Anda di halaman 1dari 4

Tinjauan Pustaka

Stroke

Definisi

Menurut World Health Organization (WHO), stroke adalah suatu tanda klinis yang
berkembang cepat akibat gangguan fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang berlangsung
selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang
jelas selain vaskuler.

Sekitar 80% sampai 85% stroke adalah stroke iskemik, yang terjadi akibat obstruksi atau
bekuan di satu atau lebih arteri besar pada sirkulasi serebrum.

Epidemiologi

Di Amerika Serikat, terdapat 4 juta penderita stroke dan lebih dari 750.000 ada penderita
stroke yang baru. Resiko stroke meningkat sesuai umur, dengan insidensi stroke yang tinggi
pada orang-orang diatas 65 tahun.

Insidensi serangan stroke pertama sekitar 200 per 100.000 penduduk per tahun. Insidensi
stroke meningkat dengan bertambahnya usia. Konsekuensinya, dengan semakin panjangnya
angka harapan hidup, termasuk di Indonesia, akan semakin banyak pula kasus stroke yang
dijumpai. Perbandingan antara penderita pria dan wanita hampir sama.

Stroke meliputi tiga penyekit serebrovaskular utama, yaitu stroke iskemik, perdarahan
intraserebral primer, dan perdarahan subaraknoid. Stroke iskemik atau serebral infark, adalah
yang paling sering, yaitu 70-80% dari semua kejadian stroke.

Klasifikasi

Berdasarkan klasifikasi modifikasi Marshall, stroke dibagi atas:

I. Berdasarkan patologi anatomi dan penyebabnya


1. Stroke Iskemik
 Transient Ischemic Attack
 Trombosis serebri
 Emboli serebri
2. Stroke Hemoragik
Perdarahan intraserebral
Perdarahan subaraknoid
II. Berdasarkan stadium/ pertimbangan waktu
 Transient Ischemic Attack
 Stroke in evolution
 Completed stroke
III. Berdasarkan sistem pembuluh darah
 Sistem karotis
 Sistem vertebro-basiler

Etiologi

 Penyebab kelainan pembuluh darah otak yang dapat mengakibatkan stroke, antara
lain:
 Trombosis aterosklerosis
 Transient iskemik
 Emboli
 Perdarahan hipertensi
 Ruptur dan sakular aneurisma atau malformasi arterivena
 Arteritis
 Meningovaskular sipilis, arteritis sekunder dari piogenik dan meningitis
tuberkulosis, tipe infeksi yang lain (tipus, scistosomiasis, malaria, mucormyosis)
 Penyakit jaringan ikat (poliarteritis nodosa, lupus eritromatous), necrotizing
arteritis. Wegener arteritis, temporal arteritis, Takayasu diseases, granuloma atau
arteritis giant sel dari aorta.
 Trombophlebitis serebral : infeksi sekunder telinga, sinus paranasal, dan wajah.
 Kelaianan hematologi : antikoagulan dan thrombolitik, kelainan faktor pembekuan
darah, polisitemia, sickle cell disease, trombotik trombositopenia purpura,
trombositosis, limpoma intravaskular.
 Trauma atau kerusakan karotis dan arteri basilar
 Angiopati amiloid
 Kerusakan aneuriisma aorta
 Komplikasi angiografi
Faktor Resiko

Menurut AHA (American Heart Association) Guideline, faktor resiko stroke adalah sebagai
berikut:

A. Faktor resiko yang tak dapat diubah


i. Umur
ii. Jenis Kelamin.
iii. Berat Lahir Yang Rendah
iv. Ras
v. Faktor Keturunan
vi. Kelainan Pembuluh Darah Bawaan : sering tak diketahui sebelum terjadi
stroke
B. Faktor Resiko Yang Dapat Diubah
 Hypertensi/ tekanan darah tinggi
 Merokok
 Diabetes
 Penyakit Jantung/Atrial Fibrilation
 Kenaikan kadar cholesterol/lemak darah
 Penyempitan Pembuluh darah Carotis
 Gejala Sickle cel
 Penggunaan terapi sulih hormon.
 Diet dan nutrisi
 Latihan fisik
 Kegemukan
C. Faktor Resiko Yang Sangat Dapat Diubah
 Metabolik Sindrom
 Pemakaian alkohol berlebihan
 Drug Abuse/narkoba
 Pemakaian obatobat kontrasepsi (OC)
 Gangguan Pola Tidur
 Kenaikan homocystein
 Kenaikan lipoprotein
 Hypercoagubility