Anda di halaman 1dari 13

I.

LATAR BELAKANG

Geologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bumi dan merupakan

kelompok ilmu yang mempelajari bumi secara menyeluruh, asal mula struktur,

komposisi, sejarahnya (perkembangan kehidupan) dan proses-proses yang telah ada

dan sedang berlangsung hingga menjadikan bumi seperti saat sekarang ini.

Salah satu cabang ilmu geologi yang menjadi dasar perkembangan ilmu

geologi, yaitu Paleontologi yang merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan di

masa lampau atau studi mengenai fosil, sisa-sisa dan jejak-jejak kehidupan masa lalu,

yang dapat digunakan untuk membuat korelasi lapisan-lapisan yang berumur sama di

suatu wilayah yang luas.

Ilmu paleontologi dapat berguna untuk membuat korelasi lapisan-lapisan yang

berumur sama disuatu wilayah yang luas maka diperlukan adanya pemahaman yang

baik mengenai fosil, fosil yang biasa dijadikan fosil indeks salah satunya adalah yang

berasal dari filum Mollusca. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa sangatlah

diperlukan untuk melakukan praktikum paleontologi dengan acara Filum Mollusca

agar dapat mempelajari ilmu paleontologi dengan lebih baik lagi dan menjadi

pengetahuan dasar untuk mata kuliah selanjutnya.

II. MAKSUD DAN TUJUAN

2.1 Maksud

Maksud dari kegiatan praktikum ini yaitu untuk lebih mengenal fosil dari

filum Mollusca.

2.2 Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan praktikum ini, yaitu :


1. Mengenali fosil yang berasal dari filum Mollusca.

2. Mengetahui dan memahami proses- proses pemfosilan fosil yang berasal dari

filum Mollusca.

3. Mengenali bagian-bagian dari tubuh fosil Mollusca.

III. PEMBAHASAN

4.1. Filum Mollusca

Mollusca adalah hewan lunak dan tidak memiliki ruas. Tubuh hewan ini

tripoblastik, bilateral simetri, umumnya memiliki mantel yang dapat menghasilkan

bahan cangkok berupa kalsium karbonat. Cangkok tersebut berfungsi sebagai rumah

(rangka luar) yang terbuat dari zat kapur misalnya kerang, tiram, siput sawah dan

bekicot. Namun ada pula Mollusca yang tidak memiliki cangkok, seperti cumi-cumi,

sotong, gurita atau siput telanjang. Mollusca memiliki struktur berotot yang disebut

kaki yang bentuk dan fungsinya berbeda untuk setiap kelasnya.

Gambar : (a) kerang, (b) siput, (c) cumi-cumi

Cangkang kerang ini terdiri dari dua belahan, sedangkan cangkang siput

berbentuk seperti kerucut yang melingkar. Perbedaan lainnya, kaki siput tipis dan

rata. Fungsinya adalah untuk berjalan dengan cara kontraksi otot. Lain halnya dengan

kerang yang mempunyai kaki seperti mata kapak yang dipergunakan untuk berjalan

di lumpur atau pasir. Sementara itu cumi-cumi dan sotong tidak punya cangkok,

kakinya terletak di bagian kepala yang berfungsi untuk menangkap mangsa.

4.2 Sistem Pencernaan


Mollusca memiliki alat pencernaan sempurna mulai dari mulut yang

mempunyai radula (lidah parut) sampai dengan anus terbuka di daerah rongga

mantel. Di samping itu juga terdapat kelenjar pencernaan yang sudah berkembang

baik. Peredaran darah terbuka ini terjadi pada semua kelas Mollusca kecuali kelas

Cephalopoda.

4.3 Sistem Pernafasan

Pernafasan dilakukan dengan menggunakan insang atau “paru-paru”, mantel

atau oleh bagian epidermis. Alat ekskresi berupa ginjal. Sistem saraf terdiri atas tiga

pasang ganglion yaitu ganglion cerebral, ganglion visceral dan ganglion pedal yang

ketiganya dihubungkan oleh tali-tali saraf longitudinal.

4.4 Sistem Reproduksi

Alat reproduksi umumnya terpisah atau bersatu dan pembuahan internal atau

eksternal.

4.5 Karakteristik Mollusca

Moluska adalah anggota dari filum sangat besar dan beragam aminals
invertebrata yang dikenal sebagai mollusca. filum menyediakan beberapa hewan
paling akrab, termasuk univalves (kelas Gastropoda), bivalvia (kelas Bivalvia) dan
cephalopoda (kelas cephalopoda). Filum mollusca juga termasuk kurang dikenal
froms menyedot sebagai Chitons (kelas Polyplacophora) dan gading menjual (kelas
Scaphopoda), antara lain.
The mollusca dari sektor Antartika dan sub-Antartika Samudra selatan dijelaskan
cukup baik, sedikit pun beberapa 1.200 moluska diidentifikasi dari daerah, yang
didominasi oleh gastropoda diikuti oleh bivalvia (Lince et al. 2006). Sampai saat ini
kita tahu kira-kira tujuh puluh enam morfospesies molluscan dari lima kelas dari
wilayah HIMMI. banyak di antaranya terlalu kecil untuk ditangkap sebagai bycatch
dan hanya taksa yang lebih besar seperti cumi, siput besar atau kerang akan akrab
bagi pengamat. Namun penting untuk membuat pengamat menyadari Divercity
moluska mereka cenderung encounther.
Mollusca adalah hewan lunak dan tidak memiliki ruas. Tubuh hewan ini
tripoblastik { mempunyai 3 lapisan lembaga, yaitu ektoderm (lapisan luar), mesoderm
(lapisan tengah) dan endoderm (lapisan dalam) }, bilateral simetri, umumnya
memiliki mantelyang dapat menghasilkan bahan cangkok berupa kalsium karbonat.
Cangkok tersebut berfungsi sebagai rumah (rangka luar) yang terbuat dari zat kapur
misalnya kerang tiram, siput sawah dan bekicot.(Drs. Adun Rusyana, M.Pd. : 86)
Cangkok kerang ini terdiri dari dua belahan, sedangkan cangkok siput berbentuk
seperti kerucut yang melingkar. Perbedaan lainnya, kaki siput tipis dan rata.
Fungsinya adalah untuk berjalan dengan cara kontraksiotot. (Drs. Adun Rusyana,
M.Pd. : 87).
Mollusca mempunyai alat pencernaan yang sempurna mulai dari mulut yang
mempunyai radula (lidah perut) sampai dengan anus terbuka didaerah rongga mantel.
Pernapasan dilakukan dengan menggunakan insang atau “paru-paru”, mantel atau
oleh bagian epidermis. Alat eksresi berupa ginjal. Sistem syaraf terdiri atas tiga
pasang ganglion yaitu ganglion cerebral, ganglion visceral dan ganglion pedal yang
ketiganyadi hubungkan oleh tali-tali saraf longitudinal. (Drs. Adun Rusyana, M.Pd. :
87).
Ciri-ciri Mollusca:

1. Merupakan hewan multiselular yang tidak mempunyai tulang belakang.


2. Habitatnya di ait maupun darat
3. Merupakan hewan triploblastik selomata.
4. Struktur tubuhnya simetri bilateral.
5. Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral, dan mantel.
6. Memiliki sistem syaraf berupa cincin syaraf
7. Organ ekskresi berupa nefridia
8. Memiliki radula (lidah bergigi)
9. Hidup secara heterotrof
10. Reproduksi secara seksual
4.6 Klasifikasi Mollusca

Pembagian kelas Mollusca didasarkan pada simetri tubuh, ciri kaki dan

cangkoknya, Mollusca dibagi menjadi lima kelas, yaitu kelas Gastropoda,

Cephalopoda, Bivalvia atau Pelecypoda, Amphineura dan kelas Scaphopoda.

1. Kelas Gastropoda

Ada sekitar 50.000 jenis/spesies Gastropoda yang masih hidup dan 15.000

jenis yang telah menjadi fosil. Karena banyaknya jenis Gastropoda, maka hewan ini

mudah ditemukan. Sebagian besar Gastropoda mempunyai cangkok (rumah) dan

berbentuk kerucut terpilin (spiral). Bentuk tubuhnya sesuai dengan bentuk cangkok.

Padahal waktu larva, bentuk tubuhnya simetri bilateral. Namun ada pula Gastropoda

yang tidak memiliki cangkok, sehingga sering disebut siput telanjang (vaginula).

Hewan ini terdapat di laut dan ada pula yang hidup di darat. Gaster artinya perut, dan

podos artinya kaki. Jadi Gastropoda adalah hewan yang bertubuh lunak, berjalan

dengan perut yang dalam hal ini disebut kaki. Gerakan Gastropoda disebabkan oleh

kontraksi-kontraksi otot seperti gelombang, dimulai dari belakang menjalar ke depan.

Pada waktu bergerak, kaki bagian depan memiliki kelenjar untuk menghasilkan lendir

yang berfungsi untuk mempermudah berjalan, sehingga jalannya meninggalkan

bekas. Hewan ini dapat bergerak secara mengagumkan, yaitu memanjat ke pohon

tinggi atau memanjat ke bagian pisau cukur tanpa teriris.

Di kepala siput terdapat sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel

pendek. Pada tentakel panjang, terdapat mata. Mata ini hanya berfungsi untuk

membedakan gelap dan terang. Sedangkan pada tentakel pendek berfungsi sebagai

indera peraba dan pembau. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang dilengkapi
dengan rahang dari zat tanduk. Di dalam mulut terdapat lidah parut atau radula

dengan gigi-gigi kecil dari kitin. Selanjutnya terdapat kerongkongan, kemudian

lambung yang bulat, usus halus dan berakhir di anus. Gastropoda umumnya pemakan

tumbuh-tumbuhan atau disebut hewan herbivora.

Pernafasan bagi Gastropoda yang hidup di darat menggunakan paru-paru,

sedangkan Gastropoda yang hidup di air, bernafas dengan insang. Alat ekskresi

berupa sebuah ginjal yang terletak dekat jantung. Hasil ekskresi dikeluarkan ke dalam

rongga mantel. Sistem peredaran darah adalah sistem peredaran darah terbuka.

Jantung terdiri dari serambi dan bilik (ventrikel) yang terletak dalam rongga tubuh.

Sistem saraf terdiri atas tiga buah ganglion utama yakni ganglion otak

(ganglion cerebral), ganglion visceral atau ganglion organ-organ dalam dan ganglion

kaki (pedal). Ketiga ganglion utama ini dihubungkan oleh tali saraf longitudinal,

sedangkan tali saraf longitudinal ini dihubungkan oleh saraf transversal ke seluruh

bagian tubuh. Di dalam ganglion pedal terdapat statosit (statocyst) yang berfungsi

sebagai alat keseimbangan.

Gastropoda mempunyai alat reproduksi jantan dan betina yang bergabung atau

disebut juga ovotestes. Gastropoda adalah hewan hemafrodit, tetapi tidak mampu

melakukan autofertilisasi. Beberapa contoh Gastropoda adalah bekicot (Achatina

fulica), siput air tawar (Lemnaea javanica), siput laut (Fissurella sp), dan siput

perantara fasciolosis (Lemnaea trunculata).

2. Kelas Chepalopoda

Tubuh Cephalopoda dilindungi oleh cangkok, kecuali Nautillus. Cephalopoda

(cephale : kepala, podos : kaki) adalah Mollusca yang berkaki di kepala. Cumi-cumi

dan sotong memiliki 10 tentakel yang terdiri dari 2 tentakel panjang dan 8 tentakel

lebih pendek.
Gurita memiliki 8 tentakel. Kaki (tentakel) ini berfungsi sebagai tangan untuk

mencari, merasa dan menangkap makanan. Cumi-cumi,

sotong dan gurita adalah contoh hewan kelas

Cephalopoda. Tubuh cumi-cumi dibedakan atas kepala.

Leher dan badan. Di depan kepala terdapat mata yang

besar dan tidak berkelopak. Mata ini berfungsi sebagai

alat untuk melihat. Masih di dekat kepala terdapat sifon

atau corong berotot yang berfungsi sebagai kemudi. Jika ia ingin bergerak ke

belakang, sifon akan menyempurnakan air ke arah depan, sehingga tubuhnya bertolak

ke belakang. Sedangkan gerakan maju ke depan menggunakan sirip dan tentakelnya.

Pada bagian perut cumi-cumi, tepatnya sebelah sifon akan ditemukan cairan

tinta berwarna hitam yang mengandung pigmen melanin. Fungsinya untuk

melindungi diri. Jika dalam keadaan bahaya cumi-cumi menyemprotkan tinta hitam

ke luar sehingga air menjadi keruh. Pada saat itu cumi-cumi dapat meloloskan diri

dari lawan.

Sistem pembuluh darah cumi-cumi adalah sistem pembuluh darah tertutup,

jadi darah seluruhnya mengalir di dalam pembuluh darah. Hewan ini bernafas dengan

insang yang terdapat di rongga mantel. Sedangkan ekskresi dilakukan dengan ginjal.

Alat reproduksinya terpisah, masing-masing dengan gonad yang terletak dekat ujung

rongga mantel.

Sistem pencernaan makanan terdiri atas: mulut, faring, kerongkongan,

lambung, usus buntu, usus dan anus. Juga dilengkapi dengan kelenjar pencernaan

yaitu kelenjar ludah, hati dan pankreas. Makanan cumi-cumi berupa ikan, udang dan

Mollusca lainnya.

3. Kelas Bivalvia atau Palechypoda


Hewan Bivalvia bisa hidup di air tawar, dasar laut, danau, kolam, atau sungai

yang lainnya banyak mengandung zat kapur. Zat kapur ini digunakan untuk membuat

cangkoknya. Gambar : Struktur luar kerang air tawar

Hewan ini memiliki dua

kutub (bi = dua, valve = kutub) yang

dihubungkan oleh semacam engsel,

sehingga disebut Bivalvia. Kelas ini

mempunyai dua cangkok yang dapat

membuka dan menutup dengan menggunakan otot aduktor dalam tubuhnya. Cangkok

ini berfungsi untuk melindungi tubuh. Cangkok di bagian dorsal tebal dan di bagian

ventral tipis. Kepalanya tidak nampak dan kakinya berotot. Fungsi kaki untuk

merayap dan menggali lumpur atau pasir.

Cangkok ini terdiri dari tiga lapisan, yaitu :

Periostrakum adalah lapisan terluar dari zat kitin yang berfungsi sebagai

pelindung.

Lapisan prismatik, tersusun dari kristal-kristal kapur yang berbentuk prisma.

Lapisan nakreas atau sering disebut lapisan induk mutiara, tersusun dari

lapisan kalsit (karbonat) yang tipis dan paralel.

Gambar (A) Penampang melintang tubuh Pelecypoda; (B) Penampang melintang


cangkok dan mantel
Pelecypoda berasal dari bahasa Yunani (pelekis = kapak kecil; podos = kaki).

Kerang bernafas dengan dua buah insang dan bagian mantel. Insang ini berbentuk

lembaran-lembaran (lamela) yang banyak mengandung batang insang. Sementara itu

antara tubuh dan mantel terdapat rongga mantel. Rongga ini merupakan jalan masuk

keluarnya air.

Sistem pencernaan dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus dan

akhirnya bermuara pada anus. Anus ini terdapat di saluran yang sama dengan saluran

untuk keluarnya air. Sedangkan makanan golongan hewan kerang ini adalah hewan-

hewan kecil yang terdapat dalam perairan berupa protozoa diatom, dll. Makanan ini

dicerna di lambung dengan bantuan getah pencernaan dan hati. Sisa-sisa makanan

dikeluarkan melalui anus.

Bagian cangkang terdiri atas bagian torsal dan bagian ventral, pada bagian torsal
terdapat:

1. Gigi sendi, sebagai poros ketika katup membuka dan menutup


sertameluruskan kedua katup.
2. Ligament sendi, berfungsi menyatukan katup bagian dorsal dan
memisahkankatup sebelah vertal.
3. Paling luar adalah cangkang yang berjumlah sepasang, fungsinya
untukmelindungi seluruh tubuh kerang
4. Mantel, jaringan khusus, tipis dan kuat sebagai pembungkus seluruh tubuh
yang lunak. Pada bagian belakang mantel terdapat dua lubang yang disebut
sifon. Sifon atas berfungsi untuk keluarnya air, sedangkan sifon bawah
sebagai tempat masuknya air.
5. Insang, berlapis-lapis dan berjumlah dua pasang. Dalam insang ini banyak
mengandung pembuluh darah.
6. Kaki pipih bila akan berjalan kaki dijulurkan ke anterior.
7. Di dalam rongga tubuhnya terdapat berbagai alat dalam seperti saluran
pencernaan yang menembus jantung, alat peredaran. Dan alat ekskresi
(ginjal).
Gambar : Struktur dalam kerang air tawar

Kelas Bivalvia termasuk salah satu kelas dari phylum Molusca yang
memiliki empat ordo yaitu Protobranchia, Taxodonata, Dysodonta dan
Pseudolamellibranchia. Kebanyakan hidup di laut terutama di daerah littoral,
beberapa di daerah pasang surut dan air tawar. Beberapa jenis laut hidup sampai
kedalaman 5000 m (Swit, 1993).
Suwignyo (1998) membagi Bivalvia dalam 3 sub kelas diantaranya :

1. Sub kelas Protobranchia


Umumnya primitif; filamen insang pendek dan tidak melipat; permukaan
kaki datar dan menghadap ke ventral; otot aduktor 2 buah.
 Ordo Nuculacea
Tidak mempunyai sifon; sebagai deposit feeder mendapatkan makanan
menggunakan proboscides; Nucula dan Yoldia dan hidup di semua laut
terutama daerah temperate.
 Ordo Solenomyacea
Mempunyai sifon; menyaring makanan menggunakan insang;cangkang
mempunyai semacam tirai (awning); Solen cangkangnya sangat rapuh.
2. Sub kelas Lamellibranchia
Filamen insang memanjang dan melipat, seperti huruf W; antara filamen
dihubungkan oleh cilia (filabranchia) atau jaringan (eulamellibranchia)
 Ordo Taxodonta
Gigi pada hinge banyak dan sama; kedua otot aduktor berukuran kurang
lebih sama; pertautan antara filamen insang tidak ada. Arca, Anadara, dan
Barbatia. Penyebarannya luas umumnya di pantai laut.
 Ordo Anisomyaria
Otot aduktor anterior kecil atau tidak ada yang posterior ukurannya besar,
sifon tidak ada; terdapat pertautan antara filamen dengan cilia; biasanya
sessile; kaki kecil dan memiliki bisus. Beberapa diantaranya : Mitylus,
Ostrea, Atrina dan Pinctada.
 Ordo Heterodonta
Gigi pada hinge terdiri atas beberapa gigi kardinal dengan atau tanpa gigi
lateral; insang tipe eulamellibranchia; kedua otot aduktor sama besar; tepi
mantel menyatu pada beberapa tempat, biasanya mempunyai sifon.
Cardium, Corbicula, Marcenaria, Tagelus, Mya dan Tridacna.
Kebanyakan hidup di laut.
 Ordo Schizodonta
Gigi dan hinge memiliki ukuran dan bentuk yang berfariasi; tipe insang
eulamellibranchia. Kerang air tawar Pseudodon, Anodonta dan
Mutelidea.
 Ordo Adapedonta
Cangkang selalu terbuka, ligamen lemah atau tidak ada; gigi pada hinge
kecil atau tidak ada; tipe insang eulamellibranchia; tepi mantel menutup,
kecuali pada bukaan kaki; sifon besar, panjang dan menjadi satu; hidup
sebagai pengebor pada subtrat keras. Pengebor tanah liat dan batu karang,
Pholas, Mya, Panope, Teredo, dan Bankia. Umum terdapat dilaut mana
saja
 Ordo Anomalodesmata
Tidak ada gigi pada hinge; tipe insang eulamellibranchia, tetapi lembaran
insang terluar mengecil dan melengkung kearah dorsal; bersifat
hermaprodit. Lyonsia, cangkang kecil dan rapuh, terdapat di laut dangkal
Atlantik dan Pasifik.
3. Sub kelas Septibranchia.
Insang termodifikasi menjadi sekat antara rongga inhalant rongga
suprabranchia, yang berfungsi seperti pompa. Umumnya hidup di laut dalam
seperti Cuspidularia dan Poromya

Hewan seperti kerang air tawar ini memiliki kelamin terpisah atau berumah

dua. Umumnya pembuahan dilakukan secara eksternal. Daur hidup kerang air tawar.
Gambar : Diagram daur hidup kerang air tawar

Dalam kerang air tawar, sel telur yang telah matang akan dikeluarkan dari

ovarium. Kemudian masuk ke dalam ruangan suprabranchial. Di sini terjadi

pembuahan oleh sperma yang dilepaskan oleh hewan jantan. Telur yang telah dibuahi

berkembang menjadi larva glochidium. Larva ini pada beberapa jenis ada yang

memiliki alat kait dan ada pula yang tidak. Selanjutnya larva akan keluar dari

induknya dan menempel pada ikan sebagai parasit, lalu menjadi kista. Setelah

beberapa hari kista tadi akan membuka dan keluarlah Mollusca muda. Akhirnya

Mollusca ini hidup bebas di alam.

4. Amphineura

Hewan Mollusca kelas Amphineura ini hidup di laut dekat pantai atau di

pantai. Tubuhnya bilateral simetri, dengan kaki di bagian perut (ventral) memanjang.

Ruang mantel dengan permukaan dorsal, tertutup oleh 8 papan berkapur, sedangkan

permukaan lateral mengandung banyak insang. Contoh : Kiton, Hewan ini bersifat

hermafrodit (berkelamin dua), fertilisasi eksternal (pertemuan sel teur dan sperma

terjadi di luar tubuh). Contohnya Cryptochiton sp atau kiton. Hewan ini juga

mempunyai fase larva trokoper.

5. Scaphopoda

Dentalium vulgare adalah salah satu contoh kelas Scaphopoda. Dentalium

vulgare hidup di laut dalam pasir atau lumpur. Hewan ini juga memiliki cangkok

yang berbentuk silinder yang kedua ujungnya terbuka. Panjang tubuhnya sekitar 2,5

s.d 5 cm. Dekat mulut terdapat tentakel kontraktif bersilia, yaitu alat peraba.
Fungsinya untuk menangkap mikroflora dan mikrofauna. Sirkulasi air untuk

pernafasan digerakkan oleh gerakan kaki dan silia, sementara itu pertukaran gas

terjadi di mantel. Hewan ini mempunyai kelamin terpisah.

Gambar : (a) Dentalium vulgare, (b) Struktur tubuh Dentalium sp.

4.6 Peran Mollusca bagi manusia

Selain sebagai bahan makanan yang bergizi, cangkok hewan ini bisa

dimanfaatkan untuk membuat hiasan dinding, perhiasan wanita, atau dibuat kancing.

Ada pula yang suka mengumpulkan berbagai macam cangkang Mollusca untuk

koleksi atau perhiasan. Bahkan ada cangkang Mollusca yang digunakan untuk bahan

mainan, seperti kuwuk.

Sejak abad ke-17 mutiara merupakan barang perhiasan mewah yang diburu

kaum jutawan dan harganya cukup mahal. Pernahkah Anda berpikir, darimana

mutiara itu dihasilkan? Mutiara dihasilkan dari tiram mutiara seperti Pinctada

margaritifera dan Pinctada mertensi dari kelas Pelecypoda (Bivalvia).

Mutiara ini ada yang dihasilkan secara alami, dan adapula yang

dibudidayakan. Saat ini banyak orang yang membudidayakan tiram untuk

menghasilkan mutiara. Caranya, benda asing (kerikil, pasir atau arang) dimasukkan

diantara mantel dan cangkok tiram. Ketika benda asing itu ada di tubuhnya, tiram

berusaha mengeluarkan dengan cara membungkusnya dengan lendir. Di samping

menguntungkan, ternyata ada beberapa jenis Mollusca yang merugikan. Misalnya

keong mas adalah musuh para petani yang sering merusak tanaman padi. Begitu pula

bekicot Achatina fulica merupakan hama tanaman yang sulit diberantas.