Anda di halaman 1dari 11

TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI OBAT

TELAAH KRITIS JURNAL FARMAKOEKONOMI

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Obat


Yang Diampu oleh Ibu Mutiara Titani, M.Sc., Apt.

Disusun Oleh:
Devi Kurniasih
201510410311058
Farmasi B

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2018
FORMULIR TELAAH JURNAL FARMAKOEKONOMI
Judul Cost-Minimization Analysis of Metformin and Acarbose in
Treatment of Type 2 Diabetes
Penulis Shuyan Gu, PhD, Zhiliu Tang, PhD, Lizheng Shi, PhD, Monika
Sawhney, PhD, Huimei Hu, MPA, Hengjin Dong, PhD
Publikasi Elsevier Inc.
Penelaah Devi Kurniasih
Tanggal telaah 6 Juli 2017

BAB I
PENDAHULUAN

Problem Statement
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas biaya terapi degan
menggunakan metformin dan acarbose (dua agen yang diadopsi secara luas dalam
mengobati T2DM).

Latar Belakang
Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum di seluruh
dunia. Negara Cina memimpin di antara negara-negara dengan prevalensi diabetes
tertinggi. Pada tahun 2010, prevalensi diabetes pada orang dewasa di Cina dengan umur
18 tahun keatas adalah 11,6% (113,9 juta). Karena durasi pengobatan yang panjang
dan perawatan yang mahal, diabetes tidak hanya mempengaruhi kualitas hidup pasien
tetapi juga membawa beban ekonomi yang berat bagi keluarga pasien dan masyarakat
luas. Sebuah studi tentang epidemiologi dan beban ekonomi diabetes di Cina
menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, tingkat pertumbuhan tahunan
rata-rata biaya medis untuk pengobatan penyakit diabetes adalah 19,9%, dimana biaya
tersebut lebih tinggi dari perhitungan biaya kotor produk dalam negeri dan biaya
perawatan kesehatan nasional pada periode yang sama. Diabetes menempati peringkat
kedua dalam semua penyakit kronis yang telah disurvei.
Diabetes mellitus tipe 2 (T2DM) menyumbang setidaknya 90% dari semua
kasus diabetes. Keadaan tersebut membawa beban besar dalam hal biaya perawatan
kesehatan dan konsekuensi sosial ekonomi, yaitu mencapai $ 26,0 miliar pada tahun
2007 dalam biaya medis langsung dan diprediksi akan terjadi peningkatan menjadi
$ 47,2 miliar pada tahun 2030 di Cina. Pengontrolan kadar glikemik pada pasien
dengan T2DM berhubungan langsung dengan terjadinya komplikasi terkait diabetes
dan tingkat kerusakan pada organ target, dan hal tersebut merupakan titik utama dalam
mengobati T2DM. Ketika intervensi gaya hidup tidak bisa lagi mengontrol kadar
glikemik, maka pemberian agen hipoglikemik secara oral merupakan metode utama
yang digunakan untuk pengobatan T2DM. Seiring dengan kemajuan dalam pengobatan
T2DM, terdapat berbagai jenis agen hipoglikemik oral yang tersedia di pasaran. Setiap
agen memiliki kekhasan dalam mekanisme dan tempat aksi. Dengan demikian efek
penurunan glukosa dan biaya perawatan untuk pasien dapat bervariasi secara signifikan.
Sebagai obat golongan biguanide, metformin merupakan agen hipoglikemik
oral lini pertama untuk T2DM sesuai dengan pedoman internasional dengan
kemanjuran yang sudah terbukti baik dari segi keamanan maupun efektivitas biaya.
Sedangkan acarbose merupakan salah satu obat golongan α-glucosidase inhibitor.
Acarbose direkomendasikan sebagai salah satu obat lini kedua dalam pengobatan
diabetes di Cina. Dalam penggunaan obat antidiabetik oral di Cina, metformin (53,7%)
dan inhibitor α-glukosidase (termasuk acar-bose, 35,9%), bagaimanapun keduanya
diterima secara luas dan digunakan baik sebagai monoterapi atau dalam kombinasi
dengan agen antidiabetik lainnya. Alasan lain penggunaan acarbose yang paling
populer sebagai pengobatan diabetes karena dimungkinkan efeknya yang lebih unggul
pada pasien yang mengikuti diet karbohidrat yang relatif tinggi seperti Cina. Sedikit
informasi yang ada, perbandingan antara metformin dengan acarbose baik dalam
efektivitas klinis maupun efektivitas biaya.
Setelah meta-analisis, ditemukan bahwa efek penurunan glukosa dari
monoterapi metformin dan monoterapi acarbose adalah sama dengan perbandingan
langsung, sementara metformin monoterapi sedikit lebih baik dengan perbandingan
tidak langsung. Hal tersebut berarti bahwa efek penurunan glukosa dari monoterapi
metformin setidaknya sama baiknya dengan monoterapi acarbose. Dengan demikian,
penelitian ini bertujuan untuk membuat evaluasi ekonomi dengan menggunakan teknik
analisis minimasi biaya untuk melihat obat mana yang lebih efektif dari segi biaya.

Perspektif
Penelitian ini dilakukan berdasarkan perspektif masyarakat.
BAB II
METODOLOGI PENELITIAN

Study Design
Penelitian dilakukan dengan cara studi perbandingan biaya pengobatan diabetes
mellitus tipe 2 dimana pasien dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok dengan berat
badan <60 kg dan >60 kg. Penelitian menggunakan metode beberapa skenario klinis
yang dikembangkan sesuai dengan praktik klinis dan perilaku peresepan mayoritas
dokter di Cina.
Terdapat delapan skenario klinis yang dikembangkan sesuai dengan regimen
terapeutik yang berbeda untuk pasien T2DM dengan bobot tubuh yang berbeda untuk
memodelkan kondisi klinis yang berbeda yang mungkin mencerminkan pola
penggunaan dari pasien dengan T2DM. Skenario 1 menganggap semua pasien yang
diobati hanya dengan menggunakan satu obat oral (metformin atau acarbose) pada
dosis awal. Skenario 2, 5, dan 6 melibatkan pasien yang hanya menerima satu obat
oral (metformin atau acarbose) pada dosis maksimum yang biasa. Skenario 3, 4, 7, dan
8 mensimulasikan situasi bahwa kedua obat dititrasi dari dosis awal ke dosis
maksimum yang biasa secara bertahap pada pasien dengan berat tubuh yang berbeda.
Karakteristik umum dari skenario 2 hingga 4 adalah berat pasien adalah 60 kg atau
kurang dan skenario 5 hingga 8 adalah berat pasien lebih dari 60 kg. Selain itu,
skenario 1 mencakup kedua kelompok berat badan. Parameter ketidakpastian
diidentifikasi menggunakan analisis sensifitas.

Model Struktur
Model struktur tidak dicantumkan dalam metode penelitian.

Subjects
Penelitian ini dilakuakn dengan cara studi perbandingan biaya pengobatan
T2DM dimana pasien dibagi menjadi kelompok dengan berat badan <60 kg dan > 60kg.
Alternatives
Parameter yang diukur ialah penurunan kadar gula darah pada kelompok berat
badan yang berbeda (kelompok berat badan <60kg dan >60kg) pada penggunaan
metformin dan acarbose di cina (1500mg mg/hari untuk metformin dan 150mg/hari
acarbose).

Cost and Consequences


Biaya pengobatan diperkirakan berdasarkan jadwal perawatan dari literatur dan
harga kedua obat yang ditetapkan oleh Pemerintahan Cina (perhitungan biaya hanya
berdasarkan biaya medis langsung).

Assumptions and Limitations


Dalam evaluasi ekonomi, sulit untuk secara akurat mengukur variabel
penelitian, dan setiap terapi obat dapat membawa biaya pengobatan yang berbeda
ketika diterapkan di antara populasi yang berbeda atau institusi medis. Oleh karena itu,
penting untuk memverifikasi efek asumsi dasar pada hasil penelitian. Jadi, kami
mengembangkan delapan skenario, dalam analisis sensitivitas, untuk mencerminkan
profil biaya kehidupan nyata. Hasilnya konsisten dengan analisis sebelumnya
menguatkan bahwa metformin lebih efektif biaya daripada acarbose. Hasil peneliti
dapat mewakili keuntungan efektif biaya untuk metformin hanya jika terdapat
perbedaan dalam penyesuaian dosis dan pemantauan diamati dalam praktek klinis
nyata dan berdasarkan hal tersebut hipotesis yang disebutkan di atas adalah benar.

Discounting
Tidak ada diskon biaya yang diterapkan karena semua biaya diukur dengan
jangka waktu 1 tahun. Semua biaya didasarkan pada harga tahun 2014 dan dinyatakan
dalam Renminbi (¥) dengan jangka waktu 1 tahun.

Sensitivity Analysis
Pada analisis sensitivitas, beberapa skenario klinis yang berbeda dikembangkan
setelah wawancara dengan dokter yang merawat pasien diabetes, untuk
mengilustrasikan potensi situasi klinis serta untuk menganalisis perbedaan dalam biaya
perawatan rata-rata tahunan dengan metformin dan acarbose.
BAB III
HASIL

Berdasarkan gambar diatas, menunjukkan scenario klinis untuk pasien dengan T2DM
dengan berat badan yang berbeda serta perbedaan dosis metformin dan acarbose.
Berdasarkan gambar diatas, merupakan hasil dari biaya perawatan rata-rata tahunan
metformin dan acarbose pada kasus umum. Dalam analisis biaya dasar, biaya
perawatan tahunan untuk metformin adalah ¥ 1358,90 sedangkan acarbose ¥ 2260,08
yang mengacu pada harga terendah; biaya perawatan tahunan metformin dan acarbose
adalah masing-masing ¥ 1598.70 dan ¥ 2708.30 mengacu pada harga tertinggi. Di
bawah tingkat pengontrolan kadar glikemik yang sama, metformin dapat mencapai
penghematan biaya tahunan sebesar 39,87% (harga terendah) atau 40,97% (harga
tertinggi) dibandingkan dengan acarbose.
Berdasarkan gambar diatas juga merupakan hasil dari biaya perawatan rata-rata
tahunan metformin dan acarbose pada berbagai scenario berikut:
1. Biaya pengobatan tahunan metformin berkisar dari ¥ 452,97 hingga ¥ 2131.60
sedangkan dosis acarbose berkisar dari ¥ 753,36 hingga ¥ 2708,30 pada empat
skenario yang berbeda (skenario 1-4) dimana berat badan pasien adalah 60 kg
atau kurang. Dengan asumsi ini, metformin juga meminimalkan biaya dalam
semua empat skenario terlepas dari perubahan dalam dosis harian atau biaya
pengobatan, tetap menjadi strategi penghematan biaya 19,83% hingga 40,97%.
2. Biaya pengobatan tahunan metformin berkisar dari ¥ 452,97 hingga ¥ 2131.60
sedangkan acarbose berkisar dari ¥ 753,36 hingga ¥ 5416,60 pada lima skenario
yang berbeda (skenario 1, dan 5-8) dimana berat badan pasien lebih dari 60 kg.
Untuk semua lima skenario, pengobatan dengan metformin memiliki biaya
yang lebih rendah dibandingkan dengan acarbose, dimana penghematan
berkisar dari 39,87% menjadi 70,49%.
BAB IV
DISKUSI DAN KESIMPULAN

Diskusi hasil yang terkait dengan masalah yang sebenarnya


Studi CMA Metformin dan Acarboce pada pasien diabetes mellitus tipe 2
(T2DM) ini dilakukan di Cina. Studi mencakup evaluasi ekonomi dengan
menggunakan teknik analisis minimal biaya untuk melihat obat mana yang memiliki
biaya lebih efektif yang ditunjukkan dengan pengeluara biaya yang minimal serta
penurunan kadar gula darah pada kelompok berat badan yang berbeda (kelompok berat
badan <60 kg dan >60 kg).

Pembahasan mengenai keterbatasan


Dalam evaluasi ekonomi, sulit untuk secara akurat mengukur variabel
penelitian, dan setiap terapi obat dapat membawa biaya pengobatan yang berbeda
ketika diterapkan di antara populasi yang berbeda atau institusi medis. Oleh karena itu,
penting untuk memverifikasi efek asumsi dasar pada hasil penelitian. Terlepas dari
keterbatasan ini, penelitian ini memiliki kekuatan yang patut dicatat bahwa penelitian
ini merupakan evaluasi ekonomi pertama yang berfokus pada perbandingan metformin
dengan acarbose dalam pengobatan T2DM, yang dilakukan berdasarkan hasil dari studi
meta-analisis dengan ukuran sampel yang besar dan memadai. data klinis.

Generalisasi
CMA mengungkapkan dampak positif dari penggunaan Metformin dan
Acarbose untuk pasien diabetes mellitus tipe 2 yang dapat menghemat biaya masa
depan. Secara keseluruhan, program ini diimplementasikan dalam pengaturan
perawatan kesehatan di Cina tampaknya dapat menghemat biaya pengobatan.

Riset dibandingkan dengan penelitian sebelumnya


Setelah studi meta-analisis, ditemukan bahwa efek penurunan glukosa dari
monoterapi metformin dan monoterapi acarbose adalah sama dengan perbandingan
langsung, sementara monoterapi metformin sedikit lebih baik dengan perbandingan
tidak langsung. Ini berarti bahwa efek penurunan glukosa dari monoterapi metformin
setidaknya sama baiknya dengan monoterapi acarbose. Selain itu, temuan dari
penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya bahwa metformin tidak
diragukan lagi merupakan pilihan pertama dalam manajemen T2DM, dengan efek
penurunan glukosa yang signifikan dan biaya perawatan yang rendah.

Etika dan norma yang terkait dengan penelitian sebelumnya


Hasil penelitian sebelumnya tidak dicantumkan dalam penelitian ini.