Anda di halaman 1dari 10

Latihan Kasus 2

Analisis Faktor
APA YANG DI MAKSUD ANALISIS FAKTOR ?

Analisis faktor digunakan untuk mengindentifikasi variabel – variabel yang tidak terobservasi secara
langsung atau gaktor-faktor(atau disebut juga variabel laten) yang menerangkan pola hubungan dalam
seperangkat variabel.

Teknik ini digunakan untuk mengurangi jumlah data dalam rangka untuk mengidentifikasikan sebagian
kecil faktor (variabel laten) yang dapat menerangkan varians yang diobservasi disebut juga variabel
manifes) yang jumlahnya lebih besar.

Kegunaan utama analisis faktor ialah untuk melakukan pengurangan data atau dengan kata lain
melakukan peringkasan sejumlah variabel menjadi lebih kecil jumlahnya.

Pengurangan dilakukan dengan melihat interdepensi beberapa variabel yang dapat dijadikan satu yang
disebut dengan faktor sehingga diketemukan variabel-variabel atau faktor-faktor yang dominan atau
penting untuk dianalisa lebih lanjut.

APA TUJUAN MENGGUNAKAN ANALISIS FAKTOR ?

Tujuan utama teknik ini ialah untuk membuat ringkasan informasi yang dikandung dalam sejumlah
besar variabel kedalam suatu kelompok faktor yang lebih kecil.

Secara statistik tujuan pokok teknik ini ialah untuk menentukan kombinasi linear variabel-variabel yang
kan membqantu dalam penyelidikan saling keterkaitannya variabel-variabel tersebut. Atau dengan kata
lain digunakan untuk mengidentifikasi variabel-variabel atau faktor-faktor yang menerangkan pola
hubungan dalam seperangkat variabel.

APA KEGUNAAN ANALISIS FAKTOR ?

Kegunaan teknik ini ialah untuk mengurangi jumlah data dalam rangka untuk mengidentifikasikan
sebagian kecil faktor yang dapat menerangkan varians yang sedang diteliti secara lebih jelas dalam
suatu kelompok variabel yang jumlahnya lebih besar.

Kegunaan utama anaklisi faktor ialah untuk melakukan pengurangan data atau dengan kata lain
melakukan peringkasan sejumlah variabel menjadi lebih kecil jumlahnya.pengurangan dilakukan dengan
melihat interdepensi beberapa variabel yang dapat dijadikan satu yang disebut dengan faktor sehingga
diketemukan variabel-variabel atau faktor-faktor yang dominan atu penting untuk dianalisa lebih lanjut.

BAGAIMANA PROSEDUR ANALSIS FAKTOR ITU?

Prosedur analisi faktor juga dapat digunakan untuk membuat hipotesis yang mempertimbangkan
mekanisme sebab akibat atau menyaring sejumlah variabel untuk kemudian dilakukan analisis
selanjutnya,misalnya mengidentifikasi kolinertas sebelum melakukan analisis regresi linear.
Dalam prosedur analisis faktor,terdapat tingkatan flekssibilitas tinggi,
Diantaranya ialah:
 Tujuh metode untuk membuat ektraksi faktor.
 Lima metode rotasi,diantaranya ialah direct oblimin dan promax untuk rotasi nonorthogonal.
 Tiga metode untuk menghitung nilai-nilai faktor dan kemudian faktor-faktor tersebut dapat
disimpan ke dalam file untuk dianalisis lebih lanjut.

26
Latihan Kasus 2

Sebagai contoh dalam suatu penelitian, kita ingin mengetahui sikap-sikap apa saja yang
mendasari orang mau memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam suatu survei
politik?Dari hasil penelitian didapatkan adanya tumpang tindih yang signifkan antara berbagai sub-
kelompok butir-butir pertanyaan,misalnya pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah perpajakan
cenderung untuk berkorelasi satu dengan lainnya,masalah militer saling berkorelasi,masalah ekonomi
juga demikian.Jika terjadi demikian,maka kita sebaiknya menyelesaikan persoalan tersebut dengan
menggunakan analisis faktor dengan teknik ini kita dapat melakukan penyelidikan sejumlah faktor yang
mendasarinya dan dapat mengidentifikasikan faktor-faktor apa saja yang yang mewakilinya secara
konseptual.Tidak hanya itu,kita juga dapat menghitung nilai-nilai untuk masing responden dan
kemudian dipergunakan untuk analisis selanjutnya.sebagai contoh kita dapat membuat model regresi
logistik untuk memprediksi perilaku pemberian suara didasarkan pada nilai-nilai faktor.

APA SAJA SYARAT-SYARAT MENGGUNAKAN ANALISIS FAKTOR ?


Untuk menggunakan teknik ini persyaratan yang sebaiknya dipenuhi ialah:
1. Variabel bersifat metrik.
2. Data yang digunakan ialah data kuantitatif berskala interval atau ratio.
3. Data harus berdistributi normal
4. Model ini mengkhususkan bahwa semua variabel ditentukan oleh faktor-faktor biasa (faktor-faktor
yang dilestimasikan oleh model) dan faktor-faktor unik (yang tidak tumpang tindih antara variabel-
variabel yang sedang observasi).
5. Estimasi yang dihitung didasarkan pada asumsi bahwa semua faktor unik are tidak saling berkolerasi
satu dengan lainnya dan dengan faktor-faktor biasa.
6. Persyaratan dasar untuk melakukan penggabungan ialah besarnya korelasi antar variabel
independen setidak-tidaknya sama atau lebih besar dari 0.5 karena prinsip analisis faktor ialah
adanya korelasi antar variabel
7. Ukuran sampel sebaiknya 100.

Kasus 1 : berdasarkan asumsi kinerja pegawai tergantung banyak faktor, diantaranya ialah : pola
rekrutmen, penempatan kerja, sistem gaji, bonus, jenjang karir, gaya kepemimpinan, motivasi
karyawan, sarana dan prasarana kerja dan jam kerja.

Untuk mengetahui faktor-faktor mana saja yg berpengaruh dan yg tdk berpengaruh diperlukan analisa
faktor untuk menganalisanya, untuk itu sebanyak 50 karyawan diberikan pertanyaan sesuai butir butir
tersebut dgn model jawaban skala interval antara 1 s/d 10. Nilai 1 menyatakan tidak setuju dan nilai 10
setuju.

27
Latihan Kasus 2

Contoh pertanyaan sbb :

1. Apakah sistem rekrutmen sesuai dan berdampak baik terhadap kinerja pegawai ?

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tidak setuju Setuju

2. Apakah sistem penempatan kerja sesuai dan berdampak baik terhadap kinerja pegawai ?

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tidak setuju Setuju

Apakah sistem gaji sesuai dan berdampak baik terhadap kinerja pegawai ?

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tidak setuju Setuju

Apakah pola pemberian bonus sesuai dan berdampak baik terhadap kinerja pegawai ?

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tidak setuju Setuju

Apakah sistem jenjang karir sesuai dan berdampak baik terhadap kinerja pegawai ?

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tidak setuju Setuju

Apakah gaya kepemimpinan sesuai dan berdampak baik terhadap kinerja pegawai ?

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tidak setuju Setuju

Apakah motivasi karyawan dalam bekerja sesuai dan berdampak baik terhadap kinerja pegawai ?

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tidak setuju Setuju

Apakah sarana & prasarana sesuai dan berdampak baik terhadap kinerja pegawai ?

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tidak setuju Setuju

Apakah Jam kerja di tempat anda bekerja sesuai dan berdampak baik terhadap kinerja pegawai ?

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tidak setuju Setuju

28
Latihan Kasus 2

Tahap 1 : rekap jawaban responden

Rekapitulasi hasil jawaban responden


Resp recrut Job Gaji bonus Karir Pimpin Motiv Sarana jam
1 4 9 5 4 6 7 8 3 7
2 5 9 5 4 6 8 8 3 7
3 3 9 6 5 9 9 9 3 7
4 8 10 6 5 8 9 9 4 7
5 9 10 8 6 7 8 9 4 7
6 5 9 7 6 8 7 10 4 7
7 4 8 7 5 9 8 8 4 9
8 3 8 6 5 10 9 8 4 9
9 2 7 6 6 10 8 8 5 8
10 1 7 5 4 9 7 7 5 6
11 4 6 5 5 6 7 7 5 6
12 9 6 4 6 6 7 7 5 6
13 10 5 4 6 6 7 8 6 6
14 10 5 3 5 5 8 8 6 6
15 8 4 3 4 5 8 6 6 6
16 7 3 4 7 5 8 6 6 5
17 6 5 4 7 5 8 6 3 5
18 6 6 5 7 6 7 5 3 5
19 9 9 5 8 6 7 5 3 6
20 9 5 6 9 7 7 5 5 6
21 8 4 7 7 7 7 6 5 6
22 8 6 8 6 7 7 6 5 5
23 7 3 9 6 6 8 4 4 5
24 7 8 10 5 6 8 3 4 5
25 6 7 10 5 6 8 6 5 5
26 6 5 9 6 8 6 6 7 5
27 5 6 9 6 8 6 6 8 6
28 5 4 8 6 5 6 5 9 6
29 4 5 7 6 5 5 5 5 7
30 3 5 6 6 5 5 5 6 7
31 2 5 7 5 6 5 8 6 7
32 3 6 8 8 6 4 8 6 7
33 4 6 6 7 6 4 7 6 8
34 5 8 9 9 5 4 7 5 6
35 6 8 5 1 5 3 7 6 9
36 7 6 7 2 5 3 7 7 5
37 8 6 4 3 5 5 7 7 6
38 9 6 5 3 4 5 6 7 5
39 6 7 3 4 4 4 6 7 6
40 6 7 2 4 4 5 6 6 7
41 8 7 5 4 4 6 5 6 6
42 9 9 4 5 5 4 5 6 5
43 9 8 4 6 5 5 7 6 6
44 4 5 5 5 8 6 7 6 6
45 5 3 6 6 8 5 8 6 6
46 6 3 5 5 7 4 8 6 6
47 3 4 6 6 7 6 8 6 6
48 5 6 7 8 7 6 7 6 8
49 4 5 8 5 7 5 7 5 7
50 6 6 6 6 8 5 7 5 5

29
Latihan Kasus 2

Tahap 2 : membuat desain variabel (variabel view).

Tahap 3 : memasukan data jawaban responden ke data view spss

30
Latihan Kasus 2

Tahap 4 : Menganalisis data SPSS. klik menu, analyze > dimension reduction > factor

Kotak dialog factor analysis

31
Latihan Kasus 2

KMO and Bartlett's Test

Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. ,541


Approx. Chi-Square 121,414

Bartlett's Test of Sphericity df 36

Sig. ,000

Berdarkan hasi perhitungan angka KMO Measure of sampling Adequacy 0.541 dgn sig sebesar 0.000.
untuk angka 0.541 berada diatas 0.5 (dari 1) dan signifikansi 0.000 lebih kecil dari 0.05. maka variabel
dan data diatas dapat terus dianalisa lebih lanjut.
Ketentuan tersebut di atas di dasarkan pada kriteria dan hipotesis sbb :

 Jika probabilitas (sig) < 0.05 maka variabel dapat dianalisa lebih lanjut
 Jika probabilitas (sig) > 0.05 maka variabel tidak dapat dianalisa lebih lanjut

Besarnya angka KMO/MSA ialah antara 0 – 1 jika digunakan dlm menentukan penggabungan variabel
ketentuannya sbb :

 Jika MSA = 1 maka variabel tsb dapat di prediksi tanpa kesalahan


 Jika MSA=>0.5 maka variabel tsb masih dapat diprediksi dan dapat dianalisis lebih lanjut
 Jika MSA < 0.5 maka variabel tsb tidak dpt diprediksi dan tdk dapat dianalisis lebih lanjut sehingga
variabel tsb harus dikeluarkan atau dibuang.

 Hasil analisa awal menunjukan nilai untuk variabel-variabel yg diteliti sbb :


1. Rekrutmen = 0.492
2. Job = 0.450
3. Gaji = 0. 413
4. Bonus = 0.455
5. Karir = 0.609
6. Pimpinan = 0.509
7. Motivasi = 0.638
8. Sarana = 0.527
32
Latihan Kasus 2

9. Jam kerja = 0.660

 Jika dilihat pada tabel variabel yg mempunyai MSA > 0.5 adalah variabel karir, pimpinan, motivasi,
sarana & jam kerja.
 Untuk keperluan analisis lebih lanjut maka kita perlu lakukan proses analisis ulang dengan cara yg
sama. Seperti sebelumnya, dengan mengurangi variabel-variabel yg tidak valid.

Hasil analisis tahap akhir.

KMO and Bartlett's Test

Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. ,618


Approx. Chi-Square 56,331

Bartlett's Test of Sphericity df 10

Sig. ,000

Angka KMO sebesar 0.618 dgn sig 0.000 maka variabel2 tsb valid.

33
Latihan Kasus 2

Kesimpulan :
Variabel-variabel yg mempengaruhi kinerja pegawai ialah variabel jenjang karir, gaya kepemimpinan,
motivasi dan jam kerja. Untuk menghitung pengaruh kelima variabel bebas (x) tersebut terhadap
variabel tergantung kinerja pegawai (y) kita dapat menggunakan analisis regresi linier berganda.

Kasus latihan :
Di asumsikan laku tidaknya suatu produk dipengaruhi oleh faktor-faktor apa yg disebut 7p (philip
kotler), yaitu product, price, place, promotion, proses, physical facility dan people, Lakukan analisis
faktor untuk data dibawah ini agar diketahui variabel mana saja yang memang mempunyai pengaruh
terhadap laku dan tidaknya produk Mie instan “Enak” yg di jual di pasar.
Untuk itu keperluan tsb sebanyak 60 konsumen diberikan pertanyaan sesuai butir butir, dengan model
jawaban skala interval 1 s/d 10 nilai 1 menyatakan tidak setuju dan nilai 10 setuju.
Contoh salah satu pertanyaan berdasarkan variabel penelitian 7p :

Apakah harga mie instan dipasaran sesuai dengan kesedian konsumen untuk membeli ?

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tidak setuju Setuju

34
Latihan Kasus 2

35