Anda di halaman 1dari 35

A.

Momen Gaya atau Torsi (Ʈ)


Momen gaya atau torsi adalah kecenderungan suatu gaya untuk memutar benda paada suatu sumbu. Secara
matematis, torsi merupakan hasil kali silang(cross product) antara lengan momen (lengan torsi) dengan vector gaya.
Torsi merupakan besaran vector dengan satuan m N (berbeda dengan satuan usaha walaupun memiliki dimensi yang
sama)

Ʈ=r x F
Ʈ= Rf sinƟ

Dengan
r = lengan momen (m),
F = gaya (N)
Ɵ = sudut antara F dan r1

1. Massa Gaya Positif


Momen gaya akan bertanda positif jika arah putaran berlawanan dengan arah jarum
jam

Ʈ = +(r x F)
2. Momen Gaya Negatif
Momen gaya akan bertanda negative jika arah putaran gaya searah dengan jarum
jam

Ʈ = - (r x F)

B. Momen Inersia (I)


Momen inersia adalah ukuran kelembaman suatu partikel untuk berotasi terhadap porosnya. Secara
matematis, momen inersia merupakan hasil kali antara massa partikel terhadap porosnya.
2
I = ∑mr

Dengan
m = massa partikel(kg)
r = jarak terhadap sumbu putarnya (m)
2
I = momen inersia (kg m )

Momen inersia suatu benda tergantung pada :


-Massa benda
-bentuk benda
-letak sumbu putar atau poros

Momen inersia untuk berbagai bentuk benda


No Nama Benda Letak Sumbu Putar Rumus
1. Batang a. Pada Ujung Batang 1
𝐼 = 𝑚𝐿2
3
L = panjang batang
M = massa batang
b. Di tengah - tengah 1
𝐼= 𝑚𝐿2
12

2. Silinder a. Silinder tipis berongga 𝐼 = 𝑚𝑟 2


(cincin) r = jari – jari silinder

b. Silinder pejal 1
𝐼= 𝑚𝑅2
2

3. Bola a. Bola berongga 2


𝐼= 𝑚𝑅2
3
r = Jari jari bola

b. Bola Pejal 2
𝐼= 𝑚𝑅2
5
1. Hubungan momen gaya dengan momen inersia
Gaya gaya yang bekerja pada hokum II newton.

𝐹
Oleh karena a =
𝑚
Oleh karena a = αr,maka

𝐹
αr =
𝑚
-F = mαr
Besar momen gaya menjadi
Ʈ=rxF
Ʈ= m x mαr
2
Ʈ=mr x α
2
Ʈ= ∑mr x α
Ʈ= I x α
Dengan :
2
I= momen inersia (kg m )
Α = percepatan (rad/s)
Ʈ= momen gaya (mN)

Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa momen gaya menimbulkan percepatan sudut
sehingga terjadi gerak rotasi.Benda yang berotasi mempunyai momentum sudut sebesar

L = lω atau L = r x p

Dengan
2
I= momen inersia (kg m )
ω = kecepatan sudut (rad/s)
2
L = momentum sudut (kg m /s)
P =mv = momentum linear (kg m/s),
r = posisi (m)

2. Hubungan Momen Gaya Dengan Momentum Sudut


d𝐋 d
Ʈ = r x F = = (r x p)
dt dt
Jika resultan momen gaya yang bekerja pada partikel sama dengan nol, besar mmomentum sudut dan
arahnya tetap

3. Hukum kekekalan momentum sudut


Hokum kekekaan momentum sudut berlaku jika tidak ada resultan momen gaya luar yang bekerja
pada system atau benda
I1ω1 =I2ω2
4. Energi kinetik rotasi
Benda yang berotasi mempunyai energy kinetic sebesar
1
EKrot = l𝜔2
2
Dengan
2
I= momen inersia (kg m )
ω = kecepatan sudut (rad/s)
EKrot = Energi kinetic rotasi

5. Usaha pada gerak rotasi


W =ƮƟ
W= EKrotakhir - EKrotawal
1 2 2
W= (ω2 – ω1 )
2
Dengan
W = usaha rotasi (joule)
Ʈ= momen gaya (mN),
Ɵ = posisi sudut (rad)

6. Gerak menggelinding
Gerak menggelinding terjadi jka sebuah benda mengalami dua macam gerakan secara bersamaan
yaitu gerak translasi dan gerak rotasi.

A = pusat massa benda

Persamaan gerak Translasi

∑F = ma
F – f =ma

persamaan gerak rotasi

Ʈ = lα
𝑎
Rf= I
𝑟
𝑙
F= a
𝑟2
F𝑟 2 𝐹
a= = 1
𝐼 +𝑚
𝑟2

Hubungan Gerak Translasi dengan gerak rotasi


Besaran Gerak Translasi Gerak rotasi Hubungan
Perpindahan Δs = s2 – s1 ΔƟ=Ɵ2-Ɵ1 S=Ɵr
Kecepatan 𝑑𝑠 𝑑𝜔 V=ωr
V= ω=
𝑑𝑡 𝑑𝑡
𝑑𝑣 𝑑𝜔
Percepatan a= α= a=αr
𝑑𝑡 𝑑𝑡
2
Massa / Momen inersia m I = ∑mr
Gaya / Momen inersia F=ma Ʈ=lα Ʈ=rxF
Usaha W=Fs W = ƮƟ
Daya P=Fv P=Ʈω
1 2 1 2
Energi kinetic Ek = mv Ek = ωv
2 2
Momentum P = mv L = lω
Contoh gerak menggelinding adalah pesawat Atwood

T1 = w1 + m1a
T2 = w2 – m2a
Ʈ=lα
R x (T2 – T1) = lα
𝑤 −𝑤
a= 2 11
𝑚 1 + 𝑚 2+
2
Dengan
T1 dan T2 = Tegangan tali (N)
Ʈ = momen gaya (m N)
r = Jari –jari katrol (m)
2 2
I = ∑mkr = momen inersia katrol (kg m )
𝑎 2
α = = percepatan sudut katrol (rad/s )
𝑟

C. Kesetimbangan
1. Kestimbangan partikel
Kesetimbangan partikel terjadi jika jumlah vector gaya yang bekerja pada benda adalh nol

∑FX = 0
∑FY = 0

Dengan
∑FX = resultan gaya pada komponen x
∑FY = resultan gaya pada komponen y
Contoh :
Benda bermassa m digantungg dengan dua utas tali dan dalam keadaan setimbang, maka factor gaya
yang bekerja pada benda adalah sebagai berikut.

∑FX = 0
T1x – T2x= 0
T1 cos α – T2 cos β = 0
∑Fy = 0
T1y – T2y – w = 0
T1 sin α – T2 sin β – w = 0

2. Kesetimbangan benda tegar


Syarat terjadinya kesetimbangan benda tegar adalah sebagai berikut.
- Resultan gaya yang bekerja pada benda adalah nol.
∑FX = 0
∑FY = 0
- Resultan momen gaya yang bekerja pada benda adalah nol
∑Ʈ = 0
Dengan ∑Ʈ = resultan momen gaya

Contoh kesetimbangan benda tegar adalah sebagai berikut .


-Batang Homogen AB disandarkan pada dinding licin lantai kasar.
Syarat batang AB setimbang dijabarkan sebagai berikut.

FA = 𝑁𝐴 2 + 𝑓𝐴 2
FA = µA NA
∑FX = 0 → NB – fA = 0
∑ FX = 0 → NA – w = 0
∑ƮA = 0 → NB Sin α AB - Wcos α CA = 0

Dengan :

1
CA = 𝐴𝐵
2
FA = gaya gesek di A,
µA= koefisien gesekan di A

-Batang ABhomogeny dihubungkan dengan engsel pada ujung A dengan salah satu titik di dinding
vertical sedangkan di ujung B diikat dengan salah satu tali BC

Syarat batang AB setimbang :

∑FX = 0 → Nx – Tx= 0
Tx= T cos Ɵ

∑FX = 0 → TY +Nx - w – wB= 0


Ty = T sin Ɵ
∑ƮA = 0 → wB AB - W DA - T sin Ɵ AB = 0

Dengan

T = tegangan tali BC (N),


N = 𝑁𝑥 2 + 𝑁𝑦 2 = gaya engsel (N),
D. Titik berat
Benda terdiri dari partikel partikel yang masing masing mempunyai berat. Resultan terhadap gayaa berat
partikel partikel disebut berat benda (x0,y0,z0).
Titik tangkap dari berat disebut titik berat. Untuk menentukan letak titik berat suatu benda digunakan
rumus momen gaya.
1. Titik berat untuk benda tidak homogen (berat jenisnya sama)
𝑤𝑥 𝑤 𝑥 +𝑤 𝑥 +⋯+𝑤 𝑛 𝑥 𝑛
X0 = = 1 1 2 2
𝑤 𝑤 1 + 𝑤 2+⋯+ 𝑤 𝑛

∑𝑤𝑦 𝑤 1 𝑦1 +𝑤 2 𝑦2 +⋯+𝑤 𝑛 𝑦𝑛
y0 = =
∑𝑤 𝑤 1 + 𝑤 2+⋯+ 𝑤 𝑛
2. Titik berat untuk benda homogeny ibarat jenisnya sama pada seluruh benda
a. Benda berbentuk garis
𝐿 𝑥 +𝑙 𝑐 +⋯+𝐿𝑛 𝑥 𝑛
X0 = 1 1 2 2
𝐿1 + 𝐿2+⋯+ 𝐿𝑛
𝐿1 𝑦1 +𝑙2 𝑦2 +⋯+𝐿𝑛 𝑦𝑛
y0 =
𝐿1 + 𝐿2+⋯+ 𝐿𝑛
dengan L = panjang benda (m)
b. Benda berbentuk bidang (berdimensi dua)
𝐴 𝑥 +𝐴 𝑋 +⋯+𝐴𝑥 𝑛
X0 = 1 1 2 2
𝐴1 + 𝐴2+⋯+ 𝐴𝑛
𝐴1 𝑦1 +𝐴2 𝑦2 +⋯+𝐴𝑛 𝑦𝑛
y0 =
𝐴1 + 𝐴2+⋯+ 𝐴𝑛
2
dengan A = luas benda (m )
c. Benda berbentuk ruang (berdimensi tiga)
𝑉 𝑥 +𝑉 𝑐 +⋯+𝑉𝑛 𝑥 𝑛
X0 = 1 1 2 2
𝑉1 + 𝑉2+⋯+ 𝑉𝑛
𝑉1 𝑦1 +𝑉2 𝑦2 +⋯+𝑉𝑛 𝑦𝑛
y0 =
𝑉1 + 𝑉2+⋯+ 𝑉𝑛
3
dengan v = volume benda (m )

Titik benda berbentuk garis


Nama Benda Gambar Letak titik berat keterangan
1
Garis lurus X0 = ℓ ℓ = panjang garis
2
Z = titik berat
benda
Busur lingkaran 𝑅 ×𝑡𝑎𝑙𝑖 𝑏𝑢𝑠𝑢𝑟 𝐴𝐵 R= jari jari lingkaran
Y0 =
𝑏𝑢𝑠𝑢𝑟 𝐴𝐵
Z = titik berat benda

2𝑅
Busur setengah Y0 = R= jari jari lingkaran
𝜋
lingkaran Z = titik berat benda
Titik berat bidang homogen
Nama benda Gambar Letak titik berat Keterangan
1
Segitiga Y0 = 𝑡 t= jari jari lingkaran
3

Z = titik berat benda

juring sangkar 𝑡𝑎𝑙𝑖 𝑏𝑢𝑠𝑢𝑟 𝐴𝐵 2 R= jari jari lingkaran


Y0 = × 𝑅
𝑏𝑢𝑠𝑢𝑟 𝐴𝐵 3
Z = titik berat benda

4𝑅
Bidang setengah Y0 = R= jari jari lingkaran
3𝜋
lingkaran Z = titik berat benda

Titik berat benda berongga homogen


Nama benda gambar Letak titik berat keterangan
1
Selimut silinder Y0 = 𝑡 t = tinggi silinder
2
A = 2𝜋𝑅𝑡 A = luas selimut silinder
R= jari jari silinder
Z = titik berat

1
Selimut kerucut Y0 = 𝑡 a = sisi miring
3
A = 𝜋𝑅𝑎 a = 𝑅2 +𝑡 2
t= tinggi kerucut
A = luas selimut kerucut
R= jari jari kerucut
Z = titik berat

1
Selimut setengah bola Y0 = 𝑅 A = luas selimut bola
2
A = 2𝜋𝑅2 R= jari jari bola
Z = titik berat
Titik berat benda pejal homogen
Nama benda Gambar Letak titk berat Keterangan
1
Silinder Y0 = 𝑡 R= jari jari silinder
2
V = 𝜋𝑅2 𝑡 t = tinggi silinder
v = volume silinder
Z = titik berat

1
Kerucut Y0 = 𝑡 R= jari jari kerucut
4
1 2 t = tinggi kerucut
V = 𝜋𝑅 𝑡
3 v = volume kerucut
Z = titik berat

3
Setengah bola Y0 = 𝑅 R= jari jari bola
8 1
2
V = 𝜋𝑅3 v = volume bola
2
3
Z = titik berat

E. Macam – macam kesetimbangan


1. Kesetimbangan stabil
Jika benda didorong dengan gayaF sehingga kedudukannya berubah
kemudian gaya dihilangkan benda dapat kembali ke posisi semula
(titik berat terletak di A)
2. Kesetimbangan indiferen
Jika benda didorong dengan gayaF sehingga posisinya berubah
kemudian gaya dihilangkan, benda akan tetap diam pada posisi yang baru
(titik berat benda di B)
3. Kesetimbangan labil
Jika benda didorong dengan gayaF sehingga posisinya berubah kemudian
gaya dihilangkan benda akan jatuh dan terjadi kesetimbangan baru
(titik berat benda di c)
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada salah satu huruf a,
b, c, d, atau e

1. Dua buah benda A dan B massanya sama 5 kg dihubungkan oleh batang yang massanya diabaikan dan
panjangnya 120 cm seperti gambar

Batang diputar di tengah tengah, maka besar momen inersia di C….


2
a.180 kg m
2
b.36 kg m
2
c. 18 kg m
2
d. 3,6 kg m
2
e. 1,8 kg m

2. Perhatikan gambar berikut.

Jika system diputar terhadap sumbu Y, besar momen inersia system adalah….
2
a.80 ma
2
b.90 ma
2
c.98 ma
2
d. 106 ma
2
e. 116 ma

3. Sebuah tongkat ringan yang massanya diabaikan panjangnya 2m seperti gambar berikut .

Jika system diputar di D, besar momen inersia system adalah…


2
a. 8 kg m
2
b. 7,2 kg m
2
c. 5,76 kg m
2
d. 2,2 kg m
2
e. 1,2kg m
4. Tiga buah bola dihubungkan dengan batang seperti gambar berikut.

Besar momen inersia system yang berporos di titik B adalah…


2
a. 1,35 kg m
2
b. 0,95 kg m
2
c. 0,65 kg m
2
d. 0,55 kg m
2
e. 0,35 kg m

5. Katrol berupa roda pejal beroasi melepaskan diri dari lilitan tali seperti gambar berikut

2
Jika massa roda 0,3 kg dan g = 10 m/s besar tegangan tali Tadalah …
a. 1 N
b. 1,5 N
c. 2 N
d. 3 N
e. 4 N
6. Sebuah katrolpejal dililitkan tali pada sisi luarnya, seperti gambar berikut

Gesekkan katrol dengan talidan gesekkan di sumbu putarnya diabaikan. Jika momen inersia katrol I = β
dan tali ditarik dengan gaya tetap F , maka hubungan yang tepat untuk menyatakan percepatan tangensial
adalah…
-1
a. FRβ
2 -1
b. FR β
c. FR β
2
d. FR β
-1 -1
e. FR β
7. Sebuah batang yang sangat ringan (massa diabaikan) panjangnya 140 cm, bekerja 3 buah gaya F 1 = 20N,
F2=10 N, dan F3 = 40 N dengan arah dan posisi seperti gambar berikut

Besar momen gaya yang menyebabkan batang berotasi pada pusat massanya adalah…
a. 40 m N
b. 39 m N
c. 28 m N
d. 14 m N
e. 9 m N
8. Katrol pejal dengan massa 4 kg dan jari jari 10 cm digantungkanbeban A dan B seperti gambar berikut.

Besar tegangan TA dan TB adalah…


a. 35 N dan 30 N
b. 30 N dan 35 N
c. 25 N dan 30 N
d. 30 N dan 25 N
e. 20 N dan 25 N
9. Sebuah roda pejal homogeny dililitkan pada tepi roda seperti gambar berikut

Ujung tali ditarik dengan gaya F = 12 N Jika massa roda 5 kg jari jari 10 cm, besar percepatan sudut roda
tersebut adalah…
2
a. 12 rad/s
2
b. 16 rad/s
2
c. 36 rad/s
2
d. 40 rad/s
2
e. 48 rad/s
2
10. Seorang penari balet dengan tangan terentang memiliki momen inersia 6,4 kg m dan berotasi dengan
2
kecepatan sudut 10 rad/s. Ketika tangannya dirapatkan, momen inersia penari it menjadi 1,6 kgm dan
kecepatan sudutnya menjadi…
a. 20 rad/s
b. 30 rad/s
c. 40 rad/s
d. 50 rad/s
e. 60 rad/s
11. Sebuah bola menggelinding pada bidang miring dengan sudut kemiringan Ɵ. Jika percepatan gravitasi g,
percepatan linear bola tersebut adalah…
1
a. 𝑔 sin Ɵ
3
1
b. 𝑔 sin Ɵ
2
2
c. 𝑔 sin Ɵ
3
5
d. 𝑔 sin Ɵ
7
3
e. 𝑔 sin Ɵ
5
12. Tongkat penyambung tidak bermassa dengan panjang 4m menghubungkan dua bola. Momen inersia
system jika diputar terhadap sumbu P seperti ditunjukkan oleh gambar berikut adalah…

2
a. 5 kg m
2
b. 7 kg m
2
c. 9 kg m
2
d. 10 kg m
2
e. 11 kg m
13. Sebuah batang massanya diabaikan dipengaruhi oleh 3 buah gayaF1 = F3 = 10 N dan F2 = 20 N seperti
gambar. Jika jarak AB = BC = 20 cm, besar momen gaya terhaadap titik C adalah…

a. 0 m N
b. 1 m N
c. 4 m N
d. 6 m N
e. 8 m N
14. Seorang anak memikul beban dengan tongkat homogeny PQ (massanya diabaikan) panjangnya 150 cm,
seperti pada gambar. Agar batang PQ setimbang maka pundak anak tersebut diletakkan….

a. 0,3 m dari Q
b. 0,3 m dari P
c. 0,2 m dari Q
d. 0,2 m dari P
e. 0,15 m dari P
15. Sebuah tonkat ringan yang massanya diabaikan dengan panjang 2m tampak seperti gambar berikut
Jika system diputar melalui titik D, Besar momen inersia di D adalah…
2
a. O,2 kg m
2
b. 1,8 kg m
2
c. 3, 8 kg m
2
d. 5,8 kg m
2
e. 7,08 kg m
16. Seorang penari balet berputar sambil merentangkan tangan dengan kecepatan sudut 2 putaran per sekon
2
di atas lantai licin dengan momen inersia 6 kg m .jika tangannya menyilang di dada, maka besar
kecepatan sudut dan momen inersianya adalah…
2
Kecepatan sudut Momen inersia (kg m )
(putaran/sekon)
A 1 12
B 2 5
C 3 4
D 4 2,5
E 5 1,5
17. Sebuah tali dililtkan pada tepi roda homogen. Ujung tali ditarik dengan gaya 15 N. Jika massa roda 5 kg
dan jari jari roda 10 cm, besar percepatan tangensial yang terjadi adalah…
2
a. 60 m/s
2
b. 30 m/s
2
c. 6 m/s
2
d. 3 m/s
2
e. 1,5 m/s
18. Batang AB massanya diabaikan diletakkan mendatar seperti gambar berikut.

Besar momen gaya yang bekerja pada batang jika diiputar pada poros di A ….
a. 8 m N
b. 6 m N
c. 5 m N
d. 2 m N
e. 0,5 m N
19. Batang ABhomogen beratnya 100 N digantungkan pada tali seperti gambar berikut jika ujung B digantungi
beban seberat 30 N, besar teangan tali agar batang setimbang adalah …
a. 240 N
b. 200 N
c. 180 N
d. 160 N
e. 120 N
20. Sebuah bola pejal bermassa 5 kg menggelinding pada bidang miring kasar seperti gambar .bola dilepas
dari A tanpa kecepatan awal. Jika jari jari bola 7 cm, besar momen gaya yang bekerja pada bola adalah….

a. 5 m N
b. 3, 5 m N
c. 2,5 m N
d. 1,5 m N
e. 0,5 m N
21. Dua buah bola dihubungkan dengan kawat (massa kawat diabaikan) disusun seperti gambar . Besar
momen inersia di A adalah…

-3 2
a. 2 x 10 kg m
-3 2
b. 25 x 10 kg m
-2 2
c. 11 x 10 kg m
-2 2
d. 55 x 10 kg m
-2 2
e. 80 x 10 kg m
22. Batang Homogen tidak bermassa dengan panjang 2m dipengaruhi beberapa gaya seperti gambar (FA =Fc =
10 N dan Fβ = 15 N). Besar momen gaya terhadap titik A adalah ….

a. 35 m N
b. 25 m N
c. 20 m N
d. 10 m N
e. 5 m N
23. Batang AB homogeny dengan massa 2 kg dan panjang 100 cm. Pada batang bekerja tiga gaya F1 = 2 N, F2 =
5 N, dan F3 = 4 N seperti gambar berikut
Jarak BD = 60 cm, DC = 20 cm , dan Z pusat massa batang AB, maka besar momen gaya terhadap titik D
adalah…
a. 0,4 m N
b. 0,8 m N
c. 4,2 m N
d. 4,6 m N
e. 6,2 m N
24. Beban beratnya 300 N digantung dengan tali seperti gambar. Besar gayaF yang diperlukan agar setimbang
adalah…

a. 150 N
b. 100 3 N
c. 200 N
d. 200 3 N
e. 175 N
25. Jika system dalam keadaan setimbang, seperti gambar, perbandingan m 1 dengan m2 adalah…

a. 3 : 4
b. 4 : 3
c. 3 : 5
d. 4 : 5
e. 5 : 3
26. Batang AB homogeny panjangnya L berat 50 N berada dalam keadaan setimbang, seperti gambar berikut.

2
Batang ditahan tali OC (AC= 𝐿) . pada ujung B digantungi beban 100 N . besar tegangan tali T adalah…
3
a. 150 N
b. 187,5 N
c. 300 N
d. 375 N
e. 500 N
27. Jika batang AB yang panjangnya 50 cm dan beratnya 50 N seperti pada gambar, besar tegangan tali T agar
batang setimbang adalah…

a. 100 N
b. 100 3 N
c. 125 N
d. 125 3 N
e. 150 N
28. Sistem pada gambar berikut dalam keadaan setimbang dengan besar m1 = 60 kg dan koefisien gesekkan
statis antara m1 dan meja adalah 0,2 besar massa m2 adalah…

a. 2 2 kg
b. 2 3 kg
c. 4 kg
d. 4 2 kg
e. 4 3 kg
29. Letak titik berat bidang homogen yang diarsir terhadap sumbu Y pada gambar berikut ini …

a. 4 cm
b. 3,5 cm
c. 3 cm
d. 2,5 cm
e. 2 cm
30. Perhatikan bidang homogen berikut

Koordinat titik bidang yang diarsir adalah…


a. (3; 2,7) cm
b. (3; 3,6) cm
c. (3; 4) cm
d. (3; 4,5) cm
e. (3; 5) cm
31. Karton homogen ABCDE mempunyai ukuran AB = EC = 8 cm, AE = BC = 4 cm, ED =CD = 5 cm , seperti
gambar berikut
Letak titik karton dari garis AB adalah….

a. 2,8 cm
b. 3,8 cm
c. 4,5 cm
d. 4,7 cm
e. 5,4 cm
32. Koordinat titik berat Benda Homogen berikut adalah…

a. (3, 2) cm
b. (2, 3) cm
c. (3, 4) cm
d. (4, 3) cm
e. (2, 6) cm
33. Koordinat titik berat bidang homogen berikut terhadap titik 0 adalah…

a. (4; 4,6) cm
b. (4; 5,6) cm
c. (2; 4,6) cm
d. (2; 5,6) cm
e. (6; 3,6) cm
34. Batang ABbermassa 4 kg diputar melalui titik A. Momen inersianya sebesar 24 kg m2. Jik batang diputar
melalui titik 0 yang terletak di tengah batang, besar momen inersia batang menjadi…
2
a. 12 kg m
2
b. 8 kg m
2
c. 6 kg m
2
d. 4 kg m
2
e. 3 kg m
35. Sebuah roda menggelinding sempurna pada bidang datar kasar. Massa roda 0,5 kg dan jari jari roda 20
cm. roda ditarik dengan gaya F = 2 N . sehingga bergerak dengan percepatan konstan seperti gambar .

Besar momen gaya yang bekerja pada roda adalah…


a. 0,13 m N
b. 0,25 m N
c. 0,4 m N
d. 0,51 m N
e. 0,82 m N
36. Dua buah benda berbentuk bola pejal dan silinder pejal mempunyai massa sama (m 1 = m2) dan jari – jari
sama (r1 = r2) berotasi terhadap sumbunya dengan kecepatan sudut sama. Perbandingan energy kinetic
antara kedua benda tersebut..
a. 5 : 4
b. 4 : 5
c. 2 : 5
d. 5 : 2
e. 3 : 5
37. Perhatikan gambar berikut.

Silinder pejal menggelinding turun pada sebuah bidang miring kecepatan silinder pejal di ujung bawah
lintasan (di B) adalah ….
a. 2m/s
b. 3m/s
c. 4m/s
d. 6m/s
e. 8m/s
38. Berikut ini merupakan besar besran yang menentukan energy kinetic rotasi suatu benda tegar.
(1) Kecepatan sudut benda
(2) massa benda
(3) bentuk benda
(4) letak sumbu putar
Jawaban yang benar ditunjukkan oleh nomoe….
a. (1) (2) (3), dan (4)
b. (1) (2) dan (3)
c. (1) dan (3)
d. (2) dan (4)
e. (4) saja
39. Perhatikan gambar berikut

P adalah titik berat batang AB yang bermassa 5 kg. Jika system dalam keadaan setimbang, massa beban M
adalah…
a. 5 kg
b. 4 kg
c. 3 kg
d. 2 kg
e. 1 kg
40. Sebuah tangga homogeny dengan berat 300 N bersandar pada dinding licin. Kaki tangga terletak pada
lantai kasar seperti gambar ini
Jika orang yang beratnya 450 N menaiki tangga sejauh 2m , besar koefisien gesekkan antara tangga dan
lantai saat batang sesaat akan tergelincir aadalah…
a. 0,27
b. 0,30
c. 0,33
d. 0,36
e. 0,39
41. Silinder pejal homogeny tingginya 2R terdapat rongga berupa setengah bola pada alasnya dan di atas
silinder diletakkan setengah bola pejal seperti gambar berikut.

Titik berat benda terhadap AB adalah…


1
a. R
2
1
b. R
3
1
c. R
4
5
d. R
4
7
e. R
4
42. Gambar berikut adalah bidang Homogen.

Jika z0 adalah titik berat benda dan z1 adalah titik berat benda I, jarak z0 ke z1 adalah…
a. 0,3h
b. 0,6h
c. 0,9 h
d. h
e. 1,3 h
43. Perhatikan gambar berikut.

Benda benda yang mengalami kesetimbangan labil adalah…


a. P dan S
b. Q dan S
c. Q dan R
d. P, Q , dan R
e. P, Q, R, dan S
44. Batang AB homogen panjangnya 4 m dan beratnya 100 N bersandar pada tembok licin dan lantai kasar.

Jika batang tepat akan menggeser, besar keofisien gesekkan statis di A adalah …
1
a.
3
1
b.
2
2
c.
3
1
d. 2
2
1
e. 3
3
45. Letak titik berat bidang homogeny berikut terhadap titik 0 adalah…

a. (2 , 2) cm
b. (2 , 3) cm
c. (2 , 4) cm
d. (3 , 2) cm
e. (3 , 3) cm
46. Gaya F1,F2,F3, dan F4 bekerja pada batang ABCD seperti gambar berikut

Jika massa batang diabaikan, besar momen gaya terhadap titik B adalah…
a. 65 m N
b. 60 m N
c. 55 m N
d. 45 m N
e. 35 m N
47. Perhatikan gambar.

Letak titik berat bidang terhadap AB adalah…


a. 5cm
b. 9cm
c. 11cm
d. 12cm
e. 15cm
48. Koordinat titik berat bidang homogeny berikut adalah …

a. (3,2)cm
b. (2,3)cm
1
c. (3,2 )cm
2
1
d. (2 , 3)cm
5
e. (3,4)cm
49. Faktor factor gerak rotasi :
(1) Kecepatan sudut
(2) Letak sumbu putar
(3) Bentuk benda
(4) Massa benda
Faktor factor yang mempegaruhibesar momen inersia ditunjukkan oleh nomor…
a. (1),(2),(3), dan (4)
b. (1),(2), dan (3)
c. (1),(3), dan (4)
d. (2),(3), dan (4)
50. Beban bermassa 5 kg digantung dengan tali. Jika beban Dallam keadaan setimbang, besar tegangan tali T
adalah….
a. 20 N
b. 30 N
c. 40 N
d. 50 N
e. 60 N
51. Sebuah idang datar homogen berbentuk persegi dengan sisi 18 cm digunting dengan potongan berbentuk
segitiga seperti pada gambar berikut. Letak titik berat bidang terhadap AB adalah…

a. 20 N
b. 30 N
c. 40 N
d. 50 N
e. 60 N
52. Silinder pejal dengan massa 4 kg dan jari jari 10cm, menggelinding di atas bidang datar dengan kecepatan
sudut 2 rad/s Energi kinetic total silinder adalah…
a. 0,04 Joule
b. 0,02 Joule
c. 0,06 Joule
d. 0,08 Joule
e. 0,12 Joule
53. Batang AB homogeny, berat 15 N, AB = 0,8 m, AP = 0,3 m dan P titik tumpu batang seperti gambar
berikut…
Agar batang setimbang, maka berat beban W1 harus…
a. 30 N
b. 45 N
c. 50 N
d. 55 N
e. 60 N
54. Penyebab dari gerak rotasi adalah…
a. Momen inersia
b. Momentum anguler
c. Momen gaya
d. Momentum linear
e. Gaya
55. Sebuah krucut pejal homogeny dengan sisi miring 10 cm dan jari jari 6 cm. Letak titik berat krucut
terhadap bidang alas jika diletakkan tegak adalah…
a. 2,5 cm
b. 2 cm
c. 1,5 cm
d. 4,5 cm
e. 6 cm
56. Sebuah roda pejal bermassa 50 kg dan berjari jari 60 cm diputar dengan kecepatan3 rad/s. Besar
momentum sudutnya adalah…
2
a. 54 kg m /s
2
b. 63 kg m /s
2
c. 72 kg m /s
2
d. 81 kg m /s
2
e. 108 kg m /s
57. Sebuah balok homogeny dengan panjang 4 m dan berat 100 N digantung seperti gambar berikut

AB = 0,5 m , BC = 2 m , CD = 1,5 m. Perbandingan tegangan taliT1 dan T2 Jika keadaan tidak seimbang
adalah…
a. 1 : 3
b. 1 : 2
c. 2 : 1
d. 3 : 1
e. 4 : 1
58. Perhatikan gambar berikut. Jika gesekkan katrol dengan tali diabaikan, tegangan tali T dalam keadaan
setimbang adalah…

a. 3 N
b. 9 N
c. 12 N
d. 15 N
e. 21 N
59. Gambar berikut menunjukkan selembar karton homogen yang terdri dari 2 bangun, yaitu bujur sangkar
dan segitiga sama kaki. Koordinat titik berat karton dari (0,0) adalah…

2
a. (6 , 0)
3
1
b. (5 , 0)
3
2
c. (4 , 0)
3
1
d. (3 , 0)
3
2
e. (2 , 0)
3
60. Batang homogeny dengan berat 18 N dan panjang 80 cm , diikat dengan tali seperti gambar berikut

Jika di B digantungi beban 30 N dan jarak AC = 60 cm, besar tegangan tali agar sistemseimbang adalah…
a. 36 N
b. 48 N
c. 50 N
d. 65 N
e. 80 N
61. Sebuah bidang datar homogeny dengan bentuk dan ukuran seperti gambar . Jika koordinat titik berat
1 1
bidang tersebut (3 , 7 ) cm , luas bidang tersebut adalah …
2 3

2
a. 12 cm
2
b. 50 cm
2
c. 84 cm
2
d. 96 cm
2
e. 108 cm
B. jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan jelas

1. Sebuah tongkat ringan (massa diabaikan) panjangnya 4 m. Bbean A dan B diletakkan pada tongkat seperti
gambar berikut.

Hitunglah besar momen inersia, jika tongkat diputar horizontal dengan sumbu putar
a. Di P
b. Di Q
2. Sebuah tongkat ringan massanya diabaikan panjangnya 3m seperti gambar berikut.

Beban A = 4 kg, B = 6 kg, dan C = 2 kg diletakkan sepanjang tongkat. Hitunglah moomen inersia jika system
diputar :
a. Di D
b. Di A
c. Di C
3. Sebuah bola pejal bermassa 10 kg dan jari jari 5 cm, berotasi dengan kecepatan sudut 20 rad/s. Hitungah:
a. Momentum sudut
b. Energy kinetic rotasi
4. Sebuah roda pejal memiliki massa 40 kg dan diameter 100 cm. Jika roda berotasi dengan kecepatan sudut
10 rad/s, Tentukan :
a. Besar momentum sudut
b. Usaha yang dilakukan untuk menggerakan roda
5. Sebuah roda berbentuk cakram homogeny memiliki jari jari 20 cm dan massa 100 kg. Pada saat berotasi,
cakram memiliki momen gaya 20 m N. Hitunglah percepatan sudut dan percepatan tangensialnya.

6. Bola pejal menggelinding di atas bidang datar karena dipengaruhi gaya mendatar 28 N yang melalui pusat
bola. Jika massa bola 10 kg dan jari jarinya 5 cm. Hitunglah :
a. Percepatan sudut
b. Energy kinetic total setelah gaya bekerja selama 5 sekon.
7. Sebuah silinder pejal dengan massa 20 kg dan jari jarinya 10 cm, menggelinding pada bidang miring kasar
0 2
dengan sudut kemiringan 37 . Jika g = 10 m/s , Tentukanlah :
a. Percepatan silinder
b. Momen gaya yang bekerja pada silinder
c. Koefisien gesekan antara silinder dengan bidang
d. Panjang bidang miring setelah silinder dilepas 5 sekon
e. Energy kinetic total setelah bergerak selama 5 sekon
8. Sebuahkatrol pejal dengan massa 5 kg jari jari 5 cm dihubungkan dengan seutas tali
Dan ujung ujungnya diberi beban 4 kg dan 6 kg seperti gambar berikut

Hitunglah :
a. Percepatan benda
b. Tegangan tali T1 dan T2
9. Sebuah katrol pejal homogeny digantung pada sumbunya dan tepi katrol dililitkan tali, kemudian ujungnya
ditarik dengan gaya F = 15 N seperti gambar disamping. Jika massa katrol 6 kg dan jari jari katrol 5 cm,

hitunglah :
a. Percepatan sudut tali
b. Momentum sudut setelah ditarik 2 sekon
c. Panjang tali setelah ditarik 2 sekon
10. Hitunglah momen gaya di titik A,B, dan C , jika massanbatang AC diabaikan dn panjang AC sebesar 4 m

11. Hitung momen gaya di titik A untuk gambar berikut, Jika massa batang diabaikan.

12. Sebuah silinder pejal dengan massa 4 kg dan jari jari 20 cm dililitkan seutas tali dan ujung tali yang bebas
diberi beban 10 kg, seperti gambar di samping hitunglah :
a. Percepatan benda.
b. Momen gaya
c. Tegangan tali T
0
13. Sebuah bola pejal menggelinding di atas bidang kasar miring yang membentuk sudut kemiringan 30
terhadap bidang datar seperti gambar berikut.

Jika massa bola 5 kg dan jari jarinya 5 cm, hitunglah :


a. Percepatan bola ketika sampai di B
b. Energi kinetic ketika sampai di B setelah bergerak 7 sekon
c. Momen gaya
14. Sebuah roda pejal homogen mempunyai diameter 10 cm dan massa 10 kg menggelinding di atas
permukaan bidang datar dengan laju 5 m/s. Hitunglah energy kinetic totalnya
15. Sebuah roda seperti pada gambar berikut mempunyai jari jari 10 cm dililitkan dengan seutas tali . Ujung
tali yang bebas digantungi beban 2 kg.

Jika kecepatan beban ketika dilepas nol dan beban turun sejauh 4m, Hitunglah :

a. Momen inersia
b. Momen gaya
16. Berat benda A = 50 N dan berat benda B = 30 N. Hitung besar gaya F yang bekerja pada benda B agar
system pada gambar berikut dalam keadaan setimbang
17. Hitung besar tegangan tali T1 dan T2 jika digantungi beban 5 kg pada soal berikut ini.

18. Hitung besar tegangan tali T1,T2,T3,T4 dan T5 Jika benda dalam keadaan setimbang seperti gambar berikut.

19. Hitung besar gaya F agar system pada gambar berikut dalam keadaan setimbang.

20. Perhatikan gambar berikut. Jika system dalam keadaan setimban, Hitunglh besar tegangan tali T1,T2,T3
21. Sebuah tongkat ringan dengan massa diabaikan ditumpu pada C seperti gambar berikut.

Jika diujung B diberi beban 80 N, hitunglah momen gaya di C.


22. Sebuah silinder pejal dengan jari jari 5 cm Dan massa 10 kg, berotasi di atas bidang datar kasar selama 5
sekon dan menempuh jarak 10 m, tentukan :
a. Percepatan sudut
b. Momen gaya
c. Momentum sudut
23. Pada gambar berikut, Z merupakan titik berat batang. Jika batang AB dengan panjang 200 cm dan massa
15 kg seitmbang, hitunglah massa benda c

24. Batang AB massa diabaikan. Jika berat C = a.500 N hitunglah gaya tumpu dia A dan B
25. Tangga AB bersandar pada tembok licin dan lantai kasar seperti gambar. Seorang anak yang bermassa 60
kg menaiki tangga sejauh 3m. Hitunglah besar gay gesekkan antara lantai dengan tangga sebelum tangga
tergelincir, jika massa tangga 40 kg

26. Hitung koordinat titik berat untuk bidang homogeny berikut.

27. Gabungan dua papan persegi dan segitiga homogeny ditunjukkan seperti gambar berikut.

Hitunglah panjang sisi a, agar titik berat gabungan tepat berada di titik p
28. Sebuah benda pejal homogeny dari atas ke bawah terdiri atas kerucut dan setengah bola. Bidang alas
kerucut berimpit dengan bidang datar setengah bola. Jari jari bola sama dengan jari jari kerucut, yaitu 10
cm. jika terjadi kesetimbangan indiferen (titik berat berimpit dengan titik pusat bola), hitunglah tinggi
kerucut.
29. Perhatikan Gambar berikut
Jika koordinat titik brat benda (2, 3), hitunglah panjang X 2.
30. Tentukan koordinat titik berat bangun berikut.

31. Batang AB homogeny memiliki massa 40 kg dan panjang 3 m. batang ditumpu di A dan C seperti gambar
berikut.

Seorang anak beratnya 250N berjalan dari A menuju B. Hitunglah :


a. Jarak minimum anak dari titik b agar batang tetap setimbang
b. Gaya tumpu di C
32. Dua buah bola A dan B berada di antara dua permukaan licin. Masing masing berdiameter 15 cm dan 10
cm dengan berat 50 N dan 30 N seperti gambar berikut.

a. …an dinding pada bola A dan B


b. …anan bola A pada bola B
33. Batang AB homogen memiliki berat 80 N dan panjang 6 m. pada ujung B dimasukkan beban seberat 40 N.
Tentukan letak titik berat system batang dan beban dari titik A
34. Batang AB horizontal beratnya 60 N, menggunakan engsel pada titik A sperti gambar.
Pada ujung B digantungi beban bermassa 5 kg.Berapa besar tegangan tali BC agar system setimbang?
1
35. Sebuah tangga memiliki panjang 6 m dan berat 27 N. Titik berat tangga terletak panjangnya diukur dari
3
bawah. Tangga bersandar pada tembok kasar dan lantai kasar seperti gambar berikut

1
Koefisien gesekkan pada kedua ujung tangga sama, yaitu . Sampai dimana orang yang beratnya 78 N
7
dapat memanjat tangga sebelum menggeser?