Anda di halaman 1dari 4

A.

Pengertian
Suasana penyakit infeksi kronis, sub kronis atau akut yang menyerang ALVEOLAR
yang disebabkan oleh bakteri myobacterium tuberculosis (aswuhan keperawatan, 2011).
Penyakit tuberkulosis sudah dikenal sejak dahulukala. Penyakit ini disebabkan oleh
kuman/bakteri myobacterium tuberculosis , kuman ini umumnya menyeran paru-paru dan
sebagian lagi dapat menyerang diluar paru-paru seperti kelenjar getah bening (kelenjar),
kulit,usus/saluran pencernaan, selaput otak dan sebagiannya. (Dr.yoannes Y.Latan.2008).
Tuber kulosis adalah penyakit yang disebabkan myocobacterium tuberculosisi yang
hampir seluruh organ tubuh dapat terserang olehnya tapi yang paling banyak adalah paru-
paru.(NANDA).
Tuberculosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium
tuberculosis dengan gejala yang sangat bervariasi (KMB Burnner&Suddarth).
B. Klasifikasi
1. Pembagian secara fatologi
 Tuberkulosis primer (Chlld Hood Tuberculosis)
 Tuberculosis Post primer (Adult Tuberculosis)
2. Berdasarkan pemeriksaan dahak, TB dibagi menjadi 2 yaitu:
 Tuberkulosis BTA Positif
 Tuberkulosis BTA Negatif
3. Pembagian secara aktivitas radiologi (Luas Lesi)
 Tuberkulosis minimal, yaitu terdapatnya sebagian kecil infiltral non kapasitas pada
suatu paru maupun keduanya tapi jumlahnya tidak melebihi satu lobus paru.
 Moderatelis Advanced tuberculosis, ada kapasitas tidak lebih dari 4 cm jumlah
infiltrasi bayangan harus tidak lebih dari satu bagian paru.
 For advanced tuberculosis, terdapat infiltrat dan kapasitas yangvmelebihi keadaan
pada moderateli advanced tuberculosis.
4. Pembagian secara aktivitas Radiologi:
 Tuberkulosis paru (Koch Pulmonal) aktif
 Tuberkulosis non aktif
 Tuberkulosis quelsent (batuk aktif yang mulai sembuh)
5. Berdasarkan askep kesehatan masyarakat pada tahun 1974 american Thorasic society:
 Kategori 0, tidak pernah terpajan dan tidak infeksi riwayat kontak tidak pernah, tes
tuberkulosis-negatif.
 Kategori 1, terpanjang tuberkulosis tetapi tidak terbukti adanya infeksi, disini riwayat
kontak positif
 Tes tuber kulosis negatif
 Kategori 2, terinfeksi tuberkulosis tapi tidak sakit
 Kategori 3 terinfeksi tuberkulosis dan sakit
6. Berdasarkan terapi WHO
 Kategori 1, ditunjukkan pada/terhadap kasus baru dengan seputum positif dan kasus
baru dengan batu TB berat
 Kategori 2, ditujukan pada kasus kambuh dan kasus gagal dengan seputum BTA
positif
 Kategori 3, ditujukan pada kasusu BTA negatif dengan kelainan paru yang tidak luas
dan kasus TB Exstra selain yang disebutkan kategori 1
 Kategori 4, ditunjukkan terhadap TB kronik.
C. Etiologi
Disebabkan oleh mikrobakterium tuberkulosis yang bersipat tahan asam, aerob dan
merupakan hasil gram positif. Agen infeksius utama, mycobacterium tuberkulosis adalah
aerobik tahan asam yang tumbuh dengan lambat dan sensitif terhadap panas dan sinar
ultravcolet, dengan ukuran panjang 1-4/um dan tebal 0,3-0,6/um.
D. Patofisiologi
Kuman tuberkulosis

Air bone/intalasi

Saluran pernafasan

Saluran pernafasan atas saluran pernafasan bawah

Bakteri yang terbesar bertahan diBronkus


Paru-paru

Peradanga Bronkus Alveolus


Alveolus mengalami konsolidasi
Penumpukan sekret

E. Manifestasi klinik
Tanda dan gejala tuberkulosis adalah
1. Berat badan turun selama tiga bulan berturun turun-turun tanpa sebab
2. Berat badan anak tidak bertambah
3. Tidak nafsu makan
4. Muncul benjolan didaerah leher, ketiak, dan lipatan leher
F. Pemeriksaan
1. Pemeriksaan radiologi dada merupakan cara yang praktik untuk menurunkan lesi
tuberkulosis. Lokasi tuberkulosis umumnya didaerah apeks paru (segmen apikal lobus
atas atau agmen apikal lobus bawah)
2. Pemeriksaan laboratorium
 Darah: saat tuberkulosis baru mulai sedikit meninggi, jumlah limfosit masih dibawah
normal, lalu endapan darah meningkat. Bila penyakit sembuh, jumlah leukosit kembali
normal dan lemfosit tinggi
 Seputum atau dahak: - BTA pengecekan dilakukan sebanyak 3 kali selama 2 hari
- Pada BTA (+) ditemukan kekuranganya 3 batang kuman
pada setu sel dengan 5.000 kuman dalam 1ml seputum
 Tes tuberkulosis: hanya mengatakan apakah seseorang individu sedang atau pernah
mengalami infeksi M.Tuberculosae, Vaksinasi BCG dan mycobacterium
 Rontgen: poto PA
G. Komplikasi
1. Kerusakan otak
2. Gasteritis akut
3. Kerusakan hati dan ginjal
4. Kerusakan jantung dan otak
5. Resistensi kuman
H. Penata laksanan medik
 Kriteria diagnosa
1. Demam, maleise, kadang terdapat gejala flu
2. Keringat malam, nafsu makan berkurang, BB berkurang< sesak nafas
3. Batuk berdahak lebih dari 3 minggu
4. Pada anak belita pencegahan diberikan dengan pemberian isoniazin selama 6 bulan
5. Memberi Vaksinasi BCG
LEMBAR PENGESAHAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN An”W” DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI

DENGAN PENYAKIT TUBERKULOSIS

DISUSUN OLEH :

NAMA : RANDI KENNEDI

NIM : PO. 17.20.2.14.065

TELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI OLEH PEMBIMBING DAN CI LAHAN

RRI ANAK RSUD IBNU SUTOWO BATURAJA

BATURAJA,. Oktober 2015

DOSEN PEMBIMBING CI LAHAN

SUPARNO,APP,M.Kes RISDIANA,S.Kep

MAHASISWA

RANDI KENNEDI