Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keluarga merupakan unit terkecil dari Masyarakat, terdiri atas kepala
keluarga, anggota keluarga lainnnya yang berkumpul dan tinggal dalam suatu
rumah tangga karena pertalian darah dan ikatan perkawinan atau adopsi , satu
dengan yang lainnya saling tergantung dan berinteraksi, bila salah satu atau
beberapa anggota mempunyai masalah kesehatan/keperawatan, maka akan
berpengaruh terhadap anggota-anggota yang lain dan keluarga-keluarga yang
ada disekitarnya, karena adalam kehidupan sehari-hari ia mempunyai ikatan
yang tidak dapat dipisahkan oleh alam lingkungannnya dan masyarakat
sekitarnya untuk memenuhi keperluan hidupnya.
Sasaran utama kebidanan komunitas adalah ibu dan anak balita yang
berada didalam keluarga dan masyarakat. Bidan memandang pasiennya
sebagai makhluk sosial yang memiliki budaya tertentu dan dipengaruhi oleh
kondisi ekonomi, politik, sosial budaya dan lingkungan sekitarnya. Unsur-
unsur yang tercakup dalam kebidanan komunitas adalah bidan, pelayanan
kebidanan, lingkungan, pengetahuan serta teknologi.
WHO memperkirakan bahwa sekitar 15% dari seluruh wanita hamil akan
berkembang menjadi komplikasi yang berkaitan dengan kehamilannya serta
dapat mengancam jiwanya. Menurut Survei Demografi Indonesia
menyatakan bahwa dari tahun 1992-1997 = 26% wanita hamil dengan
kelahiran hidup mengalami komplikasi dan pada tahun 2003 dinyatakan
bahwa AKI tercatat 307/100.000 kelahiran hidup. Sebagaimana ditunjukkan
oleh berbagai penelitian diseluruh dunia untuk bisa efektif dalam
meningkatkan keselamatan ibu dan bayi baru lahir maka asuhan ANC harus
difokuskan pada intervensi yang telah terbukti bermanfaaat menurunkan
angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi baru lahir.

1
Asuhan kebidanan pada keluarga merupakan asuhan kebidanan komunitas
yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga. Dalam
sebuah keluarga biasanya dijumpai lebih dari satu permasalahan kesehatan.
Misalnya adalah keluarga Tn. H, di dalam keluarga ini terdapat satu masalah
kesehatan yaitu kehamilan beresiko tinggi dengan melahirkan lebih dari 4
kali. Keluarga Tn. H terdiri dari empat anggota keluarga dengan
permasalahan kesehatan yang terdapat pada istri Tn. H yang sedang hamil ke
enam yang dapat membahayakan keseghatan baik ibu maupun bayinya.

B. Tujuan
1) Tujuan Umum
Setelah melakukan praktek asuhan kebidanan komunitas diharapkan
mahasiswa mampu melakukan asuhan dengan pendekatan asuhan
kebidanan guna meningkatkan derajat kesehatan dalam keluarga
sehingga terwujud keluarga sehat dan sejahtera.
2) Tujuan Khusus
a) Untuk memberikan pengetahuan pada keluarga Tn. H terutama ibu
mengenai kehamilannya yang beresiko
b) Untuk memberikan pengetahuan pada keluarga Tn. H mengenai
tanda bahaya pada kehamilan yang beresiko
c) Untuk memberikan pengetahuan pada keluarga Tn. H untuk
memeriksakan kehamilannya ditenaga kesehatan

C. Manfaat
Dari Asuhan Kebidanan dalam konteks keluarga kepada keluarga Tn. H
bermanfaat untuk:
1) Bagi klien dan keluarga
Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga dalam mewujudkan
keluarga yang bahagia, sejahtera dan berkualitas

2
2) Bagi mahasiswa
Meningkatkan ketrampilan dalam kegiatan pelayanan kebidanan
komunitas serta pengetahuan dalam pengelolaan pelayanan kebidanan
komunitas.

3
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Konsep Dasar Keluarga


1) Pengertian
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang kepala keluarga
dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat, di
bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Keluarga adalah dua atau lebih dari 2 individu yang tergabung karena
hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka
hidup dalam satu rumah tangga berinteraksi satu sama lain, dan di dalam
peranannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan
kebudayaan.
Dari kedua definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa keluarga
adalah :
a) Unit terkecil dari masyarakat
b) Terdiri dari dua orang atau lebih
c) Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah
d) Hidup dalam satu rumah tangga
e) Di bawah asuhan satu kepala rumah tangga
f) Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
g) Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing
h) Menciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan

2) Tipe Keluarga
a) Keluarga inti (nuclear family) adalah keluarga yang terdiri dari ayah,
ibu dan anak-anak.
b) Keluarga besar (extended family) adalah keluarga inti ditambah
dengan sanak saudara, misalnya : nenek, kakek, keponakan, saudara
sepupu, paman, bibi dan lain-lain.

4
c) Keluarga berantai (serial family) adalah keluarga yang terdiri dari
wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan
keluarga inti.
d) Keluarga duda/janda (single family) adalah keluarga yang terjadi
karena perceraian atau kematian.
e) Keluarga berkomposisi (composite) adalah keluarga yang
perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
f) Keluarga kabitas (cahabitation) adalah dua orang menjadi satu tanpa
pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.

3) Fungsi Keluarga
a) Fungsi biologis
1) Untuk menurunkan keturunan
2) Memelihara dan membesarkan anak
3) Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
4) Memelihara dan merawat anggota keluarga
b) Fungsi psikologis
1) Memberi kasih sayang dan rasa aman
2) Memberi perhatian di antara anggota keluarga
3) Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
4) Memberikan identitas keluarga
c) Fungsi sosialisasi
1) Membina sosialisasi pada anak
2) Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat
perkembangan anak
3) Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga
d) Fungsi ekonomi
1) Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi
kebutuhan keluarga
2) Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi
kebutuhan keluarga

5
3) Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga di
masa yang akan datang misalnya pendidikan anak-anak dan
jaminan hari tua
e) Fungsi pendidikan
1) Menyekolahkan anak untuk memberi pengetahuan, ketrampilan
dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat
yang dimilikinya
2) Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang
dalam memenuhi perannya sebagai orang dewasa
3) Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.

Dari berbagai fungsi di atas ada 3 fungsi pokok keluarga terhadap


anggota keluarganya adalah :
1) Asih adalah memberikan kasih sayang, perhatian, rasa aman,
kehangatan kepada anggota keluarga sehingga memungkinkan
mereka tumbuh dan berkembang sesuai usia dan kebutuhannya.
2) Asuh adalah menuju kebutuhan pemeliharaan dan perawatan anak
agar kesehatannya selalu terpelihara sehingga diharapkan
menjadikan mereka anak-anak yang sehat baik fisik, mental, sosial
dan spiritual.
3) Asah adalah memenuhi kebutuhan pendidikan anak, sehingga siap
menjadi manusia dewasa yang mandiri dalam mempersiapkan masa
depannya.

4) Ciri Keluarga
1) Diikat dalam suatu perkawinan
2) Ada hubungan darah
3) Ada ikatan batin
4) Ada tanggung jawab masing-masing anggotanya
5) Ada pengambil keputusan
6) Kerjasama diantara anggota keluarga

6
7) Komunikasi interaksi antar anggota keluarga
8) Tinggal dalam suatu rumah

5) Struktur Keluarga dan Pemegang Kekuasaan Dalam Keluarga


Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam, diantaranya adalah :
1) Patrilineal
Keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam
beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis
ayah.
2) Matrilineal
Keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam
beberapa generasi dimana hubungan ini disusun melalui jalur garis
ibu.
3) Matrilokal
Sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
4) Patrilokal
Sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
5) Keluarga kawinan
Hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan
beberapa sanak keluarga yang menjadi bagian keluarga karena
adanya hubungan dengan suami atau istri.

Pemegang kekuasaan dalam keluarga


1) Patriakal, yang dominan dan memegang kekekuasaan dalam keluarga
adalah di pihak ayah.
2) Matriakal, yang dominan dan memegang kekekuasaan dalam
keluarga adalah di pihak ibu.
3) Equalitarian yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah
dan ibu.

7
B. Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterine
mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. Masa
kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya 280 hari (
40 minggu atau 9 bulan 10 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.
Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan patologi yang dapat
mempengaruhi keadaan ibu dan janin. Untuk menghadapi kehamilan risiko
harus diambil sikap proaktif, berencana dengan upaya promotif dan preventif
sampai dengan waktunya harus diambil sikap tegas dan cepat untuk
menyelamatkan ibu dan janinnya.
Penyebab dari kejadian kehamilan risiko pada ibu hamil adalah karena
kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan reproduksi, rendahnya status
sosial ekonomi dan pendidikan yang rendah. Dengan adanya pengetahuan ibu
tentang tujuan atau manfaat pemeriksaan kehamilan dapat memotivasinya
untuk memeriksakan kehamilan secara rutin. Pengetahuan tentang cara
pemeliharaan kesehatan dan hidup sehat meliputi jenis makanan bergizi,
menjaga kebersihan diri, serta pentingnya istirahat cukup sehingga dapat
mencegah timbulnya komplikasi dan tetap mempertahankan derajat
kesehatan yang sudah ada. Umur seseorang dapat mempengaruhi keadaan
kehamilannya. Bila wanita tersebut hamil pada masa reproduksi, kecil
kemungkinan untuk mengalami komplikasi di bandingkan wanita yang hamil
dibawah usia reproduksi ataupun diatas usia reproduksi.

C. Klasifikasi Kehamilan
Menurut usia kehamilan dibagi menjadi:
1. Menurut kehamilan per trimester :
Trimester pertama : 0 – 14 minggu
Trimester kedua : 14 – 28 minggu
Trimester ketiga : 28 – 42 minggu

8
2. Menurut lama kehamilan
Kehamilan matur :  40 minggu
Kehamilan prematur : 28 - 36 minggu
Kehamilan postmatur : > 42 minggu

D. Klasifikasi Kehamilan Resiko Tinggi


Untuk menentukan suatu kehamilan risiko tinggi, dapat dibagi menjadi 3
Kelompok yaitu:
1) Kelompok 1
Kategori yang termasuk dalam kelompok satu adalah:
a) Terlalu muda (< 20 tahun)
b) Terlalu tua (> 35 tahun)
c) Primi tua
d) Anak terkecil < 2 tahun
e) Gravida > 4
f) Terlalu pendek (< 145 cm)
g) Pernah gagal kehamilan
h) Riwayat obstetri jelek
i) Riwayat bedah Caesar

2) Kelompok 2
Beberapa katagori yang termasuk ke dalam kelompok dua adalah:
a) Penyakit pada ibu hamil
b) Bengkak muka dan tungkai, hipertensi
c) Kelainan letak
d) Kehamilan ganda
e) Hidramnion
f) IUFD
g) Serotinus

9
3) Kelompok 3
Merupakan kegawatdaruratan dan perlu segara dirujuk dengan rujukan
terlambat. Yang termasuk ke dalam kelompok 3 adalah perdarahan dan
kejang

E. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Hamil Risiko Tinggi


1) Tekanan darah tinggi lebih dari 140/90 mmHg
Perlu diketahui bahwa tekanan darah tinggi ada dua. Pertama, penderita
yang sudah mengidap hipertensi sebelum kehamilan terjadi. Kedua,
penderita hipertensi akibat kehamilan itu sendiri. Jadi mungkin saja
sebelum kehamilan tekanan darah ibu normal, lalu disaat kehamilan
mendadak tinggi. Kondisi inilah yang disebut preklamsia dan eklamsia.
Preklamsia biasanya terjadi pada kehamilan lebih dari 20 minggu dan
harus segera ditangani agar tidak meningkat menjadi eklamsia yang tidak
saja berbahaya bagi ibu tapi juga janin. Ibu bisa mengalami kejang -
kejang hingga bisa tidak terselamatkan, tentunya jika ibu tidak
terselamatkan, janin pun bisa mengalami nasib yang sama.
2) Kaki bengkak (Odema)
Biasanya pembengkakan terjadi pada tungkai bawah, yang disebabkan
penekanan rahim yang membesar seiring dengan bertambahnya usia
kehamilan. Hal ini tampak saat usia kehamilan semakin tua. Jika
pembengkakan juga terjadi pada tangan dan wajah., atau sakit kepala
kadangkala disertai kejang. Ini bisa membahayakan keselamatan ibu dan
bayi dalam kandungan.
3) Peningkatan berat badan lebih dari 5 kg atau kurang 4 kg
Penambahan berat badan yang normal hingga kehamilan berusia 6 bulan
adalah sekitar 1- 1,5 kg / bulan. Setelah memasuki kehamilan bulan 7
kenaikan bobot sebaiknya berkisar antara 0,5- 1/ bulan.

10
4) Pucat
Wajah pucat, kelopak dalam mata pucat, telapak tangan pucat, mudah
lelah, lemah, lesuh, kemungkinan ibu hamil menderita anemia (kurang
darah).
5) Tinggi badan kurang dari 145 cm
Wanita hamil yang mempunyai tinggi badan kurang dari 145 cm,
memiliki resiko tinggi mengalami persalinan secara premature, karena
lebih mungkin memiliki panggul yang sempit.
6) Perdarahan
Perdarahan pada kehamilan merupakan keadaan yang tidak normal
sehingga harus diwaspadai. Kondisi ini terjadi di awal masa kehamilan
(trimester pertama), tengah semester (trimester kedua) atau bahkan pada
masa kehamilan tua (trimester ketiga).
7) Deman tinggi
Demam tinggi pada ibu hamil biasanya disebabkan karena infeksi atau
malaria. Demam tinggi biasanya membahayakan keselamatan jiwa ibu
bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran.

F. Resiko Yang Dapat Terjadi Pada Kehamilan Resiko Tinggi


1) Terlalu Muda (Primi Muda)
Terlalu Muda (Primi Muda) adalah ibu hamil pertama pada usia kurang
dari 20 tahun. Dimana kondisi panggul belum berkembang secara
optimal dan kondisi mental yang belum siap menghadapi kehamilan dan
menjalankan peran sebagai ibu. Resiko yang dapat terjadi pada
kehamilan terlalu muda (primi muda) adalah :
a) Bayi lahir belum cukup bulan
b) Mudah terjadi infeksi.
c) Anemia kehamilan / kekurangan zat besi.
d) Keracunan Kehamilan (Gestosis).
e) Kematian ibu yang tinggi.
f) Persalinan yang lama dan sulit.

11
g) Cacat bawaan.
h) Kematian bayi.
i) Perdarahan dapat terjadi sebelum bayi lahir
j) Perdarahan dapat terjadi setelah bayi lahir
k) Berat badan bayi lahir rendah
Kehamilan di usia muda beresiko tinggi karena saat itu ibu masih
dalam proses tumbuh akan terjadi kompetisi makanan antara janin
dan ibunya sendiri yang masih dalam masa pertumbuhan dan adanya
perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan. Penyulit pada
kehamilan remaja lebih tinggi dibandingkan kurun waktu sehat
antara 20 sampai 30 tahun. Keadaan ini disebabkan belum
matangnya alat reproduksi untuk hamil, sehingga dapat merugikan
kesehatan ibu maupun perkembangan dan pertumbuhan janin.

2) Terlalu Tua (Primi Tua)


Terlalu Tua (Primi Tua) adalah ibu hamil pertama pada usia ≥ 35 tahun.
Pada usia ini organ kandungan menua, jalan lahir tambah kaku, ada
kemungkinan besar ibu hamil mendapat anak cacat, terjadi persalinan
macet dan perdarahan. Resiko yang dapat terjadi pada kehamilan terlalu
tua (primi tua ≥ 35 tahun) adalah :
a) Hipertensi/tekanan darah tinggi
b) Pre-eklamspsi
c) Ketuban pecah dini: yaitu ketuban pecah sebelum persalinan dimulai
d) Persalinan macet: ibu yang mengejan lebih dari 1 jam, bayi tidak
dapat lahir dengan tenaga ibu sendiri melalui jalan lahir biasa.
e) Perdarahan setelah bayi lahir
f) Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah / BBLR < 2500gr
Pada usia ini kondisi kesehatan ibu mulai menurun, fungsi rahim
menurun, ualitas sel telur berkurang. Umur ibu juga mempengaruhi
kapasitas tropiknya, sehingga pada ibu dengan umur lebih tua
cenderung mempunyai bayi yang berat badannya lebih rendah. Pada

12
umur 35 tahun atau lebih, kesehatan ibu sudah menurun, akibatnya
ibu hamil pada usia itu mempunyai kemungkinan lebih besar untuk
mempunyai anak cacat, persalinan lama dan perdarahan.

3) Terlalu Dekat Jarak Kehamilan


Terlalu Dekat Jarak Kehamilan adalah jarak antara kehamilan satu dengan
berikutnya kurang dari 2 tahun (24 bulan). Kondisi rahim ibu belum pulih,
waktu ibu untuk menyusui dan merawat bayi kurang. Resiko yang
mungkin terjadi pada kehamilan jarak dekat adalah:
a) Keguguran
b) Anemia
c) Bayi lahir belum waktunya
d) Berat badan lahir rendah (BBLR)
e) Cacat bawaan
f) Tidak optimalnya tumbuh kembang balita
Jika kehamilan terlalu dekta maka kondisi rahim ibu belum pulih
sehingga dapat mengakibatkan terjadinya penyulit dalam kehamilan.
Menjaga jarak antara kehamilan memiliki beberapa tujuan, di
antaranya adalah: Memberikan waktu istirahat untuk mengembalikan
otot-otot tubuhnya seperti semula. Untuk memulihkan organ
kewanitaan wanita setelah melahirkan. Rahim wanita setelah
melahirkan, beratnya menjadi 2 kali lipat dari sebelum hamil. Untuk
mengembalikannya ke berat semula membutuhkan waktu sedikitnya
3 bulan, itu pun dengan kelahiran normal. Untuk kelahiran dengan
cara caecar membutuhkan waktu lebih lama lagi.

4) Terlalu Banyak Anak (Grande Multi)


Terlalu Banyak Anak (Grande Multi) adalah ibu pernah hamil atau
melahirkan lebih dari 4 kali atau lebih. Kemungkinan akan di temui
kesehatan yang terganggu, kekendoran pada dinding perut, tampak pada

13
ibu dengan perut yang menggantung. Resiko yang dapat terjadi pada
kehamilan terlalu banyak anak (4 kali melahirkan) adalah
a) Kelainan letak, persalinan letak lintang
b) Robekan rahim pada kelainan letak lintang
c) Persalinan lama
d) Perdarahan pasca persalinan
Apabila kehamilan lebih dari empat kali dapat mengakibatkan
terjadinya ganguan dalam kehamilan, menghambat proses persalinan,
seperti kelainan letak, tumbuh kembang anak kurang optimal
sehingga dapat menambah beban ekonomi keluarga.

Dampak Terlalu Sering Dan Terlalu banyak Melahirkan


Memiliki banyak anak kini kurang diminati para orangtua dengan alasan
biaya hidup dan pendidikan yang semakin mahal. Di luar masalah finansial
sebenarnya melahirkan terlalu sering beresiko buruk bagi kesehatan ibu dan
bayi. "Makin sering hamil, makin buruk dampaknya bagi kesehatan karena
meningkatkan risiko kematian ibu". Menurut Darney, wanita yang
melahirkan anak lima orang atau lebih memiliki risiko kehamilan
bermasalah. Salah satu komplikasi yang mungkin dialami adalah
perdarahan saat persalinan. Di Indonesia sendiri, saat ini perdarahan masih
menjadi penyebab utama kematian ibu saat melahirkan. Rahim, organ
tempat janin berkembang, terdiri dari jaringan otot. Kehamilan yang terlalu
rapat akan mengendurkan otot-otot tersebut sehingga setelah persalinan
rahim menjadi sulit berkontraksi untuk kembali ke ukurannya yang semula
dan terjadilah perdarahan. Obat-obatan biasanya kurang berhasil
mengatasinya.

14
G. Mencegah Dan Penanganan 4 Terlalu
1) Pelayanan KB berkualitas pasca persalinan, pasca keguguran,pelayanan
KB berkualitas pasca persalinan, pasca keguguran.
2) Meningkatkan partisifasi aktif dan pemanfaatan kerjasama lintas program
dan sektor antara lain dengan jalan menjalin kemitraan dengan pemda,
organisasi profesi.
3) Peningkatan partisipasi perempuan, keluarga dan masyarakat antara lain
dalam bentuk meningkatkan pengetahuan tentang tanda bahaya
pencegahan 3 terlambat yaitu : 1).Terlambat dalam mencapai pasilitas
(transportasi kerumah sakit/ puskesmas karena jauh). 2).Terlambat dalam
mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat di fasilitas pelayanan
(kurang lengkap atau tenaga medis kurang). 3). Terlambat dalam
mengenali tanda bahaya kehamilan dan persalinan. Serta menyediakan
buku KIA, kesiapan keluarga dan masyarakat dalam menghadapi
kegawatdaruratan agar selama hamil dapat mencegah resiko 4 Terlalu,
penyediaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi,
partisipasi juga mutu pelayanan.
4) Sosialisasi dan advokasi melalui penyusunan hasil informasi cakupan
program dan data informasi tentang masalah yang dihadapi.
5) Cara mencegah kehamilan risiko tinggi yaitu tidak melahirkan pada umur
kurang dari 20 tahun / lebih dari 35 tahun, Hindari jarak kelahiran terlalu
dekat / kurang dari 2 tahun, rencanakan jumlah anak 2 orang saja,
memeriksa kehamilan secara teratur pada tenaga kesehatan seperti
posyandu, puskesmas, rumah sakit, memakan makanan yang bergizi.

15
BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS DALAM KONTEKS


KELUARGA PADA Tn. H KHUSUSNYA Ny. U DENGAN
KEHAMILAN RESIKO TINGGI DI DUSUN KAMPUNG
BARU KECAMATAN TELUK PANDAN
KABUPATEN PESAWARAN

A. DATA SUBYEKTIF
1. Biodata
a. Nama Kepala keluarga : Tn. Hamdan
b. Umur : 44 Tahun
c. Jenis Kelamin : Laki-laki
d. Agama : Islam
e. Pendidikan : SD
f. Pekerjaan : Buruh
g. Alamat : Dusun Kampung Baru RT/RW 003/004
h. Daftar Anggota Keluarga

Hub. L/ Umur Status


Nama Agama Pekerjaan
Keluarga P
Tn. H Suami L 44 Islam Buruh Kawin
Ny. U Istri P 37 Islam IRT Kawin
An. I Anak L 16 Islam Pelajar Belum Kawin
An. H Anak P 14 Islam Pelajar Belum Kawin

16
i. Genogram

AB

Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan

2. Kegiatan Sehari-hari
a. Kebiasaan tidur
1) Tn. H tidur siang kadang-kadang, tidur malam ± 7-8 jam/hari
2) Ny. U tidur siang 1-2 jam, tidur malam ± 8 jam/hari
3) An. I tidur siang ± 1 jam/hari, tidur malam ± 8 jam/hari
4) An. H tidur siang ±1 jam/hari, tidur malam ± 8 jam/hari
b. Kebiasaan makan
Semua anggota keluarga makan 3 kali sehari dengan makanan pokok
yaitu nasi, lauk pauk sesuai kemampuan (Tahu, tempe, telur, ikan,
daging (jarang)), sayur mayur, namun setiap harinya mereka jarang
makan bersama karena Tn. H makan di rumah saat sarapan dan makan
sore sedangkan untuk siang Tn. H jarang pulang karena makan
ditempoat kerja dan pulang kerja di sore hari.
c. Pola Eliminasi
Seluruh anggota keluarga BAB ± 1-2 kali/hari dan BAK ± 5 kali/hari,
kecuali ibu karena sedang hamil untuk BAK ± 7 kali/hari
d. Kebersihan perorangan
Seluruh keluarga mandi, gosok gigi dan berganti baju 2 kali/hari.

17
e. Pola kebiasaan kesehatan
Tidak ada anggota keluarga yang merokok dan minum-minuman
keras
f. Penggunaan waktu senggang
Tn. H bekerja dari pukul 07.00 WIB hingga sore hari yaitu pukul
17.00 WIB bahkan lebih. Ny. U biasa melakukan pekerjaan rumah
seperti memasak, membersihkan rumah, mencuci, dan pekerjaan
rumah lainnya serta bersantai dengan keluarga dan tetangga.
Sedangkan anak-anak sekolah, jika pada malam jumat mereka
mengikuti kegiatan risma.
g. Rekreasi keluarga
Dapat dikatakan bahwa keluarga jarang rekereasi bersama karena
keterbatasan biaya, keluarga hanya memiliki hiburan televisi
h. Keadaan social ekonomi
i. Penghasilan Tn. H ± Rp. 500.000/ bulan dan istri tn.H tidak bekerja
jadi tidak memiliki penghasilan. Jumlah tersebut digunakan untuk
memenuhi kebutuhan setiap harinya.

3. Situasi rumah
a. Rumah milik sendiri
Rumah didaerah perbukitan/pegunungan, dengan luas tanah 12 x 10
m2 dan luas rumah 6 x 9 m2, yang terdiri dari 1 ruang tamu, 1 ruang
keluarga, 1 kamar tidur, dan sebuah dapur
b. Jenis rumah : Semi permanen
c. Atap rumah : Genteng
d. Lantai rumah : Semen
e. Ventilasi : terdapat 3 jendela, tetapi tidak pernah dibuka, hanya
pintu saja yang dibuka
f. Kebersihan dan kerapihan : Kurang
g. Pembuangan sampah : Terbuka, dibakar jika sudah
terkumpul dan kering

18
h. Denah Rumah

Wc Dapur
9 m2
Kamar
R. TV
R. Tamu

6 m2

i. Sumber air
1) Sumber air yang di gunakan sehari-hari : Air Sungai
2) Penggunaan air : Dimasak
3) Tempat penyimpanan air : Tertutup
4) Pengurasaan tempat air minum : 1 minggu sekali
5) Kualitas air : Tidak berbau, tidak
berasa, sedikit berwarna
j. Keadaan pembuangan air limbah : Dialirkan ke selokan
k. Jamban : Tidak mempunyai jamban, keluarga BAB di sungai
l. Kandang ternak : Tidak ada
m. Pemanfaatan pekarangan : Untuk jemur pakaian, menanam
tanaman bunga dan tanaman obat keluarga
n. Pemanfaatan fasilitas kesehatan : Bila ada anggota keluarga
yang sakit di periksakan ke puskesmas
o. Keluarga Tn. H memiliki jaminan kesehatan (Kartu Indonesia Sehat)

4. Keadaan Kesehatan Keluarga


a. Riwayat perkawinan
b. Lamanya 20 tahun dan merupakan pernikahan pertama bagi Tn. H dan
Ny. U dan hubungan keluarga saat ini harmonis

19
c. Riwayat Menstruasi
Menarche : 14 tahun
Siklus : teratur
Lama : 5 – 7 hari
Nyeri : Tidak ada
HPHT :16-10-2017
HPL : 23-7-2018

d. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu


No. Tahun Kehamilan Persalinan Penolong Nifas Ket.
1 1999 Aterm spontan Dukun Normal Meninggal
2 2000 Aterm Spontan Dukun Normal Meninggal
3 2002 Aterm Spontan Dukun Normal Hidup
4 2005 Aterm Spontan Dukun Normal Hidup
5 2006 20 minggu Spontan Dukun Normal Meninggal

e. Riwayat kehamilan sekarang


Pasien mengatakan ini merupakan kehamilan keenam, ibu
memeriksakan kehamilannya di posyandu rutin setiap bulan, ibu
Imunisasi TT 1x
f. Keluhan yang dirasakan
Trimester I : Sering kencing, mual muntah, nafsu makan kurang
Trimester II : Tidak ada keluhan
g. Riwayat KB
Ibu pernah menggunakan alat kontrasepsi yaitu KB suntik 3 bulanan
selama 13 tahun dan baru berhenti 3 bulan karena ibu ingin hamil
lagi.

20
5. Fungsi keluarga
Fungsi keluarga berjalan dengan baik,meskipun kurangnya kebersamaan
dengan aktivitas keluarga yang berbeda-beda. Untuk pendidikan terlihat
masih kurang pada pendidikan kesehatan reproduksi oleh orang tua karena
mereka masih tabu, dan untuk ibu masih kurangnya pengetahuan tentang
kesehatan pada saat kehamilan.

6. Komunikasi
Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa sunda dan indonesia,
hubungan antar anggota keluarga cukup harmonis, begitu juga dengan
tetangga.

7. Transportasi
Keluarga Tn. H dalam kegiatan sehari-hari menggunakan sepeda motor.

B. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
BB : 50 Kg
LILA : 30 Cm
Tanda- Tanda Vital
TD : 120/80 mmHg Nadi : 78 x / menit
Suhu : 36,5 0C RR : 22 x / menit

2. Pemeriksaan Fisik
a) Kepala
Rambut berwarna hitam, bersih, tidak mudah rontok, tidak terdapat
benjolan

21
b) Mata
Simetris kanan dan kiri, tidak mengalami kejulingan, konjungtiva
berwarna merah muda
c) Telinga
Simetris kanan dan kiri, bersih, pendengaran normal
d) Hidung
Terdapat dua lubang yang dipisahkan oleh septum, bersih, tidak ada
pembesaran polip
e) Mulut
Bibir atas dan bawah simetris, tidak terdapat kebiruan, tidak ada
kelainan congenital, tidak ada stomatitis
f) Gigi
Gigi terlihat bersih, terdapat dua lubang, ada sedikit caries, serta tidak
ada gigi palsu
g) Leher
Tidak terdapat pembesaran kelenjar tyroid, tidak terdapat nyeri saat
menelan
h) Dada
Bentuk dada simetris, terdapat pembengkakan fisiologis, tidak
terdapat kelainan
i) Abdomen
Inspeksi : Terdapat linea nigra, pembesaran sesuai kehamilan
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan pada ulu hati, tidak terdapat
Kelainan
- Leopold I : teraba bulat melenting (Ballotement)
setinggi pertengahan pusat dan simpisis
- Leopold II : belum teraba
- Leopold III & IV : tidak dilakukan
- DJJ : 148x/menit

22
j) Genitalia
Ibu mengatakan tidak mempunyai menyakit menular, kadang-kadang
mengalami keputihan tidak berbau dan tidak gatal
k) Anus
Ibu mengatakan tidak memiliki ambeyen
l) Ekstremitas
Tidak terdapat varices dan tidak bengkak pada ekstremitas atas dan
bawah, reflek patella normal

C. ASSESMENT
1. Diagnosa
Ibu usia 37 tahun G6P4A1 usia kehamilan 15 minggu 1 hari janin tunggal
hidup intrauterine
2. Dasar
a. Ibu mengatakan ini kehamilan yang ke-enam, pernah mengalami
keguguran satu kali
b. Ibu mengatakan hari pertama haid terakhir tanggal 16-10-2017,
taksiran persalinan tanggal 23-07-2018
c. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan teraba bulat melenting
(Ballotement) dan terdengar DJJ dengan frekuensi 148 x/menit
3. Masalah
Kehamilan ibu yang ke enam (grande multipara)
4. Kebutuhan
Menganjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan secara rutin ditenaga
kesehatan sehingga apabila terdapat kelainan atau masalah dapat terdeteksi
secara dini

23
D. PLANNING (PERENCANAAN, PENATALAKSANAAN, &
EVALUASI)
1. Memberitahu kepada ibu tentang hasil pemeriksan yang dilakukan. Hasil
pemriksaan normal TD: 120/80 mmHg, usia kehamilan sesuai dengan
tinggi fundus ibu. Ibu mengerti tentang hasil pemeriksaan yang dilakukan
2. Menganjurkan ibu untuk makan dan minum sedikit tapi sering serta
mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan sesuai kebutuhan, seperti
nasi, lauk pauk, sayur, buah dan susu. Ibu bersedia mengkonsumsi
makanan yang dianjurkan
3. Menganjurkan ibu untuk melakukan kebersihan diri, untuk keputihan yang
dialami ibu dianjurkan apabila BAK / BAB untuk menjaga daerah
kemaluan dalam keadaan kering tidak lembab. Ibu mengerti dan akan
melakukan anjuran yang diberikan
4. Menganjurkan ibu untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan yang dapat
membahayakan kehamilannya serta mengkonsumsi obat sesuai dengan
yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Ibu bersedia mengkonsumsi obat
dari tenaga kesehatan sesuai anjuran
5. Menganjurkan ibu untuk rutin memeriksakan memeriksakan kehamilannya
ditenaga kesehatan terdekat. Ibu bersedia melakukan pemeriksaan
kehamilannya di posyandu
6. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan sesuai tanggal kunjungan
tetapi apabila terdapat keluhan segera periksa ditenaga kesehatan sebelum
waktu kunjungan. Ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan serta
akan memeriksakan dirinya jika terdapat keluhan

24
BAB IV
PEMBAHASAN

Kunjungan Penatalaksanaan Evaluasi


& Keluhan
I Menganjurkan ibu untuk tetap Ibu bersedia melakukan sesuai
2 Feb 2018 makan dengan porsi yang sedikit anjuran yang diberikan. Pada saat
Kadang-kadang tapi sering serta menganjurkan ibu kunjungan yang kedua keluhan
mual dan untuk menjaga daerah genitalia ibu berkurang
keputihan tetap kering saat BAK dan BAB
II Melakukan pemeriksaan tekanan Ibu bersedia melakukan sesuai
9 Feb 2018 darah dengan hasil pemeriksaan anjuran, pada saat kunjungan
yang dialkukan yaitu 100/60 selanjutnya ibu sudah tidak
Pusing mmHg, ibu dianjurkan untuk pusing dan tekanan darah normal
mengkonsumsi sayuran hijau dan 120/80 mmHg
dianjurkan untuk istirahat yang
cukup serta mengkonsumsi obat
yang telah diberikan
III Memberitahu ibu tentang KB Ibu mengerti tentang penjelasan
14 Feb 2018 untuk menjarangkan kehamilan yang diberikan, ibu berencana
ibu dengan melihat kondisi ibu ingin melakukan persalinan
Tidak ada saat ini serta memberitahu fungsi dibidan terdekat serta akan ber
keluhan dari jaminan kesehatan yang KB di puskesmas dengan
dimiliki, serta melakukan menggunakan jaminan kesehatan
pemeriksaan kadar Hb dan yang dimiliki sehingga
memberikan vitamin dan tablet meringankan beban biaya . ibu
tambah darah pada ibu bersedia untuk mengkonsumsi
obat yang telah dibergikan
dengan teratur

25
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Asuhan kebidanan komunitas memfokoskan pemberian pelayanan pada
setiap keluarga yang berada dalam wilayah kerjanya. Bentuk pemberian
pelayanan yang dilaksanakan adalah menyelesaikan berbagai permasalahan
di bidang kesehatan khususnya kesehatan ibu dan anak. Kegiatan-kegiatan
tersebut tentunya bertujuan akhir untuk menurunkan angka kematian ibu dan
kematian bayi. Dari berbagai penyuluhan yang telah dilakukan diharapkan
akan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai permasalahan
kesehatan mereka sehingga diharapkan masyarakat akan lebih mandiri dalam
menyelesaikan masalah kesehatan yang ada di lingkungannya. Begitu juga
dengan keluarga Tn. H khususnya Ny. U setelah dilakukan beberapa asuhan
keluarga sudah lebih memahami apa dan bagaimana cara mengatasi masalah
kesehatannya.

B. Saran
1) Kepada Mahasiswa
Mahasiswa diharapkan lebih dapat menggali lebih dalam lagi mengenai
kesehatan keluarga dan meningkatkan pengetahuan mengenai asuhan
kebidanan pada keluarga
2) Kepada Keluarga dan Klien
Dengan diadakannya penyuluhan ini diharapkan keluarga dapat
mengenali masalah kesehatan serta mampu mencari penyelesaian secara
mandiri serta mau meriksakan kesehatan ditenaga kesehatan
3) Kepada Institusi Pendidikan
Institusi pendidikan diharapkan dapat memberikan bimbingan yang dapat
memberikan semangat bagi para mahasiswa.

26