menjelaskan, Permenkes ini
memandu batasan-batasan sponsorship
yang diperbolehkan menurut aturan yang
berlaku. Ini diawali dengan menetapkan
WAJIB LAPOR KPK
G
definisi. Permenkes Nomor 58 Tahun
ratifikasi menurut penjelasan Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001 adalah pemberian
2016 mendefinisikan bahwa sponsorship
dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi,
adalah pemberian dukungan dalam segala
pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata,
bentuk bantuan dan/atau kegiatan dalam
pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di
rangka peningkatan pengetahuan yang
dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana
dilakukan, diorganisir atau disponsori oleh
elektronik atau tanpa sarana elektronik.
perusahaan/industri farmasi, alat kesehatan,
alat laboratorium kesehatan dan/atau Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap
perusahaan/industri lainnya yang dapat pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan
dipertanggungjawabkan secara transparan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Namun anggapan ini
dan akuntabel. gugur dengan sendirinya bila penerima melaporkan gratifikasi yang
diterimanya kepada KPK.
Adapun Tenaga Kesehatan didefinisikan
sebagai setiap orang yang mengabdikan Nah, pasal 10 Permenkes Nomor 58 tahun
diri dalam bidang kesehatan serta memiliki 2016 mengatur mekanisme pelaporan
pengetahuan dan/atau keterampilan melalui sponsorship agar Tenaga
pendidikan di bidang kesehatan yang untuk Kesehatan tidak jatuh pada
jenis tertentu memerlukan kewenangan tindak pidana korupsi. Hal-
untuk melakukan upaya kesehatan. hal yang harus dipenuhi
adalah:
Permenkes Nomor 58 Tahun 2016
menyatakan sponsorship dapat diberikan 1. Penerima dan
kepada Tenaga Kesehatan dengan status pemberi sponsorship
Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), harus melaporkan
non pegawai ASN alias pegawai swasta, kepada KPK dan
juga tenaga kesehatan praktik perorangan. ditembuskan
Selain itu, sponsorship juga dapat diberikan kepada kementerian
kepada institusi, organisasi fasilitas kesehatan.
pelayanan kesehatan dan/atau organisasi
profesi sebagai penyelenggara kegiatan 2. Penerima sponsorship

12 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


FOKUS UTAMA

AUDIENSI MENKES - KPK Tapi konteks ke sininya praktik pemberian mengundang masalah di belakang hari.
terkait dengan jabatan. Konteks pemberian Mari, laksanakan tugas dengan semangat.
Menurut Purwandi, lahirnya peraturan hadiah jadi berubah,” imbuh Andi. Pengabdian sejawat dalam melayani
tentang sponsoship ini merupakan hasil kesehatan masyarakat akan tercatat dalam
audiensi Menteri Kesehatan dengan Kini jelas sudah, Tenaga Kesehatan, sejarah pembangunan kesehatan negeri ini.
KPK, yang tujuannya untuk melindungi khususnya para profesional dokter, tidak halo
INTERNIS

Tenaga Kesehatan dari perbuatan yang perlu khawatir mengikuti berbagai kegiatan
melanggar hukum. “Dokter perlu dana ilmiah dan program-program pendidikan
untuk mengembangkan ilmu. Farmasi perlu dengan dukungan sponsorship dari farmasi.
promosi obat karena tidak boleh promosi Payung hukum yang melindungi sudah ada.
ke masyarakat. Dokter punya otoritas untuk Selama memenuhi prosedur dan ketentuan
menentukan obat. (Karena itu) perlu diatur yang ditelah ditetapkan, sponsorship bukan
agar sponsorship tidak menjadi gratifikasi termasuk gratifikasi, sehingga tidak akan
yang mengarah suap,” terangnya.

Pencegahan praktik suap di bidang


kesehatan sangat penting dilakukan, sebab
menurut Andi Purwana, Deputi Pencegahan
Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi,
korupsi di bidang jasa kesehatan menempati
level 3.3, di bawah Polisi yang menempati
level 4.5. “Level 3.3 menurut kami lumayan
tinggi,” tutur Andi pada acara Rakernas PB
PAPDI dan Semua PAPDI Cabang tanggal
18 Maret 2017 di Jakarta. “Awalnya,
gratifikasi adalah normal pemberian hadiah.

harus melaporkan kepada KPK.


Bagi Tenaga Kesehatan yang
menerima sponsorship melalui
institusi, melaporkan sponsorship
kepada institusi, selanjutnya institusi
melaporkan kepada KPK. Pelaporan
sponsorship paling lambat 30 hari
kerja.

3. Pemberi sponsorship harus


melaporkan kepada KPK dalam
bentuk rekapitulasi pemberian
PRINSIP
sponsorship selama periode 1 bulan
berjalan paling lambat tanggal 10
bulan berikutnya.
SPONSORSHIP
K
omponen yang boleh dibiayai oleh sponsorship bagi Tenaga Kesehatan harus
4. Laporan disampaikan melalui
memenuhi prinsip:
email : sponsorship@kpk.go.id dan
sponsorship@kemkes.go.id. Pelaporan  tidak mempengaruhi independensi dalam pemberian pelayanan kesehatan;
disampaikan dalam bentuk excel
 tidak dalam bentuk uang atau setara uang;
(softcopy) dan format pdf.
 tidak diberikan secara langsung kepada individu;
Tidak patuh pada ketentuan “Wajib Lapor”  sesuai dengan bidang keahlian;
ini akan mengundang risiko, pidana  diberikan secara terbuka; dan
penjara seumur hidup atau penjara paling
 dikelola secara akuntabel dan transparan.
singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun,
dan pidana denda paling sedikit Rp 200
juta dan paling banyak Rp 1 miliar.halo
INTERNIS
Sumber: Pasal 4, UU No. 56 Tahun 2016 Tentang Sponsorship Bagi Tenaga Kesehatan

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 13


FOKUS UTAMA

BATASAN – BATASAN
SPONSORSHIP
IPMG telah menetapkan batasan-batasan dalam
pemberian sponsorship, termasuk besaran biaya
maksimum yang ditanggung pihak sponsor.
Semua diukur berdasarkan batas kewajaran.

14 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


FOKUS UTAMA

“Intinya adalah yang


dianggap boleh
mendapatkan sponsorship
adalah kegiatan yang
dalam konteks berkaitan
dengan Continuing
Professional Development
(CPD) atau Continuing
Medical Education (CME).”

P
ada 14 Juni 2017 lalu, Perkumpulan pihak penyelenggara. Prinsipnya, tidak
International Pharmaceutical ada uang yang langsung diterima dokter
Manufacturer Group (IPMG) dari pemberi sponsorship. Termasuk
mengundang seluruh organisasi juga kegiatan ke luar negeri, biaya yang
profesi kedokteran untuk duduk bersama diperlukan dibayarkan kepada travel
membahas soal sponsorship. Dalam agent yang mengelolanya. “Dokter tidak
pertemuan yang berlangsung di Jakarta terima uang. Langsung terima tiketnya.
ini, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Uang registrasi langsung dibayarkan
Dalam Indonesia (PAPDI) diwakili oleh ke penyelenggara,” kata Idrus. Selain
Ketua Umum PB PAPDI, Prof. Dr. dr. Idrus untuk keperluan registrasi, transportasi,
Alwi, SpPD, K-KV, FINASIM, FACC, FESC, akomodasi, dan honor, sponsorship juga
FAPSIC, FACP. diperkenankan untuk kegiatan jamuan
makan malam. “Dengan catatan, asalkan
Idrus mengungkapkan, melalui kegiatan tidak berlebihan,” imbuh Idrus.
ini IPMG memaparkan rule (aturan)
yang mereka buat tentang pemberian IPMG juga menetapkan batasan atau limit
sponsorship untuk para dokter dengan dalam pemberian sponsorship. Berikut di
mengacu pada Permenkes Nomor 58 antaranya:
Tahun 2016 tentang Sponsorship Tenaga
Kesehatan. Secara detil IPMG menjelaskan - Honorarium untuk speaker,
batasan-batasan yang diperbolehkan moderator maupun advisory board
dan mana yang tidak. Koridornya maksimum Rp12 juta net per hari.
adalah kegiatan ilmiah, yang terkait Pembayaran dilakukan melalui
dengan Pengembangan Keprofesian transfer bank atau cek (cheque).
Berkelanjutan (PKB) atau Continuing - Untuk kegiatan di dalam negeri,
Professional Development (CPD), juga akomodasi dibatasi maksimum
Continuing Medical Education (CME). Rp2,5 juta per malam di luar pajak
dan servis hotel. Sedangkan untuk
“Intinya adalah yang dianggap boleh
akomodasi di luar negeri paling
mendapatkan sponsorhip adalah kegiatan
tinggi hotel bintang empat.
yang dalam konteks berkaitan dengan
Continuing Professional Development (CPD) - Transportasi yang ditanggung
atau Continuing Medical Education CME. Itu adalah menggunakan pesawat
bukan dianggap gratifikasi,” ujar Idrus. kelas ekonomi.
- Lamanya mengikuti kegiatan
Yang diperolehkan untuk diberikan
dihitung dari H-1 sampai H+1.
sponsorship adalah:
- Sponsorship tidak diperkenankan
• Registrasi kegiatan ilmiah untuk digunakan sebagai
• Transportasi kompensasi waktu yang
digunakan dokter untuk kegiatan,
• Akomodasi alias sebagai pengganti uang
• Honor speaker, moderator, dan harian karena tidak berpraktik
advisory board selama mengikuti kegiatan. halo
INTERNIS

Semua biaya yang ditanggung


sponsorship dibayarkan langsung ke

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 15


FOKUS UTAMA

GERAK CEPAT ANTISIPASI


GRATIFIKASI
I
nternational Pharmaceutical Bagaimana tanggapan PB PAPDI dengan Apakah ada tim khusus yang menangani
Manufacturer Group (IPMG) dikeluarkannya Permenkes Nomor 58 pencegahan gratifikasi dalam organisasi
membuat aturan tentang pemberian Tahun 2016? PAPDI?
sponsorship sebagai implementasi
Permenkes Nomor 58 Tahun 2016. PB Saya kira baik sekali. Regulasi ini Sebelum ada regulasinya (Permenkes
PAPDI menyambut dengan positif. Langkah sebenarnya merupakan rambu-rambu. Nomor 58 Tahun 2016), kita dari
cepat antisipasi untuk mencegah praktik Penting buat kita, jangan sampai kita salah perhimpunan sudah membentuk bidang
gratifikasi di kalangan anggota PAPDI di melangkah. Dengan Permenkes ini semua sendiri untuk pencegahan gratifikasi.
seluruh Indonesia terus dilakukan. Ketua jadi transparan dan akuntabel. Kita tidak Namanya Bidang Pendidikan dan Pelatihan
Umum PB PAPDI, Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, berburuk sangka. (Diklat), karena ini konteksnya terkait
SpPD, K-KV, FINASIM, FACC, FESC, dengan program Continuing Professional
FAPSIC, FACP memaparkan hal ini kepada Permenkes ini mengesankan sponsorship Development (CPD). Kita ada bagan
Redaksi Halo Internis di ruang kerjanya di sebagai sesuatu yang penting bagi pelaporan sponsorship. Kita sudah
Jakarta, tanggal 13 Agustus 2017. Berikut kemajuan dunia kedokteran Indonesia. mengeluarkan edaran ke seluruh cabang
petikannya. Mengapa demikian? panduan untuk pelaporan ini. Dan terakhir
kita mengacu pada Permenkes Nomor
Kabarnya IPMG sudah mengeluarkan Permenkes ini terkait dalam konteks bahwa 58 Tahun 2016. Bagan pelaporan perlu
aturan terkait dengan implementasi seorang dokter harus selalu meng-update dimodifikasi sedikit, karena pelaporan
Permenkes Nomor 58 Tahun 2016 ilmunya agar bisa memberikan layanan dokter praktik mandiri langsung ke KPK,
tentang Pemberian Sponsorship Tenaga paling baik untuk pasien. Ini merupakan bukan ke perhimpunan.
Kesehatan. Apa saja poin-poin aturan amanah UU Praktik Kedokteran. Untuk
tersebut? bisa mencapai itu harus mengikut Bagaimana sosialisasi kepada anggota di
kegiatan ilmiah Continuing Professional daerah?
IPMG membuat suatu rule terkait apa saja Development (CPD). atau Continuing
yang boleh dan tidak boleh. Poin-poinnya Medical Education (CME). Kegiatan ini Sosialisasi sudah berjalan sebelum
hampir sama dengan Permenkes Nomor memerlukan biaya. Sementara negara Permenkes Nomor 58 Tahun 2016 keluar.
58 Tahun 2016 karena acuan mereka juga belum hadir untuk men-support dokter. Saya kira sejak 3-4 tahun lalu kita sudah
Permenkes tersebut. Yang diperbolehkan Kalau mengandalkan dana pribadi belum mulai mengantisipasi gratifikasi. Setiap ke
untuk sponsorship adalah untuk registrasi tentu bisa. Makanya ada sponsorship. daerah kita selalu menyampaikan ini.halo
INTERNIS

kegiatan ilmiah, transportasi, akomodasi, Di luar negeri juga diperbolehkan.


dan honor sebagai pembicara maupun Tapi prinsipnya, dokter bisa menjaga
moderator. Hal ini disampaikan dalam independensi dalam meresepkan obat.
pertemuan dengan seluruh perhimpunan
(profesi kedokteran) yang diprakarsai oleh Sponsorship disorot KPK karena
IPMG pada pertengahan Juni 2017. rawan gratifikasi. Bagaimana peran
PAPDI dalam membina anggota terkait
Seperti apa mekanisme pemberian gratifikasi?
sponsorship yang ditetapkan oleh IPMG?
PAPDI sangat concern menangani masalah
Prinsipnya, tidak ada uang yang langsung gratifikasi. Kita dari perhimpunan sudah
diterima dokter. Termasuk juga kegiatan jauh-jauh hari mengantisipasi ini. Kita
ke luar negeri, (biaya) diberikan kepada sudah melakukan pembinaan kepada
travel agent. Dokter tidak terima uang. anggota. Setiap kali Raker (Rapat Kerja),
Langsung terima tiketnya. Uang registrasi dan sudah beberapa kali Raker, selalu
langsung dibayarkan (oleh farmasi) ke ada tema gratifikasi. Kita mengundang
penyelenggara. Begitu juga dengan biaya narasumber terkait dari Kementerian
hotel. Kesehatan, IDI, dan KPK untuk
menjelaskan hal ini.

16 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


FOKUS UTAMA

Ketua Umum PB PAPDI, Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD, K-KV, FINASIM, FACC, FESC, FAPSIC, FACP

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 17


FOKUS UTAMA

MENJAGA
KELANGSUNGAN JKN
Program Jaminan Kesehatan Nasional nyata memberikan manfaat
bagi masyarakat Indonesia. Berbagai kekurangan yang ada akan
terus dibenahi sehingga kualitas dan jangkauan pelayanan yang
diberikan semakin baik. Mari jaga kelangsungan JKN. Jangan biar-
kan perilaku-perilaku curang menggerus dan membuat program ini
tersendat di tengah jalan.

18 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


FOKUS UTAMA


foto: jurnalasia.com

PAPDI diharapkan dapat turut Peran profesional dokter sangat vital yang diperlukan oleh pasien cuci darah
menjaga keberlangsungan JKN.” dalam menjaga keberlangsungan JKN membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Pesan dan harapan ini dilontarkan ini. Karena dokter bersentuhan langsung Catatan BPJS Kesehatan menunjukkan
Direktur Pelayanan Badan dengan masyarakat yang membutuhkan hemodialisis merupakan tindakan rawat
Penyelenggara Jaminan Sosial pelayanan kesehatan. Dan yang pasti, lewat jalan dengan biaya tertinggi. Kedua, kini
(BPJS) Kesehatan, Maya Amiarny Rusady coretan tangan dokterlah, rumah sakit dapat banyak pasien yang menjalani hemodialisis
ketika menjadi pembicara dalam diskusi mengumpulkan berkas untuk pengajuan di usia relatif muda. Sangat disayangkan,
“Evaluasi Program JKN” dalam rangkaian klaim kepada BPJS Kesehatan. usia yang semestinya diisi dengan
Rakernas PB PAPDI dan Semua PAPDI produktivitas kerja yang prima, terpaksa
Cabang yang diselenggarakan pada 18 Dalam hal ini para dokter diharapkan dilalui dengan rutinitas cuci darah ke rumah
Maret 2017 di Jakarta. bukan saja memberikan pengobatan, sakit. Edukasi tentang menjaga kesehatan
melainkan juga melakukan edukasi kepada ginjal akan dapat membantu pasien yang
PAPDI memiliki porsi yang penting dalam masyarakat untuk mencegah agar penyakit untuk mempertahankan kualitas hidup,
mendukung kesuksesan Program Jaminan tidak bertambah parah, atau mencegah sekaligus dapat menekan pengeluaran biaya
Kesehatan Nasional (JKN), mengingat lingkungan keluarga tidak mengalami untuk cuci darah. “Ini PR kita, promotif
lebih dari 30% klaim pengobatan yang penyakit yang sama dengan pasien. Seperti dan preventif,” ujar Maya.
dibayarkan BPJS Kesehatan diperuntukkan edukasi tentang gagal ginjal yang membuat
untuk membiayai pengobatan kasus-kasus pasien terpaksa menjalani cuci darah STANDAR KODING
penyakit dalam. (hemodialisis).
Maya mengingatkan agar para dokter,
Menurut Maya, total manfaat yang sudah Menurut Maya, belakangan ini pasien yang khususnya anggota PAPDI, untuk teliti
dibayarkan oleh BPJS selama periode menjalani cuci darah bertambah banyak dan dalam mendiagnosis penyakit pasien.
2014 – 2016 mencapai Rp166 triliun. klaim untuk tindakan hemodialisis terus BPJS Kesehatan telah menetapkan standar
Sekitar Rp58 triliun dari total biaya tersebut mengalami peningkatan dengan jumlah koding penyakit dalam untuk diikuti.
untuk membayar manfaat pengobatan di yang tak sedikit. “Setiap bulan ada sekitar Standar koding ini diperlukan untuk
bidang penyakit dalam. Jumlah ini akan 2.000 gagal ginjal baru,” ujarnya. mengklasifikasikan penyakit pasien. Dari
terus meningkat karena dalam setiap bulan klasifikasi ini dapat ditentukan pilihan-
peserta yang memanfaatkan program JKN Setidaknya ada dua hal yang disorot dari pilihan pengobatan yang akan dijalani.
ini semakin banyak. kasus gagal ginjal. Pertama, hemodialisis Diagnosis penyakit dan pilihan pengobatan

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 19


FOKUS UTAMA

KPK sudah melontarkan


peringatan keras
agar segala bentuk
kecurangan dalam
pelaksanaan program
JKN dihentikan.

Barat menginformasikan bahwa BPJS


membolehkan dokter penyakit dalam
meresepkan obat penurun kolesterol untuk
pasien dengan kondisi LDL di atas 123 mg/
dl, sementara batas LDL normal adalah
di bawah 100 mg/dl. Pasien dengan kadar

foto: http://bpjs-kesehatan.go.id
kolesterol di bawah 123 mg/dl namun di
atas normal tidak bisa mendapatkan obat
kolesterol, padahal membutuhkannya. Pada
akhirnya, pasien terpaksa membeli sendiri
Maya Amiarny obat-obat yang mereka perlukan.

Untuk obat dengan harga terjangkau,


berkait erat berkaitan dengan klaim dirindukan negeri ini. Karenanya, mungkin tidak begitu bermasalah.
yang diajukan rumah sakit kepada BPJS pemerintah sangat serius menangani kasus Lain halnya pada kasus spesifik,
Kesehatan. Bila standar koding klasifikasi klaim palsu ini. Maya mengatakan telah seperti kemoterapi bagi pasien kanker.
dari BPJS ini tidak diikuti, rumah sakit dibentuk Satgas Pencegahan Fraud dan Kemoterapi merupakan tindakan medis
berisiko mengalami kendala dalam Penindakan Kerugian, dengan personel yang sangat penting untuk mendukung
pengajuan klaim nanti. terdiri dari perwakilan Kementerian kesembuhan pasien kanker. Pada kasus
Kesehatan, KPK, dan BPJS Kesehatan. tertentu, adakalanya pasien membutuhkan
Standar koding ini merupakan salah satu kemoterapi lebih dari tiga kali, namun
cara untuk mencegah terjadi klaim palsu KPK sudah melontarkan peringatan keras untuk kasus tersebut pula BPJS hanya
atau klaim fiktif dari oknum-oknum rumah agar segala bentuk kecurangan dalam menanggung biaya untuk tiga kali
sakit yang ingin berlaku curang. Komisi pelaksanaan program JKN dihentikan. Jika kemoterapi. Ini tentu memberatkan bagi
Pemberatasan Korupsi (KPK) sudah sebelumnya pihak yang terbukti berlaku pasien yang secara ekonomi kekurangan,
melihat adanya indikasi kecurangan dalam curang dituntut mengembalikan uang yang karena biaya kemoterapi tidaklah murah.
pelaksanaan JKN yang dilakukan oleh sudah diambil, ke depan akan dikenakan
fasilitas kesehatan. Pada semester pertama sanksi hukum yang lebih tegas. “Tantangan Dalam Rakernas PB PAPDI dan
tahun 2015, diperkirakan ada sekitar BPJS Kesehatan adalah pencegahan Semua PAPDI Cabang, Ketua Bidang
175 ribu klaim dari fasilitas pelayanan kecurangan. KPK sudah menyatakan Pengembangan Profesi PB PAPDI Dr.
kesehatan kepada BPJS dengan nilai ditahun 2018 akan ada sanksi secara legal,” dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD, K-HOM,
mencapai Rp 400 miliar yang terdekteksi tutur Maya. FINASIM menyampaikan harapan agar
ada unsur kecurangan. Di awal tahun 2017 BPJS melakukan tinjauan ulang untuk
jumlahnya meningkat menjadi 1 juta klaim. KENDALA DI LAPANGAN tindakan-tindakan spesifik agar pasien
benar-benar tertangani secara baik dan
“Sekarang ada sekitar 1 juta klaim yang Ketatnya penerapan standar konding tuntas. “Kami harapkan beberapa tindakan
terdeteksi. Oleh karena itu, kita pikir juga menimbulkan masalah di lapangan. medis spesifik untuk ditinjau kembali,”
secara sistematik kita harus bangun sistem Sejumlah dokter mengeluhkan sistem yang kata Lugyanti yang juga pakar di bidang
pengendalian fraud (penyimpangan). berlaku membuat pasien tidak tertangani pengobatan kanker.
Pencegahan harus jelas,” ungkap Deputi secara optimal. BPJS Kesehatan membatasi
Pencegahan KPK Pahala Nainggolan obat atau terapi dengan jumlah atau kriteria Semoga BPJS Kesehatan
kepada wartawan di Jakarta, 22 Februari tertentu. Pasien tidak bisa mendapatkannya mempertimbangkan usulan pengurus
lalu. karena tidak memenuhi kriteria BPJS, PAPDI ini untuk perbaikan kualitas
sementara dari sisi klinis mereka masih pelayanan kesehatan ke depan. Tentunya
Klaim palsu adalah sebuah pengkhianatan sangat membutuhkan obat dan terapi agar tujuan serta manfaat program JKN
terhadap upaya pemerataan pelayanan tersebut. benar-benar dirasakan secara utuh oleh
kesehatan bagi seluruh masyarakat masyarakat. halo
INTERNIS

Indonesia, dan berakibat mengganggu Contohnya, unit farmasi sebuah


kelangsungan JKN yang telah lama rumah sakit swasta di kawasan Jakarta

20 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


FOKUS UTAMA

EVALUASI
TIGA TAHUN JKN
Kualitas pelayanan kesehatan belum merata. orang penduduk. Dari total jumlah peserta tersebut, sebanyak
Standarisasi Puskemas salah satu solusinya. PAPDI 91.998.200 orang merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran
(PBI). Angka peserta JKN ini diupayakan terus bertambah hingga
diharapkan turut mendukung pembinaan tenaga
ditargetkan capai universal health coverage yang meliputi seluruh
kesehatan di level primer agar memiliki kualitas yang rakyat Indonesia pada tahun 2019.
memenuhi standar.

T
Dari segi kemampuan memberikan manfaat kepada peserta,
anggal 1 Januari juga sudah terlihat hasilnya. Menurut Direktur Pelayanan Badan
2017 lalu, Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Maya Amiarny
tepat 3 tahun Rusady—yang juga menjadi pembicara dalam diskusi “Evaluasi
dilaksanakannya Program JKN” dalam rangkaian Rakernas PB PAPDI dan Semua
Program Jaminan PAPDI Cabang—total manfaat yang sudah dibayarkan oleh BPJS
Kesehatan Nasional Kesehatan selama periode 2014 – 2016 mencapai Rp166 triliun.
(JKN). Program ini
resmi berjalan MALDISTRIBUSI
seiring dengan mulai
beroperasinya Badan Namun diakui masih banyak yang perlu dibenahi dalam
Penyelenggara penyelenggaraan JKN. Evaluasi tiga tahun JKN memperlihatan,
Kesejahteraan Sosial walau kuantitas peserta menunjukkan perkembangan yang
(BPJS) Kesehatan pada menggembirakan, dari sisi pelayanan masih belum merata dan
tanggal 1 Januari perlu pembenahan. Kalsum Komaryani mengatakan di berbagai
2014. BPJS Kesehatan tempat terjadi maldistribusi pelayanan kesehatan.
merupakan badan
hukum publik hasil Semestinya setiap peserta di seluruh pelosok tanah air terjamin
transformasi dari PT memperoleh pelayanan kesehatan perseorangan secara sama
Askes (Persero)  dan merata tanpa membedakan besaran iuran yang dibayarnya,
yang diberi tugas baik membayar iyuran secara swadana ataupun dibayar oleh
menyelenggarakan pemerintah. Kenyataannya, di berbagai daerah perdesaan akses
JKN. terhadap pelayanan kesehatan perseorangan belum memadai,
foto: PB.PAPDI

karena faktor geografi, keterbatasan fasilitas kesehatan, dokter,


Dalam Penjelasan tenaga kesehatan, dan obat-obatan. Hal ini dibenarkan oleh
dr. Kalsum Komaryani, MPPM, Umum UU Nomor 40 Maya Amiarny yang mengatakan pelayanan BPJS masih terpusat
Tahun 2016 tentang di daerah Jawa. “Sekarang ini mayoritas pelayanan BPJS di Pulau
Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) diterangkan tiga kriteria Jawa,” ujar Maya.
yang harus terpenuhi dalam penyelenggaraan program jaminan
sosial, termasuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tiga kriteria Soal rujukan dalam pelayanan kesehatan berjenjang juga disorot.
tersebut adalah: Fasilitas Kesehatan (Faskes) lapis pertama, seperti puskesmas,
perlu diperkuat sehingga betul-betul dapat menangani pasien
1. Kemampuan untuk memberikan perlindungan yang secara maksimal. “Jangan sampai kasus sederhana ditangani
adil dan memadai kepada para peserta. di rumah sakit,” ujar Kalsum. Saat ini kondisi masing-masing
2. Kemampuan untuk menjangkau kepesertaan yang puskesmas tidak sama, sehingga kemampuan melayani pasien
lebih luas. pun berbeda. Untuk menyeragamkan standar pelayanan
3. Kemampuan memberikan manfaat yang lebih besar kesehatan level primer, Kementerian Kesehatan mengupayakan
bagi peserta. adanya standarisasi Puskemas. “Targetnya tahun 2018 terdapat
5000-an Puskesmas yang diakreditasi. Di setiap kecamatan ada
Mengacu kepada kriteria di atas, dalam masa tiga tahun ini BPJS Puskemas yang diakreditasi,” tutur Kalsum.
Kesehatan sudah mencapai beberapa hal. Menurut dr. Kalsum
Komaryani, MPPM, Kepala Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan Dalam hal ini, PAPDI diharapkan turut andil mewujudkan faskes
Nasional (JKN), dari segi penjangkauan peserta, BPJS telah primer yang terstandarisasi dengan melakukan pembinaan
berhasil menghimpun lebih dari 170 juta jiwa. Awalnya, pada 1 kepada dokter-dokter di layanan primer. “Kami harapkan
Januari 2014 jumlah peserta JKN tercatat sebanyak 133.423.653. dukungan untuk membina dokter-dokter layanan primer
Terhitung 1 Juli 2017 jumlah peserta JKN mencapai sebanyak sehingga kasus-kasus yang bisa ditangani di level primer dapat
178.384.288 peserta, atau sama dengan 71,35% dari 250 juta diselesaikan di pelayanan primer,” tandas Maya. halo
INTERNIS

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 21


FOKUS UTAMA

SOLUSI
UNTUK NEGERI
Bak gayung bersambut. PAPDI telah menyusun rencana strategis untuk memeratakan
sebaran internis di Indonesia. Pemerintah mengeluarkan program WKDS yang membuka
jalan terwujudnya rencana tersebut. Kini penugasan dokter Spesialis Penyakit Dalam ke
daerah-daerah yang membutuhkan sudah dimulai terealisir.

P
erhimpunan Dokter Spesialis Internis di seluruh Indonesia, sehingga “Kalau kita lihat renstra PAPDI, kita ingin
Penyakit Dalam Indonesia diketahui daerah-daerah mana yang berikan pelayanan yang merata. Kita tahu
(PAPDI) telah lama menaruh kekurangan dan membutuhkan tenaga sebaran dokter Spesialis Penyakit Dalam
perhatian terhadap permasalahan Internis. Sebagian besar keberadaan dokter belum merata. PAPDI sudah petakan
tidak meratanya sebaran dokter Spesialis Penyakit Dalam masih terpusat di sebaran Internis di seluruh Indonesia,” kata
spesialis, khususnya Dokter Spesialis DKI Jakarta dan Jawa Barat dengan jumlah Idrus dalam acara pembukaan Rakernas PB
Penyakit Dalam, di Indonesia. Banyak “melimpah” sementara daerah lain masih PAPDI dan Semua PAPDI Cabang tanggal
kasus-kasus penyakit dalam di daerah tidak kekurangan, seperti Papua, Maluku Utara, 18 Maret 2017 di Hotel Harris Kelapa
tertangani dengan baik dan benar lantaran dan Sulawesi Tengah. Bahkan, menurut Gading, Jakarta.
ketiadaan Internis disana. Kondisi ini amat Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan
memprihatinkan dan menggugah PAPDI Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia PERPRES NO 4 TAHUN 2017
untuk menempatkan pemerataan sebaran (PB PAPDI), Prof. Dr. dr. Idrus Alwi,
Internis ke dalam rencana strategis (renstra) SpPD, K-KV, FINASIM, FACC, FESC, Rupanya, renstra PAPDI ini sejalan
organisasi. FAPSIC, FACP masih ada beberapa daerah dengan kebijakan Pemerintah yang ingin
yang belum terjangkau Spesialis Penyakit meningkatkan kualitas dan penjangkauan
Langkah awal sudah dilakukan. PAPDI Dalam. pelayanan kesehatan yang merata ke
melakukan mapping atau pemetaan sebaran seluruh pelosok Indonesia. Tanggal 12
Januari 2017 Pemerintah mengeluarkan
Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2017
tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis
(WKDS). Perpres ini merupakan solusi
untuk mengatasi persoalan minimnya
Tenaga Kesehatan spesialistik di daerah-
daerah, terutama di daerah tertinggal,
perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS)


dilaksanakan secara bertahap. Tahap
pertama diprioritaskan bagi lulusan 5
program pendidikan spesialis, terdiri
dari bidang spesialis empat dasar yaitu
program Spesialis Ilmu Penyakit Dalam,
Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Spesialis
Ilmu Kesehatan Anak, Spesialis Bedah
ditambah dengan Spesialis Anestesiologi
dan Terapi Intensif. Data Rekapitulasi
Kekurangan Dokter Spesialis 4 Dasar
dan Anestesi Tahun 2017 menunjukkan
sebanyak 937 rumah sakit di Indonesia
kekurangan tenaga dokter spesialis 4 dasar
Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD, K-KV, FINASIM, FACC, FESC, FAPSIC, FACP dan anestesi.

22 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


FOKUS UTAMA

Jumlahnya lebih banyak


dari peserta didik
Spesialis Penyakit Dalam
yang akan lulus tahun
2017 ini. Diperlukan
strategi untuk mengatur
penempatan peserta
WKDS agar semua
rumah sakit daerah
kebagian tenaga dokter
spesialis yang mereka
butuhkan.

MENGGANDENG
PAPDI

Sejak awal Pemerintah


menggandeng PAPDI dan
organisasi profesi terkait
untuk menyukseskan
program WKDS.
Perwakilan PAPDI (Prof.
foto: http://www.internafkui.or.id

Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD,


K-KV, FINASIM, FACC,
FESC, FAPSIC, FACP)
dan perwakilan Kolegium
Ilmu Penyakit Dalam
(dr. Sumariyono, SpPD,
Diperkirakan pada tahun 2017, Prodi Ilmu Penyakit Dalam meluluskan 310 Internis. K-R, FINASIM) turut
Mereka akan menjalani program WKDS.
dilibatkan dalam Komite
Ketentuan WKDS berlaku bagi semua Penyakit Dalam akan meluluskan 310 Penempatan Dokter Spesialis (KPDS).
dokter spesialis 5 bidang di atas yang Internis. Merekalah yang mengisi pos-pos KPDS berfungsi menyusun perencanaan
lulus setelah tanggal 12 Januari 2017, pelayanan Spesialis Penyakit Dalam di pemerataan dokter spesialis; menyiapkan
sesuai dengan tanggal di keluarkannya rumah sakit daerah yang selama ini kosong wahana untuk kesiapan Wajib Kerja
Perpres No. 4 Tahun 2017 tersebut. WKDS atau kurang. Penugasan peserta WKDS Dokter Spesialis (WKDS); memberikan
masukan dalam menyusun rencana tahunan;
membantu pengawasan dan pembinaan
terhadap penyelenggaraan WKDS; serta
“Kalau kita lihat renstra PAPDI, kita ingin berikan melakukan pencatatan dan pelaporan
pelayanan yang merata. Kita tahu sebaran Dokter penyelenggaraan WKDS.
Spesialis Penyakit Dalam belum merata. PAPDI sudah
petakan sebaran Internis di seluruh Indonesia.” Melalui KPDS ini PAPDI dapat
memperjuangkan hak-hak Dokter Spesialis
Penyakit Dalam selama menunaikan tugas
WKDS, seperti hak mendapatkan uang
merupakan syarat untuk mendapatkan Surat bersifat bergulir. Setelah menjalani masa insentif dan fasilitas pendukung. PAPDI
Tanda Registrasi (STR) yang diperlukan tugas selama satu tahun, masing-masing Cabang juga dilibatkan dalam pelaksanaan
untuk mengurus izin praktik kelak. Dengan peserta akan kembali ke daerah asal. Posisi di lapangan, khususnya dalam melakukan
begitu, dokter spesialis yang baru lulus mereka akan digantikan oleh adik-adik visitasi untuk memastikan tersedianya
tidak akan bisa mengurus izin praktik kelasnya, yakni para Internis muda yang kelengkapan sarana dan prasarana bagi
sebelum menyelesaikan tugas WKDS baru lulus dari pendidikan. internis muda yang akan bertugas.
selama setahun di daerah yang ditetapkan.
Jumlah lulusan Spesialis Penyakit Yang jelas, program WKDS telah membuka
Pada pelaksanaan tahun 2017, program Dalam masih belum memadai dari yang jalan bagi PAPDI merealisasikan renstra
WKDS menugaskan sebanyak 1.000 – dibutuhkan. Data RS Online tanggal organisasi untuk memeratakan sebaran
1.250 dokter spesialis. Pada gelombang 10 Januari 2017 yang tercantum dalam Internis di seluruh wilayah Indonesia.
pertama Maret lalu, Kolegium Ilmu Makalah Wajib Kerja Dokter Spesialis “Program WKDS ini membantu PAPDI
Penyakit Dalam mengirim 18 Internis. menyebutkan kekurangan Dokter Spesialis memenuhi kebutuhan untuk penyebaran
Menyusul gelombang berikutnya 11 Penyakit Dalam di 937 rumah sakit daerah Dokter Spesialis Penyakit Dalam. PAPDI
Internis. Secara keseluruhan diprediksikan yang menjadi sasaran program WKDS mendukung dengan ketentuan hak Internis
pada tahun 2017 ini Program Studi Ilmu tahun 2017 adalah sebanyak 388 Internis. (peserta WKDS) dipenuhi,” jelas Idrus.halo
INTERNIS

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 23


FOKUS UTAMA

JANGAN LELAH
MENCINTAI PAPDI

Jangan pernah lelah untuk Banyak rapat-rapat yang melelahkan berbagai hal terkait kelangsungan
mencintai PAPDI.” Ketua Umum dilaksanakan, yang membutuhkan waktu, organisasi dan kepentingan anggota PAPDI
Pengurus Besar Perhimpunan tenaga, dan pemikiran. Semua itu dilakukan dibicarakan, dan dicarikan solusi atas setiap
Dokter Spesialis Penyakit untuk kepentingan organisasi, yang segala permasalahan yang ada.
Dalam Indonesia (PB PAPDI), benefitnya berpulang kepada anggota
Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD, K-KV, PAPDI sendiri, juga masyarakat luas yang “Saya mengucapkan terima kasih kepada
FINASIM, FACC, FESC, FAPSIC, menerima pelayanan kesehatan dari anggota seluruh pengurus dan anggota. Jangan
FACP menyampaikan pesan ini dalam PAPDI. pernah lelah untuk mencintai PAPDI.
sambutannya pada pembukaan Rapat kerja Memang banyak rapat-rapat yang
Nasional (Rakernas) PB PAPDI dan Semua Seperti Rakernas yang digelar pada bulan melelahkan,” ucap Idrus.
PAPDI Cabang pada 18 Maret 2017 di Maret lalu, diselenggarakan selama dua
Jakarta. hari di akhir minggu, di waktu yang PAPDI sebagai organisasi profesi memiliki
semestinya dimanfaatkan para Internis misi memberikan sumbangsih kesehatan
Roda organisasi akan dapat berjalan dengan untuk beristirahat dan berkumpul bersama masyarakat dan turut menunjang program
baik selama para pengurus dan anggotanya keluarga, setelah menjalankan rugas rutin pemerintah dalam pembangunan di bidang
memiliki komitmen dalam melaksanakan harian dari pagi hingga malam hari yang kesehatan. Sejatinya, mengikuti rapat
visi dan misi organisasi. Begitu pula dengan cukup melelahkan. Namun waktu yang dan mencurahkan waktu, tenaga serta
PAPDI. Sebagai sebuah organisasi profesi sangat berharga itu pun rela dikorbankan pikiran untuk kemajuan PAPDI, tidak lain
yang bergerak secara profesional, PAPDI untuk kepentingan PAPDI. juga adalah bentuk pengabdian kepada
dapat berjalan karena pengurus pusat, masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia
pengurus cabang, dan para anggota punya Idrus mengatakan Rakernas ini memiliki dalam lingkup yang lebih luas. halo
INTERNIS

komitmen yang kuat dalam memajukan makna strategis dan penting bagi jalannya
organisasi yang dicintai ini. roda organisasi. Dalam Rakernas inilah

24 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


Sorot

foto: http://antarafoto.com
SOROT

Metode Terbaru
PENGOBATAN HEPATITIS C
Harapan baru bagi penderita Hepatitis C. Peluang sembuh
terbuka lebar. Pasien tidak perlu pusing lagi dengan biaya
obat yang mahal, karena pemerintah memberikannya
secara gratis. Panduan penatalaksanaannya pun
sudah tersedia, memudahkan para Internis untuk
mengaplikasikan pengobatan ini di seluruh Indonesia.

26 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


SOROT

Jangan cintai kekasihmu dengan sepenuh


jiwa, tapi cintailah dia dengan sepenuh
hati..... “Jadi kalau ada pengguna narkotika suntik di
Indonesia, kemungkinannya dia mengidap Hepatitis
Karena bila ditinggalkannya kamu cuma C lebih tinggi dibandingkan terinfeksi HIV (human

H
sakit hati,bukan sakit jiwa !!! immunodeficiency virus).”
ati sering sekali dijadikan
objek candaan. Andai saja
yang bercanda paham bahwa Sementara Hepatitis C yang angkanya terinveksi genotipe 1, akan selalu di
organ hati mempunyai fungsi sekitar 1 - 2 persen kebanyakan terdapat genotipe ini, kecuali dia terivensi virus
yang luar biasa penting, tentu di daerah perkotaan. “Saat ini hepatitis C baru. Korelasinya dengan pengobatan.
kata-kata di atas tidak akan pernah tercetus. menjadi menarik karena ada perkembangan Misal ketika pengobatan masih dengan
mengenai obat baru,” ujar Irsan. menggunakan interferon, genotipe 1 ini
Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati yang paling susah diobati. Pengobatannya
Indonesia (PPHI), dr. Irsan Hasan, SpPD, Virus Hepatitis C (VHC) merupakan virus pun harus disuntik tiap mingu selama satu
K-GEH, FINASIM menerangkan organ RNA (asam ribonukleat) dari keluarga tahun. Sementara genotipe 2 hanya selama
hati atau liver merupakan salah satu organ Flaviviridae. Saat ini VHC mempunyai 7 6 bulan. Jadi memang genotipe perlu dicek
paling penting di dalam tubuh manusia. genotipe dengan 67 subtipe. Akan tetapi untuk tahu respons terapi,” ujar Irsan.
Ada lebih dari 500 fungsi hati, di antaranya belum ada kesepakatan secara internasional
sebagai penyimpan lemak, gula, vitamin hal ini, Indonesia tetap menggunakan Secara umum, genotipe 1a dan 1b adalah
dan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh pembagian 6 genotipe dengan 50 subtipe. yang paling banyak dijumpai, meliputi hampir
untuk bergerak maju. Organ ini juga Pemeriksaan genotipe berguna untuk 60 persen infeksi VHC, dan dominannya di
membantu tubuh membersihkan diri dari menentukan durasi dan memperkirakan wilayah Eropa, Amerika Utara dan Jepang.
racun dan infeksi darah, mengeluarkan respon terapi. Di Indonesia sendiri (RSCM) genotipe 1
bahan kimia berbahaya dari tubuh dan juga merupakan subtipe yang paling banyak
membersihkan darah dari produk-produk “Genotipe ini kalau dianalogikan dengan pengidapnya, yakni sekitar 72,2% (genotipe
limbah, obat-obatan, dan zat beracun manusia adalah suku. Ada suku Batak, 1a sebanyak 6,7%, genotipe 1b sebanyak
lainnya. Jawa, Sunda dan lain-lain. Sekali seseorang 47,3%, genotipe 1c sebanyak 18%).

Hati juga berfungsi untuk memerangi


infeksi, menghasilkan faktor imun untuk
memerangi infeksi, membantu pencernaan,
memroduksi zat yang disebut “empedu”
untuk membantu mencerna makanan dan
menyerap nutrisi, menyimpan vitamin dan
mineral serta menyimpan energi. Jadi bisa
dibayangkan kalau hati kita terganggu maka
efeknya akan kemana-mana.

Salah satu penyakit yang sering menyerang


hati adalah hepatitis, atau peradangan hati.
Penyebabnya bisa karena virus (hepatitis,
dengue, herpes, ameba, malaria), alkohol,
obat-obatan, perlemakan dan Malaria. Dan
kalau orang sudah mengidap hepatitis,
namun tidak ditangani, bisa berkembang
menjadi sirosis dan akhirnya kanker hati.

Virus penyebab hepatitis sendiri ini


ada berbagai macam, yakni A, B, C, D,
E. Namun penamaan virus itu bukan
menujukan kelas. Misalnya bukan
menganggap B lebih berat dar A, atau C
lebih berat dari B dan seterusnya. Ini hanya
nama saja. Karena genom-nya berbeda dan
sifatnya beda.

Menurut Irsan, di Indonesia Hepatitis


telah menjadi masalah besar, karena 1 dari
10 orang di negeri ini mengidap hepatitis
kronik. Yang paling tinggi sebenarnya
pengidap Hepatitis B, angkanya sekitar dr. Irsan Hasan, SpPD, K-GEH, FINASIM
8% dan banyak terdapat di pedesaan.

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 27


SOROT

Penularan virus hepatitis biasanya melalui metode pengobatan baru yang disebut interferon ini mirip dengan kemoterapi
transfusi darah, jarum suntik (narkoba), Direct Acting Antiviral (DAA) dengan hasil dalam skala mini, dimana pasien mengalami
tato, hubungan seksual. Penularan melalui sangat menggembirakan. mual, nafsu makan turun, depresi,
transfusi dan pemakaian narkoba suntik lah trombosit turun dan Hb turun. Pasien juga
yang paling banyak terjadi. “Jadi kalau ada Sebelum ada DAA, pengobatan hepatitis bisa menjadi susah tidur dan gampang
pengguna narkotika suntik di Indonesia, masih mengandalkan interferon, pasien tersinggung. “Dokternya juga pusing
kemungkinannya dia mengidap Hepatitis harus disuntik tiap minggu selama 6 – 12 menghadapinya. Bahkan ada seorang pasien
C lebih tinggi dibandingkan terinfeksi HIV bulan, tergantung genotipe-nya. Kalau saya yang akan bunuh diri karena bikin
(human immunodeficiency virus). Orang genotipe 1, berarti terapinya dilakukan depresi,” ujar Irsan. Sudah begitu, lanjut
takutnya HIV, padahal Hepatitis C yang selama satu tahun. artinya pasien harus Irsan, susah payah disuntik, ternyata untuk
tinggi. Hepatitis B kecil,” ujar Irsan. disuntik 48 kali. genotipe1, tingkat keberhasilannya hanya
66 persen.
Seseorang yang terinfeksi virus hepatitis Banyak masalah yang timbul dengan
tidak akan segera merasakan keluhan, atau pengobatan lama ini. Pertama, dan ini DIRECT ACTING ANTIVIRUS
dalam hitungan bulan langsung mengalami biasanya menjadi masalah utama, yakni
sirosis. Inilah yang harus diwaspadai. biaya. Bayangkan, sekali suntik pasien Obat Hepatitis C terbaru yang dinamakan
Hepatitis C ini sekitar 80% muncul tanpa harus merogoh kocek sebesar Rp 2,5 juta. Direct Acting Antivirus Antiviral (DAA)
gejala. Makanya, orang sering menyebutnya Berarti dalam setahun seorang penderita bekerja lebih cepat dan memberikan hasil
sebagai silent killer. Kalaupun ada, gejala Hepatitis C harus mengeluarkan biaya yang lebih efektif. Antivirus ini langsung
yang muncul sifatnya sangat umum tidak sekitar Rp 120 juta. bekerja menghambat replikasi virus
spesifik, seperti letih atau capek. Padahal Hepatitis C. Berbeda dengan interferon
capek bisa disebabkan oleh berbagai hal. Kedua, pasien seringkali malas disuntik. yang bekerjanya secara tidak langsung.
Bisa karena bergadang, bekerja, atau karena Maklum, karena harus rutin dilakukan Interferon akan meningkatkan sistem imun,
kurang istirahat. Hal inilah yang membuat setiap minggu selama setahun. Hal itu tentu kemudian sistem imun inilah yang akan
penyakit ini sering terabaikan. sangat merepotkan, apalagi bagi pasien menyerang virus Hepatitis C.
yang takut dan trauma dengan jarum suntik.
Perjalanan penyakit ini juga cukup panjang. Kelebihan DAA, dapat menjanjikan tingkat
Proses menjadi sirosis membutuhkan waktu Ketiga, respon terapi cukup lama. Terakhir, kesembuhan hingga 87 - 98 persen. Selain
belasan atau bahkan sampai 20 tahun. efek samping dari penggunaan obat itu, tersedia dalam sediaan oral, memiliki
Setelah itu, ada yang berkembang menjadi
karsinoma hepatoselular (KHS) alias kanker
hati. Angka mortalitas akibat komplikasi
penyakit sirosis hati terkait infeksi Hepatitis
C kronik, tercatat sekitar 4 persen per tahun.

Siapa saja yang mungkin sampai pada fase


lanjut dari penyakit ini? Kata Irsan, kondisi
sirosis atau kanker hati bisa mengenai
orang-orang yang dengan kondisi terinfeksi
virus Hepatitis C di usia lanjut, pengidap
HIV, juga Hepatitis B, dan pengonsumsi
alkohol.

SKRINING ANTIHCV

Untuk mengetahui apakah sesorang


terkena infeksi virus Hepatitis C atau
tidak, perlu dilakukan screening antiHCV.
Setelah periksa anti-HCV-nya harus
pula dicek virusnya, yang dinamakan
HCV RNA. Dari pemeriksaan ini dapat
dinilai tingkat kesembuhan pasien. Orang
terkena Hepatitis C, antiHCV-nya akan
terus ada, sekalipun yang bersangkutan
sudah sembuh. Pasien bisa dinyatakan
sembuh ketika HCV RNA-nya sudah tidak
ada. Untuk melihat kerusakan hati yang
diakibatkan oleh infeksi virus Heptitis C ini
perlu dilakukan biopsi hati.

Kekhawatiran terhadap dampak lanjutan


dari penyakit Hepatitis C ini sekarang bisa
diredam, karena menurut Irsan penyakit
ini sudah bisa diobati. Bahkan sudah ada
foto: http//tutknow.ru

28 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


SOROT

efek samping yang lebih sedikit, dan masa keberhasilannya 96%. Irsan.
terapi yang lebih pendek. Untuk genotipe
1 misalnya, hanya perlu waktu terapi 3  Sofosbuvir + Simeprevir angka Menurut Irsan, obat Hepatitis C yang
bulan. Bandingkan dengan interferon yang keberhasilannya 93% sekarang sudah mendapat izin dari Badan
waktunya cukup lama, yaitu 1 tahun. Pengawas Obat dan Makanan (POM) dan
 Sofosbuvir + Ledipasvir angka sudah beredar di pasaran adalah kombinasi
Irsan menguraikan, ada tiga golongan besar keberhasilannya 98% Sofosbuvir dan Simeprevir. Selain itu ada
dari DAA. Ini bisa dikenali dari nama pula jenis obat yang sudah disetujui Badan
belakangnya, yakni previr, asvir, dan buvir.  Sofosbuvir + Daclatasvir angka POM namun belum tersedia di apotik,
Sehigga kemudian ada obat yang namanya keberhasilannya 98% yaitu kombinasi Sofosbuvir + Ledipesvir
Simeprevir, Sofosbuvird, aklatasvir, dan yang sudah jadi satu tablet. Kemungkinan
lain-lain. “Ini yang saya sampaikan pada Maret obat ini baru akan tersedia di apotik pada
2016, dimana obat-obat itu yang tersedia Januari 2018. Obat lain yang sudah
Nah, salah satu tulang punggung dalam di Indonesia. Waktu itu Sofosbuvir disetujui pula oleh Badan POM adalah
terapi Hepatitis C ini adalah obat saja, belum ada yang lain. Waktu itu Elbasvir dan Grazoprevir.
Sofosbuvir. Ini merupakan tablet 400 dianjurkan digabung dengan yang lama,
miligram, diminum 1 kali sehari dan Ribafirin. Tetapi hasilnya 60%. Jadi Di luar itu ada obat bernama Special
dikombinasikan dengan obat lain. Irsan dianjurkan tetap menggunakan interferon. Access Shceme (SAS). Obat ini belum ada
menganalogikannya seperti Film James Kelebihannya, kita hanya berikan hanya 3 di Indonesia. Organisasi atau rumah sakit
Bond. Dalam mengalahkan musuh- bulan (dari sebelumnya 1 tahun ), angka meminta Kementerian Kesehatan untuk
musuhnya, James Bond selalu berpasangan, keberhasilannya 85%,” jelas Irsan. mengimpornya. “Itu yang saya bilang pada
hanya saja kalau awalnya pasangannya Maret lalu sudah ada di Indonesia adalah
banyak, sekarang hanya satu. Nah dalam KENDALA BIAYA SAS. Belum dijual di apotik, makanya
kasus ini, Sofosbuvir adalah James belinya di apotik RSCM,” tambahnya.
Bondnya. Untuk hasil yang lebih efektif, Masalah sudah selesai? Belum! Ada
Sofosbuvir dipasangkan dengan obat lain, kendala yang menghambat pengobatan Hanya saja, Irsan berpesan, harus hati-
misalnya dengan formula sebagai berikut: ini. Yang jadi masalah ternyata adalah hati dalam memberikan obat Hepatitis
harga DAA yang tidak murah, bahkan bisa C ini, karena berbagai kombinasi yang
 Sofosbuvir + Velpatasfir angka dikatakan sangat mahal. Sofosbuvir dengan sebut di atas adalah untuk genotipe 1. Bisa
nama dagang Sofaldi, untuk 1 tabletnya saja efektif di genotipe 1 tapi lemah di
dihargai USD 1000 (Rp13 juta). Kalau genotipe lain. Tetapi, untuk memudah para
pengobatannya dilakukan selama 3 bulan dokter penyakit dalam menangani pasien,
berarti biaya yang harus dikeluarkan pasien Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia
sekitar Rp1 miliar. Wajar bila ramai orang (PPHI) telah mambuat Konsensus
sedunia memrotes harga obat yang sangat 2017 tentang terapi Hepatitis C dengan
mahal ini. menggunakan DAA. Sudah seharusnya
semua dokter penyakit dalam di Indonesia
Badan Kesehatan Dunia (WHO) turun mengacu pada konsensus ini dan mengikuti
tangan mencarikan solusi. WHO membuat panduan yang sudah disediakan.
perjanjian, bahwa untuk negara-negara
miskin, DAA ini boleh diedarkan dalam Satu lagi yang menurut Irsan masih menjadi
bentuk generik (tiruan). Karena sebetulnya kendala dalam pengobatan Hepatitis C ini.
dalam dunia pengobatan itu ada peraturan, Kemenkes memang telah membuat program
bahwa farmasi yang menemukan obat gratis untuk obat baru ini. Namun, sebelum
mempunyai hak paten memproduksi dokter memberikan terapi DAA, pasien
obat tersebut selama 10 tahun. Tidak terlebih dahulu melakukan pemeriksaan
boleh ada pihak lain yang membuat HCV RNA. Untuk sekali pemeriksaan
dan mengedarkan tiruannya. Bagi yang HCV RNA dibutuhkan biaya sekitar Rp 2
mengedarkan tiruan obat ini bisa dituntut. juta – 2,5 juta. Bagi sebagian besar pasien,
khusus untuk Sofosbuvir, peraturan ini biaya ini sangat memberatkan. Banyak
ditiadakan. Karena Indonesia masih yang tidak mampu membayarnya. Ke
masuk dalam kategori negara miskin, depan diharapkan, ada solusi bagi pasien-
maka diperbolehkan mengedarkan tiruan pasien tidak mampu untuk dapat menjalani
Sofosbuvir. pemeriksaan HCV RNA secara gratis atau
dengan biaya yang terjangkau, agar sasaran
“Inilah tiruan yang sudah masuk ke pengobatan Hepatitis C yang bersifat
Indonesia. Sekitar Desember 2015. Harga menyeluruh bagi seluruh masyarakat
pengobatan saat ini sekitar Rp5,8 juta per Indonesia maupun warga dunia yang
bulan. Berarti kalau pengobatannya 3 membutuhkan, dapat tercapai adanya. halo
INTERNIS

bulan, biayanya Rp18 juta. Tentu jauh


lebih murah dibanding yang Rp1 miliar
tadi. Makanya, mulailah pasien-pasien dari
negara tetangga seperti Malaysia, Singapura
pada datang (berobat) ke Indonesia,” kata

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 29


SOROT

PANDUAN PENATALAKSANAAN
TERAPI HEPATITIS C
Berikut ini cupilikan panduan pemilihan terapi Hepatitis C berdasarkan Konsesus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis C Di Indonesia
Tahun 2017.

Tabel Pemilihan Regimen Terapi Pada Infeksi VHC Tanpa Sirosis


Genotipe PegIFN, PegIFN,RBV, PegIFN, RB- Sofosbuvir, Sofosbuvir, Sofosbuvir, Sofosbuvir, Grazoprevir, Sofosbuvir,
Sofosbuvir Vsimeprevir RBV Simeprevir Ledipasvir Daclatasvir Elbasvir Velpatasvir
RBV
1 12 minggu 24 - 48 minggu* - 12 minggu 12 minggu 12 minggu 12 minggu** 12 minggu
2 12 minggu - 12 minggu - 12 minggu 12 minggu - 12 minggu

Response
3 12 minggu - 12 minggu - - 12 minggu - 12 minggu
Guided

4 12 minggu 24 - 48 minggu* - 12 minggu 12 minggu 12 minggu 12 minggu** 12 minggu


5 12 minggu - - - 12 minggu 12 minggu - 12 minggu
6 12 minggu - - - 12 minggu 12 minggu - 12 minggu

* Diberikan selama 12 minggu. Dilanjutkan PegIFN & RBV 12 minggu (pasien naïve atau relapsers) atau 12 minggu, dilanjutkan
PegIFN & RBV 36 minggu (pasien partial atau null responders);
** Dengan syarat tidak ditemukan NS5A RAV terhadap Elbasvir pada genotipe 1a dan genotipe 4; diberikan 16 minggu
dikombinasikan dengan Ribavirin bila ditemukan NS5A RAV atau kadar RNA VHC800 ≥ 800.000 IU/mL.
Sumber: Buku Konsesus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis C di Indonesia, diterbitkan oleh Perhimpunan Peneliti Hati
Indonesia, 2017

Tabel Pemilihan Regimen Terapi Pada Infeksi VHC Dengan Sirosis Kompensata
Genotipe PegIFN, PegIFN, RBV, PegIFN, RBV Sofosbuvir,RBV Sofosbuvir, Sofosbuvir, Sofosbuvir, Grazoprevir, Sofosbuvir,
RBV sofosbuvir Simeprevir Simeprevir Ledipasvir Daclatasvir Elbasvir Velpatasvir

12 minggu
12 minggu 12 minggu
(dengan RBV)
(dengan RBV) (dengan RBV)
24 - 48 atau
1 12 minggu - Atau Atau 12 minggu** 12 minggu
minggu* 24 minggu
24 minggu 24 minggu (tanpa RBV)
(tanpa RBV) (tanpa RBV)

2 12 minggu - 16 - 24 minggu - 12 minggu 12 minggu - 12 minggu

24 minggu 12 minggu
Response
3 12 minggu - 24 minggu - - (dengan atau - (dengan Riba-
Guided
tanpa RBV virin)

12 minggu 12 minggu 12 minggu


(dengan RBV) (dengan RBV) (dengan RBV)
24 – 48 min-
4 12 minggu - atau 24 atau 24 atau 24 12 minggu** 12 minggu
ggu*
minggu (tanpa minggu (tanpa minggu (tanpa
RBV) RBV) RBV)
5 12 minggu - - - 12 minggu 12 minggu - 12 minggu
(dengan RBV) (dengan RBV)
atau 24 atau 24
minggu (tanpa minggu (tanpa
RBV) RBV)
6 12 minggu - - - 12 minggu 12 minggu - 12 minggu
(dengan RBV) (dengan RBV)
atau 24 atau 24
minggu (tanpa minggu (tanpa
RBV) RBV)

30 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


SOROT

* Diberikan selama 12 minggu. Dilanjutkan PegIFN & RBV 12 minggu (pasien naïve
atau relapsers) atau 12 minggu, dilanjutkan PegIFN & RBV 36 minggu (pasien
partial atau null responders);

** Dengan syarat tidak ditemukan NS5A RAV terhaap Elbasvir pada genotipe
1a dan genotipe 4; diberikan 16 minggu dikombinasikan dengan Ribavirin bila
ditemukan NS5A RAV atau kadar RNA VHC800 ≥ 800.000 IU/mL.
Sumber: Buku Konsesus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis C di Indonesia,
diterbitkan oleh Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, 2017

Tabel Pemilihan Regimen Terapi Pada Infeksi VHC Dengan Sirosis Dekompensata
Genotipe PegIFN, PegIFN, RBV, PegIFN, RBV Sofosbuvir, Sofosbuvir, Sofosbuvir, Sofosbuvir, Grazoprevir, Sofosbuvir,
Sofosbuvir Simeprevir Simeprevir RBV Ledipasvir Daclatasvir Elbasvir Velpatasvir
RBV
1 - 12 minggu 12 minggu 12 minggu
(+RBV) atau (+RBV) atau (+RBV) atau

24 minggu 24 minggu 24 minggu


(-RBV) (-RBV) (-RBV)

2 16-20 minggu - 12 minggu 12 minggu


(+RBV) atau (+RBV) atau

24 minggu 24 minggu
(-RBV) (-RBV)

3 Kontra Indikasi Kontra Indikasi Kontra Indikasi Kontra Indikasi - - 12 minggu Kontra Indikasi 12 minggu
(+RBV) atau (+RBV) atau

24 minggu 24 minggu
(-RBV) (-RBV)

4 12 minggu 12 minggu 12 minggu 12 minggu


(+RBV) atau (+RBV) atau (+RBV) atau

24 minggu 24 minggu 24 minggu


(-RBV (-RBV) (-RBV)

5 - 12 minggu 12 minggu 12 minggu


(+RBV) atau (+RBV) atau (+RBV) atau

24 minggu 24 minggu 24 minggu


(-RBV (-RBV) (-RBV)

6 - 12 minggu 12 minggu 12 minggu


(+RBV) atau (+RBV) atau (+RBV) atau

24 minggu 24 minggu 24 minggu


(-RBV (-RBV) (-RBV)

Sumber: Buku Konsesus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis C di Indonesia, diterbitkan oleh Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, 2017

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 31


SOROT

Pseudoscience Pengobatan Kanker

KETIKA PASIEN
DIHANTUI RUMOR
Banyak pasien kanker ragu dan takut menjalani pengobatan
medis, lalu memilih pengobatan alternatif karena terpengaruh
dengan rumor-rumor yang beredar. Keraguan dan ketakutan
hanya akan memperlambat proses pengobatan yang pada
akhirnya merugikan pasien sendiri.

32 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


SOROT

komplementer adalah pengobatan yang


tidak lazim atau inkonvensional yang
diberikan bersama dengan pengobatan yang
lazim.

“Alternatif berarti meninggalkan satu


untuk satunya, sehingga artinya alternatif
berarti kita tidak lagi memakai pengobatan
konvensional. Sementara pengobatan
konvensional adalah pengobatan dalam
ilmu kedokteran barat atau modern, dan
yang dipakai sebagai pengobatan di negara
kita atau internasional sesuai pembuktian,
evidence based. Kalau pengobatan
inkonvensional berlawanan dengan itu,”
jelas Aru.

Menurut Aru pula, sebetulnya baik dari


Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD,
K-HOM, FINASIM, FACP Ikatan Dokter Indonesia (IDI) maupun
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit
setelah menjalani pengobatan alternatif Dalam Indonesia (PAPDI), tidak menutup
di suatu tempat. Tidak terkecuali, pasien diri terhadap pengobatan alternatif,
kanker yang sudah berobat kesana kemari sepanjang metode pengobatan alternatif
lalu merasa sembuh dengan pengobatan tersebut diketahui secara jelas dan dapat
alternatif. pula dipertanggungjawabkan. “Kami masih
bisa menerima sebuah pengobatan yang
Pengobatan alternatif diyakini dapat diberikan bersama dengan pengobatan
menyembuhkan karena biasanya biasa, dengan catatan sang dokter
mempromosikan metode terapi yang mengetahui isi dari obat itu, bahan apa yang
terkesan ilmiah. Di sinilah letak dipakai, apa efek samping serta interaksi
masalahnya. Boleh jadi sebetulnya metode dengan obat-obatan yang dipakai oleh
yang digunakan untuk pengobatan tersebut pasien. Namun sejauh ini interaksi itu yang
tidak memenuhi kaedah ilmiah, sehingga sering dilupakan,” tutur Aru.
yang disampaikan merupakan metode
pengobatan semu atau berbasis pada Persoalan lain, menurut Aru, yang sering
ilmu semu yang lazim disebut sebagai menjadi masalah di kemudian hari dalam
pseudoscience. Tidak ada standar ukur penggunaan pengobatan alternatif adalah
yang jelas tentang keberhasilan pengobatan bahwa penggunaan obat-obatan alternatif
tersebut. Yang disodorkan umumnya tersebut merupakan pilihan pasien sendiri.
contoh-contoh yang dianggap berhasil. Benar atau tidaknya metode pengobatan
Tetapi, berapa jumlah pasien yang gagal tersebut tergantung pada pada persepsi dari
dalam pengobatan tidak pernah dibahas, masing-masing pasien. Akibatnya, pasien
bahkan cenderung ditutup-tutupi. Pada cenderung memendam sendiri efek negatif
banyak kasus, pseudoscience memberikan yang mereka hadapi.
harapan besar bagi para pasien, sementara
fakta riil peluang kesembuhan tidak “Banyak pasien yang sudah tahu ada
diketahui. risikonya (pengobatan alternatif), sehingga
foto: https://phys.org
kalau ada apa-apa mereka tidak mau

M
Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, melapor. Kalau tidak ada pengaduan,
akin canggihnya ilmu SpPD, K-HOM, FINASIM, FACP dari tidak ada penelusuran atau penuntutan.
kedokteran yang dikuasai Divisi Hematologi Onkologi Medik, Dan ini yang terjadi, malu melapor karena
dokter-dokter di Tanah Departemen Ilmu Penyakit Dalam, sudah tahu salah,” imbuh Aru yang juga
Air tak lantas membuat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjabat sebagai pengurus Yayasan Kanker
pasien sepenuhnya memaparkan kalangan dokter menaruh Indonesia (YKI).
mau menjalani pengobatan medis dengan perhatian terhadap kehadiran pseudoscience
mendatangi rumah sakit untuk mencari yang membuat pasien terjebak dalam RUMOR YANG MENYESATKAN
kesembuhan. Masih banyak ditemui pasien- harapan semu. Aru menjelaskan, Ikatan
pasien yang memilih pengobatan alternatif Dokter Indonesia (IDI) mengategorikan Hal lain yang membuat pasien, terutama
karena berbagai alasan. Salah satunya pengobatan pseudoscience dalam dua pasien kanker, memilih pengobatan
karena terpengaruh dengan berita testimoni kelompok, yaitu pengobatan komplementer alternatif dibanding pengobatan
orang-orang yang mengaku sembuh dan pengobatan alternatif. Ilmu pengobatan konvensional yang dapat diartikan

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 33


SOROT

Kerugian pasien yang dialami pasien kanker akibat memilih


pengobatan alternatif yang bersandar pada pseudoscience tidak bisa
dinilai dengan uang, karena nyawalah yang menjadi taruhannya.

sebagai pengobatan metode barat, adalah Ketakutan-ketakutan yang dihembuskan kemudian datang kembali dengan kondisi
lantaran dihantui oleh rumor-rumor oleh rumor-rumor ini membawa kerugian penyakit yang sudah parah. “Tahu-tahu
yang menyesatkan seputar pengobatan bagi pasien sendiri. Mereka menunda- datang lagi ke kami dan sudah dalam
kanker. Seperti tentang efek samping nunda waktu untuk memulai pengobatan. kondisi stadium 4. Kami tidak bisa
kemoterapi yang disebut menimbulkan Sementara waktu menjadi salah satu mencegah. Sifat manusia yang tidak mau
rasa sakit yang hebat, atau biopsi yang faktor penentu yang sangat penting disakiti karena ada anggapan kemoterapi itu
bisa “membangunkan” kanker sehingga dalam pengobatan kanker. Semakin dini nyeri. Tidak hanya di Indonesia, kondisi ini
menyebabkan tumor jinak berubah menjadi dan semakin cepat proses pengobatan juga banyak dialami pasien di luar negeri.
ganas. dijalankan, peluang kesembuhan akan Contohnya pasien dari Timur Tengah,”
semakin besar. ungkap Aru.
“Kalau pasien (kanker) yang kemudian
memilih berobat dengan pengobatan Aru menuturkan banyak menemui kasus EDUKASI DAN LINDUNGI PASIEN
alternatif tentunya ada yang membuat dimana pasien berobat medis pada awalnya
dirinya takut. Misalkan pada pasien bedah dalam kondisi penyakit kanker dengan Kerugian pasien yang dialami pasien
kanker, dia mendengar dari kanan kiri stadium 2. Kemudian kanker akibat memilih pengobatan alternatif
kalau kemoterapi itu sakit, atau mendengar pasien itu yang bersandar pada pseudoscience
juga kalau dikemoterapi akan menghilang. tidak bisa dinilai dengan uang, karena
membangunkan sel jinak menjadi Beberapa nyawalah yang menjadi taruhannya.
ganas. Itu mitos atau cerita yang waktu Untuk melindungi pasien dari iming-iming
tidak benar yang memang sudah kesembuhan dari
beredar. Sudah tidak tahu lagi siapa
yang memulai, kami sendiri sudah
tidak bisa tahu lagi sudah sejauh
mana beredarnya mitos-mitos
tersebut. Ada juga rumor, kalau
ada tumor atau benjolan jangan
dibiopsi karena operasinya akan
membuat jadi ganas atau kanker.
Padahal itu sama sekali salah,” jelas
Aru.

34 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


SOROT

pengobatan alternatif yang tidak dapat


dipertanggungjawabkan metodenya, Aru
mengatakan masyarakat perlu diedukasi
tentang bagaimana prosedur pengobatan
kanker yang benar. Berikut dengan
menyampaikan informasi tentang risiko
yang akan dihadapi selama menjalani
pengobatan, juga akibat yang ditanggung
bila tidak menjalani metode pengobatan
tersebut.

Edukasi kepada pasien perlu melibatkan


banyak pihak. “Edukasi tidak bisa
dikerjakan sendiri, saya menyarankan
kepada Perhimpunan Dokter Spesialis
Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang
untuk bekerjasama dengan Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM). Jangan lupa
penyebarluasan informasi penting sekali
melibatkan kerjasama media. Satu koran
bisa menjangkau masyarakat banyak
sekali. Ini pesan saya untuk PAPDI
Cabang kerjasama dengan Yayasan Kanker
Indonesia (YKI) untuk mensosialisasikan
tentang penyakit kanker,” ujar President of
WASPADA KANKER
P
International Society of Internal Medicine
asien perlu mendapatkan edukasi yang benar tentang kanker dan mengajak
(ISIM) ini.
mereka mewaspadai kanker sejak dini. Kanker adalah penyakit akibat
pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel
Maraknya praktik-praktik pengobatan
kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh
alternatif belakangan ini juga menarik
lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.
perhatian Yayasan Lembaga Konsumen
Indonesia (YLKI). Tulus Abadi, Ketua Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor
Pengurus Harian Yayasan Lembaga adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor dibagi
Konsumen Indonesia menekankan bahwa dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum
pengobatan alternatif banyak yang untuk semua jenis tumor ganas
mengelabui konsumen, dalam hal ini
pasien, karena yang diinformasikan kepada Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua
publik tidak berdasar pada fakta yang gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun. Umumnya
sebenarnya. Keberhasilan pengobatan yang sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan
mereka klaim, tidak melalui uji klinis dan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya
sangat jauh dari sisi medis yang sebenarnya. penyakitnya sudah lanjut.

Terkait hal ini, untuk melindungi pasien, Terdapat tujuh gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksakan lebih lanjut ke
YLKI menghimbau media massa untuk dokter untuk memastikan ada atau tidaknya kanker, sebagaimana diinformasikan
tidak menayangkan iklan-iklan yang yayasankankerindonesia.org yaitu:
disinyalir mengelabui masyarakat. “Karena
media massa juga ikut berkontribusi 1. Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan.
menyebarkan berita-berita yang tidak benar.
2. Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.
Sifatnya tanggung renteng,” kata Tulus.
3. Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh
Pengawasan harus ketat dan pemberian
sangsi harus tegas. Sejauh ini memang 4. Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor).
belum ada tindakan yang tegas, sehingga
kejadiannya terjadi berulang-ulang. 5. Andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifatnya, menjadi semakin besar dan
“Kemenkes bisa bekerja sama dengan gatal.
KIP (Komisi Informasi Pusat). Karena itu
melanggar aturan KIP bisa menegur media 6. Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh
massa yang bersangkutan,” tandasnya. halo
INTERNIS
7. Adanya koreng atau borok yang tak mau sembuh-sembuh.

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 35


SOROT

SALING MENGHORMATI DALAM MENJAGA


MUTU PENDIDIKAN SPESIALIS
Kolegium Ilmu Penyakit Dalam sudah menyiapkan
standarisasi pendidikan spesialis dan subspesialis.
Siap dan teruji melahirkan lulusan yang bermutu
dan berkompetensi.

36 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


SOROT

Menurut Siti, dasar diadakannya pertemuan profesi dokter Spesialis Penyakit Dalam
ini terkait dengan adanya kebijakan terus berkembang di berbagai propinsi di
KKI di masa lalu. Pada tahun 2012 KKI Indonesia.
menerbitkan Peraturan Konsil Kedokteran
Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Dalam perkembangannya terjadi
Program Pendidikan Dokter Subspesialis. kekhususan di bidang pelayanan dan
Dalam Perkonsil tersebut pada Bab III pendidikan sehingga terbentuklah
Pasal 4 ayat 2 disebutkan bahwa “Program subspesialisasi. Saat ini ada 11 subspesialis
pendidikan subspesialis hanya dapat di bidang Ilmu Penyakit Dalam, yaitu :
diselenggarakan dalam hal belum
terdapat program dokter spesialis yang 1. Alergi imunologi Klinik
serupa.” 2. Endokrinologi Metabolik dan
Diabetes
Pasal ini menimbulkan pro dan kontra.
3. Gastroenterohepatologi
Program Studi Ilmu Penyakit Dalam
berkeberatan dengan peraturan ini karena 4. Geriatri
berdampak pada pelaksanaan program 5. Ginjal Hipertensi
pendidikan subspesialis yang sudah 6. Hematologi Onkologi Medik
Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD, K-Ger, berjalan di Program Studi Ilmu Penyakit
FINASIM, M.Epid 7. Kardiologi
Dalam. Secara tidak langsung, Perkonsil

S
Nomor 8 Tahun 2012 ini melarang 8. Penyakit Tropik dan Infeksi
ebuah momen penting bagi Program Studi Ilmu Penyakit Dalam 9. Psikosomatik
sejarah Pendidikan Ilmu Penyakit melaksanakan pendidikan spesialis 2 10. Pulmonologi
Dalam Indonesia tercatatkan untuk bidang Subspesialis Kardiologi
11. Reumatologi.
pada tanggal 9 Mei 2017. Hari dan Subspesialis Pulmonologi, karena di
Indonesia telah ada pendidikan spesialis Sebagai informasi, Imu Penyakit Dalam
itu, Konsil Kedokteran Indonesia
1 yang diselenggarakan Program Studi memiliki 12 cabang ilmu. Namun
(KKI) memfasilitasi pertemuan Kolegium
Ilmu Jantung dan Pembuluh Darah serta dalam pendidikan subspesialis, bidang
Ilmu Penyakit Dalam dengan Kolegium
Program Studi Ilmu Pulmonolgi dan Ilmu Gastroenterologi digabung dengan
Ilmu Penyakit Jantung & Pembuluh
Kedokteran Respirasi. Hepatologi menjadi Subspesialis
Darah dan Kolegium Pulmonologi & Ilmu
Gastroenterohepatologi dan lulusannya
Kedokteran Respirasi di Kantor Konsil
POHON ILMU PENYAKIT DALAM menyandang gelar Konsultan
Kedokteran Indonesia yang berlokasi
Gastroenterohepatologi (K-GEH).
di Jalan Cik Ditiro Jakarta. Agenda
Program Studi lmu Penyakit Dalam punya Sehingga keseluruhannya terdapat 11
utamanya mengharmonisasikan standarisasi
dasar yang kuat untuk mempertahankan subspesialis pada Program Studi Ilmu
pendidikan ketiga bidang kedokteran ini.
pendidikan Subspesialis Kardiologi Penyakit Dalam.
Ketua Kolegium Ilmu Penyakit Dalam, dan Subspesialis Pulmonologi. Latar
belakangnya, perkembangan Ilmu Penyakit “Jadi memang pendidikan di penyakit
Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD, K-Ger,
Dalam (IPD) Indonesia tidak lepas dari dalam ini mengikuti pohon. Ada batang, ada
FINASIM, M.Epid, yang menghadiri
sejarah perkembangan Ilmu Penyakit cabang pohon. Batangnya adalah penyakit
pertemuan tersebut mengungkapkan
Dalam di dunia, dimana pembagian ilmu dalam. Kemudian ada ranting-ranting yaitu
bahwa pada akhirnya hamornisasi tersebut
kedokteran pada mulanya dibagi menjadi pencabangan tadi, ada yang jantung atau
tidak jadi dilakukan karena memang
2, yaitu ilmu kedokteran bedah dan medis. pun ginjal,” kata Siti.
tidak diperlukan. Sebab masing-masing
kolegium memiliki kewenangan menyusun Ilmu Penyakit Dalam merupakan salah
satu cabang ilmu kedokteran medis, yang Menurut Siti pula, pencabangan dalam
standarisasi pendidikan sendiri. Dalam hal
memiliki nilai dan ciri yang merupakan Ilmu Penyakit Dalam di Indonesia merujuk
ini, standarisasi pendidikan Ilmu Penyakit
jati dirinya. Ilmu Penyakit Dalam memiliki pada American Board of Internal Medicine
Dalam tidak perlu diharmomisasikan
nilai bersama yang merupakan nilai inti (ABIM). “Itu sudah sesuai dengan rujukan
dengan standarisasi bidang keilmuan yang
ilmu kedokteran yang sarat dengan nilai- kami. Reference kami dari American
disusun kolegium lain.
nilai kemanusiaan, bebas dari diskriminasi Board of Internal Medicice. Kita merujuk
serta melaksanakan praktek kedokteran pada suatu badan besar di Amerika yang
Makna penting dari pertemuan ini adalah,
dengan penuh tanggung jawab. Nilai seperti itu. Dan bahkan sekarang di Asia
baik Konsil kedokteran Indonesia,
tersebut diamalkan dalam melaksanakan pun sudah mulai mengikuti bentuk yang
juga Kolegium Ilmu Penyakit Jantung
profesi dokter penyakit dalam. dikembangkan oleh Amerika. Bahwa ada
& Pembuluh Darah dan Kolegium
pohon besarnya dulu yaitu, internis. Lalu
Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi
Di Indonesia perkembangan pendidikan ada cabangnya yaitu organ-organ tadi (yang
akhirnya mengakui eksistensi dan
profesi dokter Spesialis Penyakit Dalam menjadi kekhususan subspesialis),” tutur
keabsahan program Subspesialis Kardiologi
bermula dari dibentuknya beberapa Bagian Siti.
dan Subspesialis Pulmonologi dalam
Program Studi Ilmu Penyakit Dalam yang Ilmu Penyakit Dalam di Jakarta, Medan,
Bandung, Semarang dan Surabaya pada Upaya penghapusan Subspesialis
beberapa waktu lalu diperdebatkan.
tahun 1950-an. Selanjutnya pendidikan Kardiologi dan Subspesialis Pulmonologi

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 37


SOROT

bertentangan dengan prinsip Ilmu Penyakit Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Paru (SpP) atau Konsultan Paru (SpPD,
Dalam yang mengobati pasien sebagai yang menyelenggarakan pendidikan untuk K-P). Sehingga muncullah klaim tentang
manusia yang utuh, bukan hanya fokus 31 program studi spesialis1, termasuk di siapa yang paling berhak menangani pasien.
pada pengobatan organ-organ saja. “Karena antaranya Program Studi untuk spesialis Hal ini semestinya tidak terjadi. Karena
kami dari Penyakit Dalam menilai bahwa Ilmu Penyakit Dalam, Program Studi pada dasarnya pasien dapat memilih sendiri,
manusia itu utuh. Tidak bisa bisa dipisahkan llmu Jantung dan Pembuluh Darah, serta mana dokter yang menurut mereka bisa
jantungnya, parunya, ginjalnya, otaknya, Program Studi Pulmonologi dan Ilmu memberikan pelayanan kesehatan yang
hormonnya. Satu dengan yang lain saling Kedokteran Respirasi. baik. “Saya pikir pasien sudah semakin
terkait. Even kulit pun ada hormon yang pintar. Mereka membutuhkan dokter yang
saling mempengaruhi jantung atau ginjal. Secara formal FKUI mensyaratkan, untuk baik. Tentunya dokter yang kompeten dan
Kita lihat (pasien) itu secara komprehensif, memperoleh gelar dokter Spesialis Penyakit memiliki empati yang tinggi. Itulah yang
holistik, integratif satu dengan yang lain. Dalam (SpPD) lama masa pendidikan perlu kita siapkan,” ujar Siti.
Tidak bisa dipisah-pisahkan. Tidak bisa 9 semestar. Untuk meraih gelar dokter
kita katakan belajar jantung saja, belajar Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Di samping itu, di pusat-pusat pelayanan
paru saja, tetapi harus melalui Penyakit (SpJP) diharuskan menempuh masa kesehatan seperti rumah sakit, ada Komite
Dalam dulu,” ujar Siti. pendidikan selama 10 semester. Sedangkan Medik yang membuat Panduan Praktik
untuk meraih gelar Dokter Spesialis Klinik (PPK). Dengan PPK ini dapat
Karena itu, kata Siti, untuk bisa mengikuti Penyakit Paru (SpP) masa pendidikannya 7 diatur pembagian tugas para dokter, siapa
pendidikan subspesialis di bidang Ilmu semester. mengerjakan apa. Dan, Komite Medik
Penyakit Dalam, termasuk Subspesialis Rumah Sakit berperan penting dalam
Kardiologi dan Pulmonologi, seorang Dari lamanya masa pendidikan dan strata mensinergikan kompetensi masing-masing
dokter terlebih dahulu harus menamatkan yang dilalui, jelas terdapat perbedaan dokter dalam mengotimalkan pelayanan
pendidikan Spesialis 1 Ilmu Penyakit antara SpJP dengan K-KV dan antara kesehatan bagi pasien.
Dalam selama 9 semester atau 4,5 tahun. SpP dengan K-P. Yang satu merupakan
Setelah itu, baru bisa mengikuti pendidikan strata spesialis 1 yang lainnya strata

Dua tahun lamanya polemik masalah spesialis vs subspesialis bidang pengobatan jantung
dan paru ini mengambang. Pada akhirnya KKI memutuskan untuk mencabut Peraturan
Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 dan mengembalikan masalah pendidikan
subspesialis seperti semula.

subspesialis yang lamanya sekitar 3 tahun. spesialis 2 yang tingkatannya lebih tinggi. PERKONSIL DICABUT
Sehingga bila ditotal, lama pendidikan Menghapuskan keberadaan subspesialias
untuk meraih gelar Spesialis Penyakit (spesialis 2) demi kepentingan spesialis Dua tahun lamanya polemik masalah
Dalam - Konsultan Kardiovaskular (SpPD, 1 dinilai tidak mendasar. Justru jika spesialis vs subspesialis bidang pengobatan
K-KV) dan Spesialis Penyakit Dalam - menggunakan sudut pandang kepentingan jantung dan paru ini mengambang. Pada
Konsultan Paru adalah sekitar 7 - 8 tahun. pasien dan pelayanan kesehatan akhirnya KKI memutuskan untuk mencabut
masyarakat, antara kedua belah pihak Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia
Kebijakan ini sama dengan yang berlaku semestinya terjalin kerja sama yang Nomor 8 Tahun 2012 dan mengembalikan
di Amerika. Untuk menjadi seorang ahli baik. Terlebih lagi, menurut Siti, saat ini masalah pendidikan subspesialis seperti
penyakit jantung atau pun ahli penyakit Indonesia masih kekurangan tenaga dokter semula. Sebagai landasan hukumnya,
paru disyaratkan menjalani pendidikan spesialis, termasuk keahlian di bidang Konsil Kedokteran Indonesia menerbitkan
sekitar 5 - 6 tahun, dimana 3 tahun pertama jantung maupun paru. Selagi memiliki Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia
diisi dengan mengikuti pendidikan Basic kompetensi di bidang keilmuannya, maka Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perubahan
Internal Medicine. Barulah 3 tahun para dokter spesialis maupun subspesialis Atas Peraturan Konsil Kedokteran
berikutnya diteruskan dengan memperlajari dapat berkarya untuk masyarakat. Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 Tentang
kekhususan di bidang jantung atau paru. Program Pendidikan Dokter Subspesialis.
Siti menjelaskan, salah satu penyebab Pasal 4 ayat 2 yang menyebutkan “Program
“Jadi (di Amerika) lama pendidikan keluarnya Peraturan Konsil Kedokteran pendidikan subspesialis hanya dapat
5 - 6 tahun. Tapi Basic Internal Medicine Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 berawal diselenggarakan dalam hal belum terdapat
dilewati dulu. Dan mempelajari penyakit dari laporan tentang keluhan di tempat- program dokter spesialis yang serupa” pun
dalam ini tidak selama 1 sampai 2 tahun, tempat pelayanan kesehatan. Dikatakan dihapus.
tapi 3 tahun. Setelah itu baru menjurus,” pasien bingung hendak berobat ke siapa.
tutur Siti. Ketika merasakan keluhan di jantung, Sebagai tindak lanjutnya, KKI meminta
apakah berobat ke Spesialis Jantung masing-masing Kolegium Ilmu Penyakit
Ini berbeda dengan masa pendidikan dokter (SpJP) atau Konsultan Jantung (SpPD, Dalam, Kolegium Ilmu Penyakit Jantung
Spesialis Jantung maupun Spesialis Paru. K-KV). Dan, ketika mengalami masalah dan pembuluh darah, serta Kolegium
Ambil contoh yang berlaku di Fakultas pernapasan, apakah berobat ke Spesialis Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran

38 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


SOROT

Respirasi untuk menyusun standar


pendidikan. Kolegium Ilmu Penyakit
Dalam telah menyusun standar pendidikan
yang dimaksud oleh KKI. “Khusus untuk
Ilmu Penyakit Dalam, yang kami susun
adalah standar pendidikan untuk spesialis
dan standar pendidikan untuk subspesialis.
Karena kita punya jenjang pendidikan
spesialis dan subspesialis,” kata Siti.

Sekitar setahun yang lalu Kolegium Ilmu


Penyakit Dalam mengajukan standar
pendidikan ini kepada KKI untuk dibahas
dan kemudian dimintakan legal formalnya
kepada Kementerian Hukum dan Hak Azazi
Manusia Republik Indonesia. Namun KKI
belum kunjung mengeluarkan persetujuan.

“Sebenarnya tahun lalu sudah kami ajukan


(Standar Pendidikan Program Studi Ilmu
Penyakit Dalam) kepada Konsil supaya
kemudian oleh Konsil di bahas dan dan
akhirnya dimintakan legal formal itu
kepada Kemenhukham. Itu tahapannya. Itu
sudah kami lakukan cukup lama. Itu yang
kami tanyakan terus kepada KKI mengapa
persetujuan tidak keluar. Rupanya KKI
ingin kita bertemu dulu antar kolegium
karena ada barangkali permintaan dari
pihak teman-teman dari kolegium yang dua
tadi untuk dilakukan pembahasan. Untuk
itu kita bertemu,” ungkap Siti menjelaskan
latar belakang pertemuan tanggal 9
Mei 2017 di Kantor Konsil Kedokteran
Indonesia.

SALING MENGHARGAI

Dari pertemuan tersebut disepakat bahwa


pada prinsipnya kolegium memiliki
kewenangan untuk menyusun standar
pendidikan masing-masing. Kolegium itu
merupakan badan terhormat yang terdiri
standar pendidikan. Kita sepakati dalam “Saya kira bagus Konsil mau
atas berbagai pakar bidang ilmu. Para
pertemuan tersebut bahwa kita saling mempertemukan kita. Memang niat
pakar ini berkumpul menyusun standar
menghargai. Saling menghormati, bukan awalnya mau membanding-bandingkan
pendidikan yang akan menjadi acuan dalam
saling menghapuskan. Bukan saling (standar pendidikan), tapi saya kira itu
penyusunan kurikulum di masing-masing
menghilangkan,” kata Siti. akan sangat susah. Karena kita akan saling
insititusi pendidikan.
mengkritisi. Kita saling menghormati saja,
Dengan ada semangat saling menghargai bahwa kita percaya kolegium masing-
Kemudian disepakati pula, masing-masing
ini, maka Siti menegaskan, tidak perlu ada masing itu sudah menjaga mutu, karena
kolegium saling menghargai satu sama lain.
saling telaah terhadap standar pendidikan memang tugas kolegium menjaga kualitas.
Bahwa masing-masing memiliki standar
masing-masing, seperti yang semula Kalau kita anggap (peserta didik) sudah
pendidikan dengan rujukan atau bench mark
direncanakan dalam pertemuan tersebut. memiliki kualitas, memiliki kompetensi, ya
masing-masing pula. Pada intinya, semua
Saling telaah atau saling membandingkan sudah kita approve kita berikan sertifikat
pihak sama-sama menyiapkan dokter-dokter
hanya akan memunculkan sikap saling kompetesi. Masyarakat kita butuh. Makin
yang dapat memberikan pelayanan yang
kritisi yang mengundang ketidakpuasan banyak dokter makin banyak yang bisa
baik bagi masyarakat.
satu sama lain. Dan bisa memunculkan memberikan pelayanan. Mari kita berpikir
anggapan pihak yang satu lebih baik dari positif, saling bahu membahu,” tandas Siti.
“Jadi kolegium itu diakui oleh Konsil
yang lainnya. Padahal standar pendidikan halo

dan undang-undang. Bahwa kolegium INTERNIS

sudah disusun sesuai dengan bench mark


memiliki kewenangan dalam menyusun
masing-masing.

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 39


PROFIL

Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD, K-Ger, FINASIM, M.Epid

MEMANDANG PASIEN
SECARA UTUH
Sesulit apapun, bekerja di bidang yang
disukai akan membawa kebahagiaan
tersendiri. Itulah yang dirasakan sang
Profesor yang senantiasa melayani pasien
dengan sepenuh hati.

R
amah, bersahaja, dan peduli
dengan sesama. Kesan ini
melekat kuat pada sosok Prof.
Dr. dr. Siti Setiati, SpPD,
K-Ger FINASIM, M.Epid,
pakar gerontologi Indonesia yang kini
memangku jabatan sebagai Ketua Kolegium
Ilmu Penyakit Dalam (KIPD). Siti didaulat
menjabat Ketua KPID sejak tahun 2012,
dan sekarang sudah memasuki masa tugas
periode kedua.

Bukan kebetulan bila Siti, yang oleh


sejawatnya biasa disapa Prof. Ati ini,
menggeluti di bidang Ilmu Penyakit
Dalam. Perempuan kelahiran Bandung
15 Oktober 1961 ini memang sudah lama
memiliki ketertarikan dengan menyukai
konsep dan prinsip yang diajarkan bidang
ilmu ini. Menurutnya, Penyakit Dalam
meliputi ilmu yang kompleks dan lengkap,
yang memandang pasien secara utuh,
bukan hanya dari kesehatan fisik. “Saya
suka karena konsep layanan pendidikan
di Penyakit Dalam mengajarkan holistik,
komprehensif,” ujarnya.

Konsep holistik dan komprehensif


dalam pendidikan Ilmu Penyakit Dalam
menginspirasi Siti untuk memantapkan
hati menekuni bidang kekhususan Geriatri,
cabang ilmu kedokteran Penyakit Dalam
yang fokus menangani penyakit-penyakit
pada usia lanjut. Seperti halnya Ilmu
Penyakit Dalam, Geriatri memposisikan
pasien sebagai manusia yang utuh.

Dalam Geriatri ada prinsip yang dinamakan


comprehensive geriatric assessment.
Secara definisi dapat diartikan sebagai
proses diagnostik dan perawatan yang

40 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


PROFIL

menggunakan multidisiplin keilmuan untuk keterbatasan. Jika menghadapi kasus konsultasinya. Tidak populernya di situ,
mengidentifikasi kondisi kesehatan para serangan jantung atau gagal jantung, kami karena umumnya orang mau pasiennya
lansia baik dari sisi medis, psikososial, dan akan konsul ke bagian jantung. Memang banyak dan cepat (konsultasinya). Tapi,
fungsional, untuk kemudian dirumuskan ada kalanya kami tangani sendiri. Tapi kami orang ‘gila’ seperti saya cukup banyak
terapi yang tepat guna memaksimalkan selalu mengajak teman-teman lain bila ada sekarang. Memang uangnya tidak banyak.
kesehatan mereka. Dengan kata lain, selalu kasus yang memerlukan keahlian lain. Tapi kebahagiaan bukan semata-mata
dilakukan pengkajian paripurna pada ditentukan oleh uang. Uang tentu perlu, tapi
pasien-pasien Geriatri. Dalam melakukan IDEAL bukan satu-satunya,” kata Siti yang juga
pengkajian tersebut betul-betul diajarkan merupakan Ketua Umum Pengurus Besar
untuk tidak melihat manusia dari fisiknya Siti juga selalu melibatkan keluarga Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia
saja. “Kita diajarkan untuk melihat untuk membantu perawatan pasien di (PERGEMI).
manusia juga dari aspek psikososial dan rumah. “Kita selalu mengajak keluarga
spiritualnya. Itu memang cocok untuk mengadakan family meeting membahas TANTANGAN SANG GURU
orang tua. Kita mengobati pasien secara bersama obat apa yang dikonsumsi pasien.
lengkap. Itu salah satu alasan saya suka Memang itu yang ideal menurut saya,” ujar Keseriusan Siti mendalami Geriatri
dengan Geriatri, karena melihat sesuatu itu Siti. berawal dari tawaran sang guru, almarhum
lengkap, tidak terkotak-kotak,” jelas Siti Prof. Dr. dr. Supartondo, SpPD, K-EMD,
Namun “ideal” menurut Siti ini berdampak K-Ger kepadanya di tahun 1996. Saat itu
Banyak masalah psikologis yang pada lamanya waktu konsultasi setiap Siti baru saja menyelesaikan pendidikan
berdampak pada masalah fisik. Siti kunjungan pasien di ruang praktik. Satu Spesialis Ilmu Penyakit Dalam. Supartondo
mencontohkan, orang yang depresi bisa pasien bisa menghabiskan waktu konsultasi yang tengah merintis Divisi Geriatri
menjadi kurus kering karena tidak mau sampai 45 menit. Kondisi ini membuat Siti pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam
makan. Orang yang depresi daya tahan membatasi jumlah pasiennya, maksimal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
tubuhnya menurun dan bisa terkena infeksi. hanya 15 orang per hari. mencari tenaga-tenaga muda yang akan
Begitu pula pada pasien yang mengalami di sekolahkan ke luar negeri untuk
dimensia atau kepikunan. Kepikunan bisa “Memang pasiennya jadi tidak banyak. mempelajari bidang ilmu Geriatri dan
menimbulkan kekacauan. Orang dimensia Untuk menghadap orang tua butuh waktu. diharapkan kelak mengembangkannya di
bisa lupa makan, dan bisa menyebabkan Saya selalu bilang pasien saya Indonesia, khususnya di FKUI.
keluarga berantakan karena emosi tidak tidak boleh lebih dari
terkendali. “Saya tahu persis, orang tua 15 orang. Karena “Waktu itu saya dipanggil oleh almarhum
masalahnya kompleks. Belum lagi masalah saya ingin Prof. Supartondo. Beliau yang
obat yang diminum sangat banyak. Mana bisa lengkap mengembangkan Geriatri di Jakarta
obat yang penting dan mana yang tidak dan utuh, dan merupakan salah satu pakar di
penting. Semakin tua umur seseorang, jadi lama Indonesia. Beliau meminta saya
akan semakin banyak persoalannya. Belum untuk sekolah Geriatri, karena
lagi masalah depresi dan ilmu ini di luar negeri, terutama di
kesepian,” kata Siti. Eropa, sudah berkembang,” tutur
Siti.
Karena masalah
yang dihadapi Ibu dari dua orang
begitu anak dan
kompleks, Siti
mengatakan
Geriatri
senantiasa

melibatkan
sejawat dari bidang keilmuan lain untuk
manangani pasien. “Kami menyadari nenek

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 41


PROFIL

dari seorang cucu ini masih ingat kata-kata Eyang Brojonegoro mengajarkannya Pemimpin Redaksi Jurnal Acta Medica
yang disampaikan sang guru untuk memacu untuk peduli dengan sesama, juga Indonesiana (Jurnal Ilmiah Penyakit Dalam
semangatnya. “Ini tantangan buat Anda. menginspirasinya untuk gigih menuntut Indonesia) dan aktif pula mengisi Asian
Dari gak ada menjadi ada. Anda sanggup ilmu, meski dirinya seorang perempuan. Journal of Gerontology and Geriatrics.
gak?” ungkap Siti menirukan ucapan Selalu pula diselipkan pesan untuk
Supartondo di tahun 1996. senantiasa berbuat manfaat bagi orang Untuk ke depan, setidaknya ada dua hal
banyak. “Saya dari kecil dekat dengan yang menjadi concern Siti terkait dengan
Siti menyambut tawaran ini. Pada Eyang saya. Kakek nenek saya sangat wise. bidang ilmu Geriatri. Pertama, terbatasnya
tahun 1996 ia melanjutkan pendidikan Saya senang dengan wisdom-nya. Mungkin pelayanan kesehatan bagi lansia dalam
Postgraduate Education in Geriatric & itu latar belakang saya suka dengan bidang Program Jaminan Kesehatan Nasional
Rehabilitation Medicine di Royal Adelaide Geriatri,” tutur Siti yang pada Juni lalu (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan
Hospital, Australia dan menamatkannya dikaruniai cucu pertama. Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
dalam masa satu tahun. “Memang Kesehatan, yang masih beriorientasi pada
waktu itu saya diajak dan diminta untuk Wejangan dari sang Eyang mendorong organ. Sementara Geriatri bertindak dengan
mengembangkan Geriatri. Saya suka wanita yang pernah menjadi Wakil Rektor pendekatan holistik.
tantangan. Dulu Geriatri belum ada. Saya Universitas Indonesia ini (2013 – 2014)
dengan dokter Heriawan (Dr. dr. Czeresna untuk aktif dalam berbagai kegiatan Kedua, Siti melalui PERGEMI
Heriawan Soejono , SpPD, K-Ger, yang turut memajukan perkembangan mengampanyekan “Kita Cinta Lansia”
FINASIM, FACP, M.Epid) yang sekarang dunia kedokteran di Indonesia. Selain dengan berupaya menggerakkan
menjadi Direktur Utama RSUPN Cipto aktif mengajar di Fakultas Kedokteran masyarakat untuk menghargai lansia
Mangunkusumo berangkat ke Australia,” Universitas Indonesia dan menjadi Ketua dan memberikan kesempatan bagi lansia
kata Siti. Kolegium Ilmu Penyakit Dalam dan Ketua untuk terus produktif. Selain itu, juga
Umum Pengurus Besar Perhimpunan mempopulerkan slogan “Menua dengan
Keberangkatannya menuntut ilmu ke Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI), Sehat” yang bertujuan mengingatkan orang
Australia dilakukan dengan penuh sekarang ini Siti juga menjabat Ketua Unit untuk hidup sehat. “Bagaimana supaya kita
perjuangan. Pada masa itu, yang dihadapi Clinical Epidemiology and Evidence Based menua dengan sehat. Awet tua, sehat terus
bukan hanya beban perkuliahan saja, Medicine (CEEBM) FKUI-RSCM. Terlibat sampai tua. Jangan tua sakit-sakitan. Kita
melainkan juga beban hati yang terpaksa dalam Tim Project Implementation (PIU) mengajarkan prevention untuk kesehatan
berpisah dengan keluarga tercinta. Terlebih MERC FKUI, di samping menjadi Wakil yang terus kita pelihara,” tandas Siti.halo
INTERNIS

lagi ketika itu kedua anak Siti masih kecil


yang tentu dalam keseharian membutuhkan
kehadiran ibunda. Dukungan suami
membulatkan tekadnya untuk berangkat dan
akhirnya kembali ke tanah air dengan bekal
ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak.

KEARIFAN EYANG

Semakin dipelajari, Siti semakin menyukai


bidang Geriatri. Ia seakan berjodoh dengan
bidang ilmu ini, dan menemukan passion-
nya disini. Itu karena karena Siti sedari
kecil memang akrab dengan kaum tua, suka
bergaul dan mengobrol dengan kakek-
kakek dan nenek-nenek. Semua itu berkat
didikan orang tuanya yang mengajarkan BIODATA
untuk selalu menghargai orang yang lebih
tua, dimanapun berada. Nama Lengkap : Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD, K-Ger, FINASIM, M.Epid
Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 15 Oktober 1961
Siti punya rasa hormat pada para manula
(manusia usia lanjut). Di matanya, para Pendidikan :
lansia memiliki wisdom yang tinggi. Siti - Dokter Umum FKUI, Lulus Tahun 1980
mendapati kearifan ini pada sosok kakeknya
sendiri, Eyang Brojonegoro. Sang Eyang - Dokter Spesialis Penyakit Dalam FKUI, Lulus Tahun 1996
yang berprofesi sebagai guru adalah sosok - Postgraduate Education in Geriatric & Rehabilitation Medicine,
yang sangat baik, ramah, tidak pernah Royal Adelaide Hospital, Australia, Lulus Tahun 1997
marah. Eyang mengenalkan nilai-nilai
kehidupan dan budi pekerti yang semakin - Subspesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri, Lulus Tahun 2000
jarang dijumpai pada anak-anak muda - Magister Epidemiologi PPS UI, Lulus Tahun 2003
zaman sekarang.
- Doktor Epidemiologi Klinik FKM UI, Lulus Tahun 2006

42 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


Kabar PAPDI
KABAR PAPDI

Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, SpPD, K-GEH, FINASIM, FACG


membahas tentang “Ibadah Puasa Bagi Penderita Sakit Maag
serta Gangguan Cerna”.

PAPDI FORUM

MERAIH KESEMPURNAAN BERPUASA


BAGI PENDERITA DIABETES,
MAAG, DAN LANSIA

B
olehkah lansia di atas usia 80 Ramadhan, bulan di mana kaum muslim Kegiatan ini diselenggarakan pada
tahun berpuasa? Amankah di seluruh dunia diwajibkan menunaikan Rabu 10 Mei 2017 bertempat di Ruang
bagi penderita diabetes tidak ibadah puasa, yakni menahan diri dari Kuliah Penyakit Dalam, RSUPN Cipto
makan lebih dari 12 jam? makan dan minum serta hal-hal yang Mangunkusumo, Jakarta. PAPDI Forum
Dan, apakah sakit maag membatalkan puasa dari terbit fajar hingga ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang
dan penyakit saluran cerna lain tidak tenggelam matahari. digelar menjelang Ramadhan.
kambuh kalau perut kosong terlalu lama?
Kalau boleh dan kalau aman, bagaimana Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di Acara ini dibuka oleh Dr. dr. Sukamto
menjalani puasa tersebut agar lapar dan atas secara benar dan menyebarluaskannya Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM,
dahaga yang ditahankan mendatangkan kepada masyarakat, Pengurus Besar mewakili Ketua Umum PB PAPDI.
manfaat bagi tubuh, tidak sebaliknya Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit “Kiat menyukseskan Ramadhan meraih
menimbulkan tambahan masalah kesehatan Dalam Indonesia (PB PAPDI), cq Bidang kesempurnaan puasa dengan tetap sehat
yang tidak diharapkan. Humas, Publikasi, dan Pengabdian jasmani dan rohani. Untuk mendapatkan
Masyarakat mengadakan kegiatan PAPDI sehat rohani, perlu modal sehat jasmani,”
Pertanyaan-pertanyaan ini seputar “aman” Forum bertajuk “Meraih Kesempurnaan ujar Sukamto. Bertindak sebagai moderator
berpuasa ini kerap muncul menjelang bulan Ibadah Puasa dengan Tetap Sehat Jasmani.” Ketua Bidang Humas, Publikasi, dan

44 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


KABAR PAPDI

Pengabdian Masyarakat PB PAPDI berpuasa. Pertama, kelompok berisiko Gula darah rendah atau hipoglikemia
dr. Nadia Ayu Mulansari, SpPD, K-HOM, sangat tinggi, yang tidak boleh berpuasa. ditandai dengan gejala tubuh gemetar keluar
FINASIM. Kedua, kelompok berisiko tinggi, yang keringat dingin, jantung berdebar-debar,
dianjurkan sebaiknya tidak puasa. Ketiga, muncul rasa lapar, tidak sadar, bingung, dan
Tiga pakar yang dihadirkan dalam PAPDI kelompok berisiko sedang atau rendah, sakit kepala. Sedangkan gejala gula darah
Forum kali ini. Pertama, Konsultan yang kondisi boleh atau tidak berpuasa tinggi (hiperglikemia) antara lain muncul
Diabetes, dr Wismandari, SpPD, K-EMD, bergentung pada toleransi individu masing- rasa haus, lapar, banyak berkemih, lelah,
FINASIM membawakan topik “Tips masing pasien. bingung, mual atau muntah, dan nyeri perut.
Berpuasa Aman Bagi Pasien Diabetes”.
Kedua, Konsultan Geriatri, dr. Edy Rizal Pasien-pasien yang termasuk dalam Wismandari mengingatkan, agar pasien
Wahyudi, SpPD, K-Ger, FINASIM kelompok yang diperbolehkan berpuasa segera membatalkan puasa bila ternyata
membawakan materi “Kiat Menjalankan sangat disarankan untuk terlebih dahulu pemeriksaan kadar gula darah menunjukkan
Ibadah Puasa Bagi Lanjut Usia”. Ketiga, berkonsultasi dengan dokter agar dapat angka dibawah 70 mg/dl (rendah), atau di
Konsultan Gastroenterologi, Prof. Dr. menyiapkan diri untuk menerapkan pola atas 300 mg/dl (tinggi). Sangat tidak aman
dr. Murdani Abdullah, SpPD, K-GEH, dan jadwal makan yang baru selama melanjutkan puasa dalam kondisi seperti
FINASIM, FACG membahas tentang berpuasa. Terutama jadwal mengonsumsi ini.
“Ibadah Puasa Bagi Penderita Sakit Maag obat yang tentunya berubah. Tujuannya
serta Gangguan Cerna”. adalah agar kadar gula tetap dapat PUASA BAGI LANSIA
terjaga dengan baik, dan hal-hal yang
TIPS BAGI PASIEN DIABETES mengkhawatirkan seperti hipoglikemia, Pada topik lansia, Edy Rizal Wahyudi
hiperglikemia, dan dehidrasi tidak terjadi. menekankan bahwa tidak ada batasan
Wismandari menjelaskan, ada karakteristik usia untuk menjalankan ibadah puasa
yang perlu diperhatikan pada pasien Wismandari juga mengingatkan agar Ramadhan. Seorang yang sudah berusia
diabetes untuk mengetahui apakah yang selama berpuasa pasien diabetes sering lanjut, bahkan berusia di atas 90 tahun pun
bersangkutan aman atau diperbolehkan memonitor gula darah dengan melakukan masih bisa dan diperbolehkan berpuasa
berpuasa. Terdapat enam faktor yang tes gula darah secara mandiri atau ke sepanjang yang bersangkutan dalam kondisi
menjadi dasar penilaian, yaitu: tipe diabetes fasilitas layanan kesehatan terdekat. Paling stabil, penyakit terkontrol, dan tidak ada
yang diidap (DM tipe 1 atau tipe2), obat tidak bagi yang berisiko ringan, melakukan infeksi akut.
yang digunakan, risiko hipoglikemia, tes gula darah sebanyak 1 - 2 kali sehari,
komplikasi dan penyakit penyerta, faktor terutama di waktu-waktu yang “rawan” Namun perlu diperhatian, kondisi lansia
sosial, dan pengalaman Ramadhan seperti, siang hari, saat iftar (berbuka), atau tidak sama dengan anggota keluarga lain
sebelumnya. dua jam setelah iftar. Juga di waktu kapan yang relatif muda. Kondisi fisik maupun
saja tubuh merasakan gejala gula darah psikis mereka sudah mengalami penurunan
Berdasarkan enam faktor ini, pasien rendah atau tinggi. sehingga mereka pun perlu diperlakukan
dikelompokkan dalam tiga kategori dalam dengan cara yang tidak biasa. Semisal,

Kiri-kanan: Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, SpPD, K-GEH, FINASIM, FACG, dr. Wismandari, SpPD, K-EMD,
FINASIM, dr. Nadia Ayu Mulansari, SpPD, K-HOM, FINASIM, dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, K-Ger, FINASIM.

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 45


KABAR PAPDI

Peserta tampak serius menyimak materi yang disampaikan.

dalam menyantap makanan dan minuman. kosumsi makan yang lambat dicerna dan Diingatkan pula oleh Edy, bahwa mampu
Pada lansia, nafsu makan sudah berkurang. tinggi serat, sehingga tidak cepat merasa menjalankan ibadah puasa Ramadhan
Indera mengecap sudah menurun. Makanan lapar. Kemudian batasi minuman teh atau pada tahun lalu, bukan berarti lansia
yang lezat tidak lagi membangkitkan selera. kopi karena dapat menstimuli tubuh untuk yang bersangkutan bisa dan aman pula
Cairan tubuh juga sudah berkurang dari sering buang air kecil. Ini bisa mengundang berpuasa pada Ramadhan tahun ini. Sangat
60% menjadi 45% – 55 % saja, dan rasa dehidrasi. Juga tidak disarankan meminum disarankan bagi lansia untuk berkonsultasi
haus juga sudah menurun. minuman manis saat sahur karena akan dengan dokter sebelum menjalankan ibadah
dicerna lebih cepat dan menyebab tubuh puasa, apalagi bila ada obat-obatan yang
Karenanya, mengajak lansia makan dan cepat merasa lapar. rutin dikonsumsi. Lansia dapat menanyakan
minum tidak bisa lagi mengandalkan lidah kepada dokter, mana obat yang sebaiknya
atau rasa masakan semata, melainkan Penting pula diperhatikan soal konsumsi diminum saat sahur dan saat berbuka puasa.
dengan menyentuh pemikiran mereka cairan. Tubuh lansia memerlukan asupan
bahwa sudah saatnya makan atau minum air sebanyak 8 - 10 gelas perhari. Untuk AMAN BAGI MAAG
karena tubuh membutuhkannya. Terlebih memenuhinya dapat lakukan kiat berikut:
lagi ketika berpuasa, saat sahur dan berbuka Penderita maag dan pasien-pasien yang
mestilah menyantap makanan yang bergizi.  Minum 2 gelas saat berbuka, menggalami gangguan pencernaan juga
 Minum 3 – 4 gelas setelah shalat dapat menjalani puasa dengan aman
Yang pasti, kebutuhan kalori lansia ketika tarawih sampai dengan sebelum tanpa perlu khawatir penyakitnya akan
berpuasa sama dengan saat tidak berpuasa. tidur, kambuh. Murdani Abdullah menjelaskan
Untuk bisa memenuhi kebutunan kalori justru penyakit maag dapat dikendalikan
 Minum 1 gelas saat bangun tidur
100%, lansia diarahkan untuk membagi saat berpuasa. Berbagai penelitian di
sebelum sahur,
pola makan. Sekitar 40% kebutuhan rumah sakit sudah membuktikan hal ini,
kalori dipenuhi saat sahur. Kemudian,  Minum 1 – 2 gelas saat sahur. dimana dengan berpuasa kondisi kesehatan
50% dipenuhi saat berbuka puasa, dan
10% lainnya sesudah shalat tarawih. Saat
berbuka dianjurkan konsumsi terlebih
dahulu makanan ringan. Setelah shalat
magrib barulah menyantap makanan berat. Sangat disarankan bagi lansia untuk berkonsultasi dengan
“Saat berbuka puasa disarankan untuk dokter sebelum menjalankan ibadah puasa, apalagi bila
mengonsumsi makanan yang menghasilkan ada obat-obatan yang rutin dikonsumsi. Lansia dapat
energi instan, yaitu makanan yang manis,” menanyakan kepada dokter, mana obat yang sebaiknya
ujar Edy. diminum saat sahur dan saat berbuka puasa.
Eddy mengingatkan, saat sahur dianjurkan

46 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


KABAR PAPDI

TINGKATAN RISIKO BERPUASA PASIEN DIABETES


RISIKO SANGAT TINGGI RISIKO TINGGI RISIKO SEDANG/RENDAH
Bergantung pada Toleransi Pasien
Tidak Boleh Berpuasa Sebaiknya Tidak Berpuasa
(Indvidu)
KARAKTERISTIK PASIEN: KARAKTERISTIK PASIEN: KARAKTERISTIK PASIEN:
Satu atau lebih dari di bawah ini: Satu atau lebih dari di bawah ini: Pasien DM Tipe 2 yang diobati dengan satu
atau lebih obat di bawah ini:

 Gula darah rendah sekali dalam 3  DM Tipe 2 yang tidak terkontrol  Modifikasi gaya hidup
bulan sebelum puasa
 DM Tipe 1 yang terkontrol baik  Meformin (Glucophage®, Glumin®)
 Komplikasi KAD dan/atau
 DM Tipe 2 yang terkontrol baik  Acarbose (Glucobay®)
HHS dalam 3 bulan sebelum
dengan insulin multipel atau  TZD (pioglitazone/Pionix/Daculin/Actos
Ramadhan
insulin campuran
 Riwayat gula darah rendah  SU generasi kedua (Glimepiride®, Amaryl®,
 Diabetes dengan kehamilan glibenklamid, glipizid, glicazide, Diamicron®).
berulang
yang terkontrol baik dengan
 Riwayat gula darah rendah tidak diet atau metformin saja  Terapi berbasis inoretin (januvia, trajenia,
disadari onglyza, galvus)
 Gagal ginjal kronik stadium 3
 DM Tipe 1 tidak terkontrol  SGLT2 inhibitor (forxiga, jardiance)
 Komplikasi jantung, stroke, kaki
 Penyakit akut diabetes yang stabil  Basal insulin (Lantus, Lavemir)
 Diabetes dengan kehamilan atau  Pasien dengan diabetes yang
diabetes dengan gestasional memiliki aktivitas fisik berat
yang diobati dengan obat
 Dalam pengobatan yang
glibenklamid/glimepirid atau
mempengaruhi fungsi kognitif
dengan insulin
 Cuci darah kronik atau gagal ginjal
kronik stadium 4 dan 5
 Komplikasi jantung, stroke, kaki
diabetes yang lanjut
 Usia lanjut dengan kondisi tidak
sehat

Sumber: SIDF=DAAR Guideline 2016. Disarikan dari Makalah Tips Puasa Aman Bagi Pasien Diabetes oleh dr. Wismandari, SpPD, K-EMD, FINASIM yang
disampaikan dalam acara PAPFI Forum, 10 Mei 2017.

lambung dan saluran cerna semakin makanan yang dapat memicu rangsangan menyegerakan berbuka puasa dan
membaik. pada sistem pencernaan yang memicu konsultasi ke dokter,” jelas Murdani.
maag. Sifatnya menyesuaikan pengalaman
“Saat berpuasa kan perut kosong selama masing-masing, kalau makan asam nggak Di penghujung acara, dibuka sesi tanya
belasan jam, kondisi ini lebih nyaman ada keluhan ya nggak masalah dimakan,” jawab yang dipimpin moderator. Para
bagi penderita maag sehingga kasus maag tambah Murdani. peserta antusias bertanya kepada ketiga
menurun. Itu juga terjadi di klinik kita, saat narasumber. Suasana yang interaktif
bulan puasa kasus maag menurun,” ujar Namun memang ada pasien-pasien dengan ini diliput berbagai media massa, cetak
Murdani. kondisi tertentu tidak diperkenankan maupun elektronik. Semoga manfaat yang
berpuasa. Contohnya pasien maag akibat tersaji dalam PAPDI Forum tersebar luas ke
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. tukak lambung yang mengalami keluhan- masyarakat.halo
INTERNIS

Misal, beberapa makanan yang sebaiknya keluhan seperti muntah darah, BAB
tidak dikonsumsi pasien maag saat berbuka kehitaman, penurunan berat badan secara
atau sahur. Di antaranya makanan cepat bermakna dan kesulitan menelan.
saji, gorengan dan makanan berlemak
lainnya. “Kalau pantangan makanan “Jika mengalami tanda bahaya tersebut
sebenarnya tidak ada. Tapi memang ada sebaiknya menghentikan puasa dengan

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 47


KABAR PAPDI

WORKSHOP
REKLASIFIKASI
GROUPING DAN
CODING INA-CBG
perencanaan pelayanan terpadu yang
merangkum setiap langkah yang diberikan
kepada pasien berdasarkan standar
pelayanan medis dan asuhan keperawatan
yang berbasis bukti dengan hasil yang
terukur dan dalam jangka waktu tertentu
selama di rumah sakit. Implementasi
Clinical Pathway sangat berhubungan
dengan mutu pelayanan dan estimasi biaya
pengobatan yang dapat diklaim rumah sakit
kepada Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS) Kesehatan.

Training hari kedua fokus membahas


Coding INA-CBG (Indonesian Case Base
Groups) dalam pelaksanaan program
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan
RI Nomor 76 Tahun 2016, dengan
Foto bersama peserta undangan, anggota PAPDI sekaligus

P
perwakilan dari berbagai perhimpunan seminat narasumber Gandi Agusniadi, BBA, SE,
anggota Pokja Tim Tarif/National Casemix
ara dokter spesialis berperan Workshop ini dihadiri oleh 26 orang Center (NCC) Kementerian Kesehatan RI.
penting dalam menyukseskan undangan anggota PAPDI yang sekaligus Coding INA-CBG merupakan acuan atau
program Jaminan Kesehatan menjadi perwakilan dari berbagai pedoman bagi fasilitas kesehatan tingkat
Nasional (JKN) yang tengah perhimpunan seminat, di antaranya lanjutan, Badan Penyelenggara Jaminan
digiatkan pemerintah, khusus Perkumpulan Endokrinologi Indonesia Sosial (BPJS) Kesehatan, dan pihak lain
dalam memberikan pelayanan kesehatan (PERKENI), Perkumpulan Gerontologi yang terkait dengan metode pembayaran
lanjutan di rumah sakit-rumah sakit Medik Indonesia (PERGEMI), dalam penyelenggaraan JKN.
rujukan. Karena itulah Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit (PERNEFRI) dan Perhimpunan Peneliti Coding atau koding yang dimaksud disini
Dalam Indonesia (PB PAPDI) mengadakan Hati Indonesia (PPHI). adalah memberi mengkode atau memberi
Workshop Reklasifikasi Grouping & tanda penyakit berdasarkan yang telah di
Coding INA-CBG pada tanggal 4 - 5 Maret Training hari pertama diisi dengan sepakati. Gandi memaparkan pemberian
2017 di Hotel Mercure Cikini, Jakarta. pembahasan tentang Reklasifikasi Grouping kode dilakukan pada 4 hal berikut:
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dibawakan oleh dr. Priscilla Kristanti,
dari dikeluarkannya Surat Keputusan MARS dari Tim Tarif INA CBG, P2JK, - Diagnosis utama
Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Kemenkes, dan Penyusunan Clinical - Diagnosis sekunder (komplikasi
Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (SK Pathway berikut praktiknya dibawakan oleh dan ko-morbiditi)
PB PAPDI) Nomor 1136/PB PAPDI/SK/ Dr. dr. Hikmat Permana, SpPD, K-EMD,
- Prosedur utama
II/2017 Tanggal 9 Februari 2017 tentang FINASIM.
Pengesahan Tim Adhoc Jaminan Kesehatan - Prosedur sekunder.
Nasional (JKN) PAPDI yang diketuai Reklasifikasi Grouping diperlukan untuk Diagnosis utama (principal diagnosis)
oleh dr. Prasetyo Widhi Buwono, SpPD, mengklasifikasikan penyakit dan tindakan adalah diagnosis yang ditegakkan dokter
K-HOM, FINASIM. yang dapat dilakukan terhadap pasien. pada akhir episode perawatan yang
Clinical Pathway merupakan suatu konsep menyebabkan pasien mendapatkan

48 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


KABAR PAPDI

perawatan atau pemeriksaaan lanjutan. kondisi yang ada, atau muncul dari akibat kualitas koding ini antara lain adalah
Dalam hal ini, bila terdapat lebih dari satu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada dokter, koder, dan dokumentasi (seperti data
diagnosis, maka dipilih yang menggunakan pasien, seperti pneumonia. demografi pasien, resume medis, laporan
sumberdaya paling banyak. Jika tidak operasi, dan catatan perkembangan pasien
terdapat diagnosis yang dapat ditegakkan Pemberian kode didasarkan pada terintegrasi). Dokumentasi ini diperlukan
pada akhir episode perawatan, maka gejala kaedah yang sudah ditetapkan, yakni: oleh dokter dalam menegakkan diagnosis.
utama, hasil pemeriksaan penunjang, atau menggunakan aturan koding morbiditas;
masalah lainnya dipilih sebagai diagnosis mengikuti standar resmi aturan coding Dalam hal ini para dokter dan koder
utama International Classification of Deseases berperan penting dalam penerapan sistem
(ICD) yang terdiri dari ICD-10 (penyakit) kode INA-CBG. Penulisan diagnosis
Diagnosis sekunder adalah diagnosis dan ICD-9CM (prosedur) hasil revisi yang tidak lengkap oleh dokter, bisa
yang menyertai diagnosis utama pada saat tahun 2010, dan mengikuti kaidah koding mengakibatkan pengkodean yang salah
pasien masuk atau terjadi selama episode Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 76 oleh koder. Selanjutnya, kode INA-
perawatan. Diagnosis sekunder merupakan Tahun 2016 tentang Pedoman INA-CBG CBG yang salah akan menyebabkan
komorbiditas dan atau komplikasi. dalam Pelaksanaan JKN. munculnya angka tarif rumah sakit yang
Sedangkan komorbiditas adalah penyakit salah. Tarif yang salah akan mengalami
yang menyertai diagnosis utama atau KUALITAS KODING persoalan disaat pengajuan klaim. Inilah
kondisi yang sudah ada sebelum pasien yang hendak dihindari. Dengan adanya
masuk rawat dan membutuhkan pelayanan Kualitas koding sangat mempengaruhi pelatihan ini diharapkan para dokter
kesehatan setelah masuk maupun selama kelancaran klaim INA-CBG dalam dapat menuliskan diagnosis yang lengkap
dirawat. Contohnya diabetes dan hipertensi. penyelenggaraan Jaminan Kesehatan berdasarkan panduan yang ada, sehingga
Adapun komplikasi merupakan penyakit nasional. Selama ini, menurut Gandi, koding dilakukan dengan tepat, dan ujung-
yang timbul dalam masa perawatan dan berdasarkan jurnal dan penelitian diketahui ujungnya proses klaim INA-CBG berjalan
memerlukan pelayanan tambahan sewaktu rata-rata ketepatan koding berkisar 53% lancar. halo
INTERNIS

pelayanan, baik yang disebabkan oleh sampai 88,23%. Faktor-faktor penentu

Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD, K-KV, FINASIM, FACC, FESC, FAPSIC, FACP, saat berbicara di
depan para peserta workshop.

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 49


KABAR PAPDI

Konferensi Kerja XIV PAPDI

JANGAN HANYA
JADI PENONTON
Era JKN dan MEA menuntut para dokter giat menambah keilmuan dan meningkatkan kemampuan di
bidang keahlian masing-masing. Ilmu dan teknologi kedokteran berkembang sangat pesat. Jangan
sampai tertinggal, dan akhirnya terperangkap menjadi penonton di negeri sendiri.

P
erhimpunan Dokter Spesialis FACP pada pembukaan Simposium dalam masyarakat Indonesia. Adanya masalah
Penyakit Dalam Indonesia rangkaian acara Konferensi Kerja XIV pendanaan dalam penyelenggaraan
(PAPDI) siap mendukung PAPDI tanggal 14 Juli 2017 di Malang, JKN, tidak bisa menepikan keharusan
program-program Kementerian Jawa Timur. untuk meningatkan kualitas pelayanan
Kesehatan dalam menghadapi kesehatan. Termasuk memeratakan
tantangan di Era Jaminan Kesehatan Idrus memaparkan, dunia kedokteran pelayanan kesehatan yang berkualitas
Nasional (JKN). Hal ini disampaikan Indonesia sekarang ini tengah menghadapi tersebut ke seluruh pelosok negeri. PAPDI
Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan tantangan besar, baik dari sisi internal mendukung program Wajib Kerja Dokter
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia maupun eksternal. Tantangan di lingkup Spesialis (WKDS) sebagai salah satu
(PB PAPDI), Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD, Internal meliputi keharusan menghadirkan upaya memeratakan distribusi dokter
K-KV, FINASIM, FACC, FESC, FAPSIC, layanan kesehatan yang berkualitas bagi spesialis, termasuk dokter Spesialis

50 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


KABAR PAPDI

Para dokter di Indonesia,


khususnya Spesialis
Penyakit Dalam, harus
bisa meningkatkan
kompetensi agar dapat
bersaing dengan dokter-
dokter asing.

juga menggelar kegiatan ilmiah berupa


workshop dan simposium.

Menurut Ketua Konker XIV PAPDI, dr.


Bogi Pratomo Wibowo, SpPD, K-GEH,
terdapat 360 peserta yang mengikuti
workshop dan sebanyak 1.090 peserta
mengikuti simposium. Adapun sidang
organisasi dihadiri oleh Pengurus Besar
PAPDI dan perwakilan dari 36 PAPDI
Cabang dari seluruh wilayah Indonesia.
Sesi foto bersama seluruh peserta Konferensi Kerja XIV PAPDI
di Malang, Jawa Timur. Masing-masing cabang mengirimkan lima
delegasi.

Penyakit Dalam keberbagai rumah sakit di penonton. Peran PAPDI meningkatkan Pelaksanaan Sidang Organisasi
seluruh Indonesia, agar kualitas pelayanan kompetensi dokter spesialis penyakit dalam dilaksanakan pada tanggal 13 - 14 Juli
kesehatan di level sekunder dapat di era JKN dan MEA,” tutur Idrus. 2017, dibuka langsung oleh Sekretaris
ditingkatkan. Jenderal PB PAPDI, dr. Sally A. Nasution,
Kegiatan Konferensi Kerja (Konker) XIV SpPD, K-KV, FINASIM, FACP. Sidang
Idrus mengingatkan, tantangan eksternal PAPDI yang bertemakan “Peran PAPDI organisasi diawali dengan penyampaian
yang akan dihadapi para dokter ke depan dalam Meningkatkan Kompetensi dan laporan kegiatan PB PAPDI pada tahun
adalah berlakunya kebijakan Masyarakat Kompetisi Dokter Indonesia di Era Jaminan 2016 – 2017 oleh Ketua Umum PB PAPDI,
Ekonomi ASEAN (MEA) yang membuka Kesehatan Nasional dan Masyarakat Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD, K-KV,
pintu bagi dokter-dokter asing berpraktik Ekonomi ASEAN (MEA)” merupakan FINASIM, FACC, FESC, FAPSIC, FACP
di Indonesia. Karenanya para dokter salah satu wadah yang memberi kesempatan kepada seluruh peserta sidang organisasi.
di Indonesia, khususnya para Spesialis bagi internis untuk menambah ilmu, Dilanjutkan dengan penyampaian laporan
Penyakit Dalam, harus bisa meningkatkan memperluas wawasan, dan meningkatkan kegiatan Kolegium Ilmu Penyakit Dalam
kompetensi agar dapat bersaing dengan kompetensi. Selain dirancang untuk (KIPD) oleh Wakil Ketua Umum KIPD,
dokter-dokter asing di Indonesia. kegiatan organisasi, Konker XIV PAPDI Dr. dr. Imam Subekti, SpPD, K-EMD,
yang diselenggarakan pada tanggal FINASIM, menggantikan Ketua Umum
“Akan masuk dokter-dokter asing ke 13 – 16 Juli 2017 di Ijen Suites Resort KIPD yang berhalangan hadir. halo
INTERNIS
negara kita. Jangan sampai kita hanya jadi & Convention Malang, Jawa Timur

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 51


KABAR PAPDI

galeri konker pb papdi


Laporan Ketua Umum PB PAPDI pada saat Malang, 13 – 16 Juli 2017
acara pembukaan Sidang Organisasi.

Peserta memberikan tanggapan dan masukan


Peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya. terhadap materi yang akan di bahas.

Peserta tampak serius mendengarkan


paparan dari narasumber.

Foto bersama para pengurus PAPDI dengan


52 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017 Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD, K-HOM, FINASIM, FACP
KABAR PAPDI

Sekjen PB PAPDI dr. Sally Aman Nasution, SpPD, K-KV, FINASIM,


FACP. memaparkan partisipasi PB PAPDI dalam menghadiri
pertemuan tingkat regional dan internasional.

Suasana sidang di Komisi 5 yang membahas tentang Moderator Komisi 2 membacakan poin-poin yang akan
pendidikan spesialis-2. dibahas mengenai humas, publikasi dan pengabdian
masyarakat.

Peserta di Komisi 3 memberikan tanggapan Suasana sidang di Komisi 4 yang membahas tentang
terhadap poin-poin pembahasan pengembangan pendidikan spesialis-1.
profesi & bidang LitBangKes.

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 53


KABAR PAPDI

PIN XV PB PAPDI

63 WORKSHOP
SELAMA 3 HARI
Pekan ilmiah Nasional XV PB PAPDI akan terselenggara pada
Oktober 2017 mendatang. Panitia menyiapkan 63 workshop
untuk meningkatkan kompetensi para sejawat. Jangan sampai
terlewatkan!
dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, K-Ger, FINASIM

P
.
ada Oktober 2017 mendatang, Lebih bervariasi dari tahun-tahun Panitia juga menyiapkan TOR agar
Pengurus Besar Perhimpunan sebelumnya, kali ini dihadirkan narasumber workshop bisa bisa terlaksana secara lebih
Dokter Spesialis Penyakit dokter spesialis dan subspesialis dari baik. “Mudah-mudahan semua workshop
Dalam Indonesia (PB PAPDI) berbagai disiplin Ilmu Penyakit Dalam dapat terselenggara sesuai dengan kaedah-
bekerja sama dengan PAPDI dan beberapa spesialis lain. Secara kaedah workshop yang semestinya,” ujar
Cabang Makassar menggelar Pekan Ilmiah keseluruhan kegiatan lebih difokuskan Edy.
Nasional (PIN) XV PB PAPDI 2017. pada workshop, agar para Dokter Spesialis
Penyelengaraannya akan dilangsungkan di Penyakit Dalam mampu menatalaksana Panitia menargetkan kegiatan PIN XV
Hotel Grand Clarion Makassar dari tanggal kondisi pasien secara holistik dan mampu PB PAPDI ini dihadiri sekitar 1.000 –
13 – 15 Oktober 2017. mengatasi kasus-kasus penyakit dalam yang 1.500 peserta, dengan komposisi sekitar
berkembang di daerah masing-masing. 80 persen peserta merupakan internis,
Pekan Ilmiah Nasional merupakan agenda selebihnya merupakan spesialis lain. PIN
rutin PAPDI setiap tahun, diadakan secara Edy Rizal menuturkan terdapat 63 XV PB PAPDI ini juga menyelenggarakan
bergiliran di berbagai kota di Indonesia. workshop bidang Ilmu Penyakit Dalam workshop khusus untuk para dokter umum
PIN XV mengambil tema Update in yang digelar selama PIN XV ini yang dengan target peserta maksimum 100 orang.
Diagnostic Procedures and Treatment dapat meningkatkan kompetensi peserta. Setidaknya terdapat 15 judul workshop
in Internal Medicine: Towards Evidence “Terdapat 63 worskshop. Setiap hari yang dapat dipilih untuk menambah
Based Competency. Ini sejalan dengan misi diadakan 24 workshop. Sebanyak 60 wawasan dan meningkatkan kompetensi
PAPDI, yakni membantu meningkatkan workshop diadakan di lokasi acara (Hotel dokter umum.
kompetensi seluruh Dokter Spesialis Grand Clarion), dan 3 workshop lainnya di
Penyakit Dalam di Indonesia. selengggarakan di rumah sakit,” tutur Edy Seluruh anggota PAPDI dihimbau untuk
saat melaporkan perkembangan persiapan mengikuti kegiatan ini karena banyak sekali
Menurut Ketua Pelaksana PIN XV PB PIN XV PB PAPDI dalam forum Sidang manfaat yang akan didapat. Informasi
PAPDI, dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, Organisasi, Konferensi Kerja PAPDI pada lengkap mengenai PIN XV PB PAPDI
K-Ger, FINASIM, acara Pekan Ilmiah tanggal 13 Juli 2017 di Malang, Jawa dapat dilihat di website resmi PB PAPDI,
Nasional ini dikemas dalam bentuk Timur. www.pbpapdi.org.halo
INTERNIS

simposium, kuliah umum, dan workshop.

54 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


CAB
AN
GJ
ATI
M

CAB
AN
GJ
ABA
R
CA
BA
NG
BA
LI
Info Cabang

CA
BA
NG
RI
AU
INFO CABANG

AKSI SOSIAL &

PAPDI RIAU
BERAGAM KEGIATAN ILMIAH

P
APDI Cabang Riau aktif terpaksa mengungsi ke tempat yang Sumber pendanaan untuk sumbangan ini
melakukan kegiatan-kegiatan aman. Beriringan dengan musibah banjir berasal dari kas organisasi PAPDI Cabang
yang mengokohkan eksistensi ini, terjadi pula tanah lonsor di 13 titik, Riau, bantuan Bagian/KJF Penyakit Dalam
PAPDI di wilayah kerjanya, menyebabkan puluhan mobil terjebak, RSUD Arifin Achmad/Fakultas Kedokteran
baik berupa aksi sosial kepada bahkan terkena longsoran dan menimbulkan Universitas Riau, serta partisipasi dana
masyarakat maupun kegiatan ilmiah untuk korban jiwa. anggota PAPDI Cabang Riau.
mendukung peningkatan kompetensi para
dokter, khususnya anggota PAPDI. Berikut Peduli dengan musibah ini, pada Minggu RIAU INTERNAL MEDICINE
beberapa kegiatan yang patut diapresiasi. tanggal 12 Maret 2017 PAPDI Cabang MEETING KE VI
Riau memberikan bantuan sembako kepada
PEDULI KORBAN BANJIR korban banjir. Bantuan diantarkan langsung Pada tanggal 4 -7 Mei 2017 di Hotel
KABUPATEN LIMAPULUH KOTA ke Kecamatan Pangkalan, yang merupakan Pekanbaru, PAPDI Cabang Riau menggelar
wilayah terkena banjir paling parah di Riau Internal Medicine Meeting (RIMM)
Awal Maret 2017 lalu Kabupaten Lima Kabupaten Lima Puluh Kota. Bantuan ke VI yang merupakan agenda tahunan
Puluh Kota Kota, Provinsi Sumatera berupa beras sebanyak 1 ton, Indomie 100 organisasi. RIMM ke VI PAPDI Cabang
Barat, dilanda bencana banjir besar kotak, telur 100 papan, dan 100 kaleng susu Riau mengusung tema “Updates Of
dan tanah longsor. Hujan deras yang yang total nilainya setara dengan uang Rp Integration And Holistic Role In Best
mengguyur daerah ini menyebabkan 7 25 juta diserahterimakan oleh Ketua PAPDI Practice To Optimize Primary Care In All
kecamatan terendam air sampai ketinggian Cabang Riau, dr. Wisman Tanjung, SpPD, Aspects Of Internal Medicine.”
1,5 meter. Ratusan kepala keluarga FINASIM kepada Camat Pangkalan.

56 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


INFO CABANG

Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan


pengetahuan sekaligus meningkatkan skill
atau kompetensi dari peserta, baik dokter
spesialis dan khususnya dokter umum di
Riau dan sekitarnya. Berbeda dari tahun
sebelumnya yang selalu diselenggarakan
selama 2 hari, RIMM ke VI diadakan
selama 4 hari, yang diisi dengan kegiatan
Symposium, Workshop, One Day Workshop,
Scientific Poster Session serta Exhibition
dari pihak farmasi. Total peserta lebih
kurang 350 orang yang datang dari berbagai
daerah, diantaranya Riau, Sumatera Barat,
Jambi dan Sumatera Utara.

TIM VISITASI WAJIB KERJA


DOKTER SPESIALIS

Dalam rangka sosialisasi program Wajib


Peresmian Pembukaan Riau Internal Medicine Meeting VI. Kerja Dokter Spesialis (WKDS), PB
PAPDI memberikan tugas kepada 3 orang
perwakilan anggota PAPDI Cabang Riau
sebagai Tim Visitasi dari Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes
RI). Mereka berkunjung sekaligus
melakukan survei di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD), di antaranya adalah RSUD
Taluk Kuantan, RSUD Kepulauan Meranti,
RSUD Raja Musa dan RSUD Tengku
Sulung. Program ini dilaksanakan pada
tanggal 22 - 26 Mei 2017.

SEMINAR COCOA PROGRAM

PAPDI Cabang Riau bekerjasama


dengan PB PERPARI mengadakan acara
Symposium COCOA Program (COPD,
Comorbidities, and Asthma) pada tanggal
21 Mei 2017 di Hotel Premiere Pekanbaru.
Kegiatan ini menghadirkan pembicara
selain dari Riau juga dari luar daerah, yaitu
dr. I Made Bagiada, SpPD, K-P dari Bali
dan dr. Bambang Sigit Riyanto, SpPD, K-P
Tim Visitasi WKDS berkunjung ke RSUD Tengku Sulung, Indragiri Hulu, Riau
dari Bandung.

WORKSHOP DIABETES

PAPDI Cabang Riau bekerja sama dengan


PT. Merck Indonesia mengadakan pelatihan
tentang diabetes dengan pembicara dr. Jazil
Karimi, SpPD dan dr. Mukhyarjon, SpPD.
Kegiatan ini diperuntukkan bagi kalangan
dokter umum wilayah Riau untuk meng-
update ilmu terbaru seputar diabetes. Acara
ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal
21 Mei 2016. halo
INTERNIS

Peserta Workshop Diabetes.

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 57


INFO CABANG

PENDIDIKAN KEDOKTERAN BERKELANJUTAN XXXII IPD 2017 SURABAYA

MENINGKATKAN
KOMPETENSI SEJAWAT
DI ERA JKN

P
APDI Cabang Surabaya terselenggaranya pelayanan kesehatan sekunder, yang banyak menghadapi kasus
mengadakan Pendidikan berjenjang, sehingga memberikan kegawatdaruratan.
Kedokteran Berkelanjutan tantangan bagi para dokter baik di layanan
(PKB) XXXII Ilmu Penyakit primer, sekunder maupun tersier untuk Ketua Panitia Pendidikan Kedokteran
Dalam 2017 pada tanggal 12 - mampu memberikan tatalaksana secara Berkelanjutan (PKB) XXXII 2017, Dr. dr.
14 Mei 2017 di Hotel Shangri La Surabaya, paripurna temasuk di dalamnya kasus Sony Wibisono, SpPD, K-EMD, FINASIM
dengan tema “Challenges in Diagnosis and kegawatdaruratan. dalam sambutannya mengatakan PKB
Management in Internal Medicine Cases.” XXXII tahun ini berbeda dari pada tahun
Tema-tema simposium maupun workshop sebelumnya, karena menawarkan pilihan
Pemilihan tema ini dikaitkan dengan dalam PKB XXXII Ilmu Penyakit Dalam workshop yang beragam dengan tema yang
kondisi kekinian bidang kedokteran yang 2017 dirancang untuk memenuhi kebutuhan aplikatif untuk menjawab tantangan saat ini.
saat ini dalam era Jaminan Kesehatan para sejawat dan dapat diaplikasikan Semua ini ditujukan untuk meningkatkan
Nasional (JKN). Program JKN menuntut dalam tingkat layanan primer dan kompetensi sejawat dalam memberikan

58 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


INFO CABANG

pelayanan kesehatan yang terbaik. - Management of Water Electrolyte dalam Standar Profesi Dokter Spesialis
Imbalance Penyakit Dalam. Dengan menguasai
Topik-topik simposium yang dibahas keterampilan pemeriksaan ultrasonografi
dalam kegiatan ini antara lain: maka diharapkan seorang Dokter Spesialis
Para peserta juga berkesempatan menambah
- “Gastro - Hepatology” What’s pengetahuan dan wawasan keilmuan pada Penyakit Dalam mampu memberikan
new in hepatology? sesi Plenary Lecture yang menghadirkan pelayanan kesehatan yang terbaik dan
pembicara pakar-pakar penyakit dalam berkualitas kepada masyarakat.
- “Hematology-Oncology” Curable
cancers: Progress in Oncology Indonesia, yakni Prof. Dr. dr. Askandar
Workshop pra PKB yang kedua mengenai
- “Geriatric Medicine” Dementia Tjokroprawiro, SpPD, K-EMD, FINASIM;
Interpretasi Echocardiography. Pelatihan
Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, SpPD, K-KV,
- “Tropic Infection” Ambulatory Echocardiography membantu para Dokter
FINASIM, FACC, FESC, FAPSIC, FACP;
Infections: What to do and Why? Spesialis Penyakit Dalam memiliki
Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD,
- “Palliative Medicine” kompetensi tambahan dalam diagnostik non
K-HOM, FINASIM, FACP; dr. Poernomo
invasif imaging sederhana untuk melihat
- “Ethics and Health Policy” Budi Setiawan, SpPD, K-GEH, FINASIM,
kelainan sederhana jantung seperti LVH,
- “Endokrinology” Diabetes dan dr. Pranawa, SpPD, K-GH, FINASIM.
dilatasi ruang jantung, dan lain-lain. Dalam
Mellitus pelatihan ini peserta diberikan kuliah
TIGA PELATIHAN PRA PKB
- “Hematology - Oncology” pengantar serta demonstrasi dan kemudian
Filosofi Kemoterapi Mengawali rangkaian Pendidikan melakukan hands on transthoracal
- “Gastro - Hepatology” NSAID Kedokteran Berkelanjutan (PKB) XXXII echocardiography menggunakan mesin
Gastroenteropati 2017 ini, pada tangal 12 Mei 2017 PAPDI ekokardiografi dengan bimbingan
Cabang Surabaya mengadakan tiga instruktur.
- “Endokrinology” Insulin Therapy
pelatihan yang dihimpun sebagai workshop
Adapun workshop atau pelatihan yang Workshop yang ketiga mengenai
pra PKB. Pelatihan diperuntukkan bagi
diadakan menyangkut 18 topik, yakni: Interpretasi ECG dan Treadmill. ECG
peserta Program Pendidikan Dokter
- Increasing Awareness of Geriatric Spesialis (PPDS) dan Dokter Spesialis (Electocardiograph) atau disebut juga EKG
Problem in Primary Care Penyakit Dalam. Ketiga pelatihan ini (elektrokardiograf) sudah merupakan alat
dilaksanakan pada waktu bersamaan pukul diagnostik yang umum ditemui di tempat
- Management Cardio Renal
07.30 – 17.30 WIB di Hotel Shangri La praktek sehari-hari. Dalam pelatihan ini
Syndrome in Primary Care
Surabaya. instruktur mendemonstrasikan pelaksanaan
- Atypical Chest Pain and treadmill bersama standardized patient.
Dyspepsia Peserta diberikan waktu untuk mencoba
Tema workshop pra PKB yang pertama
- Prolonged Fever adalah Pelatihan Ultrasonografi Abdomen- melakukan interpretasi treadmill test
- Management Diabetic Foot in Pelvis. Dalam pelaksanaan kegiatan menggunakan contoh-contoh hasil treadmill
Primary Care ini, PAPDI Cabang Surabaya bekerja dengan bimbingan instruktur. Dengan
sama dengan Perhimpunan Ultrasonik pelatihan ini diharapkan peserta mampu
- Management of Hypertension:
Kedokteran Indonesia (PUSKI). Dalam menginterpretasikan hasil pemeriksaan
How to Treat & When to Refer
workshop yang diadakan selama satu hari klinis, EKG dan treadmill sehingga
- Inflamatory and Non-Inflamatory dapat membantu membuat diagnosis dan
ini, peserta mendapatkan materi kuliah
Arthritis (On Knee and Shoulder) tatalaksana yang lebih tepat.halo
tentang teknik dasar pemeriksaan USG INTERNIS

- Sub Acute and Chronic Cough: Abdomen-Pelvis yang dilengkapi dengan (sumber: pkbinternasurabaya.com)
How to Deal With demonstrasi. Melalui sesi hands on, peserta
- Typical Chest Pain (When, diberi kesempatan untuk menerapkan
Where, and How to Refer) materi yang diperoleh secara langsung
- Osteoporosis menggunakan mesin ultrasonografi dengan
- Monitoring in HIV Patients
bimbingan instruktur. Pelatihan
Echocardiography
- Update Management of Pemeriksaan ultrasonografi (USG) membantu para Dokter
Pneumonia merupakan salah satu pemeriksaan Spesialis Penyakit Dalam
- Chronic Hepatitis B (APASL diagnostik noninvasif yang saat ini telah memiliki kompetensi
Guideline 2015 Update) banyak digunakan di klinik, rumah sakit, tambahan dalam
- Neglected Problems in Geriatric dan pusat layanan kesehatan lainnya. diagnostik non invasif
Management Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan imaging sederhana
- Management of Water Electrolyte
yang cukup sederhana namun sensitif untuk melihat kelainan
Imbalance
sehingga memerlukan keterampilan sederhana jantung
khusus sebagai operator dalam teknik seperti LVH, dilatasi ruang
- Chronic Hepatitis B (APASL pengoperasian dan interpretasinya untuk jantung, dan lain-lain.
Guideline 2015 Update) dapat menghasilkan diagnosis yang akurat.
- Neglected Problems in Geriatric Pentingnya keterampilan ini menjadikan
Management pemeriksaan ultrasonografi sebagai salah
satu keterampilan yang termasuk di

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 59


INFO CABANG

PAPDI CABANG SUMATERA BARAT

PERTEMUAN ILMIAH
BERKALA KE 17
B
agian Ilmu Penyakit Dalam K-HOM, FINASIM menyampaikan sebuah keharusan yang penting dilakukan.
Fakultas Kedokteran bahwa saat ini Indonesia berada dalam
Universitas Andalas/RSUP fase transisi epidemiologik. Di satu Pada kegiatan yang bertema “The New
Dr. M. Djamil Padang bekerja sisi masalah infeksi belum dapat diatasi Challenge in Internal Medicine to Optimize
sama dengan Perhimpunan secara maksimal, di sisi lain dalam waktu the Competency of Primary Health Care
Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) bersamaan terjadi peningkatan insiden Provider in JKN Era” ini para peserta
Cabang Sumatera Barat mengadakan penyakit di bidang pulmonologi, endokrin dapat mengikuti simposium dan workshop,
Pertemuan Ilmiah Berkala (PIB) yang metabolik kardiologi, rheumatologi, di antaranya workshop yang diadakan
ke-17 pada tanggal 3 – 5 Maret 2017 di hemato-onkologi medik, ginjal hipertensi, sub bagian kardiologi dan sub bagian
Pangeran’s Beach Hotel Padang. Pertemuan gastroenterohepatologi, dan alergi pulmonologi. Selain itu, juga panita
ini ditujukan memberi wadah bagi dokter imunologi. Perubahan ini menuntut para juga mengadakan simposium awam serta
umum, dokter spesialis, juga perawat untuk dokter, baik yangi bertugas di klinik, menampilkan pertunjukan seni sebagai
menambah pengetahuan dan wawasan yang Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan acara hiburan.
dapat meningkatkan kompetensi dalam Tingkat 1, maupun di Rumah Sakit sebagai
menjalankan profesi masing-masing. Fasilitas Kesehatan Tingkat 2 dan 3 harus TRAINING BLS dan ACLS
dapat menyesuaikan diri dengan keadaan
Ketua Panitia Pertemuan Ilmiah Berkala tersebut. Maka, meng-update pengetahuan Sebelumnya, pada Februari 2017 PAPDI
ke 17, Dr. dr. H. Irza Wahid, SpPD, dan meng-upgrade kompetensi menjadi Cabang Sumatera Barat menjalin kerja

Peserta Pertemuan Ilmiah Berkala (PIB) yang ke-17 pada tanggal


3 – 5 Maret 2017 di Pangeran’s Beach Hotel Padang.

60 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


INFO CABANG

Foto bersama panitia Pertemuan Ilmiah Berkala (PIB) di Pangeran’s Beach Hotel Padang.

Pada kegiatan yang bertema


“The New Challenge in
Internal Medicine to Optimize
the Competency of Primary
Health Care Provider in JKN
Era” ini para peserta dapat
mengikuti simposium dan
workshop, di antaranya
workshop yang diadakan sub
bagian kardiologi dan sub
Dr. dr. H. Irza Wahid, SpPD, K-HOM, FINASIM bagian pulmonologi.

sama dengan Ikatan Keseminatan dengan menggunakan alat-alat simulator simposium bertajuk Padang Nephrology
Kardioserebrovaskular (IKKI) mengadakan yang paling modern. and Hypertension Conference I (Padang
kegiatan International Training Center Nephron I) di Pangeran’s Beach Hotel, pada
Basic Life Support (BLS) and Advanced Program Pelatihan ACLS-BLS ini diadakan tanggal 6 Mei 2017.
Cardiac Life Support (ACLS) yang secara berkala. Bagi anggota PAPDI di
bersertifikasi American Heart Association wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya Kegiatan ini merupakan yang pertama
(AHA). Training digelar di Rumah Sakit yang ingin mengetahui lebih lanjut kalinya digelar di Sumatera Barat, dengan
Universitas Andalas Limau manis, Padang, mengenai program pelatihan ACLS dan konten acara terdiri dari tiga sesi. Pertama
Sumatera Barat. BLS ini, dapat menghubungi Sekretariat kuliah tamu yang disampaikan oleh Kepala
PAPDI Cabang Sumatera Barat dengan BPJS Padang. Kedua, empat simposium
Program Pelatihan ACLS-BLS adalah salah nomor kontak 082283796423 (Meta) dan mengenai penyakit ginjal dan hipertensi.
satu bentuk komitmen untuk meningkatkan email papdicab.sumbar@yahoo.com. Ketiga, workshop yang membahas keadaan
penanggulangan masalah kesehatan emergency (gawat darurat) di bidang
jantung dan pembuluh darah di Indonesia. PADANG NEPHRON I penyakit ginjal dan hipertensi.halo
INTERNIS

Pelatihan ACLS berlangsung secara intensif (sumber: interne.fk.unand.ac.id)


selama 3 hari, dari tanggal 17 – 19 Februari PAPDI Cabang Sumatera Barat juga
2017, dengan metode kuliah terarah, diskusi berkolaborasi dengan Perhimpunan
interaktif, pembentukan kerja tim, serta Nefrologi Indonesia (Pernefri) Korwil
pelatihan keterampilan dalam skill station Sumbar-Riau-Kepri, menggelar

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 61


INFO CABANG

RAKERDA PAPDI BALI


kepentingan kemajuan organisasi dan Pada malam hari seusai rapat, kegiatan
anggota PAPDI dibahas bersama. Antara dilanjutkan dengan gala dinner yang
lain mengenai persoalan gratifikasi dan dihadiri oleh seluruh undangan beserta
sponsorship dari farmasi dokter yang saat keluarga masing-masing. Pada kesempatan
ini menjadi perbincangan hangat di jagad ini ditampilkan hiburan dari grup band
kedokteran Indonesia. Juga mengenai hal- Residen Interna Udayana. Acara juga
hal yang terkait dengan pendidikan spesialis dimeriahkan dengan games yang membuat
2 (Konsultan Ilmu Penyakit Dalam) di suasana menjadi meriah dan akrab.
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Panitia juga mengajak para internis dan
keluarganya berkaraoke, unjuk kebolehan
Rapat juga membahas rencana dalam bernyanyi.
mengaktifkan kembali media internal
di lingkup Departemen Penyakit Dalam Kegiatan hari kedua diisi dengan acara
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. family gathering yang secara khusus
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana diperuntukkan bagi Dokter Spesialis

P
telah menerbitkan Journal Penyakit Dalam Penyakit Dalam beserta seluruh keluarga
Udayana (Udayana Journal of Internal yang hadir. Berbagai fun games yang lucu
erhimpunan Dokter Spesialis Medicine) yang dikelola bersama PAPDI dan asyik namun sarat dengan nilai-nilai
Penyakit Dalam Indonesia Cabang Bali. Edisi perdana (volume 1, kebersamaan memeriahkan acara yang
(PAPDI) Cabang Bali nomor 1) jurnal ini telah diterbitkan tanggal dimulai sejak pagi. Seperti permainan lari
mengadakan Rapat Kerja Daerah 27 Januari 2017 lalu. kelereng, pensil goyang, memasukkan paku
(Rakerda) pada hari Sabtu dan ke dalam botol dan lomba memindahkan
Minggu, tanggal 3 - 4 Juni 2017. Kegiatan Rakerda ini, selain untuk mengevaluasi bola dengan punggung. Kegiatan family
ini diadakan di Royal Tulip Saranam, jalan organisasi serta mencarikan solusi gathering menjadi penutup rangkaian
Tabanan, Bali, dengan dihadiri oleh 81 terhadap persoalan-persoalan yang Rakerda PAPDI Cabang Bali 2017. Para
anggota. Kehadiran peserta ini mencakup dihadapi, ditujukan pula untuk memperkuat pengurus dan anggota PAPDI Cabang Bali
lebih dari 60 persen anggota PAPDI Cabang silaturrahim dan mempererat persaudaraan pun siap kembali bekerja, menunaikan
Bali yang berjumlah 131 anggota. antaranggota PAPDI Cabang Bali berikut hal-hal yang diputuskan bersama dalam
keluarganya. Rakerda. halo
INTERNIS
Rapat diadakan mulai pukul 16.00 hingga
18.00 WIT. Berbagai hal pokok terkait (sumber: internalmedudayana.ac.id).

62 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


INFO CABANG

PAPDI Cabang Purwokerto

MENGELOLA PASIEN DENGAN


PANDUAN MEDIK TERKINI

D
alam menjalani praktik klinis Heritage Purwokerto, dengan tema Update penyakit. Salah satunya mengalami
sehari-hari para dokter tidak on Emergency and Optimizing Therapy in penurunan fungsi ginjal atau gagal ginjal.
bisa terlepas dari panduan Internal Medicine. Topik The Role of Ketoacid for Diabetic
yang sudah disepakati Nefrophatic yang dibawakan dr. Ratih Tri
perkumpulan keseminatan Salah satu materi yang dibahas dalam Kusumadewi, SpPD memberikan informasi
sesuai bidang masing-masing. Penelitian pertemuan ini mengenai perkembangan berharga tentang bagaimana menangani
medis terus berkembang membuahkan penalataksanaan diabetes yang belakangan pasien-pasien diabetes yang mengalami
hasil penelitian serta hasil evidence based ini jumlah penderitanya semakin banyak. gangguan fungsi ginjal.
medicine terkini. Dengan panduan medis Bahkan kasus-kasus diabetes mulai jamak
terkini diharapkan para dokter dapat dijumpai pada usia muda. Topik diabetes Pembahasan mengenai diabetes juga
mengelola pasien dengan komprehensif dan dibahas secara menyeluruh dari berbagai mencakup aspek penggunaan insulin. Dr.
bermutu serta mempunyai payung hukum. aspek. Di antaranya dari sisi perkembangan dr. Pugud Samodro, SpPD, FINASIM
Oleh karena itu penting diadakan pertemuan pengobatan diabetes menggunakan yang merupakan Ketua PAPDI Cabang
untuk membahas panduan medik terkini. Metformin dan Glimeperide yang Purwokerto memaparkan tentang Insulin
dipraktikkan pada masa lalu, sekarang ini, Theraphy: From Basal, Prandial, to
Untuk menjembatani hal ini PAPDI dan masa yang akan datang. Pembahasan Premix Regimen. Terkait dengan topik
Cabang Purwokerto bekerja sama dengan tentang penggunaan obat-obat diabetes ini insulin pula dr. I Gusti Made Parwata,
Lab/KSM Penyakit Dalam FK Unsoed/ dibawakan oleh dr. I Gusti Made Parwata, SpPD, FINASIM mengulas topik Insulin
RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, SpPD, FINASIM dengan judul The Role Intensification with Humalog Mix 50. halo
INTERNIS

Purwokerto menyelenggarakan pertemuan of Antidiabetic, Past, Current, and Future.


Ilmiah Tahunan (PIT) III dengan maksud Focus on Metformin and Glimeperide.
meningkatkan kemampuan para sejawat
dalam mengelola pasien berdasarkan Hal yang dikhawatirkan pada pasien-pasien
panduan terkini. Kegiatan di laksanakan diabetes di antaranya, mereka berisiko
tanggal 13 - 14 Mei 2017 di Hotel Java tinggi mengalami berbagai komplikasi

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 63


INFO CABANG

PAPDI Cabang Jambi

DOKTER JANGAN
KETINGGALAN TEKNOLOGI


Aplikasi Klinis Ilmu Penyakit menyukseskan Program Indonesia Sehat Dalam kesempatan ini, Walikota Jambi
Dalam pada Praktik Sehari-Hari yang dicanangkan Pemerintah. yang juga akrab disapa Fasha ini
di Era JKN” menjadi tema besar mengingatkan kalangan dokter, khususnya
Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Dalam sambutannya, Syarif mengatakan kepada dokter yang merupakan Pegawai
IV PAPDI Cabang Jambi yang bahwa ilmu pengetahuan apabila tidak Negeri Sipil (PNS), untuk selalu mengingat
diselenggarakan pada tanggal 6 – 7 Mei dipelajari dengan baik, maka akan marwahnya sebagai abdi negara, dimana
2017 di Swiss-BelHotel Jambi. tertinggal oleh teknologi, karena teknologi diharapkan selalu mendahulukan
sudah semakin canggih. Terkadang, karena pengabdian di rumah sakit pemerintah,
Kegiatan ini disambut baik oleh Pemerintah alat teknologi (orang) yang tidak berprofesi setelah itu barulah di rumah sakit swasta.
setempat. Walikota Jambi, H. Syarif sebagai dokter saja bisa mengobati. Karena
Fasha yang hadir dalam acara pembukaan itu, agar tidak tertinggal oleh kemajuan Hadir pula dalam acara pembukaan PIT
menyampaikan ucapan terima kasih kepada teknologi, para dokter hendaknya aktif lebih IV PAPDI Cabang Jambi ini Kepala Dinas
PAPDI Cabang Jambi yang menginisiasi banyak menghadiri seminar dan workshop, Kesehatan Kota Jambi, Direktur RSUD
terselenggaranya simposium dan workshop baik di taraf nasional maupun internasional, Abdul Manap, Direktur BPKS Kota Jambi.
dalam PIT IV ini. Syarif mengatakan yang dapat menambah wawasan dan Adapun kegiatan workshop dan simposium
simposium dan workshop sangat penting keillmuan. yang berlangsung selama dua hari dikuti
diadakan guna meningkatkan kompetensi oleh para dokter umum dan dokter spesialis
para dokter dalam menangani penyakit “Nah kita jangan sampai nanti tertinggal penyakit dalam yang bertugas di wilayah
dalam. Syarif menghimbau kepada para oleh teknologi ini, dokter juga harus Jambi dan sekitarnya. halo
INTERNIS

peserta untuk memanfaatkan PIT IV menguasai teknis teknologi, harus


sebaik mungkin, dengan mengikuti setiap menguasai ilmu-ilmu yang baru dan lebih
simposium dan workshop yang ada. Ia pun banyak seminar-seminar ini akan lebih
mengharapkan para dokter yang bertugas baik dan bermanfaat,” jelas Syarif dilansir
dapat memberikan pelayanan medis yang beritajambi.co.
paripurna, sehingga dapat membantu

64 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


INFO CABANG

Pelantikan Pengurus PAPDI


CABANG NUSA TENGGARA BARAT
PERIODE 2015 – 2018

K
epengurusan PAPDI Cabang
Nusa Tenggara Barat periode
2015 – 2018 yang diketuai
oleh dr. Haris Widita, SpPD,
K-GEH, FINASIM telah
resmi dilantik pada Sabtu, 6 Mei 2017 di
Mataram, Nusa Tenggara Barat.  Prosesi
pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua
Umum PB PAPDI, Prof. Dr. dr. Idrus Alwi,
SpPD, K-KV, FINASIM, FACC, FESC,
FAPSIC, FACP. Surat Keputusan Susunan
Pengurus PAPDI Cabang Nusa Tenggara
Barat Periode 2015 - 2018 dibacakan oleh
Sekretaris Jenderal PB PAPDI, dr. Sally A.
Nasution, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP.
Hadir dalam acara pelantikan ini Ketua
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah
Nusa Tenggara Barat, dr. I Komang
Gerudug, MPH.

Saat ini PAPDI Cabang Nusa Tenggara


Barat terdata memiliki 30 anggota. Semoga
Kepengurusan baru ini dapat melaksanakan
tugas dengan baik dan membawa PAPDI
Cabang Nusa Tenggara Barat bertambah
maju dan bersemangat dalam menjalanan
pengabdian kepada negara dan masyarakat
Indonesia. halo
INTERNIS

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 65


NAMA & PERISTIWA

BEDA SUKU,
BEDA KONDISI LAMBUNG
Publikasi Mutakhir Penelitian Kuman H.pylori di Indonesia telah dimuat
di jurnal internasional. Kuman ini berpotensi menyebabkan kanker.

lanjut untuk mengetahui adanya peranan Pada penelitian ini terbukti, bahwa kadar
keragaman genotip pada suku-suku di pepsinogen darah dapat memprediksi
Indonesia yang dilakukan dengan satu terjadinya peradarangan kronis pada
metode pemeriksaan. Dengan adanya lambung, walaupun belum bisa
penelitian tersebut, diharapkan dapat membuktikan kondisi perburukan
menjelaskan keragaman genotip H. pylori peradangan lambung yang menuju kearah
di Indonesia, serta mempelajari mekanisme keganasan lambung. Jadi tanpa pemeriksaan
molekular onkogenesis melalui data genom endoskopi bisa diprediksi kemungkinan
dan data klinis. terjadinya peradangan kronis pada lambung
yang berhubungan dengan terjadinya
Kuman H. pylori di dalam lambung dapat infeksi kuman H. pylori.
menyebabkan munculnya keluhan-keluhan
sakit maag. Jika kuman ini terus berada Memang pada  kenyataannya  angka
di dalam lambung akan menyebabkan kejadian mukosa lambung yang sampai
terjadinya perlukaan, sampai menimbulkan kondisi atrofik sangat rendah, sehingga
Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, K-GEH, tukak pada lambung dan usus dua belas jari. berbeda dengan kondisi lambung orang

K
FINASIM, MMB, FACP Pada jangka panjang keberadaan kuman ini Jepang. Keberadaan kuman H. pylori pada
bisa menyebabkan kanker lambung. Bahkan lambung orang  Indonesia tidak seganas
etua Kelompok Studi Badan kesehatan dunia (WHO) sudah kalau kuman ini berada pada lambung
Helicobacter pylori menetapkan kuman ini sebagai agen yang orang Jepang.
Indonesia atau Indonesia bisa menyebabkan terjadinya kanker atau
Wide Study of Helicobacter karsinogen. Penelitian ini direspon baik oleh penemu
pylori (IWS Hp), Dr. dr. Ari kuman H. pylori, Prof Barry Marshall, dari
Fahrial Syam, SpPD, K-GEH, FINASIM, Publikasi terakhir ini merupakan sebagian Australia yang mendapatkan nobel atas
MMB, FACP, mengumumkan IWS Hp analisa dari projek besar Studi Helicobacter penemuannya ini. Melalui akun twitternya
telah mempublikasikan perkembangan pylori Indonesia. Penelitian pada publikasi @barjammar Marshall menyampaikan
terbaru penelitiannya pada Mei 2017 lalu di ini melibatkan 233 pasien, yang sampelnya komentar “Nice Work” dan memberikan
di Open Journal Plos One. Ini merupakan diambil di Surabaya, Makasar dan Bangli jempol atas penelitian ini.
publikasi internasional ke 5 dari proyek Bali. Pada setiap pasien dilakukan
IWS Hp yang dimulai sejak tahun 2014. endoskopi dan biopsi pada lambungnya. Sejauh ini pengambilan sampel untuk
Naskah lengkap publikasi mutakhir ini Darah pasien juga diambil untuk analisa Studi Helicobacter pylori Indonesia
dapat diakses secara gratis melalui online. lebih lanjut. Hasilnya, dari 233 pasien sudah berakhir. Pengambilan sampel
diketahui 20 pasien positif kuman H. pylori. dilaksanakan di 20 RS diseluruh Indonesia.
Proyek IWS Hp merupakan penelitian Total responden sudah hampir mencapai
multisenter yang dalam pelaksanaannya Selain itu diketahui pula terjadi peningkatan angka 1.071 pasien. Selama penelitian
bekerjasama dengan Prof. Dr. Yoshio kadar pepsinogen pada pasien-pasien berlangsung, peneliti utama Ari Fahrial
Yamaoka, PhD dari Fakultas Kedokteran yang merokok dan pada pasien pemimum Syam beserta Prof. Yoshio Yamaoka turut
Universitas Oita, Jepang dan didukung oleh alkohol. Pengukuran kadar pepsinogen hadir di setiap lokasi penelitian untuk
Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia dilakukan untuk menentukan kemungkinan melakukan endoskopi dan pengambilan
(PGI), serta melibatkan berbagai peneliti peradangan yang terjadi di dalam lambung. sampel. Jika di rumah sakit yang
gastroenterologi serta pusat-pusat pelayanan Yang menarik, kadar pepsinogen pada bersangkutan tidak ada alat endoskopi, para
kesehatan di berbagai kota di Indonesia. ketiga suku yang diwakili oleh sampel dari peneliti membawa sendiri alat endoskopi
tiga kota (Surabaya, Makassar, dan Bangi) yang dibutuhkan.
Penelitian tentang infeksi Helicobacter terlihat berbeda. Hal ini menujukkan
pylori di beberapa kota telah cukup banyak adanya keberagaman dari kondisi lambung Pada dasarnya publikasi seputar H. pylori
dijumpai. Akan tetapi prevalensi infeksi orang Indonesia, yang kebetulan analisa ini ini akan memperkaya informasi seputar
H. pylori masih beragam di setiap daerah, dilakukan pada tiga daerah berbeda. penyakit gangguan pencernaan ini di dunia
sehingga diperlukan investigasi lebih ilmu pengetahuan.halo
INTERNIS

66 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


NAMA & PERISTIWA

UNILA AKAN BUKA PPDS


PENYAKIT DALAM
Kesehatan Respirasi dan Pulmonologi,
dan Ilmu Kesehatan Anak.

FK Unila sudah mencapai akreditasi


A sejak beberapa tahun lalu, yang
merupakan salah satu syarat wajib untuk
membuka Program Pendidikan Dokter
Spesialis (PPDS). Berbagai persiapan
dilakukan untuk mewujudkan PPDS ini,
mulai dari proposal pengajuan, dokumen,
pengampu mata kuliah, hingga sarana dan
prasarana yang diperlukan.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran


Universitas Lampung, dr. Muhartono,
M.Kes, Sp.PD, yang dilansir dari laman
www.unila.ac.id, untuk merealisasikan
hajat besar ini, FK Unila bekerja
sama dengan sejumlah rumah sakit,
khususnya Rumah Sakit Abdoel Moeloek
(RSUDAM) yang berstatus sebagai
rumah sakit pendidikan. Dalam hal teknis
pendirian PPDS baru, FK Unila “berguru”
dan bekerja sama dengan Fakultas

F
Kedokteran Universitas Brawijaya
akultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) (FKUB). FK Unila pun sudah mengirimkan tim khusus ke FKUB di
berencana akan membuka Program Pendidikan Dokter Malang, Jawa Timur untuk mempelajari hal-hal teknis yang harus
Spesialis (PPDS), di antaranya PPDS Program Studi Ilmu disiapkan. FK Unila menargetkan, pada tahun ajaran 2018/2019
Penyakit Dalam, Ilmu Obsetri dan Genekologi, Ilmu kegiatan PPDS yang direncanakan sudah bisa terlaksana.halo
INTERNIS

APLIKASI WAJIB NOTIFIKASI TB


disembuhkan. Indonesia optimis rantai penularan TB dapat
diputuskan dan diakhiri.

Untuk semakin meningkatkan kinerja pengendalian TB di


Indonesia, Menkes dalam acara “Puncak Peringatan Hari TB
Sedunia 2017” pada 1 April 2017 meluncurkan Aplikasi Wajib
Notifikasi TB (WiFi TB). Aplikasi WIFI TB merupakan terobosan
baru dalam sistem pelaporan kasus TB, berbasis telepon pintar
(smartphone) dan bisa diunduh melalui apllication store yang
diperuntukkan bagi Dokter Praktek Mandiri dan Klinik Pratama.

Aplikasi ini membantu dan memudahkan tenaga kesehatan swasta,


terutama Dokter Praktik Mandiri dan Klinik Pratama, dalam

M
menemukan dan mengobati pasien TB sesuai standar di tempat
praktik masing-masing, dan menyampaikan notifikasinya kepada
enteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila F Moelek,
Dinas Kesehatan setempat.halo
INTERNIS
SpM (K) mengungkapkan success rate pengobatan
TB di Indonesia mencapai 90 persen. Artinya 90
persen pasien TB yang diobati di Indonesia berhasil

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 67


AGENDA

AGENDA KEGIATAN ILMIAH


BIDANG ILMU PENYAKIT DALAM
Tahun 2017

No Tanggal Kegiatan Tempat Sekretariat/Pendaftaran

1. 18 – 20 10th Liver Update 2017 Shangri La Hotel Divisi Hepatologi


Agustus And The 23rd Scientific Meeting of Jakarta d/a Dept. Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM
2017 Ina ASL/PPHI 2017 Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta Pusat
E-mail: liverupdate.id@gmail.com

2. 15 - 17 Jakarta Internal Medicine in Daily Hotel PAPDI Cabang Jakarta (PAPDI JAYA)
September Practice Intercontinental Graha Cimandiri One lantai 3
2017 (JIM DACE) 2017 Midplaza Jakarta Jl. Cimandiri No.1, Cikini, Jakarta Pusat
Telp/Fax : +62-21-319 234 99
Hp : 081288723886
Email : papdijaya@gmail.com

3. 6 - 7 Oktober Jakarta International GI Hotel Grand Sahid Sekt. PEGI/Div. Gastroenterologi


2017 Endoscopy Symposium & Live Jakarta d/a Dept. Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM
Demonstration 2017 Jl. Salemba Raya No. 6
(JIGES) Telp.: 021-3148680
Fax : 021-3148681
E-mail : pbpegi@yahoo.com
CP : Darwi/Mimi/Tria

4. 13 - 15 Oktober PIN XV PAPDI Hotel PB PAPDI


2017 Grand Clarion JL. Salemba I No. 22 D, Jakarta Pusat
Makassar Telp. 021-31928025, 31928026
Fax. 021-31928028, 31928027
Sms: 08569578909
Email: pb_papdi@indo.net.id
Website: www.pbpapdi.org

5. 4–5 Annual Tropical Disesase Meeting Jakarta Div. Tropik Infeksi


November (ATDM) E-Mail: jade_update@yahoo.com
2017 lenisibarani@yahoo.com
Fax : 021 – 3911873, 3920185
Hp : 0813 86076 076

6. 15 - 18 Jakarta Diabetes Meeting Jakarta Divisi Metabolik Endokrinologi


November (JDM) d/a Dept. Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM
2017 Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta
Telp: 021- 3907703
Fax : 021- 3103729
E-mail : endocrin@rad.net.id
CP : Ola & Anna

68 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


Jeda
Setiap orang perlu melakukan jeda dalam hidupnya.
Beralih sejenak dari rutinitas, untuk me-refresh diri.
Jeda yang paling simple adalah melakukan hobi.
Bila tersedia waktu yang cukup panjang,
jalan-jalan dan berlibur boleh dilakoni.

foto: aan amrin


instagram : aan.amrin
Lokasi: Belinyu, Pulau Bangka
JEDA

BROMO
‘The Famous Sunrise’
Dari julukannya, ‘The Famous Sunrise’, sudah terbayang suasana menjelang pagi di Kawasan
Wisata Bromo. Keindahan pemandangan yang terlihat oleh mata, jauh melebihi gambaran
yang bisa diungkap lewat kata-kata.

J
arum pendek jam di lengan kiri membawa sensasi seolah-olah mata yang capek mendaki.
sudah hampir menunjuk angka 5. menyaksikannya tengah berada di atas
Suasana di sekitar masih gelap, awan. Bagi yang ke Bromo ala backpacker atau
dan dingin marasuk hingga tidak membawa kendaraan roda empat
menusuk tulang. Jaket tebal yang Inilah momen ‘The Famous Sunrise’ di atau roda dua, dapat juga menikmati
membalut tubuh rasanya tiada berguna, Kawasan Wisata Bromo yang tersohor keindahan sunrise di Bukit Mentingen.
karena dingin masih saja terasa. Hingga, sampai ke mancanegara. Momen yang Lokasinya dapat ditempuh dengan berjalan
semburat kemerahan mulai muncul di menakjubkan ini menjadi buruan para kaki dari area penginapan di daerah
ufuk timur, ditemani bintang kejora yang pelacong dari berbagai belahan dunia. Cemara Lawang, Probolinggo.
hendak turun ke peraduan. Indah, luar Pemandangan surga dunia ini dapat
biasa. Rasa beku di sekujur badan serasa dilihat dari dari gunung Penanjakan, yang PASIR BERBISIK
menghilang karenanya. Tidak lama, warna merupakan gugusan bukit tertinggi di
mega kemerahan itu memudar menjadi bagian sisi utara dan spot terbaik untuk Nah, usai menyaksikan ‘The Famous
keemasan, semakin terang, dan akhirnya menyaksikan matahari terbit di Kawasan Sunrise’ para wisatawan dapat melancong
sang Surya yang ditunggu-tunggu pun Wisata Gunung Bromo. Penanjakan ke beberapa lokasi unik, khas Wisata Bromo
menampakkan diri. memang tempat yang sangat strategis yang teramat sayang bila dilewatkan.
untuk mendapatkan panorama eksotik Lautan pasir yang terlihat menakjubkan
Setelah sang Surya meninggi, terlihatlah karena ketinggiannya yang mencapai 2.770 dari puncak Penanjakan, termasuk yang
gugusan gunung-gunung yang meter di atas permukaan laut (mdpl), lebih ‘wajib’ didatangi bila ingin melihat langsung
secara dekat kawah Bromo. Hamparan

menakjubkan. Semeru di deretan belakang tinggi dari Gunung Bromo yang memiliki pasir seluas 5.920 hektar ini mengeluarkan
menjulang tinggi mengepulkan asap ketinggian 2.329 mdpl. bunyi deru angin yang mendesis,
dari puncak dengan gagahnya. Bromo terdengar seperti berbisik. Maka, istilah
menganga memperlihatkan kawahnya Di Penanjakan terdapat dua spot view ‘pasir berbisik’ menjadi sangat populer
yang terbuka luas. Gunung Batok terlihat sunrise yang banyak di datangi pelancong, di kawasan Bromo. Terlebih lagi setelah
menelungkup, persis seperti tumpeng dinamakan Penanjakan 1 dan Penanjakan tempat ini menjadi lokasi syuting film “Pasir
yang sudah dipotong puncaknya. Di kaki 2. Posisi Penanjakan 1 banyak dipilih Berbisik” yang menghiasi bioskop-bioskop
gunung Bromo dan gunung-gunung lain karena posisinya lebih tinggi. Namun, spot tanah air pada tahun 2001. Film ini cukup
di sekitarnyanya terhampar lautan pasir view Penanjakan 2 juga tidak kalah indah. populer dan diminati penonton. Selain
(the sea of sand) yang luas. Lautan pasir Asyiknya, kedua lokasi spot view sunrise alur ceritanya yang menarik, juga karena
itu bertambah eksotik tatkala ditutupi ini dapat ditempuh dengan menggunakan dilakoni artis-artis kawakan, di antaranya
awan putih dan kabut tipis yang menyebar kendaraan roda empat atau roda dua, Christen Hakim, Didi Petet, Slamet Raharjo,
di beberapa bagian. Sangat indah, sehingga wisatawan tidak perlu capek- dan Dian Sastro.

70 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


JEDA

Lautan pasir Bromo sebetulnya adalah sampai ke bibir kawah, karena terdapat dan beberapa punggungan gunung- gunung
kaldera dari gunung Tengger Purba. sekitar 250 anak tangga yang harus dinaiki kecil. Padang Rumput Bromo ini sangat
Gunung Bromo sendiri merupakan kawah dan dituruni pula nantinya. Tapi, para luas dan dengan pemandangan serba hijau.
yang mencuat dari kaldera tersebut. wisatawan justru bersemangat menaikinya Berada di tempat ini seolah-olah bukan
Tak jauh dari Bromo tegak gunung karena karena pemandangan yang menanti sedang di Bromo, sangat kontras dengan
Batok yang seakan-anak berdiri sebagai di atas sana tidak akan dijumpai di tempat pemandangan lautan pasir yang menjadi
penjaga Bromo. Sampai sekarang kawah lain. ikon Bromo. Akses menuju Savana cukup
Bromo masih aktif. Terakhir gunung ini mudah, bisa ditempuh menggunakan
meletus kecil di tahun 2010. Garis tengah Di Kawasan Wisata Bromo terdapat Pura kendaraan biasa (tidak harus jenis jeep)
kawah Bromo berukuran ± 800 meter Luhur Poten Bromo, yang merupakan atau sepeda motor biasa via Kabupaten
(utara-selatan) dan ± 600 meter (timur- tempat peribadatan warga suku Tengger. Malang atau Lumajang.
barat). Untuk menjaga keselamatan para Mereka adalah penduduk asli daerah
pengunjung yang ingin melihat langsung Tengger yang sudah mendiami daerah Satu jalur dengan Padang Rumput Savana
pemandangan, ditetapkan aturan untuk tersebut sejak zaman masa Majapahit. Bromo, terdapat pula ‘Bukit Teletubies’
tidak melewati batas bahaya daerah Masyarakat suku Tengger Bromo masih yang merupakan bukit-bukit kecil yang
lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat melestarikan ritual dan adat istiadat Hindu sangat indah. Tepat ini ditumbuhi
kawah Bromo. Tengger yang diwariskan oleh nenek rerumputan khas pegunungan seolah-olah
moyang mereka. Ini menambah kekhasan mendatangkan suasana seperti di dalam
Untuk melihat langsung dari dekat aktivitas Bromo. Momen-momen suku Tengger film Teletubis yang digemari anak-anak.
kawah Bromo, wisatawan bisa berjalan kaki melaksanakan upacara adat, seperti Yadnya
melalui lautan pasir sejauh 1-2 kilometer Kasada, mengudang daya tarik wisatawan PUNCAK BUKIT 29
dari parkiran mobil menuju tangga yang untuk semakin ramai mengunjungi tempat
disediakan menuju bibir kawah. Bagi yang ini. Bagi yang gemar bertualang di alam
tidak kuat berjalan, bisa mengendarai kuda terbuka, berkemping di Puncak B29
yang disewakan warga setempat. Mencapai Di sebelah selatan Bromo, terdapat padang Argosari bisa menjadi pilihan yang
kawah Bromo memberikan tantangan rumput Savana Bromo. Padang rumput ini mengasyikan. B29 adalah singkatan dari
tersendiri. Dibutuhkan stamina untuk terletak pada sebuah lembah hijau yang Bukit 29. Sedangkan Argosari merupakan
di kelilingi tebing-tebing menjulang tinggi nama desa di Kecamatan Senduro,
Kabupaten Lumajang, tempat lokasi
kemping ini berada. Puncak B29 Argosari
berada di ketinggian 3.676 dmpl. Letaknya

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 71


JEDA

Kini banyak wisatawan


sengaja datang dan
menginap untuk menikmati
keindahan langit Bromo di
malam hari. Wisata malam
hari ini dinamakan Bromo
Milky Way.

di lereng gunung Semeru, sisi tenggara dari


Wisata Gunung Bromo. Berjarak sekitar 40
km dari kota Lumajang.

Rute jalan menuju tempat wisata ini cukup


berliku dan berkelok-kelok. Sepanjang
perjalanan wisatawan dapat menyaksikan
terasering perkebunan tertata rapi dan
indah, sangat memukau mata, karena
memang Argosari merupakan kawasan
wisata agribisnis. Dari puncak B 29 Argosari
ini dapat dilihat pemandangan wilayah
perkebunan Argosari yang sejajar dengan
pegunungan Mahameru (Gunung Semeru),
juga indahnya Kawasan Wisata Bromo yang
diliputi lautan pasir dengan hamparan
awan putih khas dari pemandangan ‘the
famous sunrise’.

BROMO MILKY WAY

Keindahan Kawasan Wisata Bromo dapat


dinikmati selama 24 jam, pagi, siang
maupun malam. Kini banyak wisatawan
sengaja datang dan menginap untuk
menikmati keindahan langit Bromo
di malam hari. Wisata malam hari ini
dinamakan Bromo Milky Way. Biasanya
wisatawan pergi ke spot-spot tertentu yang

AIR TERJUN MADAKARIPURA


cocok untuk hunting fotografi gugusan
bintang galaksi Bima Sakti (Milky Way)
yang tampak jelas di gelap malam. Bromo
Milky Way ini sangat menarik dan dianggap Di sini wisatawan dapat menyelusuri jejak Patih Gajah Mada.
‘sempurna’ bagi para pencinta fotografi
karena salah satu syarat untuk mendapat Kawasan Wisata Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo
gambar milky way terbaik adalah jauh dari Tengger Semeru, dan menempati empat wilayah administrasi, yakni Kabupaten
sorot lampu kota atau dalam keadaan gelap Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Di
sempurna, tanpa awan mendung, dan kawasan ini terdapat belasan gunung, di antaranya Bromo, Semeru, Botok, Penanjakan,
tentu dengan perhitungan yang tepat. Kursi, Widodaren, dan Ringgit.

Bromo Milky Way mulai trend sekitar Di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terdapat Air terjun Madakaripura yang
terkenal indah, dan terkenal sebagai merupakan air terjun tertinggi kedua di Indonesia
tahun 2013 – 2014, sejak seorang turis
setelah air terjun Sigura-Gura di Sumatera Utara, dengan ketinggian air terjun sekitar 200
asing meng-upload di youtube keindahan
meter.
milky way dari Gunung Bromo. Sejak
itulah para pecinta fotografi dari berbagai Air Terjun Madakaripura berada di Dusun Branggah, Desa Negororejo, Kecamatan
belahan dunia berburu foto galaksi bima Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Konon, dulu Makadipura
sakti dari gunung Bromo. Waktu terbaik merupakan tempat peristirahatan terakhir mahapatih dari Kerajaan Majapahit, Gajah
untuk hunting Bromo Milky Way adalah Mada. Makanya, di kawasan ini ditemukan patung Patih Gajah Mada dalam posisi duduk
pada musim kemarau, yaitu mulai bulan bersemedi.
Mei sampai bulan September, karena langit
akan sangat cerah seiring dengan musim Kawasan Air Terjun Makadipura berbentuk ceruk, dikelilingi oleh bukit-bukit yang
kemarau.halo
INTERNIS seringkali meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan

72 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


JEDA

TIPS BERWISATA KE BROMO

K ini banyak tersedia pakat-paket tour ke Kawasan Wisata Bromo, lengkap dengan
alternatif pilihan yang dapat disesuaikan dengan lamanya waktu serta dana yang
tersedia. Sebelum melakukan perjalanan ke Bromo, disarankan menyiapkan hal-hal
yang diperlukan selama di sana nanti agar segala sesuatu berjalan dengan aman dan
nyaman. Berikut yang perlu dipersiapkan:

1. Lakukan perencanaan. Seperti memilik waktu dan rencana tempat menginap.


2. Sebaiknya mengunjungi Bromo di musim kemarau, karena pada waktu kemarau
matahari terbit lebih besar dan bulat kemerahan. Dan, di waktu ini pula dapat
mengeksplorasi wisata Gunung Bromo secara lebih leluasa.
3. Booking penginapan lebih awal. Pada waktu-waktu tertentu kunjungan wisatawan
ke Bromo sangat ramai, sehingga bisa kesulitan mencari penginapan.
4. Persiapkan fisik. Walau tidak
melakukan pendakian layaknya
gerimis. Beberapa mendaki gunung, kunjungan
diantaranya bahkan ke Kawasan Wisata Bromo juga
mengucur deras memerlukan persiapan fisik. Misal
membentuk air terjun bersiap menghadapi hawa dingin
lagi. Terkadang jika cuaca dan tenaga untuk menaiki 250 anak
sedang cerah dan cahaya tangga menuju kawah.
matahari bisa masuk ke 5. Siapkan pakaian dan perlengkapan
kawasan tersebut, kita yang dibutuhkan. Suhu di kawasan
bisa menemukan pelangi ini bisa di bawah 10 derajat celcius,
nan indah. Pada air terjun sehingga dibutuhkan jaket tebal
utama akan terlihat dan celana yang bisa menahan
tebing dengan bentuk hawa dingin, syal, kupluk, sarung
melingkar. Ketika berada tangan, sepatu, masker, lampu
di dalamnya, wisatawan senter, kaca mata, dan kamera.
akan akan merasa seperti 6. Pastikan kondisi kendaraan prima
dalam sebuah botol. sebelum berangkat dan tangki
bensin terisi penuh.
Lokasi Air Terjun Makadipura dapat diakses dengan kendaraan pribadi maupun umum
7. Bagi yang menggunakan motor,
dari Terminal Bus Antar Kota Probolinggo. Lebih mudah lagi bila wisatawan ke tempat ini
usahakan berombongan.
dengan menyewa mobil. Tinggal meminta driver mengantarkan ke sana. Objek wisata
Madakaripura biasanya dijadikan tempat mampir sementara oleh para wisatawan usai 8. Membawa bawa makanan dan
menjalani program Tour Bromo. Amat sayang bila dilewatkan. halo
INTERNIS minuman.
9. Uang tunai yang cukup.
10. Berdoa.

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 73


JEDA

Yuk, Mengenal
Karakter Wayang!
Banyak nilai-nilai positif bisa dipetik dari setiap cerita yang
dikisahkan dalam seni pertunjukan wayang. Tak heran,
banyak orang mendalami karakter tokoh-tokoh pewayangan
dan mengoleksinya karena sangat menginpsirasi dan sarat
dengan keteladanan.

S
iapa yang tak kenal Arjuna? yang berhati baik, sekuat tenaga berjuang Kembali kepada sosok Pandawa. Lima
Nama ini tersohor sebagai mempertahankan hak dan menegakkan bersaudara ini terdiri dari si sulung
salah satu tokoh pewayangan kebenaran di negeri Astinapura yang Yudistira, Bima, Arjuna, dan si kembar
yang memiliki kharisma luar mereka cintai. Pandawa bersengketa dengan Nakula dan Sadewa. Tiga anak tertua,
biasa. Arjuna adalah seorang kubu Kurawa yang memiliki karaker Yudistira, Bima, dan Arjuna, merupakan
ksatria cerdik, juga pintar lagi cekatan. yang bertolak belakang dengan mereka. anak dari Pandu Dewanata bersama Dewi
Nama kecilnya Permadi. Gemar berkelana Sifat-sifat culas, sombong, dengki, tamak, Kunti. Sedangkan si kembar Nakula dan
menuntut ilmu. Ia sangat mahir dalam khianat ada pada Kurawa. Karakter-karakter Sadewa merupakan anak Pandu Dewanata
memanah. Kepiawaian melontarkan yang sebaiknya dihindari dari pertemanan. dengan Dewi Madrim.
anak panah ini membuat Arjuna menjadi
“bintang” dalam setiap pertempuran. Sebenarnya Pandawa dan Kurawa masih KARATER PANDAWA
Ketinggian ilmu dan kecakapan memainkan memiliki hubungan kekerabatan yang
senjata tidak membuat Arjuna sombong. dekat. Mereka berasal dari satu kakek Empat sosok Pandawa lain memiliki
Sebaliknya, Arjuna terkenal dengan budi namun berlainan nenek. Kakek mereka perilaku yang tidak kalah elok dengan
pekertinya yang luhur, berhati lembut, adalah Wiyasa, Raja Astinapura. Kurawa dengan Arjuna. Si sulung Yudistira yang
sopan, teliti, dan suka melindungi yang merupakan cucu dari pernikahan Wiyasa memiliki nama kecil Puntadewa adalah
lemah. Wajar bila dikisahkan banyak wanita dengan Dewi Ambiki. Ayah Kurawa raja yang memerintah Kerajaan Amarta.
jatuh hati padanya. bernama Drestarastra dan ia seorang yang Sifatnya sangat bijaksana, tidak memiliki
buta. Sedangkan Pandawa merupakan musuh, hampir tak pernah berdusta
Arjuna adalah gambaran salah satu tokoh cucu dari pernikahan Wiyasa dengan Dewi seumur hidupnya. Memiliki moral yang
berkarakter baik dalam pewayangan yang Ambika. Ayah Pandawa bernama Pandu sangat tinggi, suka memaafkan serta suka
dapat ditiru dan diteladani. Arjuna tidak Dewanata. mengampuni musuh yang sudah menyerah.
sendirian. Ia memiliki 4 empat saudara. Sifat lainnya yang menonjol adalah adil,
Keseluruhannya mereka berlima, yang Karena Drestarastra buta, maka Wiyasa sabar, jujur, taat terhadap ajaran agama,
populer dengan sebutan Pandawa Lima. menurunkan tahtanya kepada Pandu penuh percaya diri, dan berani berspekulasi. 
Dewanata. Sayang, sebelum anak-anaknya
Pandawa Lima merupakan tokoh sentral besar, Pandu Dewanata meninggal dunia. Bima dikenal pula dengan nama kecil
dalam kisah Mahabrata. Sebuah kisah yang Wiyasa menitipkan kekuasaan Astinapura Bratasena. Julukannya Bayusutha. Bima
sangat terkenal dalam dunia pewayangan. kepada Drestarastra sampai anak-anak terkenal sangat kuat, dan gagah dan
Menampilkan cerita yang kompleks Pandu Dewanata siap menjadi raja. Namun pemberani. Ia memilik senjata gada
sebagaimana kompleksnya kehidupan anak-anak Drestarastra, yakni para Kurawa, bernama Rujakpala. Lengannya panjang,
bermasyarakat dalam sebuah negara. Ada menolak pengembalian tahta ini. Terjadilah tubuhnya tinggi, dan berwajah paling
sisi humanis yang menyentuh hati, ada pertikaian yang hebat di antara kedua kubu sangar di antara saudara-saudaranya.
pertarungan dan persaingan menguras sehingga mengakibatkan terjadinya perang Meskipun demikian, hatinya baik, lembut,
emosi, juga permainan politik yang Baratayudha di Kurusetra. Ditarik pada setia, teguh, kuat, tabah, patuh dan jujur
mengajarkan arti musuh dan persahabatan, kehidupan nyata, kisah-kisah perebutan serta tidak suka berbasa basi dan tidak
juga pengkhianatan. kekuasaan di lingkungan keluarga, bisnis, pernah menjilat ludahnya sendiri
dan politik juga banyak dijumpai di sekitar
Pandawa Lima adalah gambaran kubu kita. Nakula yang memiliki nama kecil Pinten,

74 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


JEDA

merupakan sosok yang sangat tampan, sarung Kuntawijayadanu tersebut lenyap


pandai memainkan senjata pedang, dan seketika, masuk ke dalam perut Gatotkaca.
merupakan seorang ksatria berpedang yang Inilah salah satu peristiwa yang membuat
tangguh. Wataknya jujur, setia, taat pada Gatotkaca menjadi sakti.
orang tua dan tahu membalas budi serta
dapat menjaga rahasia. Kisah Gatotkaca memberikan teladan
bahwa seorang ksatria gigih dalam
Sadewa, nama kecilnya Tangsen, memiliki berjuang, rela berkorban untuk
sifat rajin dan bijaksana. Sadewa juga ahli kepentingan yang lebih besar serta,
dalam ilmu astronomi. Wataknya mirip selalu mengingat jasa dan perbuatan
dengan saudara kembarnya, jujur, setia, taat baik orang lain. Agaknya,
pada orang tua dan tahu membalas budi masyarakat Jawa banyak
serta dapat menjaga rahasia.  menamakan anak laki-
lakinya “Gatot” karena
GATOTKACA, SANG PAHLAWAN terinspirasi dengan karakter
Gatotkaca.halo
INTERNIS

Dalam berjuang, Pandawa Lima diperkuat


oleh sosok-sosok yang juga mumpuni.
Salah satunya diantaranya adalah
Gatotkaca. Ia tak lain adalah putera dari
sang Bima, keponakan Arjuna. Sosok
Gatotkaca digambarkan berkumis lebat, dan
sakti mandraguna. Ia memiliki tiga karunia:
dapat terbang dengan cepat, memiliki
adalah topi bernama “Caping Basunanda”
yang mempunyai kesaktian apabila kena
panas tidak terasa panas dan apabila kena
hujan tidak menjadi basah, dan memiliki
sepatu “Pada Kacarma” yang membuatnya
tidak akan terkena pengaruh dari suatu
tempat.

Gatotkaca merupakan pahlawan dalam


perang Bharatayuda. Pada peperangan hari
kelima belas, Gatotkaca mengorbankan
dirinya terpanah senjata Kuntawijayadanu
yang dilontarkan oleh Adipati Karna dari
pihak Kurawa. Senjata Kunta Wijayadanu
itu melesat menembus perut Gatotkaca.
Kuntawijayadanu merupakan senjata sakti
yang hanya bisa digunakan sekali pakai.
Adipati Karna bermaksud menggunakannya
untuk menghabisi nyawa Arjuna.
Gatotkaca memancing Adipati Karna
untuk melepaskan senjata tersebut kepada
dirinya agar nyawa Arjuna selamat dan
Pandawa dapat memenangkan pertempuran.
Kematian Gatotkaca diiringi dengan
banyaknya korban di pihak Kurawa.

Gatotkaca sengaja melakukan hal ini


demi membalas budi kepada Arjuna,
paman yang sangat disayanginya. Arjuna
telah menyelamatkan nyawa Gatotkaca
sewaktu bayi. Konon, kelahiran Gatotkaca
menimbulkan kegemparan. Tali pusar
Gatotkaca tidak bisa diputus dengan benda
tajam apapun. Arjuna datang menolong.
Dengan menggunakan sarung senjata
Kuntawijayadanu, Arjuna berhasil
memotong tali pusar Gatotkaca. Namun

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 75


JEDA

KETELADANAN
PUNAKAWAN
K
isah Mahabrata terdiri dari beberapa versi. Ada versi lantas menjadi Nala Gareng. Artinya, memiliki banyak teman.
India, ada pula versi Jawa (Indonesia). Yang diceritakan Sebagai juru dakwah menyebarkan kebenaran, para wali tentu
dalam pewayangan di tanah air tentunya versi Jawa yang berharap mendapatkan sebanyak mungkin teman (ummat) yang
memiliki berbagai perbedaan dengan versi India. Dalam versi mengikuti ke jalan yang benar. Pertemanan direngkuh dengan
Jawa, ada kisah tentang Punakawan, yaitu sekelompok pelayan cara arif dan niatan mulia.
yang mengiringi Pandawa maupun Kurawa dalam mengarungi
kehidupan. Jika pernah mendengar hikayat empat sekawan PETRUK
Semar, Petruk Gareng, dan Bagong, merekalah Punakawan
Pandawa. Sedangkan Punakawan Kurawa digambarkan dengan Nama Petruk, diadaptasi dari kata Fatruk, merupakan pangkal
sosok Togog. dari ajaran tassawuf yang berbunyi “Fat-ruk kulla maa siwaLLaahi”
yang artinya tinggalkan semuanya kecuali Allah. Wejangan
Para Punakawan ini pun memiliki karakter-karakter yang sarat tassawuf ini menjadi pegangan dan watak utama dari para wali
dengan keteladanan, mengindikasikan bermacam peran sosial dan aulia. Petruk juga sering disebut sebagai Kathong Bolong,
dalam masyarakat, seperti penghibur, badut, pengamat dan yang memiliki arti kantung yang berlubang. Maknanya, setiap
kritisi sosial bahkan sebagai sumber nasihat kebenaran. Kisah- manusia harus menzakatkan hartanya dan menyerahkan jiwa
kisah mereka sering dituturkan dengan cerita jenaka yang raganya kepada Allah SWT secara ikhlas, seperti berlubangnya
menghibur. Dalam pertunjukan wayang, sosok Punakawan kantong yang tanpa penghalang.
dijadikan pamong atau guru untuk tokoh wayang utama.
Karena pada dasarnya setiap manusia memerlukan penasihat, BAGONG
pengayom, atau guru. Manusia adalah mahluk yang lemah,
Nama Bagong diadaptasi dari kata Baghaa yang memiliki arti
hidupnya memerlukan orang lain untuk mengarahkan dan
berontak terhadap kebatilan dan keangkaramurkaan. Bagong
memberikan saran dalam menghaapi berbagai persoalan
merupakan bayangan Semar, namun memiliki karakter lancang
kehidupan.
dan suka berlagak bodoh, seperti halnya sifat manusia yang
Berbagai sumber menyebutkan, hadirnya tokoh-tokoh terkadang meski sudah mengetahui akan suatu kebatilan namun
Punakawan ini adalah gubahan dari Walisongo. Wayang adalah masih lancang mencoba dan berlagak bodoh saat melakukannya.
halo
seni tradisional yang menjadi hiburan utama masyarakat zaman INTERNIS

itu. Para waliyullah memanfaatkan kesenian ini untuk berdakwah


menyampaikan syiar Islam. Maka, dalam kisah-kisah Punakawan
ditemukan asimilasi budaya antara budaya Hindu dengan
budaya Islam, yang penuh dengan
tebaran-tebaran hikmah.

Berikut ini gambaran sosok empat


sekawan Punakawan Pandawa.

SEMAR

Nama Semar berasal dari bahasa Arab,


yakni Ismar yang berarti paku. Dalam
lidah Jawa menjadi Semar. Tokoh
Semar menjadi paku atau pengokoh
(penguat) terhadap ajaran kebenaran.
Sosoknya dijadikan penasihat
terhadap segala permasalahan.
Agama adalah pedoman hidup
manusia, dan Semar adalah simbol
dari prinsip hidup setiap manusia.

GARENG

Nala Gareng atau biasa disebut


Gareng, diadaptasi dari kata Naala
Qariin, yang dalam lidah Jawa

76 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


JEDA

Seni &
Dakwah
P
ementasan wayang konon telah ada di bumi Nusantara
semenjak 1500 tahun yang lalu. Saat itu kebanyakan
masyarakat Indonesia masih memeluk kepercayaan
animisme berupa pemujaan roh nenek moyang yang disebut
hyang atau dahyang. Kemudian dilanjutkan oleh Walisongo pada
abad ke-17.

Pada mulanya bentuk wayang menyerupai relief atau arca


seperti yang terdapat pada Candi Borobudur dan Prambanan.
Selanjutnya ketika Walisongo mulai menggunakan wayang
sebagai media dakwahnya, para wali khususnya Sunan
Kalijogo, melakukan berbagai penyesuaian agar lebih sesuai
dengan ajaran Islam. Bentuk wayang pun diubah yang awalnya
menyerupai manusia menjadi bentuk yang baru. Wajahnya
miring, leher dibuat memanjang, lengan memanjang sampai kaki
dan bahannya terbuat dari kulit kerbau.

Dalam pertunjukan cerita-ceritanya selalu disusupkan nilai-nilai


luhur. Dalam lakon Bima Suci misalnya, Bima yang menjadi tokoh
sentral diceritakan menyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa
sebagai pencipta dunia dan segala isinya. Bima pun mengajarkan
keyakinannya itu kepada saudaranya. Lakon ini juga berisi ajaran-
ajaran tentang menuntut ilmu, bersikap sabar, berlaku adil, dan
bertatakrama dengan sesama manusia.

WAYANG GOLEK

Selain wayang kulit, masyarakat Indonesia juga mengenal


wayang golek dan wayang orang. Wayang golek adalah seni
pertunjukan yang media wayangnya terbuat dari boneka kayu.
hiburan yang sehat, tentu saja wayang golek juga berfungsi
Pertunjukan wayang golek sangat populer terutama di wilayah
sebagai penyebar pengetahuan dan pendidikan, baik mengenai
Tanah Pasundan, yaitu Jawa Barat dan Banten. Tokoh dan lakon-
moral, etika, dan agama.
lakonnya juga hampir sama dengan wayang kulit. Sumber
ceritanya dari kisah Ramayana dan Mahabarata, dan tentu saja WAYANG ORANG
diampaikan dengan bahasa Sunda. Musik pengiringnya juga
dimainkan dari gamelan Sunda (salendro). Wayang orang adalah seni drama tari yang mengambil cerita
juga dari kisah Ramayana dan Mahabarata. Wayang orang
Konon wayang golek muncul pada masa penyebaran Islam adalah perwujudan drama tari dari wayang kulit purwa. Pada
oleh para Walisongo di tanah Pasundan, yakni pada masa mulanya, pertengahan abad ke-18, semua penari wayang
pemerintahan Raden Patah dari Kerajaan Demak. Sunan Gunung orang adalah penari pria, tidak ada penari wanita. Agak mirip
Jati memegang kendali pemerintahan di Kasultanan Cirebon dengan pertunjukan ludruk di Jawa Timur. Dalam berbagai buku
pada tahun 1568, dan memanfaatkan pergelaran wayang kulit mengenai budaya wayang disebutkan, wayang orang diciptakan
sebagai media dakwah untuk penyebaran agama Islam. Baru oleh Kangjeng Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I (1757 -
pada sekitar tahun 1584 Sunan Kudus menciptakan wayang 1795). Para pemainnya waktu itu terdiri atas abdi dalem istana.
golek. halo
INTERNIS

Fungsi wayang golek di tengah-tengah masyarakat mempunyai (Sumber: dari berbagai sumber)
kedudukan yang sangat terhormat. Di Selain sebagai sarana

Edisi XXVII, Agustus 2017 // HALO INTERNIS 77


HUMOR

CUMA BUTUH ISTIRAHAT

S
udah dua hari Budi sakit. Ia pergi
ke dokter yang praktek dekat rumah
kontrakannya.
“Saya tidak enak badan dok,” kata Budi
saat ditanya keluhannya.
Dokter lalu memeriksanya.
“Ah, Anda ini tidak apa-apa. Cuman perlu
istirahat satu minggu. Pasti sudah sehat
lagi,” kata dokter.
Buru-buru Budi menyahut. “Dok, saya tidak
bisa istirahat selama itu.”
Dokter menjawab,”Kenapa Pak? Masalah
kantor? Nanti akan saya buatkan surat
keterangan.”
OBAT KERAS Cucu penuh heran bertanya, “Petunjuk

S
obat? Apa maksud kakek? Obatnya
Budi menukas, “Bukan itu dok. eorang kakek yang sedang sakit melarang kakek bermain dengan kami?”
Masalahnya, kontrakan rumah saya tinggal setelah meminum obat yang
dua hari lagi..!” diresepkan dokter, terlihat berubah ”Iya!” jawab kakek tegas.
Keluarga memperhatikan kakek ini secara
keras menjauhi cucu-cucunya. Setiap kali “Perhatikan!” katanya sambil ia menunjuk
cucu-cucu mendekati atau ingin bermain ke pembungkus obat. “Tiga kali sehari
dengannya, ia akan menyuruh mereka setelah makan. OBAT KERAS! KEEP
SARAN DOKTER menjauh, kadang dengan cara agak kasar. AWAY FROM CHILDREN!”

S
eorang pria mengalami penyakit Keluarga prihatin, kuatir apakah ini efek
akibat gangguan kolesterol. Dokter samping dari obat yang diminum. Karena
pribadinya menyarankan ia berhenti
mengonsumsi makanan berlemak dan hanya
kakek ini tidak pernah demikian, ia selalu TULISAN DOKTER

D
senang bermain dengan anak-anak dan
boleh makan binatang yang bisa berenang. anak-anak senang bermain dengannya. okter Budi jatuh cinta pada seorang
Sang cucu tertua yang sudah remaja, gadis cantik bernama Susi. Suatu
Seminggu kemudian sang dokter hari, ia mengirimkan surat cintanya
memberanikan diri untuk bertanya kepada
berkunjung ke rumah sang pria. kepada Susi. Berhari-hari setelah itu Susi
sang kakek.
baru membalasnya.
Pembantu si pria mengatakan bahwa
“Kenapa tiba-tiba kakek tidak ingin
majikannya sedang berada di kolam Begini isi balasan surat dari Susi.
bermain dengan cucu-cucu lagi? Kami
renang. Sang dokter senang, karena
sangat senang bermain dengan kakek,”
selain mengikuti anjurannya pasiennya “Dokter Budi, suratmu sudah Susi terima.
tanya sang cucu.
itu juga mulai berolahraga. Ia pun diantar Mohon maaf agak terlambat membalasnya,
si pembantu ke kolam renang. Alangkah “Ini serius. Ini demi keselamatan para cucu karena Susi harus ke apotek dulu minta
terkejutnya sang dokter mendapati sekalian. Kakek harus menuruti petunjuk bantuan seorang apoteker untuk bacakan
pasiennya sedang melatih kambing obat,” jawab sang kakek dengan serius. suratmu.”
berenang.

78 HALO INTERNIS // Edisi XXVII, Agustus 2017


Selamat & Sukses
ATAS TERSELENGGARANYA
KONFERENSI KERJA XIV PAPDI
13-16 JULI 2017, IJEN SUITES RESORT & CONVENTION MALANG

Edisi XXVII, Juli 2017 // HALO INTERNIS