Anda di halaman 1dari 9

Makalah Instalasi Listrik

Disusun Oleh :
- Renaldy Atma
- Reza Indra Setiawan
- Satriyo Nusantara
- Sega Aruni
Kelas : 2IB04
Tugas : Sistem Komunikasi

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah Sistem
Komunikasi.

Makalah ilmiah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata saya berharap semoga makalah ilmiah tentang Sistem Komunikasi pada mata
kuliah Dasar Telekomunikasi ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Bekasi , November 2016


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pemasangan instalasi listrik di rumah tangga idealnya harus mengikuti standar yang berlaku.
Hal ini bertujuan supaya produsen energi listrik dan pelanggan terhindar dari kerugian. Salah satu
usaha yang dilakukan untuk meningkatkan keamanan adalah dengan membuat sistem pembumian
instalasi listrik rumah tangga.
Baik tidaknya suatu sistem pembumian dipenguruhi oleh sumber daya perancang dan
instalateur instalasi listrik. Pengetahuan akan standar dan peraturan yang berlaku sangatlah penting
dimiliki oleh seorang perancang dan instalateur instalasi listrik.
Pada saat sekarang juga kebanyakan orang hanya bisa mengerti dengan apa itu instalasi,sedangkan
mereka tidak tau bagaimana cara aturan dan pemakaian yang benar.Sehingga hal itu menyebabkan
pengaruh yang buruk terhadap cara dan penggunaan instalasi listrik. Mereka tidak tau bagaimana bahaya
dari itu semua,dan bagaimana seharusnya sikap dalam menghadapi instalasi listrik tersebut.Oleh
sebeb itu dalam makalah ini,saya mencoba untuk menjelaskan bagaimana instalasi listrik itu
seharusnya,dan cara penggunaannya serta bagaimana pengaruhnya terhadap diri dan tubuh si
pengguna.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa definisi listrik ?
2. Bagaimanakah seharusnya pemasangan instalasi itu dilakukan ?
3. Cara memelihara instalasi listrik rumah ?
1.3. Tujuan
a. Mengerti dan memahami Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL).
b. Mengerti dan memahami cara instalasi listk di rumah yang aman
1.4. Batasan Masalah
Berdasarkan landasan teori dan rumusan masalah di atas, maka dalam permasalahan ini
perlu adanya pembatasan masalah agar pengkajian masalah dalam penelitian ini dapat lebih
terfokus dan terarah. Karena keterbatasan yang dimiliki maka permasalahan ini hanya membatasi
masalah pada instalasi listrik pada rumah.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi Listrik
Listrik adalah merupakan daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh adanya pergesekan
ataupun melalui sebuah proses kimia tersebut biakan s digunakan untuk kemudian menghasilkan
panas, cahaya atau bahkan bias dimanfaatkan untuk menggerakan sebuah mesin atau bahkan
menjadi penerangan bagi suatu bangunan atau tempat.
2.2. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL)
Sistem penyaluran dan cara pemasangan instalasi listrik di Indonesian harus mengikuti
aturan yang ditetapkan oleh PUIL (Peraturan umum Instalasi Listrik) yang diterbitkan tahun 1977,
kemudian direvisi tahun 1987 dan terakhir tahun 2000. Sisteminstalasi listrik yang dimulai dari
sumber listrik (tegangan, frekwensi), peralatan listrik, cara pemasangan, pemeliharaan dan
keamanan, sudah diatur dalam PUIL.
2.2.1. Tujuan Dari Peraturan Instalasi Listrik
a. Melindungi manusia terhadap bahaya sentuhan dan kejutan arus listrik.
b. Keamanan instalasi dan peralatan listrik.
c. Menjaga gedung serta isinya dari bahaya kebakaran akibat gangguan listrik.
d. Menjaga ketenangan listrik yang aman dan efisien,
2.2.2. Dasar-Dasar Instalasi Listrik
Standarisasi juga mengurangi pekerjaan tangan maupun pekerjaan otak. Dengan tercapainya
standarisasi, mesin-mesin dan alat-alat dapat dipergunakan secara lebih baik dan lebih efisien,
sehingga dapat menurunkan harga pokok dan meningkatkan mutu. Standarisasi juga membatasi
jumlah jenis bahan dan barang, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan.
2.3. Instalasi Rumah Tinggal
Apabila hendak memasang instalasi listrik, maka harus mengetahui terlebih dahulu
gambaran secara umum keadaan dari suatu bangunan yang akan dipasang instalasi listriknya. Hal
ini akan lebih mudah dalam mengatur tata letak komponen dan peralatan serta penentuan titik-titik
cahaya sesuai dengan kebutuhan ruangan. Harus diperhatikan spesifikasi dan syarat pekerjaan ini
menguraikan syarat yang harus dipenuhi pihak pemborong, antara lain mengenai pelaksanaannya
material yang digunakan, waktu penyerahannya dan sebagainya.
Gambar-gambarnya harus jelas, mudah dibaca dan dimengerti. Gambar denah
bangunannya biasanya disederhanakan. Dinding-dindingnya digambar dengan garis tunggal agar
tipis, saluran-saluran listriknya karena lebih penting maka digambar lebih tebal. Supaya
gambarnya rapi harus dipilih tebal garis yang tepat.

Dari penyederhanaan gambar sketsa tersebut, ilustrasi semacam ini akan banyak membantu kita
dalam membuat perencanaan instalasi listrik, dari yang sederhana sampai pada yang lebih komplit.
2.4. Keamanan dan Keselamatan Instalasi Listrik
Pengaman instalasi listrik adalah salah satu jenis peralatan yang berfungsi mengamankan
peralatan listrik dari gangguan arus hubung singkat (short circuit) dan beban lebih (over load) .
Penggunaan peralatan pengaman (proteksi) pada instalasi listrik merupakan hal yang sangat
penting, karena berhubungan langsung terhadap keamanan dan keselamatan bagi pengguna listrik
dari bahaya sengatan listrik atau kerusakan instalasi dan peralatan listrik yang digunakan.
Pemasangan peralatan pengaman listrik harus memperhitungkan besarnya arus listrik dari
bebaninstalasi listrik atau besarnya arus dan tegangan listrik yang masih mampu ditanggung dalam
beberapa saat, apabila suatu instalasi maupun peralatan listrik yang digunakan mengalami
gangguan. Gangguan-gangguan yang terjadi pada instalasi listrik diantaranya : (a) arus beban
lebih, b) arus hubung singkat (arus hubung pendek), c)arus bocor ke bumi.
Dengan demikian, pemilihan dan penggunaan peralatan pengaman listrik yang tepat akan
mendukung didapatnya suatu sistem instalasi listrik yang aman dan andal.
2.5. Komponen Instalasi Listrik
Komponen instalasi listrik merupakan perlengkapan yang paling pokok dalam suatu
rangkaian instalasi listrik, dalam pemasangan instalasi listrik komponen instalasi listrik yang akan
dipasang pada instalasi listrik, harus memenuhi persyaratan dan ditata sehingga terpenuhi
keperluannya. Standarisasi peralatan listrik berfungsi untuk mengatur keseragaman, kemampuan
dan keandalan peralatan listrik dengan mengadopsi standar dari IEC (International
Electrotechnical Commision), yang anggotanya meliputi sejumlah Negara termasuk Indonesia. Di
Indonesia, lembaga pengujian peralatan listrik adalah Lembaga Masalah
Peralatan listrik yang baik adalah peralatan yang telah diuji dan diberi label sesuai dengan
tanda di Negara tersebut, misal: SNI (Indonesia), tanda dari lembaga pengujian suatu negara
disebut Safety Marks.
Pemilihan peralatan listrik sesuai dengan pengaruh luar perlu dipertimbangkan, selama ini
kita memilih peralatan listrik baru mencakup fungsinya saja. Untuk menjamin keandalan dari
peralatan/perlengkapan listrik, maka IEC telah mengatur dan mengelompokkan dengan kode-kode
yang terdiri dari sekumpulan huruf besar dan sebuah angka (indek proteksi) sehingga mudah untuk
dipahami.
2.6. Cara memelihara instalasi listrik rumah

 Pastikan Instalasi Listrik di rumah/bangunan milik Anda telah terpasang dengan tepat,
benar dan aman serta menggunakan material listrik yang terjamin kualitasnya dan sesuai
kapasitasnya.
 Lakukan pemeriksaan rutin, minimal setahun sekali untuk memastikan apakah instalasi
listrik masih layak untuk digunakan atau perlu direhabilitasi. Jika instalasi listrik telah
terpasang lebih dari 5 (lima) tahun, sebaiknya perlu untuk direhabilitasi. Hal ini untuk
menjaga agar instalasi listrik tetap layak dipergunakan dan mencegah kemungkinan
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

 Pergunakan peralatan rumah tangga elektronik yang disesuaikan dengan daya tersambung
dan kapasitas/kemampuan kabel instalasi listrik yang terpasang. Jika ingin memasang,
merehabilitasi atau memeriksa instalasi listrik, sebaiknya menggunakan jasa instalatir yang
resmi terdaftar sebagai anggota AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia). Informasi
tentang Instalatir Listrik dapat menghubungi kantor PLN terdekat.

2.7. Tips Mencegah Bahaya Listrik


Bahaya listrik bisa berujud kebakaran akibat arus hubung singkat, bahaya sentuh (kesetrom).
Untuk mencegah terjadinya bahaya listrik, bisa dilakukan cara-cara berikut ini

 Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik.


 Gunakan pemutus arus listrik (Sekering) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan
dilebihkan atau dikurangi.
 Untuk sekering model patron lebur non otomatis, apabila putus gantilah dengan yang baru,
jangan disambung sendiri dengan kabel serabut.
 Kabel-kabel listrik yang terpasang di rumah jangan dibiarkan ada yang terkelupas atau
dibiarkan terbuka.
 Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar dan kabel-kabel listrik dari
jangkauan anak-anak.
 Biasakan menggunakan material listrik, seperti kabel, saklar, stop kontak, steker (kontak
tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia) /
LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN).
 Pangkaslah pepohonan yang ada di halaman rumah jika sudah mendekati atau menyentuh
jaringan listrik.
 Hindari pemasangan antene televisi terlalu tinggi sehingga bisa mendekati atau menyentuk
jaringan listrik.
 Gunakan listrik yang memang haknya, jangan mencoba mencantol listrik, mengutak-atik
KWH Meter atau menggunakan listrik secara tidak sah. Tindakan ini bisa mengakibatkan
dijatuhkannya denda oleh PLN.
 Biasakan bersikap hati-hati, waspada dan tidak ceroboh dalam menggunakan listrik.
 Jangan bosan-bosan untuk mengingatkan anak-anak kita agar tidak bermain layang-layang
di bawah/dekat jaringan listrik.
 Pasanglah ELCB (earth leakage circuit breaker) yang sekarang telah banyak digantikan
dengan GFI (ground fault interrupter) atau RCD (residual-current device). Piranti ini
fungsinya untuk memutuskan hubungan apabila ada kebocoran arus listrik atau apabila ada
orang yang tersengat listrik. Kebanyakan piranti ini dipasang di kamar mandi (stop kontak
untuk hair dryer atau electric shaver/pencukur kumis) atau service room (tempat mesin
cuci), yang pada umumnya memiliki lantai basah.
 Selain itu, apabila memiliki rumah baru maka lebih baik meminta untuk dipasang instalasi
listrik dengan sistem 3 kabel. Karena ini akan memastikan bahwa peralatan listrik anda
akan memiliki pembumian/grounding yang benar. Pernahkan anda terasa kesetrum ketika
memegang lemari es? Ini kemungkinan karena instalasi listrik di rumah anda tidak
memakai sistem 3 kabel.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian mengenai dampak kerugian, bila instalasi listrik rumah dan gedung
tidak standar, maka:
1. Kebakaran nyata yang timbul karena kelalaian dan pemakaian listrik yang salah, yang dapat
mengakibatkan kerusakan material yang cukup besar dan juga dapat mengakibatkan hilangnya
nyawa.
2. Salah satu penyalahgunaan dalam pemanfaatan instalasi listrik yang khas adalah penggunaan yang
tidak tepat terhadap penginstalasian listrik, dan merupakan masalah yang umum di kalangan
masyarakat pengguna listrik di Indonesia.
3. Instalasi listrik harus diadakan pemeriksaan dan pengujian secara teratur oleh instansi yang
berwenang terhadap penyalahgunaan, kerusakan atau pelaksanaan pemasangan yang tidak standar.
4. Peralatan yang dipilih untuk dipasang dalam instalasi listrik harus memenuhi standar yang berlaku
dan mentaati ketentuan PUIL 2000, serta harus cocok pemakaiannya terhadap lingkungannya, dan
mengikuti instruksi pabrik pembuat peralatan tersebut.
5. Mengigat vitalitas dan strategisnya fungsi dan peranan listrik, bagi yang menyediakan maupun
yang memanfaatkannya, maka ketersediaannya harus memenuhi azaz andal, aman dan akrab
lingkungan.