Anda di halaman 1dari 3

PERKEMBANGAN GEOGRAFI AKHIR ABAD 19,GEOGRAFI ABAD 20,GEOGRAFI

MUTAHIR,DAN PERKEMBANGAN GEOGRAFI DI INDONESIA

1. Geografi Akhir Abad 19


Ciri pandangan geografi akhir abad ke 19 adalah terhadap iklim, tumbuhan, hewan serta
terhadap bentang alam. Kebanyakan ahli geografi pada periode ini memperdalam geologi
pada penelitiannya dan kajian geografi manusia semakin berkurang. Beberapa tokoh
geografi zaman ini adalah Fiederich Ratzel, Ferdinand Von Ritchoften, Hartshorne, Vidal
De la Blache, Presto E.James,Frank Debbenham.Friedrich Ratzel (1844-1904) mempelajari
pengaruh lingkungan fisik terhadap kehidupan manusia. Menurut Ratzel aktivitas manusia
merupakan faktor penting bagi kehidupan dalam suatu lingkungan. Ratzel juga
beranggapan bahwa faktor manusia dan faktor lingkungan memiliki kedudukan dan
pengaruh yang sama dalam membentuk lingkungan hidup.
2. Geografi Awal Abad 20
Pandangan Geografi pada abad ke-20 menitik beratkan pada bidang sosial budaya.tokoh
ini adalah Vidal Blanche(1854-1918)yang mengemukakan konsep geografi kewilayahan.Ia
berpendapat bahwa dalam kajian geografi harus menyatukan factor manusia dan factor
fisik.Kehidupan manusia tidak dipengaruhi oleh alam ,justru manusia dapat mempengaruhi
alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
3. Geografi Mutakhir
Pandangan geografi mutakhir bersifat tematik masa ini telah menggunakan metode
statistic dari computer untuk menganalisis dan menyimpan data.Tokoh pandangan ini
adalah E.A Wrigley(1965) semua metode analisis dapat digunaka dalam kajian
geografi.Penekanan perwujuakan telaahnya harus diubah dari sintesis menjadi
analisis.Geografi scara primer harus menjadi ilmu yang tugasnya mengkaji pola-pola
keruagan.Dalam visinya,geografi merupakan ilmu yang berupaya merumuskan hukum-
hukum yang memengaruhi persebaran keruangan berbagai gejala di buka bumi.pergeseran
praktikma regional ke analisis keruangan makin nyata terjadi dalam geografi ekonomi yang
mendapat dukungan para ahli yang berlatar belakang displon ilmu ekonomi.Hurst
memandang perlu menambahkan subjektif dengan berusaha menerapkan pendekatan
perilaku untuk dapat lebih meningkatkan pemahamanya mengenai perilaku ekonomi
manusia. Metoda kuantitatif dan berbagai piranti komputer pendukungnya yang lazim
dipergunakan dalam studi Geografi dewasa ini bukan menggantikan atau menghilangkan
metoda Geografi, namun hanya sebagai penambah peralatan di dalam tehnik penelitian.
4. Perkembangan Geografi di Indonesia
Geografi di Indonesia sudah dikenal sejak zaman pendudukan Belanda yang dibawa
masuk oleh para ilmuan Belanda yang melakukan studi /kajian tentang Hindia
Belanda.Pada awalnya,perkembangan geografi mengikuti perkembangan geografi di
Belandayang melakukan studi ke Indonesia. Penggunaan istilah Aardrijskunde di sekolah-
sekolah Indonesia cukup lama dan berakhir ketika Belanda meninggalkan Indonesia dan
digantikan oleh Jepang.Ketika Jepang menduduki Indonesia dan dengan semangat Asianya
penggunaan istilah Aardrijskunde diganti dengan istilah yang sesuai dengan bahasa
setempat. Ilmuwan Indonesia, seperti Adinegoro dan Adam Bachtiar menyelaraskan istilah
tersebut dengan Ilmu Bumi. Istilah ini dipergunakan di sekolah-sekolah cukup lama,
bahkan hingga sekarang istilah Ilmu Bumi untuk Geografi masih banyak
dikenal.Penggunaan istilah dan pengertian sebenarnya tentang Geografi baru dimulai pada
tahun 1955 setelah terdapat Perguruan Tinggi dan kader-kader bangsa Indonesia
mengembangkan ilmu tersebut. Setelah diadakan Seminar Geografi di Semarang pada
tahun 1972 diperoleh keseragaman dalam mengisi dan menggunakan Geografi sebagai
ilmu tata ruang, sedangkan terjemahan Ilmu Bumi lebih tepat untuk kata Geologi, karena
Geo berarti Bumi dan Logos (logi) berarti Ilmu.Konsep geografi merupakan bagian dasar
dari displin ilmu geografi.ada banyak konsep-konsep geografi yang berkembang dari dulu
hingga sekarang.Konsep ini merupakan istilah untuk menunjukan suatu gejala atau
fenomena.Saklah satu ahli yang mengemukakanya adalah Henry J.Warman berikut ini
penjelasanya: Konsep wilayah atau region,Konsep lapisan kehidupan,Konsep manusia
yang mendominasi lingkungan,Konsep bumi sebagai bola,Konsep interaksi
keruangan,Konsep relasi wilayah,Konsep persamaan wilayah,Konsep perbedan
wilayah,Konsep keunikah wilayah,Konsep persebaran wilayah,Konsep lokasi
relative,Konsep keuntungan,Konsep perubahan berkesinambungan,Konsep pemanfaatan
sumber daya berbasis teknologi masyarakat setempat,Konsep bumi dapat dipetakan.
Sumber Refrensi

 Utaminoviani92.blogspot.com
 http://www.gurugeografi.id
 Buku Pengantar Filsafat Geografi.Prof.Dr.Suharyono &Dr.Moch.Amien
 https://dedylandy.weebly.com/sejarah-perkembangan-geografi.html
 https://geograph88.blogspot.com/2013/04/perkembangan-geografi.html