Anda di halaman 1dari 13

Askep Klien Dengan BPH

Seorang klien dirawat diruangan perawatan umum dirumah sakit pemerintah. Klien dirawat dengan
keluhan BAK tidak lampias sejak 1 tahun SMRS. Seorang perawat melakukan anamnesa, didapatkan
hasil sebagai berikut: pancaran kencing lemah, kencing menetes, harus mengedan bila ingin BAK, skor
IPSS 27, Rectal Toucher(+). Hasil pemeriksaan USG abdomen: hipertrofi prostat dengan kapasitas buli
kurang optimal, volume prostat menigkat. Klien diberikan obat alfa bloker dan dilakukan tindakan
pembedahan. Klien dan keluarga bertanya bagaimana bisa terkena penyakit ini.

Diagnose medis klien Benigna Prostat Hiperplasia, perawat dan dokter serta paramedic lainnya yang
terkait melakukan perawatan secara integrasi untuk menghindari klomplikasi lebih lanjut.

Data Fokus

Data Subjektif Data Objektif


1. Klien dirawat dengan keluhan BAK tidak 1. Skor IPSS 27
lampias sejak 1 tahun SMRS 2. Rechtal toucher (+)
2. Klien mengatakan pancaran kencing 3. Hasil pemeriksaan USG Abdomen:
lemah, kencing menetes, harus mengedan hipertrofi prostat
bila ingin BAK 4. Volume prostat 40 gr
5. Sisa urin setelah bangun tidur 156cc
Data tambahan: 6. Klien diberikan obat alfa blocker
1. Klien mengatakan BAK sebanyak 5x 7. Distensi kandung kemih
ketika malam hari 8. TTV:
2. Klien mengeluh sakit saat BAK TD : 120/90 mmHg
3. Klien mengatakan perih saat BAK didaerah Nadi: 86 x/mnt
kemaluan dengan skala 5 RR : 20 x/mnt
4. Klien mengatakan nyeri selama 3 menit Suhu: 37,3C
5. Keluarga klien mengatakan klien meringis 9. Hasil lab:
setelah BAK Leukosit : 15.000 gr/dL
6. Klien mengeluh bagian kandung kemih
terasa penuh

Analisa Data

Data Masalah Etiologi


DS: Gangguan eliminasi urin Obstruksi
1. Klien mengatakan BAK (00016) anatomis (prostat)
tidak lampias sejak 1
tahun SMRS
2. Klien mengatakan
pancaran kencing lemah,
kencing menetes, harus
mengedan bila ingin BAK
3. Klien mengatakn BAK
sebanyak 5x ketika
malam hari
4. Klien mengeluh sakit saat
BAK

DO:
1. Skor IPSS 27
2. Hasil pemeriksaan USG:
Hipertrofi prostat
3. Volume prostat 40gr
4. Sisa urin setelah bangun
tidur 156cc

DS: Retensi urin (00023) Sumbatan saluran


1. Klien mengatakan BAK Domain3. Eliminasi dan perkemihan
tidak lampias sejak 1 pertukaran.
tahun SMRS Kelas 1. Fungsi urinarius
2. Klien mengatakan Hal. 207
pancaran kencing lemah,
kencing menetes, harus
mengedan bila ingin BAK
3. Klien mengatakn BAK
sebanyak 5x ketika
malam hari
4. Klien mengeluh sakit saat
BAK
5. Klien mengeluh bagian
kandung kemih terasa
penuh

DO:
1. Skor IPSS 27
2. Hasil pemeriksaan USG:
Hipertrofi prostat
3. Volume prostat 40gr
4. Sisa urin setelah bangun
tidur 156cc
5. Distensi kandung kemih

DS: Nyeri akut (00132) Agen cedera


1. Klien mengeluh sakit saat Domain12. Kenyaman biologis: BPH
BAK Kelas1. Kenyaman fisik
2. Klien mengatakan perih Hal. 469
saat BAK didaerah
kemaluan dengan skala 5
3. Klien mengatakan nyeri
selama 3 menit
4. Keluarga klien
mengatakan klien
meringis setelah BAK
DO:
1. TTV:
TD : 120/90 mmHg
Nadi: 86 x/mnt
RR : 20 x/mnt
Suhu: 37,3°C
2. Hasil pemeriksaan USG
Abdomen: hipertrofi
prostat
3. Distensi kandung kemih
4. Volume prostat 40 gr

DS: Resiko Infeksi (


1. Klien mengeluh bagian 00004 )
kandung kemih terasa Domain11.
penuh Keaman
2. Klien mengatakan perlindungan
pancaran kencing lemah, Kelas1. Infeksi
kencing menetes, harus
Hal. 405
mengedan bila ingin BAK

DO:
1. Distensi kandung kemih
2. Volume prostat 40 gr
3. Sisa urin setelah bangun
tidur 156cc
4. Hasil lab:
Leukosit : 15.000 gr/dL

Dianosa Keperawatan:

1. Gangguan eliminasi urin bd Obstruksi anatomis (prostat) (00016)


2. Retensi urin b.d sumbatan saluran perkemihan (00023)
3. Nyeri akut b,d agen cedera biologis: BPH (000132)
4. Resiko infeksi d.d kurang pengetahuan untuk menghindari pemajanan pathogen (00004)

Intervensi keperawatan

Diagnosa Tujuan dan kriteria hasil Intervensi


Gangguan NOC,509 NIC,512
eliminasi urin Eliminasi urin hal.85 (0503) Perawatan retensi urin, hal.386
bd Obstruksi 1. Pola eliminasi dipertahankan skala 2 (0620)
anatomis ditingkatkan skala 5 (1-5) 1. Lakukan pengkajian
(prostat) 2. Jumlah urin dipertahankan skala 2 komprehensif system
ditingkatkan skala 5 (1-5) perkemihan (misalnya,
3. Mengosongkan kantong kemih urin output, pola
sepenuhnya dipertahankan skala 2 berkemih, masalah
ditingkatkan skala 5 (1-5) saluran perkemihan
4. Nyeri saat kencing dipertahankan skala 2 sebelumnya )
ditingkatkan skala 5 (1-5) 2. Berikan privasi dalam
5. Rasa terbakar saat berkemih melakukan eliminasi
dipertahankan skala 2 ditingkatkan skala 3. Berikan waktu yang
5 (1-5) cukup untuk
6. Frekuensi berkemih dipertahankan skala pengosongan kandung
2 ditingkatkan skala 5 (1-5) kemih 10menit
7. Retensi berkemih dipertahankan skala 2 4. Pasang kateter urin
ditingkatkan skala 5 (1-5) sesuai kebutuhan
8. Keinginan mendesak untuk berkemih 5. Monitor intake dan
dipertahankan skala 2 ditingkatkan skala output
5 (1-5) 6. Monitor derajat distensi
9. Nokturia dipertahankan skala 2 kandung kemih dengan
ditingkatkan skala 5 (1-5) palapasi dan perkusi
7. Gunakan kateter untuk
residu urin sesuai
kebutuhan
8. Melakukan pemasangan
kateter sementara sesuai
kebutuhan
9. Rujuk pada spesialis
perkemihan sesai
kebutuhan
10. Kolaborasikan dengan
dokter dalam pemberian
obat alfa bloker
Retensi urin b.d NOC,509 NIC,512
sumbatan Eliminasi urin hal.85 (0503) Perawatan retensi urin, hal.386
saluran 10. Pola eliminasi dipertahankan skala 2 (0620)
perkemihan ditingkatkan skala 5 (1-5) 11. Lakukan pengkajian
11. Jumlah urin dipertahankan skala 2 komprehensif system
ditingkatkan skala 5 (1-5) perkemihan (misalnya,
12. Mengosongkan kantong kemih urin output, pola
sepenuhnya dipertahankan skala 2 berkemih, masalah
ditingkatkan skala 5 (1-5) saluran perkemihan
13. Nyeri saat kencing dipertahankan skala 2 sebelumnya )
ditingkatkan skala 5 (1-5) 12. Berikan privasi dalam
14. Rasa terbakar saat berkemih melakukan eliminasi
dipertahankan skala 2 ditingkatkan skala 13. Berikan waktu yang
5 (1-5) cukup untuk
15. Frekuensi berkemih dipertahankan skala pengosongan kandung
2 ditingkatkan skala 5 (1-5) kemih 10menit
16. Retensi berkemih dipertahankan skala 2 14. Pasang kateter urin
ditingkatkan skala 5 (1-5) sesuai kebutuhan
17. Keinginan mendesak untuk berkemih 15. Monitor intake dan
dipertahankan skala 2 ditingkatkan skala output
5 (1-5) 16. Monitor derajat distensi
18. Nokturia dipertahankan skala 2 kandung kemih dengan
ditingkatkan skala 5 (1-5) palapasi dan perkusi
17. Gunakan kateter untuk
residu urin sesuai
kebutuhan
18. Melakukan pemasangan
kateter sementara sesuai
kebutuhan
19. Rujuk pada spesialis
perkemihan sesai
kebutuhan
20. Kolaborasikan dengan
dokter dalam pemberian
obat alfa bloker
Nyeri akut b,d
NOC, 645 NIC, 559
agen cedera
Kontrol Nyeri hal. 247 (1605)
biologis: BPH Manajemen nyeri hal. 198
1. Mengenali kapan terjadi nyeri
(1400)
dipertahankan skala 3 ditingkatkan skala 5
(1-5) 1. Lakukan pengkajian
2. Menggambarkan faktor penyebab komprehensif yang
dipertahankan skala 3 ditingkatkan skala 5 meliputi lokasi,
(1-5) karakteristik, onset/durasi,
3. Menggunakan jurnal harian untuk frekuensi, kualitas,
memonitor gejala dari waktu ke waktu intensitas atau beratnya
dipertahankan skala 3 ditingkatkan skala 5 nyeri dan faktor pencetus.
(1-5) 2. Gali pengetahuan dan
4. Menggunakan tindakan pencegahan kepercayaan pasien
dipertahankan skala 3 ditingkatkan skala 5 mengenai nyeri
(1-5) 3. Kurangi atau eliminasi
5. Menggunakan tindakan pengurangan faktor-faktor lingkungan
(nyeri) tanpa analgesik dipertahankan yang dapat mencetuskan
skala 3 ditingkatkan skala 5 (1-5) atau meningkatkan nyeri
6. Menggunakan analgesik yang 4. Ajarkan prinsip-prinsip
direkomendasikan dipertahankan skala 3 manajemen nyeri
ditingkatkan skala 5 (1-5) 5. Ajarkan penggunaan teknik
7. Melaporkan perubahan terhadap gejala non farmakologi (
nyeri pada profesional kesehatan relaksasi, terapi musik,
dipertahankan skala 3 ditingkatkan skala 5 aplikasi panas/dingin dan
(1-5) pijatan)
8. Melaporkan gejala yang tidak terkontrol 6. Berikan individu penurun
pada profesional kesehatan dipertahankan nyeri yang optimal dengan
skala 3 ditingkatkan skala 5 (1-5) peresepan analgesik
9. Menggunakan sumber daya yang tersedia 7. Dukung istirahat/tidur yang
dipertahankan skala 3 ditingkatkan skala 5 adekuat untuk membantu
(1-5) penurunan nyeri
10. Mengenali apa yang terkait dengan 8. Beri tahu dokter jika
gejala nyeri dipertahankan skala 3 tindakan tidak berhasil atau
ditingkatkan skala 5 (1-5) jika keluhan pasien saat ini
11. Melaporkan nyeri yang terkontrol berubah signifikan dari
dipertahankan skala 3 ditingkatkan skala 5 pengalaman nyeri
(1-5) sebelumnya
9. Berikan informasi yang
Tingkat Nyeri hal. 577 (2102) akurat untuk meningkatkan
pengetahuan dan respon
1. Nyeri yang dilaporkan dipertahankan
keluarga terhadap
skala 3 ditingkatkan skala 5 (1-5)
pengalaman nyeri
2. Panjangnya episode nyeri dipertahankan
10. Libatkan keluarga
skala 3 ditingkatkan skala 5 (1-5)
dalam modalitas penurun
3. Mengerang dan menangis dipertahankan
nyeri, jika memungkinkan
skala 2 ditingkatkan skala 5 (1-5)
4. Ekspresi nyeri wajah dipertahankan skala
3 ditingkatkan skala 5 (1-5)
Pemberian Analgesik, hal.
5. Mengeriyit dipertahankan skala 3
247 (2210)
ditingkatkan skala 5 (1-5)
6. Tekanan darah dipertahankan skala 4 1. Cek perintah
ditingkatkan skala 5 (1-5) pengobatan meliputi
obat, dosis, dan
Pengetahuan: Manajemen Nyeri hal. frekuensi obat
386 (1843) analgesik yang
1. Faktor-faktor penyebab dan faktor yang diresepkan
berkontribusi dipertahankan skala 3 2. Cek adanya riwayat
ditingkatkan skala 5 (1-5) alergi obat
2. Tanda dan gejala nyeri dipertahankan
skala 3 ditingkatkan skala 5 (1-5)
3. Strategi untuk mengontrol nyeri
dipertahankan skala 3 ditingkatkan skala
5 (1-5)
4. Rejimen obat yang diresepkan
dipertahankan skala 3 ditingkatkan skala
5 (1-5)
5. Penggunaan yang benar obat yang
diresepkan dipertahankan skala 3
ditingkatkan skala 5 (1-5)
6. Pentingnya kepatuhan pada rejimen obat
dipertahankan skala 3 ditingkatkan skala
5 (1-5)
7. Pembatasan aktivitas dipertahankan skala
3 ditingkatkan skala 5 (1-5)
8. Teknik posisi yang efektif dipertahankan
skala 3 ditingkatkan skala 5 (1-5)
9. Teknik relaksasi yang efektif
dipertahankan skala 3 ditingkatkan skala
5 (1-5)

Resiko infeksi
NOC, 681 NIC, 521
d.d kurang
pengetahuan Deteksi Risiko, hal 82 (1908) Kontrol Infeksi, hal. 134
untuk 1. Mengenali tanda dan gejala yang (6540)
menghindari
pemajanan mengindikasikan risiko skala 3 1. Bersihkan lingkungan
pathogen ditingkatkan skala 5 (1-5) dengan baik setelah
2. Mengidentifikasi kemungkinan risiko digunakan untuk setiap
kesehatan skala 3 ditingkatkan skala 5 pasien
(1-5) 2. Ganti peralatan
3. Memvalidasi risiko kesehatan yang ada perawatan per pasien
skala 3 ditingkatkan skala 5 (1-5) sesuai protokol institusi
4. Selalu memperbaharui data tentang 3. Batasi jumlah
kesehatan diri skala 3 ditingkatkan skala pengunjung
5 (1-5) 4. Cuci tangan sebelum dan
5. Memonitor perubahan status kesehatan sesudah kegiatan
skala 3 ditingkatkan skala 5 (1-5) perawatn pasien
5. Pastikan teknik
perawatan luka yang
Kontrol Infeksi hal. 248 (1902) tepat
1. Mencari informasi tentang risiko
kesehatan skala 3 ditingkatkan skala 5 Perlindungan Infeksi hal.
(1-5) 398 (6550)
2. Mengidentifikasi faktor risiko skala 3
1. Monitor adanya tanda dan
ditingkatkan skala 5 (1-5)
gejala infeksi sistemik dan
3. Mengenali faktor risiko individu skala 3
lokal
ditingkatkan skala 5 (1-5)
4. Memonitor perubahan status kesehatan 2. Monitor kerentanan
terhadap infeksi
skala 3 ditingkatkan skala 5 (1-5)
3. Monitor hitung mutlak
granulosit, WBC, dn hasil-
hasil diferensial
4. Periksa kondisi setiap
sayatan luka atau bedah
5. Anjurkan istirahat
6. Kolaborasi dengan dokter
dalam pemberian obat
antibiotik

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KLIEN POST-OP HERNIA

DATA FOKUS

DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF


1. Klien mengeluh nyeri lupa operasi 1. Klien tampak meringis menahan sakit
P : saat bergerak 2. Klien tampak menjaga daerah luka
Q: disayat operasi
R: di daerah sekitar bekas operasi 3. Seluruh kegiatan klien dibantu oleh
S: 6 keluarga dan perawat
T: <10 menit 4. Terlihat bekas luka post op sepanjang
2. Klien mengatakan takut bergerak dan 5cm sebanyak 7 jahitan, kondisi luka
tidak bisa beraktivitas sederhana kering bersih
3. Klien mengatakan demam 5. Hasil TTV :
4. Klien mengatakan lemas dan mual HR : 96 x/mnt
RR : 24 x/mnt
TD : 140/80 mmHg
T : 36,9oC
6. Klien tampak pucat
7. Klien tampak terbaring lemas
8. Hasil lab: terdapat leukositosis
>10.000/mm3

ANALISIS DATA

DATA FOKUS PROBLEM ETIOLOGI


DS : Resiko infeksi (00004)
1. Klien mengeluh nyeri
lupa operasi
P : saat bergerak
Q: disayat
R: di daerah sekitar
bekas operasi
S: 6
T: <10 menit
2. Klien mengatakan
demam

DO :
1. Klien tampak
meringis menahan
sakit
2. Terlihat bekas luka
post op sepanjang
5cm sebanyak 7
jahitan, kondisi luka
kering bersih
3. Hasil TTV :
T : 36,9oC
4. Klien tampak pucat
5. Klien tampak
terbaring lemas
6. Hasil lab: terdapat
leukositosis
>10.000/mm3

DS : Nyeri akut (00132) Agens cedera fisik: prosedur


1. Klien mengeluh nyeri bedah
lupa operasi
P : saat bergerak
Q: disayat
R: lipat paha kiri
S: 6
T: <10 menit
2. Klien mengatakan
takut bergerak dan
tidak bisa beraktivitas
sederhana
DO :
1. Klien tampak
meringis menahan
sakit
2. Klien tampak
menjaga daerah luka
operasi
3. Terlihat bekas luka
post op sepanjang
5cm sebanyak 7
jahitan, kondisi luka
kering bersih
4. Hasil TTV :
TD : 140/80 mmHg
T : 36,9oC
5. Klien tampak
terbaring lemas

DS : Kerusakan integritas jaringan prosedur bedah


1. Klien mengeluh nyeri (00044)
lupa operasi
P : saat bergerak
Q: disayat
R: di daerah sekitar
bekas operasi
S: 6
T: <10 menit
DO :
1. Terlihat bekas luka
post op sepanjang
5cm sebanyak 7
jahitan, kondisi luka
kering bersih
2. Klien tampak
meringis menahan
sakit

DS : Hambatan mobilitas fisik nyeri


1. Klien mengeluh nyeri (00085)
lupa operasi
P : saat bergerak
Q: disayat
R: di daerah sekitar
bekas operasi
S: 6
T: <10 menit
2. Klien mengatakan
takut bergerak dan
tidak bisa beraktivitas
sederhana
3. Klien mengatakan
lemas dan mual

DO :
1. Klien tampak
meringis menahan
sakit
2. Klien tampak
menjaga daerah luka
operasi
3. Seluruh kegiatan klien
dibantu oleh keluarga
dan perawat
4. Klien tampak
terbaring lemas

DIAGNOSA KEPERAWATAN

NO Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri akut bd Agens cedera fisik: prosedur bedah
2. Resiko infeksi
3. Kerusakan integritas jaringan bd prosedur bedah
4. Hambatan mobilitas fisik bd nyeri

INTERVENSI

Tgl/jam Diagnosa Keperawatan Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi


Nyeri akut b.d agen Setelah dilakukan tindakan Manajemen nyeri (1400)
cedera fisik: prosedur keperawatan selama 1x24 1. Lakukan pengkajian
bedah jam, masalah nyeri akut nyeri secara
teratasi. Dengan kriteria hasil komprehensif
: 2. Observasi adanya
1. Nyeri klien berkurang petunjuk nonverbal
<3 mengenai
2. Pasien tidak tampak
ketidaknyamanan pada
meringis
mereka yang tidak
3. Tidak berkeringat
karena nyeri dapat berkomunikasi
4. TTV dalam batas secara efektif
normal : 3. Pertimbangkan
TD : 100-120/80- pengaruh budaya
90mmHg terhadap respon nyeri
HR : 60-100x/mnt 4. Tentukan akibat
RR : 16-24x/mnt pengalaman nyeri
terhadap kualitas
hidup pasien
5. Gali bersama pasien
faktor-faktor yang
dapat memperberat
atau memperingan
nyeri
6. Kendalikan faktor
lingkungan yang dapat
mempengaruhi respon
pasien terhadap
ketidaknyamanan
7. Dorong istirahat/tidur
yang adekuat untuk
membantu penurunan
nyeri

Kolaborasi :
1. Kolaborasi dengan
dokter dalam
pemberian analgesik
Resiko infeksi Setelah dilakukan tindakan Perlindungan infeksi (6550)
keperawatan selama 2x24 1. Monitor adanya tanda-
jam, masalah resiko tanda infeksi sistemik dab
kekurangan volume cairan. local
Dengan kriteria hasil : 2. Monitor jumlah leukosit
1. Tidak nyeri 3. Batarsi jumlah
2. Suhu normal (36.5- pengunjung
37.5˚C) 4. Periksa kondisi luka dan
3. Tidak ada tanda- berikan perawatan luka
tanda infeksi yang tepat
4. Luka bersih dan 5. Tingkatkan asupan nutrisi
kering yang cukup
5. Leukosit 4000- 6. Ajarkan pasien dan
10000/mm3 keluarga bagaimana cara
mencegah infeksi
Kolaborasi:
1. Dengan dokter pemberian
antibiotik

Kerusakan integritas Setelah dilakukan tindakan Perawatan luka (3660)


jaringan bd prosedur keperawatan selama 3x24 1. Monitor karakteristik
bedah jam, masalah kerusakan luka, termasuk
integritas jaringan teratasi. drainase, warna,
Dengan kriteria hasil : ukuran, dan bau
1. Tidak mengeluh nyeri 2. Lakukan perawatan
2. Tidak ada tanda- luka dengan prinsip
tanda infeksi steril
3. Luka operasi bersih 3. Periksa dan catat
dan kering setiap perubahan luka
4. Reposisi pasien setiap
2 jam
5. Ajarkan pasien dan
keluarga teknik
perawatan luka
dengan tepat
6. Ajarkan pasien dan
keluarga mengenal
tanda-tanda infeksi
Kolaborasi:
1. Dengan dokter untuk
pemberian salep yang
sesuai dan cairan yang
cukup
Hambatan mobilitas Setelah dilakukan tindakan Terapi latihan: ambulasi
fisik bd nyeri keperawatan 2x24 jam (0222)
masalah keperawatan dapat 1. Kaji kemampuan klien
teratasi dengan kriteria melakukan pergerakan
hasil: 2. Dekatkan barang-barang
1. Tidak ada nyeri pribadi klien
2. Klien dapat melakukan 3. Dorong klien untuk
pergerakan sederhana duduk ditempat tidur,
3. Klien dapat memenuhi atau dikursi, sebagaimana
kebutuhan dasarnya yang dapat ditoleransi
klien.
4. Bantu pasien untuk
ambulasi awal jika
diperlukan
5. Dorong ambulasi mandiri
dalam batas aman

Kolaborasi :
1. kolaborasi dengan ahli
terapi fisik mengenai
rencana ambulasi