Anda di halaman 1dari 23

MUSEUM LAMPUNG SEBAGAI SALAH SATU SUMBER

PENGETAHUAN KEBUDAYAAN LAMPUNG

KARYA TULIS

OLEH
PUTRI APRILLIA AGESNA RAHMATIKA
NIS/NISN. 10354/9981167268

MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 PRINGSEWU


KABUPATEN PRINGSEWU
TAHUN AJARAN 2015/2016

i
MUSEUM LAMPUNG SEBAGAI SALAH SATU SUMBER
PENGETAHUAN KEBUDAYAAN LAMPUNG

KARYA TULIS

OLEH
PUTRI APRILLIA AGESNA RAHMATIKA
NIS/NISN. 10354/9981167268

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mengikuti UN dan UM


Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pringsewu
Tahun Ajaran 2015/2016

MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 PRINGSEWU


KABUPATEN PRINGSEWU
TAHUN AJARAN 2015/2016

ii
Judul Laporan : MUSEUM LAMPUNG SEBAGAI SALAH
SATU SUMBER PENGETAHUAN
KEBUDAYAAN LAMPUNG

Nama Siswa : PUTRI APRILLIA AGESNA RAHMATIKA


NIS/NISN : 10354/9981167268
Program Studi : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Mengetahui
1. Komisi Pembimbing

Pembimbing I Pembimbing II

Yuningsih, S.Pd Rina Qurniati, S.Pd


NIP. 198006052005012011 NIP. 197907032007102003

iii
PERSETUJUJUAN

Judul Laporan : MUSEUM LAMPUNG SEBAGAI SALAH


SATU SUMBER PENGETAHUAN
KEBUDAYAAN LAMPUNG

Nama Siswa : PUTRI APRILLIA AGESNA RAHMATIKA


NIS/NISN : 10354/9981167268
Program Studi : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Mengetahui
1. Komisi Pembimbing

Pembimbing I Pembimbing II

Yuningsih, S.Pd Rina Qurniati, S.Pd


NIP. 198006052005012011 NIP. 197907032007102003

iv
PENGESAHAN

1. Tim Penguji
Ketua : Yunizar, S.Pd, M.Pd.I ( )
NIP. 197606232003121001

Sekertaris : Drs H. Bunyana ( )


NIP. 196810122000031002
Anggota : 1. ( )
NIP.
2. ( )
NIP.

2. Kepala MAN 1 Pringsewu

Samsurizal, S.Pd, M.Si


NIP. 19681107 199703 1 003

Disahkan pada tanggal, ………………….. 2015

v
PERSEMBAHAN

Karya tulis ini ku kupersembahkan untuk :


1. Ibunda Rahmawati tersayang, wanita terhebat di dunia dan
Ayahanda Empud Saepudin tercinta, tokoh idola yang menjadi
sumber inspirasiku. Yang selalu berjuang dan berkorban serta tak
henti-hentinya berdoa, mendorong dan memberikan api semangat
kepada penyusun dalam penyelesaian studi di MAN 1 Pringsewu.
2. Adikku Yessi Nelfita Aulia yang telah memberikan perhatian dan
dukungan serta motivasi kepada penulis.

vi
MOTTO

“Jadikanlah kekecewaan masa lalu menjadi senjata sukses dimasa depan


(Mario Teguh)

vii
RIWAYAT HIDUP

Penulis lahir di Tangerang 12 April 1998, anak pertama dari pasangan Bapak
Empud Saepudin dan Ibu Rahmawati.

Pendidikan

NAMA
LULUS TAHUN
No Sekolah Tempat
1 TK Nusa Indah Pondok Makmur, Tangerang 2004
2 MI Nurul Falah Gunung Tiga 2010
3 MTs Nurul Falah Gunung Tiga 2013
4 MAN 1 Pringsewu Masih ditempuh

Pringsewu, 2015
Penulis

Putri Aprillia Agesna Rahmatika

viii
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, hanya dengan rahmat, inayah serta hidayahNya
penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis ini yang berjudul Museum Lampung
Sebagai Salah Satu Sumber Kebudayaan Lampung.
Karya Tulis ini disusun sebagai salah satu syarat guna mengikuti UN dan UM
di MAN 1.
Penulis menyadari akan berbagai keterbatasan yang ada namun berkat semua
pihak yang telah bermurah hati telah memberikan bantuan, bimbingan dan
pengarahan kepada penulis dalam penyelesaian Karya Tulis ini.
Pada kesempatan ini, penulis sampaikan terima kasih kepada yang terhormat:
1. Kedua orang tua Bapak Empud Saepudin dan Ibu Rahmawati yang telah
mendukung penulis menyelesaikan laporan karya tulis.
2. Bpk Samsurizal S.Pd, M.Si selaku Kepala MAN 1 Pringsewu.
3. Ibu Yulianingsih, S. selaku Pembimbing I yang telah meluangkan waktu
dan kesempatannya guna memberikan bimbingan serta pengarahan.
4. Ibu Rina Qurniati, S.Pd selaku Pembimbinh II sekaligus Wali Kelas XII
IPS 2 yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan
5. Bapak dan Ibu Dewan Guru yang telah memberikan ilmu pengetahuan
selama penulis menuntut ilmu di MAN 1 Pringsewu.

Akhirnya, apabila terdapat kesalahan dan kekeliruan dalam penyusunan Karya


Tulis ini, penulis berharap saran serta kritik selalu penulis nantikan demi
kebaikan dan kesempurnaan Karya Tulis ini. Kepada Allah jualah kita
mohonkan bimbinganNya, semoga Karya Tulis ini bermanfaat.
Pringsewu, 2015
Penulis

Putri Aprillia Agesna Rahmatika

ix
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN KULIT JUDUL .................................................................... i
HALAMAN JUDUL ................................................................................. ii
HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................. iv
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................... v
HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................... vi
HALAMAN MOTTO ............................................................................... vii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ................................................................... viii
KATA PENGANTAR ................................................................................ ix
DAFTAR ISI .............................................................................................. x

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah ........... 1
B. Rumusan Masalah ............ 2
C. Metode Penelitian ............ 2
D. Tujuan Penelitian ............ 3
E. Kegunaan Penelitian ............3
BAB II ISI DAN PEMBAHASAN
A. Pengertian Museum Lampung ........................................................ 4
B. Sejarah Museum Lampung.............................................................. 4
C. Pembahasan Hasil Penelitian .......................................................... 5
D. Manfaat Museum Lampung ............................................................ 10
E. Analisis Data ................................................................................... 10
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan .............................................................................. 11
B. Saran .......................................................................................... 11

x
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Rakyat Indonesia tersebar dari sabang sampai merauke, memiliki
kebhinekaan suku bangsa serta adat istiadat. Hal ini menjadikan bangsa
Indonesia Negara yang kaya akan ragam budaya, termasuk hasil budaya
materialnya yaitu kebudayaan yang mengacu pada semua ciptaan
masyarakat yang nyata. Contohnya, temuan-temuan yang dihasilkan dari
suatu penggalian seperti mangkuk, guci tanah liat, perhiasan, senjata,
dan lain-lain. Kekayan budaya seperti itu harus tetap dilestariakan. Salah
satu lembaga yang bertugas untuk melestarikan benda-benda bukti
material hasil budaya manusia, alam, dan lingkungan guna menunjang
upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa serta
menyimpanan, merawat, mengamankan, dan pemanfaatan kebudayaan
bangsa tersebut adalah Museum.

Berdasarkan amanat undang-undang RI No.5 tahun1992, pasal 2 ayat 1


menyatakan bahwa benda cagar budaya atau benda cagar alam tertentu baik
yang dimiliki oleh negara maupun perorangan dapat di simpan dan dirawat
oleh museum.

Museum lampung memiliki berbagai macam koleksi sejarah. Koleksi


tersebut berguna sebagai bahan pembuktian sejarah alam, budaya
manusia,dan lingkungannya serta dapat menggambarkan identitas suatu
bangsa. Sebagai museum yang bersifat umum, Koleksi yang dikumpulkan
Museum Lampung meliputi benda-benda tinggalan sejarah alam dan
budaya manusia khususnya kebudayaan lampung.

xi
Keistimewaan museum lampung sendiri, yaitu karena keunikan koleksi-
koleksi bersejarah yang menjadi ciri khas dari adat istiadat provinsi
lampung. Koleksi museum juga termasuk benda peninggalan masa
Kerajaan Sriwijaya dimana Lampung masuk ke dalam wilayah
kekuasaannya. Peninggalannya berupa naskah kuno di atas daun lontar,
arca, baju besi pengawal kerajaan, pakaian adat berusia puluhan tahun,
keramik, perhiasan kuno, dan uang benggol. Museum ini juga menyimpan
beberapa peninggalan Raden Intan yang merupakan pahlawan Lampung
dan keturunannya, seperti senjata dan lainnya.

Secara umum, koleksi museum meliputi berbagai benda peninggalan zaman


prasejarah, zaman Hindu-Buddha, zaman kedatangan Islam, masa
penjajahan, dan pasca-kemerdekaan. Selain dapat melihat-lihat koleksi
museum, pada waktu-waktu tertentu taman budaya atau pusat kesenian di
museum ini menggelar pagelaran musik tradisional dan tarian daerah
Lampung. Selain sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah,
museum lampung juga merupakan tempat sarana pendidikan, penelitian
kebudayaan rekreasi.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah maka penulis merumuskan
masalah sebagai berikut : “Mengapa Museum Lampung Menjadi Salah
Satu Sumber Pengetahuan Kebudayaan Lampung?”.

C. Metode Penelitian
Metode dalam penelitian adalah merupakan bagian yang sangat penting
karena dengan metode itu akan memberikan arah dan petunjuk tentang cara
prosesing data yang akan diperoleh sehingga dapat mencapai tujuan secara
singkat dan ekonomis.
Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan beberapa metode
diantaranya :
a. Metode Observasi

xii
Sutrisno Hadi (dalam Sugiyono, 2010:203) mengemukakan bahwa
observasi merupkan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang
tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis.
Penulis menyimpulkan bahwa observasi adalah suatu penyelidikan yang
dilaksanakan secara langsung maupun secara tidak lansung terhadap
objek yang diteliti dengan pencatatan-pencatatan yang berhubungan
dengan masalah peneliti hendak dicapai.

b. Metode Kepustakaan
Metode Kepustakaan dapat diartikan sebagai suatu langkah untuk
memperoleh Informasi dari penelitian terdahulu yang harus dikerjakan,
tanpa memperdulikan apakah sebuah penelitian menggunakan data
primer atau data sekunder, apakah penelitian tersebut menggunakan
penelitian lapangan ataupun laboratorium atau di dalam museum.

D. Tujuan Penelitian
Salah satu tujuan mengadakan kunjungan ke Museum Lampung “Ruwa
Jurai” adalah untuk menambah pengetahuan siswa tentang sejarah-
sejarah atau bukti peninggalan kehidupan pada zaman dahulu, dan
meneliti bukti peninggalan tersebut. Selain itu, untuk pembelajaran
membuat karya ilmiah sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti
UN dan UM.

E. Kegunaan Penelitian
a. Untuk mengetahui sejarah museum lampung.
b. Untuk mengetahui tentang peninggalan bersejarah yang ada di museum
lampung.
c. Untuk mengetahui keistimewaan benda-benda bersejarah di museum
lampung.
d. Mengetahui partisipasi pemerintah dan masyarakat dalam merawat
benda-benda bersejarah di museum lampung.

xiii
BAB II
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pengertian Museum Lampung


Museum Lampung adalah lembaga tempat perawatan, pengamatan dan
memanfaatkan benda-benda bulat material hasil budaya manusia serta
alam dan lingkungan yang ada di provinsi lampung yang berisi benda-
benda peninggalan bersejarah.

B. Sejarah Museum Lampung


“Ruwa Jurai” yang diabadikan sebagai nama museum ini diambil dari
tulisan “Sang Bumi Ruwa Jurai” dalam logo resmi Provinsi Lampung
diresmikan penggunaannya sejak 1 April 1990. Memasuki era otonomi
daerah, museum ini beralih status menjadi UPTD di bawah Dinas
Pendidikan Provinsi Lampung. Ruwa jurai dimaknai dua tangkai atau
jalur keturunan seluruh penduduk provinsi lampung. Penduduk provinsi
lampung mengacu pada penduduk asli ( masyarakat beradat perpaduan
dan beradat sebatin ) dan penduduk pendatang ( suku-suku lain yang
tinggal di Lampung ).

Museum Lampung mulai didirikan pada tahun 1975. Dan didirikan di


atas tanah seluas 17.010 m2, yang didirikan oleh Kepala kantor
pembinaan permuseuman perwakilan departemen pendidikan dan
kebudayaan provinsi Lampungyang bertempat di jalan Zainal Abidin
Pagar Alam No. 64,Bandar Lampung.

Museum lampung diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan


yaitu Prof.Dr.Fuad Hasan pada tanggal 24 september 1988. Dan pada
tanggal 30 maret Museum Lampung mengalami perluasan. Peletakan
batu pertama pembangunan Museum Lampung dilakukan oleh kepala
bidang permuseuman sejarah dan kepurbakalaan kanwil Debdikbud

xiv
provinsi Lampung yaitu Drs. Supangat pada tanggal 13 juni 1978 di
Jl.tengku Umar no.64 gedung meneng, sekarang menjadi jl. H. zainal
abiding pagar Alam no 64 gedung meneng Bandar Lampung.

C. Pembahasan Hasil Penelitian


Berdasarkan hasil pengumpulan data, museum Lampung bisa sebagai
sumber pengetahuan tentang kebudayaan Lampung karena banyak
koleksi benda-benda budaya yang mewakili dua kelompok adat yang
dominan di Lampung, yakni Sai Bathin (Peminggir) dan Pepadun
diantaranya:

a. Meriam kuno
Peninggalan masa penjajahan menjadi salah satu ikon dari Museum
Lampung.

b. Replika rumah adat Lampung


Rumah adat lampung dikenal berbentuk panggung yang dimaksudkan
untuk melindungi si pemilik rumah dari binatang buas

c. Batuan dan Mineral


Batuan, dari cara pembentukannya dibedakan atas 3 jenis yaitu batuan
beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Setiap batuan memiliki
sejumlah mineral sebagai suatu endapan penyusun yang ada didalam
batuan. Di lampung, terdapat banyak mineral yang memiliki ekonomi
dan dimanfaatkan sebagai bahan galian logam.

d. Bola Besi Pembuka Lahan


Berada di halaman museum, Bola besi ini identik dengan identitas
Lampung sebagai daerah tujuan transmigrasi pada 1953-1956. Bola besi
ini digunakan untuk membuka lahan transmigrasi di wilayah Lampung
Timur, Raman Utara dan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur,
Seputih Banyak, dan Seputih Raman.

xv
e. Laban Pesagi
Merupakan nama rumah adat lampung berbentuk bujur sangkar dan
berusia 300 tahun.

f. Gerabah dan Kerajinan Keramik dari Zaman Kuno

g. Kitab dan Naskah Kuno Koleksi Uang dan Surat Berharga Zaman Dulu.

h. Puade dan Pelaminan Pengantin Lampung

i. Alat Musik Khas Lampung.


Alat musik, biasanya digunakan untuk mengiringi acara pernikahan atau
tari-tarian.

j. Tradisi Maritim Masyarakat Lampung di Masa Lampau Melalui Perahu


Kanjang.

k. Koleksi Tekstil Masyarakat Lampung Yaitu Kain Tapis


Kain tapis adalah salah satu kekayaan budaya dengan sulaman kain emas
yang indah dan bisa digunakan saat pesta.
Angklung

l. Kendi atau Vas Bunga


Ukuran tinggi : 16,4 cm, diameter bawah : 7,3 cm.Diameter atas : 4,3
cm, diameter : 12 cm. menggala, tulang bawang.Kendi sebagai tempat
bunga atau vas bunga memiliki bentuk bermacam-macam.Bentuk vas
bunga ini bulat mengecil ke atas, bahu datar, berleher tinggi dan
berkaki.Vas bunga ini dibuat dari tanah liat dengan mempergunakan
teknik tahap pelandas / putar, warna hitam.Pada bagian bawah badan
menyudut, badan diberi motif teknik tekan alur-alur horizontal. Kendi
vas bunga ini dipergunakan untuk kebutuhan menghias ruangan rumah
agar indah, biasanya diisi air dan bunga-bunga hidup / segar, diletakkan
diatas meja / buffet pada ruangan tamu. Diperkirakan dibuat pada awal
abad 20.

xvi
m. Kendi / Kibuk Berceret Ganda (Cerat Empat)
Ukuran tinggi : 17 cm, diameter kaki 6,8 cm.Diameter kaki 6,8 cm.
diameter 13 cm. Bakung udik, menggala tulang bawang. Kendi lampung
(kibuk) berceret / corot berbentuk menyerupai buah dada berjumlah 4
dengan tutup palsu, pegangan bentuk lingkaran dihiasi bentuk segitiga.
Badan bulat, ditengah badan ada ban melingkar beralur di tengah.
Diantara cerat / corot ada motif hias teknik cubit 2 buah. Pada bagian
bawah beralur, kaki tinggi, kendi / kibuk berwarna merah digunakan
sebagai hiasan rumah tangga.Biasanya di letakkan diatas buffet / lemari
hias di ruang tamu.Kendi ini merupakan symbol kendi
perempuan.Diperkirakan dibuat pada abad 18 M.

n. Periuk (Lampung : Khayoh Tanoh )

o. Guci / Gentong (Lampung : Gencung)


Ukuran : diameter atas : 18,5 cm. Diameter bawah : 22 cm, Diameter :
42,5 cm tinggi : 39 cm. Desa bakung udik kecamatan menggala kab.
Tulang bawang Gecung berbentuk bulat, agak mengecil kebawah dan
keatas, tidak di glasir dibagian pundak terdapat 4 buah kupingan bentuk
setengah lingkaran.Warna coklat kehitaman.Mengenai ukuran
bermacam-macam, mulai ada yang besar hingga yang kecil.Teknik
pembuatan tatap pelandas dan roda putar.Gentong / gecung digunakan
untuk menyimpan air mentah (air untuk dimasak) yang diletakkan di
dapur, da nada yang diletakkan di luar rumah yakni dekat tangga naik ke
rumah.Diperkirakan abad 19 masehi.

p. Kuali (Lampung : Belanga Tanah / Belango Tanoh)


Ukuran, diameter atas : 34 cm , diameter bawah : 16 cm, tebal : 2 cm,
Desa sungkai utara kec. Abung, kab.Lampung utara.Bentuk menyerupai
mangkok berbadan pendek agak cekung, bagian bawah (pantatnya)
mendatar, pada sisi permukaan ada kuping sebagai tempat memegang di
waktu mengangkat dan menjerangkan wadah ini.Digunakan untuk

xvii
memasak sayur atau menggulai ikan dan daging.Fungsinya untuk
kebutuhan sehari-hari. Untuk ukuran belanga biasanya berbeda-beda dari
ukuran paling kecil sampai ukuran yang paling besar, mengenai bentuk
belanga tidak bervariasi, hanya saja bagian bawah (pantatnya) bentuknya
cembung da nada yang rata.Diperkirakan awal abad ke 20 masehi.

q. Piring tanah (Lpg. Panjang atau Ajang Tanoh)


Ukuran diameter : 33 cm, Tinggi : 18,5 cm. Desa bakung udik, kec.
Menggala kab.Tulang bawang.Bentuk bundar, ceper memakai
kaki.Seluruh bagian alat ini terbuat dari tanah liat, tanpa diglasir dan
polos.Piring / panjang / ajang tanoh dipakai untuk tempat nasi serta lauk
pauknya.Diperkirakan abad ke 20 masehi.

r. Teko (Lampung Teko Tanah / Tiku tanah)


Ukuran tinggi : 12 cm, Diameter : 16,7 cm, tebal : 0,3 cm. Abung timur
lampung utara. Bentuk bulat memakai tutup, pegangan dan moncong /
bercorot tempat air keluar.Warna coklat, ragam hias putih dan
biru.Ragam hias terdapat pada badan dan ats tutup berupa sulur daun,
bunga dan kepiting.Teko dipakai untuk tempat air teh.Diperkirakan pada
abad ke 20.
Dan sampai sekarang Museum Lampung Ruwa Jurai memiliki sekitar
5000 buah koleksi benda-benda bersejarah. Benda-benda tersebut di bagi
menjadi 10 jenis, yaitu:

1. Geologika
Yaitu koleksi yang terdiri dari benda-benda bukti sejarah alam dan
lingkungan serta berkaitan dengan disiplin ilmu geologi.

2. Biologika
Yaitu koleksi yang berkaitan dengan alam dan lingkungan serta
berkaitan dengan disiplin ilmu biologi.

xviii
3. Etnografika
Yaitu benda-benda hasil karya manusia yang cara pembuatannya dan
pemakaiannya merupakan identitas.

4. Arkeologik
Yaitu benda-benda yang merupakan bukti peninggalan budaya hindu
budha dan masuknya islam.

5. Historik
Yaitu benda yang mempunyai nilai sejarah yang pernah digunakan untuk
hal-hal yang berhubungan dengan perlawanan kepada penjajah.

6. Numismatika dan Heraldika.


Numismatika yaitu peninggalan yang berupa mata uang atau alat tukar
lainnya. Sedangkan Heraldika yaitu kumpulan tanda jasa dan peralatan
pemerintah.

7. Fisiologika
Yaitu kumpulan tulisan atau naskah kuno yang ditulis diatas kulit
kayu,bambu,dan sebagainya.

8. Keramologi
Yaitu benda yang terbuat dari tanah liat, bahan batuan atau perselin yang
dibakar dengan suhu tertentu.

9. Seni rupa
Yaitu benda hasil daya cipta, karsa, dan rasa manusia yang diungkapkan
secara konkrit dalam bentuk dua atau tiga dimensi yang memiliki
keragaman dalam tema ide konsektual dan media teknik.

10. Teknologika
Yaitu peralatan yang dibuat dengan teknologi tradisional, umumnya
berupa peralatan, untuk memenuhi kebutuhan hidup.

xix
D. Manfaat Museum Lampung

Museum Lampung memiliki peran penting sebagai pusat perkembangan


kebudayaan, karena Museum Lampung sebagai pusat perkembangan
yang memiliki banyak koleksi benda-benda bersejarah. Selain itu juga
Museum Lampung adalah salah satu tempat kunjungan wisata sejarah
yang dapat digunakan sebagai sarana pendidikan, penelitian dan
rekreasi.

Berdasarkan keputusan Gubernur Provinsi Lampung fungsi dan tugas


museum adalah melaksanakan pengumpulan, perawatan, penelitian dan
kultural tentang benda bernilai budaya dan ilmiah.

E. Analisis data
Museum lampung memiliki berbagai macam koleksi sejarah, koleksi
tersebut sebagai bahan pembuktian sejarah alam, budaya manusia dan
lingkungan serta dapat menggambarkan identitas suatu bangsa. Sebagai
museum yang berifat umum koleksi yang dikumpulkan museum
lampung meliputi benda-benda tinggalan sejarah alam dan budaya
manusia khususnya kebudayaan lampung.

Untuk mengumpulkan koleksi-koleksinya, museum lampung melakukan


beberapa cara, diantaranya:
a) Evaluasi
b) Sitaan
c) Imbal jasa atau pembelian
d) Pertukaran dengan museum lain
e) Sumbangan atau hibah
f) Replika

Dari hasil data diatas disimpulkan bahwa Museum lampung memiliki


peranan penting sebagai pusat perkembangan kebudayaan, karena
museum lampung memiliki banyak koleksi benda-benda bersejarah.

xx
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN
Berdasarkan hasil kunjungan dan dari berbagai informasi yang penulis
peroleh maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Museum lampung adalah tempat dimana benda-benda peninggalan
bersejarah disimpan, dirawat, dan diabadikan di dalam museum.
2. Museum Lampung sebagai pusat perkembangan kebudayaan
3. Museum adalah tempat untuk belajar tentang masa benda-benda
bersejarah di masa lalu.
4. Membangkitkan kesadaran bagi setiap orang akan pentingnya peristiwa-
peristiwa di masa lampau.
5. Museum dapat jga digunakan sebagai tempat wisata yang di dalamnya
dapat digunakan untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan
khususnya bagi masyarakat lampung.
B. SARAN
Sebelum penulis mengakhiri penulisan Karya Tulis ini, maka penulis ingin
menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Museum merupakan salah satu bentuk dari pelestarian suatu
peninggalan bersejarah dan benda-benda yang ada di dalam museum
adalah bukti dari adanya sejarah maka kepada seluruh masyarakat
Lampung harus lebih meningkatkan kualitas dan menambah benda-
benda yang bersejarah agar dapat diinformasikan kepada masyarakat
Lampung dan sekitarnya.
2. Museum juga memberikan pendidikan bagi pelajar ataupun masyarakat
umum melalui benda-benda peninggalan tersebut, maka dari itu pelajar
ataupun masyarakat agar mau berkunjung ke museum.

xxi
DAFTAR PUSTAKA

Bambang Sigit Winarto, Dkk. 2003. Buku Panduan Museum Negeri


Provinsi Lampung.
Eko Wahyuningsih, dkk. 1993/1994. Kolesi pilihan Museum Negeri Provinsi
Lampung
I Made Giri Gunadi. 2008.
https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Lampung.
Oki Lansio. 1996/1997. Koleksi dan Tata Pameran lantai 1 Museum Negeri
Provinsi Lampung.

xxii
xxiii