Anda di halaman 1dari 24

LIGAN DAN TATA NAMA SENYAWA KOORDINASI

Written By Musrin Salila on Selasa, 27 April 2010 | 08.26

I. PENDAHULUAN

A. Deskripsi Singkat

Bab ini akan membahas tentang jenis-jenis ligan ditinjau dari jumlah atom donor yang
dimilikinya. Disamping itu akan dibahas pula tatanama senyawa koordinasi yang didasarkan
pada: (1) Nama dan jumlah ligan yang ada serta nama dan jumlah atom pusat beserta tingkat
oksidasinya. (2) Nama dan jumlah ligan, nama dan jumlah atom pusat serta muatan dari
kompleks yang ada.

B. Relevansi

Bab ini merupakan pendalaman terhadap materi kimia dasar, khususnya ikatan
kovalen koordinasi yang menjadi dasar dalam mempelajari ligan dan tatanama senyawa
koordinasi. Pemahaman mahasiswa terhadap bab ini pula akan memudahkan mereka dalam
mempelajari isomerisme senyawa koordinasi dan Teori Ikatan Valensi yang akan dibahas
pada bab selanjutnya. .

C. Kompetensi Dasar

Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa dapat:

1. Menjelaskan jenis-jenis ligan.

2. Memberikan contoh-contoh ligan.

3. Menentukan bilangan koordinasi atom/ion pusat.

4. Menentukan bilangan oksidasi atom/ion pusat.

5. Memberikan nama senyawa koordinasi.

6. Menuliskan rumus senyawa koordinasi.


II. PENYAJIAN

A. Uraian Materi

1.1 Ligan

Ligan merupakan basa Lewis yang memiliki pasangan elektron bebas misalnya ligan
NH3, H2O dan Cl- atau memiliki pasangan elektron π misalnya ligan C2H2 (asetilena),
C2H4 (etilena) dan C6H6 (benzena). Suatu ligan dapat memiliki elektron yang tidak
berpasangan disamping pasangan elektron π. Misalnya ligan C5H5 (siklopentadiena),
C3H5 (alil) dan NO (nitrosil).

Di dalam ligan terdapat atom donor yaitu atom yang memiliki pasangan elektron
bebas atau atom yang terikat melalui ikatan π. Melalui atom donor tersebut suatu ligan
melakukan ikatan kovalen koordinasi dengan atom pusat yang ada. Berdasarkan jumlah atom
donor yang dimilikinya ligan dapat dikelompokkan sebagai ligan monodentat, bidentat,
tridentat, dan seterusnya. Beberapa contoh ligan di berikan dibawah ini:

Ligan yang memiliki lebih dari satu atom donor yaitu ligan bidentat, tridentat, dan seterusnya
seringkali disebut sebagai ligan polidentat. Pada ligan yang memiliki dua atau lebih atom
donor. Atom-atom donor tersebut dapat berikatan dengan ion pusat yang sama seperti pada
contoh-contoh dibawah ini:

Senyawa kompleks sepit (chelete complex)

Atom donor yang memiliki lebih dari satu pasangan elektron bebas dapat berikatan dengan
lebih dari satu atom atau ion pusat. Pada keadaan tersebut ligan ini berfungsi sebagai
jembatan antara atom-atom atau ion pusat yang ada pada ligan Cl- pada kompleks berikut.

Dalam menulis suatu ligan. Gugus yang ada seringkali ditulis dalam bentuk singkatan,
misalnya:

Mc = Metil Bu = butyl

Et = etil Ph = fenil

Pr = propil Cy = sikloheksil
Ligan yang memiliki elektron π dalam berikatan dengan atom pusat adalah melalui atom-
atom yang terlibat dalam ikatan π yang ada seperti pada contoh berikut:

Ligan yang memiliki ikatan π dan elektron yang tidak berpasangan merupakan donor
elektron ganjil seperti alil dan siklopentadienil. Ligan alil dapat mendonorkan tiga elektron
sedangkan siklopentadienil dapat mendonorkan lima elektron. Ligan-ligan tersebut dapat
mengadakan ikatan karbon logam sehingga senyawa yang terbentuk merupakan seyawa
organometalik.

Pada senyawa kompleks banyaknya atom donor yang terikat pada atom atau ion pusat
disebut bilangan koordinasi. Bilangan koordinasi tidak sama dengan bilangan oksidasi atau
tingkat oksidasi. Bilangan oksidasi dari atom yang berikatan adalah muatan yang dimiliki
oleh atom tersebut apabila elektron-elektron dalam setiap ikatan diberikan pada atom yang
lebih elektronegatif. Dibawah ini diberikan beberapa contoh ion dan molekul kompleks
beserta bilangan koordinasi dan bilangan oksidasi dari atom atau ion pusat yang ada.

Kompleks Ion pusat Bilangan Bilangan


Koordinasi Oksidasi
[Ag (NH3)2]+ Ag+ 2 +1
[HgI3]- Hg2+ 3 +2
[Zn (NH3)4]+ Zn2+ 4 +2
[Fe (CO)5] Fe 5 0
[Fe (CN)6]3- Fe3+ 6 +3
[ZrF7]3- Zr 7 +4
[Mo (CN)8]4- Mo4+ 8 +4

Didalam senyawa kompleks bilangan koordinasi yang sering dijumpai adalah 4 dan 6.

1.2 Tatanama Senyawa Koordinasi

Pada awal perkembangannya, terutama sebelum tahun 1930 senyawa koordinasi atau
senyawa kompleks penamaannya adalah didasarkan atas penemu warnanya. Senyawa-
senyawa kompleks yang namanya didasarkan atas penemunya misalnya garam Vauquelin
[Pd(NH3)4][PdCl4], garam magnus, [Pt(NH3)4][PtCl4] senyawa Gmelin
[Co(NH3)6]2(C2O4)3 dan garam Zeise K[PtCl3(C2H4)].H2O. Senyawa-senyawa kompleks yang
namanya didasarkan atas warnanya adalah Biru Prusia (Prusian Blue), K[Fe(CN)6].H2O,
kompleks luteo (kuning) [Co(NH3)5Cl]Cl2, dan kompleks praseo (hijau), [Co(NH3)4Cl2]Cl.
Sekarang penamaan senyawa kompleks tidak lagi didasarkan atas penemu atau warnanya.

Penamaan senyawa kompleks ada dua cara. Cara pertama didasarkan atas nama dan
jumlah ligan yang ada serta nama dan jumlah atom pusat beserta tingkat oksidasinya. Cara
yang kedua didasarkan atas nama dan jumlah ligan, nama dan jumlah atom pusat serta
muatan dari kompleks yang ada. Penamaan senyawa kompleks melibatkan banyak aturan
dimana semakin rumit senyawanya semakin banyak aturan yang harus diterapkan. Aturan-
aturan penamaan senyawa kompleks adalah sebagai berikut.

1. Nama Ligan

a. Ligan netral

Ligan netral diberi nama seperti nama senyawanya kecuali beberapa ligan seperti
NH3, H2S, H2Te dan CO.

Singkatan atau
Nama Senyawa Nama Ligan
Rumus Kimia
Asetonitril asetonitril MeCN
Etilenadiamena etilenadiamena en
Piridina piridina py
2,2’-bipiridina 2,2’-bipiridina bpy
1,10-fenantrolina 1,10-fenantrolina phen
Trifenilfosfina trifenilfosfina PPh3
Trifenilarsina trifenilarsina AsPh3
Trifenilstibina trifenilstibina SbPh3
Trisikloheksilfosfina trisikloheksilfosfina Pcy3
Ammonia amina NH3
Hydrogen sulfide sulfan H2S
Hydrogen telurida telan H2Te
Karbon monoksida karbonil CO

Struktur dari beberapa ligan diatas adalah seperti dibawah ini:

Jika E = P namanya adalah trifenilfosfina

E = As namanya adalah trifenilarsina

E = Sb namanya adalah trifenilstibina

b. Ligan bermuatan negatif

i. Anion yang namanya berakhiran dengan –da, sebagai ligan akhiran –da diganti dengan
–do seperti dibawah.

Rumus Kimia Nama ion Nama Ligan


NH2- amida amido
NH2- imida imido
N3- azida azido

Kecuali untuk ligan-ligan berikut:

Rumus kimia Nama ion Nama ligan


F- flourida flouro
Cl- klorida kloro
Br- bromida bromo
I- iodida iodo
O2- oksida okso
H- hidrida Hidro (hidrido)

ii. Anion yang namanya berakhiran dengan –it atau –at sebagai ligan pada akhiran
tersebut ditambah dengan akhiran –o, dan atom donor yang berikatan dengan atom atau ion
pusat dituliskan dibagian depan seperti contoh-contoh berikut.
Rumus kimia Nama ion Nama ligan
ONO- Nitrit Nitrito
NO2- Nitrit Nitro
ONO2- Nitrat Nitrato
OSO2- Sulfit Sulfito
OSO32- Sulfat Sulfato
SCN Tiosianat Tiosianato
NCS- Isotiosianat Isotiosianato

2. Bila didalam senyawa kompleks terdapat lebih dari satu macam ligan, urutan
penyebutan nama ligan adalah secara alfabetik terlepas dari jumlah dan muatan ligan
yang ada. Pada aturan lama (sebelum tahun 1971) ligan negatif disebut lebih dahulu
secara alfabetik kemudian diikuti dengan ligan yang netral yang disebut secara alfabetik
pula. Jumlah ligan yang ada dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra dan seterusnya.
Apabila awalan-awalan tersebut telah digunakan untuk menyebut jumlah substituen yang
ada pada ligan maka jumlah ligan yang ada dinyatakan dengan awalan bis, tris, tetrakis
dan seterusnya. Ligan yang terdiri dari dua atau lebih atom ditulis didalam tanda kurung.

3. Nama senyawa kompleks netral dinyatakan dengan satu kata sedangkan nama senyawa
kompleks ionik dinyatakan dengan dua kata dimana nama kation disebut lebih dulu.

4. Pada senyawa kompleks ditunjukan:

a. Bilangan oksidasi dari ion pusat dengan angka romawi (angka stock).

b. Muatan dari ion kompleks dengan angka arab ditambah tanda (+) untuk ion positif
dan tanda (-) untuk ion negatif (angka Ewens-Bassett).

5. Nama ion atau senyawa kompleks yang berisomer ditambah dengan awalan yang
menyatakan isomer yang ada seperti awalan cis-, trans-, fac-, mer-, dan lain-lain. Aturan
1 sampai 5 dapat digunakan untuk memberi nama ion atau senyawa kompleks yang
terdiri atas satu atom atau ion pusat dan beberapa ligan monodentat.

6. Nama ion kompleks positif diakhiri dengan nama logam beserta bilangan oksidasinya
atau muatan ion kompleks
Beberapa contoh senyawa kompleks dan namanya diberikan dibawah ini.

Kompleks Netral:

[AgCl(PPh3)3] = klorotris(trifenilfosfina)perak(I)

cis - [Pt(NH3)2Cl2] = cis-diaminadikloroplatina(II)

fac- [Ru(H2O)3Cl3] = fac-triakuatriklororutenium(III)

[BaI2(py)6] = diiodoheksapiridinabarium(II)

[Ni(CO)4] = tetrakarbonilnikel

[Co(NH3)3(NO2)3] = triaminatrinitrokobalt(III)

Catatan:

1. Tatanama senyawa kompleks dimana logam yang ada tingkat oksidasinya


ditunjukkan dengan angka Romawi dikenal sebagai tatanama sistematik.

2. Untuk senyawa kompleks netral sebaiknya penamaan dengan menggunakan angka


Romawi dan tidak menggunakan angka arab.

3. Bilangan oksidasi nol dari atom pusat boleh tidak dituliskan seperti bilangan
oksidasi Ni dalam [Ni(CO)4].

Kompleks Ionik:

K3[ Fe(CN)6 ] = kalium heksasianoferat(III) atau

Kalium heksasianoferat(3-)

K4[ Fe(CN)6 ] = kalium heksasianoferat(II) atau

kalium heksasianoferat(4-)

[V(CO)5]3- = ion pentakarbonilvanadat(-III) atau


ion pentakarbonilvanadat(3-)

[Fe(CO)4]2- = ion tetrakarbonilferat(-II) atau

ion tetrakarbonilferat(2-)

trans –[Co(NH3)4Br2]Br = trans-tetraminadibromokobalt(III) bromida atau

trans-tetraminadibromokobalt(1+) bromida

[Cu(NH3)4]SO4 = tetraaminatembaga(2+) sulfat atau

tetraaminatembaga(II) sulfat

[Cu(NH3)4][PtCl4] = tetraaminatembaga(II) tetrakloroplatina(II) atau

tetraaminatembaga(2+) tetrakloroplatina(2-)

[Mg(MeCN)6[MgBr4] = heksaasetonitrilmagnesium(II)tetrabromomagnesat(II)

atau

heksaasetonitrilmagnesium(2+)tetrabromomagnesat(2-)

Untuk senyawa-senyawa kompleks yang lebih rumit ditambahkan aturan 7 sampai 12.

7. Nama ligan yang membentuk jembatan antara dua atom atau ion pusat diberi awalan μ-
atau μ2-; awalan μ3- ditambahkan pada nama ligan bila ia membentuk jembatan antara
tiga atom atau ion pusat.

Ligan yang membentuk jembatan dapat disebut lebih dulu.

Contah: [(NH3)5Cr-OH-Cr(NH3)5]Cl5

8. Pada ligan yang dapat berikatan di dua tempat (ligan ambidentat) seperti NO2- (nitro),
ONO-(nitrito), SCN- (tiosianato) dan NCS- (isotiosianato) dalam penulisan rumus
senyawa kompleksnya atom donor ditulis lebih dekat ke atom atau ion pusat yang ada.
Contoh:

[Ru(NH3)5(NO2)]Cl

pentaaminanitrorutenium(II) klorida atau pentaaminanitrorutenium(1+) klorida

trans-[Cr(NH3)4(SCN)2]Br

trans-tetraaminaditiosianatokromium(III) bromida

atau trans-tetraaminaditiosianatokromium(1+) bromida

9. Pada ligan yang memiliki lebih dari satu atom donor (ligan polidentat), atom donor
yang berikatan dengan atom atau ion pusat dinyatakan dengan symbol dari atom tersebut
ditulis dengan huruf miring setelah nama ligan yang bersesuaian.

10. a. Bila pada senyawa kompleks terdapat dua atom atau ion pusat yang saling berikatan
dan senyawanya simetrik maka digunakan awalan di atau awalan bis apabila
awalan di telah digunakan.

Contoh:

[Br4Re – ReBr4]4- ion bis[tetrabromorenat(II)]

atau ion bis(tetrabromorenat)(4-)

[(CO)5Mn – Mn(CO)5] bis(pentakarbonilmangan)

b. Bila senyawa tidak simetrik maka satu atom atau ion pusat yang ada beserta ligan-
ligan yang terikat padanya dianggap sebagai ligan dari atom atau ion pusat yang lain.

Contoh: [(CO)4Co – Re(CO)5] pentakarbonil(tetrakarbonilkobaltio)renium

11. Nama ligan yang tidak jenuh diberi awalan ŋ- (hapto), sedangkan banyaknya atom yang
terlibat dalam system tidak jenuh dinyatakan dengan angka pangkat pada awalan ŋ-
, Awalan ŋ5- digunakan bila ada 5 atom yang terlibat dalam system tidak jenuh seperti
pada ligan C5H5(siklopentadienil). Bila ada 2 atom yang terlibat dalam system tidak jenuh
digunakan awal ŋ- atau ŋ2-.
12. Kompleks bis (ŋ5-siklopentadienil) logam disebut juga kompleks meta-losena .

B. Soal-Soal Latihan

1. Dari spesies-spesies yang diberikan di bawah ini ditunjukkan spesies yang dapat
berfungsi sebagai ligan dan spesies yang tidak dapat berfungsi sebagai ligan.

a. H2 f. NH4+

b. H- g. C2H2

c. Be2+ h. C2H4

d. Cl- i. CH4

e. PPh3 j. O2-

2. Dari ligan-ligan dibawah ini tunjukkan ligan-ligan yang atom donornya memiliki PEB
dan ligan-ligan yang atom donornya terikat oleh ikatan π.

a. H2O f. C2H2

b. NH3 g. F-

c. dien h. Cis-2-butena

d. C2H4 i. benzena

e. AsPh3 j. PPh3

3. Dari ligan-ligan berikut yang dapat membentuk senyawa kompleks sepit adalah:

a. PPh3 d. 1,3-diaminopropana

b. etilenadiamina e. CO

c. NH3 f. EDTA
4. Berikan atom atau ion pusat, beserta bilangan koordinasi dan bilangan oksidasinya dari
spesies-spesies berikut:

a. [AuCl4]- f. [Ni (CO)4

b. [Pt (en)2 (NCS)2]2+ g. [Ru (NH3)3I3]

c. K4[Fe (CN)6 h. [Cr (en)2Cl2]+

d. K3[Fe (CN)6] i. [PtCl4]2-

e. [CO (O2CO)3]3 j. [Ru (NH3)5 (NO2)]Cl

5. Berikan nama ion atau senyawa kompleks berikut ini:

a. [Pt(en)2(SCN)2]2+ f. [Cu(NH3)4]3[Fe(CN)6]2

b. Na2[Fe(CO)4] g. [CO(CO)4]-

c. [Zn(NH3)(py)ClBr] h. [Pt(NH3)2(py)ClBr]

d. [Ru(NH3)5(NO2)]Cl i. [Cr(NH3)2(H2O)2 Br2]+

e. (NH4)3[Fe(CN)6] j. [(PPh3)3 Ag – CN – Ag(PPh3)3]+

6. Tuliskan rumus dari molekul kompleks dibawah ini:

a. Tris(etilenadiamina)nikel(II)bromide

b. Diaminaperak(I) heksasianoferat(II)

c. Triaminatritiosianatorodium(III)

d. Kalium diaminatetrabomokobaltat(III)

e. Heksaakuavanadium(III) nitrat

f. heksakarbonilmolibdenum

7. Tuliskan dari ion kompleks berikut


a. ion diaminadioksalato-O,O-kromat(III)

b. ion pentaakuaisotiosianatobesi(2+)

c. ion trikarbonato-O,O-kobaltat(3-)

d. ion diakuadioksalato-O,O-kromat(III)

e. ion etilenadiaminatetraklorokobalta(III)

C. Petunjuk Jawaban Latihan

1. Identifikasilah spesies-spesies tersebut!. Spesies yang dapat berfungsi sebagai ligan


adalah spesies yang memiliki pasangan elektron bebas atau memiliki pasangan elektron
π.

2. Ligan-ligan yang atom donornya terikat oleh ikatan π merupakan ligan yang berasal
dari golongan alkena dan alkuna.

3. Senyawa kompleks sepit dapat terbentuk jika adal ligan yang memiliki dua atau
lebih atom donor, dan atom donor tersebut dapat berikatan dengan ion pusat yang sama.

4. Pada senyawa kompleks banyaknya atom donor yang terikat pada atom atau ion
pusat disebut bilangan koordinasi. Sedangkan bilangan oksidasi dari atom yang
berikatan adalah muatan yang dimiliki oleh atom tersebut apabila elektron-elektron
dalam setiap ikatan diberikan pada atom yang lebih elektronegatif.

5. Untuk menjawab soal nomor 5-7, Pelajarilah aturan-aturan penamaan senyawa


kompleks. Identifikasilah senyawa tersebut apakah termasuk senyawa kompleks netral,
positif atau negatif. Kemudian terapkan aturan-aturan yang ada untuk memberikan
nama ataupun menuliskan rumus senyawa kompleks yang namanya sudah diketahui.

D. Rangkuman
Senyawa kompleks atau senyawa koordinasi dibentuk dari gabungan antara atom atau
ion pusat dengan ligan melalui ikatan kovalen koordinasi. Atom atau ion pusat berfungsi
sebagai asam Lewis sedangkan ligan sebagai basa Lewis.

Suatu spesies dapat berlaku sebagai ligan apabila memiliki pasangan elektron bebas
atau memiliki pasangan elektron π. Didalam senyawa kompleks atom pada ligan yang
berkaitan dengan atom atau ion pusat disebut atom donor. Berdasarkan banyaknya atom
donor yang ada pada suatu atom ligan, Ligan digolongkan menjadi ligan monodentat,
bidentat, tridentat, kuadridentat, pentadentat, heksadentat, dan seterusnya. Atom donor yang
memiliki lebih dari satu pasangan elektron bebas dapat berfungsi sebagai jembatan antara dua
atau lebih atom-atom ion pusat. Ligan yang memiliki lebih dari satu atom donor dapat
membentuk senyawa kompleks sepit. Banyaknya atom donor yang terikat pada atom atau ion
pusat disebut bilangan koordinasi.

Penamaan senyawa koordinasi didasarkan atas nama dan jumlah ligan serta nama logam
beserta tingkat oksidasinya yang dituliskan dengan angka romawi. Penamaan secara
demikian dikenal sebagai tatanama sistematik. Penamaan yang lain didasarkan atas nama dan
jumlah ligan serta nama logam beserta muatan kompleks yang ada yang ditulis dengan angka
arab. Nama kompleks netral dan kompleks kation diakhiri dengan nama logam diikuti degan
tingkat oksidasi logam atau muatan dari kompleks. Nama kompleks anion diakhiri dengan
akhiran –at, diikuti dengan tingkat oksidasi atom pusat atau mutan kompleksnya. Penamaan
senyawa kompleks mengikuti banyak aturan dimana semakin rumit senyawa kompleksnya
semakin banyak aturan yang harus diikuti.
III. PENUTUP

A. Tes Formatif

1. Spesies dibawah ini dapat berfungsi sebagai ligan, kecuali:

a. piridina c. asetilena

b. ion iodida d. etana

2. Spesies dibawah ini merupakan ligan dengan atom donor memilliki pasangan elektron
bebas, kecuali :

a. amonia c. propilena

b. air d. etilenadiamina

3. Spesies dibawah ini yang merupakan logam dengan atom donor terikat dengan ikatan π
adalah.

a. benzena c. etilenadiamina

b. dimetilamina d. dietilenatriamina

4. Ligan-ligan dibawah ini termasuk ligan bidentat, yaitu:

a. amonia c. 1,10-fenantrolina

b. etilenadiamina d. 2,2’-bipiridina

5. Contoh ligan tridentat adalah :

a. etilenadiamina c. 2,2’-bipiridina

b. dietilenatriamina d. EDTA

6. ligan dibawah ini yang dapat membentuk senyawa kompleks sepit adalah:
a. NH3 c. CO

b. PPh3 d. etilenadiamina

7. Pernyataan dibawah ini yang salah adalah:

a. Bilangan koordinasi Ag+dalam [Ag (NH3)2]+ adalah 2

b. Bilangan koordinasi Ni2+dalam [Ni (H2O)][NiCl4] adalah 4

c. Bilangan koordinasi CO3+dalam [CO (H2O)3 Cl3] adalah 6

d. Bilangan koordinasi CO3+dalam [CO (en)2 Cl2]+ adalah 4

8. Platina memiliki bilangan koordinasi enam pada:

a. K2[PtCl4] c. [Pt (NH3) (py) ClBr]

b. [Pt (en)2Cl2] d. [Pt (en)2][PtCl4]

9. Pernyataan dibawah ini yang salah adalah:

a. Bilangan koordinasi Agdalam [Ag (NH3)4](NO3) adalah +1

b. Bilangan koordinasi Ni dalam [Ni (CO)4] adalah +2

c. Bilangan koordinasi CO dalam [CO (en)3]3+ adalah +3

d. Bilangan koordinasi Fe dalam [Fe (CN)6]4- adalah +2

10. Kobalt mempunyai bilangan oksidasi -1 pada:

a. [CO (CO)6] c. [Co (NH3)3 (SCN)]

b. [CO (CO)4]- d. K3 [CoCl4]

11. Senyawa kompleks [AgBr(AsPh3)3] namanya adalah :

a. Bromotri(trifenilarsina)perak(I)
b. Bromotris(trifenilarsina)perak(I)

c. Bromotri(trifenilarsina)argentat(I)

d. Bromotris(trifenilarsina)argentat(I)

12. Senyawa kompleks Cu3[Fe(CN)6]2 namanya adalah

a. Tembaga(I)heksasianoferat(II)

b. Tembaga(I)heksasianoferat(III)

c. Tembaga(II)heksasianoferat(II)

d. Tembaga(II)heksasianoferat(III)

13. Ion kompleks [Cr(O2CO)3]3- namanya adalah :

a. Ion trikarbonatokromat(3-)

b. Ion triskarbonatokromat(3-)

c. Ion triskarbonato-O,O-kromat(3-)

d. Ion trikarbonato-O,O-kromat(3-)

14. Ion kompleks [Fe(CO)4]2- namanya adalah :

a. Ion tetrakarbonilbesi(II)

b. Ion tetrakarbonilbesi(III)

c. Ion tetrakarbonilferat(II)

d. ion tetrakarbonilfrat(-II)

15. Senyawa kompleks [Ni(en)2][nicl4] namanya adalah :

a. Dietilenadiaminanikel(II) tetrakloronikelat(II)
b. Bis(etilenadiamina)nikel(II)tetrakloronikel(II)

c. Bis(etilenadiamina)nikel(II)tetrakloronikelat(II)

d. Etilenadiaminanikel(II)tetrakloronikelat(II)

16. Ion kompleks [(NH3)5CO – OH – CO(NH3)5]5+ namanya adalah :

a. Ion µ-hidrokso-bis[pentaaminakobalt(III)]
b. Ion µ-hidrokso-bis[pentaaminakobaltat(III)]
c. Ion µ-hidrokso-di[pentaaminakobalt(III)]
d. Ion µ-hidrokso-di[pentaaminakobaltat(III)]

17. Rumus dari ammoniumheksasianoferat(4-) adalah

a. (NH4)[Fe(CN)6] c. (NH3)3[Fe(CN)6]

b. (NH4)2[Fe(CN)6] d. (NH4)4[Fe(CN)6]

18. Rumus dari kalium pentakarbonilvanadat(3-)adalah :

a. K[V(CO)5] c. K3[V(CO)5]

b. K2[V(CO)5] d. K4[V(CO)5]

19. Rumus dari pentaaminabromokobalt(III) sulfat adalah:

a. [CO(NH3)5Br](SO4)2 c. [CO(NH3)5Br2]SO4

b. [CO(NH3)5Br]SO4 d. [CO(NH3)5Br]2(SO4)3

20 Rumus dari diakuadiaminadiklorokobalt(II) adalah:

a. [CO(H2O)2(NH3)2Cl2]+ c. [CO(H2O)2(NH3)2Cl2]3+

b. [CO(H2O)2(NH3)2Cl2]2+ d. [CO(H2O)2(NH3)2Cl2]

21. Rumus dari ion heksanitritokobalt(III) adalah


a. [CO(ONO)6]2- c. [CO(NO2)6]2-

b. [CO(ONO)6]3- d. [CO(NO2)6]3-

22. Rumus dari ion trikarbonato-O,O-kromat(III) adalah

a. [Cr(CO3)3]2- c. [Cr(OCO2)3]3-

b. [Cr(CO3)3]3- d. [Cr(O2CO)3]3-

23. Rumus dari tetraaminatembaga(II)heksasianoferat(II) adalah:

a. [Cu(NH3)4]3[Fe(CN)6]2 c. [Cu(NH3)4]2[Fe(CN)6]

b. [Cu(NH3)4]2[Fe(CN)6] d. [Cu(NH3)4][Fe(CN)6]2

24. Rumus dari bis(etilenadiamina)nikel(II)tetresianonikelat(II) adalah

a. [Ni(en)2]2[Ni(CN)4] c. [Ni(en)2][Ni(CN)4]

b. [Ni(en)2][Ni(CN)4] d. [Ni(en)2]2[Ni(CN)4]3

25. Rumus dari pentakarbonilbesi adalah:

a. [Fe(CO)5]2+ c. [Fe(CO)5]2-

b. [Fe(CO)5]3+ d. [Fe(CO)5]
B. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan anda dalam menjawab soal-soal yang ada,
bandingkan hasil jawaban anda dengan kunci jawaban dibagian akhir modul ini. Hitunglah
jawaban yang benar. Kemudian gunakan rumus dibawah untuk mengetahui tingkat
penguasaan anda terhadap materi ini. rumus:

Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar x 100%

Jumlah soal tes formati

Arti tingkat penguasaan yang anda capai:

90% - 100% = baik sekali

80% - 90% = baik

70% - 80% = sedang

< 69% = kurang

jika anda mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas. Anda dapat malanjutkan ke kegiatan
belajar selanjutnya. Tetapi jika tingkat penguasaan anda masih dibawah 80% sebaiknya anda
mengulang Kegiatan Belajar ini dengan sungguh-sungguh, terutama bagian yang belum anda
kuasai.
C. Kunci Jawaban

1. Piridina, ion iodida memiliki pasangan elektron bebas, asetilena memiliki pasangan
elektron π, sedangkan asetilena tidak memiliki pasangan elektron bebas atau pasangan
elektron π. Spesies yang tidak dapat berfungsi sebagai ligan adalah etana.

Jawaban: d.

2. Pada propilena atom donor tidak memiliki pasangan elektron bebas.

Jawaban: c.

3. Ligan yang atom donornya terikat dengan ikatan π adalah benzena

Jawaban: a.

4. Yang bukan ligan bidentat adalah ammonia karena hanya memiliki sebuah atom donor.

Jawaban: a.

5. Dietilenatriamina memiliki tiga buah atom donor

Jawaban: b.

6. Ligan yang dapat membentuk senyawa kompleks sepit harus memiliki 2 atau lebih atom
donor. Etilenadiamina memiliki 2 atom donor, jadi dapat membentuk senyawa kompleks
sepit.

Jawaban: d.

7. Bilangan koordinasi Co3+ dalam [Co(en)2Cl2]2+ adalah enam karena en merupakan ligan
bidentat.

Jawaban: d.

8. Bilangan oksidasi platina pada [Pt(en)2Cl2] adalah enam karena en merupakan ligan
bidentat.

Jawaban: b.
9. Bilangan oksidasi Ni dalam [Ni (CO)4] adalah nol karena CO merupakan ligan netral.

Jawaban: c.

10. Bilangan oksidasi kobalt pada [Co (CO)]- adalah –1 karena CO merupakan ligan netral.

Jawaban: b

11. b 16. a 21. b

12. d 17. d 22. d

13. d 18. c 23. b

14. d 19. b 24. b

15. c 20. d 25. d


DAFTAR PUSTAKA

Brady, J. E., Russell, J. W., and Holum, J. R. 2000. Chemistry Matter and Its
Change,3rdEd. New York: Jhon Wiley & Sons, Inc.

Companion, A. L. 1964. Chemical Bonding. New York: McGraw-Hill Book Company.

Cotton, F. A. and Wilkinson, G. 1980. Advanced Inorganic Chemistry, a Comprehensive


Text, 4thEd. New York: Jhon Wiley & Sons.

DeKock, R. L. and Gray, H. B. 1980. Chemical Structure and Bonding. Menlo Park: The
Benjamin/Cummings Publishing Company.

Douglas, B. E., Mc Daniel, D. H., and Alexander, J.J. 1983. Problems for Inorganic
Chemistry.New York: Jhon Wiley & Sons, Inc.

Effendi. 1998. Kimia Koordinasi. Malang: FMIPA IKIP Malang

Effendi. 2003. Teori VSEPR dan Kepolaran Molekul. Malang: Bayu Media Publishing.

Huheey, J. E., Keiter, E. A., R. L. 1993. Inorganic Chemistry, Principles of Structure and
Reactivity, 4th Ed. New York: Harper Collins College Publisher.
Sugiyarto, K.H. 2000. Kimia Anorganik, Dasar-Dasar Kimia Anorganik. Yogyakarta:
FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
SENERAI

Ligan : Merupakan basa Lewis yang memiliki pasangan


elektron bebas atau memiliki pasangan elektron π

Basa Lewis : Suatu spesies yang bertindak sebagai donor pasangan


electrón.

Ligan polidentat : Ligan yang memiliki lebih dari satu atom donor yaitu
ligan bidentat, tridentat, dan seterusnya.

Bilangan koordinasi : Banyaknya atom donor yang terikat pada atom atau ion
pusat.

Bilangan oksidasi : Muatan yang dimiliki oleh atom tersebut apabila


elektron-elektron dalam setiap ikatan diberikan pada
atom yang lebih elektronegatif.

Atom pusat : atom yang terdapat dalam suatu molekul atau ion dan
berkaitan dengan dua terikat hanya pada satu atom yang
lain.

Atom terminal : atom yang terdapat dalam suatu molekul atau ion dan
terikat hanya pada satu atom yang lain.

Pasangan elektron bebas : pasangan elektron yang terdapat pada orbital valensi
suatu atom dan tidak digunakan untuk membentuk
ikatan.

Pasangan elektron ikatan : pasangan elektron yang dipakai secara bersama oleh
dua buah atom.

Substituen : atom atau gugus yang terikat pada atom pusat.

Anda mungkin juga menyukai