Anda di halaman 1dari 14

1.

Serangga Pada Komoditas Pinus


a. Kutu Lilin (Pineus boerneri)
Ciri-Ciri :
 Kutu lilin pinus bertubuh lunak dan berbentuk
bulat
 Berwarna kuning kecoklatan
 Berukuran kecil (±1 mm)
 Kutu ini mengeluarkan lilin putih dari kelenjar
lilin yang terdapat di tubuhnya.
 Kutu betina mempunyai ovipositor, rostrum
yang panjang, 4 pasang spirakel pada
abdomen dan tidak aktif (sessile)

Gejala Serangan :
 Pada tahap awal serangan akan terlihat bintik-
bintik putih kecil (1 – 2 mm), biasanya pada
pucuk tanaman dan batang dalam jumlah yang
kecil. Bintik-bintik kecil putih tersebut
berbentuk seperti hifa-hifa dengan warna putih
bening. Tahap selanjutnya akan terjadi
perkembangan penutupan lilin. Pada tahap ini
bintik-bintik putih tersebut semakin melebar
membentuk kelompok-kelompok lapisan lilin.
 Kutulilin pinus menghisap cairan dari daun,
pucuk atau batang pinus dan menyebabkan
kerusakan bentuk batang serta pertumbuhan.
 Serangga ini mengeluarkan lapisan lilin
berwarna putih, yang menutupi koloninya.
 Kutulilin pinus menyebabkan daun kecoklatan
dan mati
 Kematian pucuk (dieback) secara perlahan,
disertai kehilangan dominansi pucuk
 Distorsi cabang
 Pertumbuhan terhambat
 Tajuk menipis dan akhirnya terjadi kematian
pohon

Peran : Hama

(Iriando,2011)

b. Ulat Api Coklat (Miliona basalis)


Ciri-Ciri :
 Morfologi tubuh ulat dewasa sepanjang 2 cm
 Berbulu halus
 Berwarna hitam coklat bergaris tipis dengan
caranya mengeluarkan benang sutra sebagai
alat bergantung untuk berpindah dari daun ke
ranting, cabang, batang dan sampai ke tanah.
 Di atas permukaan tanah hama berulat
berubah menjadi kepompong ditutupi oleh
serasah daun pinus yang kering.
 Setelah selesai mengalami proses kepompong
menjadi kupu-kupu keluar ke atas serasah
pinus dan terbang disekitar tanaman Pinus
merkusii.

Gejala Serangan :
 Serangan hama berulat Miliona basalis
ditunjukan dengan daun tanaman Pinus
merkusii yang menguning dan mengering
seperti terbakar secara merata.
Peran : Hama

(Latumahina, 2016)

c. Kumbang kayu kering (Hylotrupes bajulus)


Ciri-Ciri :
 Serangga dewasa berukuran panjang 10-20
mm, bahkan dapat mencapai 25 mm
 Ukuran betina lebih besar daripada jantan
 Elytra dan toraks abu-abu gelap dengan dua
pasang garis horisontal abu-abu pada elytra
 Telur berbentuk oval, keputih-putihan, dan
berukuran sekitar 0,02 mm.
Gejala Serangan :
 Larva berkembang selama beberapa tahun di
dalam kayu, dan membuat lubang gerek.
Serbuk gerekan didorong keluar dari lubang
kayu yang menandakan bahwa serangga masih
aktif di dalam kayu. Apabila serbuk gerek
berwarna hitam menandakan serangga sudah
tidak ada.
Peran : Hama

(Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati


Nabati, 2013)
d. Kumbang Pinus (Dendroctenus ponderosae)
Ciri-Ciri :
 D.ponderosae berwarna hitam dan berbentuk
silindris dengan ukuran panjang 5 mm.
 Lengkung gradual pada sayap belakang
serangga dewasa menjadi ciri khasnya
 Telur berwarna putih, sedangkan tubuh larva
putih dengan kepala coklat. Larva tidak
bertungkai dan hidup berkembang di bawah
kulit kayu.
 Dewasa betina meletakkan telur di jaringan
floem pohon pinus.
Gejala Serangan :
 Dendrotecnus ponderosae atau mountain pine
beetles menyerang pohon pinus. Serangga ini
cenderung menyerang pohon dalam keadaan
stress, seperti yang luka atau sakit, bekas
terbakar, umur tua, atau vegetasi terlalu rapat
(overcrowding).
 Pada populasi tinggi, D. panderosae juga
menyerang pohon sehat. Pohon yang mati
akibat serangannya dapat menjadi pemicu
terjadinya kebakaran hutan
 Pupasi terjadi di dalam batang, berlangsung
selama satu bulan atau lebih. Serangga dewasa
dapat memakan kulit kayu untuk mencapai
oval cells.

(Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati


Nabati, 2013)

e. Kumbang Penggerek Batang (Otiorhyncus


sulcatus)

Ciri-Ciri :
 Serangga dewasa mempunyai ukuran panjang
3/8 inch
 Warna tubuh hitam kecoklatan
 Kepala memanjang dengan moncong lebar
 Larva berwarna putih, tidak bertungkai,
berukuran panjang 3/8 inch, dan mempunyai
kepala berwarna gelap

Gejala Serangan :
 Serangga dewasa dapat memakan kulit kayu
untuk mencapai oval cells
 Serangga mempunyai satu generasi setahun.
Mereka memakan daun pada malam hari
dengan ciri potongan berbentuk “U”. Di siang
hari, serangga dewasa bersembunyi di sisa
tanaman dan tanah di sekitar perakaran pohon.

(Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati


Nabati, 2013)

f. Agrilus planipennis
Ciri-ciri :
 Kepala Pipih
 Serangga dewasa berwarna menarik hijau
mengkilat
 Mempunyai 6 kaki dan 2 antena
Gejala Serangan :

 Larva umumnya makan pada kambium atau


batang pinus ataupun tanaman berkayu.
 Serangga dewasa aktif terutama pada kondisi
hangat di siang hari, memakan daun dalam
jumlah kecil sepanjang hidup. Pada kondisi
hujan atau mendung, serangga dewasa
bertahan di retakan kulit kayu atau didaun.
 Serangga dewasa yang muncul berada di
bawah kulit kayu hingga mencapai 1-2
minggu dan keluar jaringan dengan lubang
berbentuk “D”.

(Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati


Nabati, 2013)

g. Laba-Laba (Argiope sp)


Ciri-ciri :
 Laba-laba genus ini memiliki ciri khas yaitu
ketika berdiam pada jaringnya
 Kaki laba-laba ini cenderung berpasang-
pasangan sehingga hanya terlihat mempunyai
4 kaki dengan corak bergaris, laba-laba ini
berjalan lambat pada tanah karena laba-laba
ini termasuk laba-laba arboreal (hidup di
pohon) bukan terrestrial (hidup di tanah).

Peran :

 Laba-Laba Berperan sebagai musuh alami,


dengan cara membuat pola tebal pada
jaringnya yang menurut para ahli mempunyai
fungsi untuk memantulkan sinar ultraviolet
matahari guna untuk memancing serangga
mendekat karena tertarik dengan cahaya yang
dipantulkan oleh jaring laba-laba. Laba-laba
ini memangsa serangga yang terjebak di
jaringnya dengan cara melilit mangsanya
dengan jaringnya dan menyuntikkan racun
laba-laba yang berguna untuk melumpuhkan
mangsa

( Imawan, 2013)
h. Semut Rang-Rang ( Oecophylla smaragdina )
Ciri-Ciri :
 Ukurannyaa lebih besar daripada semut pada
umumnya
 Berukuran Sekitar 1-2 cm, dengan warna
tubuh yang agak kecoklatan dan perut
berwarna hijau, serta mempunyai sayap
Peran :

Semut Rang-rang merupakan musuh alami yang


memangsa hama seperti ngengat,kutu kutuan,dan
ulat api

( Falahudin, 2012)

i. Jangkrik Kalung (Gryllus bimaculatus)


Ciri-Ciri:

 Jangkrik Kalung memili kulit tubuh dan sayap


luar berwarna hitam legam atau agak
kemerahan dan pada bagian punggung garis
tebal berwarna kuning yang menyerupai
kalung
 Memiliki tiga pola suara yaitu calling, matting
calling dan agonistic. Calling dan matting
didgunakan untuk memanggil jangkrik betina.
Sedangkan agonistic dilakukan saat jantan
jenis lain melanggar daerah

Peran : Serangga Lain

(Puspitasari, 2013)

j. Semut (Cardiocondyla wroughtoni)


Ciri-Ciri:
 Bentuk Kepala oval dengan mata oval yang
terletak agak kesamping dan agak kedepan
dari bagian tengah kepala torax
 Warna pedikel kemerahan dan abdomen
berwarna hitam kecoklatan dan berbentuk
agak oval serta bagian dasar abdomen tersebut
agar datar.

Peran : Serangga Lain


( Imawan, 2013)

k. Ekor Pegas (Isotomurus tricolor)


Ciri-Ciri:
 Tubuh insekta ini berukuran kecil (panjang 2 –
5 mm) dan tak bersayap.
 Antena panjangnya sedang, beruas 4. Kaki
dengan tarsus, beruas tunggal. Pada median
abdomen terdapat alat tambahan untuk
meloncat yang disebut furcula.
 Alat mulut untuk mengunyah, mata majemuk.
Abdomen terdiri dari 6 somit.
 Hidup di bawah dedaunan, lumut, kulit kayu,
dan batu..

Peran
 Ekor Pegas merupakan seranggga lain yang
yang hidup di tanah dan berperan sebagai
perombak bahan organik dan secara tidak
langsung berperan dalam pembentukkan tanah
dan indikator perubahan tanah.
(Fatmala, 2017)

.
Falahudin, I. 2012. Peranan semut rangrang (Oecophylla
smaragdina) dalam pengendalian biologis pada
perkebunan kelapa sawit. Prosiding AICIS :
2604-2618
Fatmala, L. 2017. Keanekargamana Athrhopoda
Tanah di bawah Tegakan Vegetasi Pinus ( Pinus
merkusii) Tahura Pocut Meurah Intan sebagai
Referensi Praktikum Ekologi Hewan (Skripsi)
.Pendidikan Biologi, UIN AR-RANIRY
Imawan, H. 2013. Keanekaragaman Makrofauna Tanah
Pada Vegetasi Pohon Pinus (Pinus merkusii) di
Kesatuan Pemangkuhan Hutan (KPH) Wisata
Alam Coban Rondo Kecamatan Pujon
Kabupaten Malang (SKRIPSI). Malang :
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan .
UMM
Iriando SJS. 2011. Penyebaran serangan kutulilin pinus
(pineus boerneri) pada tegakan pinus (pinus
merkusii) (studi kasus di KPH Sumedang Perum
Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten)
[skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan. Institut
Pertanian Bogor.
Latumahina, F. S., 2016. Serangan Ulat Api Coklat Pada
Tegakan Pinus Merkusii dalam Hutan Rakyat
Desa Passo Kota Ambon. Jurnal Agroforestri,
9(1), pp. 33-36.
Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati
Nabati, 2013. Diagnosis Protokol OPTK
Kelompok Serangga Kayu. Jakarta, Badan
Karantina Pertanian Kementrian Pertanian
Puspitasari, I.A,. 2013. Studi Perlikau Jangkrik Kalung
(Gryllus bimaculatus) dan Sumbangannya pada
Pelajaran Biologi (SKRIPSI). Palembang :
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Universitas Sriwijaya Indralaya

Anda mungkin juga menyukai