Anda di halaman 1dari 5

ISSN 0853-3792

Aplikas i Nilai Eigen pada Pemecahan Persamaan Diferensial


H eook S iagiao
Jurusan Fisika, FMJPA, Uni..-er.fitas Negeri Medan
Jl. Willem Iskandar Pavar V. Medan 20221

Abst ract
[TilE APPL!CATIOI-. 01' EtGEl' VALUE TO SOLVE 0JFfEREl'TIAL EQ\JATIONS] A simple differential
equation sysJem cm• be wrinen in a matrix notation of Y' = AY, where A is a matrix coeff~eientthat
can be diagonalized. Eigen values ofA is used 10 find o P matrix that diagonalize A. By substitution
of Y = PU andY ' - PU' to find "a new diagonalize system'' of U' = DU. where D = P 1AP.
Solution of U'- DU is then used 10 dt!termine Y from Y = PU equalit>n. 1J1ese results has been use
to solve linear differential equation and its application.
Kata kunci : Nilai Eigen, persamaan diferensial, matriks
(J. &ins lndon., 18(4): 156-160, 2004)

Pen dnhuluao
Banyak hukum-hukum ftSika dijelaskan merupakan vektor eigen dari A.
dalam persamaan diferensial, yakni persamaao Sesungguhnya, sembarang kelipatan taknol
yang melibatkan fungsi-fungsi dan turunan- dari x akan mcnjadi vektor eigcn, karena A(kx)
turunannya. Dari sistem persamaan diferensial = kAx = kA X= J..(k.x).
yang d ikctahui disusun scbuah matn"ks Persamaan Ax = J.. x dapat dituliskan
ko<:fisien dan dicarilah nilai-nilai cigcn dari dalam bentuk:
marriks terscbut. Persoalan mcncari nilai-nilai
(A - J..I)x s 0. (/)
cigcn sebuah matriks atau suatu operator
(diferensial) pada umumnya, muncul dalam dengan I matriks satuan. Persamaan {1) akan
beragam masalah fisika. Sebagai contoh mempunyai penyclcsaian tal.:trivial jika dan
seperti pencntuan frekuensi dan kcadaan getar hanya jika A - A.I singular, atau sccara
sistcm benda banyak yang digandengkan ekivalen:
dengan gaya pegas. Mengingat pentingnya det (A -J..I) =0 12)
persoalan nilai-eigcn operator difcrensial ini,
berikut diberikan definisi umumnya. Persamaan (2) ini disebut pcrsamaan
karal.'ieristik untuk matriks A. Jika determinan
Pcrsarnaan Ax = A. x, dim ana A adalah
pada persamaaan (2) diuraikan, akan
suatu matriks tv:n scring ditemukan pada
didapatkan suatu polinom bcrderajat ke-n
aplikasi aljabar linear. Jika pcrsamaan ini
dalam peubah A dan polinom ini disebut
mcmpunyai penyelcsaian taknol x, maka A
polillQm karakteristik:
disebut nilai eigcn (eigenvalue) dari A dan x
disebut vektor eigen (eigenvector ) yang p(J..) =del (A -A. I) (J)
dimiliki olch A.. Akar dari polinom karakteristik ndalah nilai

:A=[~ ~a danx= [~]


eigen dari A.
Misatkan J ika dihitung akar menurut kelipatannya,
maka polinom karakteristik pasti mempunyai"
karen a akar. Jadi A, akao mempunyai n nilai eigcn

Ax =[! ~J] [~] : [!] •3GJ cJx


dimana bcberapa diantaranya kemungkinan
akan berulang dan beberapa nilai eigen lainnya
kemungkinan berupa bilangan kompleks.
Dari pcrsamaan di atas terlihat bahwa J.. = Namun dalam hal ini yang menjadi nilai eigen
3 adalah nilai eigen dari A dan x = (1, zt hanyalah bi Iangan riel.
156
Jurnal Sains Indonesia. Oklober 2004, Volume 18, Nomor 4

Berikut ini akan dibahas aplikasi dari nilai y, a, a,. a,. y,


l::igen yang berperan pcnting dalam
rncrl) clcsaikan sistem persamaan diferensial y, a>, a., Oz,. y.
linear dan aplikasi dalam fisika, scpcrti (7)
bcrhagai masalah campuran.

Persamaa n Diferensial Linear Y. Y.

Salah satu persamaan diferensial yang secara siogkat: Y' • A Y (8)


pa.ling sederhana adalah : Pemecahan secara umum unruk kasus ini
> -ay (4) adalah sebagai bcrikut.
dengan. y = f{x) adalah suatu fungsi xe"
1
takdiketaluri yang akan ditentukan dan y · =
dy/dx adalah turunannya sedangkan a adalah
x 2 e"
konstanta. Pernecahan dan pers (4) adatah:
y=ce.. (5)
Y= .. e"' x (9)
Pemecahan ini disebut pemecal1an umum
(general solution).
Kadang-kadang soal fisis yang
menghasitkao sebual1 persamaan diferensial
menentukan juga kondisi tambahan tcrtcntu dcngan x = (x1,x1 , ...,x.)T. Sebagai bukti
yang memuogkinkan uotuk mencari satu
bahwa fungsi vektor ini merupakan pemecahan
pemecahan khusus (particular solution) dan
daTi sistem adalah dengan mendifercnsiasi Y
pcmecal1an umum. Misalnya, pemecahan
terhadap t :
persamaan (4) memenuhi kondisi mmbahan
y(O) = 2, yaitu y = 2 bita x • 0, maka dengan Y ~ Ae-" X - ). Y (10)
mensubsti- tusikan nitai-nilai ini ke pemecahan Jika 2 dipilih sebagai nilai eigen dari A
umum maka didapat nilai c - 2. Jadi dan x sebagai vcktor eigen milik 2., maka :
persamaan (5) menjadi: y =2e"".
x = A. Y = Y'
11
Di sini akan dijclaskan bagaimana nilai- AY =e" Ax = k (I 1)
nilai e igen tersebut digunakan dalam Jelaslah bahwa V adatah pcmecahan dari
menyelesaikan sistcm persamaan diferensial sistem tersehut.
linear dengan koefisien konstan . Jika Y r. Y 2 , .••, v. mcrupakan pemecahan
13erikut ini akan dijclaskan bagaimana dari Y · = A Y, maka bcrdasarkan induksi
pemecahan sistem persamaan difcrensial yang matematika semua kombinasi linear ktYt +
bcrbentuk. k2 Y1 + ... + k.Y.juga merupakan pemecahan
sistem.
Y; = 0 nYr +arzYz + ... +a,.y.
Y; = 0 zrYr + 0 uYz + ... + Oz.Y.
(6) Aplikasi Nilai E igeo pada Persa maan
D ifereosial
Diberikan suatu sistem pcrsamaan orde
satu: =y; y,
+ Y2

dengan y, = f ,(x) , Yz = fz(x) , ... Y n ~ f • (x) y~ =- 2 y,+4y2


Carilah: a) Pemccahan umum dari sistem
ada lah fungsi yang akan ditcntukan dan aij
di atas, dan b) t>emecahan khusus dengan
adalah konstanta. Persamaan {6) dapat ditulis
dengan notasi matriks scbagai berikut. kondisi awal y 1 (0) = J, y 1 (0) = I

157
Henok Siagian: Aplikasi Nilai Eigen poda Pemecahar~ Persamaan Diferensial

Pemecahan:
a) Pemecahan umum (general solw ion):

[y,>'!] = [ - I2 I] [>'•] schingga persamaan Y • PU menghasilkan Y


4 Yz scbagai pcmecaha n baru meojadi

matriks koefisien untuk sistem tef'Sebut adalah

A= [-12 :]
dct (A.! - A) a
1 2
..1. -1
A-
-IJ
• = ).' - 5..1. + 6
a tau
=(?. 2)(2-3)=0 Ya = cle2x + c2el"'
maka nilai-nilai eigen A adalah: A= 2, i. = 3. y1 = c el% + 2c,e1'
1
UniUk A. = 2, sistem ini me njadi :
b) Pemecahan khu.ws (particular .tolution):
Jika kondisi-kondisi awal disubstitusikan
maka didapatkan:
dengan memecahkan s istem ini ak.an

menghasilkan x1 = x 1 sehingga [ ;J •[:] c, +c2 = 3


c1 +2c2 = I
dengan memecahkan sistem ini dipcroleh:
c1 = S; c~ =-2
jadi, p 1 - [~] adalah scbuah basis unruk noang sehingga pemecahru1 yang memenuhi kondisi
awal adalah:
eigcn dengan A.= 2. Dcngan cara yang sama
y, = Se1' 2e''
-

dipcroleh, p 2 a[~] adalah sebuah basis untuk y 2 = Selz - 4e"'


Campunm
ruang cigen dcnga n J. =3. (5 Umin)

Jadi P = [: ~] mendiagonaHsasi A.
D=p-'AP = [~l ~~][_ 2 :][~ ~]
1

= [~ ~]
Substitusi Y = PU dan Y' = PU'
menghasilkan sistem diagonal yang baru,
yaitu: Gam bar I. Laju campuran air dan pupuk.
2
=
U' OU = [
0 3
O] ["•u, J Aplikasi Nilai Eigeo pada Ca m purao

atau Dua buah tangki A dan B masing-masing


berisi I 00 liter campuran . Mula-mula tangki A
u1 = 2u1 ; u~ = 3u 2 mengandung 40 gram pupuk dan tangki B
mengandung 20 gram pupuk. Cairan
Dari persamaan (5) pemecahan sistem ini dipompakan ke dalam dan ke luar dari kedua
adalah : tangki dengan kecepatan pcmompaan sepcrti

158
Jurnal SclifU Indonesia. Olaober 2004, Volume 28. Nomor 4

tcrlihat pada Gambar 1. Tcntukan1ah jumlah nilai eigen dari A adalah:


pupuk da1am setiap tangl..i pada wal..'tu t .
..i=- ~ J..
=- -1
Pemecnllan;
10 • 10
Mula-mula jumlah total cairon dalam 3
untuk .A •- , sistem ini meiUadi:
setiap tangki akan rctap 100 liter karena 10

[~~ ~ ~o] [;J [~]


j um1ah cairan yang dipompa ke dalam sama
dengan yang dipompa ke luar. Kecepatan
perubahan j um1ah pupuk pada setiap t3Jigki =
adalah sama dengan kccepatan penambahan
dikurMgi dengan kcccpatan pemompaan kc 5 10
1uar. Misalkan y 1(t) dan y 2 (t) mas ing-masing dengan memecabkan sistem tnt akan
adalah jumlah pupuk (dalant gram) di dai3Jit rncnghasillum x, = - 2 x1 ; sehingga;
rangki A dan 13 pada waktu t.
Untuk tangki A : kecepatan pennmbahan
pupuk adalah
[::] =[~2]
(5 Umin)( Yz(l ) g I L)= Yz(l) glmin
100 20
jadi, P• ~ 1
[ _ ] adalah basis untuk ruang
2
kecepatan pcmompaan pupuk ke luar adalah
(20 l.Jmin) ( Yr (I) gIL)= y,(t) glmin
eigen untuk A. = - ~ Dcngan cara yang
10
100 5
Maka keccpatan perubaban untuk rangki A sama dipcro leh, p2 ~[~] adalah basis untuk
diberikan o leh persamaan ,
y'(t ) = Yl(t)- y,(t) =- y,(l) + y ,(t) ruang eigen dengan ). ~
I 20 5 5 20 10
dengan cara yang sama, untuk tangki B,
kecepatan perubahan mcnurut pcrsamaan ,
Jadi P =[
1
-2
~] mcndiagonalisasi A.
y;(t) = y,;t) - yl;t)
untuk dapat menentukan y 1 (t)dan y 2 (t)
1
D - P AP = [! -~] [-~ 2~] [1 1]
-4t I
-s - -5
t - 2 2

r- .~
harus menyelcsaikM masalah nilai awal.
Y' =AY , Y(O)= Yo = o. ]
Matriks koefisien untuk sistem di atas
adalah:
l 0
-to
Subslitusi Y = PU dan Y' = PU'
menghasilkan sistem diago nal baru, yaitu:

det (J..I - A) =
2 +-
I
5
-~J[:J
10
a tau
1
l -5 u 1 = - -u,:
10 -
J .
l'z = - -10I u1
I I
= (A. + -2 ) - - "" 0
5 100 Maka. u 1 = c,e ·JtiiO: u 2 = c~e-' 110
sehingga persamaan Y ~ PU menghasilkan Y
=(J..+~}(J.. +-
1 )=0 sebagai pcmecahan baru:
10 10
159
Henok Siagian: Aplikasi Nilai Eigen pada Pemecahan Persamaun Diferensial

l'cnutup
Dari uraian di alas telah diperlihatkan
atau bagaimana nilai-nilai eigcn tersebut digunakan
dalam pcmccahan masalah sistem pcrsamaan
yl(l) = cle-'' IO + c2e-•"o
diferensial linear dengan koefisicn konstan.
10 10
y 2 (t) = -2c1e }I + 2c,e-• Maka sistcm persamaan diferensial linear
dapat dicari pemecahannya dengan
Bila: t = 0, Y • Yo, maka: c, +c2 = 40 , menerapkan nilai eigen dari matriks koefisien
- 2c, + 2c, = 20, Pcnyelesruatl dari kedua serta diterapkan untuk pemecahan masalah
campuran.
persamaan ini didapat:
c, = 15; c2 =25 .
Maka pemecahan masalah nilai awal, yairu
jumlah pupuk dalam setiap tangki pada waktu Daftar Puslaka
t, adalah:
Anton, Howard ( 1981) Elementary linear
- di da/om tangki A: algebra. New York: Jbon Wiley
yl(t) = 15c-'"'o + 25c-"'o Boas, Mary t . (1983) Mathematical methods
in the Physical Sciences. New York: Jhon
- di dalam rangki B: Wiley
Y2(1) = -30e-l1IIO + 50e-IIIO Leon, Sleven J. ( 1998) Linear algebra with
applications. Singapore: Prentice-Hall

160