Anda di halaman 1dari 18

MULTIPOLE

D
I
S
U
S
U
N

Oleh

KELOMPOK 4

AISYAH NIM. 81761750


DEWI RATNA P.SITEPU NIM. 81761750

NAIMAH HASANAH NIM. 8176175010

Kelas : S-2 PEND. FISIKA Reg. A 2017

M.Kuliah : ELEKTRODINAMIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat dan rahmat–Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah “Multipole’’.
Dalam penyusunan makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada
Ibu Dr. Eva Marlina G, M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah
Elektrodinamika yang telah membimbing dalam pembuatan makalah ini. Penulis
juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam penyusunan makalah
ini. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca
sangat diharapkan untuk perbaikan makalah ini. Akhirnya penulis berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaaat bagi pembaca.

Medan, September 2018


Penulis,

Kelompok 4

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i

DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii

BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ..................................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah .............................................................................................1
1.3. Tujuan ...............................................................................................................1

BAB II. PEMBAHASAN


2.1. Ekspansi Multipole dari Potensial Skalar .........................................................2
2.2. Medan Dipole Listrik ........................................................................................5
2.3. Penerapan Multipole dalam kehidupan sehari-hari ...........................................7

BAB III. KESIMPULAN


3.1. Kesimpulan .................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA........................................................................... ................ iii

ii
BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Sebuah dipol magnetik adalah batas tiap-tiap putaran tertutup dariarus
listrik atau sepasang kutub sebagai dimensi sumber dikurangi menjadi nol
sekaligus menjaga momen magnetik konstan. Ini adalah analog magnetik dari
dipol listrik, tapi analogi ini tidak lengkap. Secara khusus, monopol magnetik,
analog magnetik dari sebuah muatan listrik, belum pernah diamati. Selain itu,
salah satu bentuk momen dipol magnetik berhubungan dengan properti kuantum
fundamental, berputar dari partikel elementer. Medan magnet di sekitar tiap
sumber magnet terlihat semakin seperti bidang dipol magnetik sebagai jarak dari
sumber meningkat,
Sebuah dipol magnet, di akselerator partikel, adalah magnet dibangun
untuk membuat homogen medan magnet lebih dari jarak tertentu. Partikel gerak di
bidang yang akan melingkar di bidang tegak lurus ke lapangan dan kolinear
dengan arah gerakan partikel dan bebas dalam arah ortogonal untuk itu. Dengan
demikian, partikel disuntikkan ke magnet dipol akan melakukan perjalanan pada
melingkar atau heliks lintasan. Dengan menambahkan beberapa bagian dipol pada
bidang yang sama, efek radial lentur dari balok meningkat, oleh karena itu
kelompok kami akan menyusun makalah yang berjudul “Multipole”.

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimana ekspansi multipole dari potensial skalar?
2. Bagaimana medan dipole listrik?
3. Apa saja penerapan multipole dalam kehidupan sehari-hari?

1.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui ekspansi multipole dari potensial skalar.
2. Untuk mengetahui medan dipole listrik.
3. Untuk mengetahui penerapan multipole dalam kehidupan sehari-hari.

1
BAB. II PEMBAHASAN

2.1. Ekspansi Multipole dari Potensial Skalar


Salah satu metode khusus dalam penghitungan potensial listrik ialah
metode ekspansi multipole, yakni suatu muatan non-titik pada jarak yang sangat
jauh sehinggap bisa dianggap titik. Pada sebaran muatan itu terdapat kaitan-kaitan
monopole (tunggal), dipole (ganda), quadrupole (kuartet), octopole (oktet), dan
seterusnya, Jadi sebelum memahami muatan sebaran yang rumit (terdiri dari
banyak muatan titik), perlu dipahami terlebih dahulu sistem dipole atau
quadrupole. Untuk dipole, berikut gambarannya:

potensial listrik, V

dengan aturan cosinus, r+:

2
dengan cara yang sama, r-:

dengan menggunakan ekspansi binomial;

didapatkan (sampai suku ke-3):

abaikan d2/z2 pada suku ke-3, karena nilainya sangat kecil

3
dengan cara yang sama

sehingga potensial listrik di titik P

jika dimasukkan θ = 90° (cos 90° = 0), maka V = 0.


Adapun medan listrik (electrostatic field), E dengan mengganti z = r (ke koordinat
bola) diperoleh:

sehingga:

4
Kalau mau, perhatikan gambar di bawah (kalau nggak mau ya nggak usah), garis
hijau menunjukkan potensial listrik dan garis ungu medan listrik.

Jadi pada dipole, potensialnya akan berubah berbanding terbalik dengan


kuadrat jaraknya dan medan listriknya berubah berbanding terbalik dengan
pangkat tiga jaraknya. Bandingkan dengan bentuk umum hukum Coloumb,
kenapa bisa berbeda? Untuk menjawabnya, cobalah Anda buktikan bahwa:

2.2. Medan dipole listrik


Walaupun atom-atom dan molekul-molekul bersifat netral secara listrik,
namun atom-atom dan molekul-molekul ini juga dipengaruhi oleh medan listrik,
sebab atom-atom dan molekul-molekul tersebut memiliki muatan positif dan
muatan negatif. Kita bisa menganggap sebuah atom terdiri dari inti atom yang
bermuatan positif dan dikelilingi oleh awan elektron yang bermuatan negatif.
Karena jari-jari inti sekitar 100.000 kali lebih kecil dibandingkan awan elektron ,
kita dapat menganggapnya sebagai muatan titik. Pada beberapa atom dan molekul,
awan elektron mempunyai simetri bola, sehingga pusat muatanya berada pada
pusat atom atau molekul, berimpit dengan muatan positif. Atom atau molekul
yang demikian disebut nonpolar. Namun demikian, dengan adanya medan listrik

5
luar, pusat muatan positif tidak berimpit dengan pusat muatan negatifnya. Medan
listrik melakukan suatu gaya pada inti yang bermuatan positif yang arahnya searah
medan dan gaya pada awan elektron yang bermuatan negatif pada arah yang
berlawanan. Muatan positif dan negatif akan terpisah sehingga gaya tarik menarik
muatan akan menmgimbangi gaya luar pada masing-masing muatan akibat medan
listrik luar. Distribusi muatan yang demikian berperilaku sebagi suatu dipol listrik.
Momen dipol suatu atom atau molekul non polar di dalam medan listrik
luar disebut momen dipol induksi. Momen dipol induksi ini mempunyai arah
sama dengan arah medan listrik. Jika medan listrik yang homogen, tidak ada gaya
total dipol sebab gaya pada muatan positif maupun negatif sama besar dan
berlawanan arah. Namun demikian, bila medan listriknya tidak homogen, akan
ada gaya total yang bekerja pada dipol tersebut. Momen dipol induksi sejajar
dengan E pada arah radial dari muatan titik tersebut. Medan pada muatan negatif
lebih kuat sebab letaknya lebih dekat kepada muatan titik, jadi gaya total pada
dipol akan menuju muatan titik dan dipol di tarik menuju muatan titik jika titik
muatan tersebut adalah negatif, dipol induksi akan mempunyai arah yang
berlawanan dari arah semula, dan dipol sekali lagi akan ditarik oleh muatan titik
tersebut. Gaya yang dihasilkan oleh medan listrik tidak homogen pada partikel
netral merupakan penyebab potongan atas ditarik oleh sisir yang bermuatan.hal ini
juga merupakan penyebab balon yang bermuatan menempel pada dinding atau
langit-langit. Dalam hal ini, muatan pada balon memberikan medan listrik tidak
homogen yang mempolarisasi (yaitu, momen dipol induksi) molekul dari dinding
atau langit-langit dan kemudian menariknya.
Pada beberapa molekul, pusat muatan positif tidak berimpit dengan pusat
muatan negatif, walaupun tidak ada medan listrik luar. Molekul-molekul polar ini,
mempunyai momen dipol listrik permanen. Jika sebuah molekul polar diletakkan
didalam suatu medan listrik homogen akan ada gaya total padanya,tetapi alkan
ada momen yang mengarahkan molekul untuk berputar sehingga dipol mengarah
sejajar medan.

6
Torka dapat ditulis sebagi perkalian silang dari momen dipol p dengan medan
listrik E :
𝝉=𝒑𝒙𝑬
Jika dipol berputar melalui sudut 𝑑𝜃, medan listrik melakukan kerja
dw= -𝝉𝒅𝜽 = −𝒑 𝑬 𝒔𝒊𝒏𝜽 𝒅𝜽
tanda minus muncul akibat torka yang cenderung menurunkan q. Dengan
membuat kerja ini sama dengan penurunan energi potensial, akan kita peroleh:
du = -dw = + pE 𝒔𝒊𝒏𝜽 𝒅𝜽
dengan mengintegrasikan, kita peroleh:
U= -pE 𝒄𝒐𝒔𝜽 + 𝑼o
Biasanya kita pilih energi potensial menjadi nol pada saat dipol tegak lurus medan
listrik, yaitu ketika 𝜽 = 𝟗𝟎°. Kemudian Uo = 0 dan energi potensial menjadi:
U = -pE 𝒄𝒐𝒔𝜽 = −𝒑 . 𝑬
Didalam suatu medan listrik, yang tidak homogen, molekul polar mengalami
gaya total karena medan listrik yang bekerja pada pusat muatan positif dan negatif
berbeda besarnya sebagai contoh, molekul polar adalah HCl, yang sesungguhnya
merupakanion positif hidrogen dengan muatan +e dan ion negatif clor dengan –e .
contoh lain dari molekul poalr adalah air, adanya momen dipol dari air
merupakan penyebab utama adanya penyerapan energi dari makanan yang ada
diadalam pemanas gelombang mikro. Seperti halnya semua gelombang,
microwave mempunyai medan listrik bolak-balik yang dapat menyebabkan dipol
listrik bergetar. Getaran momen dipol listrik air beresonansi dengan osilasi medan
listrik gelombang mikro dan ini menhyebabkan penyerapan energi dari gelombang
mikro diameter atom molekul mempunyai orde 10-10 m= 0,1nm. Satuan momen
dipol listrik atom dan molekul adalah muatan dasar e dikali jarak 1nm. Misalnya,
momen dipol dari NaCl dalam satuan ini mempunyai besar sekitar 0,2 e. nm.

2.3. Penerapan Multipole dalam Kehidupan Sehari-hari


 Metode kapasitansi (metode kondensor)
Dalam metode kapasitansi diatermi gelombang pendek, jaringan yang akan
dipanaskan atau diobati ditempatkan di antara dua pelat kapasitor dan

7
dipisahkan dari kulit dengan bahan isolator. Apabila kedua pelat kapasitor
dialiri arus listrik, maka akan tercipta medan listrik diantara keduanya.
Substansi yang ada di dalam medan magnet akan bervibrasi, elektrolit
mengalami dipole dan timbul panas sebesar Q=VIt/0,24 kalori (persamaan hk.
Joule). Yang perlu diperhatikan adalah bahwa ukuran pelat kapasitor harus
lebih besar daripada struktur yang diobati dan jarak penempatannya harus
sama terhadap kulit.

Gambar 2.1 Dalam metode kapasitansi, jaringan ditempatkan di antara dua pelat kapasitor.

 Metode induksi (metode kabel)


Pada metode ini dapat menimbulkan efek medan listrik dan medan magnet
secara bersamaan. Bagian tubuh yang akan dipanaskan atau diobati
ditempatkan dalam atau dekat induktor. Metode ini dilakukan dengan cara
melilitkan kabel pada daerah yang akan diobati, misal daerah abdomen
(perut). Arus 30 MHz dalam kumparan menghasilkan medan magnet bolak-
balik dalam jaringan yang menghasilkan arus bolak balik di dalamnya. Energi
yang hilang oleh arus bolak balik muncul sebagai panas dalam jaringan.

Gambar 2.2 Bentuk metode induktansi pada diatermi gelombang pendek

8
Terapi listrik adalah jenis pengobatan alternatif yang menggunakan sebuah alat
diatermi gelombang pendek.
Efek diatermi gelombang pendek adalah :
o Menghasilkan panas dan meningkatkan efek fisiologis sebagai akibat dari
peningkatan temperatur, yaitu :
1) Meningkatkan metabolisme, perubahan struktur kimia yang
disebabkan kenaikan temperature (Hk. Vant Hoff)
2) Suplai darah meningkat, sebagai akibat dari meningkatnya metabolisme.
3) Efek pada saraf, mengurangi eksitasi saraf apabila kurang begitu panas.
4) Dengan meningkatnya temperature mengurangi relaksasi otot dan
meningkatkan efisiensi usaha otot. Otot akan berkontraksi dan relaksasi
semakin meningkat.
5) Oleh karena pemanasan maka terjadi koagulasi, sehingga terjadi destruksi
jaringan.
6) Penurunan tekanan darah yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh daerah.
7) Meningkatkan aktivitas kelenjar keringat.

o Mempnyai efek terapeutik (pengobatan)


1. Terhadap daerah peradangan, dimana akan terjadi pelebaran pembuluh darah
sehingga dapat meningkatkan oksigen dan pengangkutan makanan untuk sel
sel.
2. Efek terhadap infeksi bakteri, terjadi peningkatan konsentrasi sel darah putih
dan antibodi pada daerah infeksi.
3. Menghilangkan rasa sakit, panas menyebabkan saraf sensoris mengalami
sedaktif.

 Micro wave diathermy (diatermi gelombang mikro)


Gelombang mikro adalah gelombang dengan panjang gelombang 1 cm
sampai 1 meter. Untuk diatermi sering digunakan panjang gelombang 12,25
cm dengan frekuensi 2.450 MHz atau panjang gelombang 69 cm dengan
frekuensi 433,92 MHz. Berbeda dari diatermi gelombang pendek dimana

9
jaringan yang akan dipanaskan merupakan bagian dari rangkaian resonan,
sementara pada diatermi gelombang mikro jaringan menyerap gelombang
elektromagnetik. Radiasi dihasilkan dalam tabung frekuensi tinggi khusus
yang disebut magnetron. Keluaran dari magnetron diumpankan ke antena, dan
antena memancarkan gelombang mikro. Seperti gelombang cahaya,
gelombang mikro dapat ditransmisikan, dipantulkan atau dibiaskan di
permukaan, dan diserap oleh medium. Beberapa pengaturan antena standar
untuk diatermi gelombang mikro memanfaatkan properti refleksi untuk
mengarahkan radiasi pada jaringan, di mana sebagian dari itu direfleksikan
dan sebagian ditransmisikan. Untuk 2450 MHz radiasi energi yang
dipantulkan dari kulit mungkin lebih dari 50%. kesesuaian impedansi yang
baik antara antena dan jaringan meningkatkan jumlah radiasi yang
ditransmisikan. Radiasi yang ditransmisikan diserap oleh tubuh dan
menghasilkan panas.

Gambar 2.3 Diatermi gelombang mikro yang digunakan pada bagian belakang pasien.

Efek yang ditimbulkan tergantung jumlah energi radiasi yang diserap. Besar
absorbs dapat dinyatakan dalam rumus eksponensial:

I = Iₒ e -x/d

10
I : intensitas radiasi yang diserap (I=37% dari Iₒ) (W/m²)
Iₒ : intensitas radiasi pada permukaan kulit (W/m²)
e : koefisien absorbs
x : kedalaman radiasi dalam jaringan (m)
d : tebal jaringan (m)

Percobaan telah menunjukkan bahwa penyerapan ini terkait dengan jumlah


air dalam jaringan dan interaksi yang menghasilkan panas terjadi antara medan
listrik dalam radiasi gelombang mikro dan momen dipol listrik dari molekul-
molekul air dalam tubuh.
Molekul air memiliki dipol listrik permanen karena pusat muatan positif
pada inti dari tiga atom yang membentuk molekul tidak di tempat yang sama
sebagai pusat muatan negatif. Sedikit perpindahan pada pusat muatan dalam
molekul menghasilkan dipol listrik permanen dalam molekul air. Medan listrik
dari gelombang mikro mencoba untuk menyelaraskan dipol listrik dari molekul air
dengan itu. Dalam melakukan proses penyelarasan, energi diserap oleh jaringan
sehingga menghasilkan panas. Jumlah energi yang diserap tergantung pada
frekuensi gelombang mikro; energi terbaik diserap pada frekuensi mendekati 20
GHz (1 GHz = 10 9 Hz) dan buruk pada frekuensi yang lebihrendah mendekati
100 MHz dan pada frekuensi yang lebih tinggi sekitar 1000 GHz.
Karena energi yang disimpan lebih efektif dalam jaringan dengan kadar air
tinggi, energi gelombang mikro yang diserap lebih baik dalam jaringan otot
daripada di jaringan lemak, yang memiliki sedikit air. Gambar 2.2.4 menunjukkan
penetrasi radiasi gelombang mikro terhadap frekuensi radiasi untuk jaringan
lemak dan jaringan dengan kandungan air yang tinggi. Dengan peningkatan
penyerapan, D semakin kecil (persamaan 2.2). Gelombang mikro diatermi
digunakan untuk sendi panas, selubung tendon, dan otot.

11
Gambar 2.4 Penetrasi radiasi gelombang mikro dibandingkan terhadap frekuensi radiasi.

D adalah ketebalan jaringan yang dibutuhkan untuk mengurangi intensitas


awal ke37% (1 / e). Kerusakan dapat disebabkan oleh paparan berlebih ke radiasi
elektromagnetik. Testis dan mata lebih sensitif terhadap suhu tinggi daripada
bagian lain dari tubuh. Panas berlebih pada testis dapat menyebabkan kemandulan
sementara, mungkin panas berlebih testis suatu hari nanti dapat digunakan sebagai
alat kontrol kelahiran. Panas berlebih dari mata dapat menyebabkan katarak.
Karena bahaya radiasi elektromagnetik, tingkat paparan gelombang mikro jangka
panjang maksimum pada 10 mW/cm 2 yang telah ditetapkan oleh pemerintah
federal. Biro radiologi kesehatan FDA memberlakukan peraturan tersebut. Jika
satu-setengah dari permukaan tubuh (9x10 3 cm 2) terkena radiasi pada tingkat
maksimum ini dan semua daya peristiwa yang diserap, 90 W daya dihasilkani; ini
kira kira tingkat produksi energi tubuh ketika tidak aktif, atau laju metabolisme
dari dasarnya. Tingkat paparan radiasi jangka panjang ini hanya sepersepuluh dari
kekuatan radiasi maksimal yang bisa diserap dari matahari yang mencolok pada
tubuh (100 mW/cm2).

12
BAB III. KESIMPULAN

3.1. KESIMPULAN
1) Sebuah dipol magnetik adalah batas tiap-tiap putaran tertutup dariarus
listrik atau sepasang kutub sebagai dimensi sumber dikurangi menjadi nol
sekaligus menjaga momen magnetik konstan.
2) Momen dipol suatu atom atau molekul non polar di dalam medan listrik
luar disebut momen dipol induksi. Momen dipol induksi ini mempunyai
arah sama dengan arah medan listrik. Jika medan listrik yang homogen,
tidak ada gaya total dipol sebab gaya pada muatan positif maupun negatif
sama besar dan berlawanan arah.
3) Penerapan multipole dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
 metode kapasitansi (metode kondensor)
Dalam metode kapasitansi diatermi gelombang pendek, jaringan yang
akan dipanaskan atau diobati ditempatkan di antara dua pelat kapasitor
dan dipisahkan dari kulit dengan bahan isolator.
 Metode induksi (metode kabel)
Pada metode ini dapat menimbulkan efek medan listrik dan medan
magnet secara bersamaan. Bagian tubuh yang akan dipanaskan atau
diobati ditempatkan dalam atau dekat induktor. Metode ini dilakukan
dengan cara melilitkan kabel pada daerah yang akan diobati, misal
daerah abdomen (perut).
 Micro wave diathermy (diatermi gelombang mikro)
Gelombang mikro adalah gelombang dengan panjang gelombang 1 cm
sampai 1 meter. Untuk diatermi sering digunakan panjang gelombang
12,25 cm dengan frekuensi 2.450 MHz atau panjang gelombang 69 cm
dengan frekuensi 433,92 MHz. Berbeda dari diatermi gelombang
pendek dimana jaringan yang akan dipanaskan merupakan bagian dari
rangkaian resonan, sementara pada diatermi gelombang mikro jaringan
menyerap gelombang elektromagnetik.

13
DAFTAR PUSTAKA

Gabriel. J.F. 1988. Fisika Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Griffiths, David J. 1999. Introduction to Electrodynamics. New Jersey: Prentice
Hall, Inc. Upper Saddle River.
Hani, Ahmadi Ruslan. 2007. Fisika kesehatan. Yogyakarta: Mitra cendikia press.
Lang, Johannes. 1986. Medan Listrik. Jakarta: Siemens AG dan Penerbit Katalis.
https://www.academia.edu/8739086/Dipol_Listrik_di_Dalam_Medan_Listr
ik (diakses 09/09/2016).
http://paradoks77.blogspot.co.id/2011/04/potensial -dan-medan-
elektrostatik-pada.html (diakses 09/09/2016).
http://manfaatlistrikmagnet.blogspot.com/2013/06/listrik-dan-kemagnetan-dalam-
bidang.html (diakses 09/09/2016).
http://muhammadapriyanto31.blogspot.co.id/2015/06/bab-i-pendahuluan-
1.html (diakses 09/09/2016).
http://dokumen.tips/documents/bab-i-ikhwal.html (diakses 09/09/2016).

iii

Anda mungkin juga menyukai