Anda di halaman 1dari 5

Ananda Septiani Yunus

A31116039
Akuntansi

AUDIT LAPORAN KEUANGAN DAN TANGGUNG JAWAB AUDITOR

Hal-hal yang Mendasari Audit Laporan Keuangan


Boyton (2003:50), menjelaskan tentang hal-hal yang mendasari audit laporan keuangan dengan
membagi ke dalam lima bagian, yaitu:
1. Hubungan antara Akuntansi dan Auditing
Metode akuntansi mencakup kegiatan mengidentifikasi bukti dan transaksi yang dapat
mempengaruhi entitas. Setelah diidentifikasi, maka bukti dan transaksi ini diukur, dicatat
dikelompokkan serta dibuat ikhtisar dalam catatan akuntansi. Audit laporan keuangan yang khas
terdiri dari upaya memahami bisnis dan industi klien serta mendapatkan dan mengevaluasi bukti
yang berkaitan dengan laporan keuangan manajemen, sehingga memungkinkan auditor meneliti
apakah pada kenyataannya laporan keuangan tersebut telah menyajikan posisi keuangan entitas,
hasil operasi, serta arus kas secara wajar sesuai dengan GAAP.
2. Pembuktian dan Pertimbangan Profesional dalam Audit Laporan Keuangan
Audit dilakukan berdasarkan asumsi bahwa data laporan keuangan dapat diteliti untuk
pembuktian. Kemampuan dapat diteliti untuk pembuktian (verifiability) terutama berkaitan dengan
tersedianya atestasi bukti pada validitas informasi yang sedang dipertimbangkan. Akuntansi dan
auditing secara signifikan memerlukan apa yang disebut pertimbangan profesional. Oleh karena
itu, auditor hanya mencari dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas kewajaran
(fairness) laporan keuangan.
3. Kebutuhan akan Audit Laporan Keuangan
Perlunya dilakukan audit independen atas laporan keuangan karena:
a. Pertentangan kepentingan (conflict of interest) pertentangan kepentingan dapat terjadi di antara
berbagai kelompok pengguna laporan keuangan seperti para kreditor dan para pemegang
saham.
b. Konsekuensi (consequence) laporan keuangan yang diterbitkan menyajikan informasi yang
penting, dan dalam beberapa kasus, merupakan satu-satunya sumber informasi yang digunakan
untuk membuat keputusan investasi yang signifikan, peminjaman, serta keputusan lainnya.
c. Kompleksitas (complexity) dengan meningkatnya tingkat kompleksitas, maka risiko interpretasi
dan risiko timbulnya kesalahan yang tidak disengaja juga ikut meningkat.
d. Keterpencilan (remotenes) tidak praktis untuk mencari akses langsung pada catatan akuntansi
utama guna melaksanakan sendiri verifikasi atas laporan keuangan, dari pada mempercayai
mutu data keuangan begitu saja, para pengguna laporan keuangan lebih mengandalkan laporan
auditor untuk memenuhi kebutuhannya.
4. Manfaat Ekonomi Suatu Audit
Beberapa manfaat dari audit laporan keuangan adalah sebagai berikut:
a. Ases ke pasar modal
b. Biaya modal yang lebih rendah
c. Penangguhan inefisiensi dan kecurangan
d. Peningkatan pengendalian dan operasional
5. Keterbatasan Audit Laporan Keuangan
Keterbatasan auditor adalah bahwa auditor bekerja dalam batasan ekonomi yang wajar. Batasan
ekonomi yang dimaksud adalah
a. Biaya yang memadai (reasonable cost)
b. Jumlah waktu yang memadai (reasonable leght o time)

Pihak-pihak yang Berhubungan dengan Auditor Independen


1. Manajemen
Manajemen menunjuk pada kelompok perorangan yang secara aktif merencanakan, melakukan
koordinasi, serta mengendalikan jalannya operasi dan transaksi klien. Dalam konteks auditing
manajemen menunjuk pada para pejabat perusahaan, pengawas, dan personel kunci sebagai
penyelia (supervisor). Untuk mendapatkan bukti yang diperlukan di dalam audit seringkali auditor
memerlukan data rahasia tentang entitas. Oleh kerena itu adalah mutlak untuk menjalin hubungan
berdasarkan saling mempercayai dan saling menghargai.
2. Dewan Direksi dan Komite Audit
Dewan direksi (board of directors) suatu perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan
bahwa perusahaan dioperasikan dengan cara terbaik untuk kepentingan para pemegang saham.
Hubungan auditor dengan para direktur sebagian besar tergantung pada komposisi dewan itu
sendiri, apabila dewan terutama terdiri dari para pejabat perusahaan, maka hubungan auditor,
dewan dan manajemen pada dasarnya adalah satu dan sama, namun apabila dewan terdiri dari
sejumlah anggota yang berasal dari luar perusahaan, mungkin terdapat hubungan yang sedikit
berbeda, anggota-anggota dewan yang berasal dari luar bukanlah para pejabat atau pegawai
perusahaan, dalam hal ini, komite audit yang ditunjuk terutama terdiri dari anggota yang berasal
dari luar dewan, dapat bertindak sebagai penghubung antara auditor dan manajemen.
3. Auditor Internal
Seorang auditor independen biasanya memiliki hubungan kerja yang dekat dengan auditor
internal yang ada pada perusahaan kliennya. Manajemen dapat meminta auditor independen untuk
me-review kegiatan auditor internal yang telah direncanakan untuk tahun berjalan serta
melaporkan mutu kerja mereka, auditor memiliki kepentingan kepada auditor internal yang
berkaitan dengan struktur pengendalian intern klien, dan manajemen internal juga diperbolehkan
membantu auditor independen dalam melaksanakan audit laporan keuangan.
4. Pemegang Saham
Auditor memiliki tanggung jawab yang penting kepada para pemegang saham sebagai
pengguna utama laporan auditor, auditor tidak berhubungan langsung dengan para pemegang
saham yang bukan pejabat, pegawai kunci atau direktur perusahaan klien, namun demikian auditor
dapat diperbolehkan mengikuti rapat umum pemegang saham serta memberikan tanggapan atas
pertayaan-pertanyaan para pemegang saham.

Standar Auditing
AICPA bertanggung jawab menetapkan standar audit untuk profesional akuntan publik. Salah satu
lengan dari divisi ini adalah Auditing Standards Board (ASB) atau dewan standar auditing, yang telah
ditunjuk sebagai badan teknis senior dari AICPA untuk menerbitkan dan mengumumkan standar audit.
ASB juga bertanggung jawab menyediakan pedoman bagi para auditor untuk mengimplementasikan
pengumuman tersebut dengan cara memberikan persetujuan atas interpretasi serta pedoman audit
disusun oleh staf dari divisi standar auditing.
1. Statement on Auditing Standars (SAS) atau Pernyataan Standar Auditing
SAS menjelaskan sifat dan luasnya tanggung jawab seorang auditor serta menawarkan
bimbingan bagi seorang auditor yang melaksanakan audit. Kepatuhan kepada SAS merupakan
kewajiban anggota AICPA yang harus siap untuk memberikan alasan atas setiap penyimpangan
suatu pernyataan.
2. Generally Accepted Auditing Standars (GAAS)
Standar auditing yang diakui secara luas dalam kaitannya profesi akuntan publik dikenal dengan
sebutan the ten (general accepted auditing standards)/sepuluh standar yang berlaku umum.
Sepuluh standar ini awalnya disetujui oleh para anggota AICPA pada akhir tahun 1940-an. Sejak
itu standar tersebut telah diberkaskan dalam statement on auditing standar. Kadang kala standar
lainnya yang tercantum dalam SAS disebut sebagai interpretasi atau perluasan dari kesepuluh
GAAS tersebut.
3. Penerapan Standar Auditing
Standar audit dapat diterapkan pada setiap audit laporan keuangan oleh seorang auditor
independen tanpa memandang skala ukuran kegiatan klien, bentuk organisasi, jenis organisasi, atau
apakah tujuan entitas adalah mencari laba atau nirlaba. Konsep materialitas dan risiko akan
mempengaruhi aplikasi seluruh standar, khususnya pada standar pekerjaan lapangan dan standar
pelaporan, materialitas berkaitan dengan arti penting relatif sesuatu hal. Risiko berkaitan juga
dengan kemungkinan suatu hal itu tidak benar.
4. Hubungan antara Standar Auditing dengan Prosedur Auditing
Prosedur auditing (auditing procedures) adalah metode-metode yang digunakan serta tindakan
yang dilakukan oleh auditor selama audit berlangsung. Standar auditing yang dapat diterapkan
pada setiap audit laporan keuangan, maka prosedur auditing dapat berbeda antara satu klien dengan
klien yang lainnya, karena adanya perbedaan dalam skala kegiatan suatu entitas dengan entitas
lainnya, perbedaan karakteristik, serta sifat dan kompleksitas operasi dan sebagainya.

Laporan Auditor dan Tanggung Jawabnya


1. Laporan Standar
Laporan standar adalah laporan yang lazim diterbitkan laporan ini memuat pendapat wajar
tanpa pengecualian (unqualitfied opinion) yang menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan
secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Kesimpulan ini hanya akan dinyatakan bila
auditor telah membentuk pendapat berdasarkan audit yang dilaksanakan sesuai dengan GAAS.
Menurut Boyton (2003:75), terdapat enam elemen dasar dari laporan standar auditor yaitu:
a. Judul laporan, misalnya “Laporan Audit Independen”
b. Alamat/pihak yang dituju oleh auditor, misalnya Dewan Direksidan atau Pemegang Saham
c. Paragraf pendahuluan (introductory paragraph) memuat tiga pernyataan faktual. Tujuan utama
paragraf ini adalah untuk membedakan tanggung jawab manajemen dan tanggung jawab
auditor.
d. Paragraf ruang lingkup audit (scope paragraph) menguraikan sifat dan lingkup audit. Hal ini
sesuai dengan bagian keempat standar pelaporan yang mengharuskan auditor menunjukkan
dengen jelas sifat audit yang dilakukan. Paragraf ruang lingkup audit juga menunjukkan
beberapa keterbatasan audit.
e. Paragraf pendapat, menurut mulyadi (1998:18), dalam paragraf pendapat, auditor menyatakan
pendapatnya mengenai kewajaran laporan keuangan audit, dan semua hal yang material, yang
didasarkan atas kesesuaian penyusunan laporan keuangan tersebut dengan prinsip akuntansi
berterima umum. Menurutnya, ada lima tipe pokok laporan audit yang diterbitkan oleh auditor:
1) Laporan yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian (unequalified opinion report)
2) Laporan yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan
(unequalified opinion report with explanatory language)
3) Laporan yang ebrisi pendapat wajar dengan pengecualian (unequalified opinion report)
4) Laporan yang berisi pendapat tidak wajar (adverse opinion report)
5) Laporan yang didalamnya auditor tidak menyatakan pendapat (disclaimer of opinion
report)
f. Tanda tangan kantor akuntan public (manual atau tercetak).
g. Tanggal laporan, hari terakhir pekerjaan lapangan.
2. Penyimpangan dari Laporan Standar
Penyimpangan dari laporan standar tergolong dalam salah satu dari dua kategori berikut ini:
a. Laporan Standar dengan Bahasa Penjelasan
Karakteristik berbeda yang ada dalam kategori jenis laporan ini adalah bahwa paragraf
pendapat tetap menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian, karena laporan keuangan
sesuai dengan GAAP namun terdapat beberapa kondisi yang mengharuskan auditor menambah
paragraf penjelas atau bahasa penjelasan lain pada laporan standar AU 508 untuk memberikan
pedoman lebih lanjut atas kondisi lain yang memerlukan penyimpangan jenis ini dari laporan
standar. Biasanya informasi penjelas diletakkan pada paragraf penjelas yang mengikuti
paragraf pendapat, dalam beberapa hal diperlukan susunan kata-kata penjelasan dalam tiga
paragraf standar.
b. Jenis-jenis Pendapat Lain
Auditor akan menyatakan salah satu pendapat dari jenis pendapat berikut:
1) Pendapat wajar dengan pengecualian pengecualian (qualified opinion)
2) Pendapat tidak wajar (adverse opinion)
3) Menolak memberikan pendapat (disclaimer of opinion)
c. Laporan Pertanggungjawaban Manajemen
Manajemen yang bertanggung jawab atas semua keputusan berkenaan dengan bentuk dan isi
laporan keuangan. Untuk menyoroti lebih jauh tentang pembagian tanggung jawab antara
manajemen dan auditor independen, banyak perusahaan menyertakan laporan pertanggung
jawaban manajemen dalam laporan tahunan kepada pemegang saham. Laporan tersebut
mencantumkan komentar tentang pengendalian intern, audit internal, serta akses auditor
independen pada dewan direksi dan komite audit.
Menurut Supriadi (2012) Managemen bertanggung jawab dalam menerapkan kebijakan
akuntansi yang sehat dan untuk menbangun serta memelihara struktur pengendalian intern yang
digunakan dalam mencatat, mengolah, meringkas, dan melaporkan data keuangan yang sejalan
dengan asertasi managemen yang tercantum dalam laporan keuangan. Pengendalian intern
secara bebas diartikan sebagai suatu struktur organisasi dan semua alat-alat dan cara-cara yang
secara terpadu digariskan oleh manajemen dalam rangka menjaga harta milik perusahaan,
menjaga kehandalan data akuntansi, memajukan efisiensi dan efektifitas usaha perusahaan serta
mendorong agar semua peraturan-peraturan yang telah digariskan managemen dipatuhi oleh
semua jajaran perusahaan.