Anda di halaman 1dari 17

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MANAJEMEN NYERI DI RUANG BEDAH ASTER RSUD


DR.SOETOMO SURABAYA

Oleh: Kelompok 10

Natalia Haris Krisprimada, S.Kep 131813143012


Navisa Khoirunisa, S.Kep 131813143031
Miladina Nahar,S.Kep 131813143041
Indah Febriana Nila, S.Kep 131813143059
Nadhia Putri Ulva Sari, S.Kep 131813143069

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
MANAJEMEN NYERI DI RUANG BEDAH ASTER RSUD DR.
SOETOMO SURABAYA

Topik : Manajemen Nyeri


Sasaran : Klien dan Keluarga
Hari/Tanggal : Rabu, 17 Oktober 2018
Tempat : Ruang Bedah Aster RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Waktu : Pukul 09.00 – 09.45 WIB
Pelaksana : Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga

A. Latar Belakang Masalah

Klien yang telah melakukan operasi atau post operasi pasti merasakan
nyeri akibat dari penyakit yang diderita. Nyeri merupakan kondisi berupa
perasaan yang tidak menyenangkan, bersifat sangat subjektif. Perasaan nyeri pada
setiap orang berbeda dalam hal skala ataupun tingkatannya, dan hanya orang
tersebutlah yang dapat menjelaskan atau mengevaluasi rasa nyeri yang dialaminya
(Tetty, 2015). Penatalaksanaan nyeri dibagi menjadi dua yaitu menggunakan
farmakologi atau obat – obatan analgesik dan non fermakologi.

Manajemen nyeri non farmakologi sebenarnya dapat dilakukan oleh


keluarga klien dengan memberikan dukungan ataupun distraksi. Kegiatan
manajemen nyeri yang dilakukan oleh keluarga merupakan salah satu intervensi
efektif yang dapat menurunkan tingkat nyeri klien. Namun, realitanya keluarga
tidak mengetahui cara yang benar dalam melakukan manajemen nyeri kepada
klien. Sehingga kebanyakan klien hanya mengandalkan manajemen nyeri
menggunakan terapi farmakologi.

B. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan klien dan keluarga dapat
menerapkan manajemen nyeri kepada klien dengan benar
C. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan klien dan keluarga dapat
menjelaskan kembali:
1. Menyebutkan pengertian nyeri dan manajemen nyeri
2. Menyebutkan tanda dan gejala nyeri
3. Menyebutkan cara – cara manajemen nyeri
4. Mampu menjelaskan dan memperagakan manajemen nyeri
D. Strategi Pelaksanaan
Strategi yang digunakan dalam penyampaian penyuluhan ini berupa
1. Ceramah dan Peragaan
2. Tanya jawab
E. Job Description
No. Nama Sie Job Description
1. Moderator 1. Membuka dan menutup acara
2. Mengatur jalannya acara dari awal hingga akhir
3. Memperkenalkan diri dan tim penyuluhan
4. Menjelaskan kontrak waktu penyuluhan
5. Memimpin jalannya acara

1. Penyuluh 1. Menyampaikan materi penyuluhan


2. Menggali pengetahuan peserta tentang materi yang akan
disampaikan
3. Menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh peserta

2. Fasilitator 1. Membantu dan mengondisikan peserta selama penyuluhan


berlangsung
2. Meminta tanda tangan peserta yang hadir (absensi)
3. Membantu mengajukan pertanyaan untuk evaluasi hasil
4. Memfasilitasi peserta untuk aktif bertanya

3. Notulen 1. Mencatat pertanyaan peserta dan jawaban penyaji sebagai


dokumentasi kegiatan
2. Mencatat proses kegiatan penyuluhan disesuaikan dengan
rencana kegiatan pada SAP
3. Menyusun laporan dan menilai hasil kegiatan penyuluhan

4. Observer 1. Mengawasi dan mengevaluasi selama penyuluhan


berlangsung
2. Mencatat situasi pendukung dan penghambat proses
kegiatan penyuluhan

5. PJ 1. Mempertanggungjawabkan terselenggaranya acara


penyuluhan
2. Mengkoordinasi tim penyuluhan
F. Rencana Proses Pelaksanaan
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 3 Menit Pembukaan :
1) Memberi salam 1) Menjawab salam
2) Menjelaskan tujuan pembelajaran 2) Mendengarkan dan
dan kontrak waktu Memperhatikan

2 30 Menit Pelaksanaan :
Menggali pengetahuan peserta 1) Menyimak dan
penyuluhan mengenai manajemen memperhatikan
nyeri yang telah diterapkan
Menjelaskan materi penyuluhan
secara berurutan dan teratur:
1) Pengertian nyeri dan
manajemen nyeri
2) Tanda gejala nyeri
3) Cara – cara manajemen nyeri
4) Menjelaskan dan
memperagakan cara – cara
manajemen nyeri
3 10 Menit Evaluasi :
1) Meminta keluarga klien 1) Bertanya,dan
menjelaskan atau menyebutkan menjawab
kembali topik yang telah pertanyaan
dijelaskan
2) Memberikan pujian atas
keberhasilan keluarga pasien
menjelaskan pertanyaan dan
memperbaiki kesalahan, serta
menyimpulkan.

4 2 MenitPenutup :
1) Mengucapkan terimakasih dan 1) Menjawab salam
mengucapkan salam
G. Media Penyuluhan
Media Penyuluhan yang digunakan:
1. PPT
2. Leaflet
H. Metode Evaluasi
1. Metode evaluasi : Tanya jawab
2. Jenis evaluasi : Lisan
I. Materi
1. Pengertian nyeri dan manajemen nyeri
2. Tanda dan gejala nyeri
3. Cara – cara manajemen nyeri
4. Penjelasan dan peragaan manajemen nyeri
J. Setting Tempat

Poster

Moderator Notulen Observer


Penyaji

Peserta Peserta Peserta Peserta


Peserta Peserta Fasilitator
Peserta Peserta
Peserta Peserta Peserta Peserta
Fasilitator
Peserta Peserta Peserta Peserta

K. Pengorganisasian
1. Penanggung Jawab : Nathalia Haris
2. Moderator : Miladina Nahar
3. Penyaji : Nadhia Putri Ulva Sari
4. Fasilitator : Indah Febriana Nila
Nathalia Haris
5. Notulen : Navisa Khoirunisa
6. Observer : Navisa Khoirunisa

L. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi struktur
1) Persiapan Media
Media yang digunakan dalam ceramah semua lengkap dan dapat
digunakan dalam penyuluhan yaitu:
(1) PPT
(2) Leaflet
2) Persiapan Materi
Materi disiapkan dalam bentuk PPT dan leaflet dengan ringkas, menarik,
lengkap mudah dimengerti oleh peserta
2. Evaluasi proses
1) Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan peserta mampu
memahami materi yang disampaikan melalui ceramah dan leaflet yang
diberikan.
2) Peserta memperhatikan saat ceramah berlangsung.
3) Kehadiran peserta diharapkan 80% dan tidak ada peserta yang
meninggalkan tempat penyuluhan selama kegiatan berlangsung.
4) Peserta antusias bertanya hal yang belum dimengerti tentang materi.
3. Evaluasi hasil
1. Keluarga mampu menjelaskan dan memahami pengertian nyeri dan
manajemen nyeri
2. Keluarga mampu menjelaskan dan memahami tanda dan gejala jika
klien merasa nyeri
5. Keluarga mampu menjelaskan dan memahami cara – cara manajemen
nyeri
6. Keluarga mampu menjelaskan dan memperagakan manajemen nyeri
kepada klien
MATERI MANAJEMEN NYERI
1. Pengertian Nyeri
Nyeri merupaakan kondisi berupa perasaan yang tidak menyenangkan,
bersifat sangat subjektif. Perasaan nyeri pada setiap orang berbeda dalam hal skala
ataupun tingkatannya, dan hanya orang tersebutlah yang dapat menjelaskan atau
mengevaluasi rasa nyeri yang dialaminya (Tetty, 2015). Menurut Smeltzer & Bare
(2002), definisi keperawatan tentang nyeri adalah apapun yang menyakitkan
tubuh yang dikatakan individu yang mengalaminya, yang ada kapanpun individu
mengatakkannya.
Nyeri sering sekali dijelaskan dan istilah destruktif jaringan seperti
ditusuk-tusuk, panas terbakar, melilit, seperti emosi, pada perasaan takut, mual.
Terlebih, setiap perasaan nyeri dengan intensitas sedang sampai kuat disertai oleh
rasa cemas dan keinginan kuat untuk melepaskan diri dari atau meniadakan
perasaan itu. Rasa nyeri merupakan mekanisme pertahanan tubuh, timbul bila ada
jaringan rusak dan hal ini akan menyebabkan individu bereaksi dengan
memindahkan stimulus nyeri (Guyton & Hall, 1997).
2. Tanda dan Gejala Klien merasa Nyeri

a) Suara
1. menangis
2. merintih
3. menarik/ menghembuskan nafas

b) Ekspresi Wajah
1. meringis
2. menggigt lidah , mengatupkan gigi
3. tertutup rapat/membuka mata atau mulut
4. menggigit bibir

c) Pergerakan Tubuh
1. kegelisahan
2. mondar-mandir
3. gerakan menggosok atau berirama
4. bergerak melindungi tubuh
5. otot tegang
d) Interaksi Sosial
1. menghindari percakapan dan kontak sosial
2. berfokus aktivitas untuk mengurangi nyeri
3. disorientasi waktu

3. Pengertian Manajemen Nyeri

1. Pendekatan farmakologi
Teknik farmakologi adalah cara yang paling efektif untuk
menghilangkan nyeri dengan pemberian obat-obatan pereda nyeri terutama
untuk nyeri yang sangat hebat yang berlangsung selama berjam-jam atau
bahkan berhari-hari. Metode yang paling umum digunakan untuk mengatasi
nyeri adalah analgesic (Strong, Unruh, Wright & Baxter, 2002). Menurut
Smeltzer & Bare (2002), ada tiga jenis analgesik yakni:
a) Non-narkotik dan anti inflamasi nonsteroid (NSAID): menghilangkan nyeri
ringan dan sedang. NSAID dapat sangat berguna bagi pasien yang rentan
terhadap efek pendepresi pernafasan.

b) Analgesik narkotik atau opiad: analgesik ini umumnya diresepkan untuk


nyeri yang sedang sampai berat, seperti nyeri pasca operasi. Efek samping dari
opiad ini dapat menyebabkan depresi pernafasan, sedasi, konstipasi, mual
muntah.

2. Intervensi Non Farmakologi


a) Masase dan Stimulasi Kutaneus
Masase adalah stimulasi kutaneus tubuh secara umum. Sering dipusatkan
pada punggung dan bahu. Masase dapat membuat pasien lebih nyaman
(Smeltzer & Bare, 2002). Sedangkan stimulasi kutaneus adalah stimulasi
kulit yang dilakukan selama 3-10 menit untuk menghilangkan nyeri, bekerja
dengan cara melepaskan endofrin, sehingga memblok transmisi stimulus
nyeri (Potter & Perry, 2006). Salah satu teknik memberikan masase adalah
tindakan masase punggung dengan usapan yang perlahan (Slow stroke back
massage).
b) Distraksi
Distraksi yang memfokuskan perhatian pasien pada sesuatu selain pada
nyeri dapat menjadi strategi yang sangat berhasil dan mungkin merupakan
mekanisme terhadap teknik kognitif efektif lainnya. Distraksi diduga dapat
menurunkan persepsi nyeri dengan menstimulasi sistem kontrol desenden,
yang mengakibatkan lebih sedikit stimuli nyeri yang ditransmisikan ke otak
(Smeltzer and Bare, 2002).
c) Terapi Musik
Terapi musik adalah usaha meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan
rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, bentuk dan gaya
yang diorganisir sedemikian rupa hingga tercipta musik yang bermanfaat
untuk kesehatan fisik dan mental (Eka, 2011).
d) Teknik Relaksasi Nafas Dalam
Teknik relaksasi nafas dalam merupakan suatu bentuk asuhan keperawatan,
yang dalam hal ini perawat mengajarkan kepada klien bagaimana cara
melakukan nafas dalam, nafas lambat (menahan inspirasi secara maksimal)
dan bagaimana menghembuskan nafas secara perlahan, selain dapat
menurunkan intensitas nyeri, teknik relaksasi bernafas dalam juga dapat
meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah. Teknik
relaksasi nafas dalam dapat mengendalikan nyeri dengan meminimalkan
aktivitas simpatik dalam system saraf otonom (Fitriani, 2013).

e) Imajinasi Terbimbing (Guided Imagery)


Imajinasi terbimbing adalah menggunakan imajinasi seseorang dalam suatu
cara yang dirancang secara khusus untuk mencapai efek positif tertentu.
Sebagai contoh, imajinasi terbimbing untuk relaksasi dan meredakan nyeri
dapat terdiri atas penggabungan nafas berirama lambat dengan suatu
bayangan mental relaksasi dan kenyamanan (Smeltzer & Bare, 2002).
f) Aromaterapi
Aromaterapi merupakan penggunaan ekstrak minyak esensial tumbuhan
yang digunakan untuk memperbaiki mood dan kesehatan (Primadiati, 2002).
Aromaterapi lemon merupakan jenis aroma terapi yang dapat digunakan
untuk mengatasi nyeri dan cemas. Zat yang terkandung dalam lemon salah
satunya adalah linalool yang berguna untuk menstabilkan sistem saraf
sehingga dapat menimbulkan efek tenang bagi siapapun yang menghirupnya
(Wong dalam Purwandari, 2014). Aromaterapi selain lemon untuk pereda
nyeri lainnya adalah aromaterapi lavender. Aromaterapi lavender
bermanfaat untuk relaksasi, kecemasan, mood, dan pada pasca pembedahan
g) Terapi Al-Qur’an
Salah satu terapi spiritual yang biasa dilakukan adalah dengan
mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al Quran atau disebut dengan istilah
murrotal. Lantunan ayat suci Al Quran mampu memberikan efek relaksasi
karena dapat mengaktifkan hormone endorfin, meningkatkan perasaan
rileks, mengalihkan perhatian dari rasa takut, cemas, dan tegang,
memperbaiki sistem kimia tubuh sehingga menurunkan tekanan darah, dan
memperlambat pernapasan (Sumaryani & Sari, 2015).
4. Pengukuran Nyeri
Assesmen Nyeri untuk Pasien Tidak Sadar
Critical Care Pain Observation Tools (CPOT)
Indikator Kondisi Keterangan
Ekspresi Wajah Rileks (0) Tidak ada ketegangan otot
Kaku (1) Mengerutkan kening atau mengangkat
alis
Meringis (2) Menggigit selang ETT
Gerakan Tubuh Tidak ada gerakan Tidak bergerak (tidak kesakitan),
abnormal (0) posisi normal
Lokalisasi nyeri (1) Gerakan hati – hati menyentuh lokasi
nyeri
Gelisah (2) Mencabut ETT, mencoba untuk
duduk, tidak mengikuti perintah,
mengamuk, mencoba keluar dari
tempat tidur
Aktivitas alarm Pasien kooperatif Alarm tidak berbunyi
ventilator terhadap kerja
mekanik ventilator mekanik
(0)
Alarm aktif tapi mati Batuk, alarm berbunyi tetapi berhenti
sendiri (1) spontan
Alarm selalu aktif Alarm sering berbunyi
(2)
Berbicara ketika Berbicara dalam Berbicara dengan nada pelan
pasien di nada normal / tidak
ekstubasi ada suara (0)
Mendesah, Mendesah, mengerang
mengerang (1)
Menangis (2) Menangis, berteriak
Ketegangan otot Tidak ada Tidak ada ketegangan otot
ketegangan otot (0)
Tegang, kaku (1) Gerakan otot pasif
Sangat tegang atau
kaku (2) Gerakan sangat kuat

Pengukuran Nyeri untuk Pasien Dewasa dan Sadar

Menggunakan Skala Nyeri Wong Baker dengan indikator :


DAFTAR PUSTAKA

Berman, A., Snyder S. J., Kozier B., & Erb G. (2002). Kozier and Erb”s
techniques Inclinical Nursing (5th Ed). New Jersey: Inc
Brunner & Suddarth. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8,
volume 2. Jakarta: EGC.
Carli, F. & Schricker, T. (2009). Modification of Metabolic Response to Surgery
by Neural Blockade. In: Neural Blockadein Clinical Anesthesia and Pain
Medicine (4thed). Cousins MJ, Bridenbaugh PO, Carr D and Horlocker T
(eds). Philadelphia: Lippincott
Crowe, L., Chang A., Frasser J.A., Gaskill D., Nash R., & Wallace, K. (2008).
Systematic review of the effectiveness of nursing interventions in reducing
or relieving post-operative pain. International Journal of Evidence- Based
Healthcare, 6,(4): 396-430.
Potter, P A & Perry, A G. (2005). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep,
Proses, dan Praktik. Edisi 4 Volume 2. Jakarta: EGC.
Tamsuri, A. (2007). Konsep dan penatalaksanaan nyeri. Jakarta : EGC
DAFTAR HADIR PESERTA PENYULUHAN

Ruang : Ruang Bedah Aster RSUD Dr. Soetomo


Hari/tanggal : Rabu, 17 Oktober 2018
Jam/Waktu : 09.00 – 09.45 / 45 menit

No Nama peserta Alamat TTD


1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
LEMBAR OBSERVASI PELAKSANAAN PENYULUHAN MAHASISWA
PROGRAM PENDIDIKAN NERS FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA

Kriteria Stuktur √ Kriteria Proses √ Kritera Hasil √


a. Kontrak waktu dan Pembukaan: a. Peserta yang hadir 
tempat diberikan satu a. Mengucapkan salam dan 10 orang
hari sebelum acara memperkenalkan diri b. Acara dimulai tepat
dilakukan b. Menyampaikan tujuan dan waktu
b. Pengumpulan SAP maksud penyuluhan c. Peserta mengikuti
dilakukan satu hari c. Menjelaskan kontrak waktu acara sesuai dengan
sebelum pelaksanaan dan mekanisme aturan yang
penyuluhan d. Menyebutkan materi disepakati
c. Peserta hadir pada penyuluhan d. Peserta memahami
tempat yang telah materi yang telah
ditentukan Pelaksanaan: disampaikan dan
d. Penyelenggaraan a. Menggali pengetahuan dan menjawab
penyuluhan dilakukan Pengalaman sasaran pertanyaan dengan
oleh mahasiswa mengenai manajemen nyeri benar
bekerjasama dengan b. Menjelaskan materi
Tim PKRS Ruang penyuluhan
Bedah Aster RSUD c. Memberikan kesempatan
Dr. Soetomo kepada sasaran penyuluhan
e. Pengorganisasian untuk mengajukan
penyelenggaraan pertanyaan mengenai
penyuluhan dilakukan materi yang disampaikan
sebelum dan saat d. Menjawab pertanyaan yang
penyuluhan diajukan oleh peserta
dilaksanakan penyuluhan
Pengorganisasian
e. Peserta antusias
penyelenggaraan
dalam penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyul
mengikuti penyuluhan
f. Peserta mendengarkan dan
memperhatikan penyuluhan
dengan seksama
Catatan Evaluasi :

Observer

(..............................................)
LEMBAR NOTULEN

Ruang : Ruang Bedah Aster RSUD Dr. Soetomo Surabaya


Hari/tanggal : Rabu, 17 Oktober 2018
Jam/Waktu : 09.00 – 09.45 / 45 menit

Jam Kegiatan Diskusi

1. Nama Penanya
...........................................................................................................................
Pertanyaan
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
Jawaban
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
............................................................................................................................
2. Nama Penanya
...........................................................................................................................
Pertanyaan
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
Jawaban
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................

Surabaya, 17 Oktober 2018

Notulen

(..................................................)