Anda di halaman 1dari 8

Perihal : Permohonan Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi

Yth. Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri


Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
di tempat

Dengan hormat,
Teriring salam dan doa saya sampaikan kepada Bapak/Ibu, semoga selalu dalam
berkah dan lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Berdasarkan program Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang pemberian beasiswa jenjang S1,
saya:
Nama : Annisa Fajriani
Tempat, tanggal lahir :
Institusi : Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Fakultas/Prodi : Kedokteran/Pendidikan Dokter
Status Mahasiswa : Mahasiswa Aktif Semester 2
NIM :
IPK :
dengan ini mengajukan permohonan untuk menjadi penerima Beasiswa Unggulan
Masyarakat Berprestasi.
Bersama ini saya lampirkan proposal rencana studi berikut keterangan penunjang sebagai
bahan pertimbangan Bapak/Ibu dalam memilih saya.
Demikian surat permohonan ini saya sampaikan, besar harapan saya atas terkabulnya
permohonan ini. Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/Ibu saya mengucapkan terima
kasih.

Hormat saya,

Annisa Fajriani
PROPOSAL RENCANA STUDI
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN DOKTER
Oleh:
Annisa Fajriani
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

A. PENDAHULUAN
Sebagaimana yang termaktub dalam alinea IV Pembukaan UUD Negara Republik
Indonesia tahun 1945, disebutkan bahwa salah satu tujuan nasional NKRI adalah
mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini dipertegas lagi dalam UUD dan berbagai peraturan
perundang-undangan di bawahnya. Bila kita cermati dengan saksama, di sini dikatakan
bahwa “kehidupan bangsa” lah yang dicerdaskan. Artinya, tolak ukur dari kecerdasan ini
tidak hanya dilihat dari tingkat intelektualitas individu yang tinggi, namun kemampuan
seluruh komponen bangsa untuk dapat berpikir dan memiliki paradigma yang logis dalam
rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan secara nasional.
Dalam rangka mencapai tujuan nasional tersebut, sangat diperlukan pendidikan yang
berkualitas dan berkelanjutan bagi setiap individu di bidang yang sesuai dengan potensinya
masing-masing. Berkualitas di sini berarti pendidikan yang terarah dan tepat sasaran sehingga
mampu mencetak tenaga profesional, sedangkan berkelanjutan yang dimaksudkan adalah
pendidikan yang dilaksanakan mulai dari pendidikan tingkat sekolah dasar hingga perguruan
tinggi.
Sungguh disayangkan bila Indonesia dengan jumlah penduduk usia produktif yang sangat
banyak dengan berbagai potensi unggul tidak didukung untuk mengembangkan kualitas
individunya. Terlebih di era globalisasi seperti ini, dibutuhkan sumber daya manusia yang
benar-benar berkualitas untuk dapat bersaing dan berkiprah di kancah internasional untuk
membawa nama harum bangsa.
Berangkat dari pemaparan di atas, saya memiliki motivasi kuat untuk dapat menjadi satu
di antara sekian banyak putra bangsa yang ingin berjuang mengembangkan potensi diri untuk
menjadi insan yang cerdas dan kompetitif demi mewujudkan masa depan Indonesia yang
lebih baik. Maka dari itu, saya berharap Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi ini
mampu memperkuat motivasi saya untuk berkontribusi secara langsung demi kemajuan
Indonesia tercinta, khususnya di bidang yang saya yakini akan selalu menjadi salah satu
prioritas utama negara, yakni kesehatan.

B. RENCANA PERKULIAHAN DAN SKS YANG DITEMPUH


Proses studi di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada prodi S1 Pendidikan
Dokter meliputi 2 tahapan perkuliahan, yaitu Program Pendidikan Sarjana (PPS) dan Program
Kepaniteraan Klinik (PKK). PPS akan ditempuh selama 3,5 tahun dengan beban studi 156
SKS yang dikelompokkan dalam sistem blok terintegrasi (daftar blok dapat dilihat di
lampiran). PPS dibagi menjadi 2 fase, dimana fase 1 terdiri atas pembelajaran tahun pertama,
dengan tema: Foundation in of medicine: Human Body Structure & Function. Pada tahun
pertama ini saya mempelajari dasar dari ilmu kedokteran dengan menempuh 6 blok yang
berisi masing-masing 6 SKS ditambah dengan 2 program khusus yaitu Community & Family
Health Care Inter Profesional Education (CFHC-IPE) sebanyak 2 SKS di mana saya akan
bekerjasama dengan mahasiswa kedokteran dari prodi Ilmu Keperawatan dan Gizi
Kesehatan, serta Basic Clinical Competence-1 sebanyak 4 SKS. Selain ujian tiap akhir blok,
kemampuan praktik pun akan diuji melalui pembelajaran di Laboratorium Keterampilan
Klinik (Skills Lab) dan Objective-Structured Clinical Examination (OSCE) di akhir tahun.

Fase 2 terdiri atas pembelajaran tahun kedua, ketiga, dan keempat dengan tema:
Transition from theory to practice (Human Body Structure & Function Problems, Basic
Medical Practice and Research, Life Cycle and Diseases, Emergency, Health System &
Disaster, Elective). Pada fase ini, dengan modal pembelajaran dari tahun pertama, saya akan
mempelajari lebih dalam mengenai berbagai penyakit sesuai dengan tahap perkembangan
manusia, serta berbagai riset. Setelah melewati blok B6 (Research) dan lolos evaluasi tahun
kedua, saya akan mulai melakukan penelitian untuk modal skripsi. Adapun pada tahun
keempat, di blok D3 (Elective) mahasiswa dapat mengambil modul yang diselenggarakan
oleh Prodi di lingkungan Fakultas Kedokteran UGM, di universitas lain di Indonesia, atau
universitas di luar negeri (outgoing exchange) dengan jumlah tertentu setara dengan 6 SKS.
Pada blok ini saya berencana untuk memilih program outgoing exchange untuk memperkaya
wawasan saya tentang ilmu kedokteran dalam skala internasional, karena hal tersebut mutlak
dibutuhkan di era globalisasi seperti saat ini.

Selama 3,5 tahun menjalani tahap pre-klinik (pendidikan sarjana), saya berencana akan
terus berusaha untuk mempertahankan nilai saya setinggi mungkin meski banyak kegiatan
non akademik yang saya ikuti, sehingga ketika lulus kelak dapat meraih gelar cum laude.
Selain itu saya juga berencana mendaftar sebagai asisten dosen untuk memperdalam dan
punya kesempatan untuk membagikan ilmu yang saya miliki serta meningkatkan
profesionalitas saya dalam bidang kedokteran. Setelah dinyatakan lulus sebagai Sarjana
Kedokteran (S.Ked), saya akan melanjutkan pendidikan saya ke tahapan kedua dari prodi
Pendidikan Dokter, yaitu Program Kepaniteraan Klinik (PKK) dalam rotasi klinik atau sering
dikenal dengan sebutan Co-Ass. Tahapan ini ditujukan agar sebagai sarjana kedokteran, saya
mampu menjadi dokter yang kompeten.

C. TOPIK SKRIPSI
Topik yang akan saya tulis dalam skripsi rencananya akan membahas seputar penggunaan
radioterapi dalam tatalaksana penanganan pasien kanker serviks. Topik ini saya pilih dengan
latar belakang prevalensi penderita kanker serviks sebagai salah satu kanker terganas yang
cukup banyak di Indonesia. Dalam skripsi ini rencananya saya akan membahas bagaimana
penggunaan radioretapi dapat memengaruhi tingkat pemulihan pasien serta faktor risiko yang
menyertainya.
Figure 1. Peta Kurikulum dan Daftar Blok Prodi Pendidikan Dokter

D. AKTIVITAS DI LUAR PERKULIAHAN

Untuk kegiatan di luar perkuliahan, saya mengikuti organisasi yang mampu mendukung
saya dalam mengembangkan keterampilan soft skills dan akademik saya. Oleh karena itu, saat
ini saya bergabung dengan BEM FK UGM, CIMSA, dan MSC. Saya bergabung dengan
BEM FK UGM untuk mengembangkan kemampuan saya dalam berorganisasi dan manajerial
dalam lingkup yang lebih luas. CIMSA (Center for Indonesian Medical Student Activities)
adalah asosiasi mahasiswa kedokteran se-Indonesia yang merupakan satuan lokal dari
IFMSA (International Federation Medical Student Association). Melalui CIMSA, saya
mendapatkan banyak relasi dari mahasiswa kedokteran yang ada di seluruh Indonesia dan
melakukan berbagai proyek nyata yang diterapkan di masyarakat dalam rangka meningkatkan
kualitas kesehatan, seperti penyuluhan, pelayanan kesehatan gratis, dan lain-lain. Melalui
CIMSA pula, saya mendapat banyak dukungan untuk mewujudkan rencana saya melakukan
pertukaran pelajar di blok elektif, karena setiap tahunnya CIMSA yang bekerjasama dengan
IFMSA mengadakan exchange ke berbagai negara di penjuru dunia. Sedangkan MSC
(Medical Science Club) adalah badan semi otonom di FK UGM yang bergerak di bidang
penelitian. Melalui MSC saya ingin memperdalam ilmu tentang penelitian untuk bekal saya
mempersiapkan skripsi dan mengembangkan keterampilan saya dalam menulis untuk
mengikuti berbagai perlombaan karya tulis ilmiah, program kreativitas mahasiswa, dan salah
satu ajang impian saya: Mahasiwa Berprestasi.

Di tahun kedua ini, saya mencoba merintis start up business serta mengikuti ajang
pemilihan duta mahasiswa yang dapat membuka kesempatan saya untuk terjun langsung
memberi kontribusi baik pada masyarakat. Saya tidak ingin menjadi mahasiswa yang biasa-
biasa saja. Selagi ada waktu, maka saya harus memanfaatkan peluang tersebut sebaik
mungkin. Saya ingin menjadi contoh sekaligus inspirasi bagi orang di sekitar saya, bahwa
mahasiswa kedokteran tak hanya berkutat dengan buku saja, namun lebih dari itu, bisa
memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

E. IMPLEMENTASI HASIL STUDI DI MASYARAKAT

Belajar dari pengalaman yang telah saya dapatkan selama 1 tahun menjadi mahasiswa
kedokteran, ilmu tentang kesehatan amatlah berharga dan sungguh disayangkan jika hanya
digunakan untuk mengejar nilai, atau yang lebih parah, hanya digunakan untuk mengejar
materi di masa yang akan datang. Saya rasa, ilmu semulia ini diciptakan memang untuk
kemaslahatan umat. Di sisi lain, saya melihat masih banyak masalah kesehatan yang terjadi di
Indonesia. Banyak orang awam yang kurang menyadari dan tidak mencari tahu betapa
pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kegiatan sehari-hari. Tak hanya itu, dengan
pesatnya arus informasi saat ini, banyak pula informasi hoax mengenai kesehatan yang justru
menyesatkan masyarakat. Melihat hal tersebut, hati saya tergerak untuk memperbaiki
keadaan.

Sebagai mahasiswa, saat ini, yang dapat saya lakukan untuk mengimplementasikan apa
yang telah saya pelajari adalah dengan mempublikasikan informasi-informasi mengenai
kesehatan yang benar kepada masyarakat luas melalui berbagai media. Beberapa kali saya
mengikuti lomba video edukasi sekaligus sebagai ajang saya untuk membagikan informasi
kesehatan dalam bentuk yang menarik dan mudah dipahami. Selain itu, fakultas saya pun
mengadakan semacam program pengabdian masyarakat dimana seorang mahasiwa
bertanggungjawab untuk mendampingi keluarga di desa binaan hingga kami lulus. Dalam
beberapa periode waktu saya berkunjung ke sana untuk bersilaturahmi sekaligus memantau
keadaan keluarga asuh saya, khususnya pada aspek kesehatannya.

Pada akhirnya, setelah melewati serangkaian proses studi jenjang S1 di prodi Pendidikan
Dokter FK UGM, saya berharap kedepannya hal tersebut mampu menjadi bekal saya untuk
mewujudkan mimpi menjadi 5 stars doctor. Seorang dokter yang memiliki kualitas unggul
sebagai care provider, decision maker, communicator, community leader, dan manager.
Karena menjadi dokter yang biasa saja tidaklah cukup, apalagi dengan animo pemuda yang
cukup banyak memilih studi lanjut di bidang kedokteran. Bagi saya, besarnya kuantitas
tenaga medis di masa yang akan datang harus diimbangi dengan keberadaan bibit ungggul
yang akan menjadi pimpinan di sektor kesehatan, dan saya yakin mampu berjuang untuk
menempati posisi tersebut.
F. PENUTUP

Demikian proposal ini saya sampaikan. Besar harapan saya Bapak/Ibu dapat yakin dalam
memilih saya sebagai penerima beasiswa, seperti saya yakin bahwa Beasiswa Unggulan ini
mampu meningkatkan motivasi saya dalam meraih cita-cita untuk mengabdi pada bangsa ini.
Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/Ibu saya mengucapkan terima kasih.