Anda di halaman 1dari 7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Kingdom animalia memiliki beberapa tingkatan untuk membagi hewan-hewan


yang terdapat di muka bumi ini. Tingkatan tertinggi pada kingdom animalia tersebut
adalah mamalia. Pada umumnya, semua jenis mamalia memiliki rambut yang
menutupi tubuhnya. Jumlah rambut tersebut berbeda-beda antara spesies yang satu
dengan yang lain. Ada spesies yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh rambut dan ada
pula spesies yang hanya memiliki rambut di tempat-tempat tertentu pada bagian
tubuhnya. Mamalia merupakan hewan yang bersifat homoioterm atau sering disebut
hewan berdarah panas. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk menyesuaikan diri
dengan lingkungan sekitar (Campbell, 2002).

Mammalia merupakan hewan yang menyusui, memiliki rambut dan berbulu serta
memiliki tulang belakang dan reproduksinya secara melahirkan. Pada 144 dan 65 juta
tahun yang lalu, mammalia memiliki tubuh seperti tikus yang hidup pada zaman
sekarang. Mammalia memiliki tulang pendengaran dalam setiap telinga dan satu
tulang di setiap sisi rahang bawah. Vertebrata lain yang memiliki telinga hanya
memiliki satu tulang pendengaran, yaitu stapes dalam setiap telinga dan paling tidak
tiga tulang lain di setiap sisi rahang (Payne, Francis, Phillipps dan Kartikasari, 2000).

Mamalia hidup diberbagai habitat mulai dari kutub sampai dengan equator. Mulai
dari gurun-gurun pasir, hutan lebat sampai dasar laut, banyak hidup secara diurnal.
Spesies tertentu sebagai hewan paus yang diburu, dan spesies lainnya jinak. Beberapa
pemakan daging (carnivora), sebagai hewan pengerat, sebagai pemakan biji-bijian dan
buah-buahan serta beberapa sumber penyakit. Hewan ternak memiliki peranan yang
sangat penting bagi manusia karena merupakan bahan makanan, bahan pakaian dan
alat transportasi. Mamalia memiliki ciri-ciri khusus tubuh yang biasanya diliputi oleh
bulu atau rambut yang lepas secara periodik (Jasin, 1992).

Adapun ciri-ciri khusus dari kelas mamalia adalah tubuhnya biasanya diliputi bulu
atau rambut yang lepas secara periodik, kulitnya banyak mengandung kelenjar, yaitu
kelenjar sebacius, keringat, bau dan susu. Pada mammalia umumnya dapat dibedakan
morfologinya caput, truncus dan cauda. Caput dihubungkan dengan truncus dengan
leher. Pada caput terdapat cavum oris berpangkal lidah. Lidah terdiri atas otot-otot,
sehingga ia dapat berubah bentuk dan dapat digerakkan. Cranium atau tempurung
kepala memiliki occipitale condyle, tulang lehernya biasanya terdiri atas 7 ruas, ekor
biasanya panjang dan dapat digerak-gerakkan. Memiliki empat anggota atau kaki,
kecuali anjing laut dan singa laut tidak memiliki kaki belakang, masing-masing kaki
memiliki kurang lebih 5 jari yang bermacam-macam yang disesuaikan dengan
keperluan berjalan, lari, memanjat, membuat lubang, berenang atau meloncat, jari-jari
berkait tanduk atau berkuku atau berteracak dengan bantalan-bantalan daging. Jantung
sempurna terbagi atas empat ruangan (dua auricular, dua ventricular), pernapasannya
hanya dengan paru-paru. Laring mempunyai tali suara, memiliki vesica urinaria dan
hasil ekskresi berupa cairan urine (Campbell, 1999).

Mamalia merupakan salah satu kelas dari kingdom animalia yang memiliki
sejarah evolusi hampir sempurna dibandingkan dengan kelas yang yang lain.
Mammalia adalah organisme yang memiliki kelenjar susu (glandula mammae) yang
dapat menghasilkan susu dan memiliki daun telinga untuk membantu pendengaran.
Mammalia juga mempunyai rambut yang menutupi seluruh bagian tubuhnya (Kant,
2001).

Selama periode jura, mamalia sejati pertama muncul dan berdiversifikasi


menjadi sejumlah garis keturunan, kebanyakan di antaranya telah puna. Namun
selama Era Mesozoikum, sebagian mamalia tetap berukuran kira-kira sebesar celurut
masa kini. Salah satu penjelasan yang mungkin untuk ukuran yang kecil tersebut
adalah bahwa dinosaurus telah menempati relung-relung ekologis hewan yang
bertubuh besar (Campbell, 2012).
Pada awal Periode Kreta, ketiga garis keturunan utama mamalia yang ada
telah muncul monotremata (mamalia bertelur), marsupialia (mamalia berkantong),
dan euteria (mamalia berplasenta). Setelah kepunahan dinosaurus besar, petrosaurus,
dan reptil laut pada periode Kreta akhir, mamalia mengalami radiasi adaftif yang
memunculkan predator dan herbivor berukuran besar serta spesies-spesies yang bisa
terbang maupun akuatik (Campbell, 2012).

Mencit secara biologis memiliki ciri umum, yaitu berupa Rambut berwarna putih
atau keabu-abuan dengan warna perut sedikit lebih pucat. Mencit merupakan hewan
nokturnal yang sering melakukan aktivitasnya pada malam hari. Perilaku mencit
dipengaruhi oleh beberapa faktor , diantaranya faktor internal seperti seks, perbedaan
umur, hormon, kehamilan, dan penyakit faktor eksternal seperti makanan, minuman,
dan lingkungan disekitarnya (Smith dan Mangkoewidjojo, 1998).

Mencit memiliki berat badan yang bervariasi . Berat badanketika lahir berkisar
antara 2-4 gram, berat badan mencit dewasa berkisar antara 20-40 7gram untuk
mencit jantan dan 25-40 gram untuk mencit betina dewasa. Sebagai hewan pengerat
mencit memilki gigi seri yang kuat dan terbuka. Susunan gigi mencit adalah
indicisivus ½, caninus 0/0, premolar0/0, dan molar 3/3 (Setijono,1985). Mencit dapat
bertahan hidup selama 1-2 tahun dan dapat juga mencapai umur 3 tahun. Lama
bunting 19-21 hari sedangkan umur untuk siap dikawinkan 8 minggu. Perkawinan
mencit terjadi pada saat mencit betina mengalami estrus.Satu induk dapat
menghasilkan 6-15 ekor anak (Smith dan Mangkoewidjojo, 1988).
HASIL PEMBAHASAN

4.1 MORFOLOGI MAMALIA

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa morfologi


pada Mus musculus terdiri atas caput, truncus, cauda, cavum oris, organon visus.
Tubuh Mus musculus ditutupi oleh rambut yang berwarna putih. Pada bagian perut
Mus musculus terdapat kelenjar mamae (kelenjar susu) namun pada Mus musculus
jantan kelenjar tersebut tidak berkembang, hanya terdapat pada Mus musculus betina,
hal ini dikarenakan fungsinya untuk menyusui anaknya. Terdapat sepasang organon
visus (mata) pada bagian caput, Mus musculus memiliki sepasang auriculae (telinga)
yang lebar. Mus musculus mempunyai kumis (vibrisae) pada bagian moncongnya
(cavum oris). Hewan ini memiliki cervix yang jelas, pada kaki depan terdapat 5 buah
digiti dan pada kaki belakang terdapat 4 digiti.

Struktur morfologi mencit terdiri atas bagian caput, truncus, extremitas liberae.
Pada bagian caput terdiri atas telinga yang berfungsi untuk pendengaran, porus
acusticus externa, organon visus dengan palpebrae superior dan inferior, serta plica
semilunaris pada sudut mata sebelah medial, kemudian ada nares dan rima oris yang
dibatasi oleh labium superius dan labium inferius dengan bagian dalam adalah labium
superius, lalu pada bagian truncus terdiri atas dada, punggung, perut, pantat,daerah
antara alat kelamin luar dan anus, serta ekor. Jika mencit dilentangkan akan tampak
papila mammae yang terletak pada inguinal, lalu organa genitalia externa pada hewan
betina yaitu vulva (celah yang dibatasi oleh labia majora) dan klitoris (alat kecil
homolog dengan penis), organa genitalia externa hewan jantan yang terdiri atas penis
dengan gland penis yang ditutupi oleh praeputium dan scrotum (kantong testis)
(Seeley, 2007).

4.2 ANATOMI MAMALIA

Sistem dalam tubuh mencit terbagi dengan beberapa sistem yaitu kardiovaskular,
digestonum, respiratorium, urogenitale, dan nervosum. Pada sistem peredaran darah
pada mencit terdiri atas atrium dexter (tempat bermuaranya vena cava), atrium sinister
(tempat bermuaranya vena pulmonalis), ventrikel sinister (dinding lebih tebal
daripada atrium, tempat keluarnya aorta), dan kapiler dexster merupakan tempat
keluarnya arteri pulmonalis, pada sistem pencernaan tikus putih terdiri atas cavum
oris yang terdiri atas palantum durum (langit-langit keras) terdapat di bagian depan,
palantum molle (langit-langit lunak) di bagian belakang. Dentes, dens insivus, dens
caninus tidak ada, dens premolare, dens molare. Lingua mempunyai banyak papilae
(tonjolan kecil), pharynx, esophagus bermuara di mediorostral ventriculus, ventriculus
mempunyai bagian-bagian yaitu curavtura minor, curavtura major, cardia (tempat
bermuaranya esophagus), pylorus (tempat keluarnya intestinum dari ventriculus,
omentum majus, omentum minus. Intestinum tenue terdiri atas duodenum, jejenum,
ileum. Coceum, merupakan batas antar intestinum tenue dan intestenum crassum,
mempunyai haustra (bagian yang menonjol), incisura (lekukan diantara dua haustra),
taenia (lapisan otot berbentuk pita), intestinum crassum yang berakhir pada rectum
dan anus (Guinan, 2006).

4.3 SISTEM UROGENITAL MAMALIA

Sistem ekskresi pada Mus musculus, yaitu sepasang ginjal yang bentuknya seperti
kacang capri sama halnya dengan ginjal manusia. Didalam ginjal ini terjadi sistem
ekskresi dimana ginjal bekerja sebagai menyaring darah atau zat-zat sisa metabolisme
yang berubah menjadi urin. Saluran dimulai dari ginjal yang melakukan
pengekskresian dilanjutkan ke uterus, kandung kemih dan terakhir bermuara ke uretra.
Ruang medial ginjal disebut pelvis renalis berhubungan dengan kandung kemih
melalui ureter. Dari kandung kemih keluar uretra yang bersatu dengan sinus genitalis
(pada betina) dan vas deferens (pada jantan). Sistem reproduksi pada jantan yaitu
terdapat scrotum yang membungkus testis. Kemudian ada vas deferens atau saluran
sperma yang berfungsi untuk menampung sperma yang dihasilkan oleh testis. Pada
reproduksi betina terdapat ovarium yang berfungsi untuk pembentukan ovum,
kemudian terdapat oviduk yang merupakan tempat terjadinya pembuahan dan
dilanjutkan ke uterus (rahim) yang merupakan tempat perkembangan embrio dan
lanjut ke vagina yaitu saluran untuk melahirkan. Perkembangan embrio terjadi dalam
uterus (Brotowidjoyo, 1989).

4.4 SISTEM RANGKA

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa sistem skeleton
pada Mus musculus yaitu terdapat mandibula, cervical vertebrae (tulang leher), carpal
(tulang telapak tangan), metacarpal, ulna, humerus, sternum (tulang dada), vertebrae
(tulang belakang), metatarsus (telapak kaki), tarsus, tibia, femur (paha), caudal
vertebra (tulang ekor) dan juga ischium.
Menurut Suyanto (2002) bahwa sistem skleleton pada mamalia terdiri atas ekstremitas
anterior dan posterior yang meliputi 5 digiti pada metakarpus dan
metatarsus.Vertebrae yang terdiri atas 7 vertebrae cervicalis, 13 vertebrae thoracalis, 6
vertebrae lumbalis, 4 vertebrae sacralis, dan vertebrae caudales. Sternum terdiri atas
manubrium sterni, corpus sterni (gladiolus), dan processus xiphiod (xiphisternum).
Costae terdiri atas 7 pasang rusuk sejati (costae verae), 3 pasang rusuk palsu (costae
spurae), dan 2 pasang rusuk melayang (costae fluntuates). Skeleton truncus dapat
dibagi dalam columna vertbralis, costae, dan sternum.
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, N. A, Jane B. Reece, dan Lawrence G. Mitchell. 2002. Biologi Jilid 3.


Jakarta: Erlangga.

Campbell. 2012. Buku Ajar Biologi. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Campbell, N. A, dan Reece Jane B. 1999. Biologi. Jakarta: Erlangga.

Payne, J., Francis. C.M., Philips. K. dan Kartikasari. S.N. 2000.


Mamalia di Kalimantan, Sabah, Serawak dan Brunei Darussalam. Prims
Centra. Jakarta.

Jasin, Maskoeri. 1992. Zoologi Vertebrata. Sinar Wijaya. Surabaya.

Kant, G. C., R. K. Carr.2001. Comparative of the Anatomy Vertebrates Ninth Edition.


Mc Graw Hill Companies Inc.New York.
Guinan, J.J. 2006. Olivocochlear Efferents: Anatomy, Physiology, Function, and the
Measurement of Animal. Ear & Hearing 27, 589-607.
Suyanto, Agustinus. 2002. Mammalia di Taman Nasional Gunung Halimun Jawa
Barat. Biodiversity Conservation Project. Bogor.

Brotowidjoyo, M. D. 1989. Zoologi Dasar. Erlangga. Jakarta.


Seeley, R.R., et al. 2007. Anatomy and Physiology, 8tb ed. McGraw-Hill Book.
New York.

Smith, B. J. B dan S. Mangkoewidjojo.1998. Pemeliharaan Pembiakan dan


Penggunaan Hewan Percobaan di Daerah Tropis. Universitas Indonesia. Jakarta.

Setijono, M. M. 1985. Mencit (Mus musculus) Sebagai Hewan Percobaan. Skripsi.


Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor. Bogor